BAB 3 SIMPULAN DAN SARAN
2.2 Deskripsi Alat/ Sistem Kerja/Operasional Perusahaan
1) Kegiatan Usaha Berdasarkan Anggaran Dasar
Berdasarkan perubahan terakhir Anggaran Dasar Perusahaan Pasal 3, maksud dan tujuan Perusahaan adalah melakukan usaha di bidang agrobisnis dan agroindustri, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya perkebunan untuk menghasilkan barang/jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsipprinsip tata kelola perusahaan yang baik. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perusahaan melaksanakan kegiatan utama sebagai berikut:
a) Pengusahaan budidaya tanaman meliputi pembukaan dan pengelolaan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemungutan hasil tanaman, serta melakukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan pengusahaan budidaya tanaman tersebut.
b) Produksi meliputi pengolahan hasil tanaman sendiri maupun dari pihak lain menjadi barang setengah jadi dan atau barang jadi serta produk turunannya.
c) Perdagangan meliputi penyelenggaraan kegiatan pemasaran berbagai macam hasil produksi serta melakukan kegiatan perdagangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan, baik hasil produksi sendiri maupun produksi pihak lain.
d) Pengembangan usaha bidang perkebunan, agrowisata, agrobisnis, dan agroindustri.
e) Selain kegiatan usaha utama tersebut di atas, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk:
i) Trading house, real estate, pergudangan, pariwisata, resort, olahraga dan rekreasi, rest area, rumah sakit, pendidikan penelitian, prasarana telekomunikasi dan sumber daya energi, 17 jasa penyewaan dan pengusahaan sarana/prasarana yang dimiliki Perusahaan, jalan bebas hambatan (tol), pusat perbelanjaan/mall,
pupuk, jasa konsultasi bidang agrobisnis dan agroindustri.
ii) Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus.
iii) Pengelolaan Kawasan Industri.
2) Pasar yang Dilayani
Perusahaan terus berupaya untuk memperluas pangsa pasar demi memperkuat kinerja Perusahaan. Untuk itu, Perusahaan tidak hanya mengembangkan kegiatan usahanya di dalam negeri, melainkan juga merambah luar negeri melalui ekspor berbagai produk perkebunan yang dihasilkan Perusahaan dan entitas anak Perusahaan. Perusahaan bergerak di bidang perkebunan, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan yang mencakup komoditas kelapa sawit, karet, komoditas aneka tanaman, serta pengembangan bisnis lainnya. Hal ini sesuai dengan informasi yang tercantum dalam Laporan Keuangan konsolidasian yang menjadi sumber pendapatan Perusahaan.
a) Komoditas Kelapa Sawit
Areal tanaman kelapa sawit tahun 2021 adalah seluas 560.078,29 ha yang terdiri dari Tanaman Menghasilkan (TM) seluas 463.848,88 ha, Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 42.023,90 ha, Tanaman Baru (TB)/Tanaman Ulang (TU)/Tanaman Tahun Ini (TTI) 15.934,99 ha, dan Tanaman Tidak Produktif (TTAD) seluas 37.842,47 ha.
b) Komoditas Karet
Areal tanaman karet tahun 2021 seluas 138.553,68 ha, terdiri dari Tanaman Menghasilkan (TM) seluas 104.128,80 ha, Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seluas 3.576,79 ha, Tanaman Baru (TB) /Tanaman Ulang (TU)/Tanaman Tahun Ini (TTI) 424,39 ha, dan Tanaman Tidak Produktif (TTAD) seluas 30.238,75 ha.
c) Komoditas Tebu
Realisasi luas areal tebu yang ditebang s.d. Desember 2021 seluas 152.742,6 Ha atau mencapai 102,44% terhadap RKAPP 2021 yang direncanakan seluas 149.098,7 Ha dan 102,78%
terhadap realisasi periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu
seluas 148.614,0 Ha. Luas areal tebu yang ditebang ini merupakan lanjutan dari musim giling tahun 2020 yang berakhir di bulan Januari 2021 dan musim giling tahun 2021.
d) Komoditas Aneka Tanaman
Areal teh seluas 29.808,74 ha di PTPN IV, VI, VII, VIII, IX, dan XII di mana areal terluas 62,37% berada di PTPN VIII seluas 18.592,00 ha. Total areal tanaman kopi seluas 12.054,98 ha berada di PTPN VI, IX, dan XII dengan areal terluas 88,66%
berada di PTPN XII yaitu 10.687,58 ha. Sedangkan komoditi kakao ada di PTPN IX dan PTPN XII, khusus PTPN IX dengan luas total 34,46 ha areal TBM merupakan areal koleksi tanaman plasma nutfah kakao edel.
e) Pengembangan Bisnis Lainnya
Terdapat beberapa pengembangan bisnis yang dilakukan Perusahaan di tahun 2021, termasuk yang komponennya diharapkan untuk tercapai berdasarkan Strategic House di Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2020-2024, antara lain pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), yakni beroperasinya Biogas Cofiring PKS Lubuk Dalam PTPN V melalui investasi mandiri dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kapasitas 2 MWp di KEK Sei Mangkei hasil kerja sama dengan PT Pertamina Power Indonesia. Sebagai komitmen PTPN Group dalam mengoptimalkan aset-aset underutilized dan kurang produktif, pada tahun 2021 dilakukan inisiatif kerja sama pengembangan kawasan strategis dengan mitra potensial di beberapa Anak Perusahaan PTPN sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2020-2024, di antaranya:
i) Kerja sama pengembangan Kota Deli Megapolitan antara PT Perkebunan Nusantara II dan PT Ciputra KPSN di lahan PT Perkebunan Nusantara II seluas ± 8.077 Ha yang berada di wilayah Kab. Deli Serdang, yang terdiri atas kawasan residensial, kawasan bisnis, kawasan industri, dan kawasan
hijau. Pada tahun 2021 telah dilakukan inbreng lahan PT Perkebunan Nusantara II seluas 725 Ha kepada PT Nusa Dua Propertindo dan telah dimulai pembangunan pada kawasan residensial seluas ± 6,88 Ha.
ii) Ditandatanganinya Head of Agreement antara PT Perkebunan Nusantara IX, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), dan Perusahaan Daerah Kab. Batang tentang kerja sama pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang seluas ± 4.300 Ha di lahan Kebun Siluwok PT Perkebunan Nusantara IX.
iii) Ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama antara PT Perkebunan Nusantara XIV dan PT Asiabeef Biofarm Indonesia tentang kerja 19 sama usaha unit usaha Kabaru untuk usaha budidaya sapi berkelanjutan berbasis ranch di lahan seluas ± 7.972 Ha.
iv) Rencana pengembangan Township Development Walini Raya di lahan Kebun Panglejar PT Perkebunan Nusantara VIII seluas ± 1.270 Ha, di mana pada tahun 2021 PT Perkebunan Nusantara VIII telah menyelesaikan pemutakhiran kajian kelayakan pengembangannya.
2.2.2. Deskripsi Alat Kerja
Kegiatan Magang yang dilakukan penulis di PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menggunakan beberapa alat dan sistem yang membantu berjalannya kegiatan Magang secara lancar. Alat yang digunakan selama penulis melaksanakan Magang di PT Perkebunan Nusantara III (Persero) di Badan Operasional Keuangan dan Akuntansi tepatnya dibagian Divisi Perpajakan dan Asuransi, sebagai berikut:
1) Komputer/Laptop
Komputer atau Laptop dibagian Divisi Pajak dan Asuransi
digunakan untuk menginput data pemungutan, penyetoran dan pelaporan pajak perusahaan dan pegawai melalui aplikasi perpajakan yang telah disediakan, mencari data-data mengenai pajak dan asuransi serta membuat surat dan dokumen untuk operasional perpajakan dan asuransi.
2) Mesin Fotocopy
Mesin fotocopy digunakan untuk menyalin atau memperbanyak lembar dokumen perpajakan sesuai kebutuhan operasional perpajakan dan asuransi serta untuk bukti dan pertinggal yang dibutuhkan perusahaan.
3) Perforator
Perforator (Pembolong kertas) ini sering digunakan untuk melubangi kertas dokumen yang ada di Perpajakan dan Asuransi agar bsia dimasukkan kedalam Ordner yang ada di Perpajakan dan Asuransi.
4) Ordner
Ordner digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dokumen- dokumen yang ada di bagian Pajak dan Asuransi.
5) Printer
Printer digunakan untuk mengeprint data dan dokumen yang diperlukan untuk kegiatan operasional perpajakan dan asuransi.
6) Mesin ScanSnap
Digunakan untuk kepentingan perpajakan dalam menscan atau pengganda dokumen, kemudian dikonversi dan disimpan dalam bentuk digital dengan cara memindai setiap bagian lembaran yang menjadi inputnya untuk mengambil gambar/teks secara elektronik menggunakan komputer yang kemudian diolah pada software tertentu dan disimpan kedalam data komputer.
7) Aplikasi e-Bupot Unifikasi
Sesuai dengan pasal 9 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2021, Bukti pemotongan/pemungutan PPh unifikasi dan SPT Masa PPh Unifikasi dibuat dan
ditandatangani secara elektronik serta disampaikan melalui Aplikasi Bukti Pemotongan dan/atau Pemungutan PPh Unifikasi Elektronik (Aplikasi e-Bupot Unifikasi). Yang dimaksud dengan Aplikasi e-Bupot Unifikasi adalah perangkat lunak yang disediakan di laman milik Direktorat Jenderal Pajak atau saluran tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak yang dapat digunakan untuk membuat Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi, serta mengisi, dan menyampaikan SPT Masa PPh Unifikasi.
8) Aplikasi e-SPT (elektronik Surat Pemberitahuan)
Aplikasi e-SPT digunakan untuk menginput dan mencari data SPT wajib pajak dalam bentuk elektronik yang dibuat oleh wajib pajak dengan menggunakan aplikasi e-SPT di media komputer.
9) Aplikasi e-Faktur
Aplikasi e-Faktur digunakan untuk membuat faktur pajak elektronik dan menginput kontrak penjualan sesuai data wajib pajak dan wajib pungut yang dimiliki perusahaan.