Definisi operasional adalah definisi yang digunakan sebagai pijakan pengukuran secara empiris terhadap variabel penelitian dengan rumusan yang didasarkan pada indikator variabel.27 Berikut ini definisi operasional dalam penelitian ini:
24Mardiasmo, Perpajakan (Yogyakarta: Andi, 2016), 62.
25 Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak, Kesadaran Pajak (Jakarta: Tim Edukasi Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak, 2016), 83.
26Siti Kurnia Rahayu, Perpajakan Indonesia (Yogyakarta, Graha Ilmu, 2013)
27IAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. (Jember:IAIN Jember Press, 2017), 38.
1. Pengetahuan Pajak
Pengetahuan berasal dari kata “Tahu” yang artinya mengerti, mengenal, mengindahkan. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui yang berkaitan dengan suatu hal tertentu.28 Jadi Pengetahuan Pajak adalah segala sesuatu yang diketahui dalam hal informasi pajak yang dapat digunakan wajib pajak sebagai dasar untuk bertindak, mengambil keputusan, dan untuk menempuh arah atau strategi tertentu sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajibannya dibidang perpajakan.29
Adanya pengetahuan pajak dapat berguna oleh wajib pajak untuk mengambil keputusan dalam melaksanakan sistem perpajakan yang ada.
Pada pengetahuan perpajakan terdapat konsep pengetahuan atau pemahaman pajak yaitu wajib pajak harus meliputi :30
a. Pengetahuan Mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009.
b. Pengetahuan Mengenai Sistem Perpajakan di Indonesia
Sistem perpajakan di Indonesia yang diterapkan saat ini adalah self assessment system yaitu pemungutan pajak yang memberi wewenang, kepercayaan, tanggung jawab kepada wajib pajak untuk
28Kamus Besar Bahasa Indonesia, https://www.kbbi.web.id/tahu, diakses pada tanggal 4 Oktober 2019.
29 Titis Wahyu Adi, Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Sanksi Pajak Dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan Pada KPP Pratama Cilacap Tahun 2018.
Skripsi, Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2018, 28.
30Siti Kurnia Rahayu, Perpajakan Indonesia (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), 141.
menghitung, menyetorkan, dan melaporkan sendiri besarnya pajak yang harus dibayar.
c. Pengetahuan Mengenai Fungsi Perpajakan Terdapat dua fungsi pajak yaitu sebagai berikut:
1) Fungsi Penerimaan (Budgeter)
Pajak berfungsi sebagai sumber dana yang diperuntukkan bagi pembiayaan pengeluaran-pengeluaran pemerintah. Sebagai contoh: dimasukkannya pajak dalam APBN sebagai penerimaan dalam negeri.
2) Fungsi Mengatur (Reguler)
Pajak berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan di bidang sosial dan ekonomi.
2. Sanksi Pajak
Sanksi adalah tanggungan, tindakan, hukuman dan sebagainya untuk memaksa orang menepati perjanjian atau menaati ketentan undang-undang yang berlaku.31 Sanksi merupakan alat pemaksa untuk dipatuhi yang memberikan ancaman hukuman yang diberikan kepada pelanggar hukum. Dengan kata lain sanksi perpajakan merupakan alat pencegah agar wajib pajak tidak melanggar norma perpajakan.32
Sedangkan berdasarkan teori atribusi, sanksi perpajakan merupakan penyebab eksternal yang dapat mempengaruhi persepsi
31 Kamus Besar Bahasa Indonesia, https://www.kbbi.web.id/sanksi, diakses pada tanggal 4 Oktober 2019.
32Mardiasmo, Perpajakan (Yogyakarta: Andi, 2016),31.
wajib pajak dalam membuat keputusan mengenai perilaku kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.33
Dalam undang-undang perpajakan dikenal dua macam sanksi, yaitu sanksi administrasi dan sanksi pidana. Ancaman terhadap pelanggaran suatu norma perpajakan ada yang diancam dengan sanksi administrasi saja, ada yang diancam dengan sanksi pidana saja, dan ada pula yang diancam dengan sanksi administrasi dan sanksi pidana. Perbedaan sanksi administrasi dan sanksi pidana adalah:34
a. Sanksi Administrasi
Merupakan pembayaran kerugian kepada Negara, khususnya yang berupa bunga dan kenaikan. Menurut ketentuan dalam undang- undang perpajakan ada 3 macam sanksi administrasi, yaitu berupa denda, bunga, dan kenaikan.
b. Sanksi Pidana
Merupakan siksaan atau penderitaan. Merupakan suatu alat terakhir atau benteng hukum yang digunakan fiskus agar norma perpajakan dipatuhi.
3. Kesadaran Wajib Pajak
Kesadaran berasal dari kata “Sadar” yang artinya insaf, merasa, tahu, dan mengerti. Kesadaran adalah hal yang dirasakan atau dialami
33 Apriani Purnamasari, dkk., Pengaruh Pemahaman, Sanksi Perpajakan, Tingkat Kepercayaan Pada Pemerintah Dan Hukum, Serta Nasionalisme Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar PBB-P2 (Studi Pada Wajib Pajak PBB-P2 Di Kota Banjar). Jurnal Akuntansi dan Auditing. Vol. 14, No. 1 Tahun 2017, 25.
34Mardiasmo,Perpajakan…63.
oleh seseorang.35 Kesadaran Wajib Pajak merupakan perilaku Wajib Pajak berupa pandangan atau persepsi yang melibatkan keyakinan, pengetahuan dan penalaran serta kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan stimulus yang diberikan oleh sistem dan ketentuan perpajakan yang berlaku.36
Menurut pendapat Soemitro, kesadaran pajak (tax consciousness) rakyat Indonesia masih rendah, dan perlu ditingkatkan
melalui pendidikan yang lebih terstruktur, supaya mereka mengerti fungsi dan kegunaan pajak dalam masyarakat dan manfaat bagi diri pribadi. kesadaran pajak harus diikuti dengan rasa tertarik untuk membayar pajak (tax madidness), dan akhirnya melahirkan sikap disiplin dalam membayar pajak (tax discipline).37
Soemitro membedakan antara kepatuhan membayar pajak dengan kesadaran membayar pajak. Kesadaran membayar pajak lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan kepatuhan membayar pajak. Kesadaran membayar pajak dilandasi oleh pemahaman akan kegunaan dan manfaat pajak bagi masyarakat dan bagi dirinya (morally autonomous), sedangkan kepatuhan membayar pajak itu lebih didorong
35Kamus Besar Bahasa Indonesia, https://www.kbbi.web.id/sadar, diakses pada tanggal 4 Oktober 2019.
36 Pandapotan Ritonga, Pengaruh Penagihan Pajak Dengan Ssurat Paksa Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur. Jurnal SAINTIKOM Vol.
11,No.3, September 2012.
37 Tim Edukasi Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak, Materi Terbuka Kesadaran Pajak untuk Perguruan Tinggi (Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, 2016), 83.
oleh faktor eksternal sehingga bersifat heteronomi secara moral (morally heteronomous).38
4. Tingkat Kepercayaan Pada Pemerintah
Kepercayaan berasal dari kata “Percaya” yang artinya mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata. Kepercayaan adalah anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yang dipercayai itu benar atau nyata.39 Salah satu usaha membangun kepercayaan rakyat kepada pemerintah adalah dengan mewujudkan suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa atau yang dikenal dengan istilah good governance.
Pedoman umum yang dikeluarkan oleh Komite Nasional kebijakan Governance (KNKG) menyebutkan terdapat 5 asas good governance antara lain transparansi, akuntabilitas, responsibilitas,
independensi, kewajaran dan kesetaraan. Ketika asas itu dipenuhi oleh pemerintah maka pemerintahan tersebut dianggap bersih (good governance).40
Dalam hal ini kepercayaan terhadap sistem pemerintahan, kepercayaan terhadap sistem hukum, kepercayaan terhadap politisi dan kepercayaan terhadap pemungutan pajak merupakan salah satu
38Ibid, 83.
39Kamus Besar Bahasa Indonesia, https://www.kbbi.web.id/sadar, diakses pada tanggal 4 Oktober 2019.
40 Cristi Devi Darnita dan Yenni Mangoting, Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan Perkotaan Dan Pedesaan Kota Palangka Raya. Tax &
Accounting Review, Vol 4, No. 2, 2014, 25.
pendorong bagi wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya.41 Terdapat hubungan wajib pajak dengan pemerintah, yaitu kepercayaan mereka terhadap pemerintah merupakan pertimbangan penting dalam mematuhi aturan perpajakan dan mempengaruhi mereka dalam kepatuhan membayar pajak.42
5. Efektifitas Pemungutan PBB-P2
Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya.43 Efektivitas suatu pelaksanaan kegiatan pemungutan PBB-P2 tergantung kepada sejauh mana kegiatan tersebut mencapai tujuannya. Yaitu untuk meningkat penerimaan pajak selain itu tujuan pokok dari pemungutan pajak ini adalah untuk kesejahteraan umum atau masyarakat.44