• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional Variabel

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

3.3. Definisi Operasional Variabel

Beberapa konsep yang terkandung dalam dokumen ini harus dijelaskan oleh definisi operasional berikut:

1. Kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin (kepala sekolah) dalam menjalankan fungsi-fungsi manajerial. Penilaian ini didasarkan atas lima indikator yaitu:

a. Perencanaan (planning),

b. Pengorganisasian (Organizing), c. Pengendalian (controlling) dan d. Pengdelegasian (delegating).

2. Motivasi kerja adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan yang diukur dengan kuisioner yang menentukan fakta sebagai berikut:

a. Motivasi kekuasaan adalah stimulus untuk mempengaruhi orang dan situasi lingkungan (pelanggan)

b. Motivasi afiliasi adalah stimulus untuk terhubung dengan orang-orang secara sosial.

c. Motivasi persaingan adalah stimulus untuk mencapai pekerjaan kerja dengan kualitas pekerjaan.

d. Motivasi hadiah adalah dorongan kerja untuk mendapatkan hadiah tertentu.

e. Motivasi hukuman adalah kebutuhan untuk bekerja karena keberadaan peraturan.

3. Budaya organisasi adalah pola yang terbentuk dari asumsi fundamental yang dipahami bersama oleh anggota organisasi, terutama dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Diukur dari dimensi asumsi dasar budaya organisasi, yaitu:

a. Terkait dengan lingkungan. Aspek ini mengamati asumsi yang lebih mendasar tentang hubungan manusia dengan alam dan lingkungan.

b. Hakekat kegiatan manusia c. Hakekat realitas dan kebenaran.

d. Hakekat waktu.

e. Hakekat sifat manusia

f. Hakekat hubungan antar manusia g. Homogeneity vc Diverrsity

4. Iklim Sekolah adalah suatu kondisi, di mana keadaan sekolah dan lingkungannya sangat aman, nyaman, damai dan menyenangkan untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, dan berlangsung di organisasi sekolah.

a. Dimensi hubungan,

b. Dimensi pertumbuhan atau perkembangan pribadi, c. Dimensi perubahan dan peningkatan sistem, d. Dimensi lingkungan fisik

5. Kinerja adalah segenap usaha pegawai (guru) yang didorong oleh semangat atau kepuasan kerja di dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang diharapkan, diukur dari:

a. Faktor kualitas tenaga kerja, yang dapat dilihat dalam hal presisi dan kerapian pekerjaan, kecepatan penyelesaian pekerjaan, keterampilan, dan keterampilan kerja.

b. Faktor kuantitas, diukur dengan kapasitas secara kuantitatif dalam pencapaian tujuan atau hasil kerja dalam pekerjaan baru

c. Faktor pengetahuan, meninjau karyawan dalam memahami masalah yang berkaitan dengan tugas yang mereka lakukan.

d. Faktor reliabilitas, ukur kapasitas dan keandalan untuk melaksanakan tugasnya baik dalam realisasi peraturan dan inisiatif dan disiplin.

e. Faktor-faktor kerja sama, periksa bagaimana, karyawan bekerja dengan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan.

f. Faktor kehadiran, yaitu, untuk melihat kegiatan karyawan dalam kegiatan kantor rutin, rapat atau bantuan di tengah-tengah pelanggan yang membutuhkannya.

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, pendekatan penelitian yang digunakan oleh para peneliti adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yang berfokus pada uji hipotesis. Dalam pendekatan ini, data yang digunakan harus terukur dan hasil kesimpulan dapat digeneralisasi, di mana metode pendekatan ini mulai menciptakan model analisis, identifikasi variabel, definisi variabel, pengumpulan data primer dan selanjutnya menganalisis hasil pembelajaran.

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah kepemimpinan, motivasi tenaga kerja, budaya organisasi dan iklim sekolah sebagai variabel independen.

Masing-masing variabel independen ini diberikan simbol X1, X2, X3 dan X4, sedangkan variabel dependen adalah kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

4.2. Populasi dan Sampel

Populasi adalah bidang generalisasi yang terdiri dari objek / subjek yang memiliki jumlah dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk belajar dan kemudian menarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini mencakup semua guru Sekolah Dasar di Tinambung Kabupaten Polewali Mandar, berjumlah 39 guru dari guru PNS dan tenaga kontrak. Sampel ditentukan oleh teknik sampling jenuh (sensus), di mana seluruh populasi disampel, sehingga sampel yang digunakan dalam

penelitian ini adalah 39 guru SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

4.3. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini untuk variabel dependen dan variabel independen menggunakan data kualitatif secara kuantitatif ketika menganalisis kuesioner yang didistribusikan kepada responden dan hasil kuesioner diberi skor antara 1 dan 5.

Sementara sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini sesuai dengan jenis data, yaitu:

1. Data primer adalah data yang diperoleh dengan mewawancarai responden yang langsung dilengkapi dengan daftar pertanyaan. Jenis data yang dikumpulkan meliputi: identitas responden dan hal-hal lain yang terkait dengan kondisi kerja karyawan / guru.

2. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dengan cara itu tidak langsung dari sumber, tetapi data dikumpulkan melalui studi literatur mempelajari literatur, laporan atau dokumen pembagian personel terkait dengan kinerja guru- guru.

4.4. Prosedur Pengumpulan Data 1. Daftar Pertanyaan (quesioner)

Metode ini menggunakan daftar pertanyaan yang diselenggarakan secara sistematis untuk mendapatkan data, mengakibatkan data dalam bentuk tanggapan dari responden.

2. Dokumentasi

Dokumen yang diperlukan dalam penelitian ini adalah dokumen berupa bahan tertulis yang berkaitan dengan proses pelayanan masyarakat, serta kegiatan – kegiatan yang telah dilakukan oleh unit pelayanan terpadu, sebagai sumber data yang bermanfaat untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan.

3. Observasi

Adalah pengamatan secara langsung di lapangan berkenaan dengan insentif, disiplin, iklim sekolah dan etos kerja pada SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar dalam hal program MBS.

4. Wawancara

Adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung dengan melakukan tanya jawab langsung dengan pihak terkait,

4.5. Teknik Analisis Data a. Uji Validitas

Menguji validitas setiap elemen yang menggunakan analisis elemen, yaitu untuk mengkorelasikan setiap elemen dengan skor total yaitu jumlah dari setiap skor elemen setelah dikurangi elemen-elemen yang diuji. Validitas akan dihitung dengan menggunakan koefisien korelasi total dengan level signifikan 0,05 (5%). Formula yang digunakan adalah:

rpq =

( x2)( ()(y2)) ((xy)() x)( y)

x y

xy

sb sb r sb

sb

sb sb

r

dimana :

rxy = Momen tangkar yang baru rpq = Koefisien korelasi bagian total sbx = Simpangan baku skor faktor sby = Simpangan baku skor butir

Perhitungan validitas data diperoleh oleh program SPSS. Hasil perhitungan ditampilkan nilainya corrected item total correlation. Jika nilai corrected item total correlation > 0,3 maka item dinyatakan valid (Solimun, 2014).

b. Uji Reliabilitas

Menurut Sugiyon (2014), instrumen yang andal berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Pengujian reliabilitas instrumen dengan consistency dengan teknik Alpha Cronbach.

Model pengukuran yang dimaksud adalah pemeriksaan keandalan dan validitas instrumen. Masrun (2014) menetapkan bahwa ketika koefisien korelasi antara indikator skor dengan skor total semua indikator yang lebih besar 0,3 (r ≥ 0,3), maka instrumen tersebut dianggap valid. Mempertimbangkan bahwa untuk memverifikasi keandalan metode instrumen yang sering digunakan adalah koefisien Cronbach Alpha. Mengacu pada pendapat MalHotra (2014), instrumen (indikator penuh) dianggap cukup dapat diandalkan α > 0,6.

c. Regresi Liniear Berganda

Rumus yang digunakan dari Sudjana (2011), adalah:

Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana:

Y = Kinerja guru X1 = Kepemimpinan X2 = Motivasi

X3 = Budaya organisasi X4 = Iklim sekolah b0 = Konstanta

b1, b2, b3, b4= Koefisien regresi e = Residual atau random error

Untuk mengetahui besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat, digunakan koefisien determinasi (R2)

Adapun koefisien determinasi adalah : R2 =

SSTotal SSR

dimana :

Jumlah kuadrat regresi = SS Total – SSE Jumlah kuadrat total = SS Total = ∑ (Y - Y )2 Jumlah kuadrat total = SSE = ∑ (Y - Y)2 4.6. Uji Hipotesis

a. Uji t

Uji t, di mana tujuannya adalah untuk menguji tingkat berisik pengaruh variabel independen sebagian. Langkah-langkah yang diambil, yaitu:

 Menentukan Hipotesis

H0 : b1-4 = 0, dimana artinya tidak ada pengaruh secara parsial dari variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen).

Ha : b1-4 ≠ 0, dimana artinya ada pengaruh secara parsial dari variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen).

 Menentukan level of significant (α) sebesar 5% dan menentukan nilai t dengan degree of freedom (df) sebesar (n-k-1)

 Menentukan besarnya nilai t hitung dengan menggunakan rumus : t hitung =

sb bk

dimana : bk = koefisien regresi variabel b1-4

sb = standar deviasi dari estimasi b1-4

 Membandingkan nilai thitung dan ttabel

Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan menerima Ha

Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan menolak Ha

b. Uji F

Uji F tujuan pengujian tingkat berisik variabel independen bersama-sama (secara bersamaan) dengan variabel dependen, yaitu:

 Menentukan Hipotesis

H0 : b1-4 = 0, dimana artinya tidak ada pengaruh secara bersama-sama (simultan) dari variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen).

Ha : b1-4 ≠ 0, dimana artinya ada pengaruh secara bersama-sama (simultan) dari variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen).

 Menentukan level of significant (α) sebesar 5% dan menentukan nilai Ftabel dengan degree of freedom (df) sebesar (n-k-1)

 Menentukan besarnya nilai F hitung dengan menggunakan rumus : F hitung =

MSE MSR =

2 S MSR

dimana : MSR = Mean Squared Regression MSE = Mean Squared Residual

 Membandingkan nilai Fhitung dan Ftabel

Jika Fhitung > ttabel maka H0 ditolak dan menerima Ha

Jika Fhitung < ttabel maka H0 diterima dan menolak Ha

c. Uji β

Uji Beta adalah untuk menguji variabel independen / independen (X) yang memiliki pengaruh paling dominan pada variabel dependen / independen (Y) dengan menunjukkan variabel yang memiliki koefisien beta standar tertinggi.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian

Kabupaten Polewali Mandar adalah salah satu diantara 5 (lima) Kabupaten yang berada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Provinsi Sulawesi Barat sendiri adalah pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2004. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran ex-Daerah Swatantra (Afdeling) Mandar yang menjadi 3 kabupaten atau daerah tingkat II, yang dimekarkan berdasarkan Undang Undang Nomor 29 Tahun 1959 yaitu:

1. Kabupaten Majene, meliputi bekas Swapraja Majene, Swapraj Pamboang, dan Swapraja Cenrana (sendana);

2. Kabupaten Mamuju, meliputi bekas Swapraja Mamuju dan Swapraja Tappalang;

3. Kabupaten Polewali Mamasa, yang meliputi Swapraja Balanipa dan Swapraja Binuang yang termasuk dalam Onder Afdeling Polewali dan Onder Afdeling Mamasa.

Kabupaten Polewali Mandar secara geografis terletak antara 3o4000 3o3200 LU dan 118o 4027119o 32027 BT dan dibatasi:

- Sebelah Utara: Kabupaten Mamasa - Sebelah Timur: Kabupaten Pinrang - Sebelah Selatan: Selat Makassar

- Sebelah Barat: Kabupaten Majene

Luas wilayah Polewali Mandar adalah 2.022,30 km2, dan secara administrasi kepemerintahan, Polewali Mandar terbagi menjadi 16 kecamatan. dengan 109 Desa dan 23 Kelurahan, sehingga jumlah total desa dan kelurahan yang ada yaitu 132. Dari 132 desa dan kelurahan yang ada tersebut terdapat 509 dusun dan 107 lingkungan.

Dari 16 kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar, ada 2 kecamatan yang memiliki desa dan kelurahan terbanyak, yaitu Kecamatan Campalagian dan Kecamatan Wonomulyo yang masing-masing terdiri dari 14 desa dan kelurahan. Sedangkan kecamatan yang mempunyai jumlah desa dan kelurahan paling sedikit adalah Kecamatan Matangnga yang hanya memiliki 4 desa dan kelurahan.

Visi Kabupaten Polewali Mandar adalah “Terciptanya kepemerintahan yang baik dan terpercaya berdasarkan nilai agama dan budaya”

Untuk mewujudkan visi Kabupaten Polewali Mandar menuju kondisi yang diharapkan, maka ditetapkan misi sebagai berikut:

1) Mendorong peningkatan kualitas manajemen dan administrasi pemerintahan.

2) Membangun struktur perekonomian yang maju dan mandiri dan memanfaatkan potensi lokal menuju pasar regional, nasional dan global.

3) Mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan.

4) Meningkatkan kualitas pengembangan sumberdaya manusia dan kesejahteraan sosial berdasarkan nilai-nilai agama dan budaya lokal.

5) Mendorong peningkatan pembangunan demokrasi, kesadaran hukum, hak asasi manusia dan pandangan politik.

Diantara upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah adalah pembenahan manajemen Sekolah, sebab tingkat kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh sejauh mana tingkat kemajuan manajemen dan administrasi pendidikannya. Dalam konteks pengembangan manajemen penyelenggara pendidikan harus selalu di dasarkan pada beberapa aspek antara lain:

1) Visi dan karakteristik manajemen Sekolah yang meliputi efisien dan efektif, Transparansi dan Demokratis, peningkatan kualitas, dedikatif suatu bermoral dan beretika.

2) Kompetensi dan profesionalisme yang merupakan syarat utama keberhasilan seorang pemimpin dalam menjalankan tugas dan mengemban tanggung jawab.

Seseorang dapat melaksanakan tugas secara profesional jika memiliki kompetensi tertentu sesuai bidang tugas yang dijalani. Terwujudnya kompetensi disebabkan oleh perpaduan kemampuan intelektual, pengetahuan dan skill yang terintegrasi dalam pribadi seseorang.

3) Kepemimpinan yang memberikan deskripsi tentang orang dengan sejumlah peran dan kesan power sekaligus sebagai petinggi dalam suatu organisasi.

4) Kepemimpinan konstruktif yang beriorentasi pada upaya menciptakan kohesi keterlibatan seluruh komponen dengan merinci area kerja seperti: Membagi job, meningkatkan komitmen Sekolah untuk terus belajar dan tumbuh dalam keterampilan dan pengetahuan, memberikan peluang peran dan partisipasi yang leluasa bagi guru serta mendistribusikan penghargaan.

5) Kompetensi dasar guru yang diperolehnya melalui pendidikan atau latihan.

6) Kompetensi dasar kepala sekolah untuk menjamin profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mewujudkan sekolah unggul dan mandiri dan,

7) Pengelolaan administrasi yang merupakan segenap proses penggerakan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personal, spritual maupun material yang ada kaitannya dengan pencapaian tujuan pendidikan.

Adapun tugas dan fungsi kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan administrasi sekolah adalah dijelaskan sebagai berikut:

1. Kepala Sekolah

a. Penanggung jawab pelaksanaan pendidikan di sekolah, termasuk didalamnya penanggung jawab pelaksanaan administrasi sekolah.

b. Kepala Sekolah mempunyai tugas merencanakan pelaksanaan pendidikan, mengawasi dan mengevaluasi seluruh proses pendidikan di sekolah mencakup:

1) Pengaturan proses belajar mengajar.

2) Pengaturan administrasi kantor.

3) Pengaturan administrasi siswa.

4) Pengaturan administrasi pegawai.

5) Pengaturan administrasi perlengkapan.

6) Pengaturan administrasi BP/BK.

7) Pengaturan hubungan dengan masyarakat.

c. Agar tugas dan fungsi Kepala Sekolah dapat berjalan dan dapat mencapai sasaran perlu adanya jadwal kerja Kepala Sekolah yang mencakup:

1) Kegiatan harian.

2) Kegiatan mingguan.

3) Kegiatan bulanan.

4) Kegiatan semesteran caturwulan.

5) Kegiatan akhir tahun ajaran, dan 6) Awal tahun ajaran.

2. Wakil Kepala Sekolah

a. Tugas Wakil Kepala Sekolah adalah membantu tugas Kepala Sekolah dan dalam hal tertentu mewakili Kepala Sekolah baik ke dalam maupun ke luar, bila Kepala Sekolah berhalangan.

b. Jumlah Wakil Kepala Sekolah 1 (satu) orang. Jumlah itu dapat ditambah tergantung dari beban kerja sesuai dengan jumlah kelompok belajar (kelas) dari sekolah tersebut/yang dikelolanya.

3. Urusan-urusan

Tiap Sekolah mengenal 5 urusan yang dipegang oleh seorang penanggung jawab urusan (termasuk Urusan Administrasi).

a. Urusan Administrasi

1) Ditangani oleh tata usaha sekolah.

2) Ruang lingkup pekerjaan adalah membantu Kepala Sekolah dalam menangani peraturan:

a) Kepegawaian/personalia b) Peralatan pengajaran

c) Pemeliharaan gedung dan perlengkapan sekolah serta perpustakaan sekolah, dan Keuangan.

b. Urusan Kurikulum

1) Ditangani oleh seorang guru bidang studi yang dinilai lebih menguasai segi teknis edukatif.

2) Ruang lingkup pekerjaan adalah membantu Kepala Sekolah dalam pengurusan kegiatan proses belajar mengajar baik intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, maupun kegiatan pengembangan kompetensi guru melalui supervisi atau latihan dan kerja.

c. Urusan Kesiswaan

1) Ditangani oleh guru BP/BK atau guru bidang studi.

2) Ruang lingkup pekerjaan adalah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan:

a) Pembinaan OSIS.

b) Bimbingan penyuluhan/Bimbingan Karier (BP/BK).

c) Penyusunan alat penilaian, dan

d) Usaha kesehatan sekolah dan kesejahteraan.

d. Sarana Prasarana

1) Ditangani oleh guru BP/BK atau guru bidang studi.

2) Ruang lingkup pekerjaan adalah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan:

a) Mengatur pemanfaatan sarana prasarana.

b) Merencanakan kebutuhan sarana prasarana serta program pengadaannya.

c) Mengatur pembukuannya dan menyusun laporan.

e. Urusan Hubungan dengan Masyarakat

1) Ditangani oleh guru bidang studi yang supel dan komunikatif.

2) Ruang lingkup pekerjaan adalah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan:

a) Menampung saran-saran/pendapat masyarakat memajukan sekolah.

b) Membantu mewujudkan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan usaha dan kegiatan pengabdian masyarakat.

4. Wali Kelas

a. Ditangani oleh guru bidang studi atau guru BP.

b. Tiap kelompok belajar/kelas ada satu wali kelas.

c. Wali kelas bertugas dalam mengelola kelas baik teknis administratif atau teknis edukatif.

d. Wali kelas dituntut banyak memberikan bahan masukan kepada guru BP bagi siswa yang ada dibawah asuhannya.

5. Guru BP/ BK

a. Ditangani oleh tenaga khusus BP atau guru bidang studi yang dianggap mampu untuk menangani tugas tersebut.

b. Tugas guru BP/BK adalah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan

5.1.2. Karakteristik Responden

Atas dasar hasil penelitian yang dilakukan pada Sekolah Dasar Guru di Tinambung, Polewali Mandar, sebagaimana dimaksud dalam metode penelitian, ada beberapa karakteristik secara umum, bahwa 39 responden sebagian besar jenis kelamin perempuan yaitu 22 orang atau 56,41% dan sisanya 17 orang adalah laki- laki atau 43,59%.

Untuk detail lebih lanjut, perbedaan jumlah responden sesuai dengan genre dapat dilihat sebagai tabel berikut:

Tabel 5.1 : Sebaran Responden Menurut Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

1.

2.

Laki-Laki Perempuan

17 22

43,59 56,41

Total 39 100,00

Sumber : Data Diolah, 2019

Tabel berikut akan menunjukkan distribusi responden sesuai dengan pendidikan Guru SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

Tabel 5.2 : Sebaran responden menurut pendidikan

No Pendidikan Jumlah Persentase (%)

1.

2.

3

Pascasarjana (S2) Sarjana (S1)

Sarjana Muda (D1/D2/D3)

1 31

7

2,56 79,49 17,95

Total 39 100,00

Sumber : Data Diolah, 2019

Pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa pendidikan tertinggi guru di SD Negeri Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar adalah Sarjana (S1) yang berjumlah 31 responden atau sekitar 79,49 persen, sementara pendidikan Pascasarjana setidaknya 1 orang atau 2,56 persen.

Distribusi responden sesuai dengan periode kerja dapat dilihat sebagai tabel berikut:

Tabel 5.3 : Sebaran responden menurut masa kerja

No Masa Kerja Jumlah Persentase (%)

1.

2.

3.

4.

< 5 5 – 10 10 – 15

> 15

4 7 11 17

10,26 17,95 28,21 43,58

Total 39 100,00

Sumber : Data Diolah, 2019

Dilihat oleh distribusi responden sesuai dengan periode kerja mereka, periode kerja yang terbesar jumlahnya adalah yang >15 yaitu 17 responden atau 43,58%.

Setidaknya jumlah periode kerja yang <5 tahun hanya 4 responden atau 10,26%.

5.1.3. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor setiap item dengan skor total setiap atribut, perumusan koefisien yang digunakan adalah bukti dari waktu produk Pearson dengan program SPSS View. 25.0. Seperti yang ditunjukkan pada Tabel 5.4 menurut Sugiyono (2001), korelasi antara total item skor adalah interpretasi ketika berkonsultasi dengan nilai kritis. Jika count r lebih besar dari kritik

r, instrumen dinyatakan valid. Tes validitas dilakukan pada skor setiap elemen dengan skor total setiap atribut dalam penelitian ini, kemudian hasil semua elemen variabel independen dan variabel pengikat menunjukkan valid atau valid, dengan nilai Corrected Item Total Correlation positif di atas angka 0,316.

Tabel 5.4 : Hasil uji item variabel

Variabel Item Korelasi

Item Total

R

Kritis Keterangan Kinerja guru (Y)

Kepemimpinan (X1)

Motivasi (X2)

Budaya organisasi (X3)

Iklim sekolah (X4)

1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

0,485 0,600 0,809 0,637 0,634 0,723 0,774 0,693 0,694 0,799 0,714 0,659 0,785 0,423 0,657 0,832 0,487 0,704 0,676 0,611 0,492 0,677 0,600 0,752 0,686 0,516 0,782

0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Diolah, 2019

2. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas internal concistency dilakukan dengan menguji instrumen satu kali, maka data yang diperoleh dianalisis menggunakan Cronbach Alpha.

Konsep keandalan sesuai dengan pendekatan ini adalah koherensi antara pasal-pasal instrumen. Tingkat hubungan antara elemen-elemen pertanyaan dalam instrumen untuk mengukur variabel tertentu menunjukkan tingkat keandalan koherensi internal instrumen yang bersangkutan.

Dari hasil pemrosesan data, nilai alfa dari setiap variabel dapat dilihat pada Tabel 5.5. sebagai berikut:

Tabel 5.5 : Uji reliabilitas masing-masing variabel

Nama Variabel Koefisien Alpha Keterangan

Kinerja guru (Y) Kepemimpinan (X1) Motivasi (X2)

Budaya organisasi (X3) Iklim sekolah (X4)

0,823 0,758 0,638 0,618 0.698

Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Diolah, 2019

Hasil pemrosesan data melalui program analisis data SPSS ver. 25, Anda dapat melihat bahwa nilai Cronbach Alpha masing-masing variabel yang mencakup kepemimpinan, motivasi, budaya organisasi dan iklim sekolah memiliki nilai masing-masing variabel lebih besar dari 0,60 yang dapat ditafsirkan untuk setiap variabel yang ada untuk memenuhi kebutuhan ini atau dapat mengucapkan variabel untuk dapat diandalkan.

5.1.4. Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik analisis regresi linier dengan asumsi sebagai berikut:

Y = b0 + b1X1 +b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana :

Y = Kinerja guru X1 = Kepemimpinan X2 = Motivasi

X3 = Budaya organisasi X4 = Iklim sekolah b0 = Konstanta

b1, b2, b3, b4, = Koefisien regresi

e = Residual atau random error

Saat menggunakan alat analisis data SPSS, ver. 25 Kemudian nilai koefisien regresi diperoleh oleh setiap variabel yang mencakup kepemimpinan, motivasi, budaya organisasi dan iklim sekolah, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 5.6 : Hasil perhitungan regresi

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -9.442 5.584 -1.691 .100

TotalX1 .673 .184 .456 3.653 .001 .677 1.478

TotalX2 .388 .190 .211 2.046 .049 .993 1.007

TotalX3 .485 .174 .351 2.791 .009 .666 1.501

TotalX4 .324 .154 .219 2.108 .042 .978 1.022

Sumber : Data Diolah, 2019

Berdasarkan hasil SPSS cetak, koefisien diperoleh dalam perhitungan regresi sebelumnya, persamaan regulasi menjadi:

Y = -9,442 + 0,673X1 +0,388X2 + 0,485X3 + 0,324X4

Persamaan regresi linear berganda di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut : 1. Formulasi regresi linear berganda di atas diperoleh nilai konstanta sebesar -9,442

mempunyai pengertian bahwa jika skor meliputi kepemimpinan, motivasi, budaya organisasi dan iklim sekolah nilainya tetap/konstan maka kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar mempunyai nilai sebesar -9,442 .

2. Nilai koefisien regresi kepemimpinan (X1) sebesar 0,673 berarti ada pengaruh positif kepemimpinan terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar sebesar 0,673 sehingga apabila skor kepemimpinan naik 1 poin maka akan diikuti dengan kenaikan skor kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar sebesar 0,673 poin.

3. Nilai koefisien regresi motivasi (X2) sebesar 0,388 berarti ada pengaruh positif motivasi terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar sebesar 0,388 sehingga apabila skor motivasi naik 1 poin maka akan diikuti dengan kenaikan skor kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar sebesar 0,388 poin.

4. Nilai koefisien regresi budaya organisasi (X3) sebesar 0,485 berarti ada pengaruh positif budaya organisasi terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar sebesar 0,485 sehingga apabila skor