• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang relevan dengan masalah yang dibahas, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Peneliti lapangan (field research). Peneliti lapangan adalah penelitian yang dilakukan dilapangan atau dalam masyarakat, yang berarti bahwa datanya diambil atau didapat dari lapangan atau masyarakat (Soewadji, 2012).

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data di lapangan sebagai berikut:

2. Daftar pertanyaan (kuesioner), Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk kemudian dijawabnya.

Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup yang telah diberi skor, dimana data tersebut nantinya akan dihitung secara statistic. Kuesioner tersebut berisi daftar pertanyaan yang ditunjukkan kepada responden yang berhubungan dalam penelitian.

Tabel 5

Bobot Nilai Kuesioner

Bobot Nilai Kuesioner Pernyataan Kuesioner

1 Sangat Tidak setuju

2 Tidak setuju

3 Setuju

4 Sangat Setuju

5 Sangat Setuju Sekali

Hasil dari kuesioner yang disebarkan dilihat dari tingkat kuesioner yang kembali dan dapat dipakai. Persentase dari pengisian kuesioner yang diisi dibandingkan dengan yang disebarkan dikatakan sebagai response rate (tingkat tanggapan responden).

a. Wawancara, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan pihak responden atau pihak yang berkompeten.

b. Dokumentasi, yaitu metode yang dilakukan dengan cara mencari data dari dokumen atau literatur-literatur untuk memperoleh informasi mengenai pelaporan dan pertanggungjawaban CSR perusahaan yang bersangkutan.

3. Penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan di perpustakaan dengan mengumpulkan dan mempelajari literatur-literatur yang ada. Dalam hal ini, sebagai acuan untuk membahas teori yang mendasari pembahasan masalah dalam penelitian ini.

F. Instrumen Peneliti

Instrument dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Penulis menyiapkan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang di buat dalam bentuk kuesioner. Pokok permasalahan ini dapat berkembang sehingga penulis menemukan informasi lain yang berhubungan dengan pokok permasalahan tersebut selama wawancara berlangsung.

G. Teknik Analisis Data

Untuk analisis data, peneliti menggunakan Regresi Linear berganda menggunakan SPSS dengan melibatkan lebih dari satu variabel bebas. Model regresi linerar berganda dilukiskan dengan persamaan sebagai berikut :

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + e Keterangan:

Y = Kinerja Instansi

X1 = Akuntansi Sektor Publik (X1),

X2 = Pengawasan Internal (X2) α = Konstanta.

β1,β2 = Koefisien regresi dari masing-masing e = error

1. Uji Statistik Deskriptif

Uji statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskriptif suatu yang dilihat dari kriteria nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewnes (Ghozali dalam Akbar, 2012:

46). Uji ini digunakan untuk melihat bagaimana kecenderungan responden terhadap variable.

2. Uji Validitas

Validitas adalah persoalan yang berhubungan pertanyaan sejauh mana suatu alat ukur telah mengukur apa yang seharusnya diukur (Soewadji, 2012: 173). Model pengujian menggunakan pendekatan Pearson Correlation untuk menguji validitas pernyataan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala. Perhitungan ini akan dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS.

3. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah tingkat kemampuan suatu alat atau instrumen penelitian dalam mengumpulkan data atau informasi secara tetap atau konsisten atau secara ajeg dari individu (Soewadji, 2012: 184) Reliabilitas instrumen diperlukan untuk mendapatkan data sesuai dengan tujuan pengukuran.

Untuk mencapai hal tersebut, dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan metode cronbach alpha (a). pengujian ini dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS 20 (Statistical Package for Social Scince).

Koefisien cronbach alpha yang lebih besar dari 0,6 menunjukkan keandalan (reliabilitas) instrument.

4. Hipotesis

Hipotesis yang telah diajukan oleh penysun, maka dalam penelitian ini menggunakan teknik data kuantitatif. Teknik data kuantitatif merupakan sebuah data yang dapat di ukur ukurannya. Maka dari itu, untuk mengetahui atau menguji hasil data dari hipotesis jawaban dari sebuah kuesioner, diperlukan pengujian sebagai berikut:

a. Regresi Linear Berganda

Regresi linear berganda adalah model regresi linear dengan melibatkan lebih dari satu variabel bebas. Model regresi linear berganda dilukiskan dengan persamaan sebagai berikut:

b. Tes T Uji

Untuk menentukan koefisien spesifik mana yang tidak sama dengan nol, diperlukan pengujian tambahan dengan menggunakan uji-t. Signifikansi koefisien parsial ini memiliki distribusi t dengan derajat kebebasan nk-1, dan signifikan pada = 0,05.

c. Tes F UjI

Untik mngetahui bhwa vriabel bbas yang dirmuskan mmiliki pngaruh scara smultan atau brsama-sama mepengaruhi vriabel terikat maka dilakukan uji f atau uji Fisher (Lind et al, dlam hal ini Wdya exsa marita 2015).

d. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi menyatakan proporsi keragaman dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel estimator. Nilai R2 berkisar

antara 0 sampai 1, semakin banyak nilai detektif R2 0 menunjukkan pengaruh yang lebih lemah.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Penelitian

a. Dinas BPKAD Kab. Buru, Maluku

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Buru adalah unsur pendukung dan pelaksa tugas Bupati, di pimpin oleh seorang kepala yang berkedudukan dibawah dan bertanggungiawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Sesuai peraturan pemerintah Nomor : 18 Tahun 2016 tentang perangkat daerah maka pemerintah kabupaten buru telah membentuk Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah dengan peraturan daerah kabupaten buru Nomor 17 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunaperangkat daerah kabupaten buru dan ditindak lanjuti dengan peraturan Bupati Buur Nomor 65 Tahun 2016 tentag pembentukan, sususana organisasi, dan tata kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Buru.

Penyusunan RESTRA Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Buru meupakan tolak ukur badan dalam melaksanakan tugas/kegiatan selama kurun waktu 5 tahun kedepan masa pimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Dalam melaksanakan keedudukan, tugas pokok dan fungsi Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah mempunyai tugas :

“Merumuskan kebijakan teknis dan strategis, melaksanakan urusan pemerintah dan pelayanan umum, pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang pengelolaan keuangan dan asset daerah“

39

b. Visi Dan Misi

Visi dan misi Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Buru adalah sebagai berikut :

1) Visi

“KABUPATEN BURU YANG MAJU MENUJU MASYARAKAT BUPOLO YANG SEHAT, CERDAS, BERAHLAK, MANDIRI, DAN SEJAHTERA“

2) Misi

a) Mewujudkan masyarakat bupolo yang berahlak, cerdas, sehat dan berdaya saing.

b) Penyelenggaraan pemerintah yang amanah, profesional dan akuntabel.

c) Peningkatan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam yang lestari.

d) Pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan stabilisasi struktur ekonomi daerah.

e) Perwujudan ruang yang nyaman dan berkesinambungan.

c. Sumber Daya Manusia

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya baik secara administrasi maupun operasional pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Buru perlu adanya dukungan sumber daya manusia dan asset/saran dan prasarana yang dimiliki, adapun sumber daya tersebut adalah sebagai berikut.

Sumber daya manusia/porsenil yang dimiliki oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Buru dalam membantu kelancaran pelaksanaan tugas-tugas dinas berjumlah 101 orang dengan rincian :

Tabel 4.1

Pegawai menurut golongan/ruang

Tabel 4.2

Pegawai menurut latar belakang pendidikan formal

No tingkat pendidikan jumlah

(orang)

1 S-2 (pasca sarjana) 3

2 S-1 (sarjana) 33

3 D-3 ( diploma tiga) 1

4 SLTA 29

5 SLTP -

Tabel 4.3

Pegawai menurut esselon

No Eselonisasi Jumlah

(Orang)

1 Kepala Badan (Eselon II B) 1

2 Sekretaris (Eselon III A) 1

3 Kepala Bidang (Eselon III B) 4

4 Kepala Sub Bagian (Eselon IV) 11

No Golongan/Ruang Jumlah (Orang)

1 Pembina Utama Muda (1V/C) 1

2 Pembina Tk. I (IV/B) 1

3 Pembina (IV/A) 2

4 Penata Tingkat I (III/D) 7

5 Penata (III/C) 4

6 Penata Muda Tingkat I (III/B) 15

7 Penata Muda (III/A) 8

8 Pengatur Tingkat I (II/D) 6

9 Pengatur (II/C) 10

10 Pengatur Muda Tingkat I (II/B) 6

11 Pengatur Muda (II/A) 6

d. Sarana dan Prasana

Adapun asset/sarana dan prasarana yang dimiliki Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Buru guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas-tugas badan adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4

Ketersediaan sarana dan prasana

1 Kendaraan Roda 2 29 Buah - -

2 Kendaraan Roda 4 2 Buah - -

3 Meja Kerja 1 Biro 45 Buah - -

4 Mesin Ketik Listrik 5 Unit - -

5 Brangkas 2 Unit - -

6 Sofa 2 Set - -

7 Lemari Es 3 Unit - -

8 Komputer Pc 9 Unit - -

9 Kursi Kerja Esselon III 1 Buah - -

10 Kursi Kerja Esselon IV 5 Buah - -

11 Kursi Kerja Staff 45 Buah - -

12 Kursi Pimpinan 1 Buah - -

13 Kursi Kerja 36 Buah - --

14 Kursi Kerja ½ Biro 41 Buah - -

15 Meja Dan Kursi Kerja 13 Buah - -

16 Meja Dan Kursi 1 Buah - -

17 Meja Rapat 7 Buah - -

18 Meja Kerja Esselon II 1 Buah - -

19 Lemari Arsip 2 Pintu 5 Buah - -

20 Lemari Arsip 3 Buah - -

21 Filling Kabinet 6 Buah - -

22 CPU 1 Unit - -

23 AC Split 29 Buah - -

24 Laptop 56 Buah - -

25 UPS 12 Buah - -

26 Monitor/Diskplay 1 Unit - -

27 Printer 20 Unit - -

28 Kabel LAN 2 Rol - -

29 Jaringan Internet 1 Paket - -

30 Mesin Cetak 2 Unit - -

31 Mesin Fotocopy 1 Unit - -

32 Mesin Laminating 2 Unit - -

33 Mesin Absen 1 Buah - -

34 Mesin Potong Rumput 1 Unit - -

35 Mesin Hitung Elektronik 1 Unit - -

36 Mesin Pompa Air 1 Buah - -

37 Mesin Jilid Spiral 2 Unit - -

38 Rak Buku 34 Unit - -

39 Papan Pengumuman 5 Buah - -

40 Lambang Negara Garuda 3 Buah - -

41 Meja Tenis 2 Buah - -

42 CCTV 1 Buah - -

43 Hardisk Eksternal 3 Buah - -

44 Kursi Teras 2 Buah - -

45 Faximile 2 Unit - -

46 Proyektor 2 Unit - -

47 Camera Digital 2 Unit - -

48 Camera DSLR 2 Unit - -

49 Sound Sistem 1 Unit - -

50 Gedung Pasar Namlea 1 Unit - -

51 Gedung Pasar Mako 1 Unit - -

52 Gedung Kantor 1 Unit - -

53 Bangunan Kantor UPTD Batabual

1 Unit - -

54 Bangunan Kantor UPTD Airbuaya

1 Unit - -

e. Struktur Organisasi Dinas BPKAD Kab. Buru, Maluku

Susunan Organisasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Buru adalah sebagai berikut :

a. Kepala Badan

b. Sekretariat Badan Membawahkan;

1) Sub Bagian Umum dan KePegawaian.

2) Sub Bagian Perencanaan.

3) Sub Bagian Keuangan.

c. Bidang Anggaran membawahkan;

1) Sub Bidang Pendapatan dan Belanja Langsung.

2) Sub Bidang Belaaja Tidak Langsung dan Pembiayaan.

3) Sub Bidang Pengendalian Anggaran.

d. Bidang Perbendaharaan membawahkan;

1) Sub Bidang Pelayanan Perbendaharaan.

2) Sub Bidang Pengelolaan Kas Daerah dan SKPD.

e. Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan membawahkan;

1) Sub Bidang Akuntansi dan Sistem Informasi.

2) Sub Bidang Pertanggung Jawaban dan Pelaporan Keuangan.

f. Bidang Pengelolaan Aset membawahkan;

1) Sub Bidang Perolehan dan Penghapusan Aset.

2) Sub Bidang Pengelolaan Aset.

f.

Kepala Badan

sekretariat KelompokJabatanFungsional Sub BagianPerencanaan Sub Bagiankeuangan Sub BagianUmum danKepegawaian

BidangPengelolaan Asset

Bidang Perolehandan Penguranganasset

Sub BidangPengelolaan Asset Bidang Akuntansi dan PelaporanKeuangan

Sub BidangAkuntansi dansistem Infomasi

Sub Bidangpertanggungjawaban dan pelaporankeuangan Bidangperbendaaharaan

Sub bidangpelayananperbendaharaan

Sub bidangpengelolaan kas daerah dan SKPD Bidang anggaran

Sub bidangpendapatan danbelanja langsung

Sub bidang belanjatidak langsung danpembayaran

Sub Bidangpengendaliananggaran

ar 4.1

Struktur Organisasi Dinas BPKAD Kabupaten Buru, Maluku

g. Tugas Pokok Dinas BPKAD Kab.Buru, Maluku

a. Kepala Badan mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan, dan mengendalikan seluruh unit organisasi badan dalam penyelenggar€Lan urusan pemerintahan daerah di bidang pengelolaan keuangandan aset daerah.

b. Sekretariat Badan mempunyai tugas pokok membantu Kepa1a Badan dalam pelaksanaan koordinasi dan pembinaan, serta penyelenggaraa"n pelayanan teknis dan administrasi guna menunjang kelancaran tugas badan.

c. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan fungsi secretariat berkenaan dengan penyelenggaraall administrasi trmlrm, kepegawaian dan aset, serta pelaksanaan urusan kerumah tanggaan, kehumasall, keprotokolan, perpustaka.an dan kearsipan dilingkungan badan.

d. Kepala Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi Sekretariat berkenaan dengan pelaksanaan urusan perencanaan, ketatausahaan dan pelaporan badan.

e. Kepala Sub Bagran Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi Sekretariat berkenaan dengan pelaksana€Ln urusan Keuangan Badan.

f. Kepala Bidang Anggaran mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan dalam merumuskan serta melaksanakan kebijakan daerah berkenaan dengan perencanaan anggaran daerah, penJrusunan APBD

dan Perubahan APBD, revisi anggaran dan pelaksanaan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran.

g. Kepala Sub Bidang Belanja langsung mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi Bidang Anggaran berkenaan dengan perencanaan anggaran pendapatan dan belanja langsung.

h. Kepala Sub Bidang Belanja Tidak Langsung melaksanakan sebagian fungsi Bidang Anggaran berkenaan dengan perenc€rnaan anggaran belanja tidak langsung dan pembiayaan.

i. Kepala Sub Bidang Pengendalian Anggaran mempunyai tugas melaksanakan Sub Bidang Revisis Anggaran mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi Bidang Anggaran berkenaan dengan revisi anggaran mendahului penetapan perubahan APBD dan penggeseran anggaran.

j. Kepala Bidang Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan perbendaharaan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan daerah berkenaan dengan penyelenggaraan perbendaharaan daerah, pengelolaan kas daerah, dan pengelolaan anggaran belanja dan pengeluaran pembiayaan SKPKD.

k. Kepala sub Bidang Pelayanan Perbendaharaan mempunyai tugas melasanakan Fungsi Bidang Perbendaharaan berkenaan dengan penyelenggaraan perbendaharaan daera.

l. Kepala Sub Bidang Pengelolaan Kas Daerah dan SKPD mempunyai tugas melaksanakanan sebagian fungsi bidang perbendaharaan berkenaan dengan penatausahaan rekening pemerintah daerah.

m. Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan tugas pokok membantu kepala badan dalam merumuskan serta melaksanakan kebijakan daera-h berkenaan dengan penyelenggaraan akuntansi keuangan daerah, evaluasi dan fasilitasi pertanggungiawaban pelaksanaan APBD, dan penyusunan laporan keuangan daerah.

n. Kepala Sub Bidang Akuntansi dan Sistem Informasi melaksanakan tugas pokok sebagian fungsi bidang akuntansi dan pelaporan keuangan berkenaan dengan penyelenggaraan akuntansi pemerintah daerah dan pelayanan system informasi keuangan daerah, pemantauan penyajian data transaksi keuangan daerah, dan rekonsiliasi terhadap laporan pertanggungiawaban fungsional bendahara.

o. Kepala Sub Bidang Pertanggung Jawaban dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi Bidang Akuntansidan Pelaporan Keuangan berkenaan dengan pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi pertanggungiawaban pelaksanaan p. Kepala Bidang Pengelolaan Asetmempunyai tugas melaksanakan

T\rgas pokok membantu Kepala badan dalam merumuskan serta melaksanakan kebijakan daerah berkenaan dengan pengelolaan barang milik daerah.

q. Kepala Sub Bidang Perolehan dan Penglrapusan Aset mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi bidang pengelolaan aset dalam merumuskandan melaksanakan kebijakan daerah berkenaan dengan perolehan dan penghapusan barang milik daerah.

2. Deskripsi Data dan Responden

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggambarkan keadaan sebenarnya dari obyek penelitian. Kegiatan ini dilakukan dengan mengawasi dan mempelajari secara langsung Dinas BPKAD Kab.Buru, Maluku.

Penelitian ini menggunakan cara purposive sampling. Metode ini dipilih karena sampel akan diambil berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti, dimana target responden adalah aparat pemerintah daerah yang menduduki jabatan pada level menengah kebawah yang sekaligus sebagai pejabat pembuat komitmen.

Data responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini yang menyajikan beberapa informasi umum mengenai kondisi responden yang ditemukan pada penyebaran kuesioner yang ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.5

Distribus Pengembalian Kuesioner

Sumber Data : Data Olahan (2021)

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa jumlah sampel sebanyak 60 responden di Dinas BPKAD Kab.Buru, Maluku. Penelitian ini secara langsung memberikan atau menitipkan kuesioner kepada 60 responden.

Keterangan Jumlah Persentase

Kuesioner yang dibagikan 60 100%

Kuesioner yang tidak

kembali/cacat 3 5%

Total kuesioner yang Kembali 57 95%

a. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Untuk mengatahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut ini :

Tabel 4.6

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Responde Jumlah Persentase

Laki – Laki 37 65%

Perempuan 20 45%

Total 57 100%

Sumber Data : Data Olahan (2021)

Berdasarkan Tabel 4.6 maka dapat disimpulkan bahwa jumlah responden terbesar adalah responden yang berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 37 orang atau 65%. Sedangkan jumlah responden terendah adalah responden yang berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 45 orang atau 64%. Dari tabel diatas dapat di lihat pada grafik dibawah ini :

Sumber Data : Data Olahan (2021)

Gambar 4.2

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

0 10 20 30 40

Jumlah Persentase

Laki – Laki Perempuan

b. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan

Untuk mengatahui responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.7

Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Sumber Data : Data Olahan (2021

Berdasarkan Tabel 4.7 maka dapat disimpulkan bahwa responden dengan pendidikan terakhir SMA 23 atau 40%, Deplomat sebanyak 1 orang atau 2%, S1 sebanyak 30 orang atau 53%, S2 sebanyak 3 orang atau 5%, dan tidak adanya responden dengan pendidikan terakhir S3 atau 0%.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas pendidikan terakhir responden dipenelitian ini adalah S1 dan dapat di lihat pada grafik di bawah ini :

Sumber : Data Olahan (2021) 20%

1%

26%

3%

0%

50%

Gambar 4.8

Responden Berdasarkan Masa Kerja

SMA Deplomat S1 S2 S3 Total

Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase

SMA 23 40%

Deplomat 1 2%

S1 30 53%

S2 3 5%

S3 0 0%

Total 57 100%

c. Responden berdasarkan masa kerja

Untuk mengatahui responden berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.8

Responden Berdasarkan Masa Kerja

Masa Kerja (Tahun) Jumlah Persentase

5 – 10 Tahun 6 11%

11 – 15 Tahun 10 17%

16 – 20 Tahun 15 26%

21 – 25 Tahun 14 24%

Diatas 25 Tahun 13 22%

Total 57 100%

Sumber Data : Data Olahan (2021)

Berdasarkan Tabel 4.8 maka dapat disimpulkan bahwa data responden berdasarkan masa kerja diatas dapat diketahui bahwa masa kerja 5-10 tahun berjumlah 6 orang atau sebanyak 10%, masa kerja 11-15 tahun sebanyak 10 orang atau 17%, masa kerja 16-20 tahun sebanyak 15 orang atau 26%, masa kerja 21-25 tahun sebanyak 14 orang atau 24% dan masa kerja diatas 25 tahun sebanyak 13 orang atau 22%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini kerja 16-20 tahun sebanyak 15 orang atau 26%, Dari tabel diatas dapat di lihat pada grafik dibawah ini :

Sumber Data : Data Olahan (2021) 10%

17%

24% 26%

22%

gambar 4.4

Responden Berdasarkan Masa Kerja

5 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun 21 – 25 Tahun Diatas 25 Tahun

d. Responden berdasarkan umur

Untuk mengatahui responden berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.9

Responden Berdasarkan Umur

Sumber Data : Data Olahan (2021

Berdasarkan Tabel 4.9 maka dapat disimpulkan bahwa responden berdasarkan umur 25-35 tahun sebanyak 22 orang atau 39%, 36-40 tahun sebanyak 19 orang atau 33%, 41-49 tahun sebanyak 10 orang atau 17%, diatas 49 tahun sebanyak 6 orang atau 11%, Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas umur responden berdasarkan umur 25-35 tahun sebanyak 22 orang atau 39%, dan dapat di lihat pada grafik di bawah ini :

Sumber Data : Data Olahan (2021)

39%

33%

17%

11%

Gambar 4.5

Responden Berdasarkan Umur

25 – 35 Tahun 36 – 40 Tahun

41- 49 Diatas 49 Tahun

Umur ( Tahun ) Jumlah Persentase

25 – 35 Tahun 22 39%

36 – 40 Tahun 19 33%

41- 49 10 17%

Diatas 49 Tahun 6 11%

Total 57 100%

3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Sebelum data yang terkumpul dianalisis perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Pengujian ini akan menentukan layak data untuk dianalisis lebih lanjut. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian yang dilakukan terhadap seluruh item yang digunakan, hasilnya menunjukkan bahwa seluruh item yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah valid dan reliable.

Berdasarkan hasil data olahan di lampiran berikut ini adalah hasil uji validitas dan reliabilitas yang ditunjukan pada table 4.10 sebagai berikut

Tabel 4.10

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Variabel

Validitas Reliabilitas Pearson

Corelation

r

Tabel Ket. Cronbach

Alpha Ket.

X1

0, 895

0,260 Valid 0, 895 Reliable 0, 817

0, 635 0, 748 0, 835 0, 685 0, 771 0, 797

X2

0, 827

0,260 Valid 0, 771 Reliable 0, 482

0, 810

0, 845

0, 763

0, 513

0, 489

0, 324

Y

0,313

0,260 Valid 0, 690 Reliable 0, 649

0, 690 0, 520 0, 669 0, 520 0, 578 0, 671

Sumber : Data Olahan (2021)

Dalam tabel 4.10 terlihat dapat di simpulkan sebagai berikut:

a. Uji Validitas

Pengujian validitas empiris dilakukan dengan mencobakan instrument pada luar sampel.

1) Berdasarkan table 4.10 analisis data diketahui bahwa variabel Akuntansi Sektor Publik daerah terdapat 8 buah pertanyaan. Berdasarkan hasil uji validitas menunjukan nilai Pearson Corelation diatas

0,260

dengan signifikan table <0,05. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa semua item variabel. indepeden (ASP) berkoredasi positif atau memenuhi syarat valid.

2) Berdasarkan table 4.10 analisis data diketahui bahwa Pengawasan Internal Daerah terdapat 8 buah pertanyaan. Berdasarkan hasil uji validitas menunjukan nilai Pearson Corelation diatas

0,260

dengan signifikan table <0,05. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa semua item variabel. indepeden (PI) berkoredasi positif atau memenuhi syarat valid.

3) Berdasarkan table 4.10 analisis data diketahui bahwa variabel Kinerja Instansi Pemerintah Daerah terdapat 8 buah pertanyaan. Berdasarkan hasil uji validitas menunjukan nilai Pearson Corelation diatas

0,260

dengan signifikan table <0,05. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa semua item variabel. indepeden (KIP) berkoredasi positif atau memenuhi syarat valid.

b. Uji Reliabilitas

Berdasarkan tabel 4.10 analisis data diketahui bahwa hasil uji reliabilitas diperoleh nilai koefisien reliabilitas Akuntansi Sektor Publik (X1)

0,895

, Pengawasan Internal (X2)

0, 771

, Kinerja Instansi (Y)

0, 690

. Berdasarkan nilai koefisien reliabilitas diatas 0,60 sehingga dapat dikatakan bahwa semua variabel sudah layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian

4. Pengujian Analisis Data

Penelitian ini dilakukan mulai bulan agustus 2020 sampai dengan bulan oktober 2020. Sampel dalam penelitiaan ini ditetapkan cara purposive sampling yaitu, dimana target responden adalah aparat pemerintah daerah yang menduduki jabatan pada level menengah kebawah yang Sebagian besar adalah sebagai pejabat pembuat komitmen, artinya pejabat mempunyai kegiatan dalam penganggaran dan sekaligus sebagai pelaksana anggaran dan beberapa staf yang menangani dalam kinerja Instansi Dinas BPKAD Kab.Buru, Maluku. Berdasarkan variabel yang ada dalam penelitian, maka deskriptif statistik sebagai berikut.

Tabel 4.11

DESKRIPISI DATA PENELITIAN

Akuntansi Sektor Publik Pengawasan Internal Kinerja Instansi

N Valid 57 57 57

Missing 0 0 0

Mean 34.4912 30.8421 33.1579

Median 36.0000 31.0000 32.0000

Mode 36.00 29.00 32.00

Std. Deviation 4.02724 4.52686 3.70709

Variance 16.219 20.492 13.742

Minimum 26.00 21.00 25.00

Maximum 40.00 39.00 39.00

Sumber data: Hasil Data Olahan (2021)

a. Deskripsi Data Akuntansi Sektor Publik (X1)

Berdasarkan tabel 4.11 hasil uji data diketahui bahwa data Akuntansi Sektor Publik (X1) diperoleh nilai terendah 26.00, rata-rata 34.4912, median 36.0000, modus 36.00 standar deviasi 4.02724 serta varian.

b. Deskripsi Data Pengawasan Internal (X2)

Berdasarkan tabel 4.11 hasil uji data diketahui bahwa data Pengawasan Internal (X2) diperoleh nilai terendah 21.00, rata-rata sebesar 30.8421, median sebesar 31.000, modus 29.00 standar deviasi.

c. Deskripsi Data Kinerja Instansi (Y)

Berdasarkan tabel 4.11 hasil uji data diketahui bahwa data Kinerja Instansi (Y) diperoleh nilai terendah 25.00, rata-rata sebesar 33.1578, median sebesar 32.000, modus 32.00, standar deviasi sebesar 3.70709.

5. Hasil Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik diperlukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik atas persamaan regresi berganda yang digunakan. Tujuan analisis asumsi klasik adalah untuk memastikan bahwa hasil penelitian adalah valid. Uji asumsi klasik dalam penelitian terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolineritas.

a. Hasil uji normalitas

Uji normalitas adalah langka awal yang harus dilakukan untuk mengukur apakah data yang didapatkan memiliki distribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistik parametrik (statistik inferensial). Pada penelitian ini untuk menguji normalitas menggunakan normal probability plot, kriteria yang digunakan adalah jika masing-masing variabel menghasilkan nilai p > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing data pada variabel probability plot yang diteliti terdistribusi secara normal. Hasil uji normalitas disajikan sebagai berikut terlihat pada gambar 4.6 dibawah ini:

Sumber data: Hasil Data Olahan (2021) Gambar 4.6

UJI NORMALITAS

Berdasarkan dari nomal probability plot di atas dapat dilihat secara seksama bahwa data menyebar sekitar garis diagonal atau mengukuti dan mendekati garis diagonalnya sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.

Dokumen terkait