• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional Variabel

BAB III GAMBARAN UMUM TEMPAT MAGANG

1.1 Definisi Operasional Variabel

Menurut Sugiyono (2012:34) menyatakan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.

Dalam penelitian ini operasional variabel dibagi menjadi dua bagian, yang terdiri dari :

1. Variabel terikat (Dependent).

Ada pun variabel terikat/dependent adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), artinya angka yang menunjukan pergerakan harga saham penutupan pada akhir bulan yang tergabung dalam IHSG yang ada di BEI.

Untuk dapat melakukan perhitungan Indeks Harga Saham memerlukan waktu dasar dan waktu yang berlaku. Harga dasar ditetapkan sebesar 100%. Secara sederhana menghitung indeks harga saham sebagai berikut:

Ht

IHSG = ────── x 100 % Ho

IHSG : Indeks Harga Saham

Ht : Nilai Pasar (waktu yang berlaku) Ho : Nilai Dasar (waktu dasar)

Data IHSG yang digunakan dalam penelitian ini adalah data harian yang kemudian diolah menjadi data triwulanan, periode Januari 2009 - Maret 2017. Pengukuran IHSG menggunakan satuan poin. Data IHSG diperoleh

2. Variabel tidak terkait (independent) a. Produk Domestik Bruto

Pendapatan nasional diwakili oleh Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan, seluruh output yang dihasilkan baik oleh warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang ada di Indonesia.

PDB dirinci menurut lapangan usaha atas dasar harga tetap.

Data PDB yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDB [2000 dan 2010] PDB Triwulanan Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha yang telah di olah menjadi data triwulanan untuk periode Januari 2009 - Maret 2017. Pengukuran PDB menggunakan satuan rupiah. Data PDB diperoleh dari situs www.bps.go.id.

b. Laju inflasi

Inflasi merupakan suatu keadaan dimana terjadi kenaikan harga-harga barang yang berlangsung secara terus menerus. Perhitungan inflasi didasarkan pada metode pengukuran indeks Harga Konsumen (IHK) mengingat metode perhitungan ini adalah metode yang digunakan diindonesia yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS). IHK dapat digunakan untuk menghitung inflasi bulanan, triwulanan, semesteran dan tahunan.

IHKt - IHKt-1

LI = ──────────── x 100 % IHKt-1

LI : Laju Inflasi

IHKt : Indeks Harga Komsumen (tahun tertentu)

IHKt-1 : Indeks Harga Konsumen (tahun sebelumnya)

Data inflasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data bulanan yang kemudian diolah menjadi data triwulanan, periode Januari 2009 - Maret 2017. Pengukuran inflasi menggunakan satuan persen (%). Data inflasi diperoleh dari situs www.bps.go.id.

c. Kurs Tengah Rupiah

Kurs rupiah merupakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing atau valuta asing. Operasional variabel kurs IDR diambil dengan ketetapan kurs tengah rupiah dengan alasan bahwa baik kurs jual maupun kurs beli mempunyai peran yang sama terhadap perekonomian makro. Sehingga penulis mendasarkan pengambilan kurs tengah rupiah berdasarkan beberapa institusi kelembagaan keuangan seperti Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Badan Perencanaa Pembangunan Nasional dan institusi- institusi keuangan lainnya. Adapun penetapan kurs tengah rupiah adalah (Publikasi Bank Indonesia):

Kurs Jual + Kurs Beli Kurs Tengah Rupiah = ─────────────────

2

Data kurs rupiah yang digunakan dalam penelitian ini adalah data bulanan yang kemudian diolah menjadi data triwulan, periode Januari 2009 - Maret 2017. Pengukuran kurs menggunakan satuan rupiah. Data kurs diperoleh dari situs www.bi.go.id.dan www.bps.go.id

d. Suku Bunga (BI Rate)

BI Rate adalah suku bunga instrumen sinyaling Bank Indonesia yang ditetapkan pada RDG (Rapat Dewan Gubernur) triwulanan untuk berlaku selama triwulan berjalan (satu triwulan), kecuali ditetapkan berbeda oleh RDG bulanan dalam triwulan yang sama. (Bank indonesia dalam Inflation Targeting Framework).

Terdapat dua tingkat suku bunga yaitu tingkat bunga rill dan nominal.

Ekonom menyebutkan bahwa tingkat bunga yang dibayar bank sebagai tingkat bunga nominal (nominal interest rate) dan kenaikan dalam daya beli masyarakat dengan tingkat bunga rill (real interest rate). Jika i menyatakan tingkat bunga nominal, r tingkat bunga rill, dan tingkat inflasi, maka hubungan diantara ketiga variabel ini bisa ditulis sebagai berkut :

r = i –𝝅

Data BI Rate yang digunakan dalam penelitian ini adalah data bulanan yang diolah menjadi data triwulanan, periode Januari 2009 - Maret 2017. Pengukuran BI Ratemenggunakan satuan persen (%). Data Suku Bunga BI Rate diperoleh dari situs www.bi.go.id.dan www.bps.go.id

Tabel 3.1 Operasional Variabel

No Variabel Definisi Formulasi Skala

Ukur 1 IHSG (Y) Indeks Harga

Saham Gabungan (IHSG) atau juga

Ht

IHSG = ─── x 100 % Ho

Rasio

No Variabel Definisi Formulasi Skala Ukur Jakarta Composite

Index (JKSE), mencakup

pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEJ, Sri Hermuningsih, (2012:117) 2 PDB/GDP (X1) Menurut Todaro

(2009: 46), “Gross Domestic Product measure the total value for final use of output produced by an economy, by both resident and non resident.”

GDP Rill = GDP Nominal ─────── x 100 % GDP Deflator

Rasio

3 Inflasi (X2) Menurut Mishkin (2009:339) inflasi adalah kondisi kenaikan tingkat harga secara terus menerus

LI (Laju Inflasi) = IHKt - IHKt-1

─────── x 100 % IHKt-1

Rasio

4 Kurs Mata Uang/USD (X3)

Operasional

variabel kurs IDR diambil dengan ketetapan kurs tengah rupiah dengan alasan bahwa baik kurs jual maupun kurs beli mempunyai peran yang sama terhadap

perekonomian makro.

Kurs Tengah Rupiah=

Kurs Jual + Kurs Beli

───────────

2

Rasio

5 Suku Bunga (BI Rate) (X3)

BI Rate adalah

suku bunga

instrumen sinyaling Bank Indonesia yang ditetapkan

r = i –𝜋

Rasio

No Variabel Definisi Formulasi Skala Ukur Dewan Gubernur)

triwulanan untuk berlaku selama triwulan berjalan (satu triwulan), kecuali ditetapkan berbeda oleh RDG bulanan dalam triwulan yang sama. (Bank indonesia dalam Inflation Targeting Framework)

(Sumber : Diolah Penulis)

Dokumen terkait