• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ciri Khas Sastra Promosi Kesehatan Beberapa ciri utama genre ini

Dalam dokumen Sejarah Sastra Promosi Kesehatan Indonesia (Halaman 37-50)

DAFTAR ISI

5. Ciri Khas Sastra Promosi Kesehatan Beberapa ciri utama genre ini

Bahasa komunikatif dan menyentuh emosi, namun tetap akurat

Tema beragam: sanitasi, imunisasi, gizi, kesehatan mental, narkoba, HIV/AIDS, dan lainnya.

Mendorong perubahan perilaku positif di masyarakat.

Penutup

37

Sastra promosi kesehatan di Indonesia telah berkembang dari bentuk tradisional hingga menjadi genre sastra yang unik, strategis, dan berdampak luas. Peran tokoh seperti Ferizal sangat signifikan dalam mendorong tumbuhnya genre ini sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat berbasis budaya dan literasi.

Ferizal adalah Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia He is known for Integrating Literature With Digital Health Promotion Innovations

Health Promotion Literature : Integrating Literature With Digital Health Promotion Innovations

Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature…

Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ).

He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.

Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature

Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL

38

Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal

Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ).

He is known for integrating literature with digital health promotion innovations. Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ).

Tokoh Sastra Kesehatan Indonesia : Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia & Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia

Tokoh sastra kesehatan di Indonesia

Tokoh sastra kesehatan di Indonesia yang menonjol adalah Ferizal, yang dikenal sebagai Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia dan Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia.

Ferizal menggabungkan estetika sastra dengan pesan-pesan edukatif tentang kesehatan, seperti pentingnya sanitasi, imunisasi, kesehatan mental, dan gaya hidup sehat.

Peran Ferizal :

Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia dan Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia.

Karya Ferizal : Menggunakan bahasa puitis dan naratif untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan.

39

Ciri Khas Ferizal : Bahasa puitis dan naratif, serta mengedukasi tentang pentingnya kesehatan masyarakat.

Kontribusi Ferizal :

Mengedukasi masyarakat tentang kesehatan melalui media sastra,

mengangkat tema-tema kesehatan yang jarang dibahas dalam karya sastra konvensional, dan mendorong munculnya genre sastra kesehatan

Sastra promosi kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi promosi kesehatan digital. Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia".

Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature .

Tujuan Sastra Promosi Kesehatan : 1. Mendukung pelayanan publik,

2. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, 3. Memfasilitasi gerakan atau program pemerintah.

.

Promosi Kesehatan secara Umum :

Promosi kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

Tujuan Promosi Kesehatan adalah mencegah penyakit dan mempertahankan kesehatan yang baik.

.

Prinsip Promosi Kesehatan adalah :

• Masyarakat mampu mengendalikan faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mereka

40

• Masyarakat mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatannya

.

Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi Promosi Kesehatan Digital. Ferizal adalah “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”

Untuk mendukung Pelayanan Publik BANGGA MELAYANI BANGSA berbasis Identitas Personal Branding Unggul Nasional : Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi promosi kesehatan digital. Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”

.

Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital.

.

Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.

.

Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia” :

1. Inovasi TV Saka Bakti Husada : TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling

3. Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi 4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas

5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas

41

6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )

7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )...

.

Ferizal dikenal sebagai Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia.

Health promotion literature is an effort to integrate literature with digital health promotion innovation. Ferizal is known as the pioneer of Indonesian health promotion literature

Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature )

Ferizal is recognized as a significant figure and a pioneer in Health Promotion Literature

Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ) : This title is consistently used to refer to Ferizal, highlighting his groundbreaking work in this field

Integration of Literature and Digital Innovation: Ferizal is known for his efforts to integrate literary approaches with digital innovations in health promotion

Seven Digital Health Promotion Innovations: There are mentions of seven specific digital health promotion innovations that Ferizal has integrated with health promotion literature. These include

1. TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia ( Indonesia's Community Health Center TV )

2. TV Promkes Bergerak Keliling (Mobile Health Promotion TV) 42

3. Kampung Cyber PHBS Sandogi ( Sandogi Cyber Village for PHBS - Clean and Healthy Lifestyle Behavior )

4. TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas ( Fana TV for Community Health Center Health Service Standards )

5 . Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas ( Digital Class Service for Cadres for Community Health Center Health

Service Standards )

6. Kampung Gerimis (Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak) ( Drizzle Village - Immunization Intervention Movement Through Simultaneous Initiation )

7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna ) ( Ana Maryana Innovation - Inviting Children to Take Comprehensive Care of Themselves )

Health promotion literature is an effort to integrate literature with digital health promotion innovation. Ferizal is known as the pioneer of Indonesian health promotion literature.

Beyond Health Promotion Literature: Ferizal is also recognized as "Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Dental Novel Literature) and has published several novels related to dentistry. He has a total of eighteen literary books and two scientific books published.

He appears to be actively sharing his work and innovations through platforms like YouTube. Ferizal is a prominent figure in Indonesia who has pioneered the use of literature and integrated it with digital innovations to promote health. He is recognized for his creative approach to health communication and his

various digital initiatives.

Ferizal's books include : Ferizal's Service Book "The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature" Integrated with Seven Digital Health Promotion

Innovations. 43

BAB 3

Sejarah Inovasi Promosi Kesehatan Digital Indonesia

Buku ini adalah ringkasan sejarah inovasi promosi kesehatan digital di Indonesia, yang menggambarkan 5 era perkembangan teknologi inovasi promosi kesehatan digital di Indonesia dari masa ke masa... Fondasi Digital AI Indonesia menuju Indonesia Emas 2045

🏛️ 1. Era Awal Digitalisasi ( 2000– 2010 ): Inovasi Promosi Kesehatan Digital Masih Pada Tahap Eksperimen dan Adaptasi

Latar belakang: Akses internet mulai berkembang; penggunaan komputer dan internet di kalangan tenaga kesehatan meningkat.

Latar Belakang: Awal mula pemanfaatan teknologi digital dalam dunia kesehatan, ditandai dengan meningkatnya penggunaan internet dan komputer di fasilitas kesehatan.

Inovasi Promosi Kesehatan Digital :

o Website institusi kesehatan ( Depkes.go.id dan berbagai situs rumah sakit besar ).

o Penyuluhan Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia berbasis PowerPoint dan CD interaktif di Puskesmas, oleh Ferizal.

o SMS blast untuk edukasi kesehatan, khususnya program imunisasi dan KB.

44

o KlikDokter didirikan pada tahun 2008 oleh dr. Doddy

Partomihardjo, Sp.M sebagai media edukasi kesehatan. Pada awalnya, KlikDokter hadir sebagai situs web, kemudian dikembangkan menjadi aplikasi mobile.

KlikDokter didirikan pada tahun 2008 sebagai situs web. Pada tahun 2016, KlikDokter menjadi bagian dari PT Medika Komunika Teknologi (MKT), anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk. MKT mengoperasikan dan memiliki KlikDokter.com

Tantangan: Infrastruktur digital terbatas; literasi digital masyarakat masih rendah , dan keterbatasan SDM digital.

📱 2. Era Media Sosial dan Mobile ( 2010 – 2015) : Penyebaran

Informasi yang Lebih Luas Melalui Inovasi Promosi Kesehatan Digital

Platform Populer: Facebook, Twitter, dan blog kesehatan mulai digunakan sebagai media kampanye.

Inovasi Promosi Kesehatan Digital :

o Akun resmi Dinas Kesehatan dan Kemenkes aktif menyebarkan info promosi kesehatan.

o Aplikasi mobile sederhana untuk tracking kehamilan, nutrisi anak, dan jadwal imunisasi.

o Influencer kesehatan (dokter & bidan) mulai aktif membuat konten edukatif.

o Alodokter, platform kesehatan digital di Indonesia, didirikan pada tahun 2014.

45

o Tahun 2015, Irwan Hartanto melihat Jumlah dokter yang sedikit dan hanya terpusat di kota-kota besar, menurut Irwan, bisa diselesaikan dengan teknologi.

Hal inilah yang mendorongnya untuk membuat sebuah aplikasi konsultasi dokter online bernama YesDok.

o ProSehat adalah startup yang menjadi pemenang Seedstars World Jakarta 2015 dan akan mewakili Indonesia di kompetisi Seedstars World global Maret 2016 di Swiss. Jadi, ProSehat didirikan atau mulai dikenal sekitar tahun 2015.

o

Kebijakan pendukung:

o Promkes masuk ke Rencana Strategis Kemenkes, dengan penekanan pada pendekatan berbasis teknologi.

💡 3. Era Transformasi Digital ( 2016 – 2020) : Integrasi dan

Profesionalisasi

Inovasi Promosi Kesehatan Digital :

o Launching aplikasi SehatPedia (2018) oleh Kemenkes.

o Penggunaan chatbot untuk edukasi COVID-19 (2020) via WhatsApp dan Telegram.

o Kanal YouTube dan podcast promosi kesehatan mulai bermunculan.

o Assist.id didirikan pada pertengahan tahun 2018 dan diluncurkan secara soft launch pada Januari 2019. Jadi, tahun didirikannya adalah 2018.

46

o Klinik Go didirikan pada tahun 2019 oleh Ogy

Winenriandhika dan temannya. KlinikGo merupakan pengembangan dari layanan Perawatku yang fokus pada pengadaan tenaga kesehatan. KlinikGo memiliki tujuan untuk memudahkan pasien mencari dokter dan melakukan reservasi layanan kesehatan.

o SehatQ didirikan pada November 2018 dan diluncurkan secara resmi pada 25 September 2019.

o LinkSehat didirikan pada tahun 2019. LinkSehat merupakan perusahaan teknologi kesehatan yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini menjadi bagian dari Primaya Hospital Group dan bertujuan untuk meningkatkan akses perawatan pasien dengan teknologi.

o

Tokoh penting:

o Beberapa tokoh muda kesehatan dan inovator digital mulai muncul, termasuk Ferizal ( Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ) yang mulai menggabungkan seni dan digital storytelling untuk promosi kesehatan.

o Halodoc didirikan pada tahun 2016. Perusahaan ini didirikan oleh Jonathan Sudharta di Jakarta. Halodoc merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi kesehatan, khususnya layanan telekonsultasi dan layanan kesehatan lainnya.

🌐 4. Era Pandemi dan Pascapandemi ( 2020 – 2024 ): Akselerasi dan Inovasi Masif Promosi Kesehatan Digital

47

Pemicu utama: Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi teknologi digital.

Inovasi Promosi Kesehatan Digital :

o Kampanye digital masif oleh Kemenkes dan mitra NGO.

o Aplikasi PeduliLindungi untuk pelacakan dan promosi vaksinasi COVID-19.

o Webinar dan live streaming kesehatan menjadi arus utama.

o Konten promkes berbasis visual, animasi, dan pendekatan budaya lokal di TikTok & Instagram mulai marak.

o Milvik Dokter diluncurkan pada tanggal 23 November 2021. Jadi, Milvik Dokter mulai beroperasi pada tahun 2021.

Tren baru: Health gamification, penggunaan AI & big data dalam edukasi kesehatan.

🤖 5. Era Kesehatan Digital Berbasis AI dan Komunitas (2025–

sekarang): Personalisasi dan Partisipasi

Ciri khas Inovasi Promosi Kesehatan Digital :

o Pemanfaatan AI dalam chatbot edukatif dan deteksi dini penyakit berbasis gejala.

o Promosi kesehatan berbasis komunitas digital (grup WhatsApp/Telegram RT, komunitas parenting online).

o Platform seperti SatuSehat menjadi penghubung data dan intervensi promosi kesehatan.

o Konten buatan masyarakat (user-generated content) makin diperhitungkan.

48

Isu etika & tantangan: Perlindungan data pribadi, hoaks kesehatan, dan kesenjangan digital.

Perjalanan inovasi promosi kesehatan digital di Indonesia menunjukkan transisi dari pendekatan satu arah menjadi interaktif, partisipatif, komunitas-sentris, dan berbasis data.

Peran lintas sektor (pemerintah, swasta, masyarakat sipil, dan individu kreatif seperti Ferizal) sangat penting dalam menjawab tantangan kesehatan publik dengan pendekatan yang relevan dan inovatif serta menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang relevan untuk meningkatkan literasi dan perilaku kesehatan masyarakat.

Inovasi dalam promosi kesehatan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari integrasi sastra dan teknologi digital hingga penelitian ilmiah dan pemberdayaan komunitas.

Piagam Ottawa 1986 merupakan perjanjian internasional yang ditandatangani pada Konferensi Internasional Pertama tentang Promosi Kesehatan di Ottawa, Kanada, oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Piagam Ottawa 1986 menjadi dasar dalam pemahaman dan praktik promosi kesehatan dunia. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, Profesi Dokter yang bersifat kuratif telah ikut mendukung Inovasi Promosi Kesehatan Digital Indonesia.

Karena Digital bersifat terbuka, maka siapa saja boleh terlibat didalamnya. Akan tetapi ranah keilmuan Promosi Kesehatan tetaplah Preventif dan Promotif sesuai Amanah Piagam Ottawa 1986.

Inovasi promosi kesehatan digital telah berkembang pesat, mulai dari penggunaan media sosial hingga aplikasi kesehatan. Era digital memungkinkan promosi kesehatan yang lebih luas, interaktif, dan terjangkau. Perubahan ini telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi kesehatan, mengubah perilaku, dan bahkan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

49

BAB 4

Inovasi Promosi Kesehatan Digital

Dalam dokumen Sejarah Sastra Promosi Kesehatan Indonesia (Halaman 37-50)

Dokumen terkait