BAB I PENDAHULUAN
A. Deskripsi dan Karakteristik Objek Penelitian
Agar pembaca mengetahui gambaran umum lokasi penelitian, maka dalam bab ini akan disajikan gambaran secara umum lokasi penelitian yang memiliki keterikatan dengan objek penelitian ini. Adapun hal-hal yang dikemukakan dalam bab ini, yaitu keadaan geografis, keadaan demografis serta penyelenggaraan pelayanan masyarakat dalam pemerintahan di Kelurahan Bonto-Bontoa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.
1. Profil Kelurahan Bonto-Bontoa Kecamatan Somba Opu
Kelurahan Bonto-Bontoa merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yang terdiri dari 2 (dua) lingkungan dengan 5 (lima) Rukun Warga (RW) dan 20 (dua puluh) Rukun Tetangga (RT) yakni:
a. Lingkungan Bonto-Bontoa
1) RW 01 terdiri atas; RT 01, RT 02, RT 03 dan RT 04
2) RW 02 terdiri atas; RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 05 dan RT 06 3) RW 03 terdiri atas; RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05 b. Lingkungan Bonto Kamase
1) RW 01 terdiri atas; RT 01, RT 02, dan RT 03 2) RW 02 terdiri atas; RT 01, dan RT 02
Kelurahan Bonto-Bontoa merupakan kelurahan yang menempati urutan kedua terkecil di Kecamatan Somba Opu dengan luas lokasi 4,59 Km2 dan
memiliki ketinggian 8-16 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan data profil kelurahan di atas, maka dapat di gambarkan kondisi personil Kelurahan Bonto- Bontoa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa sebagai berikut:
Tabel 3. Jumlah Pegawai Kelurahan menurut Golongan
No Golongan Jumlah Keterangan
1 2 3 4
IV III II Honorer
2 8 1 2
Aktif Aktif Aktif Aktif
Jumlah 13
Sumber Data: Profil Kelurahan Bonto-Bontoa Bulan Maret Tahun 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah pegawai Kelurahan Bonto-Bontoa menurut golongan yaitu golongan IV sebanyak 2 orang, golongan III sebanyak 8 dan golongan II sebanyak 1 orang serta 2 orang tenaga honorer. Oleh karena itu, pegawai di Kelurahan Bonto-Bontoa mayoritas berada pada golongan III.
Tabel 4. Jumlah Pegawai Kelurahan Bonto-Bontoa menurut Tingkat Pendidikan
No Pendidikan Jumlah Keterangan
1 2 3 4
S.2 S.1 D3 SMA
4 7 2 -
Aktif Aktif Aktif Aktif Jumlah 13
Sumber Data: Profil Kelurahan Bonto-Bontoa Bulan Maret Tahun 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah pegawai Kelurahan Bonto-Bontoa menurut tingkat pendidikan yaitu S.2 sebanyak 4 orang, S1 sebanyak 7 orang, D3 sebanyak 1 orang dan SMA tidak ada. Data pada Tabel
di atas, memberikan gambaran bahwa tingkat pendidikan pegawai Kelurahan Bonto-Bontoa mayoritas Strata Satu (S.1).
Tabel 5. Jumlah Pegawai Kelurahan Bonto-Bontoa menurut Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Keterangan
1 2
Laki-Laki Perempuan
8 5
Aktif Aktif Jumlah 13
Sumber Data: Profil Kelurahan Bonto-Bontoa Bulan Maret Tahun 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah pegawai Kelurahan Bonto-Bontoa menurut jenis kelamin yaitu laki-laki sebanyak 8 orang dan perempuan sebanyak 5 orang.
Tabel 6. Jumlah Penduduk Kelurahan Bonto-Bontoa menurut Lingkungan
No Jenis Kelamin Jumlah Keterangan
1 2
Lingkungan Bonto-Bontoa Lingkungan Bonto Kamase
7.562 4.469
Hidup Hidup Jumlah 12.031
Sumber Data: Profil Kelurahan Bonto-Bontoa Bulan maret Tahun 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah pendudukan Kelurahan Bonto-Bontoa menurut lingkungan tempat tinggalnya yaitu Lingkungan Bonto-Bontoa sebanyak 7.562 orang dan Lingkungan Bonto Kamase sebanyak 4.469 orang.
Tabel 7. Jumlah Penduduk Kelurahan Bonto-Bontoa menurut jenis kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Keterangan
1 2
Laki-Laki Perempuan
5.099 6.122
Hidup Hidup Jumlah 12.031
Sumber Data: Profil Kelurahan Bonto-Bontoa Bulan MaretTahun 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah pendudukan Kelurahan Bonto-Bontoa menurut jenis kelamin yaitu jumlah penduduk laki-laki sebanyak 5.909 orang dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 6.122 orang.
Tabel 8. Jumlah Penduduk Lingkungan Bonto-Bontoa
No Jenis Kelamin Jumlah Keterangan
1 2
Laki-Laki Perempuan
3.114 4.348
Hidup Hidup Jumlah 7.562
Sumber Data: Profil Kelurahan Bonto-Bontoa Bulan MaretTahun 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah pendudukan Lingkungan Bonto-Bontoa menurut jenis kelamin yaitu jumlah penduduk laki-laki sebanyak 3.114 orang dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 4.348 orang.
Tabel 9. Jumlah Penduduk Lingkungan Bonto Kamase
No Jenis Kelamin Jumlah Keterangan
1 2
Laki-Laki Perempuan
1.982 2.487
Hidup Hidup Jumlah 4.469
Sumber Data: Profil Kelurahan Bonto-Bontoa Bulan Maret Tahun 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah pendudukan Lingkungan Kelurahan Bonto Kamase menurut jenis kelamin yaitu jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1.982 orang dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 2.487 orang.
2. Struktur Organisasi Kelurahan Bonto-Bontoa Kecamatan Somba Opu
STRUKTUR ORGANISASI PELAKSANA TUGAS PELAYANAN MASYARAKAT KELURAHAN BONTO-BONTOA KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA
Gambar 2. Struktur organisasi Kelurahan Bonto-Bontoa
LURAH Khutbah, S. IP., M. Si
SEKRETARIS LURAH Widyawati, S. STP., MM
KASI. PELAYANAN UMUM
……….. KASI. PEMERINTAHAN
Syamsuddin, S. Sos., M. Si KASI. PEMBANGUNAN
……… KASI. KESEJAHTERAAN
……….
KEPALA LINGKUNGAN BONTO-BONTOA
A. Pangerang Zubair, A. Md KEPALA LINGKUNGAN BONTO kamase
Abd. Azis Dg. Gassing
KETUA RW & RT MASYARAKAT LPM
44
STRUKTUR ORGANISASI PELAKSANA TUGAS
PELAYANAN MASYARAKAT LINGKUNGAN BONTO-BONTOA
Gambar 3. Struktur organisasi Lingkungan Bonto-Bontoa
KEPALA LINGKUNGAN BONTO-BONTOA A. Pangerang Zubair, A. Md
KETUA RW 01 Baharuddin Dg. Suru’
KETUA RW 02 Jamal Dg. Nyengka
KETUA RW 03 Arief Jufri
KETUA RT 01
Supriadi KETUA RT 01
Sultan Dg. Sarro KETUA RT 01
Muh. Jamil
KETUA RT 02 H. Makmur Dg. Kulle
KETUA RT 02 Abd. Gani Dg. Nya’la
KETUA RT 02 Abd. Rahman
KETUA RT 03
Husian Dg. Bundu KETUA RT 03
Drs. Amirullah, M. Si KETUA RT 03
……….
KETUA RT 04
Mansyur Dg. Tunru KETUA RT 04
Rahman Dg. Tayang KETUA RT 04
Sanusi Dg. Sayye
KETUA RT 05
Petta Ewa KETUA RT 05
…………
KETUA RT 06 H. Dg. Nunung
LURAH Khutbah, S. IP., M. Si
45
55
STRUKTUR ORGANISASI PELAKSANA TUGAS
PELAYANAN MASYARAKAT LINGKUNGAN BONTO-BONTOA
Gambar 4. Struktur organisasi Lingkungan Bonto Kamase
Berdasarkan struktur organisasi pelayanan masyarakat di atas, maka adapun tugas pokok dan fungsi masing-masing organ ini ialah:
a. Lurah
1) Kedudukan
Lurah adalah Kepala pemerintahan tingkat kelurahan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Camat dan Bupati.
KEPALA LINGKUNGAN BONTO KAMASE Abd. Azis Dg. Gassing
KETUA RW 01 Syamsu Alam
KETUA RW 02 S. Dg. Ngawing
KETUA RT 01
A. Dg. Ngirate KETUA RT 01
………..
KETUA RT 02 Haris Nangka
KETUA RT 02 Drs. H. Azis Tabaleo
KETUA RT 03 Mapparenta MS.
LURAH Khutbah, S. IP., M. Si
2) Tugas
Lurah berfungsi memimpin penyelenggaraan kemasyarakatan serta penyelenggaraan koordinasi atas kegiatan instansi vertikal dengan dinas daerah dan instansi vertikal lainnya dalam lingkungan wilayah kelurahan.
3) Fungsi
a) Penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan khusus dan umum pembinaan pemerintahan rukun warga dan tetangga.
b) Membina ketentraman dan ketertiban wilayah.
c) Membina pembangunan masyarakat kelurahan yang meliputi sarana dan prasarana perekonomian, produksi dan pembinaan pembangunan pada umumnya.
d) Membina kesejahteraan social.
e) Menyusun rencana dan program, pembinaan administrasi, ketatausahaan dan rumah tangga.
b. Sekretaris Kelurahan 1) Kedudukan
Sekretaris Kelurahan adalah unsur staf yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Kelurahan yang selanjutnya disebut Seklur yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Lurah.
2) Tugas
a) Melakukan pembinaan administrasi dan memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh satuan organisasi pemerintah kecamatan;
b) Untuk menyelenggarakan tugas tersebut maka sekretaris Kecamatan mempunyai fungsi:
1. Menyusun rencana, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaannya;
2. Urusan administrasi keuangan;
3. Urusan tatausaha, administrasi kepegawaian, perlengkapan dan rumah tangga;
c. Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Umum 1) Kedudukan
Seksi Pemerintahan adalah unsur pelaksana kelurahan dibidang penyelenggaraan pemerintahan.
2) Tugas
a) Seksi pemerintahan mempunyai tugas melakukan urusan pemerintahan umum, pemerintahan kelurahan, urusan pelayanan umum, pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah.
b) Untuk menyelenggarakan tugas tersebut maka seksi pemerintahan mempunyai fungsi:
1. Menyelenggarakan pemerintahan umum;
2. Membina pemerintahan kelurahan;
3. Menyusun program dan menyelenggarakan pembinaan pelayanan kependudukan dan catatan sipil;
4. Menyusun program dan menyelenggarakan pembinaan pelayanan kebersihan, keindahan dan pertamanan;
5. Menyusun program dan menyelenggarakan pembinaan pelayanan perizinan;
6. Menyusun program dan menyelenggarakan pembinaan pelayanan ketertiban wilayah;
7. Menyusun program dan menyelenggarakan pembinaan pelayanan umum administrasi masyarakat;
d. Kepala Seksi Pembangunan Masyarakat 1) Kedudukan
Seksi Pembangunan Masyarakat adalah unsur pelaksana kelurahan dibidang pembangunan yang dipimpin oleh kepala seksi, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Lurah.
2) Tugas
a) Seksi pembangunan masyarakat mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan program, pengendalian dan pembinaan serta mengkoordinasikan penyusunan program dan melaksanakan pembinaan pembangunan masyarakat.
b) Untuk menyelenggarakan tugas tersebut maka seksi pembangunan masyarakat mempunyai fungsi:
1. Menyusun program dan menyelenggarakan pembangunan sarana dan prasarana fisik, perekonomian dan produksi;
2. Menyusun program dan menyelenggarakan pembinaan pembangunan pada umumnya serta pembinaan lingkungan hidup;
3. Menyusun program pembinaan pelayanan dan bantuan sosial, pembinaan kepemudaan, peranan wanita dan olah raga;
4. Menyusun program pembinaan kehidupan beragama, pendidikan, kebudayaan dan kesehatan;
e. Kepala Seksi Kesejahteraan 1) Kedudukan
Seksi Kesejahteraan adalah unsur pelaksana kelurahan dibidang kesejahteraan yang dipimpin oleh kepala seksi, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Lurah.
2) Tugas
a) Seksi kesejahteraan mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan program, pengendalian dan pembinaan serta mengkoordinasikan penyusunan program dan melaksanakan pembinaan kesejahteraan sosial masyarakat.
b) Untuk menyelenggarakan tugas tersebut maka seksi kesejahteraan mempunyai fungsi:
1. Menyusun program dan menyelenggarakan program pro rakyat;
2. Menyusun program dan menyelenggarakan program kesejahteraan masyarakat;
3. Menyusun program pembinaan pelayanan dan bantuan sosial, serta ekonomi kreatif rumah tangga;
f. Ketua RT dan RW
RT/RW mempunyai tugas membantu pemerintah desa dan lurah dalam penyelenggaraan urusan Pemerintah. RT/RW dalam melaksanakan tugasnya mempunyai fungsi yaitu:
1) Pendataan kependudukan dan pelayanan administrasi pemerintahan lainnya
2) Pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga 3) Pembuatan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan dengan
mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat
4) Penggerak swadaya gotomg royong dan partisipasi rakyat masyarakat di wilayah lainnya.
Berdasarkan beberapan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem administrasi masyarakat di tingkat kelurahan/desa di Indonesia sudah memiliki tata struktur yang baik dari mulai adanya kepala kelurahan sampai staf- staf pembantu lurah. Hampir di seluruh kelurahan/desa dalam wilayah Indonesia menerapkan sistem pemerintahan kelurahan/desa yang sama antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain, dan antara kelurahan/desa yang satu dengan kelurahan/desa yang lain, sehingga tatanan pemerintahan di tingkat kelurahan/desa bisa berjalan dengan baik dan tersistem. Hak, wewenang, dan kewajiban dari perangkat kelurahan/desa sudah dibagi sedemikian rupa sesuai dengan kedudukan jabatan masing-masing agar pelaksanaan tatanan administrasi di tingkat kelurahan/desa berjalan dengan baik, tertata, dan tidak menyimpang dari hukum yang berlaku.
B. Pola Perilaku Aparat Kelurahan dalam memberikan Pelayanan terhadap