Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media sosial terhadap aktivitas dakwah remaja, bentuk media sosial apa yang efektif digunakan dalam dakwah dan manfaat media sosial sebagai media dakwah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa beberapa remaja dalam melakukan aktivitas dakwahnya menggunakan media sosial sebagai sarana yang dapat memudahkan mereka dalam menyampaikan dakwahnya. Hal ini tidak hanya bergantung pada media arus utama seperti televisi, surat kabar, dan radio, tetapi juga media sosial.
Rumusan Masalah
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dan mengakar di tengah masyarakat tidak hanya di perkotaan namun juga di pedesaan, maka penulis bermaksud untuk menulis penelitian yang berjudul “Dakwah Media Sosial untuk Remaja di Desa Ponre Waru Wolo Kecamatan, Kabupaten Kolaka”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dakwah Media Sosial Bagi Remaja di Desa Ponre Waru
Pengertian Dakwah
Dakwah Islam mendefinisikan konsep dakwah dari dua aspek, yaitu pengertian dakwah yaitu pembinaan dan pengembangan. Pengertian dakwah yang bersifat perkembangan adalah upaya membela syariat agar manusia dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, sedangkan pengertian dakwah yang bersifat perkembangan adalah upaya. mengajak orang-orang yang belum beriman kepada Allah untuk mentaati syariat Islam, kemudian (memeluk agama Islam) agar kalian hidup bahagia dan sejahtera dunia dan akhirat.19.
Pengertian Sosial Media
Blog, jejaring sosial, dan wiki adalah bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia. Jaringan media sosial utama termasuk Facebook, Myspace, Whatsapp, BBM, Youtube, Line, Instagram dan Twitter. Media sosial mengajak partisipasi dengan memberikan masukan dan tanggapan secara terbuka, memberikan komentar, dan berbagi informasi secara cepat dan tanpa batas.
Seiring dengan semakin majunya teknologi dan telepon seluler, media sosial juga semakin berkembang pesat sehingga masyarakat dapat dengan cepat mengakses media sosial, hal ini menyebabkan fenomena besar dalam arus informasi, tidak hanya itu mulai bermunculan atau menggantikan peran media massa konvensional. tersebar di berita. Tentunya segala informasi yang dibagikan di media sosial akan langsung dan mudah diakses oleh siapapun dan dimanapun. A. Diantara berbagai media sosial yang aktif saat ini, terdapat beberapa media sosial yang memiliki jumlah pengguna aktif yang cukup banyak dan biasa digunakan untuk berbagi banyak berita.
Microblogging merupakan salah satu bentuk media sosial yang memudahkan peserta komunikasi (pengguna) dalam menyampaikan gagasan secara tertulis dan menyebarkan aktivitasnya. YouTube merupakan sebuah website yang dapat menyajikan pesan-pesan audiovisual yang dapat diunduh oleh banyak orang.
Pengertian Remaja
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berupaya mendeskripsikan suatu fenomena sosial, menghasilkan data deskriptif, gambaran sistematis dan faktual. Dalam penelitian ini kita mempelajari permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat dan juga tata cara yang digunakan dalam masyarakat dan dalam situasi tertentu.34. Penelitian deskriptif adalah jenis metode yang menggambarkan suatu objek dan subjek yang diteliti tanpa rekayasa apapun.
Penelitian kualitatif adalah pengumpulan data dalam lingkungan ilmiah, menggunakan metode alami dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang secara alami tertarik pada hal tersebut. Penelitian kualitatif juga digunakan sebagai penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami subjek dan menyediakan data deskriptif berupa perkataan orang-orang secara tertulis atau lisan dan perilaku yang diamati.36. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian sistematis yang digunakan untuk mempelajari atau menyelidiki suatu objek dalam lingkungan alam tanpa adanya manipulasi di dalamnya dan melibatkan pengujian hipotesis. Dengan metode alami, hasil penelitian yang diharapkan tidaklah sama. generalisasi berdasarkan ukuran kualitas, tetapi makna (aspek kualitas) dari fenomena yang diamati 37.
35Dr.J.R.Raco,ME.,M.Sc, Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Ciri-ciri dan Keunggulannya (Jakarta: PT Gramedia Widia Saran Indonesia, 2010) hal 7. 37Andi Prawosto, Metode Penelitian Kualitatif (In Design Research of Research). III; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2016) hlm.22-23.
Lokasi dan Objek Penelitian 1. Lokasi
Fokus dan Deskripsi Fokus Penelitian
Penelitian ini diberi judul ‘dakwah media sosial bagi remaja di desa Ponre Waru’, penelitian ini berfokus pada kegiatan dakwah yang dilakukan remaja melalui media sosial. Dalam penelitian ini peneliti akan fokus pada dakwah generasi muda di media sosial agar dapat diketahui, dijelaskan dan dapat diketahui wujudnya.
Sumber Data
Dalam penelitian kualitatif, sumber datanya adalah data primer dan data sekunder. Yang dijadikan data adalah segala informasi yang diperoleh baik dari observasi yang dilakukan langsung oleh peneliti di lapangan maupun dari hasil wawancara peneliti dengan berbagai sumber terpilih di desa Ponre Waru. Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh langsung dari sumber aslinya berupa wawancara dengan beberapa remaja di desa Ponre Waru yang dijadikan informan. Sumber data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau tidak langsung berupa buku, catatan, bukti-bukti atau arsip-arsip yang sudah ada, baik yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan secara umum, yang berkaitan dengan penelitian ini dan data-data yang terkandung di dalamnya. remaja dan staf atau guru di desa Ponre Waru.
Instrumen Penelitian
Pertanyaan mengenai fokus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan bahkan hasil yang diharapkan tidak semuanya dapat ditentukan terlebih dahulu dengan pasti dan jelas. “Semuanya masih perlu dikembangkan selama penelitian masih berjalan dalam keadaan ketidakpastian dan kejelasan, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti sendirilah satu-satunya alat yang dapat mencapai hal tersebut.” Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa, dalam penelitian kualitatif awal yang permasalahannya belum jelas dan pasti, maka peneliti sendirilah yang menjadi instrumennya.40.
Teknik Pengumpulan Data
Observasi
Dalam observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan keterampilan observasinya dalam mengamati objek. Oleh karena itu, dengan menggunakan teknik observasi ini, peneliti terjun langsung ke lapangan untuk melakukan survei dakwah media sosial bagi remaja di desa Ponre Waru.
Wawancara
Observasi partisipatif adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian melalui observasi dan pengamatan dimana pengamat atau peneliti benar-benar terlibat dalam kehidupan responden sehari-hari. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi, sehingga peneliti harus mengajukan pertanyaan kepada partisipan. Pertanyaan sangat penting untuk menangkap persepsi, pemikiran, pendapat, perasaan masyarakat terhadap suatu gejala, peristiwa, fakta dan kenyataan.44.
Wawancara ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui secara pasti mengenai informasi yang akan diperoleh. Melalui teknik wawancara ini, peneliti melakukan dialog yang mendalam, yaitu dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada responden, untuk memperoleh informasi langsung terkait dengan hal tersebut.
Analisis Data
Reduksi data
Penyajian Data
Menarik Kesimpulan
Desa Tolowe Ponre Waru sebenarnya masuk wilayah Kolaka dan masuk wilayah Kabupaten Kolaka. Masyarakat di desa Tolowe Ponre Waru sebagian besar merupakan warga muhammadiyah yang berasal dari Sulawesi Selatan yang dibawa oleh tokoh Pahruddin Paseng atau lebih dikenal dengan nama P. Tanah yang ada di desa Tolowe Ponre Waru dapat dijadikan sebagai lokasi perkebunan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. masyarakat lokal, seperti perkebunan rambutan, durian, kelapa, dan sawah.
Desa Tolowe Ponre Waru merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Jarak tempuh dari ibu kota Kabupaten menuju desa Tolowe Ponre Waru memakan waktu 90 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.52. Untuk lebih jelasnya mengenai wilayah Desa Tolowe Ponre Waru berdasarkan desa dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Mengenai keadaan penduduk, menurut data periode tahun 2017/2018, jumlah penduduk Desa Tolowe Ponre Waru sebanyak 2644 jiwa. Dari total penduduk desa Tolowe Ponre Waru, umumnya suku Bugis merantau dari daerah Sulawesi Selatan. Dari tabel tersebut terlihat bahwa seluruh warga desa Tolowe Ponre Waru berasal dari lima dusun yang ada.
Pendidikan sosial di desa Tolowe Ponre Waru bersifat heterogen, ada yang lulusan perguruan tinggi, lulusan SMA/S2, lulusan SMP/MTS, lulusan SD/MI.
Keadaan Sosial Budaya
Keseluruhan sistem sosial masyarakat Desa Tolowe Ponre Waru dibangun berdasarkan pola yang mempunyai status yang jelas dalam masyarakat, sehingga mudah untuk mengetahui sistem sosial masyarakat Desa Tolowe Ponre Waru. Ada beberapa suku yang tinggal di Desa Tolowe Ponre Waru, namun suku Bugis mendominasi sehingga sistem kekerabatan yang digunakan tidak jauh berbeda dengan suku Bugis lain yang tersebar di seluruh Indonesia.57.
Dakwah Media Sosial Bagi Remaja
Bagi sebagian remaja di Desa Ponre Waru, media sosial tidak hanya digunakan sebagai media dakwah mereka tetapi juga sebagai sarana untuk mempelajari dan memperdalam ilmu agama mereka. Dari hasil wawancara diatas diketahui bahwa terdapat beberapa remaja di desa Ponre Waru yang menggunakan media sosial sebagai media dalam berdakwah dan mengajar. Media sosial merupakan alat yang sangat efektif untuk menyampaikan segala macam informasi, terutama pesan undangan.
Oleh karena itu, berbicara yang baik dan benar sebaiknya dipraktikkan di media sosial selain dipraktikkan di dunia nyata. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, peneliti menanyakan manfaat media sosial sebagai media dakwah bagi mereka, berikut hasil wawancara dengan beberapa remaja di desa Ponre Waru. Dengan media sosial kita lebih mudah berkomunikasi dengan banyak orang dan tidak mengeluarkan banyak biaya.
Dari hasil wawancara di atas dengan beberapa remaja di Desa Ponre Waru dapat disimpulkan bahwa keberadaan media sosial dan segala fasilitasnya sangat membantu masyarakat khususnya remaja dalam memperoleh ilmu pengetahuan, informasi, berita dan artikel terkini baik secara umum. dan bawaan Islam. Berdasarkan hasil penelitian beberapa remaja di desa Ponre Waru diketahui ada beberapa remaja yang mendapatkan pencerahan karena tidak sengaja melihat konten Islami di media sosial.
SARAN
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, bermunculan berbagai media yang dapat dikembangkan sebagai sarana dakwah. Salah satunya adalah Facebook, media yang dinilai efektif dalam menyampaikan pesan dakwah khususnya di kalangan remaja. Karena itu, pemberitaan di media sosial dinilai cukup mudah dan tidak terkesan diskriminatif karena mereka bisa dengan senang hati memilih tanpa ada paksaan meski tidak memilih.
Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Ciri dan Keunggulan (cet, I; Jakarta: PT Gramedia Widia Saran Utama) Rahman A, Zainuddin, 2006.