• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional adalah “definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati dan diobservasi serta dapat

50 Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prakti,(Jakarta Rineka Cipta,2010).27

diukur.51 Variabel adalah sesuatu sifat yang memiliki bermacam nilai atau sesuatu yang bervariasi.52 Dari pendapat diatas dapat dijelaskan bahwa dapat diambill pengertian definisi operasional variabel merupakan penjabaran tentang suatu variabel sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengukuran.

Dengan demikinan variabel yang ada dalam penelitian ini akan didefinisikan secara operasioanal, yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah:

a. Motivasi tadarus Al-Qur’an (X)

Motivasi tadarus Al-Qur’an adalah suatu dorongan atau stimulus untuk belajar Al-Qur’an. Indikator dari motivasi tadarus Al-Qur’an sebagai berikut: (Dorongan untuk bertadarus Al-Qur’an, Usaha untuk memahami kandungan Al-Qur’an, Aktifitas atau tingkah laku bertadarus yang meliputi: intensitas atau frekwensi dalam melakukan tadarus Al- Qur’an dan durasi/volume (kuantitas) dalam melakukan tadarus Al- Qur’an, Pengamalan tadarus Al-Qur’an)

b. Kemampuan membaca Al-Qur’an (Y)

Kemampuan membaca Al-Qur’an adalah kesanggupan dan kecakapan untuk dapat membaca Al-Qur’an. Indikator dari kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai berikut: (Kefasihan dalam membaca Al- Qur’an, Menguasai tajwid, Menguasai makhorijul huruf, Kelancaran membaca Al-Qur’an).

C. Populasi dan Sampel, 1. Populasi

Populasi adalah jumlah subjek penelitian.53 Populasi juga dapat diartikan wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek yang mempunyai

51SuharsimiAriunto, ProsedurPeneitianSuatuPendekatanPraktik.75

52 Suharsimi Ariunto, Prosedur Penelitian,. 68

53Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,(Jakarta Rineka Cipta,2010).108

kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan’’.54 Penelitian populasi hanya dilakukan bagi populasi terhingga dan subjeknya tidak terlalu banyak.55

Berdasarkan penjelasan diatas, populasi merupakan keseluruhan subjek yang akan menjadi titik perhatian dalam pelaksanaan penelitian.

Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik khususnya kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung, mengingat bahwa mereka sudah satu tahun mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an di sekolah tersebut, sehingga diasumsikan kemampuan baca Al-Qur’an mereka sudah cukup baik serta motivasi mereka untuk bertadarus Al-Qur’anpun masih sangat kurang.

Data tentang jumlah populasi peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung berjumlah 32 responden.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.56 Penelitian ini merupakan penelitian sampel karena peneliti hanya meneliti sebagian populasi. Menurut Suharsimi Arikunto “apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik di ambil semuanya, tetapi jika jumlah subjeknya lebih besar maka dapat diambil antara 15% atau 20-25%”.57 Adapun teknik pengambilan sampel yakni dilakukan dengan cara

54 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2009).80.

55Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian.119

56 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta,2006). 174.

57 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian.134

mengambil sampel dari seluruh populasi,dalam penelitian ini adalah kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ma’rif Nu 5 Sekampung.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan peneliti untuk memperoleh data yang diteliti, adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai:

1. Angket/Questionare

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.58 Dalam penelitian ini pemberian angket diberikan kepada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung untuk mengetahui seberapa besar motivasi tadarus Al-Qur’an siswa.

Pengolahan angket penulis lakukan dengan penskoran pada tiap-tiap item dari angket responden dengan menggunakan standar sebagai berikut.

- Untuk alternatif jawaban a dengan nilai 5.

- Untuk alternatif jawaban b dengan nilai 4.

- Untuk alternatif jawaban c dengan nilai 3.

- Untuk alternatif jawaban d dengan nilai 2.

- Untuk alternatif jawaban e dengan nilai 1 2. Metode Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan

58Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfa Beta, 2008).199

atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok.59 Metode tes ini diberikan kepada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.

3. Metode Dokumentasi

Dokumentasi dari asal katanya dokumen, yang artinya barang- barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan. Notulen rapat, catatan harian daan sebagainya.60

Berdasarkan pendapat diatas peneliti berpendapat bahwa metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber tertulis. Metode ini peneliti gunakan untuk memperoleh data tentang sejarah singkat Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung, keadaan pendidik, peserta didik struk organisasi dan dokumen mengenai kemampuan membaca Al-Qur’an.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam “pengumpulan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis, sehingga lebih mudah diolah”.61

Instrumen penelitian adalah alat pada peneliti menggunakan suatu metode, sedangkan metode utama yang penulis gunakan adalah metode amgket dan untuk mendukung data penelitian peneliti juga menggunakan

59 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik,.193.

60 Suharsimi Arikunto, Metodologi Risearch, (Jakarta:Fakultas Psikologi Ugra, 2002).186

61Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.203

metode dukungan yaitu metode interview dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instumen sebagai berikut :

1. Rancangan /kisi-kisi Instrumen

Kisi-kisi instrumen adalah sebuah tabel yang menunjukkan hubungan antara hal-hal yang disebabkan dalam kolom. Kisi-kisi instrumen menunjukkan kaitan antara variabel yang diteliti dengan sumber data, darimana data akan diambil, metode yang akan digunakan dan instrumen yang akan disusun. Jadi instrumen penelitian adalah suatu gambaran pokok yang dilakukan peneliti untuk memperoleh data melalui kolom atau tabel yang telah dibuat untuk memperjelas alat dan sekaligus item yang digunakan dalam peneliti.

Adapun metode instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kisi-kisi umum

a. Kisi-kisi umum adalah kisi-kisi yang disebut untuk menggambarkan semua variabel yang akan diukur, dilengkapin dengan semua kemungkinan responden, semua metode dan instrumen yang dipakai.

b. Kisi-kisi khusus adalah kisi-kisi yang dibuat untuk menggambarkan rancangan-rancangan buturan yang akan disusun untuk suatu instrumen.

Dari uraian diatas, maka kisi-kisi umum dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Instrumen untuk metode angket/Quessioner adalah pernyataan.

2. Instrumen untuk metode tes adalah membaca Al-Qur’an untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an dan

3. Intrumen motivasi tadarus Al-Qur’an dengan menjawab soal pernyataan.

4. Instrumen untuk metode dokumentasi adalah data/arsip.

Dalam penelitian ini, peneliti menyusun sebuah raacangan instrumen berupa kisi-kisi agar dapat menunjukkan korelasi kemampuan membaca Al-Qur’an dengan motivasi tadarus Al-Qur’an.

Adapun rancangan/ kisi-kisi instumen penelitian ini sebagai beikut : Tabel 3.1

Kisi-kisi instrumen variabel penelitian

No Variabel Penelitian Responden Metode Instrumen 1 Variabel Terikat (Y)

Kemampuan Membaca Al-Qur’an

Siswa Dokume

ntasi

Tes 2 Variabel bebas (X)

Motivasi Tadarus Al- Qur’an

Siswa Angket Soal

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Angket No Variabel

Penelitian

Indikator Nomor Soal Jumlah Item 1 Variabel bebas

(Y) Kemampuan membaca Al-

Qur’an

1. Kefasihan dalam membaca Al-Qur’a n

2. Menguasai tajwid 3. Menguasai

makhorijul huruf 4. Kelancaran memba

ca Al-Qur’an

Tes

2 Variabel Terikat (X)

Motivasi Tadarus Al-Qur’an

a. Dorongan untuk ber tadarus Al Qur’an.

b. Aktifitas atau tingk ah laku bertadarus yang meliputi: inten sitas atau frekwensi

1-9 10-14

9 5

dalam melakukan ta darus Al-Qur’an da n durasi/volume (ku antitas) dalam mela kukan tadarus Al-Q ur’an.

c. Usaha untuk mema hami kandungan Al-Qur’an.

d. Pengamalan dan bentuk tujuan dari tadarus Al-Qur’an.

15-18 19-20

4 2

Jumlah 20

2. Pengujian Instrumen

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yag digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik. Dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga mudah dioleh.62

a. Uji Validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid akan mempunyai validitas yang tinggi sebaliknya suatu instrumen yang kurang valid akan mempunyai validitas yang rendah.63

Adapun rumus validitas yang digunakan adalah rumus korelasi Product Moment, dengan rumus sebagai berikut :

√*∑ +*∑ +

Keterangan: koefisien korelasi person product moment

62Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian.136

63Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian.211.

X = Skor item butiran soal Y = Jumlah skor total tiap soal b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah angka yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan.64

Dalam penelitian ini untuk mencari reliabilitas penelitian menggunakan teknik Spearman- Brown yaitu sebagai berikut

Keterangan = Reliabilitas instrumen

r1/21/2 = rxy yang disebut sebagai indeks korelasi antar dua belahan instrument.65

F. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah suatu metode yangg digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian. Berdasarkan cara berfikir deskriptif kuantitatif maka penulis akan mengambil data-data angka, kemudian mengumpukan data yang telah ada, selanjutnya dilakukan analisis data sesudah data terkumpul.

Setelah data terkumpul selanjutnya penulis akan menganalisis data menggunakan data statistik person product moment. Adapun rumus person product moment adalah sebagai berikut:

64Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian Aplikasi dan Praktis (Jakarta: Ramayana Pers, 2008).111.

65 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.223-224

∑ (∑ )(∑ )

√* ∑ (∑ ) (∑ ) +* ∑ (∑ ) +

Keterangan = angka indeks korelasi “r” product moment N = number of cases

∑ xy = jumlah hasil perkalian skor X dan skor Y

∑ x = jumlah seluruh skor x

∑ y = jumlah seluruh skor dari y.66

Selanjutnya menafsirkan besarnya koefisien korelasi berdasarkan kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.3

Tingkat korelasi dan kekuatan hubungan

No Interval Koefisien Tingkat Hubungan

1 0,00 – 0,199 Sangat Rendah

2 0,20 – 0,399 Rendah

3 0,40 - 0,599 Sedang

4 0,60 – 0,779 Kuat

5 0,80 – 1.000 Sangat kuat

Kemudian menggunakan koefisien determinasi untuk menyatakan atau mengetahui seberapa besar kontribusi pengaruh kemampuan membaca AL-Qur`an dengan motivasi tadarus Al-Qur`an.

KD = (r)2 x 100%

Keterangan: KD = Koefisien determinasi r = Koefisien Korelasi

66Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta:Raja Grafindo,2010) .205

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN 1. Deskripsi Lokasi penelitian

a. Sejarah Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung

Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung, berdiri pada tanggal 01 Januari 1968. Didirikan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif Koordinator Kecamatan Sekampung, dengan Kepala madrasah Bapak Umar Ma’ruf. Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung terletak di Jalan Kampus Sumbergede 56 A Kecamatan Sekampung. Faktor yang mendorong didirikannya Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung yaitu karena kebutuhan masyarakat serta banyaknya Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Sekampung

Sebagai lembagai pendidikan islam setingkat sekolah dasar, maka Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung sudah barang tentu punya andil dan hak yang sama dalam meningkatkan mutu dan layanan pendidikan berbasis nilai-nilai islam yang sudah pasti lulusannya diakui oleh Negara. Disamping itu Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membangun generasi bangsa yang berbudi, sopan santun dan berkarakter akhlak mulia. Maka Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung tetap berkomitmen membekali calon lulusannya cakap dalam segala keilmuannya, cerdas dalam segi Intelektual, Spritual, dan santun dalam budi Pekerti.

Sejak awal berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung, beridiri pula Pondok Darul Ulum, Pondok Darul ulum adalah bagian dari Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung, sehingga siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung adalah santri di pondok Darul ulum. Dengan demikian lulusan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung adalah lulusan Pondok Darul ulum.

Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung dan Pondok Darul ulum telah melahirkan lulusan-lulusan yang mampu mengabdi dan mengembangkan keilmuannya di masyarakat sesuai dengan bidangnya.

Ponpes Darul Ulum mengembangkan sayapnya dengan mendirikan asrama putri Ponpes Darul Ulum yang terletak di Jalan Kampus Sumbergede 56 A Kecamatan Sekampung dengan status milik sendiri. Dan al-hamdulillah hadirnya Ponpes Darul ulum menjadi ciri khas tersendiri, icon tersendiri bagi MI yang kemudian menjadi daya tarik para orang tua/wali murid untuk menyekolahkan putra/i-nya di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung sekaligus di pondokan.

Dengan harapan tentunya ada keseimbangan antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama berbasis pondok.

Sejak berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung sampai sekarang ini telah mengalami beberapa kali pergantian kepala sekolah yaitu :

1. Umar Ma’ruf dari tahun 1968 – 1972.

2. Dinas Suryono dari tahun 1973 – 1975.

3. M. Mundir, BA dari tahun 1976 – 1977.

4. Drs. M. Rodjan dari tahun 1978 – 1992.

5. Drs. Hi. A. Mudjab. KH. dari tahun 1993 – 1995.

6. Drs. Abdul Djalal dari tahun 1996 - 2010.

7. Drs. Hi.Wasito 2010 – 2015

8. Sugiyanto, M.Pd. dari tahun 2015 – sekarang

b. Letak Geografis Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung terletak di Desa Sumbergede Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Dari jalan raya menuju ke sekolah + 100 M dengan batas - batas sebagai berikut :

1. Sebelah Utara berbatasan dengan rumah penduduk.

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan jalan.

3. Sebelah Barat berbatasan dengan MA Ma’arif NU 5 Sekampung.

4. Sebelah Timur berbatasan dengan rumah penduduk.

Adapun sarana dan prasaran yang ada adalah sebagai berikut : a. Tanah berukuran 35.750 M2

b. Gedung Madrasah berukuran 1.617 M2.

c. Meja belajar dan meja Guru yang cukup memadai

d. Gedung perpustakaan yang cukup memadai dan pernah menjadi juara ke III lomba Perpustakaan Madrasah swasta se-Indonesia tahun 2001.

e. Gedung Laboratorium (IPA,Bahasa,Komputer) bertaraf Nasional.

f. Gedung serba guna (aula).

Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung terletak di desa Sumbergede Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur, kurang lebih 18 Km dari Ibu kota Kabupaten Lampung Timur (Sukadana).

c. Visi Misi Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung

1. Visi “Terwujudnya lulusan yang Agamis, Cerdas, dan Berbudi Luhur”.

2. Misi

a. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam;

b. Menyiapkan tamatan yang cerdas dan disiplin dalam keilmuannya serta mampu bersaing dalam era modern sesuai dengan perkembangan zaman;

c. Menyiapkan tamatan agar memiliki kepribadian yang luhur dan berjiwa besar;

d. Menyiapkan tamatan yang disiplin dalam ibadah dan disiplin dalam belajar;

e. Menjadikan Madrasah Ibtidaiyah bagai pusat pendidikan dan pembelajaran berbasis nilai-nilai islam;

f. Meningkatkan manajemen mutu dan pelayanan pendidikan sesuai perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

d. Data Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung

Keadaan guru dan karyawan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung Jumlah Guru dan Karyawan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung memiliki 16 orang pegawai, 2 sebagai guru tetap, dan 14 orang sebagai guru tidak tetap yayasan, adapun selengkapnya dijelaskan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1

Data Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung

No Nama Pendidikan

terakhir

Jabatan Ket 1 Sugiyanto, M.Pd PASCA S2 IAIN

METRO Kep.Sek GTY

2 Eni Purwanti, S.Pd.I 198110262005012002

S1 AGUS SALIM METRO

Wakil Kep.Sek/

Guru kelas V

PNS DPK 3 Muntamah, S.Pd.I

198004152005012013

S1 UNILA

Guru kelas II a PNS DPK 4 Hj. Siti Saudah,

S.Pd.I

S1 IAIM

MA’AFIF NU Guru kelas I b GTY 5 Alfi Bayyinah, S.Pd S1 IAIN MTRO Guru kelas II b GTY

6 Mistiah, S.Pd.I - GTY

7 Nuril Hidayatun Nisa, S.Pd.I

S1 IAIM MA`ARIF NU

Guru kelas I a

GTY

8 M. Nur Sholeh, S.Pd.I - GTY

9 Joni Pratama, M.Pd PASCA S2 IAIN METRO

- GTY

10 Suhaeni, S.Pd S1 STIS DARUL ULUM

- GTY

11 Muamriuz Zaka, S.Pd

SI UM METRO

Waka kurikulum / Guru kelas IV b

GTY 12 Abid Ria Ardiyanto,

S.Pd SI AGUS

SALIM METRO

Waka Kesiswaan, guru kelas VI a

GTY 13 Budi Santoso, S.Pd.I. S1 IAIM

METRO

Guru kelas III

GTY

14 Wahid Nurudin,

S.Kom. S1 UIN RIL

Kepala Tata Usaha, Guru kelas VI

GTY 15 Ahmad Riyadi, S.Pd.I S1 STKIP PGRI Guru kelas IV a GTY 16 Sugiyati, S.Pd.I S1 STKIP PGRI Guru kelas IV b GTY

e. Data Peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung Jumlah peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung Jumlah keseluruhan peserta didik dari kelas 1 sampai kelas 6 di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung yaitu 359 peserta didik , 182 peserta didik laki-laki, dan 177 peserta didik perempuan, adapun selengkapnya dijelaskan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4.2

Data Peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 5 Sekampung

No Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah

1 Kelas I a 30 5 35

2 Kelas I b 15 15 30

3 Kelas II a 15 25 40

4 Kelas II b 20 20 40

5 Kelas III 10 25 35

6 Kelas IV a 16 16 32

7 Kelas IV b 25 15 40

8 Kelas V 16 16 32

9 Kelas VI a 10 30 40

10 Kelas VI b 25 10 35

Jumlah 182 177 359 Orang

f. Program Pembiasaan dan Program Ekstrakulikuler Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu 5 Sekampung

1. Program Pembiasaan

Program ini diarahkan kepada pembiasaan-pembiasaan rutinitas setiap hari yang sengaja kami lakukan dalam rangka melatih kemampuan siswa dan kebiasaannya sehari-hari. Program ini diantaranya adalah :

a. Pembiasaan Sholat Dhuha

Kegiatan ini bertujuan melatih dan membiasakan siswa sholat dhuha setiap harinya.

b. Pembiasaan tadarus

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan bacaan siswa, agar bacaan Al-Qur’annya sesuai tajwid dan makhrojul huruf.

c. Pembiasaan sholat Dhuhur Berjamaah

Kegiatan ini bertujuan melatih pentingnya Sholat Dhuhur berjamaah di masjid.

d. Pembiasaan Sholat Jum’at

Kegiatan ini bertujuan melatih pentingnya Sholat Jum’at di masjid terutama bagi laki-laki.

2. Program Ekstrakurikuler

Program ini diarahkan kepada kemampuan di bidang non akademik yang menekankan pada karakter keahlian diri sendiri sesuai dengan minat dan kemampuannya. Program ini di antaranya adalah : a) Kepramukaan (Pasukan KH.Wahid Hasyim)

Program ini bertujuan melatih kemampuan siswa dalam bidang baris berbaris, tali menali, kemah, kedisplinan sikap dan kepanduan sebagaimana kegiatan kepramukaan.

b) Drumband Gita Sahara

Kegiatan ini bertujuan melatih siswa dalam bidang memainkan musik Drumband terutama untuk keperluan kegiatan besar dan acara-acara 17 an dan hari-hari besar Islam.

c) PHBI(Peringatan Hari-Hari Besar Islam)

Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan siswa dalam bidang kegiatan di Hari-Hari Besar Islam.

d) Kaligrafi/Khotmil Qur’an

Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan siswa dalam bidang seni, baik seni membaca al-Qur’an maupun seni kaligrafi.

e) Qiroah/Tilawah

Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan siswa dalam bidang vocal dalam berQiroah/Tilawah

2. Deskripsi Data Hasil Penelitian

a. Uji Coba Validitas Dan Reliabilitas

Sebelum angket yang akan peneliti gunakan untuk mendapatkan data tentang motivasi tadarus Al-Qur’an peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah, terlebih dahulu peneliti akan mengukur validitas dan reliabilitas angket tersebut, dengan cara mengujikan angket tersebut kepada 32 peserta didik diluar sampel, dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.3

Kerja Validitas Angket

No Resp

MOTIVASI TADARUS AL-QUR`AN Skor Item Ganjil (X)

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 JUMLAH

1 5 4 1 1 1 3 5 3 5 3 31

2 3 1 3 2 3 1 3 1 5 3 24

3 1 4 5 5 5 5 4 5 5 4 43

4 4 5 1 1 1 4 5 4 4 4 33

5 3 1 3 2 3 1 3 1 5 3 25

6 2 4 1 1 1 4 5 3 5 2 38

7 4 5 1 1 2 3 5 5 3 5 34

8 4 5 1 1 1 3 5 5 5 5 35

9 2 3 3 1 3 3 3 4 3 3 28

10 5 5 1 1 1 5 5 5 5 5 43

11 4 4 3 1 2 1 5 5 5 5 35

12 2 5 3 1 3 2 2 2 5 2 27

13 5 5 1 1 1 1 4 5 5 5 33

14 5 5 1 1 3 2 3 5 5 5 35

15 4 4 1 1 1 4 2 4 5 5 31

16 4 5 1 1 1 5 5 5 4 3 34

17 5 5 1 1 1 3 5 5 5 5 36

18 4 4 1 1 1 5 5 5 3 5 35

19 5 5 1 1 1 4 5 5 5 2 34

20 5 5 1 1 1 3 5 5 5 5 36

21 2 2 3 1 5 2 5 4 5 3 32

22 3 3 1 1 3 3 4 3 4 3 28

23 4 5 1 1 1 2 2 5 5 2 28

24 3 5 1 1 3 3 2 2 5 1 26

25 5 5 1 1 1 5 5 5 5 5 38

26 4 5 1 1 1 3 5 5 5 5 35

27 4 5 3 1 3 5 3 3 5 3 35

28 5 5 5 5 1 3 4 4 3 4 39

29 4 4 3 3 2 3 1 3 1 1 25

30 3 5 1 2 2 4 3 3 3 5 31

31 4 5 1 1 1 2 2 5 5 2 28

32 4 5 1 1 1 3 5 5 5 4 34

JUMLAH 1.047

Tabel 4.4 Kerja Validitas Angket

No Resp

MOTIVASI TADARUS AL-QUR`AN Skor Item Genap (Y)

2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 JUMLAH

1 4 4 1 1 3 4 4 4 3 4 30

2 5 4 2 1 1 4 2 5 4 4 32

3 5 1 4 4 4 4 3 4 4 5 38

4 5 4 1 1 1 5 4 4 5 5 35

5 5 4 2 1 1 5 2 5 4 5 34

6 2 5 1 1 1 5 5 5 4 5 34

7 5 5 3 1 1 5 1 3 5 5 34

8 5 5 1 1 1 2 5 4 5 5 34

9 1 4 3 1 3 4 1 3 4 5 39

10 4 5 1 1 1 5 5 5 5 5 37

11 3 5 2 1 2 5 5 5 5 5 38

12 5 5 1 1 1 2 2 5 2 5 29

13 4 5 1 1 1 1 5 5 5 5 33

14 2 5 1 1 1 5 5 5 3 5 33

15 3 5 3 1 1 4 4 5 5 5 36

16 5 4 1 1 1 5 5 4 5 5 36

17 3 5 1 1 1 5 5 5 5 5 36

18 5 4 1 1 1 5 5 3 5 5 35

19 4 5 2 1 1 5 5 5 3 5 36

20 3 5 1 1 1 5 5 5 5 5 36

21 4 5 3 3 5 4 5 5 3 5 42

22 5 5 1 1 1 3 3 4 2 5 30

23 2 5 3 1 1 2 2 5 2 5 28

24 2 4 3 1 2 2 4 5 1 5 29

25 4 5 1 1 1 5 4 5 5 5 36

26 5 5 1 1 1 2 5 4 5 5 34

27 5 5 1 1 1 3 4 5 3 5 33

28 4 5 4 1 4 5 5 4 5 5 42

29 3 5 4 4 2 1 1 2 2 1 25

30 3 4 2 1 1 5 4 3 4 5 32

31 2 5 1 1 1 2 2 4 2 5 25

32 5 5 3 1 3 5 1 5 2 5 35

JUMLAH 1.053

Tabel 4.5

Kerja Reliabilitas Angket

Subjek Ganjil (X) Genap (Y) X2 Y2 X .Y

1 31 30 961 900 930

2 24 32 576 1024 769

3 43 38 1849 1444 1634

4 33 35 1089 1225 1155

5 25 34 625 1156 850

6 38 34 1444 1156 1292

7 34 34 1156 1156 1156

8 35 34 1225 1156 1190

9 28 39 784 1521 1092

10 43 37 1847 1369 1591

11 35 38 1225 1444 1330

12 27 29 729 841 783

13 33 33 1089 1089 1089

14 35 33 1225 1089 1155

15 31 36 961 1296 1116

16 34 36 1156 1296 1224

17 36 36 1296 1296 1296

18 35 35 1225 1225 1225

19 34 36 1156 1296 1224

20 36 36 1296 1296 1296

21 32 42 1024 1764 1344

22 28 30 784 900 840

23 28 28 784 784 784

24 26 29 676 841 754

25 38 36 1444 1296 1368

26 35 34 1225 1156 1190

27 35 33 1225 1089 1155

28 39 42 1521 1764 1638

29 25 25 625 645 645

30 31 32 961 1.024 992

31 28 25 784 625 700

32 34 35 1156 1225 1190

Jumlah 1047 1053 35123 35899 35997

Berdasarkan perhitungan tabel diatas, dapat diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:

N = 32

∑ x = 1047

∑ y = 1053

∑ x2 = 35123

∑ y2 = 35899

∑ xy = 35997

Selanjutnya berdasarkan hasil tersebut di atas, maka dapat dimasukkan ke dalam rumus korelasi Person Product Moment:

rxy

=

√( ) ( )

=

√( ) ( )

=

=

= 0,271

Rumus Spermans Brown

= 2

Dari perhitungan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa angket yang peneliti susun memiliki Validitas dan Reliabilitas, hal ini terbukti dari perhitungan diatas diperoleh nilai = 2 dengan itepretasi nilai “r”

kriteria tinggi dengan demikian maka angket yang penulis susun layak dan dapat dijadikan sebagai instrument penelitian.

b. Data motivasi tadarus Al-Qur`an

Data tentang motivasi tadarus Al-Qur`an diukur menggunakan angket sebanyak 20 item pernyataan. Angket tersebut disebarkan kepada sampel sebanyak 32 peserta didik, untuk mengetahui korelasi antara motivasi tadarus Al-Qur`an dengan kemampuan membaca Al-Qur`an peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ma`arif NU 5 Sekampung, maka peneliti menyebarkan angket yang diberikan kepada responden dengan jumlah 32 peserta didik.

Berdasarkan hasil angket yang telah disebarkan kepada peserta didik tadarus Al-Qur`an sebagai berikut:

Tabel 4.6

Data Motivasi Tadarus Al-Qur`an

No Resp

MOTIVASI TADARUS AL-QUR`AN (X)

Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 5 4 4 4 1 1 7 1 9 3 3 4 5 4 3 4 5 3 3 4 77

2 3 5 1 4 3 2 1 1 1 1 1 4 3 2 1 5 5 4 3 4 63

3 1 5 4 1 5 4 2 4 3 4 5 4 4 3 5 4 5 4 4 5 76

4 4 5 5 4 1 1 5 1 5 1 4 5 5 4 4 4 4 5 4 5 76

5 3 5 1 4 3 2 1 1 1 1 1 5 3 2 1 5 5 4 3 5 56

6 2 2 4 5 1 1 2 1 3 1 4 5 5 5 3 5 5 4 2 5 65

7 4 5 5 5 1 3 1 1 1 1 3 5 5 1 5 3 3 5 5 5 67

8 4 5 5 5 1 1 1 1 2 1 3 2 5 5 5 4 5 5 5 5 70

9 2 1 3 4 3 3 1 1 1 3 3 4 3 1 4 3 3 4 3 5 55

10 5 4 5 5 1 1 1 1 3 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 77 11 4 3 4 5 3 2 1 1 1 2 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 72 12 2 5 5 5 3 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 5 5 2 2 5 55 13 5 4 5 5 1 1 1 1 3 1 1 1 4 5 5 5 5 5 5 5 82 14 5 2 5 5 1 1 1 1 1 1 2 5 3 5 5 5 5 3 5 5 66 15 4 3 4 5 1 3 1 1 3 1 4 4 2 4 4 5 5 5 5 5 69 16 4 5 5 4 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 5 4 4 5 3 5 70 17 5 3 5 5 1 1 1 1 1 1 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 72 18 4 5 4 4 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 5 3 3 5 5 5 69 19 5 4 5 5 1 2 1 1 1 1 4 5 5 5 5 5 5 3 2 5 70 20 5 3 5 5 1 1 1 1 1 1 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 72

21 2 4 2 5 3 3 1 3 1 5 2 4 5 5 4 5 5 3 3 5 70 22 3 5 3 5 1 1 1 1 5 1 3 3 4 3 3 4 4 2 3 5 60 23 4 2 5 5 1 3 1 1 3 1 2 2 2 2 5 5 5 2 2 5 58 24 3 2 5 4 1 3 1 1 1 2 3 2 2 4 2 5 5 1 1 5 53 25 5 4 5 5 1 1 1 1 3 1 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 76 26 4 5 5 5 1 1 1 1 1 1 3 2 5 5 5 4 5 5 5 5 69 27 4 5 5 5 3 1 1 1 1 1 5 3 3 4 3 5 5 3 3 5 66 28 5 4 5 5 5 4 1 1 3 4 3 5 4 5 4 4 3 5 4 5 79 29 4 3 4 5 3 4 5 4 1 2 3 1 1 1 3 2 1 2 1 1 51 30 3 3 5 4 1 2 3 1 2 1 4 5 3 4 3 3 3 4 5 5 64 31 4 2 5 5 1 1 2 1 2 1 2 2 2 2 5 4 5 2 2 5 55 32 4 5 5 5 1 3 1 1 1 3 3 5 5 1 5 5 5 2 4 5 69

JUMLAH 2149

Berdasarkan hasil angket tersebut didapatkan nilai tertinggi 82 dan nilai terendah 51 untuk mengetahui interval kelasnya digunakan rumus sebagai berikut:

Interval = 67

Selanjutnya peneliti mengklasifikasikan motivasi tadarus Al- Qur’an dengan 4 kategori yaitu :

Interval =

=

=

8

67 Burhan Nurgiyanto, Dkk., Statistik Terapan (Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial), (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press,2009).36

Jumlah interval untuk variabel terikat penelitian ini adalah data dari interval di atas dimasukkan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 4.7

Distribusi Frekuensi Angket Tentang Motivasi Tadarus Al-Qur`an Peserta Didik Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ma`arif Nu 5 Sekampung No Interval

Kelas

Frekuensi Kategori Persentase

1 79-88 1 Sangat Baik 3.13%

2 69-78 9 Baik 28.13%

3 60-68 14 Cukup 43.75%

4 51-59 8 Kurang 25%

Jumlah 32 100%

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas dapat diketahui bahwa dari 32 peserta didik, 1 peserta didik memiliki motivasi tadarus Al-Qur`an dengan kategori sangat baik, 9 peserta didik memiliki motivasi baik, dan 14 peserta didik memiliki motivasi tadarus cukup, dan 8 peserta didik memiliki motivasi tadarus Al-Qur`an dengan kategori kurang. Dengan demikian dapat dikatakana bahwa motivasi tadarus Al- Qur`an peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ma`arif Nu 5 Sekampung tergolong cukup.

Dari tabel distribusi di atas selanjutnya dapat dibuat histogram sebagaimana di bawah ini

Dokumen terkait