• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Hasil Penelitian

Data yang dianalisis pada penelitian ini adalah data tes awal (Pretest) dan tes akhir (posttest) kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang telah peneliti berikan selama penelitian berlangsung. Data awal diperoleh melalui pretest secara tertulis dan dilaksanakan sebelum perlakuan, sedangkan data kondisi akhir diperoleh melalui posttest secara tertulis dan dilaksanakan setelah diberikan perlakuan. Pada penelitian ini memberikan perlakuan dengan menggunakan video pembelajaran.

Adapun nilai pretest dan posttest yang didapatkan siswa, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 3 Nilai Pretest dan Posttest

No Kode siswa Skor Pretest Skor Posttest

1 AA 65 86

2 AM 50 78

3 AV 43 72

4 FM 30 68

5 FAA 60 78

59

6 FH 81 92

7 FHS 50 72

8 HM 79 86

9 IS 72 86

10 LM 40 67

11 MSA 39 72

12 MRM 81 92

13 MH 60 68

14 MDS 43 63

15 MHA 72 86

16 MNA 53 78

17 MS 65 78

18 ML 53 70

19 RJ 50 68

20 RMY 81 96

21 SDS 55 68

22 SNB 72 75

23 SU 39 60

24 THA 50 72

25 UH 43 68

26 ZM 39 55

27 ZD 29 55

Sumber: Skor Nilai Pretest dan Posttest di SMP Negeri 8 Banda Aceh.

Setelah semua data terkumpul selanjutnya data-data tersebut akan dianalisis, adapun analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Analisis data pretest dan posttest a. Analisis Data Pretest

Analisis data nilai pretest sebagai berikut:

1) Menentukan frekuensi nilai pretest a) Menentukan rentang

Rentang (R) = Data terbesar – Data terkecil

60

b) Menentukan banyak kelas interval diketahui : n = 27

Banyak kelas interval (dibulatkan 6) c) Panjang kelas interval

Panjang kelas

(dibulatkan 9) Adapun tabel distribusi frekuensinya adalah sebagai berikut.

Tabel 4. 4 Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Pretest Nilai Tes Titik

Tengah(xi)

Frekuensi

(fi) fi xi xi2

fi xi2

29-37 33 2 66 1.089 2.178

38-46 42 7 294 1.764 12.348

47-55 51 6 306 2.601 15.606

56-64 60 3 180 3.600 10.800

65-73 69 5 345 4.761 23.805

74-82 78 4 312 6.084 24.336

Jumlah 27 1.503 89.073

Sumber: Hasil Pengolahan Data Manual 2023

2) Menghitung rata-rata varians dari nilai pretest

Dari tabel diperoleh nilai rata-rata ̅ da varians sebagai berikut:

̅

61

Untuk mencari varians (s) maka digunakan rumus sebagai berikut:

Berdasarkan perhitungan di atas, untuk pretest diperoleh nilai rata-rata ̅ , nilai varians dan simpangan baku .

3) Uji Normalitas

Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui apakah data dari kelas dalam penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Bila data tidak normal, maka teknik statistik parametris tidak dapat digunakan untuk analisis data. Uji normalitas tersebut dilakukan dengan uji Chi-Kuadrat. Adapun Hipotesis yang akan diuji pada uji normalitas ini adalah sebagai berikut:

H0 : Sebaran data nilai pretest siswa berdistribusi normal H1 : Sebaran data nilai pretest siswa tidak berdistribusi normal

62

Adapun kriteria pengujian adalah tolak H0 jika dengan .1 Dalam hal lain H0 diterima. Berdasarkan perhitungan sebelumnya, untuk nilai pretest diperoleh ̅ dan

Tabel 4. 5 Daftar Uji Normalitas Sebaran Data Nilai Pretest Nilai Batas

kelas Z- score

Batas Luas Daerah

Luas Daerah

Frekuensi yang diharapkan

(Ei)

Frekuensi pengamatan

(Oi) 28,5 -1,88 0,4699

29-37 0,0735 1,9845 2

37,5 -1,26 0,3962

38-46 0,1605 4,3335 7

46,5 -0,63 0,2357

47-55 0,2317 6,2559 6

55,5 -0,01 0,0040

56-64 0,2331 6,2937 3

64,5 0,61 0,2291

65-73 0,1616 4,3632 5

73,5 1,23 0,3907

74-82 0,0779 2,1033 4

82,5 1,86 0,4686 Sumber: Pengolahan data manual Keterangan:

Kolom 1 : banyak kelas interval = 6

Kolom 2 : batas kelas bawah batas kelas atas Kolom 3 Z skor :

____________

1Sudjana, Metode Statistik, edisi VI,(Bandung: Tarsito, 2009),...,h.270.

63

Kolom 4 : Untuk menghitung batas luas daerah dapat dilihat pada tabel Z terlampir.

Lihat daftar F lampiran luas dibawah lengkungan normal dari 0 ke Z, misal Z skor = -1,88, maka lihat pada tabel kolom Z dengan nilai -1,8 (atas ke bawah) dan kolom 8 (ke samping kanan) jadi diperoleh - 1,88 = 0,4699.

Kolom 5 : luas daerah diperoleh dari: = 0,4699 - 0,3962 = 0,0735

Kolom 6 : Ei (frekuensi yang diharapkan) diperoleh dari: = luas daerah tiap interval × banyak data = 0,0735 × 27 = 1,9845

Kolom 7 : Oi = nilai frekuensi

Dengan demikian untuk mencari nilai Chi-Kuadrat ( 2) ∑

Berdasarkan taraf signifikan 5% (α = 0,05) dan banyak kelas interval maka derajat kebebasan (dk) untuk distribusi Chi-Kuadrat besarnya adalah:

Sehingga : =

.

64

Oleh karena hitung tabel yaitu . Sehingga H0 diterima dan H1

ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa sebaran data pretest mengikuti distribusi normal.

b. Analisis Data Posttest

Analisis data nilai posttest sebagai berikut:

1) Menentukan frekuensi nilai posttest a) Menentukan rentang

Rentang (R) = Data terbesar – Data terkecil

b) Menentukan banyak kelas interval diketahui : n = 27

Banyak kelas interval (dibulatkan 6) c) Panjang kelas interval

Panjang kelas

(dibulatkan 7)

65

Adapun tabel distribusi frekuensinya adalah sebagai berikut.

Tabel 4. 6 Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Nilai Tes Titik

Tengah(xi)

Frekuensi

(fi) fi xi xi2 fi xi2

55-61 58 3 174 3.364 10.092

62-68 65 7 455 4.225 29.575

69-75 72 6 432 5.184 31.104

76-82 79 4 316 6.241 24.964

83-89 86 4 344 7.396 29.584

90-96 93 3 279 8.649 25.947

Jumlah 27 2.000 151.266

Sumber: Hasil Pengolahan Data Manual 2023

2) Menghitung rata-rata varians dari nilai posttest

Dari tabel diperoleh nilai rata-rata ̅ da varians sebagai berikut:

̅

Untuk mencari varians (s) maka digunakan rumus sebagai berikut:

Berdasarkan perhitungan di atas, untuk posttest diperoleh nilai rata-rata ̅ , nilai varians dan simpangan baku .

66

3) Uji Normalitas

Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui apakah data dari kelas dalam penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Bila data tidak normal, maka teknik statistik parametris tidak dapat digunakan untuk analisis data. Uji normalitas tersebut dilakukan dengan uji Chi-Kuadrat. Adapun Hipotesis yang akan diuji pada uji normalitas ini adalah sebagai berikut:

H0 : Sebaran data nilai posttest siswa berdistribusi normal H1 : Sebaran data nilai posttest siswa tidak berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian adalah tolak H0 jika dengan . Dalam hal lain H0 diterima. Berdasarkan perhitungan sebelumnya, untuk nilai posttest diperoleh ̅ dan

Tabel 4. 7 Daftar Uji Normalitas Sebaran Data Nilai Posttest Nilai Batas

kelas Z- score

Batas Luas Daerah

Luas Daerah

Frekuensi yang Diharapkan

(Ei)

Frekuensi Pengamatan

(Oi) 54,5 -1,38 0,4162

55-61 0,1056 2,8512 3

61,5 -0,88 0,3106

62-68 0,1589 4,2903 7

68,5 -0,39 0,1517

69-75 0,1915 5,1705 6

75,5 0,10 0,0398

76-82 0,1826 4,9302 4

82,5 0,59 0,2224

83-89 0,1397 3,7719 4

89,5 1,09 0,3621

67

90-96 0,0808 2,1816 3

96,5 1,58 0,4429 Sumber: Pengolahan data manual Keterangan:

Kolom 1 : banyak kelas interval = 6

Kolom 2 : batas kelas bawah batas kelas atas Kolom 3 Z skor :

=

= -1,38

Kolom 4 : Untuk menghitung batas luas daerah dapat dilihat pada tabel Z terlampir.

Lihat daftar F lampiran luas dibawah lengkungan normal dari 0 ke Z, misal Z skor = -1,38, maka lihat pada tabel kolom Z dengan nilai -1,3 (atas ke bawah) dan kolom 8 (ke samping kanan) jadi diperoleh - 1,38 = 0,4162.

Kolom 5 : luas daerah diperoleh dari: = 0,4162 - 0,3106 = 0,1056

Kolom 6 : Ei (frekuensi yang diharapkan) diperoleh dari: = luas daerah tiap interval × banyak data = 0,1056 × 27 = 2,8512

Kolom 7 : Oi = nilai frekuensi

Dengan demikian untuk mencari nilai Chi-Kuadrat ( 2) ∑

68

Berdasarkan taraf signifikan 5% (α = 0,05) dan banyak kelas interval maka derajat kebebasan (dk) untuk distribusi Chi-Kuadrat besarnya adalah:

Sehingga : =

.

Oleh karena hitung tabel yaitu . Sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa sebaran data posttest mengikuti distribusi normal.

2. Pengujian Hipotesis

Hipotesis diuji dengan menggunakan uji Paired Sample t-test. Analisis ini dilakukan untuk melihat kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran.

Adapun hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut:

: Tidak terdapat adanya pengaruh penggunaan video pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada materi kubus dan balok di SMP/MTs

69

: Terdapat pengaruh penggunaan video pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada materi kubus dan balok di SMP/MTs Adapun langkah-langkah mencari selisih nilai pretest dan posttest serta standar deviasi sebagai berikut:

Tabel 4. 8 Selisih Nilai Pretest dan Posttest Serta Standar Deviasi No Nama Pretest Posttest D= (Posttest

-Pretest)

1. AA 65 86 21 1,93 3,7249

2. AM 50 78 28 8,93 79,7449

3. AV 43 72 29 9,93 98,6049

4. FM 30 68 38 18,93 358,3449

5. FAA 60 78 18 -1,07 1,1449

6. FH 81 92 11 -8,07 65,1249

7. FHS 50 72 22 2,93 8,5849

8. HM 79 86 7 -12,07 145,6849

9. IS 72 86 14 -5,07 25,7049

10. LM 40 67 27 7,93 62,8849

11. MSA 39 72 33 13,93 194,0449

12. MRM 81 92 11 -8,07 65,1249

13. MH 60 68 8 -11,07 122,5449

14. MDS 43 63 20 0,93 0,8649

15. MHA 72 86 14 -5,07 25,7049

16. MNA 53 78 25 5,93 35,1649

17. MS 65 78 13 -6,07 36,8449

18. ML 53 70 17 -2,07 4,2849

19. RJ 50 68 18 -1,07 1,1449

20. RMY 81 96 15 -4,07 16,5649

21. SDS 55 68 13 -6,07 36,8449

22. SNB 72 75 3 -16,07 258,2449

23. SU 39 60 21 1,93 3,7249

24. THA 50 72 22 2,93 8,5849

25. UH 43 68 25 5,93 35,1649

26. ZM 39 55 16 -3,07 9,4249

27. ZD 29 55 26 6,93 48,0249

Jumlah 515 1751,852

Rata-rata 19,07

70

Selanjutnya untuk mencari nilai varians (s2) menggunakan rumus sebagai berikut:

Varians ∑ ̅

Uji yang digunakan adalah Paired Sample t-test dengan taraf signifikan 5%

(𝛼 , untuk menghitung analisis uji-t menggunakan rumus sebagai berikut:

̅

Dengan taraf signifikan 𝛼= 0,05 dengan (dk = n-1) yaitu (dk = 27-1) = 26 dan maka diperoleh t tabel sebagai berikut:

ttabel Maka, diperoleh t tabel = 1,71

71

Berdasarkan penguji hipotesis dilakukan pada taraf signifikan α = 0,95 dan berdasarkan hasil perhitungan diperoleh thitung = 12,08 dan ttabel = 1,71. Hal ini menunjukkan bahwa nilai > atau 12,08 > 1,71 sehingga hipotesis alternatif H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan video pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada materi kubus dan balok di SMP/MTs”.

Dokumen terkait