• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

E. Desain Penelitian

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain Nonequivalent Control Grup Design. Dalam desain ini terdapat 2 (dua) kelompok yang dipilih sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang keduanya diberikan pretes dan postes.

Tabel 3.1 Desain Penelitian Nonequivalent Control Group Design42

Kelompok Pretest Perlakuan Posttest

Eksperimen O1 X1 O2

Kontrol O3 X2 O4

Keterangan :

O1 = Kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum perlakuan (pretes) O2 = Kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah perlakuan (postes) O3= Kelas kontrol sebelum perlakuan (pretes)

O4 = Kelas kontrol setelah perlakuan (postes)

X1 = Pemberian perlakuan dengan model kooperatif tipe STAD X2 = Pemberian perlakuan dengan pembelajaran konvensional F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data.

42 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R &

D, (Bandung: Alfabeta. Cetakan ke-11, 2010). hlm. 116.

1. Kuesioner (Angket) Motivasi Belajar

Angket adalah kumpulan dari pertanyaan yang diajukan secara tertulis kepada responden. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan penyebaran angket yang berisi pernyataan-pernyataan tertulis yang diberikan kepada responden terpilih yang dalam hal ini yaitu kelas VII MTs Al-Intishor Sekarbela untuk memberikan respon terhadap pernyataan yang diajukan mengenai motivasi belajar.

2. Tes objektif

Tes merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik terhadap sesuatu yang telah dipelajarinya. Untuk memperoleh tes yang baik, tes tersebut perlu diuji cobakan terlebih dahulu. Setelah tes tersebut diuji cobakan, kemudian dianalisis validitas butiran soal, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda soal.. Bentuk tes dalam penelitian ini adalah tes pilihan ganda dan terdiri dari 25 butir item soal. Tes pilihan ganda ini memuat aspek kognitif yang didasarkan pada aspek hasil belajar IPA siswa.

3. Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan untuk memperkuat data yang diperoleh dalam penelitian. Untuk memberikan gambaran secara konkrit mengenai kegiatan kelompok siswa dan menggambarkan suasana kelas ketika aktivitas belajar berlangsung digunakan dokumentasi foto.

4. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan dari pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon.

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.

Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.

Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di antaranya:

1. Kuesioner (Angket)

Angket digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk mengukur motivasi belajar siswa dengan menyebarkan pernyataan tertulis kepada responden (siswa).

2. Tes objektif

Untuk mendapatkan data hasil belajar siswa peneliti memberikan tes objektif. Tes objektif ini berupa pilihan ganda dan tes ini memuat tentang aspek kognitif yang didasarkan pada hasil belajar IPA siswa 3. Dokumentasi

Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data yang memuat sejarah berdirinya madrasah dan dokumentasi penelitian.

4. Wawancara

Dalam penelitian ini wawancara digunakan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan keadaan siswa yang akan diteliti.

H. Teknik Analisa Data

Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Analisis Data Uji Instrumen a. Uji Validitas

Validitas tes digunakan untuk mengetahui apakah alat penelitian yang digunakan sudah tepat atau betul-betul menilai apa yang seharusnya dinilai. Analisis validitas dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment dengan angka kasar.43

∑ ∑ ∑

√ ∑ { ∑ } (3.1)

43 Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, ( Jakarta: Rineka Cipta. Cetakan ke-11, 2010). hlm. 170-171

Keterangan :

= Angka indeks korelasi “r” product moment N = Banyaknya peserta tes

∑ = Jumlah hasil perkalian antara skor X dengan skor Y

∑ = Jumlah seluruh skor X

∑ = Jumlah seluruh skor Y

Dengan kriteria, soal dikatakan valid jika rtabel pada taraf signifikansi 5%.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah derajat ketetapan, ketelitian atau keakuratan yang ditunjukkan oleh instrument. Reliabilitas artinya dapat dipercaya atau dapat diandalkan.44 Untuk mencari reliabilitas digunakan rumus Kuder Richardson atau yang lebih dikenal dengan K-R 20, yaitu:

(3.2)

Keterangan:

= Reliabilitas instrument = Banyaknya butir pertanyaan

= Varians total

= Proporsi subjek yang menjawab benar item soal ( proporsi subjek yang mendapat skor 1)

= Proporsi subjek yang menjawab salah item soal

44 Arikunto, Manajemen…., hlm 171-175.

Setelah diperoleh harga kemudian dikonsultasikan dengan rtabel dengan batas kepercayaan 95%. Jika rtabel, maka soal tersebut dikatakan reliabel. Jika rtabel, maka soal tersebut tidak reliabel.

Adapun kriteria untuk reliabilitas soal dapat dikalsifikasikan sebagai berikut:

Tabel 3.2. Interpretasi Koefisien Reliabilitas45

Interval Interpretasi

0,80 ri 1,00 Reliabilitas Sangat Tinggi 0,60 ri 0,80 Reliabilitas Tinggi 0,40 ri 0,60 Reliabilitas Sedang 0,20 ri 0,40 Reliabilitas Rendah

-1,00 ri 0,20 Reliabilitas Sangat Rendag (tidak reliabel)

c. Taraf Kesukaran

Taraf kesukaran soal merupakan bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya.

Sebaliknya soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena diluar jangkauannya.46 Taraf kesukaran dapat dinyatakan P dan dicari dengan rumus:

P = (3.3)

Keterangan:

45 Alfira Mulya A, Statistika Penelitian, (Mataram: Insan Madani Publishing, 2016), hlm 57.

46 Arikunto, Manajemen…, hlm 176

P = Indeks kesukaran soal

B = Banyaknya siswa menjawab soal dengan benar JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes

Menurut ketentuan yang sering diikuti, taraf kesukaran dapat diklasifikasikan dalam tabel, sebagai berikut:

Tabel 3.3 Kriteria Taraf Kesukaran47

Nilai (P) Kategori

0,00 0,30 Sukar

0,31 0,70 Sedang

0,71 1,00 Mudah

d. Daya Pembeda

Daya pembeda adalah kemapuan suatu tes dalam memisahkan antara subjek yang pandai (siswa yang pandai) dengan subjek yang kurang pandai (siswa yang kurang pandai)48. Rumus yang digunakan untuk mengetahui daya pembeda setiap butir tes, adalah:

D = (3.4)

Keterangan:

D = Daya pembeda butir

= Banyaknya kelompok atas menjawab betul = Banyaknya subjek kelompok atas

= Banyaknya kelompok bawah yang menjawab betul = Banyaknya subjek kelompok bawah

47 Fitri Nur F, 2014“Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Menggunakan Media Power Point Terhadap Hasil Belajar Kimia Pada Konsep Iatan Kimia”, (Skripsi, FITK UIN Syarif Hidayatullah: Jakarta, 2016), hlm. 46.

48 Arikunto, Manajemen…, hlm. 177.

Adapun klasifikasi daya pembeda dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.4 Klasifikasi Daya Pembeda49

Nilai (D) Kategori

0,00 0,20 Jelek

0,20 0,40 Cukup

0,41 0,70 Baik

0,70 1,00 Baik sekali

- (negatif) Semuanya tidak baik

2. Analisis Data

a. Analisis Data Motivasi Belajar

Motivasi belajar siswa dianalisis dengan cara : 1) Menghitung skor angket masing-masing siswa

2) Menyusun skor angket siswa ke dalam format analisis motivasi belajar

3) Menganalisis tingkat motivasi belajar siswa dengan menggunakan interval sebagai berikut :50

1,00 – 1,49 = Tidak Baik 1,50 – 2,49 = Kurang Baik 2,50 – 3,49 = Cukup Baik 3,50 – 4,49 = Baik

4,50 – 5,00 = Sangat Baik

49 Fitri Nur F, “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Menggunakan Media Power Point Terhadap Hasil Belajar Kimia Pada Konsep Iatan Kimia”, (Skripsi, FITK UIN Syarif Hidayatullah: Jakarta, 2014), hlm. 47.

50 Muhammad Kafrawi, “Penerapan Strategi Mutivasional ARCS untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Dompu Tahun Ajaran 2014/2015”, (Tesis, Fakultas Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan: Yogyakarta, 2015), hlm.

55.

b. Analisis Data Hasil Belajar 1) Uji prasyarat Analisis

Uji prasyarat terdiri dari uji homogenitas dan normalitas.

a) Uji Normalitas

Uji normalitas dengan menggunakan rumus chi-kuadrat sebagai berikut51:

(3.5)

Keterangan : = chi kuadrat

= frejuensi yang diobservasi = frekuensi yang diharapkan b) Uji Homogenitas

Uji homogenitas dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

(3.6)

Kriteria pengambilan keputusan.

Jika FHitung < FTabel, maka data homogeny Jika FHitung FTabel, maka data tidak homogen52 2) Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

51 Alfira Mulya A, Statistika, hlm. 61

52Ibid., hlm. 64

terhadap hasil belajar siswa. Jika data nilai siswa telah diketahui berdistribusi normal maka dapat dilakukan analisis data lebih lanjut menggunakan uji-t. adapun uji hipotesis menggunakan rumus pooled varian sebagai berikut:53

̅ ̅

(3.7)

Keterangan : t = ttes (t hitung)

̅ = rata-rata kelas eksperimen ̅ = rata-rata kelas control = varians kelas eksperimen = varians kelas control

= varians total

= jumlah siswa pada kelas eksperimen = jumlah siswa pada kelas kontrol

53 Alfira Mulya A, Statistika, hlm. 101

44 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian a. Sejarah berdirinya madrasah

MTs Al-Intishor ini didirikan tahun 2000 dengan SK Pemerintah Nomor wx/3-d/pp.03.2/1280/2001, tanggal 04 Agustus 2001 penerbit SK ditanda tangani oleh Kakanwil Departemen Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Nomor Statistik 211527101019 dan telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Negara dengan nilai B (Baik). Madrasah Tsanawiyah Al Intishor ini dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat dalam memajukan pendidikan di Desa Bendega Tanjung Karang Sekarbela. MTs Al-Intishor berada di bawah naungan yayasan pondok Pesantren Islamiyah Al-Intishor dipimpin oleh TGH.

Suba‟i, beliau wafat pada tahun 1884 dan digantikan oleh putra pertamanya yang bernama TGH. Zainuddin SB sampai saat ini dengan SK Pemerintah Nomor kd.19.07/4/PP.00/222/2012 pada tanggal 05 Nopember 2012 dengan nomor statistik 510052710007, Madarasah Tsanawiyah Al Intishor ini dibangun di atas tanah seluas 1400 m2.

MTs Al Intishor terletak di desa Bendega Tanjung Karang Sekarbela, adapun batas –batas wilayahnya adalah sebagai berikut : Sebelah Utara : Pemukiman Penduduk

Sebelah Selatan : Jalan raya

Sebelah Timur : Pemukiman Penduduk Sebelah Barat : Gudang Kayu

b. Data guru dan tenaga kependidikan

Guru merupakan salah satu kebutuhan vital dalam proses belajar mengajar disekolah, pendidikan akan berkualitas dan berjalan sesuai dengan harapan apabila memiliki tenaga pengajar yang kompeten dibidangnya. Guru bertugas mengelola pembelajaran, bertanggung jawab kepada kepala madrasah dan mempunyai tugas untuk menyusun program pembelajaran siswa untuk mencapai target kurikulum yang sudah ditentukan. Guru adalah faktor utama yang menyebabkan suatu program pendidikan dapat berlangsung. Tanpa adanya kehadiran seorang guru, proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik, karna tidak akan mungkin siswa dapat belajar sendiri tanpa bimbingan seorang guru. Kesadaran akan tanggung jawab sebagai guru yaitu pendidik dan pengajar sangat di perhatikan dan di pegang teguh. Adapun data guru dan tenaga kependidikan terangkum pada Tabel di bawah ini:

Tabel 4.1 Daftar Nama Guru dan MTs. Al-Intishor Sekarbela

No Nama Jabatan Mapel

1. Ratnawati, S.PdI Kamad Matematika

2. Rizcha Okta Azari, S.Pd Wakamad Matematika 3. Dra. Sukraeni

1.IPA 2.Prakarya 4. Muhibit Tobirin, SP Waka Kesiswaan Penjas Orkes 5. Paozan, S.PdI Koor. Mapel Agama SKI

6. Ribaen, S.Pd KTU/Wali Kelas

VII

Fiqih

No Nama Jabatan Mapel

7. Sumiyati, S.Pd BK

8. Hujaefah, S.PdI Wali Kelas VIII PKn 9. M. Saiful Fahmi MF, S.HI Pembina Osis Seni Budaya

10. Siti Syuryani, S.Pd B. Indonesia

11. Haeroni, S.Pd Kepala perpustakaan Bhs. Indonesia

12. Yuliana, S.Pd IPS

13. Drs. Marni Bhs. Arab

14. Baiq Suci Febri Ramadhanty, S.Pd

Bhs. Inggris

15. Rini Lestari, S.PdI. M.Pd Akidah A

Tabel 4.2 Data Kondisi Tenaga Kependidikan MTs. Al-Intishor Sekarbela

No Nama L/P Jabatan

1 Ribaen, S.Pd P KTU

2 Aminulloh, S.Pd L Staff TU

3 Haeroni, S.Pd P Kepala Perpustakaan

c. Data siswa

Adapun data jumlah siswa tiga tahun terakhir dan persentase kelulusan pada MTs Al Intishor sebagai berikut :

Tabel 4.3 Data Jumlah Siswa dan % Kelulusan di MTs. AL- Intishor Sekarbela

No Tahun Kelas %

Kelulusan Kelas VII Kelas VIII Kelas IX

L P Jmlh L P Jmlh L P Jmlh

1 2016/2017 19 15 34 11 29 40 21 10 31 100 % 2 2017/2018 26 20 46 19 15 34 11 29 40 100 % 3 2018/2019 16 18 34 14 16 30 11 27 37 100 %

d. Keadaan sarana dan prasarana

Komponen pendidikan yang sangat penting selain manusia (guru dan siswa) adalah sarana dan prasarana, yang difungsikan sebagai pendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya sarana dan prasarana, kegiatan belajar mengajar akan dapat berjalan

dengan baik, adapun daftar sarana prasarana Mts Al-Intishor dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.4 Daftar Rincian Sarana dan Prasarana MTs Al-Intishor

No Jenis Prasarana

Milik

Usia Banguna

n

Baik Rusak

Ringan

Rusak Berat Luas

(cm2) jml Luas

(cm2) jml Luas (cm2) Jml 1. R. Kepala

Madrasah

16 1 12 th

2. R. Lab. IPA 36 1 7 th

3. R. Lab. Komputer 56 1 8 th

4. R. Lab.

Keagamaan

7 th

5. R. Perpustakaan 36 1 8 th

6. R. Guru 36 1 7 th

7. R. Kelas 30 1 30 2 13 th

8. R. Tata Usaha 16 1 8 th

9. R. Konseling 12 1 7 th

10. R. UKS 16 1 8 th

11. R. Osis 16 1 8 th

12. R. Sirkulasi 23 2

13. Musholla 48 1 20 th

14. Gudang 6 1

15. LapanganOlah Raga

16. WC Guru 8 1 2 th

17. WC Siswa 8 3 2 th

Selain sarana dan prasarana jenis bangunan yang telah disebut sebelumnya, terdapat sarana dan prasarana lainnya yaitu berupa jenis buku pelajaran yang mendukung kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar. Adapun daptar jumlah buku yang ada di MTs. Al- intishor adalah sebagai berikut :

Tabel 4.5 Rincian Jumlah Buku Pelajaran di MTs. AL-Intishor Sekarbela

No Nama Buku Kelas

Total

VII VIII IX

1. B. Indonesia 20 21 49 90

2. B. Inggris 30 25 46 101

3. MTK 26 37 45 108

No Nama Buku Kelas

Total

VII VIII IX

4. IPA 58 78 76 212

5. IPS 20 31 31 82

6. PKn 9 11 12 32

7. SKI 4 7 10 21

8. Fiqih 8 12 10 30

9. Akidah Akhlak 5 10 5 20

10. Quran Hadist 13 12 11 36

11. B. Arab 8 3 10 21

12. Seni Budaya 3 3 4 10

13. TIK 2 2 1 5

14. Penjas Orkes 1 1 1 3

2. Analisis Data Penelitian

Pada penelitian ini data yang dikumpulkan akan disesuaikan dengan analisis data yang dilakukan. Dalam penelitian ini data dihasilkan dari intsrumen soal yang terdiri dari pretest dan posttest.

a. Analisis Data Uji Instrumen 1) Uji Validitas

Untuk mengetahui kevalidan atau kelayakan suatu instrument, maka digunakan uji validitas. Untuk menghitung uji validitas, maka digunakan rumus product moment pearson (r).

Nilai Rtabel yang digunakan adalah nilai r pada taraf signifikan 5%

untuk n=14 yaitu 0,532 dengan kriteria valid suatu butir soal bila rhitung rtabel. Selain menggunakan rumus product moment pearson (r), perhitungan juga dilakukan menggunakan bantuan Microsoft excel. Adapun data hasil perhitungannya sebagai berikut:

Tabel 4.6 Data Uji Validitas Instrument

No.

Soal

rhitung rtabel Keterangan

1 0,533 0,532 Valid

2 0,142 0,532 Tidak Valid

3 0,557 0,532 Valid

4 0,6896 0,532 Valid

5 0,733 0,532 Valid

6 -0,213 0,532 Tidak Valid

7 0,686 0,532 Valid

8 0,639 0,532 Valid

9 0,639 0,532 Valid

10 0,622 0,532 Valid

11 0,574 0,532 Valid

12 0,6401 0,532 Valid

13 0,5449 0,532 Valid

14 0,131 0,532 Tidak Valid

15 0,593 0,532 Valid

16 0,545 0,532 Valid

17 0,541 0,532 Valid

18 -0,082 0,532 Tidak Valid

19 0,7159 0,532 Valid

20 0,6199 0,532 Valid

21 -0,049 0,532 Tidak Valid

22 0,545 0,532 Valid

23 -0,049 0,532 Tidak Valid

24 0,549 0,532 Valid

25 -0,2413 0,532 Tidak Valid

26 0,6222 0,532 Valid

27 0,0757 0,532 Tidak Valid

28 0,639 0,532 Valid

29 0,658 0,532 Valid

30 0,639 0,532 Valid

31 0,465 0,532 Tidak Valid

32 0,57 0,532 Valid

33 0,545 0,532 Valid

34 -0,241 0,532 Tidak Valid

35 0,683 0,532 Valid

Hasil uji validitas yang terdiri dari 35 (tiga puluh lima) butir soal dimana pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung tiap butir soal dan rtabel, diperoleh 25 (dua puluh lima) butir soal yang valid (Data lengkap di lampiran 13).

2) Uji Reliabilitas

Untuk mencari reliabilitas digunakan rumus rumus Kuder Richardson atau K-R 20. Hasil uji reliabilitas tes, diperoleh tes tersebut reliebel, dimana r11=0,938 sedangkan rtabel=0,532. Dengan demikian diketahui bahwa r11(0,938) rtabel(0,532) maka tes tersebut reliebel (Lampiran 14).

3) Taraf Kesukaran

Uji taraf kesukaran soal digunakan untuk mengetahui sukar dan mudahnya suatu soal. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Hasil uji kesukaran soal yang terdiri dari 35 (tiga puluh lima) butir soal, diperoleh 16 (enam belas) butir soal dengan kategori sukar, 3 (tiga) butir soal dengan kategori mudah. Sedangkan 16 (enam belas) lainnya dengan kategori sedang (Data lengkap di lampiran 15). Adapun hasil perhitungan data uji taraf kesukaran soal dapat disajikan dalam Tabel di bawah ini :

Tabel 4.7 Uji Taraf Kesukaran Soal

No. Soal Nilai (P) Kategori

1 0,643 Sedang

2 0,571 Sedang

3 0,5 Sukar

4 1,286 Mudah

5 0,214 Sukar

6 0,5 Sukar

7 0,429 Sedang

8 0,5 Sukar

9 0,571 Sedang

10 0,286 Sukar

11 0,5 Sukar

12 0,286 Sukar

13 0,375 Sedang

No. Soal Nilai (P) Kategori

14 0,5 Sukar

15 0,2143 Sukar

16 0,357 Sedang

17 0,5 Sukar

18 0,5 Sukar

19 0,357 Sedang

20 0,429 Sedang

21 0,643 Sedang

22 0,357 Sedang

23 0,286 Sukar

24 0,286 Sukar

25 0,429 Sedang

26 0,571 Sedang

27 0,571 Sedang

28 0,5 Sukar

29 0,286 Sukar

30 0,571 Sedang

31 0,786 Mudah

32 0,429 Sedang

33 0,357 Sedang

34 0,714 Mudah

35 0,143 Sukar

4) Daya Pembeda

Uji daya pembeda soal digunakan untuk memisahkan kemampuan tes siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar.

Hasil uji daya pembeda soal yang terdiri dari 35 (tiga puluh lima) butir soal, diperoleh 1 (satu) butir soal dengan kategori baik sekali, 9 butir soal dengan kategori cukup, 13 (tiga belas) butir soal dengan kategori baik. Sedangkan 10 butir lainnya dengan kategori jelek dan 2 (dua) butir soal dengan kategori tidak baik (Data lengkap di lampiran 16). Adapun hasil perhitungan uji daya pembeda yang disajikan dalam bentuk Tabel di bawah ini :

Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Uji Daya Pembeda Soal

No. Soal Nilai (D) Kategori

1 0,75 Baik Sekali

2 0,083 Jelek

3 0,583 Baik

4 0,333 Cukup

5 0,25 Cukup

6 0 Jelek

7 0,5 Jelek

8 0,583 Baik

9 0,667 Baik

10 0,333 Cukup

11 0,583 Baik

12 0,333 Cukup

13 0,417 Baik

14 -0,583 Jelek

15 0,25 Cukup

16 0,417 Baik

17 0,583 Baik

18 0 Jelek

19 0,417 Baik

20 0,5 Jelek

21 -0,417 Jelek

22 -0,167 Tidak Baik

23 -0,25 Tidak Baik

24 0,333 Cukup

25 0,5 Jelek

26 0,667 Baik

27 0,667 Baik

28 0,583 Baik

29 0,333 Cukup

30 0,667 Baik

31 0,333 Cukup

32 0,5 Jelek

33 0,417 Baik

34 0,25 Cukup

35 0,167 Jelek

b. Analisis Data

1) Analisis Data Motivasi Belajar

Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, maka dapat digambarkan dalam Tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Kelas Eksperimen dan Kontrol Sebelum Perlakuan

Eksperimen Kontrol

Freku ensi

Interval Kategor i

Rata -rata

Frekue nsi

Interval Kategori Rata -rata 0 1,00-1,49 Tidak

baik

1,93

0 1,00-1,49 Tidak baik

1,58 7 1,50-2,49 Kurang

baik

9 1,50-2,49 Kurang baik 8 2,50-3,49 Cukup

baik

5 2,50-3,49 Cukup baik

0 3,50-4,49 Baik 0 3,50-4,49 Baik

0 4,50-5,00 Sangat baik

0 4,50-5,00 Sangat baik

Tabel 4.10. Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Kelas Eksperimen dan Kontrol Sesudah Perlakuan

Eksperimen Kontrol

Freku ensi

Interval Kategor i

Rata -rata

Frekue nsi

Interval Kategor i

Rata- rata 0 1,00-1,49 Tidak

baik

2,86

0 1,00-1,49 Tidak baik

2,29 0 1,50-2,49 Kurang

baik

1 1,50-2,49 Kurang baik 6 2,50-3,49 Cukup

baik

7 2,50-3,49 Cukup baik

6 3,50-4,49 Baik 6 3,50-4,49 Baik

3 4,50-5,00 Sangat baik

0 4,50-5,00 Sangat baik

Berikut ini nilai rata-rata angket motivasi belajar sebelum dan sesudah pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam bentuk diagram batang pada gambar 4.1

Gambar 4.1 Grafik Rata-rata Motivasi Belajar Sebelum dan Sesudah pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

2) Analisis Data Hasil Belajar

Tabel 4.11 Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Maupun Kelas Kontrol

Resp. Eksperimen Kontrol

Pretest Posttest Pretest Posttest

1 36 76 40 60

2 44 92 48 76

3 52 84 48 44

4 48 88 40 68

5 32 92 44 56

6 20 72 16 68

7 16 76 48 92

8 48 68 44 72

9 48 80 36 76

10 36 72 44 64

11 52 96 40 80

12 40 76 20 68

13 52 96 36 88

14 36 80 52 72

15 48 80

Nilai max 52 96 52 92

Nilai min 16 68 16 44

Rata-rata 40,53 81,87 40 70,29

Standar deviasi

129,83 81,98 91,07 154,37

0 1 2 3

Kontrol Eksperimen

1.58

1.93 2.29

2.86

Grafik Rata-rata Motivasi Belajar Sebelum dan Sesudah

Preetest Posttest

Berikut ini nilai rata-rata pritest dan posttest kelas eksperimen dan kontrol dalam bentuk diagram batang pada gambar 4.2 berikut ini:

Gambar. 4.2 Nilai Rata-rata Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

a) Uji normalitas 1) Pretest

Hasil uji normalitas pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.12 sebagai berikut:

Tabel 4.12 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Data Eksperimen Kontrol Kesimpulan

N 15 14

Data terdistribusi normal

̅ 40,53 40

6,64 6,64

Berdasarkan pada tabel 4.12 Diketahui bahwa pretest kelas eksperimen memiliki = 5,615 dengan harga

= 6,64, dengan demikian maka . Maka

0 20 40 60 80 100

Kontrol Eksperimen

40 40.53

70.29

81.87

Grafik Rata-rata Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Preetest Posttest

dapat disimpulkan bahwa data hasil postes kelas eksperimen berdistribusi normal. Adapun posttest kelas control dengan

= 1,253 dan = 6,64, dengan demikian

. Maka dapat disimpulkan bahwa dapat posttest kelas kontrol berdistribusi normal.

2) Posttest

Hasil uji normalitas posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.13 sebagai berikut:

Tabel 4.13 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Data Eksperimen Kontrol Kesimpulan

N 15 14

Data terdistribusi normal

̅ 81,87 70,29

6,64 6,64

Berdasarkan pada tabel 4.13 diketahui bahwa posttest kelas eksperimen memiliki = 4,227 dengan harga = 6,64, dengan demikian maka . Maka dapat disimpulkan bahwa data hasil postes kelas eksperimen berdistribusi normal. Adapun posttest kelas kontrol dengan = 0,602 dan = 6,64, dengan demikian . Maka dapat disimpulkan bahwa dapat posttest kelas kontrol berdistribusi normal.

b) Uji Homogenitas 1) Pretest

Hasil uji homogenitas pretest kelas eksperimen dan control disajikan pada tabel 4.14 sebagai berikut:

Tabel 4.14 Hasil Uji Homogenitas Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Kelas Posttest

N Rata-rata ( ̅)

S2 Fhitung Ftabel

Eksperimen 15 40,53 11,39 1,193 2,55

Kontrol 14 40 9,54

Data hasil uji homogenitas pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol, diperoleh Fhitung = 1,193 dari tabel distribusi F dengan taraf signifikan ( ) = 5% dengan jumlah siswa 29 (n1=15, n2=14) maka didapat harga Ftabel=2,55.

Jadi Fhitung Ftabel, yang artinya kedua hasil pengukuran homogen.

2) Posttest

Hasil uji homogenitas posttest kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel 4.15 sebagai berikut:

Tabel 4.15 Hasil Uji Homogenitas Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Kelas Posttest

N Rata-rata ( ̅)

S2 Fhitung Ftabel Eksperimen 15 81,87 9,05 1,372 2,58

Kontrol 14 70,29 12,42

Data hasil uji homogenitas posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol, diperoleh Fhitung = 1,372 dari tabel distribusi F dengan taraf signifikan ( ) = 5% dengan jumlah siswa 29 (n1=15, n2=14) maka didapat harga Ftabel=2,48.

Jadi Fhitung Ftabel, yang artinya kedua hasil pengukuran homogen.

c) Uji Hipotesis 1) Pretest

Hasil uji kesamaan rata-rata pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.16 Hasil Uji Hipotesis Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Data Eksperimen Kontrol

N 15 14

̅ 40,53 40

S2 11,39 9,54

Thitung 0,084

Ttabel 1,703

Berdasarkan tabel hasil uji hipotesis pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf signifikan 5%

dengan df=(n1+n2) – 2=27 maka diperoleh ttabel = 1,703 dan thitung = 0,084. Sehingga dapat diperoleh nilai thitung ttabel.

2) Posttest

Hasil uji kesamaan rata-rata posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.17 Hasil Uji Hipotesis Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Data Eksperimen Kontrol

N 15 14

̅ 81,87 70,29

S2 9,05 12,42

Thitung 9,633

Ttabel 1,703

Berdasarkan tabel hasil uji hipotesis posttes kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf signifikan 5%

dengan df=(n1+n2) – 2=27 maka diperoleh ttabel = 1,703 dan thitung = 9,633. Sehingga dapat diperoleh nilai thitung ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yaitu “Ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan media film animasi terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik di MTs Al- Intishor Sekarbela Tahun Ajaran 2019/2020”.

B. Pembahasan

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) menggunakan media film animasi

Dokumen terkait