BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Dampak Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Menunjang
2. Dampak Negatif
Penerima Manfaat (KPM). Mereka sangat merasakan perbedaan waktu mereka belum menerima bantuan dan waktu mereka sudah terima. Itulah alasan mereka mengatakan bahwa dampak yang paling utama yaitu mengurangi beban mereka dalam melanjutkan pendidikan anak-anaknya.
Itu artinya dari adanya PKH ini adalah meringankan beban para orang tua sangat miskin dalam membiayai putra putrinya untuk mengenyam pendidikan baik di tingkat TK, SD, SMP bahkan hingga tingkat SMA .
berkecukupan ketimbang keluarga yang tidak terpilih sebagai peseta PKH.
b. Masalah kecemburuan sosial
Kecemburuan sosial adalah suatu kondisi dimana munculnya kelas kelas sosial karena adanya perbedaan perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat seperti dari segi hukum, ideologi, politik, ekonomi, sosial,dsb, yang dapat memecah satu sama lain.
Dalam program ini kebanyakan masyarakat menganggap petugas PKH memihak kepada keluarga, atau orang terdekat yang dipilih sebagai penerima bantuan PKH.
c. Bantuan yang diberikan sering disalah gunakan.
Penyalah gunaan dapat dimaknai sebagai bentuk perilaku, perbuatan, sikap, dan pemikiran baik diri sendiri atau kelompok dengan tujuan mengambil keutungan pribadi.
Seperti pada informan Maryani (Peserta PKH), yang menyatakan bahwa terkadang uang yang saya terima dari PKH untuk pendidikan anak saya seringkali saya pakai untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras dan untuk keperluan makan sehari-hari. Tapi kalau untuk kebutuhan yang tidak terlalu mendesak saya tidak pernah gunakan seperti contohnya di pakai beli pakaian selain pakaian sekolah. Itu tidak pernah saya lakukan, dan kalaupun saya sudah punya uang biasa saya ganti itu uangnya anak-anak yang sudah dipakai. Tapi terkadang juga tidak diganti kalau sama sekali tidak ada penghasilan.
Nengah Sriyanti (Peserta PKH) yang mengatakan bahwa, kalau menurut saya itu bantuan yang diberikan Program Keluarga Harapan tidak cukup untuk biaya pendidikan anak saya karena kalau saya lagi butuh uang biasa juga itu yang langsung saya tarik dan pakai untuk beli kebutuhan pokok contohnya beli ikan dll. Tetapi kalau misalnya uang itu habis, dan anak-anak minta uang untuk keperluan sekolah saya pakai uang pribadi saya.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sebagian besar keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin yang tidak mendapat bantuan PKH merasa petugas tidak adil terhadap mereka. Adapun dana yang digunakan oleh Peserta PKH tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sekolah anaknya yang diharuskan dalam program tersebut, tetapi digunakan pula untuk kebutuhan lain diluar ketentuan. Dana tersebut kerap digunakan untuk memenuhi kebutuhan bsehari-hari orang tua, jika mereka terdesak saat tidak bekerja
Pemberdayaan anggota sering disebut sebagai sebuah upaya untuk memampukan masyarakat dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik, merupakan salah satu bentuk kegiatan yang didalam nya mengandung sebuah pembelajaran (pendidikan, dimana masyarakat diajak bersama sama untuk dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi serta dapat menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Proses pemberdayaan sangat identik dengan pendidikan, termasuk pernah pendidikan luar sekolah atau pendidikan non
formal merupakan usaha memberdayakan masyarakat, memampukan masyarakat dan juga usaha mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Pemberdayaan masyarakat mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman melalui suatu upaya penanganan terpadu, baik dari aspek fisik, sarana dan prasarana, maupun kondisi sosial ekonomi masyarakatnya. Program Pemberdayaan PKH, diharapkan terjadi perubahan siginifikan terutama pada pola pikir dan perilaku serta kesinambungan terhadap perbaikan kehidupan KPM.
Pada hakikatnya Program Keluarga Harapan (PKH) ini adalah sebuah program yang mensejahtrakan masyarakat miskin dengan perlindungan sosial yang dapat meringankan dan membantu keluarga miskin dalam hal mendapatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi keluarga peserta PKH dengan harapan program ini akan dapat mengurangi angka kemiskinan.
Selain untuk menunjang masalah pendidikan dan kesehatan, ternyata bantuan ini juga mampu menunjang perekonomian masyarakat. Sebelum kebutuhan pendidikan anak, uang ini dapat dimanfaatkan untuk hal lain.
Kemampuan dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan hasil bantuan sebagai tambahan modal usaha, juga salah satu yang dapat dilakukan. Dengan di jadikannya modal usaha orang tua akan mendapatkan penghasilan yang kemudian dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Kesadaran semacam ini akan lebih membantu dibandingkan memanfaatkan bantuan untuk membeli kebutuhan bahan pokok sehari-hari. Namun hanya sedikit masyarakat yang
sadar dan mencoba memanfaatkan uang bantuan secara maksimal di bidang lain sebelum kebutuhan pendidikan.
Program ini memang memaksa masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran guna mendapatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta meningkatkan potensi diri, yang dilakukan secara sadar. Pendidikan menjadi sangat penting untuk memupuk individu dalam mencanangkan masadepan.
Pemerintah berharap seluruh anak diindonesia mendapatkan pendidikan, agar nantinya mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Pendidikan adalah suatu langkah tepat yang harus diambil, guna membangun perekonomian.
Peserta PKH yang memiliki banyak anak-anaknya yang sekolah dan anak sekolahnya lebih tinggi atau yang sudah masuk sekolah SMA yang sederajat bantuan yang didapatkan lebih banyak ketimbang keluarga yang memiliki anaknya sekolah di tingkat SD yang sederajat dan SMP yang sederajat, karena tanggungan keluarga tersebut dianggap lebih besar sehingga bantuan yang didapatkan setiap peserta berbeda-beda tergantung tanggungan keluarga tersebut. Bantuan yang didapat di manfaatkan untuk kebutuhan sekolah, mulai dari seragam, perlengkapan lain, bahkan uang jajan dan transportasi untuk anak-anak. Ini merupakan upaya pemerintah dalam kontribusi mengurangi ketertinggalan pengetahuan dan menyiapkan generasi bangsa yang gemilang.
Dampak adanya program ini sangat dirasakan peserta PKH, pasalnya mereka menjadi lebih mengerti pentingnya pendidikan. selain itu juga
meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar para penerima PKH. Menjadikan masyarakatnya mengalami perubahan signifikan terutama pada pola pikir dan prilaku serta kesinambungan terhadap perbaikan kehidupan KPM, Program ini telah membuktikan bahwa dengan adanya PKH berhasil menurunkan angka kemiskinan, seperti membawa perubahan perilaku dan kemandirian peserta PKH dalam mengakses lanyanan kesehatan dan pendidikan, meningkatnya akses pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, meningkatnya tingkat pendidikan anak kesekolah, adanya pendampingan yang memadai serta terjalinnya koordinasi antar instansi terkait dalam mensukseskan PKH.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, paparan data dan pembahasan yang di kemukakan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Pengetahuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) program Pemerintah berupa perlindungan sosial berbasis bantuan bertujuan untuk melakukan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup, seperti pemenuhan hak atas pelayanan pendidikan.
Kontribusi atau sumbangsih adanya program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban Keluarga Penerima Manfaat (KPM) utamanya dalam pembiayaan pendidikan dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan. Pemberian bantuan Program Keluarga Harapan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sangat membantu dalam hal biaya pendidikan dengan adanya program ini juga meningkatkan motivasi belajar pada anak-anak dalam mengenyam pendidikan, ada sebagian bantuan tidak tepat sasaran dan salah digunakan, peserta Program Keluarga Harapan yang menggunakan uang untuk kebutuhan pokoknya dan juga ada sebagian masyarakat yang bergantung pada banuan itu dan malas untuk bekerja.
83
B. Saran
1. Kepada pihak yang mendapatkan amanah bertugas mengelolah Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Braja Fajar mulai dari pihak pemerintahan sampai dengan pendamping dan peserta supaya menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.
2. Kepada seluruh masyarakat yang menerima bantuan dari Programa Keluarga Harapan (PKH) supaya benar-benar memanfaatkan bantuan untuk keperluan pendidikan. Kepada orang tua penerima bantuan agar tidak menyalahgunakan bantuan yang diberikan.
DATA INFORMAN
No Nama Informan Jabatan
1 Asep Hermawan Koordinator Wilayah PKH
Kabupaten Lampung Timur
2 Mustajab Pendamping PKH Kabupaten
Lampung Timur
3 Umi Qonaah Peserta PKH
4 Maryani Peserta PKH
5 Lilik Rahayu Peserta PKH
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
ALI MUSLIM, dilahirkan pada tanggal 01 Mei 1988 di Gedung Dalem Kecamatan Batanghari Nuban Lampung Timur adalah putra dari Bapak Nanyek dan Hasanah.
Pendidikan Sekolah Dasar peneliti tempuh di SDN 1 Gedung Dalem dan selesai pada tahun 2001, kemudian melanjutkan di SMPN 1 Batanghari Nuban dan selesai pada tahun 2004 sedangkan pendidikan SMA penulis tempuh di MAN 2 Metro lulus pada tahun 2007, kemudian melanjutkan pendidikan di Sarjana STAIN Jurai Siwo Metro dan selesai pada tahun 2013, pada tahun 2018 peneliti tercatat sebagai Mahasiswa Pascasarjana IAIN Jurai Siwo Metro pada Program Studi Pendidikan Agama Islam
Peneliti selama manjadi Mahasiswa S2 aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Kampus IAIN Jurai Siwo Metro, dan jenjang S2 peneliti aktif mengikuti program yang ada di Pascasarjana IAIN Metro.
A. Organisasi yang pernah diikuti :
1. Ketua Osis SMP N 1 Batanghari Nuban (2002-2003) 2. Pradana Pramuka MAN 2 Metro (2005-2006)
3. Kordinator Bidang Sosial Politik BEM Jurusan Tarbiyah STAIN Jurai Siwo Metro 2010
4. Ketua BEM Pendidikan Agama Islam STAIN Jurai Siwo Metro 2011 5. Ketua III PMII Komisariat Jurai Siwo Metro 2012
6. Menteri Luar Negeri BEM STAIN Jurai Siwo Metro 2013 7. Pengurus Cabang PMII Kota Metro 2013-2014
8. Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Batanghari Nuban (2014-2017)
9. Sekretaris PERGUNU Kab. Lampung Timur 2015-2020 10. Wakil Ketua PC GP Ansor Kab. Lampung Timur 2020-2025 11. Wakil Ketua Karang Taruna Kab. Lampung Timur2018-2023 B. Pengalaman Kerja
1. Pembina Pramuka 2008-2017
2. Surveyer Lembaga survey Benua Institute 2013 3. Guru SMP N 1 Batanghari Nuban 2014-2017
4. Staf secretariat Panwaslu Kab. Lampung Timur 2014
5. Panita Pengawas Pemilu Kecamatan Pilbup Lampung Timur 2015
6. Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kementrian Sosial RI di Kabupaten Lampung Timur (2014- 2017)
7. Koordinator Kabupaten PKH Lampung Timur 2018 - Sekarang