| 1
Judul Buku :
Sejarah Sastra Promosi Kesehatan Indonesia Penulis / Editor : Ferizal
QRCBN : 62-6418-5400-576
https://www.qrcbn.com/check/62-6418-5400-576 Pembuat Sampul : Ferizal
Jumlah Halaman : 94
Jenis Penerbitan : PT. TV FANA SPM KESEHATAN PUSKESMAS
Edisi : 1-6-2025
https://indonesianhealthpromotionliterature.blogspot.com/
Puskesmas Muara Satu, Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh 24353
2
PRAKATA PENULIS
Buku ini adalah ringkasan sejarah Sastra Promosi Kesehatan Indonesia, yang menggambarkan era perkembangan sastra promosi kesehatan digital di Indonesia dari masa ke masa... Fondasi Digital AI Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 karya Ferizal
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital. Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada : TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi 4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
3
innovations with Indonesian Health Promotion Literature. Ferizal is
recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia"
( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ferizal has created innovations in digital health promotion, including : Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Kampung Cyber PHBS Sandogi
4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature. Ferizal
“Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
4
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal. Saat Manusia Harus Bersaing Dengan AI, Robot dan Softaware : Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature .
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL . Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal. .
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia : Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature…
Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ferizal has created innovations in digital health promotion, including : Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
5
4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna ) Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature. Ferizal
“Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL . Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia”
juga merangkap sebagai “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”.
6
Ferizal penganut aliran sastra romantisme aktif. Romantisme aktif merupakan aliran dalam karya sastra yang mengutamakan ungkapan perasaan, mementingkan penggunaan bahasa yang indah, ada kata-kata yang memabukkan perasaan sebagai perwujudan, menimbulkan semangat untuk berjuang dan mendorong keinginan untuk maju menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia”
adalah sastrawan dan PNS Lhokseumawe : penulis 18 buku sastra terkait profesi Dokter Gigi.
Ferizal mengucapkan "Sumpah Amukti Palapa Jilid II" di Bumi Bertuah Malaysia, sumpah untuk menyatukan Nusantara di bawah naungan "Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia" ... Menuju Indonesia Emas tahun 2045
Dengan inspirasi Amukti Palapa, dengan penuh semangat juang.. Tanggal 25 Juni 2013 Ferizal mengumumkan sumpah di bumi bertuah Malaysia, Sebuah sumpah yang kemudian dinamakan Sumpah Amukti Palapa Jilid Dua:
“Saya bersumpah demi Tuhan, demi harga diri bangsa saya, bahwa saya tidak akan menyerah, tidak akan beristirahat, sampai saya mampu menyatukan Nusantara dibawah naungan Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia.”
Ferizal merupakan ‘Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia’. Beliau telah menerbitkan 14 Novel tentang Dokter Gigi :
7
2. Novel Ninja Malaysia Bidadari Indonesia
3. Novel Superhero Malaysia Indonesia ( Kisah Profesi Dokter Gigi Merangkum Seni, Estetika dan Kesehatan ).
4. Novel Garuda Cinta Harimau Malaya
5. Novel Ayat Ayat Asmara ( Kisah Cinta Ferizal Romeo dan Drg.Diana Juliet ).
6. Novel Dari PDGI Menuju Ka’bah ( Kisah Pakar Laboratorium HIV Di Musim Liberalisasi ).
Novel ini kemudian di daur ulang menjadi Novel “Inovasi Difa atau Dokter Vivi dan Ferizal Legenda Puskesmas” ( ISBN: 978-602-474- 892-0 Penerbit CV. Jejak )
7. Novel Laskar PDGI Bali Pelangi Mentawai ( Kisah Drg.Ferizal Pejuang Kesgilut).
8. Novel Drg.Ferizal Kesatria PDGI ( Kisah Tokoh Fiktif Abdullah Bin Saba’, dan Membantah Novel The Satanic Verses karya Salman Rushdie )
9. Novel “Dokter Gigi PDGI Nomor Satu ( Kisah Keabadian Cinta Segitiga Drg.Ferizal SpBM, Drg Diana dan Dokter Silvi )”...
8
Buku ini di daur ulang menjadi Novel berjudul : "Warisan Budaya Akreditasi Puskesmas Indonesia : Sastra Novel Dokter Gigi" ( ISBN ::
978-602-5627-37-8 Penerbit :: Yayasan Jatidiri Bandung )
10. Novel Demi Kehormatan Profesi Dokter Gigi ( Kisah FDI World Dental Federation Seribu Tahun Tak Terganti )
11. Novel Dokter Gigi Bukan Dokter Kelas Dua ( Kisah Superioritas Dokter Gigi Pejuang Kesgilut )
12. Novel “Sastra Novel Dokter Gigi Warisan Budaya Indonesia Modern” ( Kisah “Sastra Novel Dokter Gigi” Membuktikan Profesi Dokter Gigi Tidak Sebatas Gigi Dan Mulut Saja ) … ( ISBN :: 978-602- 562-731-6 Penerbit :: Yayasan Jatidiri Bandung )
13. Novel “Sastra Novel Dokter Gigi Warisan Budaya Akreditasi Puskesmas Nusantara” ( Kisah Drg.Diana dan Ferizal Lambang Cinta PDGI )... ISBN: 978-602-474-495-3 Penerbit CV. Jejak
14. Novel "Indonesia 2030 Menjawab Novel Ghost Fleet"
Fakta hukum bahwa Ferizal merupakan ‘Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia’ tidak terbantahkan, misalnya dapat dilihat melalui 6 buku berikut ini :
9
Indonesia”, Penerbit Yayasan Jatidiri, dengan ISBN : 978-602-5627- 08-8.
b. Buku berjudul : “Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi NKRI”, Penerbit CV. Jejak, ISBN : 978-602-5675-02-7
c. Buku berjudul : “Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Kedokteran Gigi Indonesia”, Penerbit CV. Jejak, ISBN : 978-602-5675-24-9
d. Buku berjudul : "Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Republik Indonesia" ( ISBN: 978-602-5769-65-8), Penerbit : CV. Jejak.
e. Buku berjudul : “SEJARAH KEDOKTERAN GIGI, VAKSINASI COVID- 19, PERPUSTAKAAN NASIONAL DAN FERIZAL”
f. Buku berjudul : “FERIZAL PENGGAGAS INOVASI KAMPUNG CYBER PHBS SANDOGI ( Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia )”
Ferizal merupakan ‘Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia’, karya-karya Beliau beraliran Romantisme Aktif, juga beraliran Filsafat Intuisionisme. Beliau telah menerbitkan 14 novel mempesona tentang Dokter Gigi. Total ada 18 buku sastra dan 2 buku ilmiah yang pernah diterbitkan oleh ASN Pemerintah Kota Lhokseumawe ini.
10
DAFTAR ISI
PRAKATA PENULIS……….……….……… 3
DAFTAR ISI………..11
BAB 1 Sastra Promosi Kesehatan Untuk Indonesia Emas 2045…12 BAB 2 History of Indonesian Health Promotion Literature : Sejarah Sastra Promosi Kesehatan Indonesia…….………...34
BAB 3 Sejarah Inovasi Promosi Kesehatan Digital di Indonesia……….…44
BAB 4 Inovasi Promosi Kesehatan Digital Indonesia : Salah Satu Tokoh Utamanya Adalah Ferizal……….50
BAB 5 Tujuh Inovasi Promosi Kesehatan Digital.………..……69
DAFTAR PUSTAKA……….87
RIWAYAT PENULIS…………..………..88
11
BAB 1
Sastra Promosi Kesehatan Untuk Indonesia Emas 2045
“Negara kuat dimulai dari rakyat yang sehat.
Rakyat sehat lahir dari kesadaran.
Dan kesadaran lahir dari kata-kata yang menyentuh jiwa.”
– Ferizal
12
Visi Indonesia Emas 2045 dan Tantangan Kesehatan
Indonesia Emas 2045 adalah visi besar bangsa: menjadi negara maju tepat di usia 100 tahun kemerdekaan. Untuk mencapainya, kita membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
Tantangan utama yang dihadapi bidang Kesehatan antara lain:
Stunting dan gizi buruk di masa anak-anak.
Penyakit tidak menular akibat gaya hidup.
Kesehatan mental yang sering diabaikan.
Kurangnya literasi kesehatan di masyarakat.
Sastra tidak hanya untuk mereka yang bergelut di dunia bahasa. Ia untuk semua, termasuk siswa dan masyarakat akar rumput. Sastra menjadi alat pembelajaran yang menyenangkan, menyentuh, dan membekas.
Ferizal menunjukkan bahwa promosi kesehatan bisa dimulai dari panggung sekolah, dari cerita di ruang kelas, dari puisi yang dibacakan di Posyandu.
Inilah jalan menuju masyarakat yang sehat, kreatif, dan sadar budaya.
Sastra berperan sebagai medium komunikasi yang menyentuh sisi manusiawi.
Tantangan Kesehatan di Indonesia Saat Ini
Menuju 2045, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam bidang kesehatan. Beberapa di antaranya adalah:
Stunting dan gizi buruk yang masih tinggi di berbagai daerah.
Penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan kanker yang makin meningkat.
13
Gaya hidup sedentari, kurang gerak, konsumsi makanan instan, dan stres berlebih.
Krisis kesehatan mental, terutama pada anak muda dan remaja.
Masalah sanitasi dan lingkungan hidup yang belum tertangani optimal.
Ketimpangan akses layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Fakta-fakta ini menegaskan bahwa promosi kesehatan harus menjadi ujung tombak kebijakan kesehatan publik—yakni dengan menyasar pola pikir, perilaku, dan kesadaran masyarakat secara masif dan berkelanjutan.
Visi Indonesia Emas 2045
Dalam membangun Indonesia Emas 2045, kesehatan masyarakat menjadi fondasi yang tak tergantikan. Di tengah kemajuan teknologi dan sains, pendekatan berbasis budaya dan komunikasi menjadi semakin penting, terutama dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan secara menyentuh dan membumi. Sastra, sebagai cerminan jiwa bangsa, memiliki kekuatan untuk menyuarakan nilai, menanamkan kesadaran, serta menggerakkan perubahan.
Ferizal, sebagai pelopor sastra promosi kesehatan di Indonesia, telah membuktikan bahwa karya sastra bukan hanya wadah ekspresi, melainkan juga alat strategis dalam advokasi kesehatan publik. Puisi, cerpen, hingga naskah drama yang ditulisnya menyuarakan isu-isu kesehatan dengan bahasa yang indah namun menggugah. Karyanya membentangkan jembatan antara ilmu kesehatan dengan hati nurani masyarakat.
14
Buku ini hadir sebagai penghormatan atas kontribusi sekaligus sebagai panduan inspiratif bagi para pendidik, tenaga kesehatan, budayawan, dan generasi muda dalam mengintegrasikan sastra ke dalam upaya promotif dan preventif kesehatan.
Semoga buku ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama menuju Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berbudaya di tahun 2045.
Indonesia Emas 2045 adalah visi besar bangsa dalam rangka menyongsong satu abad kemerdekaan Republik Indonesia. Visi ini mencita-citakan Indonesia sebagai negara maju, adil, dan makmur, yang ditopang oleh sumber daya manusia unggul, perekonomian yang kuat, serta stabilitas sosial dan lingkungan yang sehat.
Namun, impian besar ini tidak bisa terwujud tanpa fondasi kesehatan masyarakat yang kokoh. Sehat bukan hanya berarti bebas dari penyakit, melainkan kondisi fisik, mental, dan sosial yang utuh. Visi Indonesia Emas mengandaikan masyarakat yang tidak hanya produktif, tapi juga cerdas mengambil keputusan untuk menjaga kesehatannya.
Menuju tahun 2045, Indonesia menargetkan visi besar: menjadi negara maju, adil, dan makmur. Namun, kemajuan ekonomi tidak akan berarti tanpa masyarakat yang sehat. Tantangan kesehatan yang masih dihadapi meliputi stunting, penyakit tidak menular, gaya hidup sedentari, hingga krisis kesehatan mental.
Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga kultural—di sinilah sastra promosi kesehatan menemukan relevansinya.
15
Buku ini tentang urgensi promosi kesehatan di Indonesia, peran sastra sebagai media komunikasi budaya, serta kontribusi unik Ferizal sebagai pelopor sastra promosi kesehatan. Harapan terhadap generasi emas 2045.
Promosi Kesehatan bisa dilakukan lewat medium seni dan budaya.
Di sinilah peran sastra menjadi penting. Sastra memiliki kelebihan dalam membangun empati, menyampaikan pesan secara tidak menggurui, dan menyentuh sisi emosional pembaca atau pendengar. Sastra tidak hanya menyampaikan data, tapi menghidupkan realitas dalam narasi yang bisa dikenali dan direnungi.
Melalui gagasan ini, Ferizal tidak hanya membentuk genre baru, tetapi juga membuka jalan bagi sinergi antara dua dunia yang selama ini berjalan sendiri-sendiri: sastra dan kesehatan.
Ferizal telah membuka jalan bagi lahirnya genre baru: sastra promosi kesehatan.
16
Ia membuktikan bahwa sastra bisa menjadi alat perubahan, bukan hanya di panggung seni, tapi juga di ruang kelas, puskesmas, posyandu, dan media sosial.
Karya-karyanya bukan hanya menyentuh, tapi menyadarkan. Ia memimpikan Indonesia di tahun 2045 bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga matang secara budaya dan sehat secara menyeluruh. Dalam pandangannya, kesehatan dan kebudayaan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
17
Sastra sebagai Instrumen Transformasi Sosial
Ferizal memosisikan sastra bukan sekadar karya seni, tapi sebagai instrumen perubahan sosial. Ia memperlihatkan bagaimana puisi, cerpen, drama, hingga monolog bisa menggerakkan:
Kesadaran kolektif terhadap isu kesehatan.
Partisipasi warga dalam gerakan hidup sehat.
Dekonstruksi stigma terhadap penyakit tertentu.
Pemahaman nilai-nilai hidup bersih dan sehat sebagai budaya.
Dengan pendekatan ini, sastra menjadi pelengkap bahkan penguat dari program-program kesehatan berbasis data dan kebijakan.
Sastra di Komunitas: Ruang Literasi Kesehatan Warga
Di tingkat komunitas, pendekatan Ferizal lebih bersifat partisipatif dan berbasis kearifan lokal. Contoh penerapannya:
Pelatihan Kader Posyandu Menulis Puisi Kesehatan:
Para kader belajar menyusun puisi untuk kampanye imunisasi, ASI eksklusif, dan kebersihan rumah. Hasilnya dibacakan saat arisan
“Panggung Sehat Warga”:
Pertunjukan drama bertema PHBS, cuci tangan pakai sabun, dan gizi keluarga yang diperankan oleh dalam acara hari kesehatan nasional.
Cerita Rakyat Berisi Nilai Kesehatan:
Ferizal mengadaptasi cerita rakyat lokal dengan memasukkan pesan- pesan kesehatan, lalu disampaikan oleh pendongeng dalam kegiatan PAUD atau Taman Baca.
18
Mengapa Sastra Perlu Hadir di Sekolah dan Komunitas?
Pendidikan kesehatan tidak cukup hanya berbasis buku teks dan ceramah.
Anak-anak dan masyarakat membutuhkan pendekatan yang hidup, dekat dengan keseharian, dan menggugah rasa. Sastra—melalui puisi, cerita, dan drama—memenuhi kebutuhan ini. Ia menjadi jembatan antara pengetahuan medis dan pemahaman masyarakat yang beragam latar belakangnya.
Ferizal menginisiasi program “Sastra Sehat Masuk Sekolah” dan
“Komunitas Baca Sehat” yang menggabungkan kegiatan membaca, menulis, dan menampilkan karya sastra bertema kesehatan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Program ini menjadi ruang kreatif yang menjadikan kesehatan bukan sekadar materi pelajaran, tetapi bagian dari budaya hidup.
Sastra menjadi alat untuk melihat diri sendiri, dan pada akhirnya, mengubahnya. Cerita adalah kekuatan. Dan dengan cerita, promosi kesehatan menjadi lebih manusiawi.
Program Sastra Promosi Kesehatan di Sekolah Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan:
Lomba Menulis Cerpen Kesehatan:
Diikuti oleh siswa SMP dan SMA, tema meliputi gizi seimbang, bahaya narkoba, kebersihan lingkungan, dan kesehatan jiwa.
Pementasan Baca Puisi oleh Ekstrakurikuler SD : Puisi Puisi pendek karya Ferizal dipentaskan dalam pentas seni sekolah, seperti Inovasi Kampung Gerimis, melalui Lomba Baca Puisi di Pramuka Gudep SD Negeri Arun.
19
Kelas Menulis Sastra Kesehatan:
Kolaborasi antara guru bahasa Indonesia dan petugas UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), di mana siswa diajak menulis puisi atau cerita pendek bertema kesehatan sebagai tugas akhir.
Pojok Baca Sehat:
Perpustakaan sekolah menyediakan rak khusus berisi buku dan kumpulan karya sastra promosi kesehatan, termasuk karya siswa.
20
Potensi Kolaborasi: Sastrawan dan Tenaga Kesehatan
Ferizal percaya bahwa tenaga kesehatan dan seniman bisa menjadi mitra.
Dokter dan perawat bisa memberikan data dan fakta, sementara sastrawan Promkes mengemasnya menjadi cerita yang menyentuh. Jika ini difasilitasi secara sistematis oleh negara atau daerah, maka kampanye kesehatan akan menjadi lebih berwarna dan berdampak luas.
Sastra tidak sekadar hiburan atau ekspresi. Dalam tangan yang tepat, ia adalah alat transformasi sosial. Dan dalam konteks kesehatan publik, sastra bisa menjadi suara nurani yang membangkitkan kesadaran dan perubahan.
Surat dari Penderita TBC
Aku bukan aib, bukan kutukan hanya paru-paru yang kelelahan Setiap batuk yang kau jauhi
adalah panggilan untuk kau mengerti Aku minum obat saban pagi
menunggu paru-paru sembuh perlahan Tolong, jangan tinggalkan
aku butuh lebih dari sekadar resep—
aku butuh teman
21
Hening yang Tak Terucap ( tentang kesehatan mental )
Aku diam bukan karena tak tahu
tapi karena tak ada tempat untuk bersuara Di balik senyum yang kau puji ramah aku menyembunyikan luka
Kadang malam jadi terlalu panjang dan siang jadi terlalu terang
Jangan tanyakan kenapa aku menjauh kadang yang aku butuh
hanya peluk, bukan nasihat
Satu Sabun, Seribu Harapan (tentang cuci tangan dan PHBS)
Di sekolah kecil itu
anak-anak mencuci tangan
bukan hanya karena pelajaran IPA tapi karena sabun telah jadi teman Mereka tak tahu
bahwa di jemari kecil mereka
ribuan bakteri sedang menunggu lengah Tapi satu sabun bisa menyelamatkan pagi bisa mengusir diare dari ruang kelas bisa menyambung harapan hingga dewasa
22
Harga Tahu Naik ( tentang gizi dan stunting )
Ibu memandangi nasi putih seperti memandangi langit kelabu lauk hari ini bukan ayam, bukan telur tapi harapan yang dikukus dalam air bening Anakku, kau harus pintar
kata guru di posyandu
padahal di piringmu hanya ada daun singkong dan senyuman lusuh Bukan aku tak ingin kau gemuk dan sehat tapi harga tahu pun naik minggu ini Maka kunyahlah baik-baik
semangat ibu
dalam tiap butir nasi yang tinggal separuh
23
Kekuatan Sastra dalam Komunikasi Kesehatan
Sastra dapat menjadi alat advokasi yang efektif karena beberapa alasan:
Bahasanya menyentuh dan mudah dicerna
Dalam promosi kesehatan, pendekatan informatif saja sering tidak cukup. Sastra menggunakan bahasa yang membumi dan penuh imajinasi, menjadikan pesan lebih hidup dan berkesan.
Membangun keterhubungan emosional
Ketika seseorang membaca puisi tentang anak yang mengalami stunting atau cerita tentang penderita depresi, mereka tidak hanya memahami, tetapi juga merasakan. Ini adalah langkah awal menuju kesadaran.
Mudah dipentaskan dan disebarluaskan
Cerpen, monolog, atau drama dapat dimainkan di sekolah,
posyandu, acara kampung, bahkan di media sosial. Ini menjadikan sastra sebagai alat kampanye yang fleksibel dan berbiaya murah.
Mendekatkan isu kesehatan ke konteks lokal
Sastra lokal bisa menggunakan tokoh, dialek, atau peristiwa keseharian yang akrab bagi masyarakat. Ini membuat pesan kesehatan terasa relevan dan tidak asing.
24
25
26
Ferizal dan Gagasan Sastra Promosi Kesehatan
Mengenal Ferizal: Dari Kata Menuju Kesadaran Kesehatan
Ferizal adalah nama yang mulai dikenal di kalangan masyarakat dan tenaga kesehatan karena kiprahnya yang unik: menggabungkan seni sastra dengan misi edukasi kesehatan masyarakat. Lahir dan besar di lingkungan yang dekat dengan dinamika sosial dan isu kesehatan, Ferizal tumbuh menjadi sosok yang meyakini bahwa perubahan perilaku masyarakat tidak cukup hanya dengan data dan instruksi—tetapi juga butuh sentuhan rasa, estetika, dan bahasa yang menyentuh hati.
Ferizal bukan sekadar penulis. Ia adalah sastrawan kesehatan berbasis budaya, yang mengubah puisi, cerpen, dan naskah drama menjadi alat edukasi publik. Ia menyuarakan isu-isu kesehatan seperti gizi, sanitasi, HIV/AIDS, kesehatan mental, hingga pandemi melalui karya-karya yang mudah dicerna dan menginspirasi.
Latar Belakang Gagasan Sastra Promosi Kesehatan
Gagasan "sastra promosi kesehatan" lahir dari keresahan Ferizal melihat komunikasi kesehatan yang terlalu teknokratis, sering kali tidak membumi, dan tidak menyentuh masyarakat akar rumput. Ia percaya bahwa:
“Bahasa sastra adalah bahasa hati. Bila hati sudah tersentuh, maka kesadaran akan tumbuh, dan dari sana perubahan bisa dimulai.” – Ferizal
Dengan prinsip ini, Ferizal mulai menulis karya-karya yang menggambarkan realitas kesehatan masyarakat—dalam bentuk cerita kehidupan sehari-hari yang sarat pesan, tanpa terkesan menggurui.
27
Ferizal menulis dengan empati, memosisikan diri sebagai bagian dari masyarakat yang juga berjuang untuk hidup sehat di tengah keterbatasan.
Promosi Kesehatan Berbasis Budaya
Selama ini, promosi kesehatan seringkali dilakukan dalam bentuk kampanye formal: poster, seminar, atau media digital. Namun di tengah masyarakat majemuk dan berbudaya seperti Indonesia, pendekatan berbasis kearifan lokal dan komunikasi kreatif jauh lebih efektif.
Sastra hadir sebagai medium komunikasi yang unik: ia mampu menyentuh batin, menggerakkan emosi, dan membangkitkan kesadaran. Di tangan para pengarang yang peduli pada isu kesehatan, sastra bisa menjadi senjata yang kuat untuk perubahan perilaku masyarakat.
Inilah yang kemudian digagas dan diperjuangkan oleh Ferizal—mengangkat isu-isu kesehatan melalui karya sastra yang menyentuh, indah, dan inspiratif. Maka tidak berlebihan jika sastra promosi kesehatan layak menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045.
28
Misi dan Tujuan Sastra Promosi Kesehatan
Ada beberapa misi utama dalam gerakan sastra promosi kesehatan yang dipelopori oleh Ferizal:
1. Meningkatkan Literasi Kesehatan
Bahasa sederhana dan konteks lokal dan Nasional yang dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap isu kesehatan.
2. Mengubah Perilaku melalui Identifikasi Emosional
Tokoh-tokoh dalam cerita dapat merepresentasikan pembaca, sehingga mendorong mereka untuk merenung dan berubah.
3. Menghidupkan Budaya Sehat melalui Seni
Dengan menanamkan nilai-nilai kesehatan ke dalam puisi, drama, dan prosa, budaya sehat dapat tumbuh alami dalam kehidupan masyarakat.
4. Mendukung Program Promosi Kesehatan Pemerintah Sastra dapat menjadi mitra strategis dalam kampanye kesehatan publik, terutama di daerah-daerah dengan kearifan lokal yang kuat.
.
29
Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia
Di Bumi Nusantara yang kaya budaya, Ferizal hadir dengan pena sastra penuh makna, Dengan kata-kata lembut menyentuh jiwa,
Menggugah hati untuk harapan Indonesia sehat sejahtera.
Melalui baris-baris puitis demi perubahan nyata, Dengan kata ia bangun kesadaran Bangsa,
Tentang pentingnya hidup sehat, menjaga Indonesia bersama, Ajakan penuh cinta, melalui sastra yang cemerlang bijaksana.
Ferizal menulis dari Indonesia untuk dunia,
Dengan semangat untuk mengubah cara pandang kita,
Menyebarkan nilai sehat, menghindari hal yang tidak berguna, Menyulut api semangat kesehatan untuk semua.
Di tengah upaya preventif promotif yang kerap terlupa, Ferizal hadir dengan semangat membara,
Melalui sastra yang mudah dicerna,
Ferizal mengajak kita semua untuk hidup sehat dan bahagia.
30
Menghindari kebiasaan yang merusak tubuh dan jiwa,
Ferizal sang pelopor dengan semangat membara, Dengan sastra, ia menjaga Indonesia,
Agar menjadi bangsa yang lebih sehat, lebih ceria.
Bahwa kesehatan bukan hanya milik mereka yang kaya, Tapi hak setiap jiwa yang hidup di bumi Indonesia, Lewat syair cinta yang lembut dan penuh makna, Ia menulis untuk Indonesia sehat yang penuh warna.
Ferizal sang pelopor sastra yang membawa cahaya, Dalam setiap kata, ada harapan yang menyala,
Melalui sastra yang ia persembahkan dengan sepenuh jiwa, Mengulang Cakrawala Mandala Dwipantara Wilwatikta,
Di pagi cerah, mentari menyapa,
Tangan mungil anak-anak jadi bait utama, Anak-anak mari kita jaga,
Tubuh dan jiwa, karunia semesta Tak hanya fisik, hati pun dijaga, Mengubah kampanye jadi karya sastra.
31
Belajar berkata lembut pada anak bangsa Itu bagian dari cinta yang bijaksana Mari bersama, ayah dan bunda, Ciptakan ruang penuh cinta.
Agar anak tahu dan tak lupa, Merawat diri adalah cara bahagia.
"Bersih itu indah, sehat itu mulia, Mari rawat diri dengan gembira."
Mari jadi cahaya bangsa,
Dengan diri yang terawat sempurna.
Ferizal terus bersuara,
Dalam dongeng, lagu, dan tanya jawab ceria.
"Mari rawat diri sepenuh jiwa,
Agar tumbuh menjadi cahaya bangsa."
Untuk tiap anak yang tumbuh dan bertanya,
"Apa arti sehat dari luar hingga jiwa?"
Karena bangsa ini butuh cahaya, Yang kau nyalakan dari anak usia belia.
32
Ferizal datang membawa cerita,
Tentang tubuh sehat dan jiwa bahagia.
Lewat puisi, kau jadi lentera,
Megahnya Bumi Nusantara yang penuh warna.
Wahai Ferizal, pena sehat bangsa, Kau titipkan pesan di setiap kata.
Puisi sederhana demi hidup yang lebih bermakna.
Bahwa sastra pun bisa menyehatkan jiwa.
Sastra promosi kesehatan penuh makna dan sederhana Tentang merawat diri tanpa rasa terpaksa.
Masyarakat Indonesia harus lebih peduli pada kesehatannya, Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia.
Di tengah upaya preventif promotif yang kerap terlupa, Ferizal hadir dengan semangat membara,
Melalui sastra yang mudah dicerna,
Ferizal bersuara,
Dalam dongeng, lagu, dan tanya jawab ceria.
33
BAB 2
History of Indonesian Health Promotion Literature : Sejarah Sastra Promosi Kesehatan Indonesia
Sejarah Sastra Promosi Kesehatan di Indonesia
Sastra Promosi Kesehatan adalah bentuk sastra yang secara eksplisit mengusung pesan-pesan kesehatan dalam upaya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku masyarakat terkait isu-isu kesehatan. Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital. Sastra ini dipelopori oleh Ferizal
Di Indonesia, genre ini relatif baru dan berkembang secara signifikan dalam dua dekade terakhir. Keberadaan tokoh seperti Ferizal menandai awal penting dari gerakan ini. Di masa depan, sangat mungkin kita akan melihat lebih banyak karya yang tidak hanya menarik secara sastra, tetapi juga berkontribusi pada literasi kesehatan masyarakat.
Berikut garis besar sejarah sastra promosi kesehatan di Indonesia:
1. Akar Tradisional ( Sebelum 2000-an )
Sebelum istilah “sastra promosi kesehatan” dikenal, pesan-pesan kesehatan telah muncul dalam bentuk tradisional seperti:
Pantun, syair, dan tembang dalam budaya lokal yang menyisipkan pesan kebersihan, pantangan makanan, dan pola hidup sehat.
34
Cerita rakyat dan legenda yang mengandung nilai-nilai edukatif terkait kebersihan lingkungan atau larangan perilaku yang merugikan tubuh.
Namun, pada masa ini, karya-karya tersebut belum secara eksplisit dimaksudkan sebagai “promosi kesehatan” dalam pengertian modern.
2. Periode Transisi dan Kesadaran Awal ( 2000 – 2010 )
Pada periode ini, muncul beberapa karya sastra, terutama dalam bentuk puisi dan cerpen, yang memuat pesan kesehatan sebagai bagian dari narasi sosial.
Beberapa faktor pendorong:
Kampanye HIV/AIDS, TB, dan malaria dari pemerintah dan LSM mulai mendorong seniman untuk ikut menyuarakan isu-isu tersebut melalui karya sastra.
Program penyuluhan berbasis budaya oleh dinas kesehatan di berbagai daerah mulai melibatkan seniman lokal.
Meski demikian, belum ada genre khusus yang disebut “sastra promosi kesehatan”.
3. Kemunculan Tokoh dan Genre Baru ( 2010 – 2020 )
Periode ini menjadi tonggak penting karena munculnya tokoh Ferizal, yang dikenal sebagai pelopor sastra promosi kesehatan di Indonesia.
Ciri khas dari karya Ferizal :
35
Memadukan unsur estetika sastra dengan konten edukatif kesehatan.
Membangun genre baru yang menjadikan sastra sebagai alat kampanye kesehatan masyarakat.
Digunakan dalam kampanye kesehatan, pendidikan, dan penyuluhan melalui cerita dan puisi.
Ferizal menggunakan pendekatan sastra untuk menyampaikan pesan edukatif, menjembatani antara dunia kesehatan dan masyarakat umum.
Kontribusi Ferizal meliputi antara lain :
Menulis dan menyebarkan puisi dan cerpen kesehatan di media sosial, buku, dan media digital.
Melakukan Lomba Puisi saat Acara Pramuka di SD Negeri Arun
Berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk menjangkau komunitas melalui pendekatan budaya dan bahasa yang mudah dipahami.
Fungsi Sastra Promosi Kesehatan Untuk Preventif Promotif :
Sarana refleksi diri : Membantu memahami sisi kemanusiaan
Media komunikasi kesehatan: Menyampaikan pesan promosi kesehatan secara naratif.
Literasi kesehatan: Meningkatkan pemahaman masyarakat melalui cerita yang mudah dicerna.
Sastra Promosi Kesehatan di Indonesia mulai berkembang seiring dengan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya upaya preventif dan promotif dalam dunia Kesehatan.
36
4. Penguatan dan Institusionalisasi ( 2020 – sekarang )
Sastra promosi kesehatan mulai mendapatkan tempat dalam program- program resmi seperti:
Lomba baca sastra kesehatan yang diselenggarakan oleh Ferizal
Integrasi dalam kegiatan Pramuka, sastra, dan komunikasi.
Kolaborasi antara penulis, tenaga kesehatan, dan komunitas
Inovasi Promosi Kesehatan Digital
Perkembangan teknologi juga membuat karya sastra kesehatan lebih mudah disebarluaskan melalui:
Platform digital seperti Instagram, YouTube, dan Facebook
Buku elektronik dan puisi digital bertema kesehatan.
5. Ciri Khas Sastra Promosi Kesehatan Beberapa ciri utama genre ini :
Bahasa komunikatif dan menyentuh emosi, namun tetap akurat
Tema beragam: sanitasi, imunisasi, gizi, kesehatan mental, narkoba, HIV/AIDS, dan lainnya.
Mendorong perubahan perilaku positif di masyarakat.
Penutup
37
Sastra promosi kesehatan di Indonesia telah berkembang dari bentuk tradisional hingga menjadi genre sastra yang unik, strategis, dan berdampak luas. Peran tokoh seperti Ferizal sangat signifikan dalam mendorong tumbuhnya genre ini sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat berbasis budaya dan literasi.
Ferizal adalah Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia He is known for Integrating Literature With Digital Health Promotion Innovations
Health Promotion Literature : Integrating Literature With Digital Health Promotion Innovations
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature…
Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ).
He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL
38
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal
Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ).
He is known for integrating literature with digital health promotion innovations. Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ).
Tokoh Sastra Kesehatan Indonesia : Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia & Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia
Tokoh sastra kesehatan di Indonesia
Tokoh sastra kesehatan di Indonesia yang menonjol adalah Ferizal, yang dikenal sebagai Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia dan Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia.
Ferizal menggabungkan estetika sastra dengan pesan-pesan edukatif tentang kesehatan, seperti pentingnya sanitasi, imunisasi, kesehatan mental, dan gaya hidup sehat.
Peran Ferizal :
Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia dan Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia.
Karya Ferizal : Menggunakan bahasa puitis dan naratif untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan.
39
Ciri Khas Ferizal : Bahasa puitis dan naratif, serta mengedukasi tentang pentingnya kesehatan masyarakat.
Kontribusi Ferizal :
Mengedukasi masyarakat tentang kesehatan melalui media sastra,
mengangkat tema-tema kesehatan yang jarang dibahas dalam karya sastra konvensional, dan mendorong munculnya genre sastra kesehatan
Sastra promosi kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi promosi kesehatan digital. Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia".
Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature .
Tujuan Sastra Promosi Kesehatan : 1. Mendukung pelayanan publik,
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, 3. Memfasilitasi gerakan atau program pemerintah.
.
Promosi Kesehatan secara Umum :
Promosi kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
Tujuan Promosi Kesehatan adalah mencegah penyakit dan mempertahankan kesehatan yang baik.
.
Prinsip Promosi Kesehatan adalah :
• Masyarakat mampu mengendalikan faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mereka
40
• Masyarakat mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatannya
.
Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi Promosi Kesehatan Digital. Ferizal adalah “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”
Untuk mendukung Pelayanan Publik BANGGA MELAYANI BANGSA berbasis Identitas Personal Branding Unggul Nasional : Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi promosi kesehatan digital. Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”
.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital.
.
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia” :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada : TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi 4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
41
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )...
.
Ferizal dikenal sebagai Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia.
Health promotion literature is an effort to integrate literature with digital health promotion innovation. Ferizal is known as the pioneer of Indonesian health promotion literature
Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature )
Ferizal is recognized as a significant figure and a pioneer in Health Promotion Literature
Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ) : This title is consistently used to refer to Ferizal, highlighting his groundbreaking work in this field
Integration of Literature and Digital Innovation: Ferizal is known for his efforts to integrate literary approaches with digital innovations in health promotion
Seven Digital Health Promotion Innovations: There are mentions of seven specific digital health promotion innovations that Ferizal has integrated with health promotion literature. These include
1. TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia ( Indonesia's Community Health Center TV )
2. TV Promkes Bergerak Keliling (Mobile Health Promotion TV) 42
3. Kampung Cyber PHBS Sandogi ( Sandogi Cyber Village for PHBS - Clean and Healthy Lifestyle Behavior )
4. TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas ( Fana TV for Community Health Center Health Service Standards )
5 . Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas ( Digital Class Service for Cadres for Community Health Center Health
Service Standards )
6. Kampung Gerimis (Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak) ( Drizzle Village - Immunization Intervention Movement Through Simultaneous Initiation )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna ) ( Ana Maryana Innovation - Inviting Children to Take Comprehensive Care of Themselves )
Health promotion literature is an effort to integrate literature with digital health promotion innovation. Ferizal is known as the pioneer of Indonesian health promotion literature.
Beyond Health Promotion Literature: Ferizal is also recognized as "Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Dental Novel Literature) and has published several novels related to dentistry. He has a total of eighteen literary books and two scientific books published.
He appears to be actively sharing his work and innovations through platforms like YouTube. Ferizal is a prominent figure in Indonesia who has pioneered the use of literature and integrated it with digital innovations to promote health. He is recognized for his creative approach to health communication and his
various digital initiatives.
Ferizal's books include : Ferizal's Service Book "The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature" Integrated with Seven Digital Health Promotion
Innovations. 43
BAB 3
Sejarah Inovasi Promosi Kesehatan Digital Indonesia
Buku ini adalah ringkasan sejarah inovasi promosi kesehatan digital di Indonesia, yang menggambarkan 5 era perkembangan teknologi inovasi promosi kesehatan digital di Indonesia dari masa ke masa... Fondasi Digital AI Indonesia menuju Indonesia Emas 2045
🏛️ 1. Era Awal Digitalisasi ( 2000– 2010 ): Inovasi Promosi Kesehatan Digital Masih Pada Tahap Eksperimen dan Adaptasi
Latar belakang: Akses internet mulai berkembang; penggunaan komputer dan internet di kalangan tenaga kesehatan meningkat.
Latar Belakang: Awal mula pemanfaatan teknologi digital dalam dunia kesehatan, ditandai dengan meningkatnya penggunaan internet dan komputer di fasilitas kesehatan.
Inovasi Promosi Kesehatan Digital :
o Website institusi kesehatan ( Depkes.go.id dan berbagai situs rumah sakit besar ).
o Penyuluhan Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia berbasis PowerPoint dan CD interaktif di Puskesmas, oleh Ferizal.
o SMS blast untuk edukasi kesehatan, khususnya program imunisasi dan KB.
44
o KlikDokter didirikan pada tahun 2008 oleh dr. Doddy
Partomihardjo, Sp.M sebagai media edukasi kesehatan. Pada awalnya, KlikDokter hadir sebagai situs web, kemudian dikembangkan menjadi aplikasi mobile.
KlikDokter didirikan pada tahun 2008 sebagai situs web. Pada tahun 2016, KlikDokter menjadi bagian dari PT Medika Komunika Teknologi (MKT), anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk. MKT mengoperasikan dan memiliki KlikDokter.com
Tantangan: Infrastruktur digital terbatas; literasi digital masyarakat masih rendah , dan keterbatasan SDM digital.
📱 2. Era Media Sosial dan Mobile ( 2010 – 2015) : Penyebaran
Informasi yang Lebih Luas Melalui Inovasi Promosi Kesehatan Digital
Platform Populer: Facebook, Twitter, dan blog kesehatan mulai digunakan sebagai media kampanye.
Inovasi Promosi Kesehatan Digital :
o Akun resmi Dinas Kesehatan dan Kemenkes aktif menyebarkan info promosi kesehatan.
o Aplikasi mobile sederhana untuk tracking kehamilan, nutrisi anak, dan jadwal imunisasi.
o Influencer kesehatan (dokter & bidan) mulai aktif membuat konten edukatif.
o Alodokter, platform kesehatan digital di Indonesia, didirikan pada tahun 2014.
45
o Tahun 2015, Irwan Hartanto melihat Jumlah dokter yang sedikit dan hanya terpusat di kota-kota besar, menurut Irwan, bisa diselesaikan dengan teknologi.
Hal inilah yang mendorongnya untuk membuat sebuah aplikasi konsultasi dokter online bernama YesDok.
o ProSehat adalah startup yang menjadi pemenang Seedstars World Jakarta 2015 dan akan mewakili Indonesia di kompetisi Seedstars World global Maret 2016 di Swiss. Jadi, ProSehat didirikan atau mulai dikenal sekitar tahun 2015.
o
Kebijakan pendukung:
o Promkes masuk ke Rencana Strategis Kemenkes, dengan penekanan pada pendekatan berbasis teknologi.
💡 3. Era Transformasi Digital ( 2016 – 2020) : Integrasi dan
Profesionalisasi
Inovasi Promosi Kesehatan Digital :
o Launching aplikasi SehatPedia (2018) oleh Kemenkes.
o Penggunaan chatbot untuk edukasi COVID-19 (2020) via WhatsApp dan Telegram.
o Kanal YouTube dan podcast promosi kesehatan mulai bermunculan.
o Assist.id didirikan pada pertengahan tahun 2018 dan diluncurkan secara soft launch pada Januari 2019. Jadi, tahun didirikannya adalah 2018.
46
o Klinik Go didirikan pada tahun 2019 oleh Ogy
Winenriandhika dan temannya. KlinikGo merupakan pengembangan dari layanan Perawatku yang fokus pada pengadaan tenaga kesehatan. KlinikGo memiliki tujuan untuk memudahkan pasien mencari dokter dan melakukan reservasi layanan kesehatan.
o SehatQ didirikan pada November 2018 dan diluncurkan secara resmi pada 25 September 2019.
o LinkSehat didirikan pada tahun 2019. LinkSehat merupakan perusahaan teknologi kesehatan yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini menjadi bagian dari Primaya Hospital Group dan bertujuan untuk meningkatkan akses perawatan pasien dengan teknologi.
o
Tokoh penting:
o Beberapa tokoh muda kesehatan dan inovator digital mulai muncul, termasuk Ferizal ( Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ) yang mulai menggabungkan seni dan digital storytelling untuk promosi kesehatan.
o Halodoc didirikan pada tahun 2016. Perusahaan ini didirikan oleh Jonathan Sudharta di Jakarta. Halodoc merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi kesehatan, khususnya layanan telekonsultasi dan layanan kesehatan lainnya.
🌐 4. Era Pandemi dan Pascapandemi ( 2020 – 2024 ): Akselerasi dan Inovasi Masif Promosi Kesehatan Digital
47
Pemicu utama: Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi teknologi digital.
Inovasi Promosi Kesehatan Digital :
o Kampanye digital masif oleh Kemenkes dan mitra NGO.
o Aplikasi PeduliLindungi untuk pelacakan dan promosi vaksinasi COVID-19.
o Webinar dan live streaming kesehatan menjadi arus utama.
o Konten promkes berbasis visual, animasi, dan pendekatan budaya lokal di TikTok & Instagram mulai marak.
o Milvik Dokter diluncurkan pada tanggal 23 November 2021. Jadi, Milvik Dokter mulai beroperasi pada tahun 2021.
Tren baru: Health gamification, penggunaan AI & big data dalam edukasi kesehatan.
🤖 5. Era Kesehatan Digital Berbasis AI dan Komunitas (2025–
sekarang): Personalisasi dan Partisipasi
Ciri khas Inovasi Promosi Kesehatan Digital :
o Pemanfaatan AI dalam chatbot edukatif dan deteksi dini penyakit berbasis gejala.
o Promosi kesehatan berbasis komunitas digital (grup WhatsApp/Telegram RT, komunitas parenting online).
o Platform seperti SatuSehat menjadi penghubung data dan intervensi promosi kesehatan.
o Konten buatan masyarakat (user-generated content) makin diperhitungkan.
48
Isu etika & tantangan: Perlindungan data pribadi, hoaks kesehatan, dan kesenjangan digital.
Perjalanan inovasi promosi kesehatan digital di Indonesia menunjukkan transisi dari pendekatan satu arah menjadi interaktif, partisipatif, komunitas-sentris, dan berbasis data.
Peran lintas sektor (pemerintah, swasta, masyarakat sipil, dan individu kreatif seperti Ferizal) sangat penting dalam menjawab tantangan kesehatan publik dengan pendekatan yang relevan dan inovatif serta menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang relevan untuk meningkatkan literasi dan perilaku kesehatan masyarakat.
Inovasi dalam promosi kesehatan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari integrasi sastra dan teknologi digital hingga penelitian ilmiah dan pemberdayaan komunitas.
Piagam Ottawa 1986 merupakan perjanjian internasional yang ditandatangani pada Konferensi Internasional Pertama tentang Promosi Kesehatan di Ottawa, Kanada, oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Piagam Ottawa 1986 menjadi dasar dalam pemahaman dan praktik promosi kesehatan dunia. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, Profesi Dokter yang bersifat kuratif telah ikut mendukung Inovasi Promosi Kesehatan Digital Indonesia.
Karena Digital bersifat terbuka, maka siapa saja boleh terlibat didalamnya. Akan tetapi ranah keilmuan Promosi Kesehatan tetaplah Preventif dan Promotif sesuai Amanah Piagam Ottawa 1986.
Inovasi promosi kesehatan digital telah berkembang pesat, mulai dari penggunaan media sosial hingga aplikasi kesehatan. Era digital memungkinkan promosi kesehatan yang lebih luas, interaktif, dan terjangkau. Perubahan ini telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi kesehatan, mengubah perilaku, dan bahkan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
49
BAB 4
Inovasi Promosi Kesehatan Digital Indonesia : Salah Satu Tokoh Utamanya adalah Ferizal
novasi Promosi Kesehatan Digital Indonesia : Salah satu tokoh utamanya adalah Ferizal.. Ferizal adalah Tokoh Yang Mengintegrasikan Sastra Dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital .. Era AI .
Di Indonesia, tokoh yang dikenal sebagai pelopor dalam bidang ini adalah Ferizal (bukan Ferizal Ramli). Ia dikenal sebagai:
1.Penggagas awal istilah dan praktik Sastra Promosi Kesehatan.
2.Penulis karya sastra dengan muatan edukasi kesehatan di berbagai media.
3.Sosok yang menjembatani antara dunia kesehatan dan sastra humanistik. . . .
Mengapa Sastra Efektif dalam Promosi Kesehatan?
1. Menyentuh sisi emosional pembaca/pendengar.
2. Mudah diingat dan dikaitkan dengan pengalaman pribadi.
3. Dapat menyasar berbagai kelompok usia dan budaya.
4. Lebih memanusiakan isu-isu medis yang kadang dianggap tabu atau menakutkan. . .
50
I
Apa Itu Sastra Promosi Kesehatan ? Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi Promosi Kesehatan Digital.
Ferizal adalah “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”
Sastra promosi kesehatan menggunakan kekuatan narasi dan estetika bahasa untuk: 1.Mengedukasi masyarakat tentang isu kesehatan ( fisik, mental, lingkungan ). Berbasis Cerita atau Estetika – Menggunakan narasi, gaya bahasa indah, atau metafora untuk menyampaikan pesan kesehatan.
2. Menggugah kesadaran dan empati terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Menggugah Empati – Mengangkat kisah nyata atau fiksi yang menyentuh hati untuk menggerakkan
3. Mengatasi hambatan komunikasi dalam edukasi medis yang sering kaku dan teknis. Memotivasi untuk menerapkan perilaku hidup sehat melalui pendekatan emosional. . .
Tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi kesehatan secara lebih humanis, komunikatif, menyentuh emosi, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Tujuannya adalah menyampaikan edukasi kesehatan secara lebih emosional, estetis, dan mudah diterima oleh masyarakat.
Ferizal adalah Tokoh yang mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital... Ferizal Tokoh Inovasi Promosi Kesehatan Digital Indonesia
Pengakuan Resmi oleh KEMENKUM RI : Ferizal adalah "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia"
51
Pengakuan Resmi oleh Kementerian Hukum ( Kemenkum ) Republik Indonesia bahwa Ferizal adalah Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia
Ferizal telah diakui secara resmi sebagai "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" oleh Kementerian Hukum ( Kemenkum ) Republik Indonesia
Pengakuan ini menandai pencapaian penting dalam integrasi antara sastra dan promosi kesehatan di Indonesia.
Nama "Ferizal" sebagai pelopor sastra promosi kesehatan Indonesia telah tercatat secara resmi di Kementerian Hukum ( Kemenkum ).
Hal ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap kontribusi Ferizal dalam mengembangkan pendekatan baru dalam promosi kesehatan melalui sastra.
Ferizal dikenal karena upayanya mengintegrasikan sastra dengan inovasi promosi kesehatan digital. Ferizal telah menciptakan tujuh inovasi digital dalam promosi kesehatan
Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi Promosi Kesehatan Digital. Ferizal adalah “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”
Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi promosi kesehatan digital.
52
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital.
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia” :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada : TV Puskesmas Indonesia
2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi
4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
53
54
55
56
57
58
59
.
60
61
62
63
64
65
66
67
68
BAB 5
TUJUH INOVASI PROMOSI KESEHATAN DIGITAL
ujuh Inovasi Promosi Kesehatan Digital terintegrasi Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan" : The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature
Pengakuan Resmi oleh KEMENKUM RI : Ferizal adalah "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" Pengakuan Resmi oleh Kementerian Hukum ( Kemenkum ) Republik Indonesia bahwa Ferizal adalah Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia Ferizal telah diakui secara resmi sebagai "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" oleh Kementerian Hukum ( Kemenkum ) Republik Indonesia
Pengakuan ini menandai pencapaian penting dalam integrasi antara sastra dan promosi kesehatan di Indonesia. Nama "Ferizal" sebagai pelopor sastra promosi kesehatan Indonesia telah tercatat secara resmi di Kementerian Hukum ( Kemenkum ). Hal ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap kontribusi Ferizal dalam mengembangkan pendekatan baru dalam promosi kesehatan melalui sastra.
Ferizal dikenal karena upayanya mengintegrasikan sastra dengan inovasi promosi kesehatan digital. Ferizal telah menciptakan tujuh inovasi digital dalam promosi kesehatan Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi Promosi Kesehatan Digital.
69
T
Ferizal adalah “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”
Untuk mendukung Pelayanan Publik BANGGA MELAYANI BANGSA berbasis Identitas Personal Branding Unggul Nasional :
Sastra Promosi Kesehatan adalah upaya mengintegrasikan sastra dengan inovasi promosi kesehatan digital. Ferizal adalah “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia” . Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital.
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal. . Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Ferizal
“Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”
Indonesian health promotion literature is not disrupted by AI :::
Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ::: FERIZAL SANG PELOPOR SASTRA PROMOSI KESEHATAN
7 Innovations of Ferizal, the Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature. Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature : PELOPOR SASTRA PROMOSI KESEHATAN
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia.
70
Ferizal has created innovations in digital health promotion, including :
1.Inovasi TV Saka Bakti Husada : TV Puskesmas Indonesia 2.Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3.Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi 4.Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5.Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas 6.Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature. Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL
71
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature… Ferizal is recognized as
"Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL. Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia. Ferizal has created innovations in digital health promotion, including :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Kampung Cyber PHBS Sandogi
4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
72
73
74
75
Inovasi TV FANA SPM KESEHATAN PUSKESMAS Nomor HP Layanan Call Center Inovasi 24 Jam yaitu :: 085297103125 atas nama Ferizal.
Integrasi Layanan Primer (ILP) adalah upaya untuk mengoordinasikan dan menata pelayanan kesehatan primer, dengan tujuan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup.
Sasaran ILP : Ibu hamil, persalinan, nifas, bayi dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia dewasa, dan usia tua
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang wajib diberikan kepada warga negara.
Fana memiliki arti lenyap atau rusak. Semua makhluk yang ada di alam semesta ini akan mengalami kerusakan maupun kebinasaan. Hanya Allah SWT satu-satunya yang tidak akan lenyap..
Inovasi "TV Fana SPM Kesehatan" mempromosikan dan menghubungkan Konsep Fana dengan Siklus Hidup ILP ( Integrasi Layanan Primer ) dan saat Pelayanan SPM ( Standar Pelayanan Minimal ) Kesehatan Puskesmas
76
INOVASI ANA MARYANA ( AJAK ANAK MERAWAT DIRI YANG PARIPURNA ) :
1. UNTUK MENDUKUNG KLASTER DUA INTEGRASI LAYANAN PRIMER ( ILP ) PUSKESMAS
77
2. UNTUK MENDUKUNG GERAKAN SEKOLAH SEHAT ( GSS )
3. UNTUK MENDUKUNG STANDAR PELAYANAN MINIMAL ( SPM ) KESEHATAN
Inovasi ANA MARYANA menghasilkan TV Gerakan Sekolah Sehat. Ini merupakan media promosi kesehatan digital yang inovatif integratif. Keberadaan TV Gerakan Sekolah Sehat : sangat memudahkan pergerakan di sekolah sekolah karena adanya payung hukum yang legal.
SEJARAH GERAKAN SEKOLAH SEHAT ( GSS ) dan INOVASI ANA MARYANA :: 23 Agustus 2022, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim meluncurkan Program Sekola h Sehat dengan tajuk Revitalisasi UKS melalui “Kampanye Sekolah Sehat”
(KSS )
Nadiem Nadiem Makarim saat itu menghadiri acara peluncuran program Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Melalui Kampanye Sekolah Sehat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kapuk Muara 03, Jakarta Utara.
PERUBAHAN KEMUDIAN TERJADI !!!!!
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), lalu menerbitkan Surat Edaran Dirjen Paud Dikdas dan Dikmen Nomor 1725/C/C4/DM.00/02/2024, tanggal 19 Februari 2024 tentang KSS menjadi Gerakan Sekolah Sehat ( GSS ).
78
Inovasi Kampung Gerimis adalah program yang dikembangkan oleh Ferizal, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui intervensi imunisasi yang terkoordinasi dan serentak.
Salah satu fokus utamanya adalah imunisasi bagi calon pengantin (catin) untuk mendukung kesehatan ibu dan anak. Selain E-CATIN ????
Selain itu, Inovasi Kampung Gerimis juga menghasilkan TV OTTAWA CHARTER 1986, sebuah Media Promosi Kesehatan Digital
Integratif yang menguntungkan pelayanan digital di Puskesmas.
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk stakeholder, lintas program, dan lintas sektor, untuk mencapai tujuan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
79
YOUTUBE : Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi kanal YouTube resmi Inovasi Kampung Gerimis yang menyediakan berbagai vid