• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Contoh Pemanfaatan Ruang Sempadan Sebagai Ruang Terbuka Hijau Pemanfaatan ruang sempadan sungai sebagai ruang terbuka hijau telah dilakukan oleh

Dalam dokumen PROTEKSI ISI LAPORAN PENELITIAN - Unissula (Halaman 31-37)

Pemerintah Kota Semarang yang telah dilaksanakan pada Banjir Kanal Barat dengan karakteristik sungai bertanggul yang terletak di Kecamatan Semarang Barat. Saat ini Sungai Banjir Kanal Barat memiliki sempadan sungai yang dijadikan sebagai RTH publik dengan fungsi ekologis, edukasi, dan sosial yang dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Gambar 16.

Pemanfaatan Sempadan Sungai Banjir Kanal Barat Kota Semarang sebagai RTH

Sumber: Google, 2020

Gambar 17.

Jalur Pedestrian Sempadan Sungai Banjir Kanal Barat sebagai RTH

Sumber: Google, 2020

Gambar 18. Taman Tanggul Kota Magelang

Sumber: Data Lapangan, 2020

d. Pembahasan dan Hasil

Perhitungan potensi ruang terbuka sempadan sungai dalam peelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, seperti yang ada di Tabel 15 sampai Tabel 18. Perhitungan ini didasarkan pada ketentuan minimal atau standar minimal persentase luasan RTH dibanding dengan luas masing-masing perkotaan, seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2008. Guna melihat angka capaian eksisting RTH taman dan hutan kota dan RTH fungsi khusus dalam penelitian ini dilakukan komparasi atau

perbandingan antara luas lahan eksisting RTH taman dan hutan kota serta RTH fungsi khusus secara umum dengan luas perkotaan dan standar minimal untuk RTH taman dan hutan kota, yang sesuai pedoman adalah 12,5% dari luas Perkotaan dan RTH fungsi khusus sebesar 1,5% luas perkotaan (Tabel 15)

Selanjutnya pada Tabel 16, temuan angka persentase luasan RTH taman dan hutan kota serta RTH fungsi khusus disandingkan untuk melihat kekurangan persentase luasan RTH taman kota dan kelebihan RTH fungsi tertentu (Tabel 17). Dari Tabel 17 temuan angka RTH fungsi kusus kemudian di pecah berdasarkan jenisnya, yaitu berupa RTH sempadan rel, RTH jaringan listrik, RTH sempadan pantai, RTH sempadan sungai dan RTH pemakaman. Perhitungan ini dilakukan untuk melihat potensi ruang sempadan sungai sebagi bagian RTH fungsi khusus yang bisa dimanfaatkan untuk RTH taman dan hutan kota.

Dari hasil perhitungan Tabel 18, potensi baik luasan maupun persentase luas dari RTH fungsi khusus sempadan sungai dapat dilihat. Potensi ruang sempadan sungai di Kabupaten Demak memiliki kemungkinan untuk menyumbang tambahan luasan RTH taman dan hutan kota sebesar 85,02 Ha, sedangkan potensi di Kabupaten Magelang 157, 36 Ha, Kota Magelang 48,58 Ha dan Kota Semarang 313, 23 Ha. Potensi ruang ini tentu harus diikuti dengan pengembalian ruang-ruang sempadan yang saat ini sudah diokupasi oleh sebagian penduduk untuk dijadikan sebagai hunian dan tempat aktivitas budidaya lainnya.

Hasil perhitungan dari Tabel 15 mengenai kekurangan ruang untuk RTH Taman dan Hutan Kota yang masih sangat jauh dari angka minimal 12,5% luas ruang perkotaan, dapat ditingkatkan melalui menggunakan ruang sempadan sungai dengan rambu-rambu Peraturan Menteri PUPR No. 28 Tahun 2015. Ruang Sempadan Sungai sesuai dengan rambu-rambu Peraturan Menteri tersebut masih bisa dimanfatkan untuk kegiatan non tertentu. Kegiatan tertentu yang diizinkan sesuai dengan peraturan ini adalah rekreasi, olah raga, penelitian dan aktivitas budaya.

Sementara kegiatan konservasi yang melekat dengan fungsi ruang sempadan sebagai pelindung ekosistem peralihan antara darat dan air serta perlindungan daerah keluarnya air (discharge) berkaitan dengan pengembangan ruang fungsi khusus ini adalah pengembangan hutan kota (untuk sempadan sungai tak bertanggul). Sedangkan untuk Sungai bertanggul untuk kepentingan pengendalian banjir, perlindungan badan tanggul dilakukan dengan larangan untuk menanam tanaman selain rumput (karena tanaman tahunan memiliki kemungkinan merusak bangunan tanggul, mendirikan bangunan selain bangunan peindung sungai dan segala kegiatan yang mengurangi dimensi tanggul.

Permasalahan okupasi ruang sempadan untuk aktivitas non konservasi ini merupakan kendala terbesar untuk penambahan persentase luasan RTH taman dan hutan kota yang masih jauh di bawah standar dengan memanfaatkan ruang sempadan. Hal inilah yang menambah deretan masalah permasalahan penyediaan lahan untuk RTH taman dan hutan kota. Selain itu permasalahan keterbatasan daya pemerintah daerah dan permasalahan lainnya pada saat pembebasan lahan juga sering muncul.

Tabel 15. Analisis Persandingan Luasan RTH Publik Eksisting dengan Standar Minimal

No

Kabupaten / Kota

Luas Perkota

an (ha)

Luas RTH Pblk Ideal (ha)

Luas RTH Pblk Eksisti ng (ha)

Kekurang an Luas

RTH Pblk saat

ini (ha)

Persenta se Tahun

2020

Distribusi % RTH Publik 2020

RTH Taman dan Huta Kota RTH Jalur Hijau Jalan RTH Fungsi Khusus Eksisting Luas

(ideal) Eksisting

Luas (ideal )

Eksisting Luas (ideal) Luas

(ha) % 12,50% Luas

(ha) % 6% Luas

(ha) % 1,50%

1 Kab.

Demak 7144,93 1428,99 392,04 1036,95 5,49% 38,58 0,54

% 893,12 10,00 0,14

%

428,7

0 343,67 4,81

% 107,17 2 Kab.

Magelang

15655,7

8 3131,16 543,63 2587,53 3,47% 73,58 0,47

% 1956,97 18,79 0,12

%

939,3

5 450,89 2,88

% 234,84 3 Kota

Semarang

38799,9

2 7759,98 2799,57 4960,41 7,22% 232,80 0,60

% 4849,99 23,28 0,06

%

2328,

00 2545,27 6,56

% 582,00 4 Kota

Magelang 1846,28 369,26 331,87 37,39 17,98% 131,09 7,10

% 230,79 80,31 4,35

%

110,7

8 120,56 6,53

% 27,69

Total (ha) 317482, 08

12689,3

82 4067,11 8622,27 1,28% 476,05 0,15

% 7930,99 132,38 0,04

%

3806,

87 3460,39 1,09

% 951,72 Persentase %

Sumber: Hasil Perhitungan, 2020

Tabel 16. Analisis Kekurangan dan Kebutuhan Luasan RTH Publik Sesuai dengan Standar Minimal

No Kab/Kota Luas

Perkotaan

Luas RTH Eksisting

Luas RTH Ideal

Persentase capaian

2020

Eksisting RTH Publik Kekurangan dan Kelebihan RTH Publik

Potensi RTF Fungsi Tertentu RTH

Taman dan Hutan

Kota

RTH Jalur Hijau

RTH Fungsi Tertentu

RTH Taman dan Hutan

Kota

RTH Jalur Hijau

RTH Fungsi Tertentu

1 Kab. Demak 7144,93 392,04 893,11625 5,49% 0,54% 0,14% 4,81% -11,96% -5,86% 3,31% -13,46%

2 Kab. Magelang 15655,78 543,63 1956,9725 3,47% 0,47% 0,12% 2,88% -12,03% -5,88% 1,38% -13,53%

3 Kota Magelang 1846,28 331,87 230,785 17,98% 7,10% 4,35% 6,53% -5,40% -1,65% 5,03% -6,90%

No Kab/Kota Luas Perkotaan

Luas RTH Eksisting

Luas RTH Ideal

Persentase capaian

2020

Eksisting RTH Publik Kekurangan dan Kelebihan RTH Publik

Potensi RTF Fungsi Tertentu RTH

Taman dan Hutan

Kota

RTH Jalur Hijau

RTH Fungsi Tertentu

RTH Taman dan Hutan

Kota

RTH Jalur Hijau

RTH Fungsi Tertentu

4 Kota Semarang 38799,92 2799,57 4849,99 7,22% 0,60% 0,06% 6,56% -11,90% -5,94% 5,06% -13,40%

Total 317482,08 4067,11 39685,26 Sumber: Hasil Perhitungan, 2020

Tabel 17. Analisis Potensi Luasan RTH Publik Fungsi Khususn Sempadan Sungai yang Bisa Dimanfaatan Untuk RTH taman dan Hutan Kota

No Kab/Kota Luas Perkotaan

Luas RTH Fungsi Khusus

Persentase RTH Fungsi Khusus Thd Luas Perkotaan

Luasan RTH Fungsi Khusus Per Jenis

Potensi RTH Sempadan

Sungai (Ha)

Persentase Terhadap

Luas Perkotaan Sempadan

Rel

Sempadan Jaringan

Listrik

Sempadan Sungai

Sempadan Pantai

Sempadan

Mata Air Makam

1 Kab. Demak 7144,93 343,67 4,81% 192,83 55,03 85,02 0 0 10,91 85,02 1,19%

2 Magelang 15655,78 452,45 2,89% 175,69 3,98 157,36 0 52,76 62,25 157,36 1,01%

3 Kota Magelang 1846,28 120,56 6,53% 33,56 0 48,58 0 0 38,46 48,58 2,63%

4 Kota Semarang 38799,92 2545,27 6,56% 182,56 1629,37 313,23 293,58 0 125,63 313,23 0,81%

Sumber: Hasil Perhitungan, 2020

Tabel 18. Analisis Potensi Luasan RTH Publik Fungsi Khusus Sempadan Sungai yang Bisa Dimanfaatan Untuk RTH taman dan Hutan Kota

No. Kab/Kota Luas Perkotaan (Ha)

RTH Taman dan Hutan Kota

Eksisting

Perentase Luas RTH Taman dan Hutan Kota

Luas RTH Sempadan Sungai (Ha)

Perentase Luas RTH Sempadan

Sungai

Perkiraan Luas Setelah Penambahan

Perkiraan Persentase Luas

Setelah Penambahan

1 Kab. Demak 7144,93 38,58 0,54% 85,02 1,19% 123,60 1,73%

2 Magelang 15655,78 131,09 0,60% 157,36 1,01% 288,45 1,61%

3 Kota Magelang 1846,28 232,80 7,10% 48,58 2,63% 281,38 9,73%

4 Kota Semarang 38799,92 73,58 0,47% 313,23 0,81% 386,81 1,28%

Sumber: Hasil Perhitungan, 2020

Rambu-Rambu lainnya yang harus diperhatikan dalam pemanfaatan ruang sempadan sungai antara lain adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010, yang mengamanatkan bahwa sempadan sungai merupakan bagian dari ruang akses publik yang dilindungi oleh undang-undang, dengan kondisi tersebut maka penggunaan ruang sempadan untuk mendukung RTH publik akan sangat berkesesuaian dengan aturan tersebut, mengingat definisi RTH publik merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum. Okupasi ruang sempadan untuk kepentingan pribadi atau golongan dengan memanfaatkan ruang sempadan ini akan memperbesar peluang untuk membuka akses publik di sempadan sungai, yang saat ini banyak diokupasikan untuk permukiman. Beberapa peraturan seperti Peraturan Gubernur Jawa Tengah dan Peraturan Pemerintah Daerah tentang RTRW (Tabel 5) juga menunjukkan adanya peluang positif dalam pemanfaatan RTH fungsi khusus sempadan sungai.

Selain data kuantitatif capaian di atas, dari hasil wawancana secara tidak langsung melalui media Teks dan Call WhatApps dan E-mail juga didapatkan temuan faktor-faktor yang kurang mendukung atau menghambat upaya pemenuhan faktor penghambat ini antara laian adalah:

a) Kesulitan atau ketiadaan lahan milik pemerintah di perkotaan yang dapat digunakan untuk pembangunan RTH taman kota;

b) Lahan pemerintah biasanya berupa lahan bengkok dan difungsikan sebagai Sawah LP2B yang tidak bisa diubah dan sawah tidak bisa dimasukkan dalam green belt

c) Keterbatasan anggaran untuk pengadaan lahan di kawasan perkotaan, karena selain lahan langka jika adapun harganya sangat tinggi.

d) Permasalahan penetapan batasan perkotaan dan persentase RTH publik perkotaan

e) Pengendalian area RTH, yang sering diokupasi oleh masyarakat.

f) Pengelola RTH tupoksinya yang kurang jelas B. STATUS LUARAN

Tuliskan jenis, identitas dan status ketercapaian setiap luaran wajib dan luaran tambahan (jika ada) yang dijanjikan. Jenis luaran dapat berupa publikasi, perolehan kekayaan intelektual, hasil pengujian atau luaran lainnya yang telah dijanjikan pada proposal. Uraian status luaran harus didukung dengan bukti kemajuan ketercapaian luaran sesuai dengan luaran yang dijanjikan. Lengkapi keterangan jenis luaran yang dijanjikan serta mengunggah bukti dokumen ketercapaian luaran wajib dan luaran tambahan melalui Sippmas.

Luaran penelitian Kajian Pemanfaatan Potensi Sempadan Sungai Untuk Pemenuhan Ruang Terbuka Publik Perkotaan berupa jurnal nasional sinta 3, dengan stasus sudah diterima, seperti yang terlihat pada surat keterangan penerimaan berikut ini.

Dalam dokumen PROTEKSI ISI LAPORAN PENELITIAN - Unissula (Halaman 31-37)

Dokumen terkait