BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan pada pelaku UMKM sektor kuliner di Kabupaten Maros dengan jumlah 120. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuisioner yang dibagikan kepada responden melalui link google form.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari-april 2022. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 40 pelaku UMKM sektor kuliner di Kabupaten Maros.
Data gambaran umum dari 40 responden dalam penelitian dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Data responden menurut jenis kelamin dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.1 sebagai berikut:
Tabel 4.1 Jenis Kelamin
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Pria 13 32,5 32,5 32,5
Wanita 27 67,5 67,5 100,0
Total 40 100,0 100,0
Sumber: Data primer diolah 2022
Dari tabel 4.1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 67,5% berjenis kelamin wanita menunjukkan bahwa kaum wanita memperkuat perekonomian keluarga melalui UMKM, yang dapat dikerjakan di rumah sambil mengurus keluarga. Bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang banyak disenangi kaum wanita, memiliki potensi pasar yang cukup besar dengan berbagai kreasi masakan yang diperuntukkan untuk konsumen yang memilih makanan yang sehat dan makanan mewah atau mencari sensasi kenikmatan kuliner yang berbeda.
Pilihan makanan di Indonesia sangat kaya dari segi jumlah maupun cita rasa memiliki daya tarik antara lain tidak memerlukan banyak modal, tidak perlu sewa tempat, pasarnya besar karena semua orang suka makan, strategi pemesaran cukup mudah dan untuk bisnis kuliner berlipat ganda. Jika bisnis yang dirintis masih dalam skala kecil belum banyak konsumen, maka dapat dikerjakan diteras rumah atau dilakukan secara online segingga tidak perlu sewa tempat. Pasarnya menjanjikan karena semua orang membutuhkan makanan berat atau camilan, sehingga investasi yang ditanam akan sepat kembali apalagi berjualan di temapat yang strategis. Strategi pemasaran relatif mudah yang dapat dilaksanakan dengan menciptakan rasa, kemasan atau membagi sampel dilampiri dengan kartu nama, lewat media sosial sehingga dapat menghubungi jika akan memesan.
Fleksibilitas dan ukuran UMKM mempunyai banyak keunggulan dalam menjalankan usaha rerutama dari segi pembentukan dan operasional. Kelebihan UMKM adalah mempunyai kekuatan lebih besar dalam menentukan harga barang maupun produksi. Biaya operasional
yang tidak terlalu besar karena oekerjaan dapat dikerjakan di rumah tanpa menyewa kantor. Pengendalian penuh terhadap aset dan sumber kekayaan, memiliki keleluasaan dalam menentukan harga atau keuntungan yang ingin dicapai. Fleksibilitas operasional dalam pengambilan keputusan untuk menghadapi perubahan, selera konsumen, trend produk sehingga UMKM lebih kompetitif.
Sebagian responden sebanyak 32,5% berjenis kelamin pria menggambarkan bahwa bisnis UMKM memiliki kenunggulan dari segi pembentukan dan operasional. Kelebihan UMKM adalah mempunyai kekuatan lebih besar dalam menentukan harga barang maupun produksi.
Biaya operasional yang tidak terlalu besar karena pekerjaan dapat dikerjakan di rumah tanpa menyewa kantor. Pengendalian penuh terhadap aset dan sumber kekayaan, memiliki keleluasaan dalam menentukan harga atau keuntungan yang ingin dicapa. Fleksibilitas opersional dalam pengambilan keputusan untuk menghadapi perubahan, delera konsumen, trend produk sehingga UMKM lebih kompetitif.
2. Karakteristik Responden Berdasaarkan Usia
Berdasarkan usia responden terlebih dahulu menentukan jumlah intervalnya. Penetapan jumlah interval dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor-faktor jumlah frekuensi (N), jarak pengukuran (R), lebar interval yang hendak digunakan (i), dan tujuan penyusunan distribusi itu.
Pada prinsipnya jumlah interval kelas janganlah terlalu sedikit, sehingga pola-pola kelompok menjadi kabur. Akan tetapi jumlah interval itu juga jangan terlalu besar, sehingga kita tidak mendapat gambaran tentang
pola kelompok. Bila R sudah diketahui dan jumlah interval kelas sudah ditentukan, pada dasarnya i sudah diketemukan. Rumus dari i adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2 Usia Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
21-29 Tahun 14 35 35 35
30-38 Tahun 13 32,5 32,5 67,5
39-47 Tahun 7 17,5 17,5 85
48-57 Tahun 6 15 15 100,0
Total 40 100,0 100,0
Sumber: Data primer diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.2 menunjukan bahwa sebagian besar responden berusia 21 sampai 29 tahun sebanyak 35 %, adapun yang berusia 30 sampai 38 tahun sebesar 32,5% menggambarkan pengusaha berada pada usia produktif. Usia produktif rata-rata berumur antara 15 sampai 35 tahun yang dikenal dengan generasi milenial, akrab dengan dunia digital, kecerdasan dan kreatifitas yang baik sehingga membantu peningkatan produktifitas UMKM. Kegiatan dilakukan dengan dukungan media sosial, sejumlah e_commerse untuk melakukan transaksi jual beli, pesan antar makanan dilakukan secara digital. Kondisi ini secara pelan mempengaruhi
generasi di atasnya yang mulai merubah cara menjajakan produk dari cara tradisional menuju cara digital.
Sebanyak 17,5% responden berusia 39 sampai 47 tahun memiliki tenaga yang masih prima, mampu mempersiapkan tempat usaha yang memerlukan penataan setiap hari tanpa memerlukan bantuan orang lain.
Sebanyak 15 % berusia 48 sampai 57 tahun menggambarkan pilihan pekerjaan yang sudah mantap dan menggambarkan ada upaya pelaku UMKM untuk melatih anggota keluarga untuk meneruskan pekerjaan yang telah dirintis.
3. Analisis Deskriftif Variabel Penelitian
Dalam penghipunan dan penyajian data agar mudah untuk dipahami, data di jabarkan dengan menggunakan analisis deskriftif.
Variabel dalam penelitian ini adalah Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan dan Perilaku Manajemen Keuangan. Pengukuran pada variabel-variabel tersebut diukur dengan menggunakan skala likert.
Interval
Berdasarkan pada perhitungan diatas, maka skala distribusi kriteria sebagai berikut:
Sangat Tidak Setuju = 0,98 – 1,78 Setuju = 1,77 – 2,57 Cukup Setuju = 2,58 – 3,38 Setuju = 3,39 – 4,19 Sangat Setuju = 4,20 – 5,00
a. Variabel Pengetahuan Keuangan
Pengetahuan keuangan memiliki arti penting dalam mendukung pengambilan keputusan bidang keuangan, yang berdampak pada kegiatan perusahaan lainnya. Hasil analisis deskriftif pada data variabel pengetahuan keuangan pada tabel 4.3 dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 4.3
Rangkuman Analisis Deskriptif Tentang Pengetahuan Keuangan
No Pernyataan Skor Mean Kategori
1.
Jika saya mempunyai pengetahuan keuangan yang memadai, saya dapat terhidar dari segala penipuan uang.
183 4,58 Sangat Setuju
2.
Memiliki anggaran keuangan dapat membantu saya mengendalikan pengeluaran.
171 4,28 Sangat Setuju
3.
Saya mengetahui faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun anggaran keuangan dan belanja.
162 4,05 Setuju
4.
Saya mengetahui bahwa keuntungan saham bisa berupa pembagian laba atau keuntungan.
162 4,05 Setuju 5. Saya menyisipkan sebagian keuntungan
usaha untuk ditabung. 183 4,58 Sangat
Setuju 6.
Saya mengetahui aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan kredit.
159 3,97 Setuju
7.
Saya mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memilih jenis asuransi.
159 3,97 Setuju
8.
Saya telah menyiapkan asuransi jiwa untuk bisa melindungi keluarga seandainya suatu saat pemegang asurasi meninggal.
169 4,23 Sangat Setuju
9.
Saya mengetahui bahwa Investasi bermanfaat untuk menyiapkan masa depan yang lebih matang
167 4,18 Setuju
10. Perencanaan dan pengelolaan keuangan
penting untuk keberlanjutan usaha saya. 186 4,65 Sangat Setuju Sumber: Data diolah SPSS 25 Tahun 2022
Berdasarkan hasil analisis yang ditunjukkan pada tabel 4.3 bahwa rata-rata penilaian responden terhadap variabel pengetahuan keuangan termasuk dalam kriteria sangat setuju yaitu pernyataan 1, 2, 5, 8, dan 10. Adapun yang termasuk dalam kriteria setuju yaitu pernyataan 3, 4, 6, 7, dan 9. Penilaian tertinggi responden berada pada item pernyataan “Perencanaan dan pengelolaan keuangan penting untuk keberlanjutan usaha saya” sebesar 4,65. Penilaian terendah terdapat pada item pernyataan “Saya mengetahui aspek- aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan kredit” dan
“Saya mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memilih jenis asuransi” dengan nilai rata-rata sebesar 3,97 dengan kriteria setuju. Dari hasil tersebut membuktikan bahwa pelaku UMKM sektor kuliner di Kabupaten Maros mempunyai pengetahuan keuangan yang baik.
b. Variabel Sikap Keuangan
Sikap keuangan merupakan hasil evaluasi yang dilakukan untuk menerapkan prinsip – prinsip keuangan dalam menjalankan kegiatan bisnis. Hasil analisis deskriptif pada data variabel sikap keuangan dijelaskan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.4
Rangkuman Analisis Deskriptif Tentang Sikap Keuangan
No Pernyataan Skor Mean Kategori
1.
Mempuyai anggaran merupakan strategi penting dalam keuangan usaha saya.
174 4,35 Sangat Setuju 2.
Menjaga catatan keuangan merupakan hal yang penting untuk
keuangan usaha saya. 176 4,40 Sangat
Setuju
3.
Saya menyisihkan sebagian
pendapatan saya untuk diinvestasikan agar memperoleh pendapatan
tambahan.
167 4,18 Setuju
4.
Penting bagi saya untuk membuat target belanja dan tabungan setiap bulan.
173 4,32 Sangat Setuju 5. Lebih memilih menggadaikan barang
untuk kebutuhan yang tidak terduga. 151 3,77 Setuju 6.
Kondisi keuangan saat ini dapat mempengaruhi perencanaan keuangan usaha saya.
165 4,13 Setuju
7. Tabungan pribadi akan saya gunakan
sebagai pendanaan darurat. 176 4,40 Sangat Setuju 8. Menggunakan kredit bank untuk
mengatasi kekurangan dana. 147 3,68 Setuju 9.
Kondisi keuangan saya tidak
mengganggu hubungan saya dengan orang lain
174 4,35 Sangat Setuju
10.
Saya mengetahui uang merupakan sebuah simbol kesuksesan atau simbol kualitas hidup yang
mencerminkan prestasi seseorang.
162 4,05 Setuju Sumber: Data diolah SPSS 25 Tahun 2022
Berdasarkan hasil analisis yang ditunjukkan pada tabel 4.4 bahwa rata-rata penilaian responden terhadap variabel sikap keuangan termasuk dalam kriteria sangat setuju yaitu pernyataan 1, 2, 4, 7, dan 9. Adapun yang termasuk dalam kriteria setuju yaitu pernyataan 3, 5, 6, 8, dan 10. Penilaian tertinggi respoden berada pada item pernyataan “Menjaga catatan keuangan merupakan hal yang penting untuk keuangan usaha saya” dan “Tabungan pribadi
akan saya gunakan sebagai pendanaan darurat” mempunyai skor yang sama yaitu 4,40. Penilaian terendah responden berada pada item pernyataan “Menggunakan kredit bank untuk mengatasi kekurangan dana” dengan skor 3,68 dengan kriteria setuju.
c. Variabel Perilaku Manajemen Keuangan
Perilaku manajemen keuangan merupakan suatu fenomena psikologi yang diperlukan dalam membuat keputusan pribadi dan bisnis pada bidang keuangan. Hasil analisis deskriptif pada data variabel pengetahuan keuangan dijelaskan pada tabel 4.5.
Tabel 4.5
Rangkuman Analisis Deskriptif Tentang Perilaku Manajemen Keuangan
No. PERYATAAN SKOR MEAN KATEGORI
1.
Menyusun keuangan usaha saya (jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang).
176 4,40 Sangat Setuju
2.
Saya menetapkan anggaran belanja maksimal dalam pengalokasian keuangan.
170 4,25 Sangat Setuju 3. Saya selalu tepat waktu membayar
tagihan dan pengeluaran lainya 175 4,38 Sangat Setuju 4.
Saya selalu konsisten dengan anggaran atau rencana belanja yang telah saya buat
167 4,18 Setuju
5.
Saya memikirkan risiko dalam mengambil hutang/kredit sebelum
pengambilan keputusan. 174 4,35 Sangat Setuju 6. Saya menabung secara periodik dari
uang yang telah saya peroleh 176 4,40 Sangat Setuju 7. Saya sudah melakukan investasi
dalam bentuk saham 155 3,88 Setuju
8. Saya menyediakan dana untuk
pengeluaran tak terduga 170 4,25 Sangat Setuju 9.
Saya melakukan diskusi dengan karyawan untuk menyelesaikan
masalah keuangan. 170 4,25 Sangat
Setuju 10. Saya merubah perencanaan
keuangan yang tidak sesuai. 175 4,38 Sangat Setuju Sumber: Data diolah SPSS 25 Tahun 2022
Berdasarkan analisis yang ditunjukkan pada tabel 4.5, rata-rata penilaian responden terdapat variabel perilaku manajemen keuangan termasuk dalam kriteria sangat setuju yaitu pernyataan 1, 2, 3, 5, 6, 8, 9, dan 10. Adapun item pernyataan yang termasuk dalam kriteria setuju yaitu 4, dan 7. Penilaian tertinggi ada pada item pernyataan “Menyusun keuangan usaha saya (jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang)”
dan “Saya menabung secara periodik dari uang yang telah saya peroleh” mempunyai nilai yang sama sebesar 4,40. Penilaian terendah berada pada item pernyataan “Saya sudah melakukan investasi dalam bentuk saham” sebesar 3,88. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaku UMKM sektor kuliner di Kabupaten Maros mempunyai dasar dalam mengelola keuangan usahanya dengan baik.