• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian

Deskripsi data pada kegiatan prasiklus merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum tindakan menggunakan Model Pembelajaran Number Head Together (NHT). Pada kegiatan prasiklus hasil belajar peserta didik kelas IV Sd Negeri 15 Pangkalpinang sangat rendah yang terlihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1

Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV Pada Kondisi Awal

No Interval F % Ket

1 90-100

2 80-89 8 17 Tunta

3 70-79 7 16 Tuntas

4 <70 30 67 Tidak Tuntas

Total 45 100

Berdasarkan hasil belajar pada kondisi awal (prasiklus) dapat di analisis sebagai berikut.

A. Siswa yang tuntas sebanyak 15 orang dengan rincian yang mendapat nilai 80-89 sebanyak 8 orang atau sebesar 17% dan yang mendapatkan nilai 70-79 sebanyak 7 orang atau sebesar 16%. Sedangkan Siswa yang tidak tuntas sebanyak 30 orang atau sebesar 67%.

B. Peserta didik belum dikatakan tuntas secara klasikal siswa yang tuntas hanya sebesar 33% dari 70 % yang ditetapkan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perlu perbaikan hasil belajar peserta didik pada pertemuan berikutnya.Berdasarkan pengamatan tentang ketuntasan hasil belajar siswa pada prasiklus(kondisi awal) dapat digambarkan ke dalam grafik 4.1 di bawah ini.

TUNTAS TIDAK TUNTAS

0 5 10 15 20 25 30 35

>70 70-79 80-89 90-100

Grafik 4.1 Peningkatan hasil Belajar peserta didik Kelas IV Pada Kondisi Awal (Prasiklus)

- Deskripsi Siklus I

Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I yang dilaksanakan pada Kamis 02 November 2023 di kelas IV SD Negeri 15 Pangkalpinang dengan menggunakan model pembelajaran NHT diperoleh data hasil belajar peserta didik kelas IV yang terlihat pada tabel 4.2 di bawah ini.

Tabel 4.2

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Peserta Didik Kelas V

No Interval F % Keterangan

1 90-100 Tuntas

2 80-89 10 22 Tuntas

3 70-79 10 22 Tuntas

4 <70 25 56 Tidak Tuntas

Total 45 100

Berdasarkan tabel 4.2 dapat dianalisis ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas IV mengunakan model pembelajaran NHT yakni : 1. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 20 orang atau sebanyak sebesar 44%

yang terdiri dari nilai 70-79 sebanyak 10 orang atau sebanyak sebesar 22%, sedangkan yang mendapat nilai 80-89 sebanyak 10 orang atau sebanyak 22%. Terjadi kenaikan ketuntasan hasil belajar sebesar 11%

dibandingkan dengan Prasiklus.

2. Siswa yang tidak tuntas sebanyak 25 orang atau sebesar 56%.

3. Terjadi penurunan persentase ketuntasan peserta didik yang tidak tuntas sebesar 11%.

4. Siswa yang tuntas hanya sebesar hanya 44% yang berarti belum tentu tuntas secara klasikal dari 70% yang ditetapakn.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perlu perbaikan pada siklus berikutnya karena belum mencapai ketuntasan klasikal.Berdasarkan tabel 4.2 dapat digambarkan ketuntasan hasil belajar kelas IV model.Media yang terlihat

pada grafik 4.2.

TUNTAS TIDAK TUNTAS

0 5 10 15 20 25 30

>70 70-79 80-89 90-100

Grafik 4.2 Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV Pada Kondisi Siklus I

Refleksi Siklus I

Upaya peneliti lakukan untuk siklus II terdiri dari :

1. Membuat media konkreat dari Tumbuhan atau Rumput berbeda dengan siklus I untuk menarik perhatian peserta didik

2. Mengubah kelompok diskusi peserta didik sehingga menarik peserta didik.

3. Siklus II

Perencanaan pelaksaan siklus II dilaksanakan pada hari Rabu,15 November 2023 di kelas IV Sd Negeri 15 Pangkalpinang Model Pembelajaran

NHT berdasarkan hasil pengamatan pada siklus II diperoleh ketuntasan hasil belajar peserta didik yang terlihat pada tabel 4.3 di bawah ini.

Tabel 4.3

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Siswa Kelas IV

No Interval F % Keterangan

1 90-100 24 53 Tuntas

2 80-89 13 29 Tuntas

3 70-79 3 7 Tuntas

4 <70 5 11 Tidak Tuntas

Total 45 100

Berdasarkan tabel 4.3 dapat dianalisis ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas V mengunakan model pembelajaran NHT yakni : 1. Jumlah peserta didik yang tuntas sebanyak 45 orang atau sebanyak sebesar

89% yang terdiri dari nilai 70-79 sebanyak 3 orang atau sebanyak sebesar 7%,yang mendapat nilai 80-89 sebanyak 13 orang atau sebanyak 29%,dan yang mendapat nilai 90-100 sebanyak 24 atau sebanyak 53%.

2. Terjadi kenaikan ketuntasan hasil belajar sebesar 44% dibandingkan dengan siklus I. Namun jika dibandingkan dengan Prasiklus terjadi kenaikan 73%

3. Peserta didik yang tidak tuntas sebanyak 5 orang atau sebesar 11%.

4. Terjadi penurunan persentase ketuntasan peserta didik yang tidak tuntas sebesar 11% dibandingkan dengan siklus I ,namun jika dibandingkan dengan Prasiklus 73%

5. Peserta didik yang tuntas hanya sebesar hanya 89% yang berarti sudah tuntas secara klasikal dari 70% yang ditetapakn.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sehungga tidak perlu upaya perbaikan pada siklus berikutnya karena telah mencapai ketuntasan klasikal. Berdasarkan tabel 4.2 dapat digambarkan ketuntasan hasil belajar kelas IV model pembelajaran Number Head Together (NHT) yang terlihat pada grafik 4.2.

TUNTAS TIDAK TUNTAS 0

2 4 6 8 10 12 14

>70 70-79 80-89 90-100

Grafik 4.3 Peningkatan hasil Belajar peserta didik Kelas IV Pada Kondisi siklus II

Refleksi siklus II

Berdasarkan ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas IV Sd Negeri 15 Pangkalpinang model pembelajaran Number Head Together (NHT) pada siklus 2 sebesar 75% sehingga tidak perlu upaya perbaikan karena telah tuntas secara klasikal.

- Pembahasan

Menurut Nugraha (2020) hasil belajar adalah kemampuan peserta didik yang diperoleh setelah kegiatan belajar. Sedangkan menurut Wulandari (2021) hasil belajar adalah kompetensi atau kemampuan tertentu yang dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar dan meliputi keterampilan kognitif, afektif, maupun psikomotor.

Dari pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu hasil akhir dari kegiatan belajar yang didapatkan peserta didik yang didasari dalam pencapaian dari kognitif, afektif, maupun psikomotor.

Untuk meningkatkan hasil belajar penelitian menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT) menurut Kagan (Erita, 2017)

mengemukakan bahwa teknik ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat.

Pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa secara aktif dalam pembelajaran khususnya pada pembelajaran kelompok.

Model pembelajaran Number Head Together ini menekankan pada keaktifan siswa terhadap pola interaksi sosial melalui kerja tim atau kelompok.

Sehingga guru dapat merangsang keaktifan siswa melalui kelompok yang diharapkan dengan penggunaan model pembelajaran Number Head Together siswa dapat berperan secara aktif pada proses pembelajaran dan mampu menguasai materi secara baik.Sedangkan menurut ahli Shoimin (2017, hlm.

108) bahwa model pembelajaran NHT atau numbered head together adalah suatu model pembelajaran berkelompok yang setiap anggota kelompoknya bertanggung jawab atas tugas kelompoknya, sehingga tidak ada pemisahan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain dalam satu kelompok untuk saling memberi dan menerima antara satu dengan yang lainnya.

Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa NHT adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan cara bekerja kelompok.

Peserta didik berdiskusi dengan teman satu kelompok dan kemudian dipresentasikan di depan kelas.

Alasan peneliti menggunakan pembelajaran NHT karena model pembelajaran mempunyai kelebihan.menurut Shoimin (2014:108-109) menyatakan bahwa model pembelajaran NHT memiliki kelebihan sebagai berikut:

 Setiap peserta didik menjadi siap

 Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh

 Siswa yang pandai dapat membantu teman yang kurang mampu

 Terjadi interaksi yang inten antarsiswa dalam menjawab soal.

Sedangkan kelebihan model pembelajaran NHT menurut Kurniasih

1. Dapat meningkatkan prestasi belajar siswa 2. Mampu memperdalam pemahaman siswa 3. Melatih siswa bertanggung jawab

4. Meningkatkan rasa percaya diri siswa

5. Mengembangkan rasa saling memiliki dan kerjasama

6. Tercipta suasana gembira dalam belajar sehingga siswa antusias dalam mengikuti pelajaran sampai selesai.

Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik peneliti juga menggunakan media Konkret. Media konkret memiliki beberapa kelebihan seperti yang di ungkapkan Ibrahim dan Syaodih, yaitu:

a. Dapat memberikan kesempatan semaksimal mungkin pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu ataupun melaksanakan tugas-tugas dalam situasi nyata.

b. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami sendiri situasi yang sesungguhnya dan melatih keterampilan mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin alat indra.

c. Penggunaannya di anggap tepat diterapkan karena penggunaan media konkret telah disesuaikan dengan fase perkembangan kognitif siswa Sekolah Dasar (SD) yang masih dalam tahap operasi konkret atau nyata.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan pada peserta didik Sd Negeri 15 Pangkalpinang menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT) pada materi Bagian-Bagian Tubuh Tumbuhan Dan Fungsinya diperoleh ketuntasan hasil belajar di tiap siklusnya yang terlihat pada tabel 4.4 yang dibawah ini.

Tabel 4.4

Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik

Kelas Dari Prasiklus S/d Siklus II N

o

Kegiatan Persantase ketuntasan

Ket.

1 Prasiklus 67 Tidak Tuntas Klasikal

2 Siklus 1 56 Tidak Tuntas Klasikal

3 Siklus 2 89 Tuntas Klasikal

Disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar kelas IV Sd Negeri 15 Pangkalpinang yang terlihat dari peningkatan hasil belajar peserta didik di setiap siklusnya.

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan di kelas SD Negeri 15 Pangkalpinang pada materi Bagian-bagian tubuh tmbuhan dan fungsinya dapat disimpulkan penggunaan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar kelas IV SD Negeri 15 Pangkalpinang yang terlihat dari peningkatan hasil belajar peserta didik di setiap siklus nya khusunya 85% yang bearti telah tuntas secara klasikal.

2. Saran

 Perlunya sekolah mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru dan masukan untuk melakukan suvervisi terhadap guru dalam mengukur kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru

 Perlunya guru mengembangkan kompetensi dan pemilihan model/metode yang sesuai dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik

 Perlunya peserta didik mengulang pembelajaran dirumah agar hasil belajar meningkat

 Perlunya orangtua memperhatikan belajar peserta didik di rumah untuk membantu meningkatkan hasil belajar.

 Perlunya dinas kependidikan dan kebudayaan kota pangkalpinang untuk mengadakan pelatihan kepada guru kota pangkalpinang tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru.

DAFTAR PUSTAKA

Abdillah & Rahmat, H. (2019). Ilmu Pendidikan “Konsep, Teori dan Aplikasinya”. Medan: Penerbit LPPI

Ahmad, Susanto. (2016). Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:

Prenadamedia Group.

Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta:Rineka Cipta.

Azmiyati,Choiril dkk.2008.IPA Salingtemas 5 : Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah Kelas V.jakarta:Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional.

Daryanto. 2013. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Dimyati dan Mudjiono.(2015). Belajar dan Pembelajaran.Rineka cipta.

Djaali.(2013). Psikologi Pendidikan.PT. Bumi Aksara.

Erita. (2017). Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Akuntannsi Siswa Kelas XII SMK Nusatama Padang. Journal of Economic and Economic Education, 6(1), 72–86.

Haryadi.Moh. 2009. Statistik Pendidikan.Jakarta: PT. Prestasi Pustaka Karya Ibrahim, R dan Nana Syaodih. (2009). Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Rineka

Cipta .

Haryadi.Moh. 2009. Statistik Pendidikan.Jakarta: PT. Prestasi Pustaka Karya Nugraha, S.A., Sudiatmi. T., Suswandri,M.2020. Studi Pengaruh Daring

Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas IV.Jurnal Inovasi Penelitian. Vol. 1. No.3. Hal.270

(2020) Metodologi Penelitian Kuantitatif,Jakarta Timur: PT Bumi Aksara.

Patmonodewo. 2010.Permainan Edukatif.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rahmawati, R., Khaeruddin, & Amal, A. (2021).Pengembangan Media Pembelajaran Video Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar. JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 1(1), 29-38.

Rusman.(2017). Belajar & Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

Jakarta: Kencana.

Shilpy, Octaviya. 2020. Motivasi Belajar dalam Perkembangan Remaja. Sleman:

CV Budi Utama.

Slameto. 2018. Belajar Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: PT.

Adi Mahasatya.

Slavin. Robert. E. 2019. Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik.

Terjemahan Lita. Cooperative Learning: Theory, Research and Practice. 2015. Bandung: Nusa Media.

Suyanto dan Asep Jihad, 2013, Menjadi Guru Profesional, Jakarta: Erlangga Group

Yulianti, H., Cecep Darul Iwan,& Saeful Millah, “Penerapan Metode Giving Question and Getting Answer untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam”

Jurnal penelitian Pendidikan Islam, Vol. 6, No. 1, 201

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 Kepada

Yth. Kepala UPBJJ UT Pangkalpinang Di Tempat

Surat Kesediaan menjadi Supervisor 2 Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :RIA VIRGIYANTI, S.Pd

Asal dari Sekolah : SD NEGERI 15 Pangkalpinang

Alamat Sekolah : Jalan Usman Ambon, kelurahan Kacang Pedang, kecamatan Taman sari,Kacang Pedang ,Kota Pangkalpinang,Kepulauan Bangka Belitung.

Nomor Telepon/HP : 082373131115 Alamat e-mail : [email protected]

Dengan ini menyatakan bersedia menjadi Supervisor 2 untuk membimbing mahasiswa dalam perencanaa dan pelaksanaan PKP (PDGK4501) atas:

Nama : DEWI SAHARA SAFITRI NIM : 856334685

Demikian, Surat Kesediaan menjadi Supervisor 2 ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Pangkalpinang, 31 Oktober 2023 Supervisor 2,

Ria Virgiyanti,S.Pd

NIP.19840 904200904003

LAMPIRAN 2

Surat Rekomendasi Kepala Sekolah Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : SUKAWATI, S.Pd

Kepala Sekolah : SD Negeri 15 Pangkalpinang

Alamat Sekolah : Jalan Usman Ambon, kelurahan Kacang Pedang, kecamatan Taman sari,Kacang Pedang ,Kota Pangkalpinang,Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan ini menyatakan bahwa Supervisor 2 yang bernama Ria Virgiyanti, S.Pd dapat membantu dan melakukan pengamatan dan memberikan masukan perbaikan terhadap kemampuan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran dalam kegiatan PKP mahasiswa berikut ini.

Nama Mahasiswa : DEWI SAHARA SAFITRI

NIM : 856334685

Demikian surat kesediaan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Pangkalpinang, 31 Oktober 2023 Kepala SD Negeri 15 Pangkalpinang

SUKAWATI, S.Pd NIP. 196605211988042003

PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

Fakta/data pembelajaran yang terjadi di kelas

Hasil Belajar IPA kelas IV di Sd Negeri 15 Pangkalpinang masih mengalami kerendahan. Ini terlihat pada latihan soal peserta didik hanya 35% di prasiklus yang tuntas dalam menjawab latihan soal, sedangkan hanya 65% yang tidak tuntas dalam menjawab latihan soal

Identifikasi Masalah a. Peserta didik tidak memperhatikan guru dalam menerangkan pelajaran.

b. Peserta didik tidak mengulang pembelajaran dirumah.

c. Metode pembelajaran yang digunakan guru masih di dominasi oleh metode ceramah.

d. Model pembelajaran yang digunakan masih monoton sehingga membosan bagi peserta didik.

e. Media yang digunakan oleh guru tidak menarik bagi peserta didik.

Analisis Masalah a. Peserta didik tidak memperhatikan guru.

b. Guru tidak menggukan media yang menarik.

c. Metode yang dipakai masih ceramah.

d. Model Pembelajaran monoton Alternatif Pemecahan

Masalah

a. Memberikan penerepan model pembelajaran NHT b. Menggunakan media Konkret yang menarik Rumusan Masalah Bagaimana peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV

menggunakan model pembelajaran NHT melalui media konkret materi Bagian-bagian di Sd Negeri 15 Pangkalpinang

LAMPIRAN 4 Pra-Siklus

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri 15 Pangkalpinang

Kelas / Semester : IV/1 (satu)

Tema 3 : Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Sub Tema 2 : Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkungan Pembelajaran ke : 3

Alokasi waktu : 1 x 35Menit

A. Kompetensi Dasar

3.1Menganalisis hubungan antara bentuk dan fungsi bagian tubuh pada hewan dan tumbuhan.

4.1 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang bentuk dan fungsi bagian tubuh hewan dan tumbuhan

B. Indikator

3.1.1 Mengidentifikasi bagian- bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya.

4.1.1 Membuat laporan hasil pengamatan bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah mengamati, siswa mampu mengidentifikasi bagian-bagian tumbuhan

Dan funsinya dengan benar.

2. Setelah mengamati, siswa menulis laporan bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya

dengan benar

D. Materi

Bagian-bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya E. Metode dan Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan : Scientific

Model : Numbere Head Together

Metode : Pengamatan ,diskusi dan tanya jawab

F. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahulua

n

1. Guru menyapa siswa dan mengajak siswa berdoa yang dipimpin oleh salah ketua kelas 2. Guru mengecek kehadiran siswa 3. Guru mengajak siswa Ice

Breaking “ Tepuk Semangat “ 4. Guru melakukan apersepsi 5. Guru menyampaikan materi dan

tujuan pembelajaran

5 Menit

Inti

1. Siswa mengamati tananman tomat yang telah di siapkan guru.

2. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang bagian-bagian tubuh

20 Menit

dan fungsi pada tananaman tomat 3. Siswa maju kedepan untuk

menempelkan bagian -bagian dan fungsi pada tumbuhan,dengan media alat peraga yang telah disiapkan oleh guru

4. Guru mengamati kemampuan siswa dalam mengidentifikasi bagian-bagian pada tubuh tumbuhan.

5. Guru dan siswa bernyanyi bagian- bagian tumbuhan dan fungsinya dengan lirik balon ku ada lima.

Penutup 1. Siswa dan guru menyimpulkan materi hari ini.

2. Siswa diberikan evaluasi mengisi lembar kerja.

3. Guru menutup pelajaran hari ini dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas.

10 Menit

G. Media / Alat dan Sumber Belajar

Media / Alat 1. Stropoam 2. Tanaman Tomat 3. Pin

4. Kertas Kambing 5. Gunting

6. Lem

Sumber Belajar

Buku Guru Kelas 4 Tematik Terpadu Kurikum 2013 Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Buku Siswa Kelas 4 Tematik Terpadu Kurikum 2013 Tema 3

H. Penilaian

1. Penilaian Sikap

Teknik : Observasi

Instrumen : Format PenilaianSikap (Jurnal) 2. Penilaian Pengetahuan

Teknik : Tes tertulis Instrumen : Isian 3. Penilaian Keterampilan

Teknik : Praktik

Instrumen : Rubrik penilaian

Mengetahui Pangkalpinang, 31 Oktober 2023

Supervisor 2 Mahasiswa

RIA VIRGIYANTI ,S.Pd Dewi Sahara Safitri NIP.198409042009042003 NIM. 856334685

Kepala Sekolah

SUKAWATI, S.Pd

NIP. 196605211988042003

LAMPIRAN 5 Siklus 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SD Negeri 15 Pangkalpinang Kelas / Semester : IV/1 (satu)

Tema 3 : Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Sub Tema 2 : Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkungan Pembelajaran ke : 3

Alokasi waktu : 1 x 35Menit

3.2Menganalisis hubungan antara bentuk dan fungsi bagian tubuh pada hewan dan tumbuhan.

4.2 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang bentuk dan fungsi bagian tubuh hewan dan tumbuhan

B. Indikator

3.1.1 Mengidentifikasi bagian- bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya.

4.1.2 Membuat laporan hasil pengamatan bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya

C. Tujuan Pembelajaran

3. Setelah mengamati, siswa mampu mengidentifikasi bagian-bagian tumbuhan

Dan funsinya dengan benar.

4. Setelah mengamati, siswa menulis laporan bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya

dengan benar D. Materi

Bagian-bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya E. Metode dan Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan : Scientific

Model : Numbere Head Together

Metode : Pengamatan ,diskusi dan tanya jawab

F. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahulua

n

1. Guru menyapa siswa dan mengajak siswa berdoa yang dipimpin oleh salah ketua kelas 2. Guru mengecek kehadiran siswa 3. Guru mengajak siswa Ice

Breaking “ Tepuk Semangat “ 4. Guru melakukan apersepsi 5. Guru menyampaikan materi dan

tujuan pembelajaran

5 Menit

Inti

1. Siswa mengamati tananman tomat yang telah di siapkan guru.

2. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang bagian-bagian tubuh dan fungsi pada tananaman tomat 3. Siswa maju kedepan untuk

menempelkan bagian -bagian dan fungsi pada tumbuhan,dengan media alat peraga yang telah disiapkan oleh guru

4. Guru mengamati kemampuan siswa dalam mengidentifikasi bagian-bagian pada tubuh tumbuhan.

5. Guru dan siswa bernyanyi bagian- bagian tumbuhan dan fungsinya dengan lirik balon ku ada lima.

20 Menit

Penutup 4. Siswa dan guru menyimpulkan materi hari ini.

5. Siswa diberikan evaluasi mengisi lembar kerja.

6. Guru menutup pelajaran hari ini dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas.

10 Menit

G. Media / Alat dan Sumber Belajar

Media / Alat 1. Stropoam 2. Tanaman Tomat 3. Pin

4. Kertas Kambing 5. Gunting

6. Lem

Sumber Belajar

Buku Guru Kelas 4 Tematik Terpadu Kurikum 2013 Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Buku Siswa Kelas 4 Tematik Terpadu Kurikum 2013 Tema 3 Terhadap Peduli Terhadap Makhluk Hidup

H. Penilaian

1. Penilaian Sikap

Teknik : Observasi

Instrumen : Format PenilaianSikap (Jurnal) 2. Penilaian Pengetahuan

Teknik : Tes tertulis Instrumen : Isian 3. Penilaian Keterampilan

Teknik : Praktik

Instrumen : Rubrik penilaia

Mengetahui Pangkalpinang, 2 Oktober 2023

Supervisor 2 Mahasiswa

RIA VIRGIYANTI ,S.Pd Dewi Sahara Safitri NIP.198409042009042003 NIM. 856334685

Kepala Sekolah

SUKAWATI, S.Pd

NIP. 196605211988042003

Nama :………..

Kerjakan soal berikut dengan benar!

Tulislah bagian-bagian dari gambar ini dan sebutkan fungsinya!

LAMPIRAN 6 Siklus II

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS II

Satuan Pendidikan : SD Negeri 15 Pangkalpinang Kelas / Semester : IV/1 (satu)

Tema 3 : Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Sub Tema 2 : Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkungan Pembelajaran ke : 3

Alokasi waktu : 1 x 35Menit

A. Kompetensi Dasar

3.3Menganalisis hubungan antara bentuk dan fungsi bagian tubuh pada hewan dan tumbuhan.

4.3 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang bentuk dan fungsi bagian tubuh hewan dan tumbuhan

B. Indikator

3.1.1 Mengidentifikasi bagian- bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya.

4.1.3 Membuat laporan hasil pengamatan bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah mengamati, siswa mampu mengidentifikasi bagian-bagian tumbuhan

Dan funsinya dengan benar.

2. Setelah mengamati, siswa menulis laporan bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya

dengan benar

D. Materi

Bagian-bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya

E. Metode dan Pendekatan Pembelajaran Pendekatan : Scientific

Model : Numbere Head Together

Metode : Pengamatan ,diskusi dan tanya jawab

F. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahulua

n 1. Guru menyapa siswa dan

mengajak siswa berdoa yang dipimpin oleh salah ketua kelas 2. Guru mengecek kehadiran siswa 3. Guru mengajak siswa Ice Breaking

“ Tepuk Semangat “ 4. Guru melakukan apersepsi 5. Guru menyampaikan materi dan

tujuan pembelajaran

5 Menit

Inti 1. Peserta didik dibagikan 20 Menit

beberapa kelompok kecil.

2. Siswa mengamati tanaman tomat yang telah di siapkan guru.

3. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang bagian-bagian tubuh dan fungsi pada tananaman tomat . 4. Guru membagikan LKPD

kepada setiap kelompok, dimana setiap kelompok mendapatkan 1 tumbuhan . 5. Siswa kemudian berdiskusi

dengan beberapa teman dalam kelompok kecil untuk

mengidentifikasi bagian-bagian dan fungsi tumbuhan kedalam LKPD.

6. Guru mengamati kemampuan siswa dalam mengidentifikasi bagian-bagian pada tubuh tumbuhan.

7. Siswa kemudian maju perkelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya

8. Guru dan siswa bernyanyi bagian- bagian tumbuhan dan fungsinya dengan lirik balon ku ada lima melalui vidio pembelajaran.

Penutup 1. Siswa dan guru menyimpulkan materi hari ini.

2. Siswa diberikan evaluasi mengisi lembar kerja.

3. Guru menutup pelajaran hari ini

10 Menit

ketua kelas.

G. Media / Alat dan Sumber Belajar

Media / Alat 1. Stropoam 2. Tanaman Tomat 3. Pin

4. Kertas Kambing 5. Gunting

6. Lem

7. Kertas kambing 8. Lakban bening 9. Tumbuhan

Sumber Belajar

Buku Guru Kelas 4 Tematik Terpadu Kurikum 2013 Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Buku Siswa Kelas 4 Tematik Terpadu Kurikum 2013 Tema 3 Terhadap Peduli Terhadap Makhluk Hidup

H. Penilaian

1. Penilaian Sikap

Teknik : Observasi

Instrumen : Format PenilaianSikap (Jurnal) 2. Penilaian Pengetahuan

Teknik : Tes tertulis Instrumen : Isian 3. Penilaian Keterampilan

Teknik : Praktik

Instrumen : Rubrik penilaian

Mengetahui Pangkalpinang,15 November 2023

Supervisor 2 Mahasiswa

RIA VIRGIYANTI ,S.Pd DEWI SAHARA SAFITRI

NIP.198409042009042003 NIM. 856334685

Kepala Sekolah

SUKAWATI, S.Pd

NIP. 196605211988042003

Dokumen terkait