Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik jual beli buah di Pasar Masbagik yang cenderung menimbulkan kekhawatiran bagi pembeli karena pedagang sering mencampurkan buah lama dengan buah baru dalam penjualannya. Pada akhirnya peneliti tertarik untuk mengkaji kasus ini lebih dalam dan mengambil gagasan dengan judul “Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktek Jual Beli Buah Kemasan (Studi Kasus Pedagang Buah Di Pasar Masbagik Kabupaten Lombok Timur)”. Bagaimana kedudukan hukum ekonomi syariah terhadap praktik jual beli buah kemasan di pasar Masbagik Kabupaten Lombok Timur.
Untuk mengetahui dan menjelaskan praktik jual beli buah kemasan di pasar Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Untuk menganalisis pandangan hukum ekonomi syariah terhadap praktik jual beli buah kemasan di pasar Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Rumusan masalah pada penelitian sebelumnya adalah bagaimana praktek jual beli buah melon dengan sistem borongan di Desa Ganti Kec.
Praya Timur dan bagaimana tinjauan fikih muamalah tentang praktek jual beli buah melon dengan sistem borongan di desa Chang Kec. Dalam hal ini informasi yang dibutuhkan adalah untuk mencari data tentang praktek jual beli buah kemasan yang dilakukan oleh pedagang buah di pasar Masbagik. Wawancara ini digunakan untuk mendapatkan data tentang proses pelaksanaan penelitian dan untuk mendapatkan informasi tentang praktek jual beli buah kemasan yang dilakukan oleh pedagang di pasar Masbagik.
Dalam penelitian ini mengkaji praktik jual beli buah kemasan yang dilakukan pedagang dalam kegiatan ekonominya di pasar Masbagik.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan dan Manfaat
- Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
- Telaah Pustaka
- Kerangka Teori
- Metode Penelitian
- Sistematika Pembahasan
Membuka ruang diskusi dengan rekan-rekan tentang hasil antara dan hasil akhir sangat baik, karena diskusi dengan rekan-rekan dalam hal ini bertujuan untuk menambah atau memperkaya perspektif tentang objek kajian yang peneliti hadapi, sehingga argumentasi dan rumusan kalimat yang tersingkap bisa dihitung.
PRAKTIK JUAL BELI BUAH DALAM KEMASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Sejarah Desa Masbagik Selatan
- Data Monografi
- Data Geografis
- Potensi dan Perekonomian Masyarakat
- Sosial dan Kebudayaan
- Keamanan dan Ketertiban
- Struktur Organisasi Pemerintah Masbagik Selatan
Praktek jual beli buah-buahan di Pasar Masbagik seringkali menimbulkan keresahan di kalangan pembeli, karena para pedagang dalam menjual barangnya menggunakan cara pengemasan buah-buahan yang dijualnya. Dengan anggapan sederhana pembeli bahwa buah yang ada di dalam kemasan adalah buah yang baik dan layak untuk dikonsumsi. Bu Haerani, buah-buahan yang sering saya lihat dikemas hanyalah buah-buahan musiman di Lombok.
Inaq Muna'ah, buah yang saya jual dalam bentuk kemasan sebenarnya sama dengan penjual lainnya. Secara spiritual, saya pernah membeli buah di pasar Masbagik dengan harga yang lumayan mahal karena buah yang saya cari langka di pedagang lain. Nurlaili, penjual buah di Pasar Masbagik, kerap menaikkan harga tinggi jika buah yang dijualnya langka.
Saya mencoba meyakinkan pembeli bahwa buah dalam kemasan (kantong plastik/mika) itu bagus. Pernyataan Inaq Jakrah di atas mendapat respon positif dari pembeli buah di pasar Masbagik yaitu Ny. Fatmawati; Alasan saya terkadang membeli buah kemasan adalah agar buah yang saya dapatkan bersih dan tidak kotor.
Meski buah lama dan buah baru tentu saja dihadirkan dengan harga yang berbeda, karena. Saya mencoba meyakinkan pembeli bahwa buah dalam kemasan (kantong plastik/mika) itu bagus.”126. Sumpah serapah dalam kegiatan bisnis sering dilakukan oleh para pedagang buah di pasar Masbagik untuk meyakinkan pembeli bahwa buah tersebut berkualitas baik dan layak untuk dikonsumsi, meskipun tidak sebaliknya.
Pedagang buah di Pasar Masbagik memberikan keringanan dan keleluasaan bagi pembelinya dalam hal transaksi dan negosiasi. Praktik jual beli buah di pasar Masbagik dalam melakukan kegiatan jual beli membuat banyak perbedaan. Para pedagang buah di Pasar Masbagik seharusnya lebih memahami bagaimana cara berwirausaha yang baik yang sesuai dengan hukum ekonomi Islam.
Praktik Jual Beli dalam Kemasan di Pasar Masbagik
PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP
Sistem Jual Beli Buah
- Sitem Kemasan
- Sistem Eceran
Keuntungan Pada Jual Beli Buah dalam Kemasan
Buah-Buah Yang Dijual dalam Bentuk Kemasan
Penetapan Harga
Faktor-Faktor Jual Beli Buah dalam Kemasan
- Alasan Penjual
- Alasan Pembeli
PENUTUP
Kesimpulan
Kontradiksi dalam praktik jual beli buah di pasar Masbagik antara lain ketidakjujuran dalam hal kualitas barang yang dilakukan oleh penjual buah kepada pembelinya, karena pedagang seringkali mencampurkan buah lama dengan buah baru dalam proses pengemasan. Selain itu, pedagang dalam proses transaksi langsung juga sering menggunakan sumpah demi kelancaran dan kecepatan untuk mendapatkan keuntungan bagi usahanya sehingga pembeli tampil percaya diri dan termotivasi untuk membeli barang dagangannya. Dilihat dari perspektif hukum ekonomi Islam, cara yang dilakukan oleh para pedagang buah dalam kegiatan usahanya seperti proses jual beli adalah adanya unsur penipuan/penipuan.
Cara yang dilakukan oleh para pedagang buah di Pasar Masbagik menunjukkan tidak sesuai dengan prinsip hukum ekonomi Islam dan para pedagang buah di Pasar Masbagik tidak menerapkan hal-hal yang seharusnya diatur dalam hukum ekonomi Syariah berkenaan dengan prinsip-prinsip tersebut. jual beli dalam islam, seperti menjual barang yang kualitasnya bagus, harus transparan kepada pembeli, jujur, amanah dan jujur, dilarang menggunakan sumpah.
Saran
Djakfar Muhammad, Etika Bisnis Islam: Tataran Teoritis dan Praktis, Malang: Pers UIN Malang, Anggota IKAPI, 2008. Dwi Kumaramdhani Indah, Fiqh Muamalah Analisis Jual Beli Tomat Dengan Sistem Borongan di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Lombok Timur Kabupaten, Karya Diploma, FS UIN Mataram 2020. Gusniarti, Teori Hilah dalam Hukum Islam di http://repository.uin-suska.ac.id/4/BAB%2520lll.
Hamid Abdul, Muamalah Fikh Analisis Jual Beli Pohon Durian Tanpa Lahan, Studi Kasus di Desa Kekait, Kec. Imron Rosyadi Moh., Kajian Pengembangan Teori Hukum Islam Hilah Al-Hukmi STAI Taswirul Afkar Surabaya. Jayantara Lalu Bagas, Muamalah Fikh Review praktik jual beli buah melon dengan sistem rut, borongan, di desa Chang kecamatan Praya Timur, Teza, FS UIN Mataram 2019.
Kadir Riyadi Abdul, dkk, Prinsip Dasar Ekonomi Islam Perspektif Maqashid Al-Shari'ah, Jakarta: Prenadamedia Group, 2014. Mujiatun Siti, Jual Beli Dalam Perspektif Islam; Salam dan Istisna, Jurnal Akuntansi dan Riset Bisnis, No. Nur Fadilah Lutfi, Al-Hilah al-Syar'iyah dan kemungkinan penerapannya Jurnal astronomi, vol.
Syarifudin Amir, Garis Besar Fiqh, Jakarta: Prenadamedia Group, 2003 Sumanto, Hukum Ekonomi Jakarta; Universitas Islam, cet. Yunia Fauzia Ika, Etika Bisnis dalam Islam, Jakarta: Prenadamedia Group, 2013 ___Modul Mata Kuliah Hukum Ekonomi Syariah, v. Muslim, Redaktur Muhammadiyah, Larang Jual Beli, di https://muhammadiyah.or.id, diakses 23 Oktober 2021.
Setelah membeli buah musiman, periksa kembali buah tersebut untuk melihat apakah ada pembeli yang memesannya. Apakah sebelumnya ada kesepakatan dengan pembeli kalau ada buah yang rusak nanti bisa dikembalikan ya bu. Alamat rumah: Dusun Kampung Masjid, Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).