• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

D. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk memproses suatu data menjadi informasi sehingga data tersebut menjadi mudah dipahami dan bermanfaat untuk digunakan menemukan solusi dari permasalahan penulisan.

Analisis data proses pengurain data, pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkip-transkip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar penulis dapat menyajikan temuanya.

3 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Yogyakarta : Rineka Cipta, 1999), h. 206.

Dalam analisis ini penulis akan mendeskripsikan, tentang Kelurga Penerima Manfaat (KPM) terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menunjang pendidikan siswa kurang mampu Penulisan dengan menggunakan data kualitatif sebenarnya merupakan tata cara penulisan yang menghasilkan data deskriptif, yaitu apa yang dinyatakan oleh responden secara tertulis atau lisan, dan prilaku nyata. Yang diteliti dan dipelajari adalah obyek penulisan yang utuh, sepanjang hal itu mengenai manusia.4

Dengan demikian tekhnik dengan menggunakan data kualitatif merupakan tekhnik yang tidak menggunakan perhitungan statistika namun dengan mendeskripsikan dalam bentuk penjelasan yang merupakan hasil analisa setelah memperoleh data serta bahan-bahan dari lapangan. kemudian barulah dapat dipaparkan secara seksama perbedaan pemikiran serta titik temu agar pemikiran keduanya dapat difahami keseluruhan.

Dalam menganalisa data, Penulis berupaya dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Melakukan input data (tabulasi), berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Mengumpulkan data yang diambil dari beberapa literatur yang terkait dengan pembahasan.

2. Menyusun data dengan menggunakan metode induktif. Metode tersebut dalam analisisnya diawali dengan menyajikan data dan fakta yang diperoleh di lapangan dikaitkan dengan teori-teori.

4 Sudarwan Danim, op. cit, hal. 32.

3. Melakukan analisis berdasarkan data yang sudah disajikan.

Kemudian dirumuskan dalam sebuah hasil penulisan atau kesimpulan.

Metode Induktif adalah kebalikan dari metode deduktif. Merangkum, memilih hal-hal pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah dalam melakukan pengumpulan data secara berkelanjutan. Contoh-contoh kongkrit dan fakta-fakta diuraikan terlebih dahulu, baru kemudian dirumuskan menjadi suatu kesimpulan atau jeneralisasi.

Pada metode induktif, data dikaji melalui proses yang berlangsung dari fakta, metode induktif lebih dapat menemukan kenyataan yang kompleks yang terdapat dalam data, metode induktif lebih dapat membuat hubungan antara penulis dengan responden menjadi eksplisit, dapat dikenal dan dipertimbangkan, metode induktif lebih dapat memberikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat tidaknya pengalihan kepada latar lainnya, metode induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan-hubungan.

Adapun metode induktif di sini penulis gunakan untuk mengetahui kontribusi Program Keluarga Harapan dan dampaknya terhadap pendidikan siswa kurang mampu di Desa Braja Fajar Way Jepara Lampung Timur.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

1. Sejarah Berdirinya Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

Desa Braja Fajar adalah Desa Pembukaan Jawatan Transmigrasi Tahun 1961 dan tahun 1963 yang berasal dari Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Agung di Bali sejumlah 175 KK, sampai saat ini Desa Braja Fajar telah berkembang menjadi 609 KK dengan jumlah penduduk 2.021 Jiwa yang terdiri dari : Laki-laki 1007 jiwa dan

Perempuan : 1014 Jiwa.7 Luas Desa Braja Fajar seluruhnya berjumlah 800 Ha. Dengan batas-batas sebagai berikut :

Tabel 1

Perbatasan Desa Braja Fajar Way Jepara Lampung Timur No Arah Perbatasan

Desa Nama Desa Samping Perbatasan

1 Utara Desa Braja Emas

2 Timur Desa Kebun Damar

3 Selatan Desa Mataram Baru

4 Barat Desa Raja Basa Baru

Sumber: Arsip Desa Braja Fajar Tahun 2020

7. Monografi Desa, tanggal 26 Juni 2020

57

Desa Braja Fajar terdiri dari 4 Dusun yang meliputi 6 RW dan 12 RT dengan pembagian dusun tersebut sebagai berikut:

Tabel.2

Pembagian Dusun Desa Braja Fajar Way Jepara Lampung Timur No Nomor Urut

Dusun Nama Dusun

Anggota Dusun

(RW)

Anggota Dusun (RT) 1 Dusun I Dusun Sri Rejeki RW 1 - RW

2 RT 1 s/d RT 4 2 Dusun II Dusun Sri Rahayu RW 3 - RW

4 RT 5 s/d RT 8 3 Dusun III Dusun Sri Lestari RW 5 RT 9 s/d RT 10 4 Dusun IV Dusun Sri Rahayu II RW 6 RT 11 s/d RT 14

Sumber: Arsip Desa Braja Fajar Tahun 2020

Pada pembagian RW di Desa Braja Fajar ini menggunakan sistem 1 RW terdiri dari 2 RT dengan rincian sebagai berikut:

Tabel.3

Pembagian RW Desa Braja Fajar Way Jepara Lampung Timur

No Nama RW Anggota RW

1 RW 1 RT 1 dan RT 2

2 RW 2 RT 3 dan RT 4

3 RW 3 RT 5 dan RT 6

4 RW 4 RT 7 dan RT 8

5 RW 5 RT 7 dan RT 8

6 RW 6 RT 11 dan RT 12

Sumber: Arsip Desa Braja Fajar Tahun 2020

2. Sejarah Pemerintahan Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

Berikut ini adalah Sejarah Pemerintahan Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur dari resmi menjadi Desa Definitif pada tahun 1967 sampai dengan sekarang tepatnya pada tahun 2018.

a. Pada tahun 1967 Desa Braja Fajar di resmikan menjadi Desa Definitif, yang di pimpin oleh Pejabat Sementara Kepala Desa Braja Fajar yang pertama bernama Ketut Ranem dan Sekretaris Desanya Bapak Suwastawe dan Bapak Dullah mulai dari tahun 1967 sampai dengan tahun 1971.

b. Pada Bulan Juni tahun 1971 Bapak Ketut Ranem mengundurkan diri dari Pejabat Sementara Kepala Desa Braja Fajar, selanjutnya kedudukan Pejabat Kepala Desa diduduki oleh Bapak Abdul Jawad dan Sekretaris Desanya Bapak Dullah sampai dengan Bulan Desember tahun 1971.

c. Pada tahun 1972 sampai dengan tahun 1973 Desa Braja Fajar dipimpin oleh Pejabat Sementara Kepala Desa Braja Fajar yaitu Bapak Imam Suwaji dan Sekretaris Desa Bapak M. Isran.

d. Pada tahun 1973 sampai dengan tahun 1975 Desa Braja Fajar di pimpin oleh Pejabat Sementara Kepala Desa Braja Fajar yaitu Bapak Ismail Purni, Pegawai dari Kecamatan Way Jepara.

e. Pada tahun 1975 sampai dengan tahun 1977 Desa Braja Fajar di pimpin oleh Pejabat Sementara Kepala Desa Braja Fajar yaitu Bapak Samirejo dan Sekretaris Desanya Bapak Nuryasan.

f. Pada tahun 1977 sampai dengan tahun 1999 Desa Braja Fajar di pimpin oleh Kepala Desa Bapak Nuryasan hasil dari pemilihan Kepala Desa Braja Fajar dan Sekretaris Desanya Bapak Supriyanto karena sebelum habis masa jabatannya Bapak Supriyanto sudah meninggal dunia lalu digantikan oleh Bapak Abdul Jawad.

g. Pada tahun 1999 sampi dengan tahun 2011 Desa Braja Fajar di pimpin oleh Bapak Gupuh dari hasil pemilihan Kepala Desa Braja Fajar dan Bapak Suparno sebagai Sekretaris Desa.

Pada masa kepemimpinan Bapak Gupuh pertama kalinya di adakan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Braja Fajar pada tanggal 27

November yang sangat meriah dan kemeriahan itu berlanjut sampai dengan sekarang bahkan semakin lama semakin meriah dengan diisi banyak sekali kegiatan.

Sudah menjadi tradisi bagi warga masyarakat Desa Braja Fajar bahwa setiap tanggal 27 November mengadakan Peringatan Hari Jadi atau Ulang Tuhun Desa Braja Fajar untuk memohon Kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Desa Braja Fajar senantiasa mendapatkan 5K yaitu Kesehatan, Keamanan, Kedamaian, Ketentraman dan Kesejahteraan.

Maksud dan tujuan memperingati hari ulang tahun Desa Braja Fajar yaitu sebagai berikut:

1) Peringatan Hari Ulang Tahun Desa Braja Fajar mempunyai maksud agar generasi yang sekarang dan generasi yang akan datang tidak melupakan sejarah berdirinya Desa Braja Fajar.

2) Peringatan Hari Ulang Tahun Desa Braja Fajar juga bertujuan agar masyarakat dapat berfikir lebih maju dalam membangun desanya kearah yang lebih baik supaya dapat mengikuti perkembangan zaman.

Jenis-jenis kegiatan Hari Ulang Tahun Desa Braja Fajar yaitu sebagai berikut:

a) Kompetisi Sepak Bola

Sepak Bola Yunior/Remaja dan Sepak Bola GALANITA b) Kuda Lumping

c) Do‟a Bersama d) Karnaval e) Senam Ibu ibu

f) Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk

h. Pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 Desa Braja Fajar dipimpin oleh Bapak Sodik Safi‟I dari hasil Pemilihan Kepala Desa Braja Fajar dan Sekretaris Desa Bapak Suparno.

i. Pada tahun 2017 sampai dengan sekarang Desa Braja Fajar dipimpin oleh Bapak Lasimin dari hasil Pemilihan Kepala Desa Braja Fajar dan Bapak Suparno tetap sebagai Sekretaris Desa.8

Latar Belakang Penduduk Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur yaitu sebagai berikut:

a. Mata Pencaharian Penduduk Desa Braja Fajar 99% adalah petani, buruh tani, pedagang kecil dan PNS.

b. Keagamaan Desa Braja Fajar kurang lebih 76% beragama Islam dan selebihnya adalah beragama Kristen/Katolik dan Hindu Bali.

Dengan Rincian Sebagai Berikut : Tabel 4

Jumlah Penduduk Desa Braja Fajar Way Jepara Lampung Timur No Agama KK Laki-

laki Perempuan Jumlah Tahun

1 Islam 462 775 759 1563

2020

2 Hindu 118 182 203 385

3 Kristen/

Katolik 21 35 38 73

Jumlah

Keseluruhan 601 992 1.000 2021

Sumber: Arsip Desa Braja Fajar Tahun 2020

8 Monografi Desa, tanggal 26 Juni 2020

Desa Braja Fajar di dalamnya mempunyai lembaga-lembaga dan lembaga-lembaga yang ada di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur dibentuk dari pemerintahan Desa Braja Fajar dan dari inisiatif masyarakat Desa Braja Fajar sendiri untuk memajukan Desa Braja Fajar. Daftar lembaga-lembaga tersebut yaitu sebagai berikut:

a. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Merupakan lembaga perwujudan demokrasai dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD berfungsi menetapkan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan yang ditetapkan secara mufakat.

b. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)

LPM merupakan lembaga, organisasi atau wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai itra pemerintah kelurahan dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dibidang pembangunan secara partisipatif.

c. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa

Organisasi kemasyarakatan yang memeberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam membangun Indonesia. Pemberdayaan keluarga meliputi segala upaya bimbingan, pembinaan, dan pemberdayaan agar keluarga dapat hidup sejahtera, mandiri dan maju.

Tim penggerak PKK adalah mitra kerja pemirintah dan organisasi

kemasyarakatan yang berfngsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, dan penggerak di masing-masing jenjang.

d. Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)

Wadah perkumpulan petani pemakai air merupakan himpunan bagi petani pemakai air yang bersifat sosial-ekonomi, budaya, dan berwawasan lingkungan. Program pemberdayaan petani dalam perbaikan, rehabilitas, dan peningkatan jaringan irigasi di pedesaan.

Program ini juga merupakan program padat karya karena melibatkan tenaga kerja di daerah.

e. Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN)

Kumpulan beberapa klompok tani yang bergabung dan bekerjasama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efesiensi usaha.

Merupakan satu kesatuan unit untuk memenuhi kebutuhan pasar, melakukan proses pengolahan produk anggota dan memasarkan produk petani.

f. Kelompok Tani

Kumpulan petani, peternak, pekebun yang yang menghimpun diri dalam suatu kelompok karena memiliki keserasian dalam tujuan, motif, minat dan dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) untuk meningkatkan dan mengembankan usaha para anggotannya. Kelompok tani dibentuk dengan tujuan suatau sebagai wadah komunikasi antar petani. Kelompok

tani berfungsi sebagai ruang belajar bagi anggotanya guna meningkatkan kemampuan, wahana kerjasaama, dan unit produksi.

g. Kelompok Pengajian / Yasinan

Kelompok pengajian merupakan suatu proses partisipasi kelompok sosial guna menumbuhkan motivasi untuk perubahan kaearah yang lebih baik. Kelompok pengajian/yasinan juga dapat mendukung program pemerintah, baik dalam mensukseskan program pembangunan dan kemasyarakatan.

h. Kelompok Arisan

Arisan sebagai suatu aktivitas yang dilakakan oleh sekelompok orang dengan mengundi uang atau barang secara teratur setiap periode tertentu. Selain untuk mendapatkan uang atau barang yang diundi arisan juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan kebersamaan. Tak hanya memiliki manfaat sosial, arisan juge bermanfaat secara finansial. Bagi anggota yang keluar sebagai pemenang akan mendapatkan pinjaman tanpa bunga, ini sangat membantu warga.

i. Kelompok Jimpitan

Jimpitan adalah solidaritas sosial antar warga, kegiatan ini pengumpulan uang atau beras yang dilakukan dari rumah kerumah dengan jumlah yang sedikit sesuai keikhlasan pemberi. Dana dari jimpitan digunakan kegiatan sosial di desa. Kegiatan ini apabila dilakukan dengan benar akan memberi manfaat yang besar bagi pembangunan desa.

j. Persatuan Olahraga Desa

Merupakan kegiatan kemasyarakatan khususnya dibidang olahraga yang dapat menunjang kegiatan positif didesa untuk kaum muda.

Persatuan olahraga desa ini meliputi beberapa kegiatan olah raga seperti sepak bola, bola voly, bulu tangkis, dll.

k. BUMDES

Badan usaha milik desa merupakan usaha yang dikelola oleh pemetintah desa dan berbadan hukum. Lembaga ini sebagai kekuatan yang dapat mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan dengan cara menciptakan produktivitas ekonomi berdasarkan ragam potensi yang dimiliki desa. Kepengurusan badan usaha milik desa terdiri dari pemerintah desa dan masyarakat desa setempat.

l. Kelompok Simpan Pinjam Ibu-ibu ( UP2K )

Merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan khususnya bagai kaum perempuan. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kwalitas dan mengembangkan kegiatan usaha keluarga yang tergabung melalui kelompok atau perorangan.

m. Kelompok ternak Sapi9

Kelompok ternak sapi merupakan kumpulan para petani/peternak sapi didesa, yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuk desa yang mandiri pakan ternak, mandiri energi, dan dapat mensejahterakan petani/peternak didesa.

9 Monografi Desa, tanggal 29 Maret 2018.

3. Struktur Organisasi Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

Sumber: Arsip Desa Braja Fajar Tahun 2020

4. Visi dan Misi Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

a. Visi:

Desa Braja Fajar ingin menjadi desa yang Maju, Aman, Adil dan Sejahtera (MAAS) dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat di

Kepala Desa LASIMIN

BPD/Badan Permusyawaratan Desa

DWIYANTO

LPM Atau Lembaga Adat

SURATMAN

Sekretatis Desa SUPARNO

Kepala urusan Umum AGUS SUGITO Kepala Urusan

Keuangan SITI SUTIANI Kepala Urusan

Administrasi YATI LESTARI Kepala Seksi

Kesejahteraan

WAYAN SUPADI

Kepala Seksi Pembangunan

NENGAH SARWO

Kepala Seksi Pemerintahan SUMARI

Kadus I WADI

Kadus II

SLAMET HARYANTO

Kadus III WIJIANTO

Kadus IV NENGAH SUDIANE

Desa Braja Fajar, serta mempunyai daya saing yang tinggi di bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

b. Misi:

1) Melaksanakan dan meningkatkan program program pembangunan Pertanian di pedesaan serta pemanfaatan teknologi tepat guna bagi masyarakat.

2) Meningkatkan kualitas dan daya saing di bidang pendidikan masyarakat.

3) Menumbuhkembangkan daya saing dan daya beli masyarakat pedesaan serta perbaikan derajat kesehatan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

4) Berupaya menciptakan rasa aman dalam berusaha dan bekerja serta menumbuhkan investor menanam modalnya di Desa Braja Fajar.

5) Memperbaiki infrastruktur yang menjadi penunjang produktifitas ekonomi masyarakat Desa Braja Fajar.

6) Meningkatkan kerukunan hidup beragama.

7) Menciptakan pelayanan Prima kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Braja Fajar oleh segenap aparatur Pemerintahan Desa.10

10 Monografi Desa, tanggal 29 Maret 2018.

B. Pengetahuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menunjang pendidikan.

Pada Bab ini, penulis akan menganalisa data-data yangtelah terkumpul sesuai dengan rumusan masalah yang ada. Pengetahuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tentang Program Keluarga Harapan (PKH) setiap informan dapat dilihat dari seberapa jauh pemahaman mereka tentang Program Keluarga Harapan.

1. Memahami Makna Program Keluarga Harapan Dari Para Informan

Menurut informan Asep Hermawan (Korkab PKH) ini merupakan program bantuan sosial bersyarat untuk masyarakat miskin, dengan harapan adanya penurunan angka kemiskinan. Bantuan PKH berupa uang secara tunai melalui rekening bank yang diperuntukan khusunya untuk pendidikan dan kesehatan.11

Menurut informan Mustajab (Pendamping PKH) bahwa menurutnya Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemerintah yang sangat membantu masyarakat miskin dalam aspek mendasar yakni kesehatan dan pendidikan, dimana masyarakat sangat merasakan manfaatnya terkhusus pada pendidikan.12

Menurut informan Umi Qonaah (Peserta PKH) berpendapat bahwa menurutnya PKH adalah suatu bantuan yang diberikan pemerintah untuk

11 Asep Hermawan (Kordinator Wilayah PKH) Wawancara,15 Juli 2020

12 Mustajab, (Pendamping PKH) Wawancara, 09 Juli 2020

rakyat yang tidak mampu. Terutama tidak mampu dalam hal membiayai anaknya sekolah.13

Menurut informan Maryani (Peserta PKH), ia mengatakan bahwa Program Keluarga Harapan memberikan uang untuk biaya sekolah anak kita, dan setiap bulan ada pemeriksa yang datang memeriksa apakah anak kita betul-betul sekolah atau tidak.14

Mendengar pernyataan-pernyataan dari informan diatas, ternyata jawabanan mereka tentang Program Keluarga Harapan (PKH) sangat beraneka ragam walaupun makna yang terkandung hampir sama yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui dinas sosial yang memberikan bantuan secara tunai kepada masyarakat miskin. Bantuan diberikan harus sesuai dengan ketentuan.

2. Memahami Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Bidang Pendidikan

Pendapat informan bernama Mustajab (Pendamping PKH) ini merupakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah yang bertujuan untuk biaya pendidikan. Bantuan ini sangat bermanfaat karena melalui bantuan ini orang tua dapat membiayai pendidikan anaknya, dan uang yang diberikan oleh pemerintah itu betul-betul cukup jika untuk biaya pendidikan saja.15 Seperti yang dikemukakan oleh Maryani (Peserta PKH), Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Bidang pendidikan yaitu memberikan

13 Umi Qonaah, (Peserta PKH) Wawancara, 09 Juli 2020

14 Maryani, (Peseta PKH) Wawancara, 09 Juli 2020

15 Lilik Rahayu, (Peserta PKH) Wawancara, 09 Juli 2020

bantuan berupa uang tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat dengan tujuan uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sekolah anaknya. Jadi kalau mereka menggunakan uang tersebut untuk keperluan sekolah anaknya berarti uang tersebut sangat bermanfaat. Selain itu juga diharapkan supaya mereka tahu betapa pentingnya pendidikan, ini mereka dibantu supaya mereka juga memiliki motivasi untuk sekolah.16

Sedangkan menurut Asep Hermawan (Korkab PKH) mengatakan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan bantuan kepada keluarga miskin untuk mengurangi beban pengeluaran biaya anak-anaknya sekolah dan biaya pengobatan keluarga miskin lewat bantuan tunai langsung yang diterimanya. Tujuan PKH juga mempunyai sasaran yakni memberikan bantuan kepada keluarga miskin peserta PKH berupa bantuan uang tunai, dan mempersiapkan generasi muda yang sehat dan cerdas.17

Jadi menurut hasil wawancara, Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Bidang Pendidikan yaitu pemerintah memberikan uang tunai kepada peserta Program Keluarga Harapan yang memenuhi syarat di bidang pendidikan yaitu yang memiliki anak usia sekolah 7-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar. Selain itu tujuan lainnya adalah mempersiapkan generasi penerus bangsa yang terdidik dan berpengetahuan luas.

16 Maryani, (Peseta PKH) Wawancara, 09 Juli 2020

17 Asep Hermawan (Kordinator Wilayah PKH) Wawancara, 15 Juli 2020

C. Kontribusi Program Keluarga Harapan Terhadap Pendidikan Siswa Kurang Mampu di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur.

Kontribusi atau sumbangsih yang dimaksud disini adalah sumbangsih yang diberikan oleh pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) untuk para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan yang diberikan harus sesuai dengan KPM yang memiliki kriteria yang sudah ditetapkan pemerintah, yaitu salah satunya di bidang pendidikan.

Menurut Mustajab (Pendamping PKH) persyaratan yang ditetapkan untuk komponen pendidikan dalam PKH adalah mendaftarkan peserta didik dan memenuhi jumlah kehadiran yang ditetapkan dalam program. Melalui persyaratan untuk mengikuti pendidikan dasar diharapkan PKH akan meningkatkan partisipasi pendidikan dan hal ini mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia tentang program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.18

Seperti yang dikemukakan oleh informan Nengah Sriyanti (Peserta PKH) bahwa semenjak mereka menerima bantuan dari Program Keluarga Harapan, tidak ada lagi kekurangan untuk keperluan sekolah anaknya. Karena seperti misalnya sepatu, biar belum terlalu rusak (masih bisa dipakai) tapi karena sudah terima uang dari Program Keluarga Harapan biasa langsung digunakan untuk beli sepatu. Bukan cuma sepatu tapi peralatan-peralatan yang lainnya juga seperti buku dibelikan per pak, pensil per dus. Saya belikan

18 Mustajab (Pendamping PKH) Wawancara, 09 Juli 2020

seperti ini menurut perkiraan saya cukup digunakan sampai terima lagi.

Selain itu ada pula perasaan bersyukur saat saya menerima bantuan dari pemerintah ini. Karena melalui bantuan ini saya dan keluarga sangat terbantu terutama dalam hal pendidikan anak-anak.19

Menurut informan Umi Qonaah (Peserta PKH), bahwa itu saya kalau sudah terima bantuan dari Program Keluarga Harapan saya simpankan itu uangnya anakku di celeng khusus untuk dia tapi tetap saya yang pegang.

Kalau masalah apa yang di beli kalau sudah terima itu tidak menentu karena biasa masih bagus sepatunya, pakaiannya jadi belum saya belikan. Semenjak menerimaka bantuan rasanya enak sekali. Karena kita dibantu untuk membiayai pendidikan anak-anak, selain itu juga anak-anak tidak malas lagi kesekolah karena setiap hari diberikan uang jajan.20

Informan Siti Khoiriyah (peserta PKH) dengan adanya bantuan ini saya merasa terbantu, membeli peralatan dan perlengkapan sekolah juga tidak memberatkan saya lagi, jadi untuk memasuki ajaran baru saya tidak pusing memikirkan biaya untuk membeli buku dan perlengkapan sekolah anak.

Adapun yang dapat dilakukan yakni memanfaatkan uang PKH untuk tambahan modal usaha yang kemudian income atau pendapatan mampu menunjang pendidikan dan ekonomi keluarga.21

Dari hasil uraian diatas menunjukkan bahwa kontribusi atau sumbangsih yang diberikan Program Keluarga Harapan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah berupa uang tunai yang harus digunakan

19 Nengah Sriyanti (Peserta PKH) Wawancara,09 Juli 2020

20 Umi Qonaah (peserta PKH) Wawancara, 09 Juli 2020

21 Siti Khoiriyah (peserta PKH) Wawancara, 09 Juli 2020

Dokumen terkait