• Tidak ada hasil yang ditemukan

Halaman Tabel 1. Pencapaian Akses Air Minum Provinsi XX Tahun 20xx – 20xx

Tabel 2. Pencapaian Akses Air Minum per Kabupaten/Kota Tahun 20xx – 20xx

Tabel 3. Pencapaian Air Minum per Penyelenggara SPAM Tahun 20xx – 20xx Tabel 4. Kondisi Pendanaan Air Minum di Provinsi XX Tahun 20xx – 20xx Tabel 5. Sasaran Pembangunan SPAM Tahun 20xx-20xx

Tabel 6. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan SPAM 20xx-20xx Tabel 7. Rencana Tindak Pembangunan SPAM 20xx - 20xx

Tabel 8. Kerangka Pendanaan Pembangunan SPAM 202x - 202x

Tabel 9. Kerangka Kelembagaan Pembangunan SPAM Tahun 202x - 202x Tabel 10. Peningkatan Peran Pokmas dan BUM Desa dalam Penyelenggaraan

SPAM

Tabel 11. Peningkatan Peran BUMD dalam Penyelenggara SPAM Tahun 202x - 202x

Tabel 12. Kerangka Regulasi Penyelenggaraan SPAM Tahun 202x – 202x

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Untuk menyusun latar belakang, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air bahwa pemda provinsi harus menyusun Jakstra SPAM

2. Pentingnya kebijakan strategi SPAM dalam penyelenggaraan SPAM di provinsi untuk mempercepat peningkatan akses air minum di provinsi yang bersangkutan agar mencapai sasaran pembangunan air minum nasional.

3. Proses menyusun kebijakan dan strategi SPAM mulai dari tahapan hingga keikutsertaan pemangku kepentingan (uraikan dengan singkat).

4. Uraikan sekilas tentang isi Jakstra SPAM.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Untuk menyusun maksud dan tujuan, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Maksud

Menjelaskan maksud disusunnya Jakstra ini, antara lain, sebagai pedoman bagi penyelenggaraan SPAM di provinsi dan acuan dalam menyusun Jakstra SPAM kabupaten/kota. (tambahkan hal lainnya apabila masih ada)

2. Tujuan

Hal-hal yang ingin ditingkatkan dan/atau dicapai dengan adanya Jakstra SPAM ini (misalnya: peningkatan partisipasi pemangku kepentingan, keterpaduan dalam penyelenggaraan SPAM, dan peningkatan kapasitas kabupaten/kota).

C. LANDASAN HUKUM

Untuk menyusun landasan hukum, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Peraturan perundang-undangan dan NSPK yang digunakan sebagai dasar dan referensi hukum dalam Jakstra SPAM (undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri)

2. Peraturan perundang-undangan di daerah yang digunakan sebagai dasar dan referensi hukum dalam Jakstra SPAM (peraturan daerah provinsi (perda), peraturan gubernur, dan keputusan gubernur)

D. KETENTUAN UMUM

Untuk menyusun ketentuan umum, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Batasan tentang pengertian atau definisi dan/atau singkatan/akronim yang digunakan dalam Jakstra SPAM ini.

2. Apakah batasan pengertian atau definisi dan/atau singkatan/akronim sudah terdapat dalam peraturan perundang-undangan? Apabila sudah ada, pengertian atau definisi tersebut harus digunakan

BAB II

KONDISI DAN MASALAH

A. KONDISI PENYELENGGARAAN SPAM

Untuk menyusun kondisi penyelenggaraan SPAM, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Pencapaian akses air minum di provinsi selama kurun waktu 5 tahun terakhir, dengan perincian sebagai berikut.

a) Akses air minum layak

b) Akses air minum jaringan perpipaan

c) Akses air minum bukan jaringan perpipaan d) Akses air minum aman

Hasil identifikasi dimasukkan ke dalam Tabel 1 dan selanjutnya diberikan penjelasan secara umum tentang masalah yang dihadapi selama 5 tahun terakhir.

Tabel 1. Pencapaian Akses Air Minum Provinsi XX Tahun 202X – 202X NO. CAPAIAN

PEMBANGUNAN SPAM

SATUAN TAHUN

202X 202X 202X 202X 202X 1 Akses air minum

layak

%

2 Akses air minum jaringan

perpipaan

%

3

Akses air minum bukan jaringan perpipaan

%

4 Akses air minum

aman %

2. Pencapaian akses air minum per kabupaten/kota selama kurun waktu 5 tahun terakhir dengan perincian sebagai berikut.

a) Akses air minum jaringan perpipaan

b) Akses air minum bukan jaringan perpipaan c) Akses air minum aman

Hasil identifikasi dimasukkan ke dalam Tabel 2 dan selanjutnya diberikan penjelasan secara umum tentang masalah yang dihadapi oleh tiap kabupaten/kota selama lima tahun terakhir.

Tabel 2. Pencapaian Akses Air Minum per Kabupaten/Kota Tahun 202X–

202X

NO. KABUPATEN/

KOTA SATUAN

PENCAPAIAN AKSES AIR MINUM Akses Layak

Perpipaan

Akses Layak Bukan Perpipaan

Akses Air Minum Aman 1

2 3 4

5 Dst

3. Pencapaian akses air minum per penyelenggara SPAM dengan perincian sebagai berikut:

a) Kontribusi akses air minum jaringan perpipaan pada penyelenggara SPAM;

b) Kontribusi akses air minum bukan jaringan perpipaan pada penyelenggara SPAM; dan

c) Pencapaian akses air minum aman pada penyelenggara SPAM Hasil identifikasi dimasukkan ke dalam Tabel 3 dan selanjutnya diberikan penjelasan secara umum tentang masalah yang dihadapi oleh tiap penyelenggara SPAM selama 5 tahun terakhir.

Tabel 3. Pencapaian Air Minum per Penyelenggara SPAM Tahun 202X – 202X

NO. PENYELENGGARA

SPAM JUMLAH

KONTRIBUSI PENCAPAIAN Akses Layak

Perpipaan

Akses Layak Bukan Perpipaan

Akses Air Minum

Aman 1 UPTD

2 BUMD/PDAM 3 BUM Desa 4 POKMAS 5 SISTEM

INDIVIDUAL

4. Kondisi pendanaan (pembiayaan dan investasi) penyelenggaraan SPAM selama lima tahun terakhir.

Hasil identifikasi dimasukkan ke dalam Tabel 4 dan selanjutnya diberikan penjelasan secara umum tentang masalah yang dihadapi dalam hal pendanaan selama lima tahun terakhir.

Tabel 4. Kondisi Pendanaan Air Minum di Provinsi XX Tahun 202X – 202X

NO SUMBER PENDANAAN PERKEMBANGAN PENDANAAN (Rp) 202X 202X 202X 202X 202X TOTAL 1 Internal BUMD/PDAM

2 Total APBD seluruh kabupaten/kota di wilayah provinsi 3 APBD provinsi

4 Alternatif pembiayaan a KPBU

b Kerja sama B to B c CSR

d Pinjaman perbankan 5 Dana desa

6 Hibah

7 Dana alokasi khusus (DAK)

8 APBN

9 Sumber pembiayaan lainnya

Jumlah

B. ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN SPAM

Untuk menyusun isu strategis dan tantangan pembangunan, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Sasaran Pembangunan Air Minum Nasional

a) Pengidentifikasian sasaran pembangunan air minum yang terdapat di RPJMN.

b) Pengidentifikasian sasaran pembangunan air minum yang terdapat di KSNP SPAM. Tuliskan hasil identifikasi tersebut dalam kalimat yang singkat dan jelas.

2. Perkembangan Lingkungan Strategis

a) Tuliskan perkembangan lingkungan strategis dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, termasuk dampak atau pengaruhnya terhadap penyelenggaraan SPAM di provinsi.

Contoh: perkembangan ekonomi di wilayah provinsi, di antaranya adalah pembangunan pusat pertumbuhan baru yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan air minum untuk kawasan industri atau kawasan tertentu.

b) Dalam mengidentifikasi perkembangan lingkungan strategis, upayakan agar disertai dengan data kuantitatif.

c) Tuliskan hasil identifikasi lingkungan strategis dalam kalimat yang singkat dan jelas yang dapat dibagi ke dalam poin-poin berikut, yaitu aspek demografi/kependudukan, kondisi alam dan bencana, ekonomi, sosial, politik dan kebijakan pemerintah pusat, dan perkembangan teknologi.

3. Masalah dan Tantangan

Tuliskan jawaban pertanyaan berikut dalam kalimat yang singkat, jelas, dan mudah dipahami serta disertai dengan data kuantitatif.

a) Masalah apa saja yang teridentifikasi pada periode 5 tahun sebelumnya yang masih akan terjadi pada kurun waktu 5 tahun yang akan datang;

b) Masalah apa saja yang timbul dari perkembangan lingkungan strategis yang telah teridentifikasi;

c) Masalah apa saja yang muncul dari sisi pelayanan;

d) Masalah apa saja yang timbul dari sisi aspek teknis;

e) Masalah apa saja yang timbul dalam kelembagaan;

f) Masalah apa saja yang timbul dalam manajemen SDM; dan g) Masalah apa saja yang timbul dalam pendanaan air minum.

BAB III

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN SPAM

Untuk menyusun visi dan misi pembangunan SPAM, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

Perumusan Visi

A. Sebutkan visi dan misi kepala daerah dalam RPJMD periode berjalan;

B. Tuliskan yang akan dicapai dari pembangunan SPAM pada lima tahun mendatang;

C. Tuliskan visi dalam kalimat singkat, mudah dipahami, dan mudah diingat!

Contoh 1:

Visi dalam RPJMD Provinsi Jawa Tengah 2018 – 2023 yaitu: “Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari

Visi pembangunan air minum, misalnya: “Akses Air Minum Layak dan Aman Berkelanjutan untuk Semua Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari

Contoh 2:

Visi dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat 2018 – 2023 yaitu: “Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”

Visi pembangunan air minum, misalnya: “Akses Air Minum Layak dan Aman Berkelanjutan untuk Semua Mendukung Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”

Contoh 3:

Visi di dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2018 – 2023 yaitu: “Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif, dan Berkarakter”.

Visi pembangunan air minum, misalnya: “Akses Air Minum Layak dan Aman Berkelanjutan untuk Semua Mendukung Terwujudnya Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif, dan Berkarakter”

Perumusan Misi:

A. Apakah visi yang telah ditetapkan;

B. Sasaran pembangunan SPAM apa saja yang telah ditetapkan;

C. Apakah tugas dan fungsi pemerintah daerah provinsi dalam penyelenggaraan SPAM;

Contoh:

Misi Pembangunan SPAM:

1. Memfasilitasi pembangunan, perluasan, dan/atau peningkatan SPAM 2. Meningkatkan kapasitas kelembagaan penyelenggara SPAM

3. Memfasilitasi pengembangan pendanaan dan investasi penyelenggaraan SPAM;

4. Memfasilitasi peningkatan pelayanan air minum lintas kabupaten/kota.

BAB IV

SASARAN PEMBANGUNAN SPAM

Untuk menyusun sasaran pembangunan SPAM, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

A. Sasaran pembangunan SPAM apa saja yang terdapat dalam KSNP SPAM untuk provinsi yang bersangkutan;

B. Sasaran pembangunan SPAM apa saja yang akan dicapai oleh daerah provinsi selain yang terdapat di dalam KSNP SPAM;

C. Uraikan sasaran pembangunan tersebut dan masukkan ke dalam contoh Tabel 5.

Tabel 5. Sasaran Pembangunan SPAM Tahun 202X-202X

NO. SASARAN

PEMBANGUNAN SAT. TARGET KINERJA

202x 202x 202x 202x 202x Total 1 Contoh:

Meningkatnya akses air minum layak

%

2 Meningkatnya akses air minum aman

%

3 Meningkatnya akses air minum jaringan perpipaan

%

4 Meningkatnya jumlah sambungan rumah (SR)

SR

5 Meningkatnya jumlah

BUMD/PDAM yang berkinerja sehat

Unit

6 dst.

BAB V

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

Untuk menyusun arah kebijakan dan strategi pembangunan SPAM, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

A. Arah kebijakan merupakan langkah utama yang akan diambil sesuai dengan masalah yang telah diidentifikasi dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Namun, arah kebijakan itu harus memiliki kaitan yang logis dan/atau mengacu pada kebijakan dan strategi dalam KSNP SPAM.

1. Identifikasi terlebih dulu, kebijakan dan strategi yang ada di KSNP SPAM

2. Tetapkan kebijakan dan strategi yang relevan dengan kondisi di daerah B. Arah kebijakan dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, antara

lain, adalah mengambil kebijakan berikut.

1. Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan SPAM

2. Menurunkan idle capacity

3. Menurunkan tingkat kehilangan air (NRW) 4. Menangani masalah SDM

5. Menangani masalah pendanaan

6. Menyelesaikan masalah kelembagaan

C. Tiap-tiap kebijakan diperinci ke dalam beberapa strategi sebagai cara yang akan ditempuh untuk melaksanakannya.

Beberapa langkah berikut ini dapat digunakan untuk menyusun strategi.

1. Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan SPAM

2. Menurunkan idle capacity

3. Menurunkan tingkat kehilangan air (NRW)

4. Melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan kelembagaan 5. Melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan SDM 6. Melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan pendanaan

D. Hasil identifikasi dan analisis tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam Tabel 6.

Tabel 6. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan SPAM 202X-202X

No. Arah Kebijakan Strategi

1

2

3

BAB VI

RENCANA TINDAK

Rencana tindak merupakan rincian strategi berupa langkah-langkah kongkret, berupa aktivitas atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Beberapa pertanyaan yang harus dijawab dan diuraikan sebagai berikut:

A. Kegiatan penyelenggaraan SPAM apa saja yang terdapat di dalam RPJMD;

B. Kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam suatu strategi dan kapan kegiatan itu dilakukan;

C. Termasuk ke dalam strategi yang mana kegiatan-kegiatan dalam RPJMD;

D. Tuliskan rencana tindak ke dalam Tabel 7.

Tabel 7. Rencana Tindak Pembangunan SPAM 202X – 202X

Strategi Rencana Tindak

Tahun Pelaksanaan 202

X

202 X

202 X

202 X

202 X KEBIJAKAN 1:

1.1. Strategi 1

………

1.1.1. ………

1.1.2. ………

Dst 1.2. Strategi 2

………..

1.2.1. ………

1.2.2. ………

Dst

1.3. Dst.

KEBIJAKAN 2:

2.1. Dst 2.1.1. ………

BAB VII

KERANGKA PENDANAAN

Untuk menyusun kerangka pendanaan, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

A. Tuliskan biaya yang dibutuhkan setelah mengetahui hasil penghitungan dan analisis sasaran pembangunan SPAM yang akan dicapai;

B. Tuliskan sumber-sumber pembiayaan tersebut;

C. Hasil identifikasi dimasukkan ke dalam Tabel 8.

Tabel 8. Kerangka Pendanaan Pembangunan SPAM 202X-202X

NO SUMBER PENDANAAN RENCANA PENDANAAN (Rp)

202X 202X 202X 202X 202X TOTAL 1 Internal BUMD/PDAM

2 Total APBD seluruh kabupaten/kota di wilayah provinsi 3 APBD provinsi

4 Alternatif pembiayaan:

a KPBU

b Kerja sama B to B c CSR

d Pinjaman perbankan 5 Dana desa

6 Hibah

7 Dana alokasi khusus (DAK)

8 APBN

9 Sumber pembiayaan lainnya

Jumlah

BAB VIII

KERANGKA KELEMBAGAAN

Untuk menyusun kerangka kelembagaan, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

A. Tuliskan peran pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Jakstra SPAM!

Contoh: Kementerian PUPR berperan dalam membina pemerintah daerah provinsi; dalam implementasi Jakstra SPAM, Kementerian PUPR melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas dalam penyelenggaraan SPAM lintas kabupaten/kota.

Hasil identifikasi dimasukkan ke dalam Tabel 9.

B. Tuliskan cara meningkatkan peran penyelenggara SPAM dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan SPAM.

Hasil identifikasi dimasukkan ke dalam Tabel 10 dan 11.

Tabel 9. Kerangka Kelembagaan Pembangunan SPAM Tahun 202X – 202X No. Lembaga/Pemangku

Kepentingan Peran Keterkaitan Dalam

Implementasi Jakstra 1 Kementerian PUPR

2 Kementerian Dalam Negeri 3 Kementerian Desa,

Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 4 Kementerian Kesehatan 5 Organisasi Asosiasi Bidang

Air Minum (seperti PERPAMSI)

6 BUMD 7 BUM Desa

8 Kelompok Masyarakat Dst..

Tabel 10. Peningkatan Peran Pokmas dan BUM Desa dalam Penyelenggaraan SPAM

No. Penyelenggara

SPAM Satuan

Target Penambahan Jumlah

202X 202X 202X 202X 202X Total

1 POKMAS Unit 30 40 40 40 40 190

2 BUM Desa Unit 10 10 10 10 10 50

3 Dst.

Tabel 11. Peningkatan Peran BUMD dalam Penyelenggara SPAM Tahun 202X-202X

No. Penyelenggara SPAM

(BUMD/PDAM) Satuan

Target

202X 202X 202X 202X 202X Total 1 Contoh:

Penambahan SR SR 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 50.000 2 Penambahan

Kapasitas Liter/

detik 100 100 100 100 100 500

3 PDAM dengan Kinerja

Sehat Unit 10 12 14 16 17 17

4 Kualitas air PDAM sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan 4 dst.

BAB IX

KERANGKA REGULASI

Untuk menyusun kerangka regulasi, ada beberapa pertanyaan berikut yang harus diperhatikan:

A. Apakah terdapat peraturan perundang-undangan (NSPK) baru yang mengamanatkan bahwa pemerintah daerah provinsi harus menyesuaikan peraturan di daerahnya?

Contoh: Dengan adanya Permendagri tentang penetapan tarif air minum, pemerintah daerah harus menyesuaikan/merevisi peraturan di daerahnya.

B. Apakah terdapat strategi dan/atau rencana tindak yang mengharuskan pemerintah daerah provinsi menetapkan peraturan untuk mendukung keberhasilan strategi dan/atau rencana tindak dimaksud?

Contoh: Dengan adanya rencana tindak melakukan kerja sama investasi, pemerintah daerah perlu menerbitkan peraturan tentang kerja sama tersebut.

C. Apakah hasil evaluasi peraturan yang ada saat ini masih efektif dalam mengatur penyelenggaraan SPAM? Apabila hasilnya menunjukkan tidak efektif, perlu dilakukan revisi atau penyesuaian.

D. Hasil identifikasi kebutuhan peraturan dimasukkan ke dalam Tabel 12, disertai dengan target penyelesaian penyusunan peraturan dimaksud.

Tabel 12. Kerangka Regulasi Penyelenggaraan SPAM Tahun 202X – 202X

No.

Aspek/Urgensi Pembentukan

Peraturan

Kebutuhan Pengaturan

Unit Penanggung

Jawab

Instansi Berkaitan

Target Penyelesaian

1

2 3

BAB X PENUTUP

Bab ini menjelaskan harapan agar Jakstra SPAM provinsi dapat diimplementasikan dengan mudah oleh semua pemangku kepentingan di provinsi dalam pembangunan SPAM untuk mencapai sasaran pembangunan SPAM yang telah ditetapkan.

Dokumen terkait