• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Kelembagaan Masyarakat dan Dukungan Keberlanjutan

Dalam dokumen Laporan KP Final Kuliah lapanagn (Halaman 69-73)

BAB IV TUGAS KHUSUS

4.4 Hasil dan Pembahasan

4.4.2 Definisi Kelembagaan Masyarakat dan Dukungan Keberlanjutan

Kelembagaan merupakan kelompok masyarakat yang menginisiasi, mengorganisir, menggerakan dan mengelola upaya adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim disuatu lokasi yang sudah dilakukan. Sedangkan dukungan keberlanjutan merupakan bentuk-bentuk dukungan dan pihak-pihak yang berperan aktif mendukung upaya adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim dilokasi tersebut.

Dalam pelaksanaan Proklim disuatu kampung iklim. Untuk pelaksanaan penilaian Proklim, 40 % penilaian dilihat dari adanya kelompok masyarakat dan dukungan berkelanjutan. Hal ini telah terdapat pada form penilaian kategori Proklim yang ditentukan oleh KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) bahwa dalam melaksanakan Proklim terdiri dari 60 % aksi meliputi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dan 40 % kelembagaan masyarakat dan dukungan keberlanjutan. Sebagai salah satu kriteria penting dalam pelaksanaan Proklim, kelompok masyarakat yang terlibat adalah kelompok

59

masyarakat yang berkontribusi dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di suatu kampung iklim.

Dalam hal ini Kelurahan Loktuan didukung oleh adanya 5 kelembagaan binaan CSR PT Pupuk Kalimantan Timur yaitu Bank Sampah Selambai, Ma’rifah Herbal, Mangrove Telok Bangko, Kitosan, dan Kimasea. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pun berkontribusi dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Kelurahan Loktuan. Adapun masing-masing 5 kelembagaan tersebut yaitu sebagai berikut:

a. Bank Sampah Selambai

Gambar 4.3 Bank Sampah Selambai

Bank sampah selambai didirikan pada tanggal 30 Juli 2021 yang diketuai oleh Bapak Kadir. Bank sampah selambai berlokasi di Jalan RE. Martadinata, RT.02 (Sebelah Gedung Bulutngkis), Kel. Loktuan, Kec. Bontang Utara. Bank Sampah Selmbai didirikan atas dasar keprihatinan dari warga sekitar selambai dengan keadaan laut yang semakin hari semakin kotor, karena masyarakat banyak yang masih beranggapan bahwa laut adalah tempat sampah. Selambai juga pernah mendapat julukan sebagai kampung kumuh. Hal tersebutlah yang mendasari didirikannya bank sampah selambai.

b. Ma’rifah Herbal

Gambar 4.4 Ma’rifah Herbal

60

Ma’rifah Herbal berlokasi di Jalan RE. Martadinata RT. 18 No. 80 Gg.

Musholla Al-Yaqin Kelurahan Loktuan, Kec. Bontang Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Ma’rifah Herbal di ketuai oleh bu Asma, dimana didirikan atas dasar sekelompok warga yang memiliki kesadaran tentang penghijauan lingkungan, dengan aksi awal yang dilakukan oleh kelompok ini adalah dengan menghijaukan halaman rumah dengan tanaman yang bermanfaat bagi Kesehatan khususnya TOGA. Keberadaan rumah Tanaman Obat Keluarga atau TOGA Ma’rifah Herbal tidak hanya menjadi pusat tanaman obat berkhasiat namun juga difungsikan sebagai sarana pembelajaran berbagai sekolah dan Lembaga Pendidikan di Bontang.

Di Ma’rifah Herbal terdapat banyak jenis tanaman obat yang tertata baik dalam pot maupun ditanam ditanah, semua tanaman lengkap dengan nama latin dan kegunaanya. Hasil dari tanaman tersebut diolah di ruang produksi dan menjadi produk herbal diantaranya Minyak Urut, Minyak Kemiri, VCO/ Minyak Perawan, Minyak Hair Care, The Daun Ungu, Teh Daun Afrika, The Daun Kelor, Bubuk Daun Ketepeng, Serbuk Keji Beling, Lulur Bugis, Lulur Pengantin, dan Lulur Bengkoang. Produk dari Ma’rifah Herbal telah dipasarkan ke Luar Negeri seperti Arab Saudi, Filipina, dan dibeberapa daerah di Indonesia seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera dan Kalimantan. Telah banyak prestasi yang telah dicapai oleh Ma’rifah Herbal antara lain Juara 1 Lomba POKJA IV Pemanfaatan TOGA Tingkat Kota Bontang, Juara 1 PHBS Kelurahan Loktuan, Juara 1 Lomba TOGA Tingkat Se-Kota Bontang, dan Penghargaan Produktivitas Siddhakarya oleh Bapak Gubernur Kalimantan Timur serta memiliki banyak sertifikat dan piagam penghargaan.

c. Mangrove Telok Bangko

Gambar 4.5 Mangrove Telok Bangko

61

Mangrove Telok Bangko berlokasi di Jalan Kapal Selam 1, kelurahan Lotuan, Kecamatan Bontang Utara, yang diketuai oleh Pak Hadi. Berdiri pada tahun 2010 dengan total luas hutan mangrove sekitar 6 Ha. Didirikan atas dasar karena mangrove memiliki manfaat yang besar diantaranya dapat mencegah abrasi, dapat menjadi penahan lumpur, dan merupakan satu diantara sekian tumbuhan penghasil oksigen terbesar di dunia. Pengembangan Telok Bangko sendiri untuk saat ini telah di tahap pembangunan untuk nantinya akan dijadikan wisata edukasi alam untuk pelajar khususnya, agar generasi selanjutnya paham akan kepentingan fungsi mangrove.

d. Kitosan

Gambar 4.6 Kitosan

Kitosan berlokasi di Selambai, RT. 01, kelurahan Lotuan, Kecamatan Bontang Utara, yang diketuai oleh Bu Nurma. Didirikan atas dasar banyaknya cangkang kepiting dan rajungan yang jika dibuang ke laut akan menyebabkan pendangkalan, sehingga dilakukanlah pemanfaatan sebagai kitosan (pupuk cair).

e. Kimasea

Gambar 4.7 Kimasea

62

Kimasea berlokasi di Selambai, RT. 01, Kelurahan. Lotuan, Kecamatan.

Bontang Utara, yang diketuai oleh Pak Jusman. Didirikan pada tahun 2017 dengan kegiatan utama yaitu konservasi trumbu karang. Didirikan atas dasar dahulu keadaan trumbu karang di dasar laut wilayah Loktuan yang semakin hari semakin hancur karena disebabkan oleh illegal fishing oleh nelayan saat menagkap ikan. Oleh karena itu, dilakukanlah konvervasi terhadap trumbu karang di wilayah laut tersebut.

Keberadaan kelompok masyarakat dalam pelaksanaan Proklim mewujudkan tujuan khusus pelaksanaan Proklim dengan mendorong kelompok masyarakat melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan dengan adanya peran serta aktif masyarakat dan dukungan berbagai pihak. Sehingga Kelompok masyarakat yang tergabung dalam pelaksanaan Proklim di Kelurahan Loktuan telah meningkatkan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayah ini.

Dalam pengisian form lembar Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk kelembagaan masyarakat dan dukungan keberlanjutan terbagi atas 8 komponen utama yaitu terkait kelembagaan masyarakat, dukungan kebijakan, partisipasi masyarakat, kapasitas masyarakat, dukungan sumber daya eksternal, pengembangan kegiatan, pengolahan data aksi, serta manfaat ekonomi, sosial &

lingkungan. Yang dimana dari masing-masing 8 komponen tersebut akan terbagi kembali menjadi beberapa item.

Dalam dokumen Laporan KP Final Kuliah lapanagn (Halaman 69-73)

Dokumen terkait