• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar- Dasar-Dasar P Dasar Pendid endidikan K ikan K i Hadjar Dewantara i Hadjar Dewantara

CPMKCPMK

Topik 2 Dasar-D  Dasar-Dasar Pendid asar Pendidikan ikan Ki

C. Dasar- Dasar-Dasar P Dasar Pendid endidikan K ikan K i Hadjar Dewantara i Hadjar Dewantara

Pada tahap ini,

Pada tahap ini, untuk memahami secara mendalam pemikiran-pemikiuntuk memahami secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki ran Ki HadjarHadjar Dewantara maka An

Dewantara maka Anda akan da akan membaca tiga tulisannmembaca tiga tulisannya sebagai berikut:ya sebagai berikut:

1.

1. Dasar-Dasar PendidikanDasar-Dasar Pendidikan.. Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des 1936., Jan,Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des 1936., Jan, Febr. 1937 (lihat lampiran 2);

Febr. 1937 (lihat lampiran 2);

2.

2. Metode Montessori, Frobel dan Taman AnakMetode Montessori, Frobel dan Taman Anak. Wasita, Jilid No.1 Oktober. Wasita, Jilid No.1 Oktober 1928 (lihat lampiran 3),

1928 (lihat lampiran 3),

1.

1. Ki Ki Hadjar Hadjar DewantaraDewantara

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (

memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijsonderwijs)) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin.

memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin.

Sedangkan pendidikan (

Sedangkan pendidikan (opvoedingopvoeding) memberi tuntunan ) memberi tuntunan terhadap segala kekuatanterhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai

yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggotaseorang manusia maupun sebagai anggota

   

  

masyarakat. Menurut KHD (2009),

masyarakat. Menurut KHD (2009), “pendidika“pendidikan dan n dan pengajaran merupakpengajaran merupakan usahaan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-

hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”luasnya”

(Yulius Edison Dara, 2020 dalam artikel

(Yulius Edison Dara, 2020 dalam artikel Ayo Guru Berbagi “Koneksi Antar MateriAyo Guru Berbagi “Koneksi Antar Materi --Kesimpulan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara” atau Kesimpulan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara” atau dapat diakses melaluidapat diakses melalui https://bit.ly/3chth8K)

https://bit.ly/3chth8K)..

Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidik

mencapainya. Pendidikan dapat an dapat menjadi ruang berlatih dan tumenjadi ruang berlatih dan tumbuhnya nilai-nilaimbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau

kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskadiwariskan.n.

Maksud pengajaran dan

Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk pendidikan yang berguna untuk perikehiduperikehidupan bersamapan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan (rakyat). Manusia ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan (rakyat). Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung pada merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung pada

12

12 | | Filosofi Filosofi Pendidikan Pendidikan NasionalNasional

orang lain, akan

orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Pendidikasendiri. Pendidikan menciptakann menciptakan ruang bagi peserta didik untuk bertumbuh secara utuh agar mampu memuliakan ruang bagi peserta didik untuk bertumbuh secara utuh agar mampu memuliakan dirinya dan orang lain (merdeka batin) dan menjadi mandiri (merdeka lahir).

dirinya dan orang lain (merdeka batin) dan menjadi mandiri (merdeka lahir).

Kekuatan diri (kodrat) yang dimiliki, menuntun peserta didik menjadi cakap Kekuatan diri (kodrat) yang dimiliki, menuntun peserta didik menjadi cakap mengatur hidupnya dengan tanpa diperintah oleh

mengatur hidupnya dengan tanpa diperintah oleh orang lain.orang lain.  

2.

2. DasaDasar Dar Dasar Psar Pendidikendidik an yaan yang Meng Menuntnunt unun

KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak itu seperti biji pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani atau pak tukang kebun di

tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani atau pak tukang kebun di lahanlahan yang telah disediakan. Anak-anak itu bagaikan bulir-bulir jagung yang ditanam.

yang telah disediakan. Anak-anak itu bagaikan bulir-bulir jagung yang ditanam.

   

  

Bila biji jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan mendapatkan sinar Bila biji jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan mendapatkan sinar matahari dan pengairan yang baik maka meskipun biji jagung adalah bibit jagung matahari dan pengairan yang baik maka meskipun biji jagung adalah bibit jagung yang kurang baik (kurang berkualitas) dapat tumbuh dengan baik karena perhatian yang kurang baik (kurang berkualitas) dapat tumbuh dengan baik karena perhatian dan perawata

dan perawatan dari pak tani. n dari pak tani. Demikian seDemikian sebaliknya, meskibaliknya, meskipun biji jagung pun biji jagung ituitu disemai adalah bibit berkualitas baik namun tumbuh di lahan yang gersang dan disemai adalah bibit berkualitas baik namun tumbuh di lahan yang gersang dan tidak mendapatkan pengairan dan cahaya matahari serta ‘tangan dingin’ pak tani, tidak mendapatkan pengairan dan cahaya matahari serta ‘tangan dingin’ pak tani, maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun tidak akan optimal.

maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun tidak akan optimal.

Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai

‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah

‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Anak juga

anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Anak juga secara sadarsecara sadar memahami bahwa kemerdekaan dirinya juga mempengaruhi kemerdekaan anak memahami bahwa kemerdekaan dirinya juga mempengaruhi kemerdekaan anak lain. Oleh sebab

lain. Oleh sebab itu, tuntutan seorang guru itu, tuntutan seorang guru mampu mengelola dirinya untuk hidupmampu mengelola dirinya untuk hidup bersama dengan orang lain (menjadi manusia dan anggota masyarakat)

bersama dengan orang lain (menjadi manusia dan anggota masyarakat)

PPG

PPG Pra Pra Jabatan Jabatan 2022 2022 | | 1313

KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap

KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka namun tetap waspadaterbuka namun tetap waspada terhadap perubahan-

terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, “waspadalah, carilah barangperubahan yang terjadi, “waspadalah, carilah barang-barang-barang yang bermanfaat untuk kita, yang dapat menambah kekayaan kita dalam hal kultur yang bermanfaat untuk kita, yang dapat menambah kekayaan kita dalam hal kultur lahir atau batin. Jangan hanya meniru. Hendaknya barang baru tersebut lahir atau batin. Jangan hanya meniru. Hendaknya barang baru tersebut diselaraskan lebih dahulu”.

diselaraskan lebih dahulu”.  KHD menggunakan ‘barangKHD menggunakan ‘barang--barang’ sebagai simbolbarang’ sebagai simbol dari tersedianya hal-hal yang dapat

dari tersedianya hal-hal yang dapat kita tiru, kita tiru, namun selalu menjadi pertimbanganamun selalu menjadi pertimbangann bahwa Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang dapat dijadikan bahwa Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

sebagai sumber belajar.

Kekuatan sosio-kultural men

Kekuatan sosio-kultural men jadi proses ‘mene jadi proses ‘menebalkan’ kekuatbalkan’ kekuatan kodrat anak yangan kodrat anak yang masih samar-samar. Pendidikan bertujuan untuk menuntun masih samar-samar. Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/m

(memfasilitasi/membantu) anak untuk embantu) anak untuk menebalkamenebalkan garis n garis samar-samar agar dapatsamar-samar agar dapat memperbaiki laku-nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kert memperbaiki laku-nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertasas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa.

kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa.

3.

3. KodrKodr at at Alam daAlam dan n KodrKodr at at ZaZamanman

KHD menjelaskan bahwa dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat KHD menjelaskan bahwa dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman.

alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk”Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk”

   

  

lingkungan

lingkungandi mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi”di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi”

dan “irama”

dan “irama”  

KHD mengelaborasi Pendidikan terkait kodrat alam dan kodrat zaman sebagai KHD mengelaborasi Pendidikan terkait kodrat alam dan kodrat zaman sebagai berikut

berikut

“Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa

“Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman.

yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman.

Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-

bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan”sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal.(Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal.

21) 21)

KHD hendak

KHD hendak mengingatkmengingatkan pendidik bahwa pendidikan anakan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya menuntutsejatinya menuntut

14

14 | | Filosofi Filosofi Pendidikan Pendidikan NasionalNasional

KHD hendak

KHD hendak mengingatkmengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak an pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya menuntutsejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman. Bila me anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman. Bila melihatlihat dari kodrat zaman, pendidikan saat ini

dari kodrat zaman, pendidikan saat ini menekankan pada kemampuan anak untukmenekankan pada kemampuan anak untuk memiliki Keterampilan Abad 21 sedangkan dalam memaknai kodrat alam maka memiliki Keterampilan Abad 21 sedangkan dalam memaknai kodrat alam maka konteks lokal sosial budaya peserta didik di Indonesia Barat tentu memiliki konteks lokal sosial budaya peserta didik di Indonesia Barat tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan peserta didik di Indonesia Tengah atau karakteristik yang berbeda dengan peserta didik di Indonesia Tengah atau Indonesia Timur.

Indonesia Timur.

Mengenai Pendidikan dengan perspektif global, KHD mengingatkan bahwa Mengenai Pendidikan dengan perspektif global, KHD mengingatkan bahwa pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal sosial budaya Indonesia. Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh sosial budaya Indonesia. Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh KHD adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak KHD adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya yang ada bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya yang ada di Indonesia. Kekuatan sosial budaya Indonesia yang beragam dapat menjadi di Indonesia. Kekuatan sosial budaya Indonesia yang beragam dapat menjadi kekuatan kodrat alam dan

kekuatan kodrat alam dan zaman dalam mendidik.zaman dalam mendidik.

KHD menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai KHD menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri. Artinya, cara belajar dan interaksi dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri. Artinya, cara belajar dan interaksi murid Abad ke-21, tentu sangat berbeda dengan para peserta didik pertengahan murid Abad ke-21, tentu sangat berbeda dengan para peserta didik pertengahan dan akhir abad ke-20. Kodrat alam Indonesia dengan memiliki 2 musim (musim dan akhir abad ke-20. Kodrat alam Indonesia dengan memiliki 2 musim (musim

   

  

hujan dan musim kemarau) serta

hujan dan musim kemarau) serta bentangabentangan alam mulai dari pn alam mulai dari pesisir pantai hinggaesisir pantai hingga pegunungan memiliki keberagaman dalam memaknai dan menghayati hidup.

pegunungan memiliki keberagaman dalam memaknai dan menghayati hidup.

Demikian pula dengan zaman yang terus berkembang dinamis mempengaruhi Demikian pula dengan zaman yang terus berkembang dinamis mempengaruhi cara pendidik menuntun para murid.

cara pendidik menuntun para murid.

4.

4. Budi Budi PePekertikerti

Menurut KHD, budi pekerti, a

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antaratau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (

(kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotorpsikomotor).).

Lebih lanjut KHD menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling Lebih lanjut KHD menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak.

baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak.

Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang

Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anaksempurna bagi anak untuk melatih

untuk melatih kecerdaskecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak an budi-pekerti (pembentukan watak individualindividual). Keluarga). Keluarga

PPG

PPG Pra Pra Jabatan Jabatan 2022 2022 | | 1515

 juga merupak

 juga merupakan sebuah ekan sebuah ekosistem kecil untuk osistem kecil untuk mempersiapkamempersiapkan hidup anak n hidup anak dalamdalam bermasyarakat dibanding dengan institusi pendidikan lainnya.

bermasyarakat dibanding dengan institusi pendidikan lainnya.

 Alam

 Alam keluarga keluarga menjadi ruang menjadi ruang bagi bagi anak anak untuk untuk mendapatkan mendapatkan teladan, teladan, tuntunan,tuntunan, pengajara

pengajaran dari n dari orang tua. Keluarga orang tua. Keluarga juga dapat menjadi tempat unjuga dapat menjadi tempat untuk berinteraksituk berinteraksi sosial antara kakak dan adik sehingga kemandirian dapat tercipta karena anak- sosial antara kakak dan adik sehingga kemandirian dapat tercipta karena anak- anak saling belajar antara satu dengan yang lain da

anak saling belajar antara satu dengan yang lain dalam menyelesaiklam menyelesaikan persoalanan persoalan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, peran orang tua sebagai guru, penuntun, dan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, peran orang tua sebagai guru, penuntun, dan pemberi teladan menjadi sangat penting dalam pertumbuhan karakter baik anak.

pemberi teladan menjadi sangat penting dalam pertumbuhan karakter baik anak.

Budi Pekerti merupakan keselarasan (keseimbangan) hidup antara cipta, rasa, Budi Pekerti merupakan keselarasan (keseimbangan) hidup antara cipta, rasa, karsa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran karsa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih mengelola diri agar diri yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih mengelola diri agar mampu memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi mampu memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab dalam kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Budi Pekerti melatih dalam kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Budi Pekerti melatih anak untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjadi dirinya (kemerdekaan anak untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjadi dirinya (kemerdekaan diri) dan kemerdekaan orang lain.

diri) dan kemerdekaan orang lain.

   

  

(https://www.youtube.com/watch?v=aajtlNkRKNg&list=PLw9-l4jtGA- (https://www.youtube.com/watch?v=aajtlNkRKNg&list=PLw9-l4jtGA-  A1Dv

 A1Dv snsn iOCIjiOCIjD6CO89DGED6CO89DGE8e&i8e&i ndndex=14)ex=14)  

5.

5. Sistem Sistem AmoAmo ngng

Sistem Among menjadi salah satu kekuatan Mahasiswa untuk memahami secara Sistem Among menjadi salah satu kekuatan Mahasiswa untuk memahami secara mendalam peran seorang pendidik dalam menuntun kekuatan kodrat anak.

mendalam peran seorang pendidik dalam menuntun kekuatan kodrat anak.

Silahkan menyimak video tentang ‘Sistem Among’ pada tautan Silahkan menyimak video tentang ‘Sistem Among’ pada tautan ini:ini:  

(https://www.youtube.com/watch?v=PBwiuUjj-gU&list=PLw9-l4jtGA- (https://www.youtube.com/watch?v=PBwiuUjj-gU&list=PLw9-l4jtGA-  A1Dv

 A1Dv snsn iOCIjiOCIjD6CO89DGED6CO89DGE8e&i8e&i ndndex=17)ex=17)   a.

a. ReRefleksi fleksi dan dan ArgumArgum en en KritKrit isis  Anda

 Anda telah telah membaca membaca tulisan-tulisatulisan-tulisan n Ki Ki Hadjar Hadjar DewantarDewantara a tentang tentang pendidikapendidikann untuk membangun argumen kritis tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Pada untuk membangun argumen kritis tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Pada tahap ini

tahap ini Anda akan menulis argumen kritisAnda akan menulis argumen kritis Anda dengan pertanyaan-pertanyaanAnda dengan pertanyaan-pertanyaan

16

16 | | Filosofi Filosofi Pendidikan Pendidikan NasionalNasional

tahap ini,

tahap ini, Anda akan menulis argumen kritis Anda akan menulis argumen kritis Anda dengan pertanyaan pertanyaanAnda dengan pertanyaan pertanyaan pemantik sebagai berikut:

pemantik sebagai berikut:

1)

1) Apa Apa makna makna katakata‘menuntun’‘menuntun’dalam proses pendidikan anak bagi saya?dalam proses pendidikan anak bagi saya?

2)

2) Bagaimana Bagaimana katakata“menuntun”“menuntun” saya maknai saya maknai  dalam konteksdalam konteks sosial sosial budayabudaya (nilai-nilai luhur

(nilai-nilai luhur budaya)budaya)di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untukdi daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidik

mewujudkan pendidikan anak an anak yang relevan dengan konteks yang relevan dengan konteks sosial budayasosial budaya di daerah saya?

di daerah saya?

3)

3) Mengapa pendidikan Mengapa pendidikan anak perlu anak perlu mempertimbangkanmempertimbangkan kodrat alamkodrat alam dandan kodrat zaman

kodrat zaman?? 4)

4) Apa relevaApa relevansi pemikirnsi pemikiran KHDan KHD “Pendidikan yang memerdekakan murid”“Pendidikan yang memerdekakan murid”

dengan peran saya sebagai pendidik?

dengan peran saya sebagai pendidik?