BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Defenisi Operasional Variabel
menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar).
Kuadrat 3 : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi dilain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadrat 3 ini mirip dengan Question Mark pada BCG Matrix. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat berebut peluang pasar yang lebih baik. Misalnya, Apple menggunakan strategi peninjauan kembali tekhnologi yang dipergunakan dengan cara menawarkan produk-produk baru dalam industry micro computer.
Kuadrat 4 : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan , prusahaan tersebut menghadapi berbagai macam ancaman dan kelemahan internal.
Dari uraian tersebut diatas maka dapat diperoleh/disimpulkan tentang strategi Diferensiasi produk yang dipilih oleh PT.Megahputra Sejahtera Makassar dalam meningkatkan penjualan mie Megah mie.
Megahputra Sejahtera. Defenisi operasional variable dalam penulisan ini sebagai berikut :
1. Bentuk, dalam penelitian ini yang dimaksudkan dengan bentuk yaitu ukuran mie tersebut.
2. Fitur, dalam penelitian ini yang dimaksudkan dengan fitur yaitu bahan pelengkap, variasi rasa yang diberikan kepada konsumen serta tampilan dari kemasan produk mie tersebut apakah menarik atau sebaliknya.
3. Mutu kinerja, dalam penelitian ini yang dimaksud dengan mutu kinerja yaitu kemampuan mie untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia sebagai makanan yang dapat mengenyangkan setelah dikonsumsi.
4. Mutu kesesuaian, dalam penelitian ini yang dimaksud dengan mutu kesesuaian yaitu kesesuaian antara rasa yang ditawarkan jika dibandingkan apabila produk telah dikonsumsi
5. Daya tahan, dalam penelitian ini yang dimaksud dengan daya tahan yaitu lamanya produk mie tersebut dapat dikonsumsi.
6. Gaya, dalam penelitian ini yang dimaksud dengan gaya yaitu waktu yang diperlukan dalam proses memasak mie megamie.
7. Rancangan, dalam penelitian ini yang dimaksud rancangan yaitu tekstur dari mie dan kualitas bahan baku yang digunakan PT.
Megahputra Sejahtera dalam memproduksi mie.
8. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan dan membandingkan antara faktor eksternal peluang (opportunities) dan (threaths) dengan faktor internal kekuatan (strengths), dan kelemahan (weakness).
9. Volume penjualan adalah mengandung arti yang cukup luas, yaitu mencakup segala aktifitas yang berhubungan dengan pelaksanaan yang mengumpulkan dan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke tangan konsumen.
A. Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Megahputra Sejahtera pada awalnya memproduksi mie dengan menggunakan peralatan yang sangat sederhana, yang proses pengeringan mie tersebut masih menggunakan bantuan sinar matahari. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1948 oleh Penky Halima atau dikenal juga dengan nama Liem Phia Lay. Awalnya usaha ini diberi nama Toko Liem.
Pada tahun 1969, tepatnya tanggal 30 September, Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO) memberikan kredit kepada Liem Phia Lay untuk mengembangkan usahanya. Kredit tersebut selanjutnya digunakan untuk membeli sebuah bangunan yang terletak di jalan Gunung Latimojong dan juga sebuah mesin pembuat mie. Pada tahun 1974, pihak perusahaan membeli sebuah bangunan yang terletak di jalan yang sama dan juga membeli satu unit mesin pengolah mie dari Ohtake Noodle Machiner. Dengan adanya mesin pengolah mie inilah maka proses produksi dapat berproduksi lebih baik lagi, sehingga kapasitas produksi pada waktu itu dapat meningkat dan mampu mengikuti permintaan konsumen.
Untuk mendukung usaha ini, pada tahun 1984, pihak pemilik melakukan investasi dengan membeli sebidang tanah di daerah kawasan industri dengan luas lahan 40.000 meter persegi. Melihat hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta besarnya permodalan yang dimiliki, maka
37
pada tanggal 8 Juni 1987, pihak perusahaan memperoleh Surat Keputusan Menteri Perindustrian. Setahun kemudian UD. Industri Megah berubah nama dan bentuk badan usaha yakni CV. Megah Perkasa. Dengan melihat potensi pasar yang sangat menjanjikan, maka pada tahun 1989 pihak perusahaan mengadakan pengembangan usaha dengan menciptakan suatu produk mie instan yang diberi merk “Megah Mie”.
Kemudian pada tahun 1991, CV. Megah Perkasa resmi berubah nama menjadi PT. Megahputra Sejahtera dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian oleh ketua Badan Koordinasi Perencanaan Modal, maka PT. Megahputra Sejahtera telah menjadi Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PPMDN).
B. Struktur Organisasi PT. Megahputra Sejahtera Makassar STRUKTUR ORGANISASI
PT. MEGAHPUTRA SEJAHTERA MKASSAR
MANAJER
SEK.MANAJER
SUPER MARK
VISOR ETING
STAFF SUPER
OPE
VISOR IST
STAFF OPDIST
C. Mekanisme Kerja a. Manajer
1. Menyusun konsep kebijakan teknis berdasarkan target Perusahaan;
2. Memberi petunjuk kepada supervisor layanan pelanggan, supervisor marketing, supervisor pengawasan serta supervisor administrasi;
3. Mengkaji laporan - laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pelayanan untuk mengetahui hambatan - hambatan dan usaha penyesuaiannya;
4. Megendalikan kegiatan pelanggan;
5. Membuat laporan berkala sesuai dengan tugasnya.
b. Supervisor Pelayanan Pelanggan
1. Menyusun rencana kerja bagi pelayanan pelanggan untuk kelancaran tugas;
2. Memberi petunjuk kepada seksi di bagian pelayanan pelanggan untuk kelancaran tugas;
3. Mengkoordinir pemasaran, tata usaha langganan, penyambungan dan pengolahan data;
4. Mengkaji laporan - laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada pelanggan untuk mengetahui hambatan - hambatan dan usaha penyelesaiannya;
5. Mengevaluasi data statistik yang berkaitan dengan perkembangan daerah setempat;
6. Membuat laporan berkala sesuai bidang tugasnya.
d. Supervisor Administrasi
1. Mengatur dan mengarahkan kegiatan dibidang anggaran dan keuangan yang meliputi penyusunan rencana anggaran, penetapan anggaran pendapatan dan belanja, pengolaan dana, pengasuransian dan kegiatan perpajakan;
2. Membuat laporan berkala sesuai dengan bidangnya;
3. Menyusun rencana kegiatan, membagi tugas, membimbing bawahan dan mengevaluasi hasil kerja bawahan;
4. Menyusun program - program distribusi serta membuat laporan seksi pemeliharaan distribusi sebagai petanggung jawaban pelaksanaan;
5. Mengawasi likuiditas perusahaan, mengatus keluar masuknya dana perusahaan sehingga posisi keuangan selalu terjaga dengan baik;
6. Menghitung serta menyusun anggaran untuk biaya operasional;
e. Supervisor Operasi Distribusi & Pelayanan Teknik 1. Perencanaan oporasi distribusi;
2. Lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan;
3. Pelayanan teknik;
4. Perencanaan pemeliharaan distribusi;
5. Konstruksi;
6. Logistik.
g. Karyawan
1. Melaksanakan tugas dengan cermat tetapi tepat guna;
2. Melaksanakan daya nalar yang tinggi sehingga dalam melaksanakan tugasnya seseorang tidak terjerat oleh cara bekerja yang legalistik dan kaku
D. Strategi Diferensiasi Produk pada PT.Megahputra Sejahtera
Dalam upaya mempertahankan eksistensinya di dunia bisnis, perusahaan memerlukan berbagai macam cara agar produk yang dimilikinya tetap mempunyai
tempat dipasar. Salah satu cara agar dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan mendiferensiasikan produk yang dimilkinya.
Hal ini pula yang dilakukan oleh PT. Megahputra Sejahtera. Perusahaan yang telah berproduksi sejak tahun 1969 ini juga telah berusaha memoertahankan agar produknya tetap diminati oleh pasar dengan melakukan diferensiasi produk.
Namun berdasarkan hasil observasi, beberapa konsumen masih beranggapan bahwa dari 7 parameter diferensiasi produk, masih ada beberapa parameter difrensiasi yang belum terlaksana secara optimal.
1. Bentuk Produk
Banyak produk yag dapat diferensiasikan berdasarkan bentuk seperti ukuran, model, atau struktur fisik produk, namun ada juga yang tidak. Sebuah produk harus memiliki bentuk yang dapat menarik minat beli konsumen dan juga diharapkan produk tersebut dapat memiliki ciri khas tersediri. Bentuk produk atau ukuran mie Megah Mie dinilai memiliki ukuran mie yang kecil.
2. Fitur Produk
Suatu produk dapat ditawarkan dengan fitur yang berbeda-beda yang fungsinya melengkapi fungsi dasar produk. Hal ini diharapkan agar produk memiliki kelebihan tersendiri. PT. Megahputra Sejahtera dalam memproduksi mie Megah Mie memiliki fitur yaitu mengenai bahan pelengkap produk, variasi rasa produk dan tampilan dari kemasan produk.
Bahan pelengkap dan kemasan dari Megah Mie sudah cukup baik namun variasi yang ditawarkan Megah Mie tidak beragam. Berdasarkan hasil
wawancara, saat ini produk Megah Mie hanya memiliki tiga variasi rasa, yakni mie goring, mie kaldu, dan mie soto. Variasi ini apabila dibandingkan dengan produk yang sejenis masih sangat kurang.
3. Mutu Kinerja
Perusahaan memproduksi produk yang dimiliki dengan harapan agar dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan dari konsumen yang merupakan sasaran produk. Mutu kinerja merupakan level berlakunya karakteristik dasar produk. Berdasarkan hasil wawancara, konsumen beranggapan bahwa Megah Mie cukup mengenyangkan sebagai makanan yang dapat memenuhi kebutuhan sehingga membuktikan bahwa mutu kinerja dari mie Megah Mie berada pada level kinerja rata-rata.
4. Mutu Kese suai an
Mutu kesesuaian merupakan hal yang penting yang harus dimiliki oleh semua produk, karena mutu kesesuaian merupakan kesesuaian antara yang diinginkan atau ditawarkan oleh produk suatu perusahaan dengan kenyataan ketika produk tersebut dikonsumsi ataupun digunakan.
Berdasarkan hasil wawancara, konsumen merasa bahwa rasa yang ditawarkan oleh Megah Mie sudah cukup sesuai pada saat mie tersebut dikonsumsi.
5. Daya Tahan
Daya tahan merupakan ukuran dari usia yang diharapkan atas lamanya produk tersebut dapat dikonsumsi ataupun digunakan dalam kondisi normal. Sebagian besar konsumen akan senang apabila produk
yang mereka beli memiliki daya tahan yang tinggi. Dalam penelitian ini, daya tahan merupakan batas waktu mie Megah Mie dapat dikonsumsi.
Berdasarkan hasil wawancara, konsumen merasa bahwa Megah Mie memiliki daya tahan yang cukup lama.
6. Gaya
Gaya merupakan penampilan atau perasaann yang ditimbulkan oleh produk itu sendiri bagi konsumen. Dalam hal ini, gaya yang ditimbulkan dari produk Megah Mie yaitu gaya yang instant. Instant dalam hal inni dapat dilihat dari waktu yang diperlukan ketika Megah Mie dimasak. Berdasarkan hasil wawancara, konsumen member tanggapan bahwa Megah Mie memiliki gaya yang instant karena tidak memerlukan waktu yang lama ketika mie tersebut dimasak.
7. Rancangan
Rancangan dapat dijadikan salah satu cara untuk mendiferensiasikan produk ataupun jasa perusahaan. Melalui rancangan perusahaan perusahaan dapat menyesuaikan produknya dengan kebutuhan konsumen. Dalam penelitian ini terdapat 2 macam yang berkaitan dengan rancangan produk yang diajukan kepada konsumen, yaitu mengenai tekstur mie dan kualitas bahan bakun yang digunakan dalam memproduksi produk. Berdasarkan hasil wawancara, konsumen merasa bahwa Megah Mie memiliki tekstur Mie yang baik dengan komposisi yang cukup berkualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan konnsumen.
Dan untuk mengetahui apakah diferensiasi produk Megah Mie PT.
Megahputra Sejahtera baik atu tidak dari segi pandang konsumen berdasarkan parameter-parameter diferensiasi produk, dapat diartikan bahwa tanggapan konsumen terhadap diferensiasi produk mie PT. Megahputra Sejahtera sudah cukup baik.
A. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi suatu usaha. Analisis ini didasarkan pada logika yag memaksimalkan kekuatan (Strenghts) dan peluang (Opportunities) namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Treaths).
Analisis SWOT telah dilakukan dengan tepat juga menunjukkan berbagai peluang yang sebaiknya dimanfaatkan, terutama dengan mengembangkan faktor-faktor pendukung dan mengubah potensi yang dimiliki menjadi kekuatan yang efektif sehingga usaha tersebut memiliki keunggulan yang dapat diandalkan. Namun kemampuan memanfaatkan peluang pada suatu usaha akan menimbulkan ancaman bagi usaha karena pesaing akan mengambil dan memanfaatkan kelemahan lawannya.
Menurut (Rangkuti,2001) analisis ini membandingkan antara faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman). Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT.
B. Identifikasi Faktor Internal a. Kekuatan
Kekuatan (Strenghts) merupakan kompetensi khusus yang terdapat dalam orgaisasi yang berakibat pada pemilihan keunggulan dan
46
kemampuan dalam pengembangan produk oleh unit usaha di pasaran.
Kekuatan yang dimiliki oleh PT. Megahputra Sejahtera Makassar dapat diidentifikasi antara lain :
1. Harga
Merupakan unsur terpenting kedua dalam bauran pemasaran setelah produk dan merupakan satu-satunya unsur dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan penjualan, sedangkan unsur-unsur lainnya merupakan pengeluaran biaya saja. Keputusan-keputusan mengenai harga mencakup tingkat harga, potongan harga, keringanan periode pemasaran, dan rancangan iklan yang dibuat oleh produsen. Harga mie PT.
Megahputra Sejahtera cukup terjangkau dan dapat menarik minat beli konsumen.
2. Mutu Kinerja yang Baik
Perusahaan memproduksi produk yang dimiliki dengan harapan agar dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan dari konsumen yang merupakan sasaran produk. Mutu kinerja merupakan level berlakunya karakteristik dasar produk. Produk Megah Mie cukup mengeyangkan sebagai makanan yang dapat memenuhi kebutuhan dan membuktikan bahwa mutu kinerja dari mie Megah Mie berada pada level kinerja rata-rata.
3. Daya Tahan
Daya tahan merupakan ukuran dari usia yang diharapkan atas lamanya produk tersebut dapat dikonsumsi ataupun digunakan dalam kondisi normal. Sebagian besar konsumen akan senang apabila produk yang mereka beli memiliki daya tahan yang tinggi.
Daya tahan merupakan batas waktu mie Megah Mie dapat dikonsumsi. Produk Megah Mie memiliki daya tahan yang cukup tahan lama.
4. Rancangan
Rancangan dapat dijadikan salah satu cara untuk mendiferensiasikan produk ataupun jasa perusahaan. Melalui rancangan perusahaan dapat menyesuaikan produknya dengan kebutuhan konsumen. Dalam penelitian ini terdapat 2 macam yang berkaitan dengan rancangan produk yang diajukan kepada konsumen, yaitu mengenai tekstur mie dan kualitas bahan baku yang digunakan dalam memproduksi produk. Produk Megah Mie memiliki tekstur mie yang baik dengan komposisi yang cukup berkualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
b. Kelemahan
Kelemahan merupakan keterbatasan (kekurangan) dalam hal sumber, keterampilan dan kemampuan menjadi penghalang kinerja yang dapat menjadi penyebab terjadinya kerugian. Adapun kelemahan- kelemahan pada penjualan mie Megah Mie antara lain :
1. Hanya Memiliki 3 Variasi rasa
Suatu produk dapat ditawarkan dengan fitur yang berbeda- beda yang fungsinya melengkapi fungsi-fungsi dasar produk. Hal ini dihrapkan agar produk memiliki kelebihan tersendiri. PT.
Megahputra Sejahtera dalam memproduksi mie Megah Mie tidak beragam. Saat ini produk Megah Mie hanya memiliki tiga variasi rasa, yakni mie goring, mie kaldu, dan mie soto. Variasi ini apabila dibandingkan dengan produk yang sejenis, masih sangat kurang.
2. Memiliki Ukuran yang Lebih Kecil
Banyak produk yang dapat didiferensiasikan berdasarkan bentuk seperti ukuran, model, atau struktur fisik produk, namun ada juga tidak. Sebuah produk harus memiliki bentuk yang dapat menarik minat beli konsumen dan juga diharapkan produk tersebut dapat memilki cirri khas tersendiri. Bentuk produk atau ukuran mie Megah Mie dinilai memilki ukuran mie yang kecil.
Matriks Faktor Strategi Internal
Setelah faktor-faktor strategi internal usaha penjualan produk (mie) suatu tabel IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategi internal.
C. Identifikasi Faktor Eksternal a. Peluang
Peluang adalah perubahan yang dapat dilihat sebelumnya dalam waktu dekat, dimasa yang akan dating memberikan keuntungan bagi
kegiatan uasaha. Peluang-peluang yang dimiliki oleh PT. Megahputra Sejahtera Makassar antara lain :
1. Potensi pasar mie instan yang sangat besar
Saat ini potensi pasar mie instan sangat besar, karena banyak kesibukan masyarakat yang mengharuskan mereka mengkonsumsi makanan cepat saji.
2. Peluang Usaha Besar
Peluang usaha besar dapat dilihat dari pangsa perbaikan hasil kinerja dan terbukanya peluang usaha jawaban responden juga mengatakan bahwa peluang usaha penjualan produk Megah Mie sangat besar. Oleh karena itu peluang usaha merupakan salah satu peluang dalam upaya meningkatkan penjualan mie instan di Makassar.
3. Pola Hidup Masyarakat akan Mie instan Cukup Tinggi
Dengan pola hidup masyarakat yang sudah beralih ke makanan yang lebih praktis Megah Mie menjadi pilihan masyarakat dengan cita rasa yang sesuai dengan lidah masyarakat.
b. Ancaman
Ancaman adalah gejala-gejala yang merupakan dampak negative atas keberhasilan usaha, namun umumnya berada diluar kondisi usaha.
Apabila ancaman tersebut tidak diatasi maka akan menjadi ganjalan bagi usaha yang bersangkutan baik untuk masa sekarang maupun masa
yang akan datang. Adapun ancaman yang dihadapi oleh PT.
Megahputra Sejahtera Makassar antara lain : 1. Meningkatnya Kekuatan Kompetitor
Kompetitor mempunyai kreasi dalam kemasan, rasa yang lebih yang inovatif.
2. Banyaknya Penjual Aneka Kreasi mie yang sudah siap santap Saat ini banyak sekali penjual mie debgan berbagai kreasi yang mengubah bentuk, inovasi, rasa, dan membuat brand baru dengan mengubah mie instan aslinya. Misalnya : Mie XP di Tamalanrea, di Makassar banyak kedai yang menjual ramen sehingga membuat konsumen malas untuk membuat mie instan sendiri.
Matriks Faktor Strategi Eksternal
Setelah faktor-faktor eksternal suatu usaha penjualan mie Megah Mie diidentifikasi suatu tabel EFAS (Eksternal Strategic Factors Analysis Summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategi eksternal dalam kerangka peluang dan ancaman usaha.
Berdasarkan uraian-uraian yang dijelaskan diatas maka dapat kita lihat matriks SWOT untuk memperjelas hal-ha yang menjadi kekuatan , kelemahan, peluang dan ancaman usaha penjualan Megah Mie. Dengan analisis SWOT yang dilakukan dapat diperoleh berbagai alternative strategi yang dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3: Matriks SWOT PT. Megahputra Sejahtera
IFAS
Kekuatan (S tren gh ts) Kelemahan (W eakn ess)
EFAS
1. Mutu Kinerja yang baik 2. Rancangan
3. Daya tahan 4. Harga
1. Hanya memiliki 3 variasi rasa
2. Memiliki ukuran yang lebih kecil
Peluang (O pportu n ities) Strategi S-O Strategi W-O 1. Potensi pasar mie instan
yang sangat besar.
2. Peluang usaha besar.
3. Pola hidup masyarakat akan mie instan cukup tinggi.
1. Meningkatkan dan mempertahankan mutu produk, harga produk, untuk meraih peluang usaha yang cukup besar.(S-1,2,3,4 dan O-1,2,3)
2. Kualitas penjualan pangsa pasar yang cukup tinggi. (S-
1,2,3,4 dan O-1,2,3)
1. Mempertahankan variasi rasa baru untuk meraih pangsa pasar yang cukup tinggi. (W-1 dan O-1,2,3) 2. Merubah ukuran mie agar menarik minat beli konsumen untuk
meningkatkan penjualan.
(W-2 dan O-1,2,3) Ancaman (T reaths) Strategi (S-T) Strategi (W-T) 1. Meningkatnya kekuatan
kompetitor.
2. Banyaknya penjual aneka kreasi mie yang sudah siap santap.
1. Mempertahankan rancangan dan
menambahkan kreasi baru dalam mie instan.(S-2 dan T- 2)
2. Produk yang baik dapat mengatasi jumlah pesaing yang banyak. (S-1,2,3 dan T-
1,2)
1. Membuat variasi rasa baru untuk mengatasi bertumbuhnya jumlah pesaing. (W-1 dan T-1) 2. Memperbaiki ukuran mie menjadi lebih besar dan menambah kreasi mie.
(W-2 dan T-2) Sumber : Hasil Analisis Penulis, 2015
Berdasarkan matriks SWOT tersebut dapat dilihat bahwa ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pengusaha yang bergerak dibidang penjualan produk mie untuk mengembangkan usahanya dalam menghadapi persaingan dimasa yang akan datang.
1. Strategi S-O (Strenghts-Opportunities)
Strategi ini disusun dengan menggunakan seluruh kelemahan dan peluang yang dimiliki. Beberapa strategi yang dapat diambil antara lain : a. Meningkatkan dan mempertahankan mutu produk, harga produk untuk
meraih peluang usaha yang cukup besar. Strategi ini diambil dengan pertimbangan bahwa kekuatan dengan mempertahankan mutu produk dan harga produk akan berpengaruh besar terhadap peningkatan permintaan dalam pemasaran. Harga mie PT. Megahputra Sejahtera cukup terjangkau dan dapat menarik minat konsumen. Menambahkan variasi rasa baru dan ketersediaan produk serta peluang berupa pola hidup masyarakat akan mie instan cukup tinggi. Maka kekuatan dan peluang tersebut sangat mendukung peningkatan dalam proses volume penjualan mie Megah Mie.
b. Kualitas penjualan pangsa pasar yang cukup tinggi. Strategi ini diambil dengan pertimbangan bahwa peluang dalam penjualan mie instan dan selera masyarakat/konsumen akan mie instan cukup tinggi dan didukung oleh potensi psar mie instan yang sangat besar.
Sebagaimana menurut Fredy Rangkuti (2006), bahwa strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini ialah dapat memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi, seperti yang telah diidentifikasi pada analisis ini.
2. Strategi W-O (Weakness-Opportunities)
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada, dengan cara mengatasi kelemahan yang dimiliki. Adapun strategi yang dapat dilakukan yaitu :
a. Menambahkan variasi rasa baru untuk meraih pangsa pasar yang cukup tinggi. Strategi ini diambil dengan mempertimbangkan bahwa kelemahan yang berupa kurangnya variasi rasa yang dimiliki oleh Megah Mie sehingga banyak konsumen beralih ke produk yang memiliki variasi yang beragam.
b. Merubah ukuran mie agar menarik minat beli konsumen untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini diambil karena dilihat dari kelemahan Megah Mie yang memiliki ukuran mie yang lebih kecil.
Sehingga menciptakan peluang usaha yang cukup besar, karena potensi pasar mie instan yang sangat besar.
Sebagaimana menurut Jogiyanto (2005:46), bahwa kesempatan yang telah diidentifikasi tidak mungkin dapat dimanfaatkan dikarenakan kelemahan suatu perusahaan. Oleh karena itu pilihan strategi ini ialah dapat mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan atau peluang.
3. Strategi S-T (Strenghts-Threats)
Strategi ini dilakukan dalam rangka memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman yang dihadapi. Adapun strategi yang dilakukan adalah :
a. Mempertahankan rancangan dan menambahkan kreasi baru dalam mie instan. Strategi ini diambil dengan pertimbangan bahwa ancaman yang berupa banyaknya penjual aneka kreasi mie yang sudah siap santap.
Banyaknya penjual kreasi mie ataupun pesaing mengakibatkan ketatnya persaingan dalam volume penjualan. Sehingga dengan mempertahankan rancangan dan menambahkan kreasi baru dalam mie instan dapat meningkatkan volume penjualan perusahaan.
b. Produk yang baik dapat mengatasi jumlah pesaing yang banyak.
Strategi ini diambil dengan mempertimbangkan bahwa ancaman ketatnya pesaing dari perusahaan lain, hal ini dapat diatasi dengan menghasilkan produk dengan menghasilkan produk yang baik dan berkualitas.
Sebagaimana menurut David (Fred R, David, 2006), bahwa dalam analisa ancaman yang ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini ialah mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut.
Seperti yang telah diidentifikasi pada analisis ini.
4. Strategi W-T (Weakness-Threats)
Strategi ini untuk mengatasi kelemahan yang berpadu dengan ancaman harus segera diatasi. Untuk mengatasi dapat diambil strategi sebagai berikut :
a. Membuat variasi rasa baru untuk mengatasi bertumbuhnya jumlah pesaing. Strategi ini diambil karena melihat dari faktor ancaman,