• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Pekeliling Dasar dan Teknik Pengurusan Air Minum

N/A
N/A
ade susi

Academic year: 2024

Membagikan "Surat Pekeliling Dasar dan Teknik Pengurusan Air Minum"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA

NOMOR: 45/SE/DC/2022 TENTANG

PETUNJUK TEKNIS KEBIJAKAN, PERENCANAAN, DAN PERANCANGAN PENYELENGGARAAN

SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

TATA CARA PENYUSUNAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

I. KABUPATEN/KOTA I.1 Pendahuluan I.1.1 Latar Belakang

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air Pasal 16 diamanatkan bahwa dalam mengatur dan mengelola Sumber Daya Air, Pemerintah Daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf I menetapkan Kebijakan dan Strategi kabupaten/kota dalam penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, komitmen pemerintah daerah dalam penyelenggaraan SPAM menjadi isu yang mengemuka karena pemerintah daerah sebagai penanggung jawab utama dalam penyediaan akses air minum untuk masyarakat perlu meningkatkan komitmennya melalui pengintegrasian target dan sasaran penyediaan air minum nasional. Oleh karena itu, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah mengintegrasikan dokumen perencanaan pembangunan air minum, baik antar pemerintahan maupun antar tingkat pemerintahan.

Kebijakan dan Strategi kabupaten/kota dalam penyelenggaraan SPAM memiliki peran penting sebagai sebuah dokumen perencanaan yang dikhususkan dalam penyelenggaraan SPAM. Oleh karena itu, Kebijakan dan Strategi SPAM kabupaten/kota harus dapat dijadikan bahan penyusunan dan/atau penyesuaian dokumen perencanaan pemerintah daerah kabupaten/kota.

(2)

Di sisi lain, penyusunan Kebijakan dan Strategi SPAM kabupaten/kota juga harus memperhatikan dokumen perencanaan pemerintah daerah kabupaten/kota. Periode berlakunya dokumen perencanaan, khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tidak bersamaan dengan periode berlakunya dokumen RPJMN ataupun Dokumen Kebijakan dan Strategi Nasional SPAM.

Kebijakan dan Strategi SPAM kabupaten/kota memiliki peran yang sangat strategis karena kontribusinya terhadap pencapaian sasaran nasional pembangunan air minum dan sebagian besar penyelenggara SPAM berada di wilayah kabupaten/kota. Di sisi lain, pembinaan secara langsung dapat dilakukan terhadap penyelenggara SPAM yang juga berada di kota.

Kebijakan dan Strategi SPAM kabupaten/kota disusun dengan mengacu pada Kebijakan dan Strategi SPAM provinsi. Oleh karena itu, melalui Kebijakan dan Strategi SPAM kabupaten/kota, diharapkan terdapat integrasi perencanaan pembangunan SPAM kabupaten/kota dengan perencanaan pembangunan provinsi yang bersangkutan dalam upaya mencapai sasaran nasional pembangunan air minum.

Dengan berdasarkan amanat peraturan perundang-undangan dan karena pentingnya Kebijakan dan Strategi SPAM kabupaten/kota bagi pencapaian sasaran pembangunan nasional dalam penyelenggaraan SPAM, diperlukan panduan berupa petunjuk teknis tata cara penyusunan Kebijakan dan Strategi SPAM kabupaten/kota.

I.1.2 Maksud dan Tujuan a. Maksud

Petunjuk teknis ini dimaksudkan menjadi panduan bagi pemerintah daerah kabupaten/kota dalam menyusun Kebijakan dan Strategi penyelenggaraan SPAM di kabupaten/kota.

b. Tujuan

Tujuan petunjuk teknis ini adalah Kebijakan dan Strategi penyelenggaraan SPAM di kabupaten/kota dapat disusun dan digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan SPAM di kabupaten/kota, dalam rangka meningkatkan akses air minum untuk mencapai sasaran pembangunan air minum layak dan aman di tingkat provinsi ataupun di tingkat nasional.

(3)

I.1.3 Landasan Hukum

Perencanaan teknis harus sesuai dengan kaidah keteknikan yang baik dan sesuai dengan edisi dan revisi terbaru (kecuali dinyatakan lain) dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air;

b. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional;

c. Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum;

d. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

e. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal;

f. Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan;

g. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024;

h. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

j. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa;

k. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 25/PRT/M/2016 tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Sistem

(4)

Penyediaan Air Minum untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri oleh Badan Usaha;

l. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.

I.1.4 Daftar Istilah

1. Air minum adalah air yang melalui pengolahan atau tanpa pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

2. Sistem penyediaan air minum (yang selanjutnya disingkat SPAM) merupakan satu kesatuan sarana dan prasarana penyediaan air minum.

3. Penyelenggaraan SPAM adalah serangkaian kegiatan dalam melaksanakan pengembangan dan pengelolaan sarana dan prasarana yang mengikuti proses dasar manajemen penyediaan air minum kepada masyarakat.

4. Kebijakan dan strategi nasional penyelenggaraan SPAM (yang selanjutnya disebut KNSP SPAM) adalah dokumen kebijakan penyelenggaraan SPAM secara nasional, yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan dan strategi provinsi penyelenggaraan SPAM dan kebijakan dan strategi kabupaten/kota penyelenggaraan SPAM.

5. Kebijakan dan strategi provinsi penyelenggaraan SPAM (yang selanjutnya disebut Jakstra SPAM provinsi) adalah dokumen kebijakan penyelenggaraan SPAM provinsi yang menjadi acuan bagi penyelenggaraan SPAM provinsi dan penyusunan kebijakan dan strategi kabupaten/kota penyelenggaraan SPAM dengan memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat, serta kondisi lingkungan daerah sekitarnya.

6. Kebijakan dan strategi kabupaten/kota penyelenggaraan SPAM (yang selanjutnya disebut Jakstra SPAM kabupaten/kota) adalah dokumen kebijakan penyelenggaraan SPAM kabupaten/kota yang menjadi acuan bagi penyelenggaraan SPAM kabupaten/kota dengan memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat

(5)

setempat, serta kondisi lingkungan daerah sekitarnya.

7. Rencana pembangunan jangka menengah nasional (yang selanjutnya disingkat RPJMN) adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 5 (lima) tahun.

8. Rencana kerja pemerintah (yang selanjutnya disingkat RKP) adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode satu tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember.

9. Rencana pembangunan jangka menengah kementerian/lembaga (yang selanjutnya disebut rencana strategis kementerian/lembaga (Renstra-KL) adalah dokumen perencanaan kementerian/lembaga untuk periode 5 (lima) tahun.

10. Rencana pembangunan tahunan kementerian/lembaga (yang selanjutnya disebut rencana kerja kementerian/lembaga (Renja-KL)) adalah dokumen perencanaan kementerian/lembaga untuk periode 1(satu) tahun.

11. Rencana pembangunan jangka menengah daerah (yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun, terhitung sejak dilantik sampai dengan berakhirnya masa jabatan kepala daerah.

12. Rencana pembangunan tahunan daerah, yang (selanjutnya disebut rencana kerja pemerintah daerah/yang selanjutnya disingkat RKPD) adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun.

13. Rencana strategis perangkat daerah (selanjutnya disingkat dengan Renstra perangkat daerah) adalah dokumen perencanaan perangkat daerah untuk periode 5 (lima) tahun.

14. Rencana kerja perangkat daerah (yang selanjutnya disingkat Renja perangkat daerah) adalah dokumen perencanaan perangkat daerah untuk periode 1 (satu) tahun.

15. Perangkat daerah adalah unsur pembantu kepala daerah dan DPRD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

16. Unit pelaksana teknis daerah (yang selanjutnya disingkat UPTD) adalah organisasi yang melaksanakan kegiatan teknis operasional

(6)

dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu pada dinas atau badan daerah.

17. Dinas adalah perangkat daerah yang merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

18. Badan usaha milik daerah penyelenggara SPAM (yang selanjutnya disebut BUMD) adalah badan usaha yang dibentuk khusus untuk melakukan kegiatan penyelenggaraan SPAM yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh daerah.

19. Badan usaha untuk memenuhi kebutuhan sendiri (yang selanjutnya disebut badan usaha) adalah badan usaha berbadan hukum atau tidak berbadan hukum yang bidang usaha pokoknya bukan merupakan usaha penyediaan air minum dan salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan SPAM untuk kebutuhan sendiri di wilayah usahanya.

20. Badan usaha milik desa (selanjutnya disebut BUM desa) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

21. Kelompok masyarakat adalah kumpulan, himpunan, atau paguyuban yang dibentuk masyarakat sebagai partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan SPAM untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

(7)

I.2 Kerangka Penyusunan Kebijakan dan Strategi SPAM Kabupaten/Kota I.2.1 Keterkaitan Dokumen Kebijakan dan Strategi Penyelenggaraan SPAM

dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, dokumen Kebijakan dan Strategi (Jakstra) memiliki posisi yang sangat penting, yaitu sebagai jembatan antara dokumen RPJMN yang berkaitan dengan penyelenggaraan SPAM dan berbagai dokumen perencanaan sebagaimana yang tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional beserta peraturan turunannya, yaitu: Renstra Kementerian/Lembaga (K/L), RPJMD Provinsi, RPJMD Kabupaten/Kota, dan Renstra Perangkat Daerah.

KSNP SPAM berkedudukan sebagai jabaran dari RPJMN yang berkaitan dengan pembangunan sektor air minum secara nasional. Oleh karena itu, penyusunan KSNP SPAM harus berpedoman pada RPJMN. Selanjutnya, KSNP SPAM digunakan sebagai acuan di dalam penyusunan Jakstra SPAM provinsi.

Jakstra SPAM provinsi berkedudukan sebagai jabaran dari KSNP SPAM sesuai dengan kondisi setiap provinsi. Oleh karena itu, penyusunan Jakstra provinsi harus mengacu pada KSNP SPAM. Jakstra SPAM provinsi selanjutnya digunakan sebagai acuan penyusunan Jakstra SPAM kabupaten/kota dan menjadi pedoman pelaksanaan penyelenggaraan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di provinsi yang bersangkutan.

Dalam kedudukannya sebagai pedoman, Jakstra SPAM provinsi menjadi bahan penyusunan RPJMD provinsi serta bahan penyesuaian dalam penyusunan RKPD provinsi dan Renstra perangkat daerah provinsi yang dijabarkan ke dalam Renja perangkat daerah provinsi. Jakstra SPAM provinsi juga dapat menjadi acuan masyarakat di provinsi yang bersangkutan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan SPAM.

Jakstra SPAM kabupaten/kota berkedudukan sebagai penjabaran dari Jakstra SPAM provinsi yang sesuai dengan kondisi pada setiap kabupaten/kota. Penyusunan Jakstra kabupaten/kota harus mengacu pada Jakstra provinsi. Jakstra SPAM kabupaten/kota selanjutnya digunakan sebagai pedoman di dalam pelaksanaan penyelenggaraan SPM di kabupaten/kota yang bersangkutan.

(8)

Dalam kedudukannya sebagai pedoman, Jakstra kabupaten/kota menjadi bahan penyusunan RPJMD kabupaten/kota serta bahan penyesuaian dalam penyusunan RKPD kabupaten/kota dan Renstra perangkat daerah kabupaten/kota yang dijabarkan ke dalam Renja perangkat daerah kabupaten/kota. Jakstra SPAM kabupaten/kota juga dapat menjadi acuan masyarakat di kabupaten/kota yang bersangkutan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan SPAM.

Alur keterkaitan Jakstra SPAM dengan dokumen perencanaan lainnya dalam bentuk bagan dapat dilihat pada Gambar I-1 berikut.

Gambar I-1. Bagan Alur Keterkaitan Jakstra SPAM dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Integrasi dokumen Jakstra SPAM kabupaten/kota dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah kabupaten/kota dapat dijelaskan sebagai berikut:

KSNP SPAM NASIONAL

JAKSTRA SPAM PROVINSI

DIPEDOMANI

JAKSTRA SPAM KAB/KOTA

DIJABARKAN

RPJMD PROVINSI

RPJMD KAB/KOTA

RENSTRA PERANGKAT DAERAH

KAB/KOTA

RENJA PERANGKAT

DAERAH KAB/KOTA RKPD

KAB/KOTA RENSTRA

PERANGKAT DAERAH PROVINSI

RKPD PROVINSI

RENJA PERANGKAT DAERAH

PROVINSI RENSTRA

K/L RPJMN

RENJA K/L RKP

DIPEDOMANI

DIPEDOMANI

DIPEDOMANI

DIPEDOMANI

DIPEDOMANI

DIJABARKAN

DIJABARKAN

DIJABARKAN DIPEDOMANI

DIPEDOMANI

DIPEDOMANI

DIPERHATIKAN

DIACU DIACU

DIACU

(9)

a. Pengimplementasian Jakstra SPAM tidak harus menunggu penyesuaian dokumen RPJMD, tetapi dapat langsung disesuaikan pada Renstra perangkat daerah. Penyesuaian Renstra itu dijabarkan ke dalam penyesuaian Renja perangkat daerah. Selanjutnya, Renja itu menjadi bahan penyusunan RKPD tahun rencana atau perubahan RKPD tahun berjalan.

b. Target/sasaran dalam Jakstra SPAM dapat dimasukkan ke dalam RKPD pada saat rapat koordinasi teknis (Rakortek) penyusunan RKPD dan tidak serta merta masuk ke dalam RPJMD.

c. Pada saat Jakstra SPAM diterbitkan dan RPJMD masih pada periode pelaksanaan, Jakstrada dapat disesuaikan dengan evaluasi paruh waktu (pada tahun ke-3 pelaksanaan RPJMD).

d. Walaupun Jakstra SPAM belum masuk ke dalam RPJMD karena ketidaksamaan periode, pencapaian pelaksanaannya dapat menjadi bagian dari laporan evaluasi hasil RKPD, sekaligus menjadi laporan pengendalian pelaksanaan RPJMD (tiap-tiap tahun) serta menjadi bagian dari laporan evaluasi hasil RPJMD (5 tahun, pertanggungjawaban akhir bupati/walikota).

e. Apabila dokumen Jakstra diterbitkan pada saat Pemda menyusun RPJMD, Jakstra dapat dimasukkan ke dalam rancangan awal RPJMD dan dibahas secara intensif dalam forum perangkat daerah/forum lintas perangkat daerah dan dipastikan dalam musyawarah pembangunan daerah (Musrenbangda).

f. Data perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan SPAM dilakukan secara terintegrasi dengan sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD).

I.2.2 Tahapan Penyusunan Jakstra SPAM Kabupaten/Kota

Penyusunan Jakstra SPAM kabupaten/kota dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a. Tahap Persiapan

1) Menunjuk unit yang akan menyusun Jakstra SPAM kabupaten/kota. Sesuai dengan kebijakan daerah masing-masing, penyusunan Jakstra SPAM dapat dilakukan oleh dinas yang melaksanakan urusan bidang air minum atau badan perencanaan

(10)

daerah atau perangkat daerah yang ditunjuk berdasarkan surat keputusan bupati/walikota

2) Mengidentifikasi pemangku kepentingan (stakeholders) yang akan dilibatkan menyusun Jakstra SPAM, baik penyelenggara SPAM, asosiasi profesi, wakil pemerintah daerah provinsi, kementerian/lembaga, maupun masyarakat umum, praktisi ataupun akademisi. Identifikasi pemangku kepentingan yang akan dilibatkan dalam penyusunan Jakstra SPAM dapat dilihat contohnya pada Tabel I-1.

Tabel I-1. Format Identifikasi Pemangku Kepentingan dalam Penyusunan Jakstra SPAM

No. Pemangku Kepentingan

Peran dan Keterlibatan Tahap

Persiapan

Tahap Pelaksanaan

Tahap Finalisasi 1 Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah

Kabupaten/

Kota

Koordinasi pembentuk an tim penyusun Jakstra SPAM

Penyediaan data dan dokumen perencanaan pembangunan daerah

Pembahasan tentang kesesuaian/

sinkronisasi Jakstra SPAM dengan

perencanaan pembangunan daerah

2 Badan Statistik Daerah

Koordinasi pembentuk an tim penyusun Jakstra SPAM

Penyediaan data statistik

pembangunan air minum

Pembahasan proyeksi akses air minum

3 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Koordinasi pembentuk an tim penyusun Jakstra SPAM

Penyediaan data investasi air minum

Pembahasan

perizinan dan kemudahan

berusaha PSPAM

Pembahasan alternatif

(11)

No. Pemangku Kepentingan

Peran dan Keterlibatan Tahap

Persiapan

Tahap Pelaksanaan

Tahap Finalisasi pendanaan dan

investasi air minum

4 Penyelenggara SPAM

Kabupaten/

Kota

Penyediaan data pencapaian kinerja 5 tahun terakhir dan dokumen rencana bisnis

Pembahasan masalah dan kendala

pengelolaan dan pengembangan 5 Pemerintah

Daerah Provinsi

Konsultasi untuk mendapatkan persetujuan

kelayakan muatan materi dan

substansi Jakstra SPAM serta

konfirmasi pendanaan yang bersumber dari APBD provinsi 6 Bagian

Hukum, Sekretariat Pemda Kabupaten/

Kota

Penyediaan data regulasi eksisting yang berkaitan dengan

penyelenggaraan SPAM

Pembahasan identifikasi

kebutuhan produk hukum (kerangka regulasi)

Proses harmonisasi produk hukum daerah

Penyusunan rancangan Peraturan Bupati/

Peraturan Walikota tentang Jakstra SPAM

Proses penetapan Peraturan Bupati/

Walikota 7 Dan

pemangku lainnya yang terlibat

(12)

3) Menyusun rencana kerja penyusunan Jakstra yang dituangkan ke dalam matriks yang terdiri atas kegiatan yang dilaksanakan dan jadwal pelaksanaan. Jangka waktu penyusunan Jakstra SPAM lebih kurang selama enam bulan sampai dengan diterbitkannya Jakstra tersebut ke dalam peraturan perundang-undangan daerah. Rencana kerja dapat disusun, seperti contoh pada Tabel I- 2.

Tabel I-2. Format rencana kerja penyusunan Jakstra SPAM

No. Kegiatan/Aktivitas Bulan

I II III IV V VI I TAHAP PERSIAPAN

1 Koordinasi dengan instansi yang berkaitan

2 Proses pengadaan pihak ketiga apabila penyusunan akan menggunakan pihak ketiga 3 Penyusunan rencana dan jadwal

pekerjaan

II TAHAP PELAKSANAAN

1 Penyusunan rancangan awal Jakstra SPAM

2 Konfirmasi Persetujuan

3 Konfirmasi kepada pemerintah pusat (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Rakyat/PUPR) tentang pendanaan yang bersumber dari APBN

4 Konsultasi publik

5 Perbaikan rancangan awal Jakstra SPAM hasil konsultasi publik 6 Penilaian mandiri kelayakan

muatan dan substansi rancangan Jakstra SPAM

6 Penyusunan rancangan akhir Jakstra SPAM

III TAHAP FINALISASI

1 Penyusunan dan harmonisasi produk hukum: rancangan

peraturan bupati/walikota tentang Jakstra SPAM

2 Penetapan peraturan

bupati/walikota tentang Jakstra SPAM

(13)

4) Menyusun Jakstra SPAM dapat dilakukan secara swakelola oleh perangkat daerah yang anggotanya mempunyai pengalaman/pemahaman di bidang air minum, keuangan, kebijakan publik, atau bidang lainnya sesuai dengan kebutuhan atau dapat disusun secara kontraktual dengan menunjuk pihak ketiga. Apabila akan dilaksanakan oleh pihak ketiga (secara kontraktual), kebutuhan tenaga ahli yang diperlukan seperti terdapat pada Tabel I-3.

Tabel I-3. Kebutuhan Minimal Tenaga Ahli untuk Penyusunan Jakstra SPAM

No. Kebutuhan Tenaga Ahli Tugas 1 Ahli Teknik Penyehatan/

Ahli Teknik Lingkungan/

Ahli Teknik Air Minum

1) Mengevaluasi kondisi penyelenggaraan SPAM

2) Mengidentifikasi masalah dan isu strategis dalam

penyelenggaraan SPAM 3) Memproyeksi sasaran

pembangunan SPAM 4) Merumuskan alternatif

kebijakan dan strategi penyelenggaraan SPAM 5) Menyusun rencana tindak

penyelenggaraan SPAM 2 Tenaga Ahli Keuangan 1) Mengevaluasi pendanaan

penyelenggaraan SPAM 2) Mengidentifikasi

permasalahan dan isu strategis dalam pendanaan penyelenggaraan SPAM 3) Memproyeksi kebutuhan

pendanaan penyelenggaraan SPAM

4) Menganalisis alternatif sumber pendanaan penyelenggaraan SPAM 5) Menyusun kerangka

pendanaan 3 Tenaga ahli yang

memiliki pemahaman dan/atau pengalaman di bidang kelembagaan

1) Mengidentifikasi dan

meninjau dokumen peraturan dan kebijakan

penyelenggaraan SPAM 2) Mengevaluasi kelembagaan

penyelenggaraan SPAM

(14)

No. Kebutuhan Tenaga Ahli Tugas

3) Mengidentifikasi masalah dan isu strategis kelembagaan penyelenggaraan SPAM 4) Merumuskan alternatif

kebijakan dan strategi serta rencana tindak pada aspek kelembagaan

penyelenggaraan SPAM 5) Menyusun kerangka regulasi

dan kerangka kelembagaan

b. Tahap Pelaksanaan

a) Menyusun Jakstra dengan mengikuti langkah teknis, dari mulai identifikasi masalah dan penyusunan isu strategis, perumusan visi dan misi, perumusan sasaran pembangunan, arah kebijakan dan strategi serta rencana tindak, kerangka pendanaan, kerangka kelembagaan, dan kerangka regulasi.

b) Melakukan konsultasi publik untuk mendapatkan masukan dari pemangku kepentingan yang berkaitan, sebagaimana yang telah ditetapkan pada langkah identifikasi pemangku kepentingan pada tahap persiapan.

c) Melakukan penilaian mandiri rancangan Jakstra SPAM yang telah disusun untuk memastikan kelayakan dokumen tersebut dapat diterbitkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota. Penilaian menggunakan formulir, seperti terdapat pada Tabel I-4.

Dokumen Jakstra SPAM Kabupaten/Kota yang telah disusun dan dinilai secara mandiri selanjutnya dinilai dan disetujui oleh tim adhoc yang merupakan gabungan dari Bappeda, OPD, Pokja PKP dan/atau AMPL dan Pemangku Kepentingan, dengan melibatkan Pemerintah Daerah Provinsi dan Balai PPW Provinsi

(15)

Tabel I-4. Penilaian Mandiri Kelayakan Dokumen Jakstra Kabupaten/Kota

EVALUASI PENYUSUNAN JAKSTRADA

PENILAIAN DOKUMEN NILAI AKHIR

62,50% 37,50% 100,00%

Kesesuaian

Outline Ketersediaan Data

Kesesuaian dengan Juknis

Penyusunan Jakstra Provinsi

Tabel Data Jumlah Parameter Diluar Tabel

yang Dinilai

Jumlah Parameter Tabel yang

Dinilai

Nilai per Bab Diluar

Tabel

Nilai per

Bab Tabel Nilai per BAB BAB OUTLINE / DAFTAR ISI Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

BAB I PENDAHULUAN 5 - 2,50% 0,00% 2,50%

1.1 Latar Belakang 1 0 1 0 1 0

1.2 Maksud dan Tujuan

1.2.1 Maksud 1 0 1 0 1 0

1.2.1 Tujuan 1 0 1 0 1 0

1.3 Landasan Hukum 1 0 1 0 1 0

1.4 Ketentuan Umum 1 0 1 0 1 0

BAB II KONDISI DAN MASALAH 2 3 5,00% 5,00% 10,00%

2.1 Kondisi Penyelenggaraan

SPAM 1 0 1 0 1 0

Tabel Pencapaian Akses

Air Minum Kab/Kota 1 0

Tabel Pencapaian Air Minum per Penyelenggara

SPAM 1 0

Tabel Kondisi Pendanaan

Air Minum di Kab/Kota 1 0

2.2 Isu Strategis dan

Tantangan Pembangunan

SPAM 1 0 1 0 1 0

(16)

EVALUASI PENYUSUNAN JAKSTRADA

PENILAIAN DOKUMEN NILAI AKHIR

62,50% 37,50% 100,00%

Kesesuaian

Outline Ketersediaan Data

Kesesuaian dengan Juknis

Penyusunan Jakstra Provinsi

Tabel Data Jumlah Parameter Diluar Tabel

yang Dinilai

Jumlah Parameter Tabel yang

Dinilai

Nilai per Bab Diluar

Tabel

Nilai per

Bab Tabel Nilai per BAB BAB OUTLINE / DAFTAR ISI Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

BAB III VISI DAN MISI PEMBANGUNAN

SPAM 1 - 2,50% 0,00% 2,50%

Materi Muatan Visi dan Misi 1 0 1 0 1 0 BAB IV SASARAN PEMBANGUNAN

SPAM 1 1 5,00% 5,00% 10,00%

Materi Muatan Sasaran Pembangunan SPAM (Tabel

Sasaran Pembangunan SPAM) 1 0 1 0 1 0 1 0

BAB V ARAH KEBIJAKAN DAN

STRATEGI 1 1 10,00% 5,00% 15,00%

Materi Muatan Arah kebijakan dan Strategi (Tabel Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan SPAM)

1 0 1 0 1 0 1 0

BAB VI RENCANA TINDAK 1 1 10,00% 5,00% 15,00%

Materi Muatan Rencana Tindak (Tabel Rencana Tindak

Pembangunan SPAM) 1 0 1 0 1 0 1 0

BAB VII KERANGKA PENDANAAN 1 1 10,00% 5,00% 15,00%

Materi Muatan Kerangka Pendanaan (Tabel Kerangka Pendanaan Pembangunan SPAM)

1 0 1 0 1 0 1 0

BAB VIII KERANGKA KELEMBAGAAN 1 4 7,50% 5,00% 12,50%

Materi Muatan Kerangka

Kelembagaan (ilustrasi gambar/

bagan) 1 0 1 0 1 0 1 0

(17)

EVALUASI PENYUSUNAN JAKSTRADA

PENILAIAN DOKUMEN NILAI AKHIR

62,50% 37,50% 100,00%

Kesesuaian

Outline Ketersediaan Data

Kesesuaian dengan Juknis

Penyusunan Jakstra Provinsi

Tabel Data Jumlah Parameter Diluar Tabel

yang Dinilai

Jumlah Parameter Tabel yang

Dinilai

Nilai per Bab Diluar

Tabel

Nilai per

Bab Tabel Nilai per BAB BAB OUTLINE / DAFTAR ISI Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

Tabel kerangka kelembagaan

Pembangunan SPAM 1 0

Tabel Peningkatan Peran Pokmas/BUM Desa dalam

penyelenggaran SPAM 1 0

Tabel Peningkatan Peran BUMD

dalam penyelenggara SPAM 1 0

BAB IX KERANGKA REGULASI 1 1 7,50% 5,00% 12,50%

Materi Muatan Kerangka

Regulasi 1 0 1 0 1 0

Tabel Kerangka Regulasi

Penyelenggaraan SPAM 1 0

BAB X PENUTUP 1 1 2,50% 2,50% 5,00%

Penutup 1 0 1 0 1 0 1 0

(18)

d) Memintakan konfirmasi persetujuan pemerintah daerah provinsi apabila terdapat dana yang bersumber dari APBD provinsi. Dalam hal ini, konfirmasi persetujuan dilakukan oleh perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan air minum. Formulir konfirmasi persetujuan terdapat pada Tabel I-5.

Tabel I-5. Formulir Konfirmasi Persetujuan Penggunaan APBD Provinsi sebagai Salah Satu Sumber Pendanaan dalam Jakstra

SPAM Kabupaten/Kota

Nomor : ... .…... (tempat), ... (tgl, Bln, Thn.) Sifat : ...

Lampiran : ...

Perihal : Konfirmasi Persetujuan Penggunaan APBD Provinsi ... dalam Dokumen Jakstra SPAM Kab/Kota ...

Yth. ...

...

….(alinea pembuka – berkaitan dengan konfirmasi persetujuan penggunaan APBD Provinsi dalam dokumen Jakstra SPAM Keb/Kota)…. Berikut ini adalah daftar komponen APBD Provinsi …….. yang akan dimasukkan ke dalam indikasi pendanaan pada dokumen Jakstra SPAM Kab/Kota….

1. …(daftar Rencana Tindak)… (Keterangan keluaran, subkeluaran, komponen, dana)…

2. …(daftar Rencana Tindak)… (Keterangan keluaran, subkeluaran, komponen, dana)…

3. …(daftar Rencana Tindak)… (Keterangan keluaran , subkeluaran, komponen, dana)…

4. …(daftar Rencana Tindak)… (Keterangan keluaran, subkeluaran, komponen, dana)…

5. …..

….(alinea tambahan)…untuk mendukung data di atas, dilampirkan kerangka pendanaan dokumen Jakstra SPAM kabupaten/kota sebagai gambaran utuh…..

…(alinea penutup)…Demikian kami sampaikan untuk dikonfirmasi lebih lanjut. Atas perhatian dan kerja sama (Bapak/Ibu/Saudara) kami ucapkan terima kasih.

Kepala Daerah

(Tanda Tangan dan Cap Instansi) Nama Lengkap

NIP. ………

Tembusan:

1.

2

KEPALA SURAT

(19)

e) Apabila terdapat pendanaan yang bersumber dari APBN, diperlukan konfirmasi persetujuan dari kementerian PUPR. Dalam hal ini, konfirmasi persetujuan dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah, Direktorat Jenderal Cipta Karya di provinsi.

Formulir konfirmasi persetujuan terdapat pada Tabel I-6.

Tabel I-6. Formulir Konfirmasi Persetujuan Penggunaan APBN sebagai Salah Satu Sumber Pendanaan dalam Jakstra SPAM

Kabupaten/Kota

Nomor : ... ... (tempat), .... (tgl, Bln, Thn.) Sifat : ...

Lampiran : ...

Perihal : Konfirmasi Persetujuan Penggunaan APBN ... dalam Dokumen Jakstra SPAM Kab/Kota ...

Yth. ...

...

….(alinea pembuka – berkaitan dengan konfirmasi persetujuan Penggunaan APBN dalam Dokumen Jakstra SPAM Kab/Kota)…. Berikut ini adalah daftar komponen APBN yang akan dimasukkan ke dalam indikasi pendanaan pada dokumen Jakstra SPAM Kab/Kota….

1. …(daftar Rencana Tindak)… (Keterangan keluaran, subkeluaran, komponen, dana)…

2. …(daftar Rencana Tindak)… (Keterangan keluaran, subkeluaran, komponen, dana)…

3. …(daftar Rencana Tindak)… (Keterangan keluaran , subkeluaran, komponen, dana)…

4. …(daftar Rencana Tindak)… (Keterangan keluaran, subkeluaran, komponen, dana)…

5. …..

….(alinea tambahan)…untuk mendukung data di atas, kami lampirkan kerangka pendanaan dokumen Jakstra SPAM Kab/Kota sebagai gambaran utuh…..

…(alinea penutup)…Demikian kami sampaikan untuk dikonfirmasi lebih lanjut. Atas perhatian dan kerja sama (Bapak/Ibu/Saudara) kami ucapkan terima kasih.

Kepala Daerah

(Tanda Tangan dan Cap Instansi) Nama Lengkap

NIP. ………

Tembusan:

1.

2.

KEPALA SURAT

(20)

c. Tahap Finalisasi

1) Menyusun produk hukum (legal drafting) dan harmonisasi peraturan di daerah.

2) Mengesahkan dan menetapkan dokumen Jakstra SPAM kabupaten/kota melalui peraturan bupati/walikota pada kabupaten/kota yang bersangkutan.

d. Tahap Penyampaian Dokumen

Pemerintah daerah kabupaten/kota menyampaikan salinan peraturan bupati/walikota tentang Jakstra SPAM kabupaten/kota kepada provinsi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Kementerian Dalam Negeri.

Alur atau rangkaian kegiatan penyusunan dalam bentuk bagan dapat dilihat pada Gambar I-2 berikut ini.

Gambar I-2. Bagan Alur Tahapan Penyusun Jakstra SPAM Kabupaten/Kota

I.3 Langkah Teknik Penyusunan Jakstra Kabupaten/Kota

I.3.1 Mengevaluasi hasil penyelenggaraan SPAM kabupaten/kota

Mengevaluasi hasil penyelenggaraan SPAM kabupaten/kota merupakan penilaian atas apa yang dilakukan pemerintah daerah kabupaten/kota atas kondisi dan/atau kinerja penyelenggaraan SPAM pada periode lima tahun sebelumnya, yang paling sedikit meliputi pencapaian akses:

a. air minum layak,

b. air minum jaringan perpipaan,

c. air minum bukan jaringan perpipaan, dan d. air minum aman.

TAHAP

PERSIAPAN TAHAP PELAKSANAAN TAHAP FINASILASI

Penyusunan Rancangan

Akhir Penilaian

Mandiri Penyusu

nan Rancana

ngan Awal

Konfirmasi Persetujua

n

Penialian oleh tim

adhoc Konsultasi

Publik

Penyusunan rancangan produk hukum

daerah dan harmonisasi peraturan

Penetapan Peraturan Peraturan Bupati/Walikot

a tentang Jakstra SPAM Penyiapan

administrasi dan koordinasi

Proses Pengadaan

Penyusuna n Rencana dan jadwal pekerjaan

6 Bulan

TAHAP PENYAMPAIAN

DOKUMEN

Salinan/Copy Peraturan Bupati/Walikota Tentang Jakstra SPAM disampaikan

kepada:

Gubernur dan Kementerian

Pembina

(21)

Evaluasi pencapaian sasaran juga perlu diperinci pada setiap penyelenggara SPAM, yang terdiri atas pencapaian sasaran pada UPTD kabupaten/kota, BUMD kabupaten/kota, BUM Desa dan/atau kelompok masyarakat, dan sistem individual.

Evaluasi berikutnya adalah mengenai perkembangan pembiayaan/

pendanaan yang telah dikeluarkan dan/atau diinvestasikan dalam pelaksanaan pembangunan SPAM selama kurun waktu lima tahun terakhir. Evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui kemampuan pendanaan yang dimiliki oleh kabupaten/kota yang bersangkutan dalam penyelenggaraan SPAM.

Evaluasi harus menampilkan data tren capaian pada kurun waktu lima tahun terakhir disertai analisis faktor penyebab keberhasilan ataupun kegagalan dalam pencapaian sasaran pembangunan SPAM di kabupaten/kota dan didukung oleh data kuantitatif yang jelas dan terperinci.

I.3.2 Identifikasi dan telaah terhadap dokumen perencanaan dan dokumen lainnya yang berkaitan sebagai bahan dan referensi dalam penyusunan Jakstra SPAM. Contoh format identifikasi terdapat pada Tabel I-7.

Tabel I-7. Format Penelaahan Dokumen Perencanaan dan Dokumen yang Relevan Lainnya

RPJMN RPJMD Jakstranas

SPAM

Jakstra SPAM

Provinsi RISPAM RDTR

Sasaran

pembangunan air minum nasional

Sasaran pembangunan air minum

Sasaran pembangunan air minum

Sasaran pembangunan air minum

Kondisi SPAM eksisting dan standar perencanaan

Pemanfaatan area untuk industri, pertanian, atau

permukiman Kebijakan dan

strategi

pembangunan air minum

Kebijakan dan strategi pembangunan air minum

Arah kebijakan dan strategi pembangunan air minum

Arah kebijakan dan strategi pembangunan air minum

Proyeksi kebutuhan air dan potensi air baku

Rencana jaringan air minum Target kinerja air

minum pada matriks pembangunan oleh K/L

Pendanaan pembangunan air minum

Kerangka pendanaan

Kerangka pendanaan

Rencana induk dan pradesain pengembangan SPAM

Rencana pengelolaan jaringan air limbah Target kinerja air

minum pada matriks proyek prioritas strategis (major project)

Program dan kegiatan pembangunan air minum

Kerangka kelembagaan

Kerangka kelembagaan

Analisis keuangan

Zona budidaya

Kerangka regulasi

Kerangka regulasi

Pengembangan kelembagaan pelayanan air minum Rencana tindak Rencana

Tindak

(22)

I.3.3 Identifikasi masalah dan penyusunan isu strategis

Masalah pembangunan air minum adalah terjadinya kesenjangan antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dan yang direncanakan serta kesenjangan antara yang ingin dicapai pada masa yang akan datang dan kondisi nyata pada saat perencanaan dibuat.

Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan SPAM karena dampaknya yang signifikan. Kriteria perumusan masalah dan isu strategis sebagai berikut:

1) Karakteristik isu strategis bersifat penting, mendasar, mendesak, berjangka menengah/panjang, dan menentukan pencapaian sasaran/tujuan penyelenggaraan SPAM pada masa yang akan datang.

2) Isu strategis disusun berdasarkan masalah yang sudah diidentifikasi dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam periode lima tahun yang akan datang. Masalah yang sudah diidentifikasi dari hasil evaluasi dapat menjadi masukan dalam penyusunan isu strategis. Rumusan masalah harus dapat menjelaskan masalah pokok dan akar masalah yang dihadapi.

3) Rumusan isu strategis juga harus dapat menggambarkan dinamika lingkungan eksternal, baik berskala regional pada tingkat provinsi maupun berskala nasional yang berpotensi berdampak pada pembangunan SPAM dalam jangka menengah.

I.3.4 Perumusan visi dan misi a. Perumusan visi

Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode pelaksanaan Jakstra SPAM kabupaten/kota. Kriteria rumusan visi adalah sebagai berikut.

1) Visi harus ditetapkan secara rasional, realistis, dan mudah dipahami.

2) Visi harus dirumuskan secara singkat, padat, dan mudah diingat.

3) Visi harus dapat dilaksanakan secara konsisten dalam pencapaian 4) Visi pembangunan air minum yang ditetapkan harus mendukung visi kepala daerah provinsi sebagaimana yang terdapat di dalam RPJMD.

(23)

b. Perumusan misi

Misi adalah rumusan umum mengenai upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Kriteria rumusan misi adalah sebagai berikut.

1) Misi harus dapat menggambarkan tugas yang dibebankan oleh KSNP SPAM dan Jakstra SPAM provinsi pada kabupaten/kota yang bersangkutan.

2) Misi harus sejalan dengan upaya pencapaian visi dan berlaku pada periode tertentu.

3) Misi harus dapat menggambarkan tindakan yang sesuai dengan tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan SPAM pada kabupaten/kota yang bersangkutan.

4) Misi harus dapat menjembatani penjabaran visi ke dalam sasaran kebijakan.

5) Misi pembangunan air minum harus sejalan dengan misi kepala daerah kabupaten/kota, sebagaimana yang terdapat di dalam RPJMD.

I.3.5 Perumusan sasaran pembangunan SPAM

Sasaran pembangunan SPAM adalah rumusan kondisi yang menggambarkan tercapainya tujuan berupa hasil pembangunan SPAM di daerah kabupaten/kota yang diperoleh dari pencapaian hasil (outcome) kegiatan rencana tindak yang dapat diimplementasikan pada program perangkat daerah. Kriteria perumusan sasaran pembangunan SPAM, yaitu:

a. Sasaran pembangunan SPAM dirumuskan sama dengan sasaran pembangunan, seperti yang terdapat dalam dokumen Jakstra SPAM provinsi untuk kabupaten/kota yang bersangkutan.

b. Sasaran pembangunan disertai target kinerja yang ditetapkan untuk setiap tahun pelaksanaan Jakstra SPAM kabupaten/kota.

I.3.6 Perumusan arah kebijakan dan strategi

Arah kebijakan merupakan kebijakan utama atau langkah yang diambil untuk menyelesaikan masalah dan isu strategis yang telah teridentifikasi dalam rangka mencapai sasaran pembangunan air minum yang telah ditetapkan. Setiap arah kebijakan dirinci ke dalam strategi yang

(24)

merupakan cara untuk melaksanakan arah kebijakan yang telah ditetapkan. Kriteria perumusan arah kebijakan dan strategi sebagai berikut:

a. Kebijakan dan strategi yang dirumuskan mengacu pada arah kebijakan dan strategi yang terdapat di dalam dokumen Jakstra SPAM provinsi serta memperhatikan dokumen RPJMD dan dokumen rencana induk SPAM.

b. Kebijakan harus dapat dijabarkan ke dalam strategi atau cara pelaksanaan dan dengan demikian, satu kebijakan harus terdiri atas beberapa strategi.

c. Strategi harus dapat dijabarkan ke dalam rencana tindak penyelenggaraan SPAM. Dengan demikian, satu strategi harus terdiri atas beberapa rencana tindak.

I.3.7 Perumusan rencana tindak

Rencana tindak merupakan perincian dari strategi yang terdiri atas serangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh pemangku kepentingan dan/atau penyelenggaraan SPAM. Kriteria perumusan kebijakan dan strategi adalah seperti berikut:

a. Rencana tindak harus mencantumkan kegiatan dan/atau program yang telah ditetapkan dalam RPJMD pada periode tahun berjalan.

b. Kegiatan yang terdapat dalam rencana tindak harus realistis, terukur, dan dapat dijabarkan dan/atau diimplementasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan pada pemerintah daerah kabupaten/kota.

c. Rencana tindak dapat digunakan sebagai acuan oleh penyelenggara SPAM untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan rencana tindak tersebut.

d. Rencana tindak dilengkapi dengan waktu pelaksanaan untuk setiap aktivitas yang akan dilaksanakan dan dituangkan ke dalam matriks rencana tindak.

I.3.8 Perumusan kerangka pendanaan

Kerangka pendanaan adalah analisis pengelolaan keuangan untuk menentukan sumber dana yang digunakan dalam pembangunan, pengoptimalan penggunaan sumber dana, dan peningkatan kualitas

(25)

belanja dalam membiayai penyelenggaraan SPAM untuk mencapai visi dan misi pembangunan air minum di daerah serta target pembangunan nasional bidang air minum. Kerangka pendanaan memuat perencanaan kebutuhan pendanaan yang merupakan detail jabaran strategi pendanaan pada setiap rencana tindak yang sudah ditetapkan.

Penyusunan kerangka pendanaan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan berikut:

a. Pendanaan dilakukan dalam perspektif jangka menengah lima tahun sesuai dengan periode Jakstra SPAM.

b. Pendanaan disesuaikan dengan pembagian pada target/sasaran pembangunan SPAM yang telah ditetapkan.

c. Pendanaan yang diprioritaskan bersumber dari pendanaan swasta atau melalui kerja sama.

I.3.9 Perumusan kerangka kelembagaan

Kerangka kelembagaan terdiri atas dua pembahasan, yaitu pembahasan tentang kerangka kelembagaan dalam pengertian seluruh perangkat atau organisasi yang terlibat dalam implementasi kebijakan dan strategi dan kerangka kelembagaan dalam pengertian perbaikan dan/atau peningkatan peran penyelenggara SPAM dalam mencapai sasaran pembangunan SPAM.

a. Kerangka kelembagaan merupakan seluruh perangkat dan/atau organisasi yang terlibat di dalam proses pembangunan SPAM sesuai dengan peran, tugas, dan fungsi masing-masing. Kerangka kelembagaan disusun untuk meningkatkan keterkaitan dan koordinasi antar lembaga serta memastikan bahwa seluruh kebijakan dan strategi dapat dilaksanakan, dikendalikan, serta dievaluasi agar sasaran pembangunan SPAM dapat tercapai.

b. Kerangka kelembagaan, dalam pengertian untuk perbaikan dan meningkatkan peran penyelenggara SPAM dalam pencapaian sasaran pembangunan SPAM sebagaimana yang telah ditetapkan, merupakan jawaban atas isu strategis dan pengoperasian strategi tentang kelembagaan.

Peningkatan peran dapat berupa penambahan jumlah penyelenggara SPAM, seperti penambahan jumlah Pokmas atau dapat berupa

(26)

peningkatan kapasitas penyelenggara SPAM, seperti peningkatan kapasitas PDAM, peningkatan pengelolaan UPTD menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD), dan sebagainya.

I.3.10 Perumusan Kerangka Regulasi

Kerangka regulasi disusun sebagai salah satu bentuk pengoperasian arah kebijakan dan strategi dalam rangka mencapai sasaran pembangunan SPAM. Kerangka regulasi juga berfungsi sebagai instrumen untuk menyelesaikan masalah yang penting, mendesak, dan memiliki dampak besar terhadap pencapaian sasaran pembangunan SPAM.

Kerangka regulasi merupakan arah kebutuhan regulasi, yang bentuknya dapat berupa peraturan daerah, peraturan bupati/walikota, keputusan bupati/walikota dan lain-lain, serta peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan SPAM.

Kebutuhan regulasi yang akan disusun dapat berdasarkan hal berikut:

a. Hasil evaluasi terhadap efektivitas regulasi yang ada. Apabila regulasi yang ada dipandang belum optimal dalam mencapai tujuan/sasaran penyelenggaraan SPAM, dapat dilakukan revisi atau diganti dengan peraturan yang baru.

b. Kebutuhan yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan tentang penyelenggaraan SPAM.

c. Kebutuhan untuk mengimplementasikan kebijakan dan strategi SPAM. Contoh, ketika akan melaksanakan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha untuk penyelenggaraan air minum, diperlukan payung hukum peraturan daerah.

I.4 Struktur Penulisan Dokumen Kebijakan dan Strategi SPAM Kabupaten/Kota

Sistematika umum penulisan dokumen Jakstra SPAM kabupaten/kota secara detail dapat dilihat pada penjelasan berikut ini. Untuk memudahkan penyusunan, disediakan format Jakstra SPAM kabupaten/

kota dalam Subbab I.4.11.

(27)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan C. Landasan Hukum D. Ketentuan Umum

BAB II KONDISI DAN MASALAH PENYELENGGARAAN SPAM A. Kondisi Penyelenggaraan SPAM Kabupaten/Kota B. Isu Strategis dan Tantangan Pembangunan SPAM BAB III VISI DAN MISI

BAB IV SASARAN PEMBANGUNAN SPAM BAB V ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB VI RENCANA TINDAK

BAB VII KERANGKA PENDANAAN BAB VIII KERANGKA KELEMBAGAAN BAB IX KERANGKA REGULASI

BAB X PENUTUP

Penjelasan secara umum mengenai sistematika penulisan dokumen Jakstra SPAM kabupaten/kota diuraikan sebagai berikut:

I.4.1 BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan latar belakang, maksud dan tujuan, landasan hukum, dan ketentuan umum, sebagai berikut:

a. Latar belakang memuat uraian tentang pentingnya penerbitan Jakstra SPAM kabupaten/kota sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan, uraian singkat keterkaitan dokumen Jakstra SPAM kabupaten/kota dengan dokumen perencanaan lainnya, serta resume sekilas tentang substansi/materi yang terdapat dalam dokumen Jakstra kabupaten/kota.

(28)

b. Maksud dan tujuan memuat uraian tentang maksud penerbitan dokumen Jakstra kabupaten/kota sebagai pedoman bagi penyelenggaraan SPAM di kabupaten/kota.

c. Landasan hukum memuat daftar peraturan perundang-undangan yang digunakan sebagai dasar hukum ataupun referensi penulisan, baik prosedur maupun substansi/materi yang terdapat dalam dokumen Jakstra SPAM provinsi. Landasan hukum juga harus memuat peraturan perundang-undangan daerah provinsi yang berkaitan dengan penyelenggaraan SPAM tersebut.

d. Ketentuan umum memuat daftar istilah dan definisi atau batasan yang digunakan di dalam dokumen Jakstra kabupaten/kota.

I.4.2 BAB II KONDISI DAN MASALAH PENYELENGGARAAN SPAM

Bab ini menjelaskan kondisi dan masalah penyelenggaraan SPAM pada kabupaten/kota yang bersangkutan sebagai berikut:

a. Kondisi penyelenggaraan SPAM kabupaten/kota menggambarkan kondisi penyelenggaraan SPAM hasil evaluasi pada kurun waktu lima tahun terakhir. Subbab ini berisi uraian langkah teknis yang terdapat pada Subbab I.3.1.

Kondisi capaian pembangunan air minum selama periode lima tahun terakhir dituangkan ke dalam Tabel 1.

Tabel 1. Pencapaian Akses Air Minum di Kabupaten/Kota XX Tahun 202X – 202X

No. Capaian

Pembangunan SPAM Satuan Tahun

202X 202X 202X 202X 202X 1 Akses air minum

layak

2 Akses air minum jaringan perpipaan 3

Akses air minum bukan jaringan perpipaan

4 Akses air minum aman

Capaian pembangunan air minum per penyelenggara SPAM yang dituangkan ke dalam Tabel 2, seperti berikut ini:

(29)

Tabel 2. Pencapaian Air Minum per Penyelenggara SPAM Tahun 202X – 202X

No. Penyelenggara

SPAM Jumlah

Kontribusi Pencapaian Akses

Layak Perpipaan

Akses Layak Bukan Perpipaan

Akses Air Minum

Aman 1 UPTD

2 BUMD/PDAM 3 BUM Desa 4 POKMAS 5 Sistem

Individual

Tren perkembangan pembiayaan dan investasi yang telah dikeluarkan selama lima tahun terakhir dapat dituangkan ke dalam Tabel 3, seperti berikut ini:

Tabel 3. Kondisi Pendanaan Air Minum XX Tahun 202X – 202X No. Sumber Pendanaan Perkembangan Pendanaan (Rp)

202X 202X 202X 202X 202X TOTAL 1 Internal

BUMD/PDAM 2 APBD

kabupaten/kota 3 APBD provinsi 4 Alternatif

pembiayaan:

a KPBU

b Kerja sama B to B c CSR

d Pinjaman perbankan 5 Dana desa 6 Hibah

7 Dana alokasi khusus (DAK) 8 APBN

9 Sumber pembiayaan lainnya

Jumlah

(30)

b. Isu strategis dan tantangan pembangunan SPAM, sasaran pembangunan SPAM sebagaimana yang termuat di dalam dokumen KSNP, dokumen Jakstra SPAM provinsi, serta uraian isu strategis yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota.

Subbab ini berisi uraian hasil langkah teknis pada Subbab I.3.3.

I.4.3 BAB III VISI DAN MISI

Bab ini menjelaskan visi dan misi, sebagaimana yang telah dirumuskan pada langkah teknis Subbab I.3.4.

I.4.4 BAB IV SASARAN PEMBANGUNAN SPAM

Bab ini menjelaskan sasaran pembangunan sebagaimana telah dirumuskan di dalam langkah teknis pada Subbab I.3.5, yaitu perumusan sasaran pembangunan SPAM. Sasaran pembangunan SPAM dituangkan dalam Tabel 4.

Tabel 4. Sasaran Pembangunan SPAM Tahun 202x-202x No.

Sasaran Pembangunan

SPAM

Satuan Target Kinerja

20XX 202X 202X 202X 202X Total 1

2 3 4 Dst.

I.4.5 BAB V ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

Bab ini menjelaskan arah kebijakan dan strategi, sebagaimana telah dirumuskan dalam langkah teknis pada Subbab I.3.6.

Arah kebijakan dituangkan dalam Tabel 5, seperti contoh berikut.

Tabel 5. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan SPAM 202x-202x

No. Arah Kebijakan Strategi

1 1.1

1.2 1.3

2 2.1

2.2 2.3 3

(31)

I.4.6 BAB VI RENCANA TINDAK

Bab ini menjelaskan rencana tindak, sebagaimana telah dirumuskan dalam langkah teknis pada Subbab I.3.7. Rencana tindak dituangkan dalam Tabel 6.

Tabel 6. Rencana Tindak Pembangunan SPAM 202X – 202X

Strategi Rencana Tindak 202X 202X 202X 202X 202X Kebijakan 1:

1.1 Strategi 1

………….. 1.1.1. …………

1.1.2. …………

dst ………

1.2 Strategi 2 1.2.1. ………..

………….. 1.2.2. ………..

dst ………

1.3 dst ……..

Kebijakan 2:

2.1 Dst 1.2.1. ………..

I.4.7 BAB VII KERANGKA PENDANAAN

Bab ini menjelaskan rencana pendanaan, sebagaimana hasil yang telah dirumuskan dalam langkah teknis pada Subbab I.3.8. Kerangka pendanaan dituangkan dalam Tabel 7. Berikut:

Tabel 7. Kerangka Pendanaan Pembangunan SPAM 202X – 202X No. Sumber Pendanaan Rencana Pendanaan (Rp)

202X 202X 202X 202X 202X TOTAL 1 Internal BUMD/PDAM

2 APBD kabupaten/kota 3 APBD Provinsi

4 Alternatif pembiayaan a KPBU

b Kerja sama B to B c CSR

d Pinjaman perbankan 5 Dana desa

6 Hibah

7 Dana alokasi khusus (DAK)

8 APBN

9 Sumber pembiayaan lainnya.

Jumlah

(32)

I.4.8 BAB VIII KERANGKA KELEMBAGAAN

Bab ini menjelaskan kerangka kelembagaan, sebagaimana hasil yang telah dirumuskan di dalam langkah teknis pada Subbab I.3.9.

Kerangka kelembagaan untuk meningkatkan keterkaitan dan koordinasi penyelenggaraan SPAM dituangkan dalam Tabel 8.

Tabel 8. Kerangka Kelembagaan Pembangunan SPAM Tahun 202X-202X

No. Lembaga/Pemangku

Kepentingan Peran

Keterkaitan Dalam Implementasi

Jakstra 1 Kementerian PUPR

2 Kementerian Dalam Negeri 4 Kementerian Desa,

Pembangunan Daerah

Tertinggal Dan

Transmigrasi

5 Kementerian Kesehatan 6 Pemerintah daerah provinsi

(perangkat daerah provinsi yang membidangi air minum)

7 Organisasi Asosiasi Bidang Air Minum (seperti Perpamsi)

8 dst..

Kerangka kelembagaan untuk meningkatkan peran penyelenggaraan SPAM dapat dituangkan dalam contoh Tabel 9 dan Tabel 10.

Tabel 9. Peningkatan Peran Pokmas dan BUM Desa dalam Penyelenggaraan SPAM

No. Penyelenggara

SPAM Satuan Target Penambahan Jumlah

202X 202X 202X 202X 202X Total

1 POKMAS Unit

2 BUM Desa Unit 3 Dst….

(33)

Tabel 10. Peningkatan Peran BUMD dalam Penyelenggaraan SPAM Tahun 202X -202X

No. Penyelenggara SPAM

(BUMD/PDAM) Satuan

Peningkatan Kapasitas

202X 202X 202X 202X 202X Total 1 Target penam-

bahan SR SR

2 Target kinerja Nilai 3 dst….

I.4.9 BAB IX KERANGKA REGULASI

Bab ini menjelaskan kerangka regulasi, sebagaimana hasil yang telah dirumuskan dalam langkah teknis pada Subbab I.3.10.

Rencana tindak dituangkan dalam Tabel 11.

Tabel 11. Kerangka Regulasi Penyelenggaraan SPAM Tahun 202X – 202X

No.

Aspek/

Urgensi Pembentukan

Peraturan

Kebutuhan Pengaturan

Unit Penanggung

Jawab

Instansi

Terkait Target Penyelesaian 1

2

3 dst….

I.4.10 BAB X PENUTUP

Bab ini menjelaskan harapan dengan diterbitkannya Jakstra SPAM kabupaten/kota untuk dapat diimplementasikan dengan mudah oleh semua pemangku kepentingan di kabupaten/kota dalam pembangunan SPAM untuk mencapai sasaran pembangunan SPAM yang telah ditetapkan.

(34)

I.4.11 STANDAR PENULISAN JASTRA SPAM KABUPATEN/KOTA

Logo Pemerintah Daerah

KEBIJAKAN DAN STRATEGI KABUPATEN/KOTA XX DALAM PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN

AIR MINUM

(diisi dengan nama kabupaten/kota yang bersangkutan)

TAHUN 20XX – 20XX

(diisi untuk kurun waktu/periode 5 tahun)

(35)

DAFTAR ISI

Halaman DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. MAKSUD DAN TUJUAN C. LANDASAN HUKUM D. KETENTUAN UMUM BAB II KONDISI DAN MASALAH

A. KONDISI PENYELENGGARAAN SPAM

B. ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN SPAM BAB III VISI DAN MISI PEMBANGUNAN SPAM

BAB IV SASARAN PEMBANGUNAN SPAM BAB V ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB VI RENCANA TINDAK

BAB VIII KERANGKA PENDANAAN BAB VIII KERANGKA KELEMBAGAAN BAB IX KERANGKA REGULASI BAB X PENUTUP

(36)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1 Pencapaian Akses Air Minum di Kabupaten/Kota XX Tahun

202X – 202X

Tabel 2 Pencapaian Air Minum per Penyelenggara SPAM Tahun 202X – 202X Tabel 3 Kondisi Pendanaan Air Minum XX Tahun 202X – 202X

Tabel 4 Sasaran Pembangunan SPAM Tahun 202X-202X

Tabel 5 Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan SPAM 202X-202X Tabel 6 Rencana Tindak Pembangunan SPAM 202X - 202X

Tabel 7 Kerangka Pendanaan Pembangunan SPAM 202X - 202X

Tabel 8 Kerangka Kelembagaan Pembangunan SPAM Tahun 202X - 202X Tabel 9 Peningkatan Peran Pokmas dan BUM Desa dalam Penyelenggaraan

SPAM

Tabel 10 Peningkatan Peran BUMD dalam Penyelenggaraan SPAM Tahun 202X -202X

Tabel 11 Kerangka Regulasi Penyelenggaraan SPAM Tahun 202X – 202X

(37)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Untuk menyusun latar belakang, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menyatakan bahwa pemda kabupaten/kota harus menyusun Jakstra SPAM.

2. Pentingnya kebijakan strategi SPAM dalam penyelenggaraan SPAM di kabupaten/kota untuk mempercepat peningkatan akses air minum di kabupaten/kota yang bersangkutan dan mencapai sasaran pembangunan air minum nasional.

3. Proses menyusun kebijakan dan strategi SPAM, termasuk tahapan dan keterlibatan pemangku kepentingan. (uraikan dengan singkat)

4. Isi Jakstra SPAM. (uraikan dengan singkat)

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Untuk menyusun maksud dan tujuan, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Maksud

Menjelaskan maksud disusunnya Jakstra ini, antara lain, sebagai pedoman bagi penyelenggaraan SPAM di kabupaten/kota.

2. Tujuan

Menjelaskan hal-hal yang ingin ditingkatkan dan/atau dicapai dengan adanya Jakstra SPAM ini (misalnya, peningkatan partisipasi pemangku kepentingan, keterpaduan dalam penyelenggaraan SPAM, dan peningkatan kapasitas penyelenggaraan SPAM.)

(38)

C. LANDASAN HUKUM

Untuk menyusun landasan hukum, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Peraturan perundang-undangan dan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) yang digunakan sebagai dasar dan referensi hukum dalam Jakstra SPAM. (undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri)

2. Peraturan perundang-undangan di daerah yang digunakan sebagai dasar dan referensi hukum dalam Jakstra SPAM. (peraturan daerah kabupaten/kota (perda), peraturan bupati/walikota, dan keputusan bupati/walikota).

D. KETENTUAN UMUM

Untuk menyusun ketentuan umum, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Batasan pengertian atau definisi dan/atau singkatan/akronim yang digunakan dalam Jakstra SPAM.

2. Batasan pengertian atau definisi dan/atau singkatan/akronim yang sudah terdapat dalam peraturan perundang-undangan. Apabila sudah ada, pengertian atau definisi tersebut harus digunakan.

(39)

BAB II

KONDISI DAN MASALAH

A KONDISI PENYELENGGARAAN SPAM

Untuk menyusun kondisi penyelenggaraan SPAM, ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan.

1. Jumlah pencapaian akses air minum di kabupaten/kota selama kurun waktu 5 tahun terakhir, yang diperinci sebagai berikut.

a) Jumlah akses air minum layak

b) Jumlah akses air minum jaringan perpipaan

c) Jumlah akses air minum bukan jaringan perpipaan d) Jumlah pencapaian akses air minum aman

Hasil identifikasi dimasukkan ke dalam Tabel 1 dan selanjutnya diberikan penjelasan secara umum tentang masalah yang dihadapi selama 5 tahun terakhir.

Tabel 1. Pencapaian Akses Air Minum di Kabupaten/ Kota XX Tahun 202X-202X

No. Capaian

Pembangunan SPAM Satuan Tahun

202X 202X 202X 202X 202X 1 Akses air minum

layak %

2 Akses air minum jaringan perpipaan % 3 Akses air minum

bukan jaringan

perpipaan %

4 Akses air minum aman %

2. Jumlah pencapaian akses air minum per penyelenggara SPAM, yang diperinci sebagai berikut.

a) Jumlah kontribusi akses air minum jaringan perpipaan pada penyelenggara SPAM

b) Jumlah kontribusi akses air minum bukan jaringan perpipaan pada penyelenggara SPAM

c) Jumlah pencapaian akses air minum aman pada penyelenggara SPAM

Gambar

Gambar I-1. Bagan Alur Keterkaitan Jakstra SPAM dengan Dokumen  Perencanaan Lainnya
Tabel Data  Jumlah  Parameter  Diluar Tabel
Gambar I-2. Bagan Alur Tahapan Penyusun Jakstra SPAM  Kabupaten/Kota
Tabel I-7. Format Penelaahan Dokumen Perencanaan dan Dokumen yang  Relevan Lainnya
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air minum yang menentukan jumlah produksi air minum atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau

Selain itu, penyedia air minum harus memperhatikan beberapa hal, yaitu (i) desain penyediaan air minum harus tetap mempertahankan sasaran meningkatkan taraf

Sistem penyediaan air minum meliputi besarnya komponen pokok antara lain: Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air minum yang mana pada unit

Sistem penyediaan air minum perpipaan yang melayani kebutuhan air minum masyarakat kota Denpasar sudah sejak tahun 1932, yaitu sistem penyediaan air minum

Untuk mewujudkan misi pengelolaan air minum tersebut, Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum menegaskan bahwa

Air Minum Intan Banjar Perseroda Wilayah Pelayanan Gambut Mengoptimalkan penyediaan air minum dilakukan dalam kondisi existing maupun kondisi pada saat dilakukan pengembangan

Jurnal ini membahas tentang perencanaan sistem penyediaan air bersih di Desa Rantau Embacang, Kabupaten

Dokumen ini berisi analisis kebersihan pengelolaan air minum dan penempatan air minum di PT. XYZ Jawa