1
.
2 | #Ferizal#
KEPENGARANGAN : Judul Buku :
Pelayanan Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia” Terintegrasi Tujuh Inovasi Promkes Digital
Penulis / Editor : Ferizal
QRCBN : 62-6418-7860-763
https://www.qrcbn.com/check/62-6418-7860-763
Pembuat Sampul : Ferizal Jumlah Halaman : 157 Jenis Penerbitan :
PT. TV FANA SPM KESEHATAN PUSKESMAS
Edisi : 10-3-2025
https://ferizalpeloporsastrapromosikesehatan.blogspot.com/
Puskesmas Muara Satu, Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu,
Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh 24353
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 3
4 | #Ferizal#
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 5
6 | #Ferizal#
KATA PENGANTAR
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital. Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada : TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi 4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana (Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna ) Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature…
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 7 Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ferizal has created innovations in digital health promotion, including :
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Kampung Cyber PHBS Sandogi
4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan
8 | #Ferizal#
Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal. Inilah perbedaan mendasar dengan penulis lain.
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal. Saat Manusia Harus Bersaing Dengan AI, Robot dan Softaware : Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature .
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL . Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal. .
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia : Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature…
Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 9 Ferizal has created innovations in digital health promotion, including : Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Kampung Cyber PHBS Sandogi
4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL . Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital
10 | #Ferizal#
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia” juga merangkap sebagai “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”.
Ferizal penganut aliran sastra romantisme aktif.
Romantisme aktif merupakan aliran dalam karya sastra yang mengutamakan ungkapan perasaan, mementingkan penggunaan bahasa yang indah, ada kata-kata yang memabukkan perasaan sebagai perwujudan, menimbulkan semangat untuk berjuang dan mendorong keinginan untuk maju menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia”
adalah sastrawan dan PNS Lhokseumawe : penulis 18 buku sastra terkait profesi Dokter Gigi.
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 11 Ferizal mengucapkan "Sumpah Amukti Palapa Jilid II" di Bumi Bertuah Malaysia, sumpah untuk menyatukan Nusantara di bawah naungan "Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia" ... Menuju Indonesia Emas tahun 2045
Dengan inspirasi Amukti Palapa, dengan penuh semangat juang.. Tanggal 25 Juni 2013 Ferizal mengumumkan sumpah di bumi bertuah Malaysia, Sebuah sumpah yang kemudian dinamakan Sumpah Amukti Palapa Jilid Dua:
“Saya bersumpah demi Tuhan, demi harga diri bangsa saya, bahwa saya tidak akan menyerah, tidak akan beristirahat, sampai saya mampu menyatukan Nusantara dibawah naungan Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia.”
Ferizal merupakan ‘Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia’. Beliau telah menerbitkan 14 Novel tentang Dokter Gigi, yakni :
1. Novel Pertarungan Maut Di Malaysia.
2. Novel Ninja Malaysia Bidadari Indonesia
3. Novel Superhero Malaysia Indonesia ( Kisah Profesi Dokter Gigi Merangkum Seni, Estetika dan Kesehatan ).
12 | #Ferizal#
4. Novel Garuda Cinta Harimau Malaya
5. Novel Ayat Ayat Asmara ( Kisah Cinta Ferizal Romeo dan Drg.Diana Juliet ).
6. Novel Dari PDGI Menuju Ka’bah ( Kisah Pakar Laboratorium HIV Di Musim Liberalisasi ).
Novel ini kemudian di daur ulang menjadi Novel “Inovasi Difa atau Dokter Vivi dan Ferizal Legenda Puskesmas” ( ISBN: 978-602-474- 892-0 Penerbit CV. Jejak )
7. Novel Laskar PDGI Bali Pelangi Mentawai ( Kisah Drg.Ferizal Pejuang Kesgilut).
8. Novel Drg.Ferizal Kesatria PDGI ( Kisah Tokoh Fiktif Abdullah Bin Saba’, dan Membantah Novel The Satanic Verses karya Salman Rushdie )
9. Novel “Dokter Gigi PDGI Nomor Satu ( Kisah Keabadian Cinta Segitiga Drg.Ferizal SpBM, Drg Diana dan Dokter Silvi )”...
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 13 Buku ini di daur ulang menjadi Novel berjudul : "Warisan Budaya Akreditasi Puskesmas Indonesia : Sastra Novel Dokter Gigi" ( ISBN :: 978-602-5627-37-8 Penerbit :: Yayasan Jatidiri Bandung )
10. Novel Demi Kehormatan Profesi Dokter Gigi ( Kisah FDI World Dental Federation Seribu Tahun Tak Terganti )
11. Novel Dokter Gigi Bukan Dokter Kelas Dua ( Kisah Superioritas Dokter Gigi Pejuang Kesgilut )
12. Novel “Sastra Novel Dokter Gigi Warisan Budaya Indonesia Modern” ( Kisah “Sastra Novel Dokter Gigi” Membuktikan Profesi Dokter Gigi Tidak Sebatas Gigi Dan Mulut Saja ) … ( ISBN :: 978- 602-562-731-6 Penerbit :: Yayasan Jatidiri Bandung )
13. Novel “Sastra Novel Dokter Gigi Warisan Budaya Akreditasi Puskesmas Nusantara” ( Kisah Drg.Diana dan Ferizal Lambang Cinta PDGI )... ISBN: 978-602-474-495-3 Penerbit CV. Jejak
14. Novel "Indonesia 2030 Menjawab Novel Ghost Fleet"
14 | #Ferizal#
Fakta hukum bahwa Ferizal merupakan ‘Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia’ tidak terbantahkan, misalnya dapat dilihat melalui 6 buku berikut ini :
a. Buku berjudul : “Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia”, Penerbit Yayasan Jatidiri, dengan ISBN : 978-602- 5627-08-8.
b. Buku berjudul : “Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi NKRI”, Penerbit CV. Jejak, ISBN : 978-602-5675-02-7
c. Buku berjudul : “Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Kedokteran Gigi Indonesia”, Penerbit CV. Jejak, ISBN : 978-602-5675-24-9
d. Buku berjudul : "Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Republik Indonesia" ( ISBN: 978-602-5769-65-8), Penerbit : CV.
Jejak.
e. Buku berjudul : “SEJARAH KEDOKTERAN GIGI, VAKSINASI COVID-19, PERPUSTAKAAN NASIONAL DAN FERIZAL”
f. Buku berjudul : “FERIZAL PENGGAGAS INOVASI KAMPUNG CYBER PHBS SANDOGI ( Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia )”
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 15 Ferizal merupakan ‘Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia’, karya-karya Beliau beraliran Romantisme Aktif, juga beraliran Filsafat Intuisionisme. Beliau telah menerbitkan 14 novel mempesona tentang Dokter Gigi.
Total ada 18 buku sastra dan 2 buku ilmiah yang pernah diterbitkan oleh ASN Pemerintah Kota Lhokseumawe ini.
16 | #Ferizal#
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………..………6 DAFTAR ISI………16 B A B I APA ITU MTBPH ? ………..………19 B A B II MTBPH DALAM PENGENDALIAN DM DAN TBC………... 35 BAB III PROMKES BUKAN CUMA PENYULUHAN……. 43
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 17
BAB IV PEDOMANPELAKSANAAN
PENYULUH KESMAS ……….52
BAB V FUNGSI MTBPH DALAM KESEHATAN GIGI
………...80 BAB VI MTBPH KETIKA KUNJUNGAN LUAR
GEDUNG ………86 BAB VII PRINSIP RELIGI MTBPH ………. 93
BAB VIII KESULITAN TENAGA PROMKES ………106 BAB IX INDIKATOR KEBERHASILAN………..115 BAB X : KAITAN DOKTER GIGI DENGAN MTBPH
……….130 DAFTAR PUSTAKA………143 TENTANG PENULIS………..147
18 | #Ferizal#
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 19
B A B I APA ITU MTBPH ?
Apa itu MTBPH ???
Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik disingkat PATELKI adalah satu-satunya Organisasi Profesi yang diakui oleh Kementrian Kesehatan Indonesia sebagai Organisasi Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Indonesia.
Senin, 23 Oktober 2017 telah ditanda tangani pembentukan KOALISI ORGANISASI PROFESI dalam penanggulangan TB di Indonesia oleh 13 Organisasi Profesi (OP) yang diinisiasi Kementrian Kesehatan. PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia) menjadi salah satu yang bergabung dalam koalisi OP (Organisasi Profesi).
Medical Technologist Based Public Health (MTBPH) atau Kesehatan Masyarakat Berbasis Ahli Teknologi Medis, mengandung arti bahwa ahli teknologi medis yang memiliki pendidikan kesehatan masyarakat, memainkan peranan penting dalam usaha kesehatan masyarakat, sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
20 | #Ferizal#
Analis Kesehatan merupakan profesi yang turut membantu dalam diagnosa seorang dokter. Akibat gaya hidup moderen, maka banyak masyarakat yang mengidap penyakit degeneratif, seperti diabetes, asam urat, kolesterol, dan stroke. Diperlukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar melakukan pemeriksaan secara berkala (teratur di laboratorium kesehatan) terhadap kondisi kesehatannya. Mereka bisa datang atas inisiatif sendiri.
Bukan karena ada rekomendasi dokter.
Tugas atau area profesi kesehatan masyarakat sangat luas. Pada buku ini, pembahasan dititikberatkan pada SKM yang menjadi “Tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat”. SKM yang ada saat ini, ada juga yang bukan SKM murni. Artinya, mereka ada juga yang memiliki dasar pendidikan D3 non Kesehatan Masyarakat.
Tenaga Kesehatan Masyarakat,baik strata satu (SKM) maupun strata dua (M.Kes, MKM, atau yang sejenis) merupakan salah satu tenaga di bidang kesehatan yang memiliki ilmu manajemen yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. SKM, tugas utamanya adalah upaya kesehatan preventif promotif pada kelompok atau masyarakat, dengan sistem manajerial dan program yang efektif.
Peningkatan kesehatan (promotif) dan juga pencegahan penyakit (preventif) merupakan bidang tugas keahlian Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM). Jika si SKM memiliki
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 21 latar belakang D3 Analis Kesehatan, maka bukan cuma masalah lingkungan yang kurang sehat (penyakit berbasis lingkungan) yang bisa diatasi, tetapi juga penegakan diagnosa bisa dilakukan di Laboratorium Kesehatan.
SKM yang memiliki latar belakang D3 Analis Kesehatan juga mampu melakukan pengendalian penyakit Kolera.
Dengan ilmu diagnostik laboratoriumnya, maka dia bisa melakukan pengumpulan spesimen Usap Dubur, melakukan pemeriksaan sumber air minum yang dicurigai, memeriksa sampel makanan, memeriksa sampel minuman, bahkan memeriksa sampel bahan muntahan.
Ketika wabah Kolera datang, maka pembuatan medium (Cary Blair, Alkaline Pepton Water dan TCBS), Pemeriksaan Kultur Spesimen, Pemeriksaan Serologi, Tes Presumtif dengan Oksidase dan Uji Sensitivitas Antibiotika; itu semua dilakukan oleh tenaga Analis Kesehatan di Laboratorium bukan? Sebagai penyuluh dalam bidang laboratorium kesehatan (promotion health laboratory), maka Analis Kesehatan haruslah menyadari bahwa upaya promosi kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, artinya juga bisa menjadi tanggung jawab mereka.
Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) yang berlatar belakang pendidikan D3 AAK (Akademi Analis Kesehatan) memiliki keunggulan kompetitif, komparatifketika melakukan intervensi integratif di aspek promotif dan preventif. Dari seluruh masyarakat yang ada, jumlah orang sakit mungkin hanya sekitar 15-20% dan sisanya sekitar 85-80% lagi merupakan
22 | #Ferizal#
orang sehat. Masalahnya, jika orang sehat ini tidak dijaga kesehatannya, maka akan jatuh sakit juga.
Ahli kesehatan masyarakat ialah mereka yang berpendidikan sarjana, atau sarjana muda kesehatan masyarakat, atau pasca sarjana, atau doktor,dan lainnya yang berpengalaman/ penguasaan ilmu dalam bidang kesehatan masyarakat.
A. Pengertian MTBPH
Medical Technologist Based Public Health (MTBPH) atau Kesehatan Masyarakat Berbasis Ahli Teknologi Medis yang dirancang penulis buku ini, bertujuan untuk meningkatkan pemerataan promosi kesehatan masyarakat hingga ke desa-desa. Diharapkan program yang dikonsep penulis,menimbulkan rasa tertarik masyarakat, sehingga bisa menjadi media propaganda penyuluhan kesehatan.
B. Tujuan MTBPH
Tujuan Medical Technologist Based Public Health (MTBPH) atau Kesehatan Masyarakat Berbasis Ahli Teknologi Medis adalah:
Dalam buku ini, Ahli Teknologi Medis yang diangkat menjadi bahan pembicaraan hanyalah analis yang berasal dari D3 AAK (Akademi Analis Kesehatan) yang berpendidikan SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat) saja.
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 23 1. Upaya Promosi Kesehatan (di masyarakat) sambil
membantu menegakkan diagnosis yang dilakukan oleh dokter (di laboratorium kesehatan).
2. Bukan cuma masalah lingkungan yang kurang sehat (penyakit berbasis lingkungan) yang bisa diatasi, tetapi juga upaya penegakan diagnosa bisa dilakukan di laboratorium kesehatan dengan cepat untuk pengendalian penyakit.
3. Membantu upaya preventif dan promotif serta penegakan diagnosis suatu penyakit.
4. Selesai acara penyuluhan, dilanjutkan dengan tindak lanjut yang lebih konkret,berupa fasilitas atau sarana dan prasarana di bidang laboratorium kesehatan.
C. Prinsip-prinsip MTBPH
1. Tetap melaksanakan strategi promosi kesehatan yang diperkenalkan oleh WHO pada tahun 1984 yang meliputi ABG, yakni:
a. Advokasi (Advocacy)
b. Bina suasana (Social Support)
c. Gerakan pemberdayaan masyarakat (Empowerment Community)
Advokasi dalam kegiatan promosi kesehatan adalah upaya untuk meraih pembelaan agar pembuat kebijakan mengeluarkan peraturan atau dukungan
24 | #Ferizal#
terhadap program kesehatan (berupa UU, PP, SK), atau membantu/mendukung terhadap program yang diinginkan. Bisa dilakukan advokasi kepada eksekutif dan DPRK. Pelaksanaan advokasi dengan dukungan informasi yang memadai menjadi sasaran tersier Promkes.Dalam bahasa hukum, advokat artinya pembela.
Pemberdayaan masyarakatbukan berarti harus memberi hadiah bantuan (give them a fish), tetapi memberikan mereka pancing berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ini artinya, memampukan atau memberdayakan. Masyarakat umum merupakan sasaran primer. “Intervensi” pada sebuah desa dalam
‘penyuluhan kesehatan’ jangan hanya dilakukan dengan ceramah, buku panduan, dan diskusi.
Bina Suasana melalui tokoh masyarakat, baik formal maupun informal.Para tokoh ini (Pemuka Agama, PKK, Karang Taruna)merupakan jembatan antara sektor kesehatan dengan masyarakat. Jika tokoh panutan berperilaku positif yang dapat dicontoh oleh masyarakat, maka ini dinamakan dukungan sosial (social support). Tokoh masyarakat merupakan sasaran sekunder.
Promosi artinya upayamengkomunikasikan keunggulan dan membujuk sasaran untuk mengikuti apa yang ditawarkan, demi memperoleh keuntungan bersama. Upaya promosi kesehatan dapat dilakukan dengan empat cara:
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 25 a. Promosi kesehatan pada tingkat promotif,pada orang
yang sehatagar tidak sakit.
b. Promosi kesehatan pada tingkat preventif, pada orang sehat dan resti (ibu hamil,perokok, obesitas,dll)untuk mencegah agar tidak sakit.
c. Promkes pada tingkat kuratif,pada penderita sakit (terutama yang sakit kronis).
d. Promkes pada tingkat rehabilitatif,pada pasien yang baru sembuh dari sakit.
Metode penyuluhan yang dapat dilakukan, yaitu:
a. Penyuluhan perorangan, seperti kunjungan rumah, pada saat melakukan pendataankasus, maupun pada saat pasien datang ke Puskesmas.
b. Penyuluhan kelompok, seperti pada rapat desa, majelis taklim, khotbah Jumat, Posyandu, pertemuan PKK, pertemuan Karang Taruna, dan diskusi kelompok.
c. Penyuluhan massa, bisa dilakukan saat acara hiburan malam, kesenian tradisional, pemutaran film, ceramah umum, tablig akbar, tulisan dimajalah, koran, bill board,poster, gambar, dan spanduk di balai desa, Posyandu, Poskesdes, Puskesmas, dll.
Dalam pelaksanaan promosi kesehatan, dikenal adanya tiga jenis sasaran:
a. Sasaran Primer
Sasaran primer (utama) upaya promosi kesehatan adalah masyarakat umum, mereka harus diberdayakan dengan gerakan pemberdayaan.
b. Sasaran Sekunder
26 | #Ferizal#
Sasaran sekunder pada Bina Suasana adalah para pemuka masyarakat, baik pemuka informal (misalnya pemuka adat, pemuka agama, dan lain-lain) maupun pemuka formal (misalnya petugas kesehatan, pejabat pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, dan media massa).
c. Sasaran Tersier
Sasaran tersier pada Advokasi adalah para pembuat kebijakan publik yang berupa peraturan di bidang kesehatan, dan bidang-bidang lain yang berkaitan, serta mereka yang dapat memfasilitasi atau menyediakan sumber daya.
2. Deteksi penyakit dilakukan denganACD danPCD
Ada dua deteksi yang bisa dilakukan.ACD adalah Active Case Detection, sedangkan PCD adalah Passive Case Detection.ACD bisa dilakukan dengan Home Visite atau kunjungan ke rumah-rumah, maupun memberikan penyuluhan di komunitas maupun desa.
Masyarakat di harapkan mau mengecek kesehatan di Laboratorium.
Ketika ACD, petugas harus mencari persoalan kesehatan yang menonjol di sebuah desa, hal-hal yang berpotensi menyebarkan penyakit. Jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes, maka anggota keluarga yang lain diajari menyiapkan pola makan yang baik dan lain-lain.
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 27
Sasaran (laboratorium): pasien yang berkunjung ke Puskesmas (Passive Case Detection), dan penderita penyakit menular dan keluarganya yang dicari di rumahnya masing masing (Active Case Detection).
Penyakit yang memerlukan ACD dan PCD di wilayah kerja Puskesmas, ialah malaria, TBC, demam filariasis, diare, dan sebagainya (Muninjaya, 2004 : 151).
Promosi kesehatan bukan hanya untuk individu, namun juga terhadap keluarga dan masyarakat umum.
Promosi kesehatan di laboratorium dapat dilakukan pada orang sakit maupun orang sehat. Alumni D3 Analis Kesehatan memiliki kemampuan yang bersifat teknis (Technical Skill).
Penemuan gejala penyakit oleh masyarakat melalui UKBM sangat penting untuk deteksi dini.
Memudahkan pihak Puskesmas untuk aktif melacak dalam rangka konfirmasi kebenaran laporan.Analis yang berasal dari D3 AAK (Akademi Analis Kesehatan) dan berpendidikan SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat) membantu untuk menegakkan diagnosis yang dilakukan oleh dokter. Misalnya dalam upaya penemuan kasus campak.
Kesadaran yang ingin diciptakan dalam diri masyarakat adalah terkait pentingnya melakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu:
28 | #Ferizal#
a. Bagi masyarakat yang sakit (yang datang memanfaatkan pelayanan laboratorium)untuk melihat tingkat atau derajat penyakitnya.
b. Bagi masyarakat yang sehat, bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan,untuk mencegah datangnya penyakit, agar dapat tetap sehat.
Sangat efektifmenggabungkan keahlian D3 Analis Kesehatan dengan SKM, menjadi ilmu yang multi talenta.
Kegiatan skrining bisa dilakukan tidak saja di ruang-ruang Puskesmas, tetapi juga di primary care lain, sekolah, dan UKBM. Dewasa ini, pelayanan kesehatan dibidang laboratorium berkembang sangat pesat, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Terkadang ada penderita TBC yang terdeteksi, tetapi ada juga yang belum ditemukan. Disinilah perlu penyuluhan tentang mengutamakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perlu dilakukan Pelatihan Penyuluh TBC. Dengan melatih guru, mahasiswa, kader PKK, Posyandu, RW, LSM, pramuka, dan lain lain. Seluruh peserta pelatihan ini, nantinya menjadi tenaga penyuluh sukarela, yang akan mengajak masyarakat di lingkungannya untuk memeriksakan diri untuk deteksi aktif TBC.
3. SDM tenaga Kesmas yang sesuai tuntutan globalisasi Mutu tenaga kesehatan masyarakat harus berstandar global, sehingga tercipta sumber daya manusia yang kuat, yang mampu bersaing di tingkat internasional.Medical Technologist Based Public Health (MTBPH) atau Kesehatan Masyarakat Berbasis Ahli Teknologi Medismenginginkan SDM yang berkualitas.
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 29
Terobosan yang bisa dilakukan: pelaksanaan uji kompetensi tenaga kesehatan masyarakat agar unggul di tingkat global, adanya sertifikatTOEFL oleh Pusat Bahasa, ada sertifikat kompetensi, ada sertifikasi pekerja, ada pendidikan dan pelatihan yang berstandar internasional.
Indonesia perlu memiliki standar uji kompetensi yang tidak kalah dengan negara lain. Kita perlu meningkatkan mutu dan kompetensi SDM tenaga kesehatan masyarakat agar berdaya saing global.
Perawat-perawat kita yang sudah bekerja di Jepang, yang diwajibkan untuk menguasai bahasa lokal, menjadi bukti bahwa negara kita mampu bersaing. Kita menghadapi persaingan global sumber daya manusia (SDM) sehingga butuh tenaga kesehatan yang berkualitas.
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/Menkes/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota, maka cakupan Desa Siaga Aktif sebesar 80% pada tahun 2015, dibidang promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1529/Menkes/SK/X/2010 Tahun 2010 tentang Pedoman Umum Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif, maka salah satu komponennya adalah
30 | #Ferizal#
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga.
Tingkat pencapaian pembinaan PHBS di rumah tangga dapat diukur melalui sepuluh indikator, sebagai berikut:
a. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.
b. Memberi bayi ASI Ekslusif.
c. Menimbang balita setiap bulan.
d. Menggunakan air bersih.
e. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
f. Menggunakan jamban sehat.
g. Memberantas jentik di rumah seminggu sekali.
h. Makan sayur dan buah setiap hari.
i. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
j. Tidak merokok di dalam rumah.
Tenaga kesehatan masyarakat tentu tidak mungkin mengatasi masalah yang sedemikian besar dengan segala keterbatasannya. Masalah yang terjadi bukan cuma tentang persoalan SDM SKM yang berkualitas belaka, akan tetapi juga terkait kebijakan pembangunan dari pemerintah berkuasa
Penyuluh kesehatan berupaya agar masyarakat melakukan kegiatan bersama-sama. Pemberdayaan masyarakat secara aktif melalui Desa Siaga, perubahan perilaku melalui program PHBS. Pelayanan kesehatan (health services) jika tidak disertai kemampuan melakukan upaya perubahan perilaku masyarakat, maka masalah terus berulang, misalnya: kasus TBC dan cacingan.
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 31 Disini penyuluh dituntut untuk menumbuhkan kemampuan masyarakat. Kegiatan penggerakan masyarakat untuk kesehatan, seperti dana sehat, pengobatan gratis, dan kerja bakti. Penyuluh kesehatan melakukan pengembangan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (community organizations), misalnya dalam wujud Posyandu dan Polindes. Juga pemberdayaan sarana masyarakat (community material)bisa berwujud membangun sumur umum atau jamban umum. Keterlibatan masyarakat adalah wajib hukumnya sehingga terjadi keberdayaan dan kemandirian.
Masalah kesehatan masyarakat memerlukan intervensi public health, menggunakan Public Health Technology, seperti surveilan, analisis epidemiologi, analisis masalah dengan pendekatan sistem. Intervensi masalah kesehatan masyarakat yang dilaksanakan oleh Puskesmas dapat berbentuk promosi kesehatan, perlindungan spresifik (imunisasi, peningkatan gizi, pemberian vit.A, penggunaan kondom, dan sebagainya), deteksi dini melalui surveilan pasif dan aktif. (Muninjaya, 2004 : 61)
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 585/Menkes/SK/V/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas, maka promosi kesehatan dapat dilaksanakan di dalam gedung dan diluar gedung Puskesmas. Kegiatan promosi kesehatan di dalam gedung Puskesmas dilaksanakan sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan Puskesmas, misalnya di laboratorium Puskesmas.
Upaya pelayanan kesehatan Puskesmas di luar gedung lebih besar dibandingkan di dalam gedung. Slogannya adalah pencegahan lebih baik dari pengobatan. Jika fungsi
32 | #Ferizal#
penyuluh kesehatan lebih terfokus pada kegiatan di luar gedung dari pada di dalam gedung, maka diperlukan adanya sistem manajemen kesehatan masyarakat yang baik.
Promosi kesehatan sebagai proses perubahan perilaku.
Tujuan promosi kesehatan mengubah perilaku individu, kelompok, dan masyarakat, menuju hal-hal positif secara terencana melalui proses belajar. Perubahan perilaku mencakup tiga ranah perilaku, yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan. (Iqbal Mubarak, 2012 : 69)
Untuk dapat memulai suatu kegiatan kesehatan, penyuluh kesehatan harus dapat menentukan cara pendekatan pada masyarakat yang terbaik, sehingga kegiatannya bisa mendapat dukungan dari publik.
Misalnya, jika sebagian besar masyarakat merupakan petani atau pegawai, maka jika ingin adanya pertemuan dengan masyarakat, tentu perlu ditentukan waktu yang tidak mengganggu pekerjaan mereka.
Kegiatan penyuluhan perlu dilakukan secara berkala untuk kelompok-kelompok masyarakat di wilayah kerja Puskesmas, juga dilakukan secara integratif dengan program lain, seperti: KIA, P2M, KB, Kesling, Gizi, dan Pengobatan. Diperlukan keterampilan dibidang hubungan antar manusia (human relation skill), bukan cuma keterampilan yang bersifat konseptual (conceptual skill).
Ilmu Kesehatan Masyarakat merupakan ilmu dan seni lewat usaha masyarakat yang terorganisir.Bidang ini lebih luas daripada ilmu kedokteran pencegahan. Di sinilah keunggulan penyuluh kesehatan masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan D3 Analis Kesehatan. Kapasitas dan kompetensi yang kreatif menerobos peluang-peluang
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 33 sehingga berkarya produktif. Terjadi integrasi keilmuan yang menarik.
Penyuluh kesehatan kasyarakat memandang bahwa pencegahan dan pemberantasan penyakit perlu dilaksanakan dengan partisipasi masyarakat secara penuh.
Populasinya adalah masyarakat secara keseluruhan dan bukan individu per individu. Jadi, ruang lingkup penyuluh kesehatan masyarakat menjadi sangat luas.
Upaya preventif juga solusi untuk negeri ini dalam pembangunan kesehatan. Manfaat apa yang akan didapat?
Jika fungsi preventif dan promotif berhasil, maka masyarakat terbebas dari bibit penyakit, berproduktivitas optimal, pendapatan keluarga tidak hilang, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang kondusif. Jadi, antara ekonomi dan kesehatan ada kaitan.
Dari semua masyarakat, mungkin hanya 15-20% yang sakit. Selebihnya sekitar 85-80% lagi merupakan orang sehat.
Jika tidak menjaga kesehatan, maka yang sehat ini bisa sakit juga. Jadi, SKM harus mengajak masyarakat yang 85-80%
tadi untuk menjaga kesehatan, sehingga meminimalisir penularan penyakit dan kejadian penyakit.
Contoh penerapan Medical Technologist Based Public Health (MTBPH) atauKesehatan Masyarakat Berbasis Ahli Teknologi Medis:
a. Petugas harus mencari persoalan kesehatan yang menonjol di sebuah desa, hal-hal yang berpotensi menyebarkan penyakit. Juga melibatkan UKBM untuk deteksi dini.
34 | #Ferizal#
b. Diadakan sebuah acara penyuluhan kesehatan masyarakat. Ketika acara maka Kepala Desa dan Teungku Imam diajak ikut memberikan sambutan.
c. Penyuluh menyampaikan beberapa materi, misalnya tentang diabetes mellitus, TB paru, dan stroke.Untuk penyakit kolera dan diare, maka penyuluhan mencakup:
1) Pemanfaatan jamban sebagai sarana pembuangan kotoran.
2) Pemanfaatan dan penyediaan air bersih.
3) Memasak air untuk minum secara benar.
4) Kebersihan makanan dan lingkungan.
5) Pengendalian serangga dan lalat.
6) Pembuangan sampah secara benar.
d. Posyandu bisa menjadi Pos Oralit ketika terjadi kolera dan diare. Lalu Kepala Desa/RT/RW membagikan oralit kepada warga yang terkena diare atau kolera, sebagai tindakan gerak cepat, sebelum dirujuk ke Puskesmas.Karena butuh peran serta masyarakat dalam pengendalian kolera dan diare, maka mereka harus diajarkan untuk mengetahui tanda-tanda dari gejala penyakit tersebut.
e. Masyarakat diharapkan akan mau mengecek kesehatan di laboratorium Puskesmas, misalnya: bagi yang batuk lebih dari tiga hari maka memeriksakan dahak ke laboratorium, bagi yang memiliki gejala kencing manis memeriksa kadar gula dan kadar kolesterol di laboratorium Puskesmas.
f. Meningkatkan kegiatan laboratorium dibidang pengendalian kolera. Misalnya; pengumpulan spesimen melalui usap dubur, memeriksa sumber air minum, memeriksa bahan muntahan.
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 35
B A B II MTBPH DALAM PENGENDALIAN DM
DAN TBC
Penerapan Medical Technologist Based Public Health (MTBPH ) atau Kesehatan Masyarakat Berbasis Ahli Teknologi Medis sangat bermanfaat pada pengendalian penyakit TBC. Deteksi dini dan diagnosis melalui pemeriksaan sputum mikroskopis tetap merupakan kunci utama dalam penemuan kasus TB. Angka penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan oleh kinerja laboratorium menunjang keberhasilan program pengendalian TB.
Tuberkulosis merupakan penyakit menular.Sumber penularan penyakit ini berasal dari pasien yang dahaknya positif mengandung Basil Tahan Asam (BTA), kuman ini dapat ditemukan dengan mikroskop.
Kian tinggi derajat positif, maka semakin menular dahak pasien tersebut. BTA (+) jika ada 5000 kuman/ml dahak.
36 | #Ferizal#
Diagnosis TB Paru pada orang dewasa ditegakkan dengan ditemukannya kuman TB (BTA). Pada progam TB nasional, penemuan BTA melalui pemeriksaan dahak mikroskopis merupakan diagnosis utama.
Pemeriksaan lain seperti foto toraks, biakan dan uji kepekaan dapat digunakan sebagai penunjang diagnosis sepanjang sesuai dengan indikasinya. (Yoga Aditama, 2011 : 14)
Usaha pencegahan penularan penyakit TBC dapat dilakukan dengan cara memutus rantai penularan yaitu mengobati penderita TBC sampai benar-benar sembuh serta melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat. Pada balita, pencegahan TBC dilakukan antara lain dengan vaksinasi BCG. (Y. Laban, 2008 : 23)
Pencegahan penyakit TB yang utama, berbeda dengan pencegahan penyakit menular lain. Pencegahan DHF (demam berdarah) misalnya dengan 3M.
Pencegahan malaria dengan memberantas nyamuk dan jentik. Pencegahan kolera dengan vaksinasi dan kebersihan diri dan lingkungan. Pencegahan TB yang utama bertujuan memutus rantai penularan, yaitu dengan menemukan pasien TB paru dan kemudian mengobatinya sampai benar-benar sembuh. (Hudoyo, 2008 : 21)
Transmisi TB yang terus berlangsung di populasi membutuhkan peran serta aktif masyarakat untuk mengatasinya, antara lain untuk membantu mendeteksi dini adanya gejala penyakit ini, turut serta
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 37
meningkatkan pemahaman pentingnya menuntaskan pengobatan selama 6 bulan, dan menjaga sanitasi dan hygiene lingkungan sekitar. Diperlukan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan Penyuluh SKM.
Siapakah yang membantu menegakkan diagnosa penyakit TBC? Tentu saja Analis Kesehatan sebagai petugas laboratorium, jika si Analis juga berpendidikan SKM, maka akan terjadi perpaduan yang sangat efektif dan efisien untuk manajemen kasus baru dan pengobatan ulang.
Diharapkan pasien secara aktif berpartisipasi, dalam setiap usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Individu yang sudah terpola berperilaku hidup bersih-sehat akan lebih mudah untuk menolong dirinya sendiri dari masalah kesehatan.Pasien yang sehat diharapkan akan berfikir positif untuk memperbaiki kesehatan masyarakat.
Pasien diharapkan berfikir kreatif agar lingkungan di masyarakat sehat.
Semakin banyak pasien yang memperhatikan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan dirinya, maka diharapakan semakin meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Sebaliknya, semakin banyak pasien dengan kesehatan yang buruk, maka terancam pulalah kesehatan masyarakat.
SKM memiliki ilmu manajemen yang harus dikembangkan untuk memecahkan masalah kesehatan
38 | #Ferizal#
masyarakat.Management is how to to solve the problem.
Manajemen merupakan upaya kerjasama untuk mencapai tujuan bersama dengan penggunaan sumber daya yang efisien. Management is how to work with others.
Perilaku masyarakat yang diharapkan adalah yang pro aktif memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit. Health is everybody business.
Program-program preventif dan promotif, akan efektif dan berdampak luas jika dilaksanakan pada sasaran khalayak komunitas, bukan orang per orang.
Jadi, penyuluh kesehatan masyarakat berkompeten menjalankan program promotif dan preventif di luar gedung, berpanas-panas di lapangan. Penyuluh mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit, tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan.
Penyuluh kesehatan masyarakat melihat bahwa masalah kesehatan tidak cukup hanya dengan pencegahan penyakit secara perseorangan, tetapi harus melihat dan mengelola masyarakat sebagai satu kesatuan bersama lingkungan hidupnya.Kerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat harus terus diperkuat, seperti dengan PKK dan kelompok pemuda.
Juga dengan tokoh agama dan pimpinan formal masyarakat. Kita ingin penyuluh kesehatan di negara ini bisa setara dengan Public Health Services di negara- negara yang sudah maju.
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 39
Penyuluh kesehatan masyarakat mengelola dan menyelenggarakan pelayanan yang menitikberatkan promotif dan preventif agar masyarakat mampu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Merubah perilaku memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kegiatan pendidikan tentu dilakukan dengan cara menyebarluaskan pesan dan menanamkan keyakinan. Target yang diinginkan adalah agar peserta didik tidak hanya tahu, dan mengerti, tetapi juga sadar lalu mau dan dapat melakukan anjuran penyuluh. Diperlukan komunikasi dua arah untuk menyentuh hati.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. Jika masyarakat sehat dan tidak sakit, maka pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
Penyuluh kesehatan mengupayakan tercapainya perubahan dan terbentuknya perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara PHBS. Juga demi menurunkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit yang mendera masyarakat zaman sekarang juga dipengaruhi faktor tingkah laku manusia.
40 | #Ferizal#
Pada zaman sekarang dan di masa depan, masyarakat berkompetisi menghadapi persaingan dan tekanan hidup yang semakin keras. Masalah kesehatan masyarakat juga merupakan outcome atau dampak dari sebuah sistem yang berlaku di sebuah negara.
Diperlukan penyuluh kesehatan yang bisa menjadi pemersatu (integrator) yang mampu saling melengkapkan berbagai bidang sumberdaya (complementary leadership).
Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian Diabetes Melitus (DM) diproritaskan pada upaya deteksi dini faktor resiko Diabetes Melitus (DM), pengelolaan dini, dan upaya konseling serta tindak lanjutnya. Masyarakat perlu ditingkatkan kemampuannya dalam mengenali dan mengendalikan faktor resiko Diabetes Melitus (DM), serta mampu mengenali upaya deteksi dini secara tepat dan benar.Diharapkan peran aktif masyarakat dalam pengembangan UKBM untuk deteksi dini.
Prevalensi diabetes khususnya di Indonesia yang pada tahun 2013 sudah mencapai 6,9%. Kalau dibiarkan, maka akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar, maka pemberdayaan masyarakat harus dikelola dengan baik. Penyakit yang disebabkan oleh perubahan gaya hidup mesti diantisipasi. Pencegahan penyakit akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Penyuluh kesehatan masyarakat harus
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 41
menunjukkan bahwa mereka benar-benar bagus dalam area tersebut.
Edukasi Diabetes. Diabetesi harus selalu ingin tahu perihal diabetes melalui kegiatan membaca, mengikuti ceramah edukasi, seminar dan lain sebagainya.
(Garnadi, 2012 : 64)
Mencegah dan mendeteksi Diabetes Mellitus. Di Indonesia, sekitar 95% kasus adalah Diabetes Tipe Dua.
Pada diabetes tipe dua ini, penyebabnya tidak hanya faktor keturunan saja, tetapi juga gaya hidup. Jika diabetes didapat karena faktor keturunan maka hal itu akan sulit dicegah. Namun jika akibat gaya hidup dan pola makan yang buruk, semuanya dapat diubah sesuai dengan kemauan dan kesadaran penderita. (M.
Adib, 2011 :59)
Tingkat gula darah mungkin berfluktuasi dari hari ke hari, dan bahkan dari jam ke jam. Dengan tingkat gula darah yang tinggi pun, Anda mungkin bisa merasa baik-baik atau normal saja (hingga mencapai tingkat yang sangat tinggi). Menjaga dengan mengandalkan pada timbulnya gejala saja tidaklah cukup. Memonitor glukosa di rumah, dan mengatasinya lebih dini sebelum menjadi parah.
Monitor secara teratur membentuk disiplin dan kewaspadaan, yang membantu Anda selalu dalam keadaan terpantau. (Tim Redaksi Vita Health, 2004, : 62-63)
42 | #Ferizal#
“Diagnosis tidak boleh menggunakan glucometer.
Harus menggunakan pemeriksaan laboratorium yang standar,” kata Prof Sarwono Waspadji dari Divisi Metabolik-Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI di sela acara 19th Jakarta Diabets Meeting, Diabetes Lipid & Vascular Risks, Selasa, 28/09/20110,
sebagaimana dikutip
olehhttp://health.kompas.com/read/2010/09/29/115 5512/Glucometer.Bukan.untuk.Diagnosa.
“Peran glukosa meter tetap tidak menggantikan fungsi pemeriksaan gula darah di laboratorium, secara etika hasil tes glukosa meter tidak boleh dijadikan dasar untuk menegakkan diagnosa, yakni penetapan untuk pertama kali apakah seseorang dikatakan terkena diabetes atau tidak. Peran glukosa meter hanya sebatas monitoring untuk pasien diabetes, merawat agar gula darah penderita tetap terkontrol dalam batas idealnya,” kata dr. Agus S. Kosasih, SpPK, Kepala Bagian Patologi Klinik RS. Dharmais Jakarta,
sebagaimana dikutip oleh
http://www.go4healthylife.com/articles/5677/1/Sala h-Pilih-Alat-Cek-Gula-Darah-Bisa-Fatal/Page1.html
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 43
BAB III
PROMKES BUKAN CUMA PENYULUHAN
Menteri Kesehatan Indonesia tahun 2013, yakni dr.
Nafsiah Mboi, SpA, MPH, setelah membuka Konferensi Nasional Promosi Kesehatan di ballroom lantai 5 Hotel Merlynn Park, Jl. KH Hasyim Ashari 29-31 Jakarta, Rabu (13/11/2013), menyatakan: “Beberapa daerah harus meningkatkan promosi kesehatan, dan harus dipahami bahwa promosi kesehatan bukan penyuluhan, tetapi upaya membantu sesama dengan turun langsung melakukan pemberdayaan masyarakat, sehingga mereka bertanggungjawab untuk berperilaku hidup sehat.”
Penyuluh atau pendidikan kesehatan merupakan bagian dari promosi kesehatan. Dokter Nafsiah Mboi, SpA, MPH menegaskan bahwa promosi kesehatan bukan hanya penyuluhan namun merupakan kerja nyata dalam membantu sesama, melakukan upaya- upaya pemberdayaan, hingga setiap orang akan bertanggungjawab dan betul berusaha untuk hidup lebih sehat. Ada penyakit-penyakit yang bisa dicegah sejak dini.
44 | #Ferizal#
“Jelas ini beda, karena banyak Puskesmas melakukan penyuluhan, menganggap melakukan promosi kesehatan. Kami harus tingkatkan dahulu, agar tidak banyak yang sakit,” ujarnya pada hari Rabu (13/11/2013).
“Di beberapa daerah harus ditingkatkan promosi kesehatan ini. Bukan hanya penyuluhan, tapi betul- betul membantusesama,melakukan upaya-upaya pemberdayaan sehingga setiap orang akan bertanggungjawab dan betul-betul hidup sehat, melakukan perilaku-perilaku yang bersih dan sehat,”
ujarMenkes saat itu.
Pendidikan/penyuluhan kesehatanhanya menekankan pendekatan edukatif. Sedangkan pada promosi kesehatan, selain menekankan pendekatan edukatif, promosi kesehatan juga didahului atau disertai dengan upaya advokasi dan Bina Suasana(social support). Upaya edukatif banyak dilakukan pada tingkat masyarakat di strata primer (yang selanjutnya dikenal dengan istilah Gerakan Pemberdayaan Masyarakat). (Iqbal Mubarak, 2012 : 5)
Penyuluhan kesehatanmasyarakat berdasarkan fakta (evidence based), mengutamakan prioritas, bergerak ke masa depan (moving into the future) dan sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak hanya mengaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 45
memperbaiki lingkungan (fisik dan non-fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan.
Penyuluhan kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui teknik praktik belajar atau instruksi dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok maupun masyarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat. (Effendy, 1997).
Media dalam penyuluhan kesehatan dapat berupa media elektronik, media cetak, dan media papan.
Media elektronik berupa TV, radio, internet, dan sebagainya. Sedangkan media cetak berupa koran, majalah, pamflet, leaflet, dan sebagainya. (Nursalam, 2009 : 220)
Pengetahuan yang diperoleh baik secara langsung maupun dari pengalaman orang lain selalu memiliki tingkatan-tingkatan seiring dengan bertambah dan berkembangnya pengetahuan itu. Pada saat memperoleh pengetahuan, seseorang akan memulai pengetahuannya dalam proses sekadar tahu, yang kemudian meningkat menjadi pemahaman setelah memperoleh informasi yang cukup untuk mengembangkan pengetahuan itu. Dan seiring dengan proses interaksi yang berlangsung dinamis dan terus- menerus menjadikan pengetahuan yang didapat menjadi sesuatu yang akhirnya menyatu dengan
46 | #Ferizal#
individu tersebut dan sedikit banyak akan mempengaruhi pola perilakunya. (Dainur, 2012)
WHO dalam Notoatmodjo (2007) menyatakan bahwa salah satu strategi untuk perubahan perilaku adalah pemberian informasi guna meningkatkan pengetahuan, sehingga timbul kesadaran, yang pada akhirnya orang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuaannya tersebut. Salah satu upaya pemberian informasi yang dapat dilakukan adalah penyuluhan.
Setelah seseorang mengetahui objek atau stimulus, proses selanjutnya adalah memiliki atau bersikap terhadap stimulus atau objek tersebut.
(Notoatmodjo,2010)
Dalam buku Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku, disebutkan bahwa: “Penyuluhan kesehatan sebagai bagian dalam promosi kesehatanmemang diperlukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran danpengetahuan, disamping sikap dan perbuatan. Oleh karenaitu, tentu diperlukan upaya penyediaan dan penyampaian informasi, yangmerupakan bidang garapan penyuluhan kesehatan. Makna aslipenyuluhan adalah pemberian penerangan dan informasi, maka setelahdilakukan penyuluhan kesehatan, seharusnya akan terjadi peningkatanpengetahuan oleh masyarakat”.(Notoatmodjo, 2007)
Masyarakat akan mau merubah perilaku jika ada sarana dan fasilitas. Terkadang masyarakat tahu
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 47
tentang makanan bergizi, namun tidak cukup uang untuk membeli. Bilamana seorang individu atau sebuah keluarga sudah akan berpindah menjadi mau melaksanakan, mungkin akan terkendala oleh dimensi ekonomi, persoalan keterbatasan ekonomi bisa menjadi penghalang perubahan perilaku. Tidak mungkin penyuluh kesehatan mengeluarkan uang pribadinya untuk mengatasi masalah ekonomi sedemikian banyak orang. Disinilah dibutuhkan “seni” dan “kemampuan”.
Lalu apa solusi yang bisa di lakukan? Penyuluh Kesehatan harus bisa menggerakkan kekuatan masyarakat secara swadaya dan sukarela, misalnya melalui kegiatan gotong royong membangunan sarana air bersih, jamban, tempat sampah, baik berupa sarana pribadi maupun MCK umum. Gerakan Jumat Bersih atau Minggu Bersih. Gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Menggalang gerakan kebersihan lingkungan permukiman massal, membersihkan saluran air limbah maupun saluran drainase secara bersama sama.
Penyuluhan kesehatan akan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktek ibu dalam pencegahan penyakit pada anak. Promosi kesehatan tidak hanya sekadar memberikan penyuluhan atau hanya menggurui semata-mata, tetapi perlu disertai upaya memfasilitasi perubahan perilaku secara terus- menerus dan juga berkesinambungan.Misalnya dengan mewujudkan seluruh rumah tangga mempunyai akses
48 | #Ferizal#
sanitasi dasar dan air minum melalui intensitas pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Promosi kesehatan, selain tetap menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang selanjutnya disebut Gerakan Pemberdayaan Masyarakat, juga perlu dibarengi dengan upaya advokasi dan bina suasana (social support). (Iqbal Mubarak, 2012 : 17)
Masalah kesehatan masyarakat diperberat dengan berkurangnya sumber daya alam dan tingginya tingkat pencemaran lingkungan. Agar usaha kesehatan dapat terlaksana dengan efisien, maka masyarakat perlu terorganisir. Lewat organisasi masyarakat ini, dapat diharapkan dilaksanakannya usaha-usaha kesehatan secara efektif dan efisien. Ilmu kesehatan masyarakat populasinya adalah masyarakat secara keseluruhan dan bukan individu per individu. Kemampuan menggerakkan masyarakat membutuhkan keahlian khusus agar masyarakat patuh.
Pelayanan kesehatan masyarakat (public health services) memiliki prinsip dasar berupa pencegahan gangguan kesehatan (preventive care) dengan menggerakkan peran serta aktif kelompok-kelompok masyarakat yang terorganisir. Unsur pencegahan penyakit (preventing disease)dengan meningkatkan peran serta masyarakat (community participation) menjadi ciri khas ilmu kesehatan masyarakat.
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 49
Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) yang berlatar belakang pendidikan D3 AAK (Akademi Analis Kesehatan) merupakan perpaduan ideal untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.
Public health servicesmempunyai sasaran dan cakupan program yang lebih luas karena menggerakkan potensi seluruh masyarakat. Perubahan perilaku harus dilandasi kesadaran sendiri.
SKM fokus pada upaya promotif dan preventif, tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.
SKMmelihat pasien sebagai makhluk yang utuh, dengan pendekatan holistik. Berhubung tugas utama SKM adalah preventif promotif, membuat sistem manajerial dan program yang efektif.
Menurut Notoatmodjo (2003), Kemitraan (partnership) adalah suatu kerja sama formal antara individu- individu, kelompok-kelompok atau organisasi - organisasi untuk mencapai suatu tugas atau tujuan tertentu. (Sumber : Notoatmodjo, Soekidjo, 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta).
50 | #Ferizal#
Ada empat strategi ABGK yang merupakan cara melaksanakan upaya promosi kesehatan di puskesmas dan ditingkat internasional :
1. Strategi ADVOKASI (A) 2. Strategi BINA SUASANA (B)
3. Strategi Gerakan PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (G) 4. Strategi KEMITRAAN (K)
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 51
Strategi pokok promosi kesehatan untuk pembinaan PHBS, di formulasikan melalui :
(1) Gerakan pemberdayaan (G), (2) Bina suasana (B),
(3) Advokasi (A),
serta dilandasi oleh semangat (4) Kemitraan.
52 | #Ferizal#
.
BAB IV
PEDOMANPELAKSANAAN PENYULUH KESMAS
Pada bab ini, penulis lampirkan contoh blangko atau formulir pedoman pelaksanaan kegiatan seorang Penyuluh Kesehatan Masyarakat. Blangko ini resmi, bisa dipakai dalam kegiatan tugas Promosi Kesehatan Puskesmas.
Tabel 1
Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kota: Lhokseumawe Bulan: September 2014
N O
KECAMATAN/
PUSKESMAS
NAMA DESA
PENYULUHAN KESEHATAN K E T JUMLAH
SELURUH KEGIATAN PENYULUHAN
JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN
MASSA J M
L
1 2 3 4 5 6 7
1 Muara Satu Padan
Sakti 3 - 3
Jumlah
# Pelayanan Ferizal Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia # | 53 Tabel 2
Sasaran Strategis dan Indikator
No. Sasaran Strategis Indikator Target
2014 1. Meningkatnya Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat di masyarakat
1. Persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan
sehat 70 %
2. Meningkatnya kemandirianmasyarakat untuk hidup sehat
2. Persentase desa siaga aktif 70 % 3. Pos kesehatan desa yang
beroperasi
4. Persentase Sekolah Dasar yang
mempromosikan kesehatan 40 %
Penyuluh kesehatan masyarakat harus menggerakkan masyarakat dalam upaya kesehatan berbasis masyarakat, seperti Kelompok Sayang Ibu, Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin), Dana Sosial Ibu Bersalin (Dasolin), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), meningkatkan operasionalisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Gerakan Sayang Ibu dan Bayi, Donor Darah di Desa, Pos Obat Desa, Taman Obat Keluarga dan lainnya.
Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM), seperti Poskestren, Musholla Sehat, Desa Siaga dan Pemuda Siaga Peduli Bencana (Dasipena), mengupayakan kemandirian dalam upaya kesehatan.
Peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan, termasuk pengembangan Desa Siaga atau bentuk- bentuk lain pada masyarakat desa/kelurahan. Begitu banyak kegiatan yang bisa dilakukan pada Desa Siaga,
54 | #Ferizal#
misalnya Pembinaan Jumantik untuk PSN, Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil,dan lain lain.
Tabel 3
Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM)
**Berikut ini UKBM (Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat) untuk pencapaian PHBS di rumah tangga:
N
O NAMA UKBM KEGIATAN
1. Pos DBD Desa Surveilans penyakit DBD berbasis masyarakat
2. Pos TB Desa
o Surveilans penyakit TB berbasis masyarakat
o Kunjungan rumah penderita bersama bidan desa
3. Poskesdes o Surveilans penyakit berbasis masyarakat o Pelayanan kesehatan dasar
4. PenyelenggaraanPosyandu
o Tabulin (tabungan ibu bersalin) o Dasolin (dana sosial ibu bersalin) o Merencanakan kehamilan o Pembinaan kader Posyandu o Upaya perbaikan gizi
o Penimbangan dan penyuluhan KB o Pemberian PMT
o Pemberian tablet Fe1 dan Fe3 o Kunjungan rumah
5. Poskestren
o Penyuluhan kelompok pengajian o Pembinaan PHBS bagi santri o Kerja bakti bersama 6. Upaya Kesehatan
Lingkungan
o Pokmair (kelompok pemakai air) o Arisan jamban
7. UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
o Dokter kecil o UKGS
Tabel 4
Sekolah yang Mempromosikan Kesehatan
**Sekolah Dasar yang melakukan kegiatan promosi kesehatan, dengan tujuan memandirikan peserta didik untuk hidup sehat, agar mereka berupaya menjaga kesehatan diri sendiri. Pendidikan kesehatan kepada anak sekolah membutuhkan kerja sama yang baik antara siswa, guru, dan
orang tua.