KEPENGARANGAN :
Judul Buku : Tujuh Inovasi Promkes Digital Terintegrasi
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”
Penulis / Editor : Ferizal
QRCBN : 62-6418-1492-273 https://www.qrcbn.com/check/62-6418-1492-273 Pembuat Sampul : Ferizal
Jumlah Halaman : 54
Jenis Penerbitan : PT. TV FANA SPM KESEHATAN PUSKESMAS Edisi : 5-3-2025
https://ferizalpeloporsastrapromosikesehatan.blogspot.com/
Puskesmas Muara Satu, Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh 24353
PRAKATA PENULIS
Tujuh Inovasi Promosi Kesehatan Digital terintegrasi Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" : Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature
Indonesian health promotion literature is not disrupted by AI :::
Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ::: FERIZAL
“SANG PELOPOR SASTRA PROMOSI KESEHATAN INDONESIA”
7 Innovations of Ferizal, the Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature. Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature : PELOPOR SASTRA PROMOSI KESEHATAN
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia. Ferizal has created innovations in digital health promotion, including :
1.Inovasi TV Saka Bakti Husada : TV Puskesmas Indonesia 2.Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3.Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi 4.Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5.Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas 6.Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature…
Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature… Ferizal is recognized as
"Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia. Ferizal has created innovations in digital health promotion, including :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Kampung Cyber PHBS Sandogi
4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas 6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui
Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
DAFTAR ISI
PRAKATA PENULIS ... 3
DAFTAR ISI ... 5
BAB I Anugerah Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tanggal 26-9-2024 ... 6
BAB II Tujuh Inovasi Promosi Kesehatan Digital ... …………33
DAFTAR PUSTAKA ... 52
RIWAYAT PENULIS ... 53
Anugerah Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tanggal 26-9-
2024
emerintah Kota Lhokseumawe melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lhokseumawe melaksanakan Anugerah Lomba Inovasi Daerah Tahun 2024 pada hari Kamis, 26 September 2024 bertempat di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe.
Pelaksanaan Anugerah Lomba Inovasi Daerah merupakan acara puncak dari serangkaian tahapan Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2024 yang bertema "Aksi Kreatif dan Inovatif Untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah Menuju Kota Lhokseumawe Maju"
Acara ini dihadiri oleh Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Anggota DPRK Lhokseumawe, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah SMP dan SD, Kepala Bappeda Kabupaten tetangga, dan Peserta Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe.
Dalam laporannya, Plt Kepala Bappeda Kota Lhokseumawe menyampaikan bahwa berdasarkan Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 mengamanatkan bahwa Inovasi Daerah bertujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah. Untuk mencapai maksud tersebut sasaran inovasi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui: peningkatan pelayanan
P
B A B
1
saing daerah. Semenjak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tersebut, Pemerintah Pusat melalui Badan Strategis Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri setiap tahunnya menerima pelaporan Inovasi Daerah dari masing-masing Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dijadikan acuan untuk menilai Indeks Inovasi Daerah yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk berbagai kategori.
Selanjutnya disampaikan juga bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Bappeda Kota Lhokseumawe sejak tahun 2021 telah melakukan pelaporan Inovasi Daerah ke dalam sistem database Inovasi Daerah yang dikelola oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.11-6287 Tahun 2023, nilai Indeks Inovasi Daerah pada tahun 2023 sebesar 36,38 dengan kategori Kota Inovatif.
Angka ini mengalami peningkatan dari 2 (dua) sebelumnya yaitu tahun 2021 Indeks Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe sebesar 16,52 dengan kategori Kota Kurang Inovatif, dan tahun 2022 sebesar 10,60 dengan kategori Kota Kurang Inovatif. Berbagai upaya terus dilakukan untuk dapat meningkatkan predikat tersebut, salah satu upaya yang dilakukan pada tahun 2024 ini adalah Penyelenggaraan Lomba Inovasi Daerah utuk perangkat daerah, sekolah, puskesmas dan pemerintah gampong.
Plt. Kepala Bappeda Kota Lhokseumawe menyampaikan bahwa Tahapan Pelaksanaan Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2024 dimulai sejak bulan Februari 2024 sampai dengan September 2024 yang terdiri atas 8 (delapan) tahapan. Penilaian Lomba Inovasi Daerah dilakukan oleh Tim Juri yang berasal dari Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Hukum dan Administrasi Negara (Puslatbang KHAN) LAN Aceh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, dan Bappeda Aceh.
Jumlah Inovasi yang terdaftar dan dilakukan penilaian sebanyak 34 inovasi daerah. Dari 34 inovasi tersebut dipilih Juara I, Juara II, Juara III, Juara Harapan I, Juara Harapan II, dan Juara Harapan III. Disamping itu juga diberikan apresiasi kepada Perangkat Daerah/Instansi dengan inovasi terbanyak pada Lomba Inovasi Daerah Tahun 2024.
Juara 1 Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2024 diraih oleh Santi Manda Sari, S.Pd.I dari SMP Negeri 3 Lhokseumawe dengan Inovasi
"BERAVSI" (Belajar dari Video Animasi).
Juara 2 diraih oleh Indri Wulandari, S.T., M.Sc dari Bappeda Kota Lhokseumawe dengan Inovasi "DASIBANGSIDA" (Database Hasil Penelitian, Informasi Pembangunan, dan Inovasi Daerah).
Juara 3 diraih oleh Susi Harmiza, SH dari Disporapar Kota Lhokseumawe dengan Inovasi "Pemasalan Olahraga Senam pada Kegiatan Ahad Festival".
Juara Harapan 1 diraih oleh Faurizal, ST., MM dari DPMG Kota Lhokseumawe dengan inovasi "Format Inovasi Laporan Keuangan BUM Desa Praktis dan Dinamis".
Juara Harapan 2 diraih oleh Zulfikar, S.Sos dari Disdukcapil Kota Lhokseumawe dengan inovasi "PEKAD 3 IN 1 PLUS" (Percepatan Pencapaian Kepemilikan Dokumen Administrasi Kependudukan),
Juara Harapan 3 diraih oleh Andriani, S.Pd.I dari SMP Negeri 5 Lhokseumawe dengan inovasi "TELISIK" (Literasi Asyik).
Perangkat Daerah/Instansi dengan Inovasi Terbanyak pada Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2024, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Lhokseumawe dan Puskesmas Muara Satu, dengan masing-masing inovasi sebanyak 3 inovasi.
Adapun 3 Inovasi UPTD Puskesmas Muara Satu seluruhnya karya Ferizal
“Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”… Ketiga inovasi ini merupakan Inovasi Promosi Kesehatan ( Promkes ) Digital.
Pj Wali Kota Lhokseumawe, A. Hanan, dalam sambutan dan arahannya mengatakan bahwa inovasi adalah kunci bagi kemajuan perkembangan daerah. Inovasi diharapkan agar pembangunan bisa semakin maju. Terlebih lagi di era disrupsi dan kecepatan perkembangan teknologi tentunya perlu terus beradaptasi dan menciptakan beragam solusi baru untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan pelayanan publik dan menciptakan peluang-peluang baru.
Kota Lhokseumawe sejauh ini sudah mencoba Pasar Tani yang sudah beroperasi membantu masyarakat dalam memperoleh pangan yang lebih murah di pasar lokal dan mampu mengendalikan Inflasi di Kota Lhokseumawe.
Pj. Wali Kota menyampaikan Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para inovator atas ide, gagasan, inovatif dan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penyelenggara Anugerah Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2024. Pj. Wali Kota juga berharap penyelenggaraan kegiatan ini dapat meningkatkan kinerja aparatur Pemerintah Kota Lhokseumawe dan dapat meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lhokseumawe melaksanakan Anugerah Lomba Inovasi Daerah Tahun 2024 pada hari Kamis, 26 September 2024 bertempat di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe.
Pelaksanaan Anugerah Lomba Inovasi Daerah merupakan acara puncak dari serangkaian tahapan Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2024 yang bertema "Aksi Kreatif dan Inovatif Untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah Menuju Kota Lhokseumawe Maju" dihadiri oleh Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Anggota DPRK Lhokseumawe, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah SMP dan SD, Kepala Bappeda Kabupaten tetangga, dan Peserta Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe.
Perangkat Daerah/Instansi dengan Inovasi Terbanyak pada Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2024, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Lhokseumawe dan Puskesmas Muara Satu, dengan masing-masing inovasi sebanyak 3 inovasi. Adapun 3 Inovasi UPTD Puskesmas Muara Satu seluruhnya karya Ferizal.
Foto Pj Wali Kota Lhokseumawe, A. Hanan, dalam sambutan dan arahannya mengatakan bahwa inovasi adalah kunci bagi kemajuan perkembangan daerah. Inovasi diharapkan agar pembangunan bisa semakin maju.
Terlebih lagi di era disrupsi dan kecepatan perkembangan teknologi tentunya perlu terus beradaptasi dan menciptakan beragam solusi baru untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan pelayanan publik dan menciptakan peluang-peluang baru.
Pj. Wali Kota menyampaikan Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para inovator atas ide, gagasan, inovatif dan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penyelenggara Anugerah Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2024. Pj. Wali Kota juga berharap penyelenggaraan kegiatan ini dapat meningkatkan kinerja aparatur Pemerintah Kota Lhokseumawe dan dapat meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Bappeda Kota Lhokseumawe sejak tahun 2021 telah melakukan pelaporan Inovasi Daerah ke dalam sistem database Inovasi Daerah yang dikelola oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.
Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.11-6287 Tahun 2023, nilai Indeks Inovasi Daerah pada tahun 2023 sebesar 36,38 dengan kategori Kota Inovatif.
Angka ini mengalami peningkatan dari 2 (dua) sebelumnya yaitu tahun 2021 Indeks Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe sebesar 16,52 dengan kategori Kota Kurang Inovatif, dan tahun 2022 sebesar 10,60 dengan kategori Kota Kurang Inovatif. Berbagai upaya terus dilakukan untuk dapat meningkatkan predikat tersebut, salah satu upaya yang dilakukan pada tahun 2024 ini adalah Penyelenggaraan Lomba Inovasi Daerah utuk perangkat daerah, sekolah, puskesmas dan pemerintah gampong.
Plt. Kepala Bappeda Kota Lhokseumawe menyampaikan bahwa Tahapan Pelaksanaan Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe Tahun 2024 dimulai sejak bulan Februari 2024 sampai dengan September 2024 yang terdiri atas 8 (delapan) tahapan.
Penilaian Lomba Inovasi Daerah dilakukan oleh Tim Juri yang berasal dari Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Hukum dan Administrasi Negara (Puslatbang KHAN) LAN Aceh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, dan Bappeda Aceh. Jumlah Inovasi yang terdaftar dan dilakukan penilaian sebanyak 34 inovasi daerah.
Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan dalam kegiatan bertajuk “Penganugerahan Gelar Inovasi Daerah Tahun 2024” yang digelar Bappeda Kota Lhokseumawe, berlangsung di aula kantor Wali Kota setempat, pada Kamis, 26 September 2024.
Kepala Bappeda Lhokseumawe Reza Mahnur SSTP M.Kesos, dalam sambutannya mengatakan, tujuan dan maksud kegiatan ini, yaitu dapat merangsang kreativitas dan inovasi daerah di berbagai bidang serta pemberian insentif dalam pelayanan publik dan pembangunan di Kota Lhokseumawe.
Reza menyebut, berdasarkan pengukuran penilaian indeks Inovasi Daerah dihitung oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri melalui Innovative Government Award (IGA) Tahun 2023, Kota Lhokseumawe masuk dalam Kategori Kota Inovatif dengan skor 36,38.
“Tentu saja di tahun ini dan kedepannya, Kota Lhokseumawe terus bisa melahirkan inovasi-inovasi baru yang memiliki dampak kepada pelayanan dan birokrasi,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRK Lhokseumawe, Staf Ahli Wali Kota, Perwakilan Puslatbang KHAN Aceh, Perwakilan Bappeda Aceh Utara, Perwakilan Perguruan Tinggi, Pimpinan Perbankan di Kota Lhokseumawe, para Kepala Sekolah serta para kepala Puskesmas.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”
merupakan salah satu peserta Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe tahun 2024.
Dari 34 inovasi tersebut dipilih Juara I, Juara II, Juara III, Juara Harapan I, Juara Harapan II, dan Juara Harapan III. Disamping itu juga diberikan apresiasi kepada Perangkat Daerah/Instansi dengan inovasi terbanyak pada Lomba Inovasi Daerah Tahun 2024.
Pj Wali Kota Lhokseumawe, A. Hanan, mengatakan inovasi adalah kunci bagi kemajuan perkembangan daerah. Inovasi diharapkan agar pembangunan bisa semakin maju.
Terlebih lagi, kata Hanan, di era disrupsi dan kecepatan perkembangan teknologi tentunya perlu terus beradaptasi dan menciptakan beragam solusi baru untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan pelayanan publik dan menciptakan peluang-peluang baru.
“Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para inovator atas ide, gagasan, inovatif dan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penyelenggaraan penganugerahan lomba inovasi daerah Kota Lhokseumawe,” sambung Hanan.
Ia juga berharap, penyelenggaraan kegiatan ini dapat meningkatkan kinerja aparatur pemerintah Kota Lhokseumawe dan dapat meningkatkan pelayanan masyarakat.
Kepala Puslatbang KHAN, Said Fadhil menjadi Juri pada Kegiatan Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe tahun 2024.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia” merupakan salah satu peserta Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe tahun 2024.
Tanggal 26-9-2024 FERiZAL dengan Inovasi :
1. TV SAKA BAKTi HUSADA : TV PUSKESMAS INDONESiA…
2. INOVASi TV PROMKES BERGERAK KELiLIiNG….
3. INOVASI KAMPUNG CYBER PHBS SANDOGi ( SASTRA NOVEL DOKTER GiGi INDONESiA )….
Mewakili PUSKESMAS MUARA SATU Kota Lhokseumawe
TUJUH INOVASI PROMOSI KESEHATAN DIGITAL
ujuh Inovasi Promosi Kesehatan Digital terintegrasi Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan" : The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature
Indonesian health promotion literature is not disrupted by AI :::
Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ::: FERIZAL SANG PELOPOR SASTRA PROMOSI KESEHATAN
7 Innovations of Ferizal, the Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature. Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature : PELOPOR SASTRA PROMOSI KESEHATAN
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi
T
B A B
2
Ferizal has created innovations in digital health promotion, including :
1.Inovasi TV Saka Bakti Husada : TV Puskesmas Indonesia 2.Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3.Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi 4.Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5.Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas 6.Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature. Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature… Ferizal is recognized as
"Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL. Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia. Ferizal has created innovations in digital health promotion, including :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Kampung Cyber PHBS Sandogi
4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
Inovasi TV FANA SPM KESEHATAN PUSKESMAS Nomor HP Layanan Call Center Inovasi 24 Jam yaitu :: 085297103125 atas nama Ferizal.
Integrasi Layanan Primer (ILP) adalah upaya untuk mengoordinasikan dan menata pelayanan kesehatan primer, dengan tujuan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup.
Sasaran ILP : Ibu hamil, persalinan, nifas, bayi dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia dewasa, dan usia tua
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang wajib diberikan kepada warga negara.
Fana memiliki arti lenyap atau rusak. Semua makhluk yang ada di alam semesta ini akan mengalami kerusakan maupun kebinasaan. Hanya Allah SWT satu-satunya yang tidak akan lenyap..
Inovasi "TV Fana SPM Kesehatan" mempromosikan dan menghubungkan Konsep Fana dengan Siklus Hidup ILP ( Integrasi Layanan Primer ) dan saat Pelayanan SPM ( Standar Pelayanan Minimal ) Kesehatan Puskesmas
INOVASI ANA MARYANA ( AJAK ANAK MERAWAT DIRI YANG PARIPURNA ) :
1. UNTUK MENDUKUNG KLASTER DUA INTEGRASI LAYANAN PRIMER ( ILP ) PUSKESMAS
2. UNTUK MENDUKUNG GERAKAN SEKOLAH SEHAT ( GSS )
3. UNTUK MENDUKUNG STANDAR PELAYANAN MINIMAL ( SPM ) KESEHATAN
Inovasi ANA MARYANA menghasilkan TV Gerakan Sekolah Sehat. Ini merupakan media promosi kesehatan digital yang inovatif integratif. Keberadaan TV Gerakan Sekolah Sehat : sangat memudahkan pergerakan di sekolah sekolah karena adanya payung hukum yang legal.
SEJARAH GERAKAN SEKOLAH SEHAT ( GSS ) dan INOVASI ANA MARYANA :: 23 Agustus 2022, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim meluncurkan Program Sekolah Sehat dengan tajuk Revitalisasi UKS melalui “Kampanye Sekolah Sehat”
(KSS )
Nadiem Nadiem Makarim saat itu menghadiri acara peluncuran program Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Melalui Kampanye Sekolah Sehat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kapuk Muara 03, Jakarta Utara.
PERUBAHAN KEMUDIAN TERJADI !!!!!
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), lalu menerbitkan Surat Edaran Dirjen Paud Dikdas dan Dikmen Nomor 1725/C/C4/DM.00/02/2024, tanggal 19 Februari 2024 tentang KSS menjadi Gerakan Sekolah Sehat ( GSS ).
Inovasi Kampung Gerimis adalah program yang dikembangkan oleh Ferizal, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui intervensi imunisasi yang terkoordinasi dan serentak.
Salah satu fokus utamanya adalah imunisasi bagi calon pengantin (catin) untuk mendukung kesehatan ibu dan anak. Selain E-CATIN ????
Selain itu, Inovasi Kampung Gerimis juga menghasilkan TV OTTAWA CHARTER 1986, sebuah Media Promosi Kesehatan Digital
Integratif yang menguntungkan pelayanan digital di Puskesmas.
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk stakeholder, lintas program, dan lintas sektor, untuk mencapai tujuan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
YOUTUBE : Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi kanal YouTube resmi Inovasi Kampung Gerimis yang menyediakan berbagai video terkait program ini.
Inovasi "LAYANAN KADER KELAS DIGITAL UNTUK SPM KESEHATAN PUSKESMAS" mempromosikan dan menghubungkan Posyandu Integrasi Layanan Primer ( ILP ) dengan SPM ( Standar Pelayanan Minimal ) Kesehatan Puskesmas .
Integrasi Layanan Primer atau ILP mengubah pola kerja layanan kesehatan dengan menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif berbasis siklus hidup.
Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) adalah program pelayanan kesehatan yang melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia. .
Di era digital saat ini, kader desa memiliki peran membawa perubahan positif. Peran mereka sebagai perantara antara teknologi dan masyarakat.
Inovasi ini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengadopsi teknologi digital. Strategi meningkatkan literasi digital sehingga muncul Smart People (Warga Cerdas) .
Para kader digital desa diharapkan menjadi agen perubahan yang efektif membawa kemajuan bagi masyarakat guna membangun masyarakat desa cerdas di era digital.
Inovasi "LAYANAN KADER KELAS DIGITAL UNTUK SPM KESEHATAN PUSKESMAS" menghasilkan TV Desa Siaga. Ini merupakan sebuah pencapaian gemilang pada bidang pelayanan digital.
Inovasi "TV Promkes Bergerak Keliling" adalah program yang dikembangkan oleh FERIZAL Puskesmas Muara Satu di Kota Lhokseumawe, Aceh.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan melalui media digital yang dapat diakses secara luas.
Dalam program ini, berbagai informasi kesehatan disampaikan secara interaktif dan menarik, memanfaatkan teknologi untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Melalui platform ini, masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan yang relevan dan up-to-date, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Inovasi "TV Promkes Bergerak Keliling" telah diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kota Lhokseumawe tahun 2024. Pada acara penilaian presentasi hasil inovasi daerah yang berlangsung pada 5 September 2024, program ini dipresentasikan oleh Ferizal dari Puskesmas Muara Satu.
Inovasi "TV SAKA BAKTI HUSADA : TV PUSKESMAS INDONESIA"
Mendukung Penjaringan dan Pemeriksaan Kesehatan anak SD, MIN
Nomor HP Layanan Call Center Inovasi 24 Jam yaitu ::
085297103125 atas nama Ferizal Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia"
Kampung Cyber PHBS SANDOGI : This initiative combines the concept of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) with digital technology, forming a "Cyber Village" model that promotes health in communities through digital tools and information-sharing.
Selamat datang di CHANNEL : Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi : Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia.
Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi : SASTRA NOVEL DOKTER GIGI INDONESIA.
Kampung Cyber PHBS Sandogi artinya :: Kampung yang bernuansa dunia maya atau internet demi pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat berdasarkan naungan Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia (Sandogi).
.
.
Penekanan arah pembangunan kesehatan lebih diarahkan pada upaya promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.
Pelayanan kesehatan preventif adalah suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan / penyakit. Pelayanan kesehatan promotif adalah suatu kegiatan dan / atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan.
Istilah preventif diartikan sebagai "pencegahan". Yang dimaksud dengan preventif kesehatan atau upaya kesehatan preventif adalah suatu upaya melakukan berbagai tindakan untuk menghindari terjadinya berbagai masalah kesehatan yang mengancam diri kita sendiri maupun orang lain di masa yang akan datang. Usaha pencegahan suatu penyakit lebih baik dari pada mengobati, hal ini dikarenakan usaha pencegahan suatu penyakit akan memunculkan hasil yang lebih baik dan biaya yang lebih murah.
WHO ( World Health Organization ) yang merupakan organisasi kesehatan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ) merumuskan promosi kesehatan sebagai perluasan makna dari pendidikan kesehatan, sebagai : “Promosi kesehatan adalah proses untuk kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya”.
Indikator - indikator SPM Kesehatan membutuhkan keterlibatan banyak pihak yang bersifat lintas profesi hingga lintas sektor. SPM bidang kesehatan ini dijalankan dengan mengedepankan upaya preventif dan promotif.. Hadirnya indikator SPM ini memberi peluang kepada tenaga kesehatan untuk memikirkan dan mengambil tindakan serta cara kerja yang mengandung unsur unsur baru atau inovasi.
Dalam dunia kesehatan dikenal istilah promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Arti sederhana dari istilah preventif berarti pencegahan, promotif adalah peningkatan, kuratif berarti penyembuhan, sedangkan rehabilitatif mempunyai arti pemulihan.
Promosi Kesehatan di Puskesmas adalah upaya Puskesmas melaksanakan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan setiap individu, keluarga dan lingkungannya secara mandiri serta mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat, agar mereka dapat menolong diri sendiri serta mengembangkan kegatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat dan di dukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.
Upaya promosi kesehatan di Puskesmas dilakukan agar masyarakat mampu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bentuk pemecahan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya secara mandiri, baik masalah kesehatan yang diderita maupun yang berpotensi mengancam di masa yang akan datang.
Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas ) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat
DAFTAR PUSTAKA
https://bappeda.lhokseumawekota.go.id/berita/read/anugerah-lomba- inovasi-daerah-tahun-2024-202410021727853612
https://dasibangsida.lhokseumawekota.go.id/layanan/read/lomba-inovasi- daerah-tahun-2024-202410081728363533
https://infolhokseumawe.com/news/para-inovator-pembangunan-di- lhokseumawe-diganjar-penghargaan-wali-kota/
https://jejakpublisher.com/
https://tokobukujejak.com/
RIWAYAT PENULIS
Tujuh Inovasi Promosi Kesehatan Digital terintegrasi Ferizal "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" : Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature
Indonesian health promotion literature is not disrupted by AI :::
Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ::: FERIZAL
“SANG PELOPOR SASTRA PROMOSI KESEHATAN INDONESIA”
7 Innovations of Ferizal, the Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature. Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL
Keunggulan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia ada pada integrasi dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama Ferizal.
Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature : PELOPOR SASTRA PROMOSI KESEHATAN
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia. Ferizal has created innovations in digital health promotion, including :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada : TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Inovasi Kampung Cyber PHBS Sandogi 4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas 6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature…
Ferizal is recognized as "Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia.
Ferizal “Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia”, dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan Sastra dengan Inovasi Promosi Kesehatan Digital atas nama FERIZAL.
Ferizal has integrated seven digital health promotion innovations with Indonesian Health Promotion Literature… Ferizal is recognized as
"Sang Pelopor Sastra Promosi Kesehatan Indonesia" ( Ferizal The Pioneer of Indonesian Health Promotion Literature ). He is known for integrating literature with digital health promotion innovations.
Ada 7 Inovasi Promosi Kesehatan Digital yang telah terintegrasi dengan Sastra Promosi Kesehatan Indonesia. Ferizal has created innovations in digital health promotion, including :
1. Inovasi TV Saka Bakti Husada: TV Puskesmas Indonesia 2. Inovasi TV Promkes Bergerak Keliling
3. Kampung Cyber PHBS Sandogi
4. Inovasi TV Fana SPM Kesehatan Puskesmas
5. Inovasi Layanan Kader Kelas Digital Untuk SPM Kesehatan Puskesmas
6. Inovasi Kampung Gerimis ( Gerakan Intervensi Imunisasi Melalui Inisiasi Serentak )
7. Inovasi Ana Maryana ( Ajak Anak Merawat Diri Yang Paripurna )