Perkembangan teknologi dan sistem komunikasi dewasa ini yang lebih dikenal sebagai media sosial yang sesungguhnya merupakan suatu potensi yang dapat digunakan untuk kepentingan dakwah Islam . Di satu sisi media dapat mempermudah dalam menyampaikan pesan atau informasi. Dan dilain pihak,kehadiran media memberi dampak yang lebih besar bagi kehidupan masyarakat dalam skala yang lebih luas.
Agar pesan-pesan dakwah mudah sampai dan sekaligus mudah diterima maka harus menggunakan berbagai macam media dakwah (washilah) yang dapat digunakan,baik media visual maupun audio visual.
Salah satu media massa modern yang digunakan saat ini yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah internet dengan fasilitas didalamnya, seperti: Website, blog, mailing-list, chatting ataupun jejaring sosial seperti
57Edy Sul Dasir (45 tahun), kepala Desa Ponre Waru, wawancara pada tanggal 7 maret 2019
Facebook, Twitter, E-mail, Whatsapp, Messengger, BBM, Instagram, line, YouTube dan lain sebagainya.
1. Peran Media sosial dalam aktivitas dakwah remaja
Sosial media telah digunakan oleh jutaan bahkan miliaran masyarakat dunia. Jumlah yang banyak itu tentunya dapat saja meningkat keberadaanya nyaris tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia ini adalah potensi luar biasa jika dikelolah untuk keberhasilan dakwah.
Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat tidak hanya orang dewasa melainkan juga para remaja, seperti yang di lakukan oleh beberapa remaja yang ada di Desa Ponre Waru.
Berkenaan dengan hal diatas berikut hasil wawancara dengan beberapa remaja serta seorang pembina IPMM di desa Ponre Waru.
Muhammad Dzauki Syarif selaku ketua IPMM MA Darul Arqom Ponre Waru mengatakan bahwah:
‟‟Dengan memanfaatkan media sosial kita bisa melakukan dakwah dengan mudah digunakan dan cepat‟‟. 58
Media sosial tentu sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat seakan waktu mereka dihabiskan dengan gadget tidak hanya di kota melainkan juga di desa-desa tak terkecuali desa Ponre Waru yang berada di wilayah Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka banyaknya pengguna internet merupakan salah satu pendukung dari adanya dalam media sosial .Beberapa remaja memanfaatkan media sosial sebagai jalur dakwah yang
58Muhammad Dzauki syarif (16 tahun), ketua IPMM Darul Arqom Ponre Waru, wawancara pada tanggal 19 Februari 2019
49
efektif dikarenakan masyarakat media sosial telah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari. Hal tersebutlah yang menjadi potensi besar untuk mengembangkan dakwah melalui media sosial.
Seperti yang dikatakan oleh Wahyul mukrimah siswi MA Darul Arqom Ponre Waru :
„‟ Hampir seluruh lapisan masyarakat memiliki akun media sosial baik tua maupun muda dengan melihat hal ini tentu ada peluang dakwah yang besar oleh karena itu saya dan teman-teman memanfatkan media sosial ini sebagai washilah dalam menebar kebaikan (berdakwah) karena mudah diakses oleh siapapun dan dimanapun‟‟.59
Ustadz Azmi Hibatullah Gymnastiar S.H selaku pembina IPMM di Desa Ponre Waru mengatakan bahwah :
„‟Para remaja bisa memanfaatkan smartphone yang ada untuk belajar tentang agama tanpa adanya perantara seorang guru atau ustadz/ustadzah dengan belajar secara otodidak seperti mendownload aplikasi alqur‟an untuk belajar membaca atau mendengarkan ceramah-ceramah yang berhubungan dengan hukum-hukum keagamaan di YouTube‟‟.60
Bagi beberapa orang remaja yang ada di Desa Ponre Waru Media sosial tidak hanya digunakan sebagai media dakwah bagi mereka tetapi juga sarana untuk belajar bagi dan lebih memperdalam ilmu keagamaan mereka. Dengan adanya fasilitas media sosial mereka bisa mencari apa yang mereka butuhkan.
Fatmawati siswi MA Darul Arqam Ponre Waru mengatakan bahwa:
59Wahyul Mukrimah (18 tahun), siswi MA Darul Arqam Ponre Waru, wawancara pada tanggal 19 Februaru 2019
60Ustadz Azmi Hibatullah Gymnastiar (22 tahun), Pembina IPMM di desa Ponre Waru, wawancara pada tanggal 18 Februari 2019
‟‟Kami tidak hanya memanfaatkan media sosial sebagai media dakwah tetapi juga tempat untuk belajar lebih banyak tentang ilmu agama sebab di internet kita bisa mencari apa saja yang kita butuhkan‟‟.61
Berdakwah melalui media sosial merupakan inisiatif yang berkesan memberi pengaruh positif. Pengaruh positif ini dapat dilihat dari beberapa masyarakat yang hijrah karena melihat potongan-potongan ceramah pendek di YouTube atau Instagram mereka mendapat penerangan terkait apa-apa yang belum mereka ketahui.
Seperti yang dikatakan Wahyuningsi siswi MA Daru Arqam mengatakan bahwa :
„‟Dulu saya malas beribadah akan tetapi tidak sengaja saya melihat video di Instagram melalui video itu saya mendapat pencerahan hinggah saat itu saya rajin menonton kajian-kajian seputar Islam di YouTube maupun di Instagram. Tidak hanya itu, sekarang saya mulai aktif membagikan artikel-artikel maupun video dakwah melalui media sosial bermanfaat bagi orang lain‟‟.62 Hal Yang serupa juga diungkapkan oleh Nurul Mufliha salah satu remaja di Desa Ponre Waru ia mengatakan bahwa:
„‟ sosial sangat memudahkan kita dalam menebar kebaikan sebab saya sendiri banyak belajar tentang seputar agama Islam melaui media sosial dengan melihat ceramah-ceramah di YouTube, Instagram, WhatsApp, dan lain-lain‟‟.63
61Fatmawati (17 tahun), siswi MA Darul Arqam Ponre Waru, wawancara pada tanggal 19 Februari 2019
62Wahyuningsi(18 tahun), siswi MA Darul Arqam ponre Waru, wawancara pada tanggal 19 Februari 2019
63Nurul muchlisa (18 tahun), remaja di Desa Ponre Waru, wawancara pada tanggal 21 Februari 2019
51
Dari hasil wawancara diatas diketahui bahwa remaja di Desa Ponre Waru ada beberapa remaja yang memanfaatkan media sosial sebagai media dakwah dan belajar mereka.
2. Bentuk media sosial yang efektif digunakan dalam berdakwah Seiring dengan perkembangan zaman, kini metode berdakwah tidak lagi hanya dalam diskusi atau forum tertentu saja. Tetapi, dakwah juga dilakukan dengan cara yang lebih modern dalam artian tidak hanya melalui melalui percakapan atau forum diskusi melainkan memanfaatkan teknologi media seperti jejaring sosial. Diantara bentuk media sosial yang sering digunakan adalah Facebook, Instagram, dan YouTube.
Muhammad Dzauki Syarif ketua IPMM di Desa Ponre waru mengatakan bahwa:
„‟Penggunaan media sosial sebagai media dakwah sangatlah membantu dikarenakan banyak masyarakat awam yang begitu aktif di dunia maya apalagi di facebook hampir semua masyarakat memiliki akun facebook oleh karenanya saya memanfaatkan peluang dakwah ini dengan sebaik-baiknya seperti menshare potongan-potongan ceramah pendek, artikel-artikel islami, poster- poster dakwah dan lain-lain‟‟. 64
Media sosial menjadi sarana yang cukup efektif dalam menyampaikan segala macam informasi khususnya pesan dakwah. Yang perlu ditekankan pada hal ini adalah bagaimana cara menyajikan esensis teks wahyu dengan bahasa yag mudah dimengerti dan menyentuh hati pembacanya. Oleh karena itu, berbicara baik dan benar perlu diterapkan di media sosial selain diterapkan di dunia nyata. Selain itu, orang lain
64Muhammad Dzauki syarif (16 tahun), ketua IPMM di Desa Ponre Waru, wawancara pada tanggal 19 Februari 2019
biasa menilai kita dari apa yang kita tulis sebab sesuatu yang disebarkan atau dibagikan di akun media sosial akan dilihat oleh orang banyak.
Bentuk media sosial yang didapatkan dilapangan penelitian yang paling banyak digunakan di kalangan masyarakat khususnya remaja adalah facebook melihat hal itu beberapa penggiat dakwah menggunakan facebook sebagai media dakwah mereka karena dirasa sangat efektif.
Muhammad Hidayat selaku wakil ketua IPMM di Desa Ponre Waru juga menambahkan bahwa:
„‟ Mengajak orang lain melakukan kebaikan melalui media sosial memang sudah seharusnya sebab ada orang yang jika diberi tahu secara langsung akan mudah tersinggung karena merasa di diskriminasi atau terkesan dipaksa walau kenyataanya tidak. Oleh karena itu dengan adanya media sosia tentu sangat memudahkan kita dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah seperti melalui akun facebook karena mudah diakses dan dilihat orang selain itu penggunya juga sangat banyak utamanya kalangan remaja. Melihat hal ini saya menggunakan akun facebook untuk mengajak dengan menulis pesan dakwah dikolom status kemudian membagikannya di facebook karena saya tahu teman-teman khusnya teman sekolah mereka semua memiliki akun facebook.65
Kemudian Nurul muchlisa juga menambahkan bahwa:
„‟Bentuk media sosial yang paling efektif untuk digunakan dalam melakukan aktifitas dakwah adalah facebook karena hampir semua lapisan masyarakat memiliki akun facebook baik tua maupun muda dan tak jarang ada orang yang memiliki akun facebook lebih dari satu. Selain itu facebook merupakan jarigan sosial terkemuka dan paling diminati masyarakat „‟.66
Wahyuningsi juga mengatakan bahwa:
65Muhammad Hidayat (18 tahun), wakil ketua IPMM di desa Ponre waru, wawancara pada tanggal 26 Februari 2019
66Nurul Muchlisa (18 tahun), remaja di desa Ponre Waru, wawancara pada tanggal 19 Februari 2019
53
„‟Facebook sangat mudah digunakan sebagai media untuk mendapatkan informasi karena didalamnya banyak fanfage yang berisi kajian-kajian seputar islam yang bisa di baca atau ada potongan video ceramah pendek dari beberapa ustadz yang di lihat dan di share. selain itu, facebook mempunyai beberapa kelebihan diantaranya,bisa digunakan chatting, mengirim pesan kesesama teman „‟.67
Dari beberapa wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa kebanyakan remaja menggunakan media sosial Facebook karena dianggap mudah serta paling banyak penngunanya karena itu penulis manrik kesimpulan bahwah media yang paling efektif digunakan untuk melakukan aktivitas dakwah adalah Facebook.
3. Manfaat media sosial sebagai media dakwah
Berdakwah tidak hanya dilakukan dengan membuat sebuah jama‟ah atau dalam even/kegiatan tertentu yang melibatkan orang banyak dalam satu waktu dan satu tempat untuk berdakwah melainkan bisa berekspresi dalam tulisan yang pada seruan dan ajakan pada Islam, membuat catatan kecil pada situs jejaring sosial seperti facebook, twitter dan yang lainnya.
Terkait dengan hal diatas peneliti menayakan mengenai manfaat media sosial sebagai media dakwah bagi mereka berikut hasil wawancara dengan beberapa orang remaja yang ada di desa Ponre Waru.
Muhammad Dzauki syarif mengatakan bahwa:
„‟Dengan adanya media sosial kita semakin mudah berinteraksi dengan orang banyak dan tidak membutuhkan biaya banyak
67Wahyuningsi (18 tahun), siswi Ma Darul Arqom Ponre waru, wawancara pada tanggal 26 Februari 2019
penyebaran informasi juga sangat cepat serta mudah digunakan tinggal kita yang memilih mau memanfaatkan media sosial sebagai apa karena media sosial tergantung dari siapa yang menggunakannya mau di manfaatkan ke arah yang positif atau sebaliknya‟‟.68
Selanjutnya wahyul mukrimah menambahkan bahwa:
„‟Media sosial hendaknya kita menggunakannya dengan sebaik- baiknya dengan memanfaatkan media sosial itu sebagai media untuk menyebarkan pesan-pesan islami karena itu hal ini tinggak kita kembalikan kepada diri kita apakah sudah benar kita bermedia sosial atau belum ,menyeruh kepada kebaikan atau belum,atau malah sebaliknya. Selain itu, hendaknya kita menggunakan media sosial dengan bijak sebab media sosial yang kita miliki adalah cerminan diri kita di masyarakat‟‟.69
Kemudian Fatmawaty juga menambahkan bahwasanya manfaat media sosial sebagai media dakwah adalah:
„‟Media sosial bisa menjangkau berbagai kalangan dan bisa diakses dimana saja dan kapan saja tanpa menguras tenaga dan kantong . Selain itu media sosial juga memudahkan penggunanya dalam mencari berbagai macam informasi yang mereka butuhkan, oleh karenanya sudah sepantasnya untuk kita memanfaatkan media media sosial ini dengan sebaik-baiknya‟‟. 70
Dari beberapa hasil wawancara diatas dengan beberapa remaja yang ada di Desa Ponre Waru maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya dengan adanya media sosial dan segala fasilitasnya sangat membantu masyarakat khususnya para remaja untuk memperoleh pengetahuan, informasi, berita terkini, artikel-artikel baik secara umum maupun yang bersifat Islami. Dengan adanya media sosial kita bisa memanfaatkannya
68Muhammad Dzauki syarif (16 tahun), ketua IPMM DI Desa Ponre Waru, wawancara pada tanggal 19 Februari 2019
69Wahyul mukrimah (18 tahun), siswi Ma Darul Arqam Ponre Waru, wawancara pada tanggal 19 Februari
70 Fatmawaty (17 tahun), siswi Ma Darul Arqam Ponre Waru, wawancara pada tanggal 19 Februari 2019
55
sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan (Berdakwah) sebab melihat masyrakat yang begitu aktif menggunakan media sosial ini seakan kebutuhan masyarakat akan informasi di internet dari bangun tidur hingga tidur lagi. Tentu menjadi peluang dakwah karena sangat mudah diakses siapapun dan dimanapun, tidak peduli seberapa jauh jarak mereka dan tidak peduli siang atau malam.
Berdasarkan hasil wawancara dengan enam orang remaja serta salah satu pembina di Desa Ponre Waru maka penulis dapat menyimpulkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi internet yang semakin maju bukan hanya ada di kota-kota melainkan telah sampai ke desa hal ini tentu sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat ada banyak macam jejaring sosial yang bisa mereka unduh melalui play store memungkinkan mereka untuk mencari apa-apa yang dibutuhkan tanpa mengeluarkan banyak biaya serta tenaga.
Perkembangan dunia komunikasi tentu tidak dapat dipisahkan dari fasilitas yang namanya internet, dan internet tidak dapat dipisahkan dengan yang namanya jejaring sosial seperti facebook, Instagram, WhatsApp, dan jejaring sosial lainnya. Berbagai macam fasilitas tersebut merupakan suatu alternatif yang efektif dalam upaya untuk menghubungkan individu yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu, jejaring sosial tersebut sangat tepat sekali sebagai sarana dalam membangun dakwah islam. Dari beberapa jejaring sosial yang ada peneliti menemukan yang paling banyak diminati masyarakat adalah jejaring
sosial facebook tak terkecuali di Desa Ponre Waru hal itu diketahui berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan. Selain memiliki jumlah pengguna yang paling banyak facebook juga memiliki kelebihan dalam menyampaikan pesan dakwah yang bisa diakses dengan mudah kapan dan dimana saja selama kita tersambung dengan jaringan internet.
Oleh karenanya melihat hal itu beberpa remaja di desa Ponre Waru memanfaatkan media sosial untuk menebar kebaikan (berdakwah) melalui jejaring sosial facebook dengan mengajak teman-teman mereka melalui tulisan-tulisan yang berisi pesan islami,video potongan-potongan ceramah singkat yang di share dari halaman beberapa ustadz, seperti ustadz Adi Hidayat, ustadz Abdul shomad, ustadz Felix dan masih yang lainnya merek bagikan di halaman faceebooknya sehingga tanpa sengaja dibaca dan dilihat oleh orang lain.
57 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN
Pada dasarnya kegiatan dakwah tidak harus selamanya berada disebuah majelis ta‟lim yang berisi ceramah-ceramah tentang pahala dan dosa dengan cara penyampaian yang monoton. Seiring dengan perkembangan zaman dan berkembangnya teknologi, lahirlah berbagai media yang dapat di kembangkan sebagai sarana dakwah. Salah satunya adalah facebook, media yang dipandang efektif digunakan untuk menyampaikan pesan dakwah, khususnya dikalangan remaja.
Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa remaja yang ada di Desa Ponre Waru ini diketahui bahwah ada beberapa remaja yang mendapat pencerahan dengan tidak sengaja melihat konten-konten islami di media sosial. Karena itu dakwah melalui media sosial diniliai cukup mudah dan tidak terkesan diskriminatif mengapa demikian, sebab mereka bisa dengan senang hati memilih tanpa perlu ada paksaan walau memang tidak.