BAB II PRAKTIK JUAL BELI BUAH DALAM KEMASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
3. Data Geografis
Desa Masbagik Selatan merupakan wilayah yang sebagian besar wilayahnya dataran sedang. Letak desa ini dari pusat kecamatan berjarak 1 KM, dan dari pusat pemerintahan kabupaten berjarak 8 KM. Desa ini berbatasan dengan 4 wilayah di bawah ini, diantaranya:
Sebelah Utara : Desa Masbagik Utara Sebelah Barat : Desa Paokmotong
Sebelah Selatan : Desa Nyiur Tebel Dasan Lekong Sebelah Timur : Desa Masbagik Timur
b. Jumlah Dusun
Masbagik Selatan terdiri dari 10 dusun yaitu : Dusun Embung Tampat
Dusun Tanak Malit Tengah Dusun Tanak Malit Selatan Dusun Tanak Malit Utara Dusun Nyakap Utara Dusun Nyakap Selatan Dusun Kebun Lauk Timur Dusun Kebun Lauk Barat Dusun Gubuk Motong Timur Dusun Gubuk Motong Barat
c. Potensi dan Perekonomian Masyarakat
Potensi perekonomian masyarakat Masbagik Selatan meliputi pertanian, perdagangan, perkebunan, industri rumah tangga, dan dalam jasa angkutan cukup potensial bila dikembangkan dalam peningkatan tujuan kesejahteraan masyarakat.
d. Sosial dan Kebudayaan
Aktivitas di dalam kehidupan masyarakat dan keagamaan di wilayah Masbagik Selatan sangatlah tinggi. Hal tersebut dibilang tinggi karena di wilayah Masbagik Selatan banyak sekali organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan seperti; Pondok Pesantren, Madrasah, Majelis-majelis yang mempelajari kitab dan al-qur’an, Jama’ah Sholawatan, Barzanjian, Yasinan dan sejenisnya.
Selain itu juga berkembang pula kelompok-kelompok kesenian yang ada seperti ; Qasidah, Marawis, dan Group Band. Demikian pula dengan acara-acara/upacara keagaman yang biasanya tetap dihubungkan dengan Peringatan Hari Besar Islam.
Dalam sosial kemasyarakatan yang ada tentunya tak lepas dari hubungan satu sama lain yang ada di dalam kehidupan masyarakat Masbagik Selatan, mulai dari adanya Ormas-ormas yang selalu menjadi penopang relasi kehidupan sosial masyarakat sampai mengenai sosial dalam kebutuhan setiap hari. Misalnya mengenai potensi status pekerjaan yang ada hingga status potensi akademisi dan potensi dalam ranah kepemudaan untuk mencapai tujuan kesempurnaan dalam melaksanakan dan menghidupkan sosial dan budaya yang di dalam masyarakat.
e. Keamanan dan Ketertiban
Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat wilayah Masbagik Selatan secara umum terbilang baik dan sangat kondusif sejauh ini.
Karena dapat dilihat secara langsung bagaimana kehidupan yang aman, tertib dan terkendali yang ada di dalam masyarakat Masbagik Selatan.
Kondisi tersebut dipicu dari baiknya relasi antar masyarakat meskipun berada dalam ranah organisasi yang berbeda, kesadaran dan toleransi dalam bermasyarakat yang baik diciptakan oleh berbagai kalangan baik itu tua, muda, hingga anak-anak. Karena kebersamaan dan pentingnya
kesadaran dalam bersosial menjadi salah satu kunci dalam menciptakan keamanan, ketertiban, persatuan dan kesatuan.
f. Struktur Organisasi Pemerintah Masbagik Selatan
Dalam menjalankan kegiatan pemerintah, pembangunan dan masyarakat, pemerintah wilayah Masbagik Selatan tentunya tidak bisa sendiri dalam membangun dan mewujudkan visi misinya untuk Masbagik. Ada kebersamaan dalam membantu mewujudkannya yang bisa disebut dengan pelaksana teknis yang terdiri dari:
Tabel 2.3
Struktur Organisasi Pemerintah Masbagik Selatan
1. Kepala Desa H. Wiriyawan, SH
2. Sekretaris Desa Irwan Safari, S. Pd 3. Kaur TU dan Umum Haerul
4. Bendahara Desa Rusman
5. Kaur Perencanaan Ali Imran, S. Pt 6. Kasi Pemerintahan Nazirin Abrol, S. Psi
7. Kasi Kesra Husnudin
8. Kasi Pelayanan Jan Riswadi, S. Sos 9. Kawil Embung Tampat Muhammad Hilwan, S. Si 10. Kawil Tanak Malit Tengah Mahruf
11. Kawil Tanak Malit Selatan Sahban 12. Kawil Tanak Malit Utara Nasrudin 13. Kawil Nyakap Utara Ikhsan 14. Kawil Nyakap Selatan Huliadi 15. Kawil Kebun Lauk Timur Moh. Jafri 16. Kawil Kebun Lauk Barat Izzudin
17. Kawil Gubuk Motong Timur Muliadi 18. Kawil Gubuk Motong Barat Surya Rohadi50
B. Praktik Jual Beli Buah dalam Kemasan di Pasar Masbagik
Praktik jual beli buah yang ada di Pasar Masbagik sering menimbulkan keresahan bagi pembeli, karena pedagang dalam menjual barangnya menggunakan metode pengemasan terhadap buah yang dijualnya. Sebagian penjual buah yang ada di Pasar Masbagik dalam melakukan penjualan buah banyak memilih mendapatkan keuntungan yang lebih dan banyak cenderung ingin praktis tanpa berpikir panjang mengenai teknik penjualan yang dilakukannya, apakah hal tersebut baik untuk dirinya dan para pembeli. Sikap penjual ke pembelinya ialah sering tidak transparansi mengenai kualitas barang saat menjual, sering melakukan pencampuran antara buah yang baru dengan buah yang lama, dan sering juga menggunakan sumpah palsu dalam usaha meyakinkan pembeli bahwasannya buah yang dijual memang pantas dan berkualitas agar pembeli tertarik untuk membeli buah yang dijual menggunakan plastik maupun mika.51
Masyarakat Masbagik sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pedagang, baik yang berdagang melalui media social maupun secara langsung, baik itu di pasar maupun di pinggir jalan. Dalam hal ini
50Muhammad Hilwan, “Desa Masbagik Selatan” dalam https://www.desamasbagik selatan.com, diakses pada tanggal 9 maret 2022, pukul 23:50
51 Observasi, di Pasar Masbagik, pada 18 Maret 2022
peneliti mempunyai beberapa poin yang dikutip langsung dari pembahasan dalam mengajukan pertanyaan langsung dengan pedagang yang ada di pasar dan di pinggir jalan dalam proses mencari data maupun informasi mengenai praktik jual beli buah dalam kemasan dengan bertemu para pedagang buah yang ada di Pasar Masbagik. Berikut di bawah ini jumlah sampel pedagang dan pembeli buah yang ada di Pasar Masbagik dan stand pinggir jalan Masbagik dalam penelitian ini sebagai berikut:
Tabel 2.4
Jumlah Pedagang Buah di Pasar Masbagik Kabupaten Lombok Timur No. Nama Pekerjaan
1 Inaq Muna’ah Pedagang Buah
2 Inaq Jakrah Pedagang Buah
3 Nurul Hidayah Pedagang Buah
4 Ibu Uswatun Pedagang Buah
5 Inaq An Pedagang Buah52
Tabel 2.5
Jumlah Pembeli Buah di Pasar Masbagik Kabupaten Lombok Timur No. Nama Keterangan
1. Fatmawati Pembeli Buah
2. Ibu Isnaini Pembeli Buah
3. Ibu Zaenab Pembeli Buah
4. Ibu Raihan Pembeli Buah
5. Hikmah Pembeli Buah
6. Ibu Mahrin Pembeli Buah
7. Rohani Pembeli Buah
8. Haerani Pembeli Buah
52 Observasi, di Pasar Masbagik, pada 18 Maret 2022
9. Sapriadi Pembeli Buah
10. Nurlaili Pembeli Buah.53
Adapun hasil wawancara bersama pedagang dan pembeli buah yang ada di Pasar Masbagik dan pedagang buah yang ada di Pinggir Jalan Masbagik mengenai buah yang ada di dalam kemasan pada beberapa poin pembahasan di bawah ini.
1. Sistem jual beli buah
Sistem jual beli yang dilakukan oleh seseorang tentu banyak dan beragam. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk menarik pembeli dalam menjajalkan barang dagangannya. Namun pada masyarakat Masbagik yang berjualan di pasar ada yang melakukan sistem jual beli buahnya dengan cara mengemas buahnya serta ada yang berjualan dengan sistem eceran.
a. Sistem kemasan
Sistem kemasan menurut pedagang merupakan inisiatif tersendiri dalam mencari keuntungan menjual buah, sedangkan menurut pembeli bahwa jual beli buah dengan sistem kemasan tersebut bisa menjadi daya tarik dalam membeli yang dimana buah dalam kemasan tersebut seperti kata penjual yakni buah yang bersih
53 Observasi,di Pasar Masbagik, Desa Masbagik Selatan, dan Desa Lendang Nangka, pada
tanggal 18, 20 dan 22 Maret 2022
dan bersih. Dengan pemikiran sederhana pembeli bahwasanya buah yang di dalam kemasan tersebut buah yang bagus dan cocok dikonsumsi. Setelah peneliti terjun langsung ternyata buah dalam kemasan tersebut sering tidak sesuai dengan harapan dan apa yang disampaikan penjual. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Sapriadi selaku pembeli buah di Pasar Masbagik;
Sapriadi dalam penyampaiannya menuturkan bahwa pedagang buah di Pasar Masbagik masih banyak yang melakukan kecurangan dalam praktik jual beli buah. Para pedagang sering mencampur buah yang baru dengan buah yang lama, banyak pedagang yang melakukan teknik pengemasan supaya buah lama yang belum terjual bisa dicampur dan tidak ada kerugian bagi pedagang katanya. Tingkat kejujuran dalam menjual buah di pasar memang dibilang masih sedikit karena banyak pedagang yang sering meyakinkan pembeli dengan seyakin-yakinnya menggunakan kata-kata yang menarik pembeli bahwa barang yang dijual bagus dan baik, namun kenyataannya tidak.54
Adapun pernyataan pedagang dalam wawancara bersama peneliti, sebagaimana yang disampaikan oleh Inaq Muna’ah;
Inaq Muna’ah, saya berjualan buah di stand pinggir jalan depan Lapangan Masbagik atau jalur Pasar Masbagik, saya berjualan buah sekitar 18 tahunan di lokasi tersebut. Saat saya mewawancarai lebih lanjut Inaq Muna’ah, ia menjawab, ada saja pedagang yang sering mencampur buah yang lama dengan buah yang baru dan membuat pembeli jarang ingin berkunjung membeli buah di deretan stand pinggir jalan ini. Kalau saya insyaallah saya jujur dan tidak pernah ada niatan melakukan cara penjualan yang mencampur buah lama dengan buah yang baru”. Lalu saya mencoba bertanya lagi apakah anda sering meyakinkan pembeli dengan sumpah palsu untuk meyakinkan pembeli, Inaq Muna’ah menjawab,
54 Sapriadi, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022.
“kadang-kadang dek, tapi jika sedikit pembeli ya terpaksa dengan cara itu. Tapi jika ramai saya hindari”. Pernyataan Inaq Muna’ah sebagai pedagang banyak melakukan kecurangan.55
Pernyataan Inaq Muna’ah di atas mengatakan bahwa ia terkadang jujur terkadang tidak kepada pembelinya dalam menjual buahnya.
Pernyataan Inaq Muna’ah tersebut berbeda dengan penyampaian Inaq Jakrah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Inaq Jakrah dalam wawancaranya;
Inaq Jakrah seorang pedagang buah yang berasal dari Desa Masbagik Timur, Inaq Jakrah mengatakan jikalau dalam berjualan ia tetap memberitahukan bagaimana kondisi barang yang dijualnya kepada pembeli yang hendak bertransaksi dengannya. Inaq Jakrah juga sangat menghindari kebohongan atau kecurangan dalam jual beli yang ia laksanakan, misalnya seperti sumpah. Inaq Jakrah menyatakan kalau dirinya tidak pernah menggunakan sumpah palsu dalam meyakinkan pembelinya karena Inaq Jakrah ialah orang yang taat terhadap aturan agama dalam kajian hukum ekonomi syariah.
“Saya tahu mana yang salah dan mana yang benar, meskipun dengan tidak menjalani trik-trik yang digunakan pedagang lain itu tidak menjadikan saya rugi, justru sebaliknya Alhamdulillah saya bisa menyekolahkan anak-anak saya meskipun sampai sekolah menengah atas” ujarnya. Menggunakan sumpah dan mengurangi timbangan merupakan tindakan yang tidak diperbolehkan di dalam agama Islam dan bisa saja berbohong atau curang itu menjadi awal kerusakan dalam berusaha.56
Penyampaian Inaq Jakrah berlawanan dengan yang disampaikan Inaq An dalam wawancaranya;
Inaq An, saya juga menjual buah dengan cara mengemas memakai kantong plastik/mika. Ada juga yang saya jual dengan
55Inaq Muna’ah, Wawancara, Masbagik Selatan, 19 Maret 2022
56Inaq Jakrah, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
cara mengemas pakai karung yakni semangka, dan timun suri.
Mengemas semangka dengan timun suri itu apabila ada yang memesan lewat telepon dan mau diantarkan, terlebih lagi pada ramadhan mendatang nanti.57
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ibu Uswatun, sebagaimana dalam wawancaranya;
Ibu Uswatun mengatakan, dalam melakukan sistem penjualan ia dengan sengaja menutupi kualitas barang dengan alasan bahwa banyaknya saingan dalam proses penjualannya.58 b. Sistem eceran
Penjualan dengan sistem eceran juga bisa menjadi hal yang bermanfaat bagi pedagang, karena dalam menjual buahnya para pedagang bisa mendapatkan keuntungan yang lebih karena menjual harga secara kiloan. Dalam menjual buah eceran, pedagang memberikan pembeli memilih sendiri buah yang ingin diambil sebelum ditimbang. Pembelian secara eceran memang terlihat tidak akan ada problem yang timbul, namun kenyataannya ada saja permasalahan yang dirasakan pembeli. Sebagaimana yang dirasakan oleh Ibu Isnaini;
Ibu Isnaini mengatakan bahwa dirinya dicurangi oleh penjual buah yang ada di Pasar Masbagik, kemarin saya membeli buah jeruk 5 Kg di lapak yang ada di jalan utama masuk pasar, pedagangnya mengatakan kalau buahnya manis dan berkualitas baik, akhirnya saya membeli buah jeruk itu dan memilih mana yang bagus untuk dikonsumsi. Ketika ditimbang oleh penjual, saya
57 Inaq An, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
58Uswatun, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
melihat kalau pedagang itu menukar buah jeruk yang sudah saya pilih di dalam kresek. Namun karena keramaian saya tidak tega untuk menegur pedagang itu dengan mengatakan kalau buah itu kok ditukar dengan buah yang lain, sampai rumah saya kecewa banget dan tidak mau membeli buah di pedagang itu. Juga dalam menimbang buah itu juga saya melihat pedagang itu mempercepat akses penimbangan dengan modus mengajak saya ngomong dengan menawarkan buah yang lain.59
Hal senada disampaikan juga oleh Ibu Zaenab;
Ibu Zaenab mengatakan juga, saya kemarin membeli semangka sebanyak 1 Kwintal dari Inaq An dengan cara memilih sendiri buah semangka dan diantarkan ke rumah, semangkanya diisi pakai karung. Setelah saya buka semangka yang ada di dalam karung ternyata ada yang rusak dan tidak pantas untuk dijual nantinya, akhirnya saya kembalikan semangka yang rusak dan mengambil semangka yang baru. Untungnya ada perjanjian sebelumnya jika ada yang rusak bisa dikembalikan, jika pedagang sudah tau buah yang rusak, kenapa harus diikut sertakan di dalam karung tersebut.60
Ibu Raihan juga menyampaikan;
Ibu Raihan, Para pedagang sering mencampur buah yang baru dengan buah yang lama, banyak pedagang yang melakukan teknik pengemasan supaya buah lama yang belum terjual di eceran bisa dicampur dan tidak ada kerugian bagi pedagang. Pedagang juga banyak melakukan sumpah untuk meyakinkan kami sebagai pembeli.61
Pernyataan Ibu Raihan dan beberapa pembeli tidak berlaku kepada Nurul Hidayah yang berjualan nanas;
Nurul Hidayah, karena kebetulan saya menjual nanas, jadinya hanya nanas yang saya bungkus menggunakan kantong
59 Isnaini, Wawancara, Lendang Nangka, 22 maret 2022
60 Zaenab, Wawancara, Lendang Nangka, 22 maret 2022
61 Raihan, Wawancara, Lendang Nangka, 22 maret 2022
plastik sama mika untuk mempercepat penjualan dan mempermudah pembeli yang ingin makan dengan instan. Semua penjualan saya laksanakan dengan jujur dan tidak mau merugikan pembeli.62
2. Keuntungan pada jual beli buah dalam kemasan
Dalam mencari keuntungan penjualan, para pedagang banyak melakukan teknik supaya barang dagangannya cepat laku, sebagaimana dalam wawancara bersama Nurul Hidayah;
Nurul Hidayah, dengan berdagang buah perekonomian keluarga Alhamdulillah meningkat, namun mengenai keuntungan yang didapat tentu tidak tetap dikarenakan penjualan buah tidak dengan harga yang tetap. Menurut saya keuntungan penjualan baik dengan mengemas maupun tidak sama saja.63
Nurul Hidayah dalam wawancara diatas mengatakan keuntungan yang di dapat sama saja meskipun menjual buah dengan cara dikemas, pendapat yang sama disampaikan Inaq Jakrah;
Inaq Jakrah, keuntungan yang di dapat sama saja karena harga yang saya berikan baik dengan yang sudah dikemas maupun belum dikemas sama, itulah penyebabnya keuntungan yang saya dapat sama.64
Namun Inaq Muna’ah mengatakan hal yang berbeda dalam penyampaiannya;
Inaq Muna’ah, keuntungan memang saya dapat dari penjualan dengan cara mengemas ada lebihnya sedikit karena saya
62 Nurul Hidayah, Wawancara, Masbagik Selatan, 19 Maret 2022
63 Nurul Hidayah, Wawancara, Masbagik Selatan, 19 Maret 2022
64 Inaq Jakrah, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
menghitung jasa pengemasan dan pembersihan buah yang ada di dalam kantong plastik.65
Ibu Uswatun, saya dalam berjualan tentu mencari keuntungan yang lebih. Dalam memperbanyak keuntungan tentu saya harus bisa membuat jualan sedemikian menarik mungkin.66 Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Inaq An;
Inaq An, saya dalam berjualan tentu mencari keuntungan yang lebih. Terlebih lagi pada ramadhan mendatang nanti, ada juga yang saya jual dengan cara mengemas pakai karung yakni semangka, dan timun suri. Mengemas semangka dengan timun suri itu apabila ada yang memesan lewat telepon dan mau diantarkan. Disitulah saya mengambil keuntungan yang banyak.67
3. Buah-buah yang dijual dalam bentuk kemasan
Sapriadi sebagai pembeli menyatakan, bahwa buah-buah yang sering dicampur oleh pedagang dalam kemasan seperti kantong plastik itu yakni seperti buah jeruk, apel, nanas yang sudah dikupas, dan mengkudu, dan yang sering dicampur di dalam mika yakni seperti anggur dan sejenisnya.68
Pernyataan selanjutnya dari pembeli juga yakni Ibu Haerani;
Ibu Haerani, buah yang sering saya liat dikemas yakni buah musiman yang ada di Lombok saja. Sebagaimana yang dijual oleh Ibu Uswatun namanya. Banyak buah seperti buah bune, joet, jambu air, dan kepundung.69
Ibu Isnaini juga menyatakan hal yang sama seperti Ibu Haerani, namun Ibu isnaini jarang menemukan buah yang sering ditemukan oleh ibu haerani;
65 Inaq Muna’ah, Wawancara, Masbagik Selatan, 19 Maret 2022
66 Uswatun, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
67 Inaq An, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
68 Sapriadi, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
69 Haerani, Wawancara, Masbagik Selatan, 20 Maret 2022
Ibu Isnaini, buah yang banyak dikemas oleh penjual yakni jeruk, apel, anggur, jambu air, nanas, dan beberapa buah yang adanya saat musimnya saja.70
Pernyataan yang sedikit berbeda disampaikan oleh Ibu Zaenab;
Ibu Zaenab, saya tetap melihat buah-buah yang dijual secara kemasan kecuali buah musiman selain semangka. Karena saya hanya mengetahui buah semangka yang dijual secara musiman oleh pedagang buah di Masbagik, yakni Inaq An.71
Adapun dalam pernyataan pedagang selanjutnya, Inaq Jakrah menyampaikan;
Inaq Jakrah, kalau saya buah yang sering saya kemas memakai kresek atau kantong plastik yakni buah yang kecil-kecil saja, seperti jeruk, apel, ceruring, anggur, dan sejenisnya yang enak rupanya dipandang memakai bungkus dan cocok untuk diisi itu yang saya bungkus.72
Inaq jakrah dalam pernyataannya sesuai dengan pernyataan Inaq Muna’ah, sebagaimana yang disampaikan Inaq Muna’ah juga;
Inaq Muna’ah, buah yang saya jual dalam bentuk kemasan sama sebenarnya dengan penjual-penjual yang lain. Soalnya hanya buah-buah kecil yang bisa kami bungkus memakai kantong plastik atau mika.73
Berbeda dengan Nurul Hidayah, ia mengatakan;
Nurul Hidayah, karena kebetulan saya menjual nanas, jadinya hanya nanas yang saya bungkus menggunakan kantong plastik sama
70Isnaini, Wawancara, Lendang Nangka, 22 maret 2022
71 Zaenab, Wawancara, Lendang Nangka, 22 maret 2022
72 Inaq Jakrah, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
73 Inaq Muna’ah, Wawancara, Masbagik Selatan, 19 Maret 2022
mika untuk mempercepat penjualan dan mempermudah pembeli yang ingin makan dengan instan.74
Pernyataan Nurul Hidayah berbeda dengan pedagang buah yang lain, ia hanya menjual buah nanas dan mengupasnya kemudian mengemas memakai kantong plastik atau mika untuk mempermudah pembeli.
Inaq An, saya juga menjual buah dengan cara mengemas memakai kantong plastik/mika. Buah yang saya kemas berupa jeruk, apel kecil, mengkudu, anggur, kelengkeng, dan lain sebagainya. Ada juga yang saya jual dengan cara mengemas pakai karung yakni semangka, dan timun suri, bisa disebut buah musiman. Saya mengemas semangka dengan timun suri itu apabila ada yang memesan lewat telepon dan mau diantarkan, terlebih lagi pada ramadhan mendatang nanti.75
Pernyataan dari Inaq An berbeda dengan pedagang lain, bahwa ia juga menjual buah musiman dengan cara dikemas menggunakan karung jika buah yang dipesannya besar, seperti semangka dan timun suri. Hal yang sama mengenai buah musiman, sebagaimana yang dijual oleh Ibu Uswatun;
Ibu Uswatun, saya menjual buah musiman juga dan saya kemas menggunakan kantong plastik. Buah itu seperti jambu air, Ketimus, joet, buaq bune, kepundung dan lain sebagainya.76
Buah musiman yang dijual Ibu Uswatun yakni buah musiman yang banyak di Lombok Timur.
4. Penetapan harga
74 Nurul Hidayah, Wawancara, Masbagik Selatan, 19 Maret 2022
75 Inaq An, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
76 Uswatun, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
Penetapan harga merupakan faktor yang mempengaruhi pembeli untuk membeli atau tidak barang yang ditawarkan kepadanya. Sebagaimana dalam wawancara bersama Inaq Jakrah dan beberapa pedagang buah lainnya serta bersama beberapa pembeli mengenai penetapan harga yang diberikannya ternyata berbeda dari yang satu dengan yang lainnya;
Inaq Jakrah, dalam menetapkan harga buah yang di dalam kemasan dengan buah yang masih dalam bentuk eceran saya bedakan sedikit saja. Buah yang di dalam kemasan saya naikan sedikit harganya, selisih 2 rb dengan harga satuan (eceran) jika membeli dengan cara memilih sendiri buah yang dibeli oleh pembeli.77
Pernyataan berbeda juga disampaikan oleh Inaq Muna’ah;
Inaq Muna’ah, sebagai pedagang buah di pasar, dalam menetapkan harga saya juga membedakan sedikit dengan harga buah yang belum dikemas. Saya mengambil keuntungan lebih banyak dari buah yang sudah dikemas dengan menghitung jasa pembersihan buah.
Meskipun saya mengambil keuntungan lebih besar daripada buah yang belum dikemas, namun saya memberitahu pembeli dengan kondisi buah yang ada di dalam kemasan tersebut.78
Inaq Muna’ah menyatakan jikalau ia mengambil keuntungan dari buah yang dikemasnya berbeda sedikit dengan yang belum dikemas, sebagaimana yang disampaikan oleh Nurul Hidayah;
Nurul Hidayah, saya dalam mencari keuntungan penjualan, saya tetap memberitahu informasi sebenarnya mengenai kondisi barang. Jika buah yang saya jual dalam bentuk kemasan maupun eceran buahnya ada yang rusak atau ada yang tidak bagus, maka saya memberitahu pembeli dan memberikannya dengan harga yang lebih
77Inaq Jakrah, Wawancara, Pasar Masbagik, 18 Maret 2022
78 Inaq Muna’ah Wawancara, Masbagik Selatan, 19 Maret 2022