PENGARUH STRESS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.
WITEL JATIM SELATAN MALANG
Rhenno Ledhuardo
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 165 Malang
[email protected] Dosen Pembimbing:
Risca Fitri Ayuni, SE., MM, MBA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari stress kerja yang terdiri dari variabel extra organizational stressors, organizational stressors, group stressors, dan individual stressors secara simultan maupun parsial, serta untuk mengetahui variabel yang dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT.
Telekomunikasi Indonesia, Tbk Witel Jatim Selatan Malang.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research (penjelasan) atau dikenal juga sebagai pengujian hipotesis untuk mengetahui tinggi rendahnya stress kerja dengan variabel bebas extra organizational stressors (X1), organizational stressors (X2), group stressors (X3), dan individual stressors (X4) terhadap variabel terikat (Y) yaitu kinerja karyawan di PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Witel Jatim Selatan Malang,. Sampel penelitian adalah sebanyak 114 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah probability simple random sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa extra organizational stressors (X1), organizational stressors (X2), group stressors (X3), dan individual stressors (X4) berpnegaruh simultan terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan (Y) dengan nilai. Secara parsial Extra organizational stressors signifikansi mempengaruhi kinerja karyawan. Secara parsial organizational stressors signifikan mempengaruhi kinerja karyawan. Secara parsial group stressors signifikan mempengaruhi kinerja karyawan. Secara parsial individual stressors signifikan mempengaruhi kinerja karyawan. Nilai Adj. R2 memperoleh hasil sebesar 0,637 yang artinya variabel Extra organizational stressors (X1), Organizational stressors (X2), Group stressors (X3), dan Individual stressors (X4) mampu mempengaruhi kinerja karyawan (Y) sebesar 63,7% dan sisanya sebesar 36,3%
dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini
Kata kunci: Stress Kerja, Extra Organizational Stressors, Organizational Stressors, Group Stressors, Dan Individual Stressors, Kinerja Karyawan.
THE INFLUENCE OF STRESS WORK AGAINST EMPLOYEE PERFORMANCE ON PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK
WITEL JATIM SELATAN MALANG Rhenno Ledhuardo
Faculty of Economics and Business, Brawijaya University Jl. MT. Haryono 165 Malang
ABSTRACT
This study attempts to analyze the effects of stress work consisting of a variable extra organizational stressors, organizational stressors, group stressors, and individual stressors simultaneously and partial, and to know the dominant variable of its effect on employee performance PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Witel Jatim Selatan Malang.
The kind of research used in this research is explanatory research (explanation) or also known as the testing of hypothesis to know high stress the low labor with variable free extra organizational stressors (X1), organizational stressors (X2), group stressors (X3),and individual stressors (X4) on variables bound employee performance (Y). In this research using samples 114 people. This study using probability random sampling.
The results of multiple regression analysis shows that stress working with individual variables extra organizational stressors (X1), organizational stressors (X2), group stressors (X3), dan individual stressors (X4) simultaneously had an influence on the performance of an employee (Y). In partial obtained the results of extra organizational for variables stressor (X1) significant to employee performance (Y), organizational for variables stressor (X2) significant to employee performance (Y), group for variables stressor (X3) significant to employee performance (Y), extra organizational for variables stressor (X4) significant to employee performance (Y). And Then, seen from the value of adjusted R square showing how major between variables as much as 0,637 which means there is the influence of Extra organizational stressors (X1), Organizational stressors (X2), Group stressors (X3), dan Individual stressors (X4) of an an employee (Y) as much as 63,7% while the rest 36,3% described by variables were undetected in this research .
Keyword: Work Stress, Extra Organizational Stressors, Organizational Stressors, Group Stressors, Dan Individual Stressors, Performance
PENDAHULUAN
Menghadapi stres adalah kenyataan hidup yang harus dihadapi semua orang setiap hari.
Memahami stres sangat susah, stres tidak hanya kecemasan, gangguan saraf, atau sesuatu yang merusak, buruk, atau harus dihindari (Luthans , 2010). Ini adalah sebuah mekanisme yang diciptakan tubuh dalam menanggapi tuntutan yang manusia hadapi.
Stres biasanya dikenal sebagai istilah negatif yang disebabkan oleh sesuatu yang buruk. Ada dua jenis stres yaitu distress dan eustress. Distress digunakan untuk stress berdampak buruk. Eustress digunakan untuk stres yang dapat memberi dampak positif.
Sebuah organisasi adalah pengaturan sosial dari kinerja yang dikendalikan tujuuntuk an kolektif (Buchanan, Huczynski, dalam Karim, 2007). Organisasi beroperasi melalui pembagian kerja dan alokasi fungsi yang didefinisikan sebagai hirarki wewenang dan tanggung jawab.
Namun, setiap organisasi dihadapkan dengan tekanan internal dan eksternal yang mungkin menyebabkan stres psikologis.
PT Telkomunikasi Indonesia, Tbk merupakan salah satu BUMN yang besar dan mempunyai berbagai macam target yang terbentuk karena visi dan misi organisasi yang sudah ditetapkan.
PT Telkomunikasi Indonesia, Tbk juga merupakan salah satu organisasi atau perusahaan yang terpapar langsung efek dari
keadaan ekonomi Indonesia yang tidak stabil, dan karena persaingan yang ketat di Industri Teknologi dan Informasi belakangan ini, akan mengakibatkan pembagian jam kerja yang tidak wajar, tugas kerja yang berlebih, kurangnya kontrol kerja, kerja yang monotone dan berulang, tingkat dukungan sosial yang rendah, pekerjaan yang berbahaya dan tidak adilnya organisasi (Nieuwenhuijsen et al., 2010).
Pada kondisi seperti ini jika tidak segera ditangani maka akan menjadi penyebab menurunnya kinerja. Bentuk penurunan kinerja pun bermcam – macam seperti hilang semangat kerja, tidak tercapainya target yang ditentukan perusahaan, mangkir saat jam kerja, kurang peduli pada pekerjaan, tingginya frekuensi merokok, hubungan yang kurang harmonis dengan atasan, kondisi seperti ini yang menjadi penghalang untuk mencapai tujuan perusahaan karena adanya penurunan kinerja.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: (1) Bagaimana pengaruh simultan variabel stres yang terdiri dari extra organizational stressors, organizational stressors, group stressors, dan individual stressors terhadap kinerja karyawan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Witel Jatim Selatan Malang?
(2)Bagaimana pengaruh parsial variabel stres yang terdiri dari extra organizational stressors, organizational stressors, group stressors, dan individual stressors
terhadap kinerja karyawan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Witel Jatim Selatan Malang? (3) Dari variabel diatas yang terdiri dari extra organizational stressors, organizational stressors, group stressors, dan individual stressors mana yang lebih dominan mempengaruhi kinerja karyawan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Witel Jatim Selatan Malang?
Tujuan dari penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah di atas dengan penjabaran sebagai berikut:
(1) Untuk mengetahui pengaruh variabel stres yang terdiri dari extra organizational stressors, organizational stressors, group stressors, dan individual stressors terhadap kinerja karyawan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Witel Jatim Selatan Malang secara simultan. (2) Untuk mengetahui pengaruh variabel stres yang terdiri dari extra organizational stressors, organizational stressors, group stressors, dan individual stressors terhadap kinerja karyawan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Witel Jatim Selatan Malang secara parsial (3) Untuk mengetahui pengaruh variabel stres yang paling dominan terhadap kinerja karyawan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Witel Jatim Selatan Malang.
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Hasibuan (2000) Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Menurut Robbins (2010) stress dapat diartikan sebagai suatu kondisi
yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.
Akibat banyak beban yang ditanggung oleh individu
mengakibatkan munculnya gejala stres yang dapat mempengaruhi efek respon tubuh untuk mengatasinya.
Menurut Selye dalam Le Fevre (2003) sementara dilihat dari efeknya stres oleh para psikolog dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Eustress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan, fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan tingkat performance yang tinggi.
2. Distress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat, negative, dan destruktif (bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi individu dan juga oragnisasi seperti penyakit
kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang
diasosiasikan dengan keadaan sakit, penurunan, dan
kematian.
Robbins (2010) telah
berdiskusi sumber stres (stressors) kerja dibawah empat area mayor : Organizational Stressors, Extra/ Non Organizational Stressors, Group Stressors, dan Individual/ Personal Stressors.
Robbins (2003) mengkaji ulang beberapa kasus stres pekerjaan dan menyimpulkan tiga gejala dari stres pada individu, yaitu: (1) Gejala Psikologis (2) Gejala Fisiologis (3) Gejala Perilaku.
Gregson (2002) mengemukakan lima jenis dampak stres, yang meliputi: (1) Dampak Subyektif;
Terdiri dari kecemasan, agresi, kebosanan, depresi, keletihan, frustasi, kehilangan kesabaran, rendah diri, gugup, merasa kesepian.
(2)Dampak Perilaku; Kecenderungan mendapat kecelakaan, alkoholik, penyalah gunaan obat-obatan, emosi yang tiba-tiba meledak, makan berlebihan, merokok berlebihan, perilaku yang mengikuti kata hati, tertawa, dan gugup. (3) Dampak Kognitif; Ketidakmampuan mengambil keputusan yang jelas, konsentrasi yang buruk, rentang yang pendek, sangat peka terhadap kritik.
(4) Dampak Psikologis;
Meningkatnya kadar gula meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, kekeringan di mulut, berkeringat, membesarnya pupil mata, dan tubuh terasa panas dingin.
(5) Dampak organisasi;
Kemangkiran, pergantian karyawan, rendahnya produktivitas, keterasingan dari rekan kerja, menurunnya kesetiaan terhadap organisasi.
Menurut Hasibuan (2012) pengertian kinerja adalah suatu hasil yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas – tugas yang dibebankan kepadanya.
Menurut Hasibuan (2012) suatu kinerja dapat diukur melalui beberapa hal yaitu: (1) Kecakapan karyawan dalam menyatukan dan
menyelaraskan bermacam – macam elemen yang semuanya terlibat di dalam penyusunan kebijaksanaan dan di dalam situasi manajemen (2) Kualitas dan kuantitas kerja : Merupakan hasil kerja terbaik kualitas maupun kuantitas yang dapat dihasilkan karyawan tersebut dari uraian pekerjaannya.
(3) Kedisplinan : Mencerminkan kepatuhan karyawan terhadap peraturan – peraturan yang ada dan melakukan pekerjaan sesuai dengan instruksi yang diberikan kepadanya
Menurut Kaswan dalam Lestari (2013) Faktor yang mempengaruhi kinerja adalah Karakteristik Orang, Input, Output, Konsekuensi, Umpan Balik.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory research (penjelasan) atau dikenal juga sebagai pengujian hipotesis.
Lokasi penelitian berada di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Witel Jatim Selatan Malang.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 160 orang karyawan tetap, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 114 orang.
Jumlah sampel tersebut didapatkan dari perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin.
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner dan data sekunder diperoleh dari catatan laporan perusahaan yang sudah mendapatkan ijin untuk digunakan dalam penelitian ini.
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Extra Organizational Factors (X1, Organizational Stressors (X2), Group Stressors (X3), Individual Stressors (X4) dan Kinerja Karyawan (Y).
Pengujian instrumen dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan bantuan SPSS 21.0 for windows.
Suatu intrumen dikatakan valid apabila dapat menunjukkan sejauh mana alat pengukur tersebut mampu mengukur apa yang diukur. Hal tersebut dapat dilihat perbandingan correlation pearson dengan level signifikansi yang sudah ditentukan, dalam penelitian ini menggunakan level signifikansi sebesar 5%.
Sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel yang digunakan dalam penelitian ini sudah reliabel, artinya suatu data dikatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama.
Sesuai dengan tujuan penelitian ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Metode ini digunakan untuk mengetahui variabel bebas yang dominan dan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih, yaitu dengan variabel bebas Extra Organizational Factors (X1, Organizational Stressors (X2), Group Stressors (X3), Individual Stressors (X4) edangkan variabel terikat adalah kinerja karyawan (Y). Rumus persamaan regresi linier berganda yang digunakan adalah sebagai berikut:
Y = b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4
Keterangan:
Y = Kinerja a = Konstanta
b = Koefisien Regresi X1 =ExtraOrganizational Stressors
X2 =Organizational Stressors X3 = Group Stressors
X4 = Individual Stressors
Uji hipotesis pertama secara simultan menggunakan uji F yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Uji hipotesis kedua secara parsial menggunakan uji t yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing- masing variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial.
HASIL PENELITIAN
Hasil uji validitas menunjukkan bahwa instrument yang digunakan dalam penelitian ini valid karena nilai rHitung lebih besar daripada rTabel (0,246) dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 1
Uji Validitas Instrumen
Sumber: Data Primer Diolah, 2016
Hasil uji reliabel menunjukkan bahwa instrument yang digunakan dalam penelitian ini reliabel karena memiliki nilai koefisien alpha lebih besar dari 0,600 dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 2
Uji Reliabilitas Instrumen
Untuk hasil uji analisis regresi linier berganda yang diperoleh dari data penelitian disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3
Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 0,223 X1 + 0,285 X2 + 0,251 X3 + 0,177 X4
Keterangan:
Y = Kinerja
X1 = Extra Organizational Stressor
X2 =Organizational Stressors X3 = Group Stressors
X4 = Individual Stressors
Hasil uji analisis regresi linier berganda diperoleh tabel uji F atau tabel uji hipotesis secara simultan sebagai berikut:
Tabel 4
Uji Hipotesis Model Regresi Secara Simultan
Berdasarkan Tabel 4 di atas pengujian hipotesis model regresi secara simultan menggunakan uji F.
menunjukkan bahwa nilai df1= 4 dan df2= 109 diperoleh nilai F tabel sebesar 2,455. Berdasarkan Tabel 4.14, pengujian hipotesis model regresi secara simultan atau secara serentak menggunakan uji F dapat dilihat Fhitung lebih besar daripada Ftabel (50,624 > 2,455) dan signifikansi sebesar 0,037 yang berarti lebih kecil dari alpha (α) = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Extraorganizational Stressors (X1), Organizational Stressors (X2), Group Stressors (X3), Individual Stressors (X4) terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
Hasil uji analisis regresi linier berganda diperoleh tabel uji t atau tabel uji hipotesis secara parsial sebagai berikut:
Tabel 5
Uji Hipotesis Model Regresi Secara Parsial
(a) Variabel Extraorganizational Stressors (X1)
Hasil pengujian hipotesis koefisien regresi variabel Extraorganizational Stressors (X1) dapat dituliskan Variabel X1 memiliki nilai koefisien regresi yang telah di standardized sebesar 0,223. Didapatkan nilai thitung
sebesar 2,110 dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,037. Nilai statistik uji thitung tersebut lebih besar daripada ttabel (2,110 > 1,982) dan nilai signifikansi lebih kecil daripada α = 0,05. Pengujian ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel Extraorganizational Stressors (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
(b) Variabel Organizational Stressors (X2)
Hasil pengujian hipotesis koefisien regresi variabel Organizational Stressors (X2) dapat dituliskan Variabel X2 memiliki nilai koefisien regresi yang telah di standardized sebesar 0,285. Didapatkan nilai thitung sebesar 2,071 dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,041. Nilai statistik uji thitung tersebut lebih besar daripada ttabel (2,071 > 1,982) dan nilai signifikansi lebih kecil daripada α = 0,05. Pengujian ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel Organizational Stressors (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
(c) Variabel Group Stressors (X3) Hasil pengujian hipotesis koefisien regresi variabel Group Stressors (X3) dapat dituliskan Variabel X3
memiliki nilai koefisien regresi yang telah di standardized sebesar 0,251.
Didapatkan nilai thitung sebesar 2,099 dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,038. Nilai statistik uji thitung tersebut lebih besar daripada ttabel
(2,099 > 1,982) dan nilai signifikansi lebih kecil daripada α = 0,05.
Pengujian ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel Group Stressors (X3) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
(d) Variabel Individual Stressors (X4)
Hasil pengujian hipotesis koefisien regresi variabel Individual Stressors (X4) dapat dituliskan Variabel X4
memiliki nilai koefisien regresi yang telah di standardized sebesar 0,177.
Didapatkan nilai thitung sebesar 2,783 dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,006. Nilai statistik uji thitung
tersebut lebih besar daripada ttabel
(2,783 > 1,982) dan nilai signifikansi lebih kecil daripada α = 0,05.
Pengujian ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel Individual Stressors (X4) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
Dari hasil uji F menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan secara simultan Berdasarkan pengujian hipotesis di atas dapat
disimpulkan bahwa
Extraorganizational Stressors, Organizational Stressors, Group Stressors, Individual Stressors berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Seperti penelitian Akhtar (2011) menjelaskan bahwa stressors yang terdiri dari extra organizational stressors, organizational stressors, group stressors, dan individual stressors dapat dijelaskan sebagai satu kesatuan yang dapat memicu timbulnya stres di lingkungan kerja,
hal ini yang menjadi dasar dalam penarikan hipotesis yang pertama.
Dari hasil uji t menunjukkan bahwa variabel X1 (extra organizational stressors) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) Menurut Robbins (2010) Extra Organizational Stressors Organisasi sangat terpengaruh oleh lingkungan eksternal. Keadaan lingkungan memiliki potensi mengancam sebagai penyebab stres.
Dari hasil uji t menunjukkan bahwa variabel X2 (organizational stressors) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) Menurut Robbins (2010) Organizational stressors adalah yang paling mempengaruhi didalam kehidupan organisasi dan mempunyai potensi besar untuk mengakibatkan stres kerja. Banyak faktor didalam organisasi yang dapat menyebabkan stres.
Dari hasil uji t menunjukkan bahwa variabel X3 (group stressors) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Menurut Robbins (2010) Group Stressors memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku
Dari hasil uji t menunjukkan bahwa variabel X4 (individual stressors) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) Menurut Robbins (2010) Ada beberapa faktor yang menjadi sumber dari stres pada administrasi di lingkungan kerja seperti karakter individual yang dibutuhkan untuk sebuah prestasi, perilaku dan kemampuan, kemampuan memahami tugas dan
kepribadian personal
(authoritarianism, introversion or
extroversion dan kepercayaan diri) dapat mengakibatkan stres.
Untuk hasil uji dominan, didapatkan bahwa dalam penelitian ini yang berpengaruh dominan terhadap variabel kinerja karyawan adalah variabel X2 (organizational stressors) dengan nilai koefisien beta sebesar 0,285.
KESIMPULAN
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel mana sajakah yang mempunyai pengaruh pada Kinerja Karyawan . Dalam penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah variabel Extraorganizational Stressors, Organizational Stressors, Group Stressors, dan Individual Stressors sedangkan variabel terikat yang digunakan adalah Kinerja Karyawan.
Berdasarkan pada
penghitungan analisis regresi linier berganda, dapat diketahui :
1. Pengaruh secara simultan (bersama-sama) tiap variabel bebas terhadap Kinerja Karyawan dilakukan dengan pengujian F-test. Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap Kinerja Karyawan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengujian terhadap hipotesis yang menyatakan bahwa adanya pengaruh secara bersama-sama (simultan) variabel bebas terhadap variabel Kinerja Karyawan dapat diterima.
2. Untuk mengetahui pengaruh secara individu (parsial) variabel bebas (Extraorganizational Stressors, Organizational Stressors, Group Stressors, dan
Individual Stressors) terhadap Kinerja Karyawan dilakukan dengan pengujian t-test.
Berdasarkan pada hasil uji didapatkan bahwa terdapat lima variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan yaitu Extraorganizational Stressors, Organizational Stressors, Group Stressors, dan Individual Stressors
3. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa variabel Organizational Stressors mempunyai nilai t hitung dan koefisien beta yang paling besar.
Sehingga variabel
Organizational Stressors mempunyai pengaruh yang paling kuat dibandingkan dengan variabel yang lainnya maka variabel Organizational Stressors mempunyai pengaruh yang dominan terhadap Kinerja Karyawan .
SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan maupun bagi pihak- pihak lain. Adapun saran yang diberikan, antara lain:
1. Diharapkan pihak perusahaan dapat mempertahankan serta meningkatkan pelayanan terhadap Organizational Stressors, karena variabel Organizational Stressors mempunyai pengaruh yang
dominan dalam
mempengaruhi Kinerja Karyawan, diantaranya dengan mengadakan program menuju hidup sehat,
menyediakan jasa
penanganan stres bagi
karyawan, memperhatikan tata ruang kerja dan kondisi fisik lingkungan kerja, manajemen harus lebih peka terhadap gejala stres kerja
dan paham akan
penanggulangannya
sehingga Kinerja Karyawan akan meningkat.
2. Mengingat variabel bebas dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi
Kinerja Karyawan
diharapkan hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan bagi peneliti
selanjutnya untuk
mengembangkan penelitian
ini dengan
mempertimbangkan variabel- variabel lain yang merupakan variabel lain diluar variabel yang sudah masuk dalam penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
AbduRofiq, A., 2014. Menakar Pengaruh Masyarakat Ekonomi
ASEAN 2015 terhadap
Pembangunan Indonesia. SALAM:
Jurnal Sosial dan Budaya Syar'i,1(2).
Akhtar, M.M.S., 2011. The nature and sources of organizational
stress: some coping
strategies. Journal of Elementary Education, 21(2), pp.1-14.
Arikunto, S., 2010. Manajemen penelitian.
Cooper, C.L. and Marshall, J., 1976.
Occupational sources of stress: A review of the literature relating to coronary heart disease and mental ill health. Journal of occupational psychology, 49(1), pp.11-28.
Data Direktorat Pengendalian Pos dan Penyelenggara Telekomunikasi,
2014, Perkembangan Jumlah Pelanggan Telekomunikasi Indonesia
DeCenzo, D. A. & Robbins, S. P., 1999. Human resource development (6thed.). New York: John Wiley &
Sons, Inc.
Ertel, M., Stilijanow, U., Iavicoli, S., Natali, E., Jain, A. and Leka, S., 2010. European social dialogue on psychosocial risks at work: benefits and challenges. European Journal of Industrial Relations, 16(2), pp.169-183.
Friedman, M. and Rosenman, R.H., 1974. Type A behavior and your heart. New York: Knopf.
Ghozali, I., 2006. Structural Equation Modeling Metode Alaternatif Dengan Partial Least Square PLS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gilboa, S., Shirom, A., Fried, Y. and Cooper, C., 2008. A meta‐analysis of work demand stressors and job performance: examining main and moderating effects. Personnel Psychology, 61(2), pp.227-271.
Gregson, T., 2007. Life Without Stress. Terjemahan oleh Ahada Eriawan. Jakarta: Prestasi Pustakarya.
Gujarati, D.N., 1995. Basic Econometrics, McGraw-Hill. Inc., New York.
Handoko, T. H. 2008. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE
Hasibuan, M.S., 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia: Dasar dan Kunci Sukses Keberhasilan. CV.
Mas Agung. Jakarta.
Hasibuan, M.P., Malayu., 2012 , Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Inoue, A., Kawakami, N. and Health Cohort Study Group, 2010.
Interpersonal conflict and depression among Japanese workers with high or low socioeconomic status: Findings from the Japan Work Stress and Health Cohort Study. Social Science &
Medicine, 71(1), pp.173-180.
Jazany, N., M.Habibi, & S.Nasr.
(2010). An Analysis of Effective Factors on Job Stress and Its Managment Strategies. Journal of Managment and Human Resources in Oil Industry, 4(11), 127-150.
Kahn, R.L., Wolfe, D.M., Quinn, R.P., Snoek, J.D. and Rosenthal, R.A., 1964. Organizational stress:
Studies in role conflict and ambiguity.
Karim, N., 2007. Stress in Organizations: Management Strategies. Dialogue,4(2), p.287.
Kompas, 2011, 30% pekerja kantor alami stress, diakses pada tanggal
23 Desember2015
http://health.kompas.com/read/2011/
07/20/10232458/30.persen.pekerja.k antor.alami.stres
Kortum, E., Leka, S. and Cox, T., 2010. Psychosocial risks and work- related stress in developing countries: health impact, priorities, barriers and solutions. International journal of occupational medicine and environmental health, 23(3), pp.225-238.
Le Fevre, M., Matheny, J. and Kolt, G.S., 2003. Eustress, distress, and interpretation in occupational stress. Journal of Managerial Psychology,18(7), pp.726-744.
Lestari, P.A. and Sriathi, A.A.A., 2013. Pengaruh Pelatihan Kerja, Lingkungan Kerja Fisik serta Motivasi terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada PT. Taspen (Persero) Kantor Cabang
Denpasar. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 2(9).
Lunenburg, F. C. & Ornstein, A. C., 2003. Educational Administration:
Concepts and practices. Detroit:
Wadsworth Publishing Company..
Luthans, F., 2003. Organizational Behavior (12th Ed.). New York:
McGraw Hills.
Luthans, F., 2010. Organizational Behavior (12th Ed.). New York:
McGraw Hills.
Nieuwenhuijsen, K., Bruinvels, D.
and Frings-Dresen, M., 2010.
Psychosocial work environment and stress-related disorders, a systematic review. Occupational Medicine, 60(4), pp.277-286.
Postel, 2010. Bidang
Telekomunikasi. Diakses pada tanggal 23 Desember 2015 www.postel.go.id/webupdate/Dastik /.../Bab006.pdf
Robbins, S. P., 2003.
Organizational Behavior (9th Ed.)New York: Prentice Hall.
Robbins, S. P., 2010.
Organizational Behavior.14th Ed.)New York: Prentice Hall.
Santoso, Singgih.2009. SPSS Versi 10 : Mengolah Data Statistik Secara Profesional. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta
Sevilla, (2010). Pengantar Metode Penelitian. UI Press: Jakarta.
Singarimbun, Masri dan Sofyan Effendi. 2009. Metodologi Penelitian Survey. LP3ES. Jakarta.
Statistics Canada, 2004. Canadian community health survey - mental health and well-being. Catalogue No. 82-617, Table 26.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta
Telkom, 2014 Laporan Tahunan 2014 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Struktur Organisasi, Produk dan Layanan. Di Akses Pada Tanggal 5 Januari 2016 http://www.telkom.co.id/assets/up loads/2013/05/AR-TELKOM- 2014-BAHASA.pdf