BAB III METODE PENELITIAN
E. Desain Penelitian
Desain analisis regresi merupakan teknik analisis yang khas untuk penelitian korelasi. Analisis korelasi adalah analisis yang berusaha untuk melihat apakah anatara dua variabel atau lebih ada hubungan atau tidak, mengukur kekuatan hubungannya, membuat ramalan yang didasarkan kepada kuat lemahnya hubungan tersebut. Teknik analisis ini berguna untuk mempelajari varibel-variabel yang mempunyai hubungan berdasarkan teori
51Cholid Narbuko&Abu Achmadi, Metologi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2015), hlm. 119.
52Ibid.
yang dibangun sebelumnya sehingga arah pertalian diharapkan dapat ditemukan.53
Data yang terkumpul kemudian dianalisis Menggunakan analisis uji prasarat dan analisis hipotesis dengan menggunakan rumus regresi sederhana untuk mengetahui hipotesis yaitu; terdapat pengaruh gaya mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas XI MA Babussalam Rungkang.
53Kadir, Statistika, (Jakarta: Rosemata Sempurna, 2010), hlm. 124.
Gambar 1.2 Desain Penelitian
F. Instrumen dan Keabsahan Data Penelitian 1. Instrumen Penelitian
a. Gaya Mengajar
Instrumen penelitaian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.54 Sedangkan ahli lain mengatakan bahwa instrument penelitian meruapakan alat bantu
54Sugiyono, Metode Penelitian,... hllm. 102.
Hasil Belajar(Y) Gaya Mengajar(X)
Instrumen Penelitian (Kuesioner)
Valid Reliabel
Deskripsi Data
Analisis Data
Deskriptif Uji Prasarat
Uji Normalitas
Uji Liniaritas
Uji Hipotesis
Analisis Regresi Linear
Sederhana
Pengambilan Keputusan
peneliti dalam pengumpulan data.55 Dalam penelitian ini alat yang digunakan untuk mendapatkan data tentang pengaruh gaya mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah aklak di kelas XI MA Babussalam, Rungkng Tahun Pelajaran 2018/2019 yaitu alat pengumpulan data dalam bentuk kuesioner (angket).
Sehubungan dengan itu, angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Angket tertutup adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan memberikan tanda cheklist(√).56Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan dan pertanyaan. Dengan demikian instrumen itu akan mengahasilkan total skor bagi setiap responden.57
55Riduwan, Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, (Jawa Barat: Alfabeta, 2014), hlm. 32.
56Ibid., hlm. 27
57Sugiyono, Metode Penelitian,....hlm. 134-135
Tabel 3.1 Skala Likert Alternatif
Jawaba n
Skor Item Pertanyaan Positif Negatif
Selalu 5 1
Sering 4 2
Kadang- kadang
3 3
Jarang 2 4
Tidak pernah
1 5
Tabel 3.2
Kisi-Kisi Kuesioner Gaya Mengajar Guru58 Variabel Sub
Indikator Indikator Nomor Soal Juml
ah Total Positif Negatif
Gaya Mengajar
Guru
Suara dan Sikap
Guru
Variasi
Suara 1, 2,3 - 3
soal 30 Penekan
an 4,5,6 - 3
Pemberi
Waktu an 7,8,9 - 3 Kontak
Pandang 10,11 - 2
Gerakan Anggota Badan
12,13,
14 - 3
Perpinda Posisi han
15,16,
17 - 3
Media Pengajara
n
Media
Pandang 18,19 2
Media
Dengar 20,21 2
58Lihat lampiran 1.
Pola Interaksi
Guru - 22,23,
24 3
Guru dengan
Siswa 25,26,27 3
Siswa dengan
Siswa 28,29,
30 3
b. Hasil BelajarSiswa
Dalam memperloh data tentang hasil belajar siswa peneliti memperoleh data dari dokumentasi pada tanggal 15 Oktober 2018 tentang hasil belajar yaitu diperoleh dari nilai mid semester dimana nilainya antara 55-90, dari sini dapat dilihat hasil belajar siswa memeliki tingkat yang berbeda-beda meskipun materi dan cara penyampaian materi oleh guru sama, dari hasil ini dapat dikatakan bahwa tingkat daya serap belajar siswa berbeda-beda.
Table 3.3
Hasil Belajar Siswakelas XI MA Babussalam Rungkang 2018/2019.59
NO Nama Siswa L/P Hasil
Belaja r Urut Induk
1 17001 Atika Putri P 68
2 17003 Agus ahmad L 80
3 17004 Aminah P 75
4 17005 Ayu gustari P 80
59Ibid., 20 Oktober 2018
5 17006 Lily elisa P 66
6 17008 m. rifa‟i L 83
7 17009 Munawardi L 77
8 17010 Murniati P 68
9 17011 Nirwanul hidayat L 76
10 17014 Rohatul aini P 81
11 17015 Sahdan L 64
12 17018 Swastika musika P 85
13 17019 Sohibul aqli L 54
14 17020 Sulhan ali L 84
15 17022 Tomi hendrawan L 80
16 17023 Ulul albab L 87
17 17025 Wiwin mardiana P 53
Dapat disimpulkan bahwa selain bagaimana berjalannya proses belajar mengajar disekolah ada juga faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa, baik dari lingkungan tempat tinggal, minat belajar dan perhatian orang tua terhadap hasil belajar anaknya. Rekap data hasil mid semester siswa kelas XI dapat dilihat pada lampiran.
Setelah data variabel X dan Y diperoleh dan dimasukkan kedalam tabel, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data dengan rumus statistik yang sudah ditetapkan.
2. Keabsahan Data
Sebelum kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengukur validitas dan reliabilitas:
a) Validitas
Suatu alat pengukur untuk mengukur sifat X dikatakan valid jika yang diukurnya memang sifat X dan bukan sifat-sifat lain.60Untuk menguji validitas data dapat digunakan skor aslinya (angka kasar) untuk jenis data tunggal yang jumlah subjeknya (N) kurang dari 30,rumusnya:61
∑ ∑ ∑
√{ ∑ ∑ }√{ ∑ ∑ }
Harga menunjukan indeks korelasi antara dua variabel yang di korelasikan.
Keterangan:
= koefisien korelasi antar variabel x dan y N= jumlah subjek penelitian
∑ = jumlah hasil perkalian tiap-tiap sekor asli dari x dan y
∑ = jumlah sekor asli variabel x
∑ = sekor rata-rata dari y
Koefisien validitas yang diperoleh diinterpretasikan sebagai berikut:
Tabel 3.4
Interpretasi Koefisien Validitas62 Interval Kategori 0,80 ˂ rhitung ≤ 1,00 Validitas sangat tinggi 0,60 ˂ rhitung ≤ 0,80 Validitas tinggi
0,40 ˂ rhitung ≤ 0,60 Validitas sedang
60Nasution, Metode Research, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hlm. 74.
61Subana, dkk, Statistis Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setya, 2000), hlm. 148.
62Alfira Mulya Astuti, Statistika Penelitian, (Mataram: Insan Madani Publishing Mataram, 2016), hlm. 54.
0,20 ˂ rhitung ≤ 0,40 Validitas rendah
0,00 ˂ rhitung ≤ 0,20 Validitas sangat rendah rhitung ≤ 0,00 TidakValid
Kriteria pengambilan keputusan:
1) Instrumen valid,jika rhitung ≥ rtabel
2) Instrumen tidak valid, jika rhitung ˂ rtabel
b) Realibilitas
Suatu alat pengukur reliablebila alat itu dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berlainan senantiasa menunjukkan hasil yang sama. Jadialat yang reliablesecara konsisten memberi hasil ukuran yang sama.63Reliabilitas untuk alternatif jawaban yang lebih dari dua akan menggunakan uji Cronbach‟s Alpha. Rumusnya ditulis sebagai berikut:64
{ ∑ }
Keterangan:
= reliabilitas instrumen K= Banyak butir pertanyaan
∑ = Jumlah devisi standar butir
= devisi standar total
63Ibid,..hlm. 77
64Husein Umar, Metode Penelitian..., hlm. 166.
Koefisien reliabilitas yang diperoleh diinterpretasikan sebagai berikut:65
Tabel 3.5
Interpretasi Koefisien Reliabilitas Interval Interpretasi 0,80< n ≤ 1,00 Reliabilitas sangat tinggi 0,60< n ≤ 0,80 Reliabilitas tinggi
40 < n ≤ 60 Reliabilitas sedang 0,20 < n ≤ 40 Reliabilitas rendah
-1,00< n ≤ 0,20 Reliabilitas sangat rendah (tidak reliabel)
Kriteria pengambilan keputusan:
1) Instrumen reliabel,jika rhitung ≥ rtabel
2) Instrumen tidak reliabel, jika rhitung ˂ rtabel
G. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode kuesioner (angket) sebagai metode pokok sedangkan metode dokumentasi, dan observasi sebagai metode pelengkap. Masing-masing metode tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. Kuesioner (Angket)
Narbuko & Achmadi mengatakan bahwa kuesioner (angket) adalah suatu daftar yang berisikan rankaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti. Untuk memperoleh data, angket disebarkan kepada responden (orang-orang yang menjawab jadi yang diselidiki),
65Alfira Mulya Astuti, Statistika Penelitian..., hlm. 57.
terutama pada penelitian survei.66Sedangkan Nasution menyatakan angket atau questionnire adalah daftar pertanyaan yang didistribusikan melalui pos untuk diisi dan dikembalikan atau dapat juga dijawab di bawah pengawasan peneliti. Responden ditentukan berdasarkan teknik sampling.
Angket digunakan untuk mendapatkan keterangan dari sampel atau sumber yang beraneka ragam yang lokasinya sering tersebar di daerah yang luas, nasional ada kalanya internasional. Angket pada umumnya meminta keterangan tentang fakta yang diketahui oleh responden atau juga mengenai pendapat atau sikap.67Dalam penelitian ini angket digunakanuntuk mengumpulkan data tentang gaya mengajar dan keaktifan siswa.
c) Obsevasi
Observasi yang berarti pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah, sehingga diperoleh pemahaman dan sebagai alat atau pembuktian terhadap informasi/keterangan yang diperoleh sebelumnya.Sugiyono menyatakan bahwa observasi adalah teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain.68 Sedangkan menurut Sangadji dan Sopiah, observasi adalah “proses pencatatan pola prilaku subyek (orang), obyek (benda), atau kejadian yang sistematis tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi
66Cholid Narbuko&Abu Achmadi, Metologi Penelitian,...hlm. 76
67Nasution, Metode Research, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hlm. 128.
68Sugiyono, Metodologi Penelitian,.... hlm. 203.
dengan individu-individu yang diteliti”.69Dalam penelitian ini observasi digunakansebelum penelitian dan untuk mengamati perilaku yang terkait dengan penelitian.
d) Dokmentasi
Suharsimi Arikuntomenjelaskan bahwa metode dokumentasi adalah
“cara mencari data mengenai hal-hal variabel yang berupa data, catatan, surat kabar, transkip, buku-buku, majalah, prasasti, notule rapat, agenda dan lain sebagainya”.70
Dokumen sebagai laporan tertulis dari suatu peristiwa terdiri atas penjelasan dan pemikiran terhadap peristiwa dan ditulis dengan sengaja dengan tujuan untuk menyiapkan dan merumuskan keterangan-keterangan dari peristiwa tersebut.
Menurut pengertian di atas dokumen berisi catatan-catatan peristiwa, laporan tertulis dari suatu yang telah lalu, metode dokumentasi dalam penelitian ini adalah data tentang keadaan guru, tata usaha dan nilai belajar siswa serta keadaan sarana dan prasaranannya.
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh baik melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi dengan memasukkan data-data tersebut dalam bentuk kategori sehingga lebih mudah untuk dipahami.71Analisis data dilakukan agar
69Etta Mamang Sangadji&Sopiah, Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Andi Offset, 2010), hlm. 171-172.
70Ibid…, hlm. 26.
71Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D,... hlm. 334.
kesimpulan yang ditarik dalam penelitian initidak menyimpang dari yang diharapkan. Langkah langkah analisis data tersebutmeliputi analisis deskriptif, uji persyaratan analisis dan pengujian hipotesis. Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif dan regresi.
1. Statistik Deskriptif
Dalam penelitian ini data yang sudah diperoleh akan dideskripsikan menggunakan statistik deskriptif.Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.72Statistik deskriptif menggambarakan penyajian data melalui tabel, grafik, mean (rata-rata), dan distribusi frekuensi suatu data.
Kategorisasi data berdasarkan pada tabel frekuensi yang yang diperoleh, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.6
Pedoman Konversi Kategorisasi Angket Guru73 NO Interval Kategori
1 86 – 100 Sangat Tinggi
2 76 – 85 Tinggi
3 60 – 75 Sedang
4 55 – 59 Rendah
5 ≤ 54 Sangat
Rendah
72Ibid., hlm. 207.
73Ngalim Purwanto, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 102..
2. Uji Prasarat a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak, untuk itu penulis dalam menguji normalitas terhadap data hasil penelitian menggunakan uji Liliefors, pengujian normalitas dibantu dengan menggunakan microsoft exel.
Kriteria penerimaan bahwa suatu data berdistribusi normal atau tidak dengan rumusan sebagai berikut :
Jika Lo < Lt maka data berdistribusi normal Jika Lo > Lt maka data tidak berdistribusi normal
Adapun langkah-langkah dan kriteria penerimaan bahwa suatu data berdistribusi normal atau tidak sebagai berikut:
a) Hipotesis
H0 : Data berdistribusi normal H1 : Data tidak berdistribusi normal
b) Untuk menguji hipotesis tersebut penulis menempuh prosedur sebagai berikut:
(1)Pengamatan X1, X2, …., Xn dijadikan bilangan baku Z1, Z2, …, Zn
dengan menggunakan rumus :
S X
Zi Xi Dimana : Z= Bilangan baku
X= Rata-rata
S= Simpangan baku
(2)Untuk tiap bilangan baku ini menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung peluang F(Zi) P(Z Zi) (3) Selanjutnya dihitung proporsi Z1, Z2, …, Zn yang lebih kecil atau
sama dengan Zi, jika proporsi ini dinyatakan oleh S (Zi) maka:
n
Z Z ,..., Z , Z , Z , ) Z
Z (
S i
i 2 3 4 n i(4) Hitung selisih F (Zi) – S (Zi), kemudian tentukan harga mutlaknya.
(5) Menentukan harga yang paling besar diantara harga mutlak selisih antara F (Zi) – S (Zi) dan disebut sebagai harga Lo.
c) Menentukan harga kritis untuk uji Lilliefors, nilai Ltabel pada taraf signifikan α = 0,05 dan n= 24
d) Kriteria pengujian:
Terima H0: bila Lhitung< Ltabel, artinya data berdistribusinormal.
Tolak H0: bila L0> Ltabel, artinya data tidak berdistribusinormal.
b. Uji Linearitas
Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang akan dikorelasikan itu regresinya linier atau non linier. Uji kelinieran dan
keberartian koefisien regresi dilakukan dengan menghitung jumlah kuadrat-kuadrat (JK) dari beberapa sumber variasi dengan rumus:74
2 2
2
) ( ) (
X X
n
XY X X
a Y
2 2
)
( X
X n
Y X XY
b n
Tabel 3.7
Rumus Jumlah Kuadrat (JK) Dari Beberapa Sumber Variasi Sumber
Varian Dk JK RJK Fhitung
Ftabel
=0,05
=0,0 1 Total N
y2
y2Regresi (a) 1 JK (a) SRe2 g JK(a)
2 Re2
sis g
S Regresi (b/a) 1 JJK (b/a) SRe2 g JK(b/a) S
Sisa n-2 JK (S) Ssis2 RJKres(a) Tuna Cocok k-2 JK (TC)
2
2
k STC JKTC
2 2
G TC
S S Galat n-k JK (G)
k n SG JKTC
2
Untuk melakukan uji linieritas ada beberapa tahap yang akan dilakukan diantaranya:
Mencari persamaan regresi sederhana
X
Y 0 1
74Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi Dan Tesis Bisnis, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), hlm. 114.
2 2
2
0 ( )
) (
X X
n
XY X X
Y
2 2
1 n X ( X)
Y X XY
n
Mencari jumlah kuadrat koofesien n
JK g
yi 2) ( Re
) (
0
Mencari jumlah kuadrat regresi
n y y x
x
JK g I i i ( i)( i)
1 ) (
Re 10
Mencari jumlah kuadrat eror
m
E k n
y y JK
1
2 2
Mencari jumlah kuadrat residu
2 Re ( ) Re ( )
Res yi JK g10 JK g0
JK
Mencari jumlah kuadrat tuna cocok
E s
TC JK JK
JK Re
Mencari rata-rata jumlah kuadrat tuna cocok 2
k RJKTC JKTC
Mencari rata-rata jumlah kuadrat eror k
n RJKE JKE
Menguji linieritas75
E hitung RJKTC
F RJK
=
75Alfira Mulya Astuti, Statistik Penelitian.., hlm. 91-93.
Jika F hitung (regresi) > F tabel pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) maka harga Fhitung (regresi) signifikan, yang berarti bahwa koefisien regresi adalah berarti atau bermakna. Jika harga F hitung < Ftabel, maka harga Fhitung non signifikan, yang berarti bahwa hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak, sehingga regresi Y atas X adalah linier.
c. Uji Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu jawaban bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Dalam pembuktia, hipotesis diubah menjadi Ho agar peneliti tidak mempunyai perasangka. Jadi, peneliti di harapkan jujur dan tidak terpengaruh pernyataan .76 Kemudian, hipotesis di kembangkan lagi ke pada rumusan akhir pengetesan hipotesis. Untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruhgaya mengajar guru terhadap hasil belajar siswa di gunakan teknik analisis regresi linear sedrhana, adapun rumus yang digunakan adalah
Y
= a + bX, dan untuk menghitung a dan b di peroleh dari hasil pengamatan X dan Y, dimana:77
2 2
2
) ( ) (
X X
n
XY X X
a Y
2 2
)
( X
X n
Y X XY
b n
76Etta Mamang Sangadji & Sopiah, Metodelogi Penelitian…, hlm. 92.
77Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi Dan Tesis Bisnis,...hlm. 114.
Korelasi dalam regresi linier
Analisis korelasi berguna untuk menetukan suatu besaran yang menyatakan bagaimana kuat hubungan/pengaruh suatu variabel dengan variabel lainnya. Untuk korelasi antara X dan Y hanya dapat dipertanggung jawabkan apabila didasari oleh regresi X atas Y.
Berpangkal pada pengertian tersebut korelasi (r) dapat dihitung dengan menggunakan rumus korelasi product moment, yang rumusnya adalah sebagai berikut:78
2 2 2 2
i i
i i
i i i
i
y y
n x x
n
y x y
x r n
Keterangan:
r = koofesien korelasi antara variabel X dan variabel Y n = banyak data
xi = nilai data ke-i untuk kelompok variabel X yi = nilai data ke-i untuk kelompok variabel Y
Untuk mengetahui seberapa besar koefisien determinasi (KD) variabel X terhadap variabel Y digunakan rumus sebagai berikut:
% 100 )
(r2 r2 KD
Keterangan:
KD ( r2 ) = Koofesien determinasi r = Nilai koofesien korelasi.79
78Ibid., hlm. 131.
79Subana, dkk, Statistis Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setya, 2000), hlm. 145.
Kriteria pengambilan keputusan:
1) Jika thitung lebih besar dari ttabel maka diterima dan Ho ditolak.
Artinya terdapat pengaruh gaya mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas XI MA Babussalam.
2) Jika thitung lebih kecil dari ttabel maka ditolak dan Ho ditetima. Artinya tidak adapengaruh gaya mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas XI MA Babussalam.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Lokasi Penelitian
a. Sejarah Berdirinya MA Babussalam
Berdasarkan dokumentasi sekolah MA Babussalam Rungkang Labuapi Lombok Barat yang dikutip pada tanggal 9Oktober2018” MA Babussalam Rungkang didirikan dan disahkan pada tanggal 12 Juli 2002, dengan Akta notaris 18/06/2002. Sejarah berdirinya MA Babussalam Rungkang berangkar dari banyaknya anak usia sekolah Dasar dan ibtidaiyah yang ingin melanjutkan sekolahnya. Namun terbentur dengan masalah biaya sehingga tidak dapat melanjutkan karena sekolah lanjutan pada waktu itu masih jarang, maka mulai tahun 2002 mulai dibuka secara resmi. Sejak berdirinya MA Baussalam Rungkang sampai saat ini telah terjadi pergantian kepala sekolah selama dua kali pergantian yaitu : 1) H. Multazam, S.Ag
2) Abdul Hayyi, S.Pd.I80 b. Keadaan Geografis
Secara geografis MA Babussalam Rungkang terletak di jln, Tgh faisal merembu desa rungkang kecamatan labuapi kabupaten Lombok Barat NTB. Lokasi sekolah ini berada di ujung rumah penduduk karena letaknya dekat dengan rumah-rumah penduduk sehingga siswa-siswa mudah menjangkaunya baik yang bertempat tinggal jauh lebih-lebih yang
80Dokumentasi, dikutip 9 Oktober 2018.
tinggal disekitarnya.Lokasi MA Babussalam Rungkang diperjelas dengan keterangan sebagai berikut:
1) Sebelah utara berbatasan dengan rumah penduduk 2) Sebelah selatan berbatasan dengan sawah
3) Sebelah barat berbatasan dengan rumah penduduk 4) Sebelah timur berbatasan dengan sawah.81
c. Keadaan Sarana
Disamping faktor guru dan murid, maka faktor sarana dan prasarana tidak kalah pentingnya dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar, sebab sarana merupakan wadah untuk berlangsungnya proses pembelajaran, alat peraga atau alat pembelajaran merupakan faktor penunjang yang sangat penting, artinya untuk memperjelas pemahaman siswa-siswi terhadap pelajarannya. Adapun bentuk sarana dan prasarana MA Babussalam Rungkang dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.8
Sarana dan Prasarana MA Babussalam Rungkang Tahun Pelajaran 2018/201982
Ruang/Kelas Luas (m 2)
Kondisi Jumlah
Belajar 216 Baik 3
Laboratorium 72 Baik 1
Perpustakaan 60 Baik 1
81Observasi, dikutip 9 Oktober 2018
82Dokumentasi, dikutip 9 Oktober 2018
Ruang Guru 72 Baik 1
Ruang TU - - -
Gudang - - -
d. Keadaan Guru
Guru adalah seorang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dan menjelaskan materi pembelajaran, membimbing dan mengajarkan siswa kearah pencapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan dan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya.
Oleh karena itu kapasitas dan kualitas guru merupakan faktor yang tidak dapat diabaikan. Guru memberikan peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, selain itu juga guru merupakan figur dalam dunia pendidikan yang akan dicontoh dan diteladani. Oleh karena kedudukan guru untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan sesuai bidang studi masing-masing.
Adapun daftar keadaan guru MA Babussalam Rungkang tahun pelajaran 2018/2019 adalah sebagai berikut :
Tabel 3.9
Daftar Guru MA Babussalam Rungkang 2018/201983
N O
Nama Guru Ijzah tertinggi
Bidan studi
Mata pelajaran yang diajarkan Sesuai Tidak
83Ibid., dikutip 9 Oktober 2018.
ijazah sesuai 1 Abdul hayyi,
S.Pd.I
S1 Matemati ka
√ -
2 Izzudin, S.Pd S1 B
Indonesia
√ -
3 Fathul Muslim, S.Pd
S1 Geografi √ -
4 Sahidir, S.Pd S1 Sosiologi √ -
5 Wirdullatif, S.Pd S1 A Akhlak √ -
6 Jumadil Hadi, S.Sos.I
S1 Q Hadits - √
7 Roli Handika, S.Pd
S1 Penjas √ -
8 Sudarman, S.Pd S1 Ips
Sejarah
- √
9 Mulkan, S.Pd.I S1 B Arab √ -
1 0
Muzakki, S.Pd,I S1 Fiqih √ -
1 1
Husniati, S.Pd S1 TIK √ -
1 2
Niswatul Janah, S.Pd
S1 Ips Ekonomi
√ -
1 3
Sumay Wahyuni, S.Pd
S1 Kimia √ -
1 4
Hadratullaili, S.Pd S1 Ke Nu an - √ 1
5
Widia Astuti Widiyanti, S.Pd
S1 TIK √ -
1 6
Wahidah Diana Holidianti S.Pd
S1 B Inggris √ -
1 7
Maria Widiana, S.Pd
S1 PKWN √ -
1 8
Bq Eti Febrianti, S.Pd
S1 Matemati ka
√ -
1 9
Siti Amrahatun, S.Pd
S1 SKI √ -
2 0
Imron Khalid, S.Pd
S1 KTU - √
2 1
Nurdin, S.Pd S1 Staf TU - √
2 2
Ahmad Baehaqi, S.Pd
S1 Staf TU - √
2 3
Indah Hilmiati, S.Pd
S1 Staf TU - √
24 Sirul Hidayati Sukma, S.Pd
S1 Pustakaw an
- √
25 Awaludin, S.Pd S1 Laboran - √
Struktur Organisasi
Stuktur organisasi merupakan sebuah bagan untuk menggambarkan garis koordinasi dan garis komando yang ada pada madrasah tersebut, yaitu dimulai dari kepala sekolah, wakamand bag. Kurikulum, wakamad bag, kesiswaan, wali kelas, guru dan siswa. Sebagai suatu lembaga atau organisasi, struktur organisasi harus ada sebagai gambaran dari terorganisasinya pembagian tugas dalam lembaga pendidikan, sebab pengorganisasian mutlak dilakukan untuk menunjang aktivitas dan
efisiensi kerja. Secara jelas struktur organisasi MA Babussalam Rungkang terlihat pada bagan berikut :
Tabel Gambar1.3
Struktur Organisasi MA Babussalam Rungkang.84
e. Keadaan Staf MA Babussalam Rungkang
Untuk menunjang proses belajar mengajar di MA Babussalam Rungkang, pegawai mempunyai peranan yang sangat penting agar administrasi sekolah sesuai dengan yang diharapkan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel:
84Ibid., dikutip 10 Oktober 2018.
WAKAMAD BAG.
KESISWAAN WAKAMAD BAG
GURU WALI KELAS
KEPALA MADRASAH
SISWA
Table4.0
Daftar Staf MA Babussalam Rungkang Tahun 2018/2019.85
No Nama Jabatan
1 Imron Khalid, S.Pd KTU
2 Nurdin, S.Pd Staf
TU 3 Indah hilmiati, S.Pd Staf
TU 4 Ahmad baehaki,
S.Pd
Staf TU
f. Keadaan Siswa
Dalam siswa-siswi menduduki peranan yang sangat penting pula, karena tanpa adanya siswa-siswi proses belajar mengajar tidak akan pernah terlaksanakan serta siswi-siswi juga menjadi tolak ukur berhasil tidaknya proses belajar mengajar. Oleh karena itu keberadaan siswa-siswi dan peran aktifnya mutlak diperlukan dalam proses belajar mengajar.Adapun jumlah siswa-siswi kelas XI di MA Babussalam Rungkang dapat dilihat pada table berikut ini.
85Ibid., dikutip 10 Oktober 2018.
Table 4.1
Data Siswa Kelas XI MA Babussalam Rungkang 2018/2019.86
NO Nama Siswa L/P
Urut Induk
1 17001 Atika Putri P
2 17003 Agus ahmad L
3 17004 Aminah P
4 17005 Ayu gustari P
5 17006 Lily elisa P
6 17008 M. rifa‟i L
7 17009 Munawardi L
8 17010 Murniati P
9 17011 Nirwanul hidayat L 10 17014 Rohatul aini P
11 17015 Sahdan L
12 17018 Swastika musika P 13 17019 Sohibul aqli L
14 17020 Sulhan ali L
15 17022 Tomi hendrawan L
16 17023 Ulul albab L
17 17025 Wiwin mardiana P
86Ibid., dikutip 10 Oktober 2018.
B. Data Hasil Penelitian a. Deskripsi data
1. Interpretasi Data hasil penelitian Gaya Mengajar Guru (X) dan Hasil belajar siswa (Y)
Tabel 4.2
Data hasil penelitian Gaya Mengajar Guru dan Hasil Belajar Siswa87
No Nama X Y
1 Atika Putri 68 68
2 Agus Ahmad 79 80
3 Aminah 76 75
4 Ayu Gustari 84 80
5 Lily Elisa 77 66
6 M. Rifa‟i 82 83
7 Munawardi 72 77
8 Murniati 72 68
9 nirwanul Hidayat 65 76
10 Rohatul Aini 65 81
11 Sahdan 77 64
12 Swastika Mustika 88 85
13 Sohibul Aqli 65 54
14 Sulhan Ali 83 84
15 Tomi Hendrawan 83 80
16 Ulul Albab 85 87
17 Wiwin Mardiana 64 53
Rata – Rata 75,588 74,176
Berdasarkan hasil uji coba angket gaya mengajar guru angket/kuesioner yang terdiri dari 20 butir pernyataan dan responden17 dengan menggunakan skala Likert yang terdiri dari lima alternatif jawaban yaitu SS (sanagat setuju), S (setuju), KS (kurang setuju) dan
87Lihat lampiran