• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Penelitian

Dalam dokumen pengaruh pendekatan kontekstual terhadap (Halaman 44-54)

BAB III. METODE PENELITIAN

E. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental.

Quasi Eksperimental adalah metode penelitian untuk menguji hipotesis berbentuk sebab akibat melalui adanya perlakuan dan menguji perubahan yang diakibatkan oleh perlakuan tersebut.

Penelitian Quasi Eksperimental ini menggunakan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol.

Tabel 3.1

Desain penelitian untuk mengukur kemandirian belajar No Kelas Pretest Perlakuan Postest

1 Eksperimen O1 X1 O2

2 Kontrol O3 X O4

Sumber : Sugiyono, 2013:1640

Tujuan dilakukannya tes awal adalah untuk mengetahui kemandirian belajar awal siswa dari sampel serta mengetahui homogenitas dari suatu sampel. Adapun setelah melakukan tes awal, kemudian siswa melaksanakan pembelajaran dengan perlakuan berbeda. Pada penelitian ini kelas eksperimen diberi (X1) dengan model Contektual Teaching and Learning (CTL), sedangkan Kelas Kontrol tidak diberi perlakuan apa apa, Untuk mengetahui hasil dari perlakuan yang diberikan maka dilakukan tes akhir yaitu 02 dan 04 secara bersamaan.

40Sugiyono, Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D.

( Alfabeta Bandung, 2013), hlm 16

29 F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Kuesioner (angket)

Quesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Quesioner merupaan teknik pengumpulan data yang efisien bila bila peneliti tau dengan pasti variabel yang akan diukur dan tau apa yang yang diharapkan oleh responden. 41

Pada penelitian ini peneliti menggunakan Quesioner tertutup dan peneliti menggunakan rumus skala likert, karena skala likert ini di gunakan untuk mengukur sikap,pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. 42 Dalam Kuesioner atau angket yang akan diberikan peneliti menyiapkan empat alternatiif jawaban seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini

41 Sugiyono, Metode penelitian,h. 199

42 Sugiyono, Metode penelitian kuantitaif, kualitatif, dan R&D, (Bandung:

Alfabeta,2015),h.93

30

Tabel 3.2 Kriteria Penskoran Angket 43 No Alternatif Jawaban

Pernyataan Positif

Pernyataan Negative

1 SS (Sangat Setuju) 4 1

2 S (Setuju) 3 2

3 TS (Tidak Setuju) 2 3

4 STS (Sangat Tidak Setuju)

1 4

Instrumen kuesioner ini terdiri dari pertanyaan- petanyaan tertulis dimana jumlah pertanyaan terdiri 20 pertanyaan.

Instrumen ini akan diberikan kepada siswa 10 siswa kelas eksperimen dan 10 siswa kelas kontrol SMP Islam Nurul Qur‟an untuk menggali informasi tentang kemandirian belajar siswa selama proses pembelajaran.

Tabel 3.3

Kisi -kisi Instrument Angket Kemandirian Belajar44

Variabel Indikator No tem

Kemandirian belajar

Positif Negatif a. Ketidaktergantungan

terhadap orang lain

3,6,8, 7 1,2 b. Tanggung jawab 4,10,11,13 9,12 c. Percaya diri 14,15,17,18 16,19

d. Keaktifan 20, 22,23 21

43 Sugiyono, Metodologi Penelitian, h.93

44 Kamariah, Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VII SMP Islam Daruttanwir Puyung Tahun Pelajaran 2016 /2017.

31

e. Kreatif dan insiatif 5,24,26, 25,29,30

27,28,

Tabel 3.4

Kriteria kemandirian belajar45 No Interval Kategori

1 81-100% Sangat Mandiri

2 61-80% Mandiri

3 41-60% Cukup Mandiri

4 21-40% Kurang Mandiri

5 0-20% Sangat Kurang Mandiri

\ Sumber : Puoerwanti.2008:7-8 G. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data guna memecahkah masalah penelitian, maka data tersebut harus dicari dari sumber data yang tepat. Dalam penelitian ini untuk mencari dan mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

1. Observasi

Observasi awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 20 Juli 2019 peneliti mendapatkan gambaran umum tentang lokasi penelitian, keadaan siswa yang terdapat di SMP Islam Nurul Qur‟an. Dan observasi dalam hal ini digunakan untuk mengetahui keterlaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

2. Kuesioner / Angket

Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui angket. Angket digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur kemandirian belajar

45Purwanto . Evaluasi Hasil Belajar.(Surakarta:Pustaka Belajar.2009)

32

siswa IPA kelas VII SMP Islam Nurul Qur‟an dengan memberikan angket berupa pernyataan kepada peserta didik.

3. Dokumentasi

Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini dokumentasi untuk mendapatkan data berupa foto yang berkaitan dengan kegiatan peneliti pada saat melalukan penelitian yang yang berhubungan dengan kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung

H. Teknik Analisis Data 1) Uji Instrumen

Sebelum Quisoner digunakan, maka Quisioner diuji cobakan terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitas,. Quisioner yang telah diuji cobakan kemudian digunakan untuk memperoleh data kemandirian belajar

a) Uji Validitas

Sebuah instrumen dikatakan valid, seperti yang dikemukakan oleh Johanson apabila instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur.46 Instrumen pada penelitian ini menggunakan angket (quisioner) , validitas ini dapat dihitung dengan koefisien korelasi menggunakan product moment, menggunakan bantuan Microsoft Excel

46 Sukardi, Evaluasi Pendidikan : Prinsip dan Operasionalnya, Bumi Aksara, Jakarta, Cet ke6, 2011, h. 30-31

33 Tabel 3.5

Interprestasi Indeks Korelasi “r” Product Moment Besarnya “r” ProductMoment

(rxy)

Interpretasi rxy< 0,423

rxy≥0,423

Tidak valid Valid

Setelah didapatkan harga koefisien validitas maka harga tersebut diinterpretasikan terhadap kriteria dengan menggunakan tolak ukur mencari angka korelasi “r” product moment (rxy) ≥r tabel maka kuisioner dapat dinyatakan valid, sebaliknya jika rxy <dari r tabel maka butir soal dinyatakan invalid.47

b) Uji Reabilitas

Suatu instrumen pengukuran dikatakan reliabel jika pengukurannya konsisten, cermat dan akurat. Tujuan dari uji reliabelitas adalah untuk menguji quisioner yang digunakan dan mengetahui konsisitensi dari instrument sebagai alat ukur, sehingga hasil pengukurannya dapat dipercaya. Untuk mengetahui reliabelitas instrumen angket ini digunakan rumus Alpha Cronbach

47 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan .( Jakarta: Rajawali Press 2010),h. 281.

Cet ke-22,

34

c) Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran

Data hasil observasi tentang keterlaksanaan pembelajaran (RPP) dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus persentase berikut:

% keterlaksanaan RPP = x x100%

y

Keterangan :

X = jumlah langkah-langkah pembelajaran yang terlaksana Y = Total langkah-langkah pembelajaran yang harus dilaksanakan48

Intensitas persentase keterlaksana pembelajaran dicocokan dengan criteria yang terlihat pada tabel berikut :

Tabel 3.6

Kategori Keterlaksanaan Pembelajaran49

Interval Kategori

80% – 100% Sangat baik

60% - 79 % Baik

40% -59 % Cukup baik

20% -39% Kurang baik

<20% Tidak baik

48 Purwanto,Ngalim, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, ( Bandung: PT Rosdakarya,2010), hlm.10

49 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan h.207

35 d) Analisis Data Angket

Pengisian skor angket yang sudah diberikan oleh siswa dianalisis demgan menggunakan rumus

Jumlah Skor Yang Peroleh x 100 % Skor Maksimal

2) Teknik Uji Prasyarat a) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang bertribusi normal atau tidak. 50 dalam penelitian ini untuk mengukur uji normalitas peneliti menggunakan aplikasi SPSS 16.00 dengan ketentuan 1. Jika X2 hitung > X2 tabel maka data berdistribusi normal 2. Jika X2 hitung < X2 tabel maka data tidak berdistribusi normal

b) Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Uji homogenitas dicari dengan menggunakan uji Fisher. Adapun rumus uji Fisher adalah.

F hitung ₌₌ Varians terbesar Varians Terkecil

50 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian, (Jakarta : Kencana Prenda Media Group 2013), hlm. 174

36

Kriteria pengambilan keputusan

Jika jika F Hitumng ˂ Ftabel maka data homogen, dan jika jika Fhitung ≥ Ftabel maka data tidak homogen pada taraf signifikan 5% dengan berbantuan SPSS

3) Uji Hipotesis dengan uji F

Menguji hipotesis yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk menarik kesimpulan dari penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus uji F dengan bantuan aplikasi SPSS 16.

Ha : Terdapat pengaruh pendekatan kontekstual terhadap kemandirian belajar siswa IPA kelas VII SMP Nurul Islam Qur‟an tahun ajaran 2020/202

Kriteria pengambilan keputusan

Jika fhitung ≥ ftabel , maka Ho ditolak dan Ha diterima Jika ftabel≤ fhitung , maka Ho diterima dan Ha di tolak

37 D. Renacana dawal Kegiatan Penelitian

Kegiatan Bulan ke bulan

Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Penyusun

proposal

   

Seminar proposal

Penelitian Uji Instrumen penelitian

  Pengumpulan

data

 

Ujian skripsi  

38 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data a) Uji Validitas

Sebelum instrument angket (Quisioner) di bagikan kepada peserta didik terlebih dahulu di lakukan uji validitas dengan tujuan untuk mengetahui instrumen yang di bagikan kepada peserta didik layak atau tidak di pergunakan, adapun hasil uji analisis sebagai berikut

Tabel 4.1

Hasil uji Validitas Instrumen Kemandirian Belajar

No No Item Jumlah

item

Besarnya “r‟‟Produc tMoment

Keputusan 1 1, 2, 3,4, 5, 6, 7, 8,

9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 18, 19, 20, 22, 24

20 ≥ 0,423 Valid

2 14,17,21, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30

10 ≤ 0,423 Tidak

Valid Tabel 4.1 di atas menjelaskan bahwa instrumen angket yang valid berjumlah 20 pernyataan yang terdapat pada no 1, 2, 3,4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 18, 19, 20, 22, 24 dengan ketentuan nilai r hitung ≥ nilai r tabel, sedangkan angket yang tidak valid berjumlah 10 pernyataan yang terdapat pada no 14,17,21, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30 dikatakan tidak valid dengan ketentuan nilai r hitung ≤ r tabel

39 b) Uji Reabilitas Angket

Uji reabilitas angket bertujuan untuk mengetahui reliabel atau tidaknya suatu data, ketentuan realibilitasnya suatu angket apabila r hitung sama atau lebih besar dari r tabel. Berikut ini adalah hasil analisis uji reabilitas

Tabel 4.2

Hasil Analisis Uji Reabilitas

Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa nilai r hitung ≥ r tabel yaitu r hitungnya 0,856 yang menunjukkan bahwa data uji reabilitas mempunyai ketegori yang sangat tinggi maka data tersebut dikatakan reliabel.

Tabel 4.3

Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaraan No Kelas Pertemuan Jumlah

Langkah- langkah di

RPP

langkah- langkah

yang terlaksanak

an

persen kategori

1

Eksperi men

1 16 15 93% Sangat

baik

2 16 12 81

2 Kontrol 1 10 8 80% Sangat

baik

2 10 8 80%

Table 4.3 diatas, terlihat bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen berbeda dengan kelas control dimana terlihat Jumlah Pernyataan C Conbach’s Alpha Kategori

30 0,856 RReabilitas tinggi

40

kelas eksperimen memiliki persentase lebih tinggi jika disbanding dengan kelas kontrol.

2. Hasil Pretest dan Postest

Tabel 4.4

Data Pretest dan Postest Kemandirian belajar kelas Eksperimen

No Persentase Pretest Kategori Postest Kategori

1 81-100% Sangat Mandiri 9 Sangat Mandiri

2 61-80% 8 Mandiri Mandiri

3 41-60% 3 Cukup mandiri Cukup mandiri

4 21-40% Kurang mandiri Kurang mandiri

5 0-20% Sangat kurang

mandiri

Sangat kurang mandiri

Tabel 4.4 di atas dapat di jelaskan bahwa tidak satupun siswa yang mempunyai kemandirian belajar pada kriteria kurang mandiri dan sangat kurang mandiri, dan siswa yang memiliki kemandirian belajar pada persentase 61-80% pada kriteria mandiri berjumlah 8 orang. dan siswa memiliki kemandirian belajar pada persentase 41- 60% pada kriteria cukup mandiri berjumlah 3 orang siswa. .dan siswa yang memiliki kemandirian belajar pada kriteria sangat mandiri 81-100% berjumlah 9 orang.

41

Diagram Batang 4.1 Kemandirian belajar kelas Eksperimen

Tabel 4.5

Data Pretest dan Postest Kemandirian belajar kelas Kontrol No Persentase Pretest Kategori Postest Kategori

1 81-100% Sangat Mandiri Sangat

Mandiri

2 61-80%

2 Mandiri

9 Mandiri

3 41-60%

8 Cukup mandiri

1 Cukup

Mandiri

4 21-40% Kurang mandiri Kurang

Mandiri

5 0-20% Sangat kurang

mandiri

Sangat kurang mandiri Tabel 4.5 di atas dapat di jelaskan bahwa tidak satupun siswa yang mempunyai kemandirian belajar pada kriteria kurang mandiri dan sangat kurang mandiri, dan siswa yang memiliki kemandirian belajar pada kriteia mandiri berjumlah 11 orang. dan siswa memiliki kemandirian belajar pada kriteria cukup mandiri 9 orang.

0 12 34 5 67 8 109

81-100% 61-80% 41-60% 21-40% 0-20%

Jumlah Siswa

Persentase

Kemandirian Belajar Siswa

Sangat Mandiri Mandiri Cukup mandiri

42

Diagram Batang 4.1 Kemandirian belajar kelas eksperimen 3. Uji Prasyarat

a) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berditribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal atau tidak. Untuk uji normalitas yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah uji normalitas Kolmogorov- smirnov. Suatu data dikatakan berdistribusi normal apabila taraf signifikan >0,05. Berikut ini hasil uji normalitas data dengan menggunakan bantuan program SPSS

0 2 4 6 8 10 12

81-100% 61-80% 41-60% 21-40% 0-20%

Jumlah Siswa

Persentase

Kemandirian Belajar Siswa

Mandiri Cukup mandiri

43

Tabel 4.6

Uji Normalitas Kemandirian Belajar

Kelas

Kolmogorov-Smirnova

Statistic Df Sig.

Hasil Kemandiria n Belajar

PreTest

Eksperimen .281 10 .0,24*

PostTest

Eksperimen .217 10 .199

PreTest Kontrol .178 10 .200*

PostTest Kontrol .243 10 .0,96

Tabel 4.6 di atas menunkukkan bahwa data pada kelas prestest eksperimen berdistribusi normal dimana pada nilai taraf signifikanya yaitu 0,024 ≥ 0,05, dan data pada kelas posttest eksperimen berdistribusi normal pada nilai taraf signifikannya yaitu 0,199, ≥ 0,05 sedangkan data pada kelas pretest kontrol berdistribusi normal dimana nilai taraf signifikannya yaitu 0,200 ≥ 0,05. Dan data pada kelas posttest kontrol berdistribusi normal dimana nilai taraf signifikannya yaitu 0,096 ≥ 0,05 dari empat kelas tersebut memiliki data yang berdistribusi normal.

b) Uji Homogenitas

Uji Homogenitas bertujuan untuk mengetahui data yang di peroleh berhomogen atau tidak. Data dikatakan homogen apabila nilai taraf Signifikan lebih besar dari 0,05. berikut ini hasil uji homogenitas pada kelas kontrol dan kelas eksperimen terhadap kemandirian bela

44

Tabel 4.7

Hasil Uji Homogenitas pretest kelas kontrol dan eksperimen Levene

Statistic df1 df2 Sig.

hasil

kemandirian belajar

Based on Mean .956 1 18 .341

Based on Median 1.074 1 18 .314 Based on Median

and with adjusted df

1.074 1 14.29

8 .317 Based on trimmed

mean .971 1 18 .337

Tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa data uji homogenitas pretest kelas kontrol dan eksperimen berdasarkan mean memiliki nilai signifikannya yaitu 0,341 lebih besar dari taraf 0,05 artinya data tersebut berhomogen, dan beerdasarkan median terdapat nilai signifikannya yaitu 0,314 lebih besar dari taraf 0,05 artinya data tersebut berhomogen, dan berdasarkan median dan df yang disesuaikan memiliki nilai signifikannya 0, 317 lebih besar dari taraf 0,05 artinya data tersebut berdistribusi normal dan berdasarkan nilai rata-rata yang di lihat dari taraf signifikannya yaitu 0,337 lebih besar dari 0,05 artinya data tersebut berdistribusi normal

45

Tabel 4.8

Hasil Uji Homogenitas Postest kelas kontrol dan eksperimen Levene

Statistic df1 df2 Sig.

hasil

kemandirian belajar

Based on Mean 6.394 1 18 .021

Based on Median 4.034 1 18 .060

Based on Median and

with adjusted df 4.034 1 13.406 .065 Based on trimmed mean 6.444 1 18 .021 Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa data uji homogenitas posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen berdasarkan mean memiliki nilai signifikannya yaitu 0,021 lebih besar dari taraf 0,05 artinya data tersebut berhomogen, dan beerdasarkan median terdapat nilai signifikannya yaitu 0,060 lebih besar dari taraf 0,05 artinya data tersebut berhomogen, dan berdasarkan median dan df yang disesuaikan memiliki nilai signifikannya 0,065 lebih besar dari taraf 0,05 artinya data tersebut berdistribusi normal dan berdasarkan nilai rata-rata yang di lihat dari taraf signifikannya yaitu 0,021 lebih besar dari 0,05 artinya data tersebut berdistribusi normal.

46 4. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan setelah mengetahui bahwa data berdistribusi normal dan homogen dengan cara statistic uji f. Dengan ketentuan hipotesis menggunakan uji F adalah :

 Apabila F hitung ≥ F tabel maka Ha diterima, dan H0 ditolakartinya terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel dependen terhadap variabel independen.

 Apabila F hitung ≤ F tabel, maka Ha ditolak,dan H0 diterimaartinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel dependen terhadap variabel independen.

Tabel 4.9

Hasil Uji Hipotesis Kemandirian Belajar

Kelas Taraf

Sig

F hitung F tabel Keputusan

Kelas Eksperimen 0,05 6.600 4,39 Ha Diterima Kelas Kontrol 0,05 5.533 4,39 Ha Diterimah

Tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa hipotesis Ha dalam penelitian ini diterima dan Ho ditolak karena nilai dari FHitung > Ftabel

yakni 6.600 >4,39 yang berarti ada pengaruh pendekatan kontekstual terhadap kemandirian belajar siswa

47 B. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian untuk keterlaksanaan pembelajaran pada penelitian ini dapat diperoleh bahwa persentase keterlaksanaan pembelajaran pada kelas kontrol dan kelas eksperimen berbeda. dimana pada kelas eksperimen jumlah langkah –langkah pembelajaran pada pertemuan pertama 15 langkah –langkah, sedangkan pada kelas kontrol sebanyak 10.

Pada kelas eksperimen pada pertemuan pertama langkah yang terlaksana yaitu 14 langkah dengan persentase yang diperoleh 93%, dengan kategori sangat baik, sedangkan pada kelas kontrol langkkah yang terlaksana 8 dengan kategori sangat baik. Apabila dibandingkan antara 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka kelas eksperimen memiliki persentase yang sangat tinggi dalam keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dibandingkan dengan kelas Kontrol yang tidak menggunakan model pembelajaran apapun.

Berdasarkan hasil penelitian pada tabel uji F hal 47 dengan menggunakan data berupa hasil angket kemandirian belajar IPA siswa dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan pendekatan kontekstual terhadap kemandirian belajar IPA siswa, dimana kemandirian belajar siswa yang menggunakan pendekatan kontekstual lebih tinggi dari pada kemandirian siswa yang tidak menngunakan pendekatan kontekstual.

Siswa yang di beri perlakuan dengan pendekatan pada pembelajaran dapat menemukan seperti cara mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri yang di milikinya dalam kehidupan sehari-hari, hal ini mendorong siswa untuk

48

memiliki sifat mandiri dalam belajar dan pendekatan kontkestual dapat menjadikan siswa belajar bukan menghafal melainkan proses pembelajaran dalam kehidupan nyata.

Hal ini dapat di lihat dari hasil nilai rata-rata kemandirian siswa pada kelas pretest eksperimen memiliki nilai rata-rata 63,3 dan nilai rata-rata pada kelas posttest eksperimen adalah 83,2, sedangkan nilai rata-rata pada kelas pretest kontrol adalah 56,8 dan nilai rata-rata pada kelas posttest eksperimen adalah 66,8. Dari nilai rata-rata yang diperoleh dapat di simpulkan bahwa pada kelas pretest eksperimen dan posttest eksperimen mengalami peningkatan 20%, sedangkan pada kelas pretest kontrol dan posttest kontrol mengalami peningkatan 10%.

Pada hasil perhitungan menggunakan uji hipotesis dengan menngunakan uji F menunjukkan bahwa nilai f hitung = 6.600. Dalam hal ini berlaku ketentuan bahwa f hitung ≥ F tabel (6.600 ≥ 3,49), dengan demikian dapat di simpulkan bahwa pendekatan kontekstual berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Desi Ria Pratama bahwa penggunaan metode pembelajaran kontekstual berpengaruh terhadap kemandirian belajar peserta didik kelas VII di SMP negeri 10 Semarang Tahun pelajaran 2015/2016.51 Sependapat juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Andi Suhandi 2009 bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemandirian belajar

51 Desi Ria Pratama, Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Kontekstual berpendekatan SETS Terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar peserta didk kelas VII SMP. Unhes Science Education (2016) Jurnal Vol. 5 No.3. h. 136

49

siswa kelas IV di SD Negeri Teratai.52 Penelitian lain yang di lakukan oleh Sugandi tahun 2012 dalam penelitiannya menyatakan bahwa dengan menerapkan metode kontekstual dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas X SMA Pasunda..

Berdasarkan beberapa pendapat penelitian di atas dapat disimpulkaan bahwa pendekatan kontekstual berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa. dengan memiliki kelebihan antara lain, pertama siswa dapat menemukan sendiri dan belajar sendiri dari materi tersebut, artinya pengetahuan siswa di tuntut untuk berpikir kritis atau lebih aktif menemukan sendiri materi yang diberikan selama proses pembelajaran sehingga siswa memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baru. Hal ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Rahmadi menyatakan bahwa model pembelajaran kontekstual suatu alternative yang yang menarik untuk membuat siswa lebih aktif dan berpikir kritis dalam menemukan sendiri materi yang di ajarkan oleh guru. 53

kelebihan yang kedua dapat mengembangkan pikirannya sendiri dalam memahami materi tersebut, ketiga melakukan melakukan kegiatan inqury setiap topic yang diajarkan dengan kegiatan inkuri siswa ikut terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran sehingga dapat menciptakan siswa lebih aktif dan kreatif dengan mendapatkan pengalaman yang baik dan

52 Suhandi Andy, Meningkatkan kemandirian belajar siswa melalui model pembelajaran kontekstual dikelas IV Sekolah Dasar jurnal Gentala pendidikan dasar, (2019), Vol.4. No.1.h.

125-137

50

mudah diingat oleh siswa serta proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien. Dan yang keempat sifat ingin tahu siswa berkembang dengan memunculkan pertanyaan pada topic yang diajarkan, artinya menumbuhkan keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat tentang materi yang di pelajari dengan bertanya kepada guru.

Hasil temuan ini juga diperkuat oleh hasil penelitian surya (2013) 54 yang menyimpulkan bahwa pendekatan kontekstual yang diterapkan pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa, selain itu hasil analisis ini juga sejalan dengan hasil penelitian purnamasari (2014) yang menyimpulkan bahwa kemandirian belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan dan model pembelajaran serta mengharuskan siswa untuk menjadi lebih aktif dan terampil dalam proses pembelajaran.55 Hasil analisis data ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan kontekstual mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa belajar dari menagalami sendiri dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, rasa senang belajar berpikir mandiri dan mampu mengambil keputusan.

54 Surya, Peningkatan kemampuan representasi Visiulthinking pada pemecahan matematis dan kemandirian belajar siswa SMP melalui pembelajaran kontekstual. Disertasi (Universitas Pendidikan Indonesia, 2013).

55 Purnamasari, Penagaruh model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament terhadap kemandirian belajar dan peningkatan penalaran dan koneksi matematik peserta didik SMPN 1 Kota tasikmalaya, Bandung :Program Pascasarjana Universitas terbuka, jurnal pendidikan dan keguruan Vol. 1.No. 1. 2014. h. 68

51

Adapun hasil temuan ini di perkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Andry Sumarsono dengan judul penerapan pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas X Di SMA Negeri 1 Baatul. Hasil pnelitiannya meunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian belajar siswa.56 Adapun penelitian yang dilakukan oleh Rianawati 2019 juga menyatakan bahwa mengimplementasikan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa XI di MAN 1 Pontianak dengan ini dapat dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kontekstual adalah salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru sebagai inovasi baru dalam pembelajaran dikelas. 57

Penelitian ini juga di dukung oleh penelitian Nuridiwanti,dengan judul peningkatan Kemandirian belajar siswa melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada siswa kelas X SMKN 6 Purworejo Tahun Ajaran 2016/2017 Menyatakan bahwa penerapan pendekatan kontekstual berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa. Karena model pembelajaran CTL merupakan konsep belajar yang yang beranggapan bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara alamiah, belajar akan lebih bermakna jika anak belajar dan mengalami sendiri apa yang dipelajarinya, bukan sebatas mengetahui. Dan dengan menarapkan

56 Sumarsono Andry, Penerapan pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas X Di SMA Negeri 1 Baatul,(jurnal) ,(di akses 15 maret 2016)

57 Rianawati, Implementasi model pembelajaran kontekstual berbasis akhlak kemandirian jurnal studi keislaman. 2013, Vol.14.No.3.h. 37

Dalam dokumen pengaruh pendekatan kontekstual terhadap (Halaman 44-54)

Dokumen terkait