• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pada bagian ini dipaparkan pembahasan hasil-hasil penelitian dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian yang dibahas mencakup analisis statistic terhadap dua variabel bebas yaitu Akuntansi Sektor Publik, dan Pengawasan Internal. Variabel terikat yaitu Kinerja Instansi Pemerintah. Pembahasan terhadap hasil-hasil hipotesis sebagai berikut :

1. Hasil Temuan Hipotesis H1 Akuntansi Sektor Publik (X1)

Hasil temuan pertama dalam penelitian ini menyatakan bahwa Akuntansi Sektor Publik (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Instansi Pemerintah. Berdasarkan hasil uji regresi secara parsial (uji t) yang dicantumkan dalam table 10.14 yang telah dibahas pada uji analisis regresi berganda yaitu : Akuntansi Sektor Publik (X1) menunjukkan coefficients bertanda positif sebesar 0,350 pada tingkat signifikan 0,003, karena tingkat signifikan 0,003 < 0,05. Hal ini berarti variabel Akuntansi Sektor Publik (X1) berpengaruh terhadap Kinerja Instansi (Y) dengan demikian hipotesis H1 terbukti.

Hasil tersebut sejalan dengan hasil penelitian sejenis terdahulu oleh Kadek Rina Pandeni, Edy Sujana, Ni Kadek Sirnawati, (2017) melakukan penelitian dengan judul “pengaruh budaya organisasi, akuntabilitas publik, dan pengawasan internal terhadap kinerja organisasi pada PDAM kabupaten buleleng” dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas publik secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi.

Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa akuntansi sektor public berpengaruh terhadap kinerja instansi pemerintahan, dimana dengan penerapan akuntansi yang optimal akan meningkatkan kinerja instansi pemerintahan di Dinas BPKAD Kabupaten Buru.

Akuntansi Sektor Publik berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada Badan Pengelolaan Asset dan Keuangan Daerah Kabupaten Buru, Maluku yang menggambarkan bahwa laporan keuangan memliki kualitas yang baik karena sudah diterapkannya Akuntansi Sektor

Publik dengan baik sehingga kinerja pegawai pemerintah dalam penyusunan laporan keuangan daerah dan memberikan kesimpulan apakah pelaksanaan kinerja pegawai sudah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau tidak

2. Hasil Temuan Hipotesis H2 Pengawasan Internal (X2)

Hasil temuan kedua dalam penelitian ini menyatakan bahwa Pengawasan Internal (X2). Berdasarkan hasil uji regresi secara parsial (uji t) yang dicantumkan dalam table 10.14 yang telah dibahas pada uji analisis regresi berganda yaitu : Pengawasan Internal (X2) menunjukkan coefficients bertanda positive sebesar 0,354 pada tingkat signifikan 0,000, karena tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Hal ini berarti variabel pengawasan internal (X2) berpengaruh terhadap Kinerja Intansi (Y) dengan demikian hipotesis 2 terbukti.

Hasil tersebut senada dengan hasil penelitian sejenis terdahulu oleh Made Budi Artini, I Putu Gede Diatmika, Made Aristia Prayudi (2018) melakukan penelitian dengan judul “pengaruh akuntabilitas publik, kemampuan kerja dan pengawasan internal terhadap kinerja aparatur pemerintah desa sekecamatan seririt” dalam peneltiannya mengatakan bahwa pengawasan internal mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kinerja aparatur pemerintah desa sekecamatan seririt.

Pengawasan dianggap sebagai bentuk pemeriksaan atau pengontrolan dari pihak yang lebih atas kepada pihak bawahannya.

Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segalah aktivitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan . adanya

pengawasan tentunya juga akan membantu terlaksananya tujuan dari pemerintah.

Pengawasan internal yang optimal yang di lakukan oleh Dinas BPKAD Kabupaten Buru dapat membantu pegawai dalam penyusunan laporan keuangan agar tidak ada keslahan-kesalahan yang akan terjadi. Selain dalam penyusunan laporan keuangan pengawasan internal juga dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan program-program dan anggaran-anggaran yang di rencanakan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buru.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Akuntansi Sektor Publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Instansi Pemerintah dilihat dari hasil uji t Akuntansi Sektor Publik (X1) menunjukkan coefficients bertanda positif sebesar 0,350 pada tingkat signifikan 0,003, karena tingkat signifikan 0,003 < 0,05. Hal ini berarti variabel Akuntansi Sektor Publik (X1) berpenaruh terhadap Kinerja Instansi (Y) dengan demikian hipotesis H1 terbukti. jika AKuntansi Sektor Publik diterapkan dengan baik maka Kinerja Instansi juga akan meningkat dan dapat membantu dalam penyusunan laporan keuangan daerah untuk menghasilkan sebuah laporan keuangan yang berkualitas.

2. Pengawasan Internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Instansi pemerintah dilihat dari hasil uji t Pengawasan Internal (X2) menunjukkan coefficients bertanda positive sebesar 0,354 pada tingkat signifikan 0,000, karena tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Hal ini berarti variabel pengawasan internal (X2) berpengaruh terhadap Kinerja Intansi (Y) dengan demikian hipotesis 2 terbukti. dimana jika pengawasan Internal dilakukan dengan optimal maka akan meningkatkan Kinerja Instansi Pemerintah di Dinas BPKAD Kabupaten Buru, dengan adanya pengawasan yang baik dan optimal maka akan membantu terlaksananya tujuan dari pemerintah Kabupaten Buru.

68

3. Hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0,552. Hal ini berarti bahwa pengaruh yang diberikan oleh kombinasi variabel Akuntansi Sektor Publik (X1) dan Pengawasan Internal (X2) terhadap Kinerja Instansi (Y) adalah sebesar 55,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain sebesar 44,8% Yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, adapun saran sebagai berikut:

1. Diharapkan bagi Dinas BPKAD Kab.Buru, Maluku supaya lebih

memaksimalkan pengawasan internal dalam meningkatkan kinerja pemerintah.

2.

Diharapkan peneliti berikutnya bisa menambahkan variabel baru misalnya, menambah variabel kompetensi sumber daya manusia yang merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu instansi, semakin berkualitas sumber daya manusia semakin mampu mengelola keuangan

DAFTAR PUSTAKA

Bahrullah Akbar, 2014. bpk ri dorong optimalisasi pengawasan keuangan negara, Jakarta: www.bpk.go.id/news.

Dea Rahma Novita Sari, Tri Jatmiko Wahyu Prabowo, 2020. Pengaruh pengelolaan keuangan Daerah dan pengawasan internal terhadap kinerja pemerintah SKPD kota semarang. Vol. 9 No.2 ISSN 2337-3806.

Diana Nova Lintong, 2017. pengaruh implementasi sistem akuntansi, pengelolaan keuangan daerah dan pengawasan internal terhadap kinerja pemerintah kota mobagu. Vol. 06 No.1.

Dasartha V. Rama, Frederick L. Jones. 2008. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 18, Buku 1, Jakarta. Penerbit Salemba Empat.

Gede Pose Raharja, Nyoman Trisna Herawati, SE AK, I Gusti Ayu Purnamawati, 2015. pengaruh akuntabilitas, partisipasi masyarakat dan pengawasan internal terhadap kinerja organisasi (pada dinas pekerjaan umum kabupaten buleleng). Vol.

Hasan Bisri, 2012. Perjalanan dinas boros 40 persen Jakarta: www.bpk.go.id/news Herry, S.E., M.Si. 2014. Pengendalian Akuntansi dan Manajemen Cetakan ke-1,

Jakarta. Penerbit Kencana Prenadamedia Group.

Irna Setiyanningrum, 2017. Pengaruh akuntabilitas, transparansi, dan pengawasan internal terhadap kinerja anggaran dengan konsep value for money pada badan usaha milik daerah (BUMD) di Yogyakarta.

Indra Bastian. 2002. Sistem Akuntansi Sektor Publik, Volume 2. Jakarta. Penerbit Salemba Empat.

I Gusti Agung Rai. 2008. Audit Kinerja Pada Sektor Publik: Konsep, Praktik, dan Studi Kasus, Jakarta. Penerbit Salemba Empat.

Jamesh A. Hall. 2007. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 4, Buku 1, Jakarta.

Penerbit Salemba Empat.

Kadek Rina Pandeni, Edy Sujana, Ni Kadek Sirnawati, 2017. pengaruh budaya organisasi, akuntabilitas publik, dan pengawasan internal terhadap kinerja organisasi pada PDAM kabupaten buleleng. Vol. 7 No. 1

Lawrence B. Sawyer, Mortimer A. Dittenhofer, James H. Scheiner. 2005.

Mardiasmo, 2009. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta. Penerbit: Andi

Mulyadi,2001. Sistem Akuntansi, Cetakan Ketiga, Penerbit Salemba Empat Jakarta

Mardiasmo, 2002. Elaborasi Akuntansi Sektor Publik: Telaah kritis terhadap upaya aktualisasi kebutuhan system akuntansi keuangan pemerintah daerah.

JAAI Vol 6 No.1 ISSN 14102420.

Novita Lerly Djiloy, 2016. Pengaruh pengawasan internal, perencanaan, dan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kinerja SKPD pemerintah daerah kabupaten sigi. Vol.4 No.6 ISSN 2302-2019.

Sawyer’s Internal Audit: Internal Audit Sawyer. Jakarta.Penerbit: Salemba

Sapto Amal Damandari. 2013. belanja kl rp1 triliun bermasalah. Jakarta:

www.bpk.go.id/news

Umi Narimawati, Sri Dewi Anggadini, Linna Ismawati. 2010. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: GENESIS.

Urip Santoso, 2012. Pengaruh Penerapan Akuntansi Sektor Publik Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dalam Mencegah Fraud. ISSN:

0216-1249

William C. Boynton. Modern Auditing, Jakarta. Penerbit Erlangga.

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 : KUESIONER PENELITIAN

Yth. Bapak/Ibu Responden Di Tempat

Sehubungan dengan tugas akhir program studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar, saya bermaksud untuk menyusun skripsi dengan judul : “ Pengaruh Akuntansi Sektor Publik dan Pengawasan Internal

Terhadap Kinerja Instansi Pemerintah ( studi kasus di dina BPKAD Kabupaten Buru, Maluku ) ”.

Kuesioner ini terdiri atas sejumlah pernyataan. Perlu Bapak/Ibu ketahui bahwa keberhasilan penelitian ini sangat tergantung dari partisipasi Bapak/Ibu dalam menjawab kuesioner. Bapak/Ibu diminta untuk menjawab semua pertanyaan secara terbuka, jujur, dan apa adanya. Jawaban tidak akan mempengaruhi penilaian atas kinerja maupun karir Bapak/Ibu dan tidak ada jawaban yang bernilai benar atau salah. Sesuai kode etik penelitian, jawaban Bapak/Ibu akan Saya jaga kerahasiannya.

Akhir kata Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan kesediaan Bapak / Ibu yang telah meluangkan waktunya dalam pengisian kuesioner ini. Wassalamuallaikum wr.wb

Hormat Saya

Penulis

IDENTITAS RESPONDEN

Nama : ...

Tanggal Pengisian : ...

Jenis Kelamin : □ Laki-laki □ Perempuan Umur : ...

Badan/Dinas : ...

Jabatan : ………...

Lama menjabat : ...

Pendidikan terakhir : □ SMA □ S2 □ Diploma □ S3 □ S1 □ lainnya Bidang Ilmu Pendidikan Terakhir : ( ) Manajemen

( ) Akuntansi

( ) Hukum

( ) ...(Mohon di isi)

Cara Pengisian Kuesioner :

Bapak/Ibu cukup memberikan tanda check list (√) pada pilihan jawaban yang tersedia pada tabel sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu. Setiap pernyataan mengharapkan hanya satu jawaban dengan memilih:

1. STS : Sangat Tidak Setuju 2. TS : Tidak Setuju

3. S : Setuju

4. SS : Sangat Setuju

5. SSS : Sangat Setuju Sekali

I. AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK (X1)

NO PERNYATAAN STS TS S SS SSS

1 Tahapan pengelolaan anggaran melibatkan unsur-unsur

masyarakat.

2 anggaran disajikan secara terbuka, cepat, dan tepat kepada seluruh masyarakat.

3 Kepentingan publik dan

golongan menjadi perhatian dan pertimbangan utama dalam pengelolaan anggaran.

4 anggaran merupakan dokumen rahasia sehingga masyarakat tidak perlu tahu.

5 Indikator hasil kinerja yang akan dicapai ditetapkan dan telah digunakan untuk mengevaluasi anggaran.

6 Proses dan pertanggungjawaban anggaran diawasi secara terus- menerus.

7 Penyajian anggaran telah menyertakan informasi masa lalu.

8 Dalam mengevaluasi anggaran,

hanya membandingkan target

dengan realisasi/sesungguhnya.

II. PENGAWASAN INTERNAL (X2)

NO KETERANGAN STS ST S SS SSS

1 Pimpinan selalu menetapkan aturan mengenai perilaku dan stándar etika pegawai.

2 Pimpinan telah memberikan wewenang kepada pegawai yang tepat sesuai dengan tingkat tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan instansi.

3 Pimpinan telah memiliki stándar kompetensi untuk setiap tugas dan fungsi pada masing-masing posisi dalam instansi.

4 Struktur organisasi kantor telah menggambarkan pembagian kewenangan dan tanggung jawab pegawai.

5 Pimpinan selalu mengambil tindakan yang tegas atas pelanggaran kebijakan,

prosedur, atau aturan perilaku.

6 Pimpinan secara terus menerus melakukan penilaian terhadap kualitas pengawasan internal.

7 Struktur organisasi kantor sudah menjelaskan mekanisme

pengawasan internal organisasi.

8 Uraian tugas untuk setiap

pelaksanaan wewenang dan

tanggung jawab yang didelegasikan sangat jelas.

III. KINERJA INSTANSI (Y)

NO PERNYATAAN STS ST S SS SSS

1 Visi dan misi program instansi tempat Saya bekerja telah ditetapkan sesuai rencana strategik organisasi.

2 Pada instansi tempat Saya bekerja, terdapat keterkaitan yang erat antara pencapaian kinerja dengan program dan kebijakan.

3 Pada instansi tempat Saya bekerja, telah menetapkan indikator kinerja untuk setiap kegiatan atau program yang akan dilaksanakan.

4 Pada instansi tempat Saya bekerja, telah dilakukan analisis keuangan untuk setiap kegiatan yang telah selesai dilaksanakan.

5 Pada instansi tempat Saya bekerja, dilakukan pembuatan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan yang akan disampaikan kepada atasan.

6 Pada instansi tempat Saya

bekerja, telah dilakukan

pengecekan terhadap jalannya

program/kegiatan yang sedang dilaksanakan.

7 Pada instansi tempat Saya bekerja, pelaksanaan kegiatan telah dikontrol dengan ukuran atau indikator kinerja yang jelas untuk menilai tingkat

keberhasilan suatu kegiatan atau program.

8 Kegiatan / program yang disusun oleh instansi tempat Saya bekerja telah

mengakomodir setiap perubahan dan tuntutan yang ada di

masyarakat.

LAMPIRAN II : UJI VALIDITAS

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N

Kinerja Instansi 33.1579 3.70709 57

Akuntansi Sektor Publik 34.4912 4.02724 57

Pengawasan Internal 30.8421 4.52686 57

Variables Entered/Removedb

Model

Variables Entered

Variables

Removed Method

1 Pengawasan

Internal,

Akuntansi Sektor Publika

. Enter

a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: Kinerja Instansi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .743a .552 .536 2.52552 1.228

a. Predictors: (Constant), Pengawasan Internal, Akuntansi Sektor Publik b. Dependent Variable: Kinerja Instansi

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 425.154 2 212.577 33.328 .000a

Residual 344.425 54 6.378

Total 769.579 56

a. Predictors: (Constant), Pengawasan Internal, Akuntansi Sektor Publik b. Dependent Variable: Kinerja Instansi

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

\

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 10.164 2.950 3.446 .001

Akuntansi Sektor Publik .350 .113 .380 3.093 .003 .549 1.821

Pengawasan Internal .354 .101 .433 3.523 .001 .549 1.821

a. Dependent Variable: Kinerja Instansi

Collinearity Diagnosticsa

Model

Dimensi

on Eigenvalue Condition Index

Variance Proportions

(Constant)

Akuntansi Sektor Publik

Pengawasan Internal

1 1 2.985 1.000 .00 .00 .00

2 .010 16.899 .67 .00 .49

3 .005 24.877 .33 1.00 .51

a. Dependent Variable: Kinerja Instansi

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 57

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 2.48000904

Most Extreme Differences Absolute .109

Positive .073

Negative -.109

Kolmogorov-Smirnov Z .819

Asymp. Sig. (2-tailed) .513

a. Test distribution is Normal.

Statistics

Akuntansi Sektor Publik

Pengawasan

Internal Kinerja Instansi

N Valid 57 57 57

Missing 0 0 0

Mean 34.4912 30.8421 33.1579

Median 36.0000 31.0000 32.0000

Mode 36.00 29.00 32.00

Std. Deviation 4.02724 4.52686 3.70709

Variance 16.219 20.492 13.742

Minimum 26.00 21.00 25.00

Maximum 40.00 39.00 39.00

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.895 8

Correlations

X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1.7 X1.8

Akuntansi Sektor Publik

X1.1 Pearson

Correlation 1 .642** .474** .640** .735** .699** .683** .661** .895**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X1.2 Pearson

Correlation .642** 1 .639** .892** .688** .629** .376** .485** .817**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .004 .000 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X1.3 Pearson

Correlation .474** .639** 1 .482** .792** .327* .279* .238 .635**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .013 .036 .074 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X1.4 Pearson

Correlation .640** .892** .482** 1 .516** .700** .271* .443** .748**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .042 .001 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X1.5 Pearson

Correlation .735** .688** .792** .516** 1 .360** .595** .537** .835**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .006 .000 .000 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X1.6 Pearson

Correlation .699** .629** .327* .700** .360** 1 .359** .401** .685**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .013 .000 .006 .006 .002 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X1.7 Pearson

Correlation .683** .376** .279* .271* .595** .359** 1 .816** .771**

Sig. (2-tailed) .000 .004 .036 .042 .000 .006 .000 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X1.8 Pearson

Correlation .661** .485** .238 .443** .537** .401** .816** 1 .797**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .074 .001 .000 .002 .000 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Akuntansi Sektor Publik

Pearson

Correlation .895** .817** .635** .748** .835** .685** .771** .797** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations

X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2.7 X2.8

Pengawasan Internal

X2.1 Pearson Correlation 1 .038 .802** .953** .548** .401** .458** .165 .827**

Sig. (2-tailed) .778 .000 .000 .000 .002 .000 .220 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X2.2 Pearson Correlation .038 1 .136 .105 .504** .186 .076 -.002 .482**

Sig. (2-tailed) .778 .312 .437 .000 .165 .576 .986 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X2.3 Pearson Correlation .802** .136 1 .780** .461** .399** .644** .107 .810**

Sig. (2-tailed) .000 .312 .000 .000 .002 .000 .429 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X2.4 Pearson Correlation .953** .105 .780** 1 .548** .401** .540** .143 .845**

Sig. (2-tailed) .000 .437 .000 .000 .002 .000 .287 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X2.5 Pearson Correlation .548** .504** .461** .548** 1 .306* .069 .137 .763**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .021 .611 .309 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X2.6 Pearson Correlation .401** .186 .399** .401** .306* 1 .083 -.021 .513**

Sig. (2-tailed) .002 .165 .002 .002 .021 .537 .879 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X2.7 Pearson Correlation .458** .076 .644** .540** .069 .083 1 .022 .489**

Sig. (2-tailed) .000 .576 .000 .000 .611 .537 .873 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

X2.8 Pearson Correlation .165 -.002 .107 .143 .137 -.021 .022 1 .324*

Sig. (2-tailed) .220 .986 .429 .287 .309 .879 .873 .014

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Pengawasa n Internal

Pearson Correlation .827** .482** .810** .845** .763** .513** .489** .324* 1

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .014

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.771 8

Correlations

Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Kinerja Instansi

Y1 Pearson Correlation 1 .259 .034 -.156 .084 .068 -.086 .234 .313*

Sig. (2-tailed) .051 .801 .245 .536 .613 .525 .079 .018

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Y2 Pearson Correlation .259 1 .238 .068 .254 .085 .211 .450** .649**

Sig. (2-tailed) .051 .075 .616 .057 .529 .114 .000 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Y3 Pearson Correlation .034 .238 1 .517** .820** .412** .183 .256 .690**

Sig. (2-tailed) .801 .075 .000 .000 .001 .173 .055 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Y4 Pearson Correlation -.156 .068 .517** 1 .335* .222 .478** .186 .520**

Sig. (2-tailed) .245 .616 .000 .011 .098 .000 .166 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Y5 Pearson Correlation .084 .254 .820** .335* 1 .366** .198 .287* .669**

Sig. (2-tailed) .536 .057 .000 .011 .005 .140 .030 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Y6 Pearson Correlation .068 .085 .412** .222 .366** 1 .401** .033 .520**

Sig. (2-tailed) .613 .529 .001 .098 .005 .002 .809 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Y7 Pearson Correlation -.086 .211 .183 .478** .198 .401** 1 .426** .578**

Sig. (2-tailed) .525 .114 .173 .000 .140 .002 .001 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Y8 Pearson Correlation .234 .450** .256 .186 .287* .033 .426** 1 .671**

Sig. (2-tailed) .079 .000 .055 .166 .030 .809 .001 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

Kinerj a Instan si

Pearson Correlation .313* .649** .690** .520** .669** .520** .578** .671** 1

Sig. (2-tailed) .018 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000

N 57 57 57 57 57 57 57 57 57

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha N of Items

.690 8

LAMPIRAN III : Balasan Surat Penelitian

LAMPIRAN IV : Hasil Plagiasi

LAMPIRAN V : Dokumentasi

Dokumen terkait