7.8 Perancangan instrumentasi untuk keamanan lereng
7.8.2 Pemilihan jenis instrumentasi
Jenis instrumentasi yang dipilih harus disesuaikan kebutuhannya, seperti berikut.
7.8.2.1 Pengukuran tekanan air pori
Untuk mengukur tekanan air pori diperlukan piezometer yang jenisnya dapat bervariasi, di antaranya adalah:
a) pisometer pipa terbuka (open-stand pipe piezometer), b) pisometer pneumatik,
c) pisometer vibrating wire.
7.8.2.2 Pengukuran gerakan tanah
Pengukuran gerakan tanah dapat dilakukan di permukaan atau di dalam massa tanah.
Beberapa jenis alat yang sering digunakan untuk memonitor gerakan tanah di antaranya:
a) Tiltmeter (pengukuran kemiringan di permukaan), b) Inklinometer,
c) Ekstensometer.
7.8.3 Persyaratan minimum instrumentasi geoteknik untuk keamanan lereng Langkah-langkah untuk merencanakan instrumentasi sebagai berikut:
a) menentukan parameter yang hendak diukur;
b) menentukan jenis alat yang diperlukan;
c) memilih jenis instrumen yang paling sesuai;
d) menentukan jumlah, lokasi, dan kedalaman instrumen;
e) menggunakan teknik pencatatan.
Proses perancangan instrumentasi memerlukan pengembangan ide dari sebab-sebab kelongsoran dan batas yang mungkin dari kedalaman dan batas-batas pergerakan dari bidang gelincir, pengenalan kondisi lapangan, mempelajari geologi lokal, peninjauan catatan hujan, dan observasi dari topografi.
7.8.4 Monitoring dan pelaporan (termasuk interpretasi, analisis, dan evaluasi)
Pelaporan hasil pemantauan instrumentasi diberikan secara berkala sesuai dengan kesepakatan yang disetujui. Laporan yang terdiri atas hasil interpretasi, analisis dan evaluasi harus dikaji ulang dan disetujui.
8 Terowongan
8.1 Ruang lingkup pekerjaan terowongan
Pasal ini menetapkan persyaratan terowongan pegunungan/batuan, terowongan perisai, terowongan gali dan tutup,serta persyaratan pemantauan dan pengukuran untuk pekerjaan terowongan. Cakupan bahasan dalam pasal ini meliputi persyaratan perancangan yang terdiri atas bentuk dan ukuran penampang terowongan, alinemen terowongan, kedalaman posisi terowongan, kemiringan terowongan, pemilihan metode konstruksi, dinding
ndardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Sub Komite Teknis 91-01-S2 Rekayasa Jalan dan Jembatan, terowongan, beban rencana, fasilitas tambahan, metode-metode tambahan lainnya,
terowongan vertikal, perlindungan lingkungan, pengamatan, pengukuran, dan pencatatan pekerjaan.
Secara garis besar pada Tabel 27 ditunjukkan perbandingan tipe-tipe terowongan yang dibahas dalam pasal ini.
Tabel 27 – Perbandingan tipe terowongan (JSCE, 2007)
Terowongan gali-dan- tutup
Terowongan
pegunungan Terowongan perisai Ringkasan Tanah digali dari permukaan
menggunakan sistem penahan tanah untuk membangun terowongan di kedalaman yang diinginkan. Kemudian material galian dibawa kembali untuk mengembalikan permukaan.
Terowongan dibangun dengan mengoptimalkan fungsi kemampuan dukungan alami batuan sekitarnya. Batuan distabilkan selama penggalian dengan beton semprot, baut batuan, penyangga baja, dll.
Kondisi yang perlu sebagai syarat
“ground arch” terbentuk dan muka bidang galian tetap berdiri ketika digali. Jika tidak, diperlukan tindakan pengendalian.
Sebuah perisai didorong dalam tanah untuk membuat terowongan. Lapisan luar dari perisai dan segmen mendukung dinding terowongan. Jenis perisai tertutup menstabilkan muka bidang galian menggunakan tanah atau bubur/slurry untuk menahan tekanan tanah dan hidraulik. Jenis perisai terbuka hanya dapat digunakan muka bidang galian tetap berdiri. Jika tidak, diperlukan tindakan pengendalian.
Aplikasi geologi
Pada dasarnya tidak ada kondisi tanah dimana metode ini tidak dapat digunakan. Sebuah sistem penahan tanah yang tepat atau metode tambahan dapat dipilih sesuai dengan kondisi tanah.
Umumnya dari batuan keras hingga batuan lunak Tersier.
Metode ini juga dapat diterapkan untuk lapisan diluvium tergantung pada kondisi. Bisa juga
digunakan pada tanah tidak terkonsolidasi dengan kekuatan terkekang 0,1 MN/m2 dan modulus deformasi lebih besar dari 10 MN/m2, termasuk tanah yang lebih lunak. Kekakuan penyangga baja, metode penggalian, dan tindakan pengendalian dapat berubah sesuai dengan variasi geologi.
Umumnya adalah berlaku untuk lapisan berumur Holosen, Pleistosen, dan lapisan Neosen sangat lunak. Memiliki fleksibilitas untuk mengakomodasi variasi kondisi tanah. Baru-baru ini ada beberapa kasus, metode ini dapat diaplikasikan pada batuan keras.
Pengukuran ulang air tanah
Langkah-langkah tambahan, seperti perlekatan dalam, pengeringan, dan perbaikan tanah, seringkali diperlukan untuk mencegah boiling dan heaving.
Ketika aliran air memengaruhi kemampuan bertahan muka bidang galian atau stabilitas batuan selama penggalian, maka diperlukan metode penyegelan air seperti sumur dalam, sumur titik, atau drainase terowongan.
Jenis perisai tertutup biasanya tidak memerlukan tindakan tambahan, kecuali untuk bagian permulaan dan kedatangan.
Kedalaman terowongan
Biasanya tidak ada pembatasan minimum overburden dalam
Ketika rasio overburden terhadap diameter terowongan kurang dari
Overburden minimal adalah setengah diameter perisai.
ndardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Sub Komite Teknis 91-01-S2 Rekayasa Jalan dan Jembatan, dan tidak untuk dikomersialk Terowongan gali-dan-
tutup
Terowongan
pegunungan Terowongan perisai Ukuran
potongan melintang
Tidak ada batasan pada ukuran penampang ketika menggunakan metode ini.
Umumnya ukuran penampang adalah sebesar 150 m2, yang terbesar adalah lebih 200 m2.
Ukuran terbesar dari penampang sekitar 14 m diameter perisai.
Alinemen Tidak ada batasan ketika menggunakan metode ini.
Hampir tidak ada batasan ketika menggunakan metode ini.
Rasio minimum radius kelengkungan untuk diameter perisai adalah 3-5.
Dampak terhadap lingkungan sekitar
Konstruksi berdekatan dengan struktur yang ada membutuhkan perkuatan tambahan sistem dinding penahan tanah dan/atau tindakan tambahan. Lalu lintas permukaan sangat terhambat karena daerah konstruksi harus diblokir selama masa konstruksi.
Penanggulangan kebisingan dan getaran diperlukan pada semua tahap konstruksi.
Tindakan pengendalian diperlukan untuk konstruksi berdekatan. Ada dampak dengan tingkat yang terbatas pada lalu lintas permukaan kecuali pada shaft. Kebisingan dan getaran terbatas pada daerah sekitar portal dan dapat ditangani dengan menggunakan dinding kedap suara atau perumahan kedap suara.
Dalam beberapa kasus, pelaksanaan berdekatan dengan struktur yang ada, langkah- langkah tambahan untuk memperkuat struktur yang berdekatan diperlukan. Ada dampak dengan tingkat yang terbatas pada lalu lintas permukaan. Kebisingan dan getaran terbatas pada daerah sekitar shaft. Shaft dapat dilindungi oleh dinding kedap suara, housing atau metode lainnya.
8.2 Persyaratan perancangan terowongan pegunungan/batuan 8.2.1 Persyaratan perancangan
Terowongan harus dirancang dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan hal-hal yang diperlukan sesuai dengan fungsi dari terowongan, lokasi, dan kondisi lingkungan.
Selain itu juga evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keselamatan, efisiensi ekonomi, kemudahan konstruksi, ketahanan, dan pemeliharaan dalam masa layannya.
8.2.2 Prosedur perancangan
Terowongan harus dirancang menggunakan prosedur yang sesuai berdasarkan kondisi desain yang telah ditentukan. Langkah-langkah prosedur perancangan ditunjukkan pada Gambar 19 berikut ini.
ndardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Sub Komite Teknis 91-01-S2 Rekayasa Jalan dan Jembatan,
Gambar 19 - Prosedur perancangan terowongan pegunungan/batuan
Desain Metode Tambahan Perencanaan & Investigasi
ndardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Sub Komite Teknis 91-01-S2 Rekayasa Jalan dan Jembatan, dan tidak untuk dikomersialk c) Efek akibat konstruksi struktur berdekatan setelah terowongan dibangun, area dan
tingkat dampak harus dikaji dan dipertimbangkan dalam desain perkuatan dan dinding terowongan. Semua perubahan meliputi tekanan dan sifat-sifat massa batuan, pergerakan dan deformasi pada terowongan, dan dampak dari getaran akibat peledakan.
d) Dampak dari gempa, tekanan tanah, tekanan air dan faktor-faktor lain. Hal-hal utama yang perlu dipertimbangkan di antaranya tebal lapisan penutup (overburden), topografi, geologi, kondisi lokasi, lingkungan sekitar, dan tujuan penggunaan terowongan.
Selain itu item-item perancangan yang diperlukan adalah:
a) Alinemen horizontal;
b) Profil memanjang;
c) Penampang melintang;
d) Fasilitas tambahan;
e) Klasifikasi massa batuan;
f) Geometri penampang penggalian;
g) Metode penggalian;
h) Metode penerowongan;
i) Perkuatan (beton semprot, baut batuan, penyangga baja, dll.);
j) Dinding terowongan;
k) Lantai kerja (invert);
l) Drainase dan kedap air;
m) Daerah portal dan portal;
n) Metode tambahan;
o) Pengukuran.