• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Hasil Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

4.1 Deskripsi Hasil Penelitian

32 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Std. Deviation 3.376

Variance 11.399

Skewness -1.000

Std. Error of Skewness .220

Kurtosis 2.505

Std. Error of Kurtosis .437

Range 21

Minimum 19

Maximum 40

Sum 3939

Adapundistribusifrekuensiskor keteladanan guru bahasa Arab dapatdilihatpadagambartabelberikut:

Tabel 4.2DistribusiFrekuensi Keteladanan Guru

Interval Frekuensi Persentase

19-21 2 1,65%

22-25 1 0,82%

26-29 16 13,22%

30-33 52 42,97%

34-37 46 38,01%

38-41 4 3,30%

Jumlah 121 100%

Histogram keteladanan guru bahasa Arab dapat ditunjukkan pada grafik berikut ini:

Histogram

Tampilan dari histogram di atas menunjukkan bahwa pola yang terlihat pada tabel distribusi frekuensi di atas, jika dibandingkan dengan nilai rata-rata menunjukkan bahwa skor keteladanan guru bahasa Arab berada di bawah kelompok rata-rata sebanyak 19 orang, (15,69%) yang berada pada skor rata-rata sebanyak 52 orang (42,97%) dan yang berada di atas kelompok rata-rata sebanyak 50 orang (41.31%). Penentuan kategori dari skor keteladanan guru bahasa Arab dengan menggunakan persentase sebagai berikut.

Tabel 4.3 Kategori Persentase Skor Keteladanan Guru Bahasa Arab

Persentase Kategori

90%-100% Kategori Sangat Tinggi

80%-89% Kategori Tinggi

70%-79% Kategori Sedang

60%-69% Kategori Rendah

0%-59% Kategori sangat Rendah

Sumber Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan

Skor total keteladanan guru bahasa Arab yang diperolehdarihasil penelitianadalah3939, skortertinggiinitiaprespondenadalah 10 X 4 = 40, karenajumlahresponden 121 orang, makanilaikriteriumadalah40 X 121 = 4840.

Sehingga keteladanan guru bahasa Arab adalah3939 :4840 = 0,813 atau 81,3%

darikriteria yang ditetapkan.Jadi, dapatdisimpulkanbahwa keteladanan guru bahasa Arab berada pada kategori tinggi.

4.1.2. Pembentukan Karakter Siswa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor variabel pemnbentukan karakter siswa berada antara 30 sampai 38 mean (nilai rata-rata) sebesar 34,95, median 35,00, modus 35, varians 3,912, dan standar deviasi 1,978. Hal ini dibuktikan melalui aplikasi SPSS versi 21 sebagai berikut:

Tabel 4.4 Tabel Statistik Menggunakan aplikasi SPSS versi 21 Statistic

Pembentukan Karakter Siswa

N Valid 121

Missing 0

Mean 32.5124

Std. Error of Mean .28727

Median 33.0000

Mode 35.00

Std. Deviation 3.15995

Variance 9.985

Skewness -.316

Std. Error of Skewness .220

Kurtosis -.537

Std. Error of Kurtosis .437

Range 13.00

Minimum 26.00

Maximum 39.00

Sum 3934.00

Adapun distribusi frekuensi skor Pembentukan Karakter Siswa dapat dilihat pada gambar tabel berikut:

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Pembentukan Karakter Siswa

Interval Frekuensi Persentase

26-29 23 19,00%

30-33 48 39,66%

34-37 46 38,01%

38-41 4 3,30

Jumlah 121 100%

Histogram pembentukan karakter siswa dapat ditunjukkan pada grafik berikut ini:

Berdasarkan tampilan dari histogram di atas menunjukkan bahwa pola distribusi tengah yang artinya adalah data berdistribusi normal. Data yang terlihat pada tabel distribusi frekuensi di atas, jika dibandingkan dengan nilai rata-rata menunjukkan bahwa skor pembentukan karakter siswa berada di bawah kelompok rata-rata sebanyak 23 orang, (19,00%) yang berada pada skor rata-rata sebanyak 48 orang (39,66%) dan yang berada di atas kelompok rata-rata sebanyak 50 orang (41,31%). Penentuan kategori dari skor pembentukan karakter siswa dengan menggunakan persentase sebagai berikut.

Tabel 4.6Kategori Persentase Skor Pembentukan Karakter Siswa

Persentase Kategori

90%-100% Kategori Sangat Tinggi

80%-89% Kategori Tinggi

70%-79% Kategori Sedang

60%-69% Kategori Rendah

0%-59% Kategori sangat Rendah

Sumber Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan

Skor pembentukan karakter siswa yang diperolehdarihasil penelitianadalah3934, skortertinggiinitiaprespondenadalah 10 X 4 = 40, karenajumlahresponden 121 orang, makanilaikriteriumadalah40 X 121 = 4840.

Sehinggapembentukan karakter siswa adalah3934:4840= 0,812atau 81,2%

darikriteria yang ditetapkan.Jadi, dapatdisimpulkanbahwapembentukan karakter siswa berada pada kategori tinggi.

4.2PengujianPersyaratanAnalisis Data

Uji persyaratan analisis data merupakan uji yang dilakukan sebelum melakukan pengujian hipotesis.Adapun uji persyaratan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan uji linearitas.

4.2.1 Pengujian validitas setiap butir pernyataan digunakan dengan menganalisis item, yaitu mengkorelasikan skor setiap butir pernyataan dengan skor total yang merupakan jumlah skor butir pernyataan. Uji validitas instrumen data keteladanan guru bahasa Arab dan pembentukan karakter siswa dengan ketentuan jika rhitung> rtabel

maka item pernyataan dinyatakan valid dan jika nilai rhitung< rtabel maka n item dinyatakan tidak valid.Adapun hasil analisis data dari ke dua variabel adalah sebagai berikut.

Tabel 4.7 Hasil Analisis Item Instrumen keteladanan Guru Bahasa Arab No. Butir Instrumen Koefisien Korelasi Keterangan

1 0,341 Valid

2 0,472 Valid

3 0,274 Valid

4 0,521 Valid

5 0,627 Valid

6 0,590 Valid

7 0,592 Valid

8 0,335 Valid

9 0,457 Valid

10 0,640 Valid

Setelah melakukan uji validitas variabel X Keteladanan Gurur Bahasa Arab yang terdiri dari 10 item pernyataan dengan rtabel untuk n = 121 dan α = 5% sebesar 1.490 diketahui bahwa dari 10 item pernyataan tersebut valid secara keseluruhan.

Tabel 4.8Hasil Analisis Item Instrumen Pembentukan Karakter siswa No. Butir Instrumen Koefisien Korelasi Keterangan

1 0,349 Valid

2 0,425 Valid

3 0,398 Valid

4 0,481 Valid

5 0,558 Valid

6 0,480 Valid

7 0,349 Valid

8 0,623 Valid

9 0,699 Valid

10 0,431 Valid

Setelah melakukan uji validitas variabel variabel Y Pembentukan Karakter Siswa yang terdiri dari 10 item pernyataan dengan rtabel untuk n = 121 dan α = 5%

sebesar 1.490 diketahui bahwa dari 10 item pernyataan tersebut valid secara keseluruhan.

4.2.2 Uji Reliabilitas Instrumen

Setelah mengetahui hasil validitas instrumen dari kedua variabel, maka dilanjutkan dengan uji reliabilitas instrumen yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 21 sebagai berikut:

4.2.2.1 Reliabilitas keteladanan Guru Bahasa Arab

Tabel 4.9 Reliabilitas variabel (X) Keteladanan Gurur Bahasa Arab Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

Cronbach's Alpha Based on Standardized

Items

N of Items

.642 .636 10

Berdasarkan uji reliabilitas instrumen variabel X (Keteladanan Gurur Bahasa Arab) diperoleh nilai Alpha Cronbach’s sebesar 0.642 ≥ 0.6, maka instrumen reliabel.Jadi instrumen data pada variabel X termasuk valid dan reliabel untuk seluruh butir instrumennya.Sehingga dapat digunakan untuk pengukuran data dalam rangka pengumpulan data.

4.2.2.2 Reliabilitas Pembentukan Karakter Siswa

Tabel 4.10 Reliabilitas variabel (Y) Pembentukan Karakter Siswa Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

Cronbach's Alpha Based on Standardized

Items

N of Items

.625 .631 10

Berdasarkan uji reliabilitas instrumen variabel Y (Pembentukan Karakter Siswa) diperoleh nilai Alpha Cronbach’s sebesar 0.625 ≥ 0.6, maka instrumen reliabel. Jadi instrumen data pada variabel Y termasuk valid dan reliabel untuk seluruh butir instrumennya. Sehingga dapat digunakan untuk pengukuran data dalam rangka pengumpulan data yang sama dengan apa yang terdapat pada nilai reliabilitas variabel X.

4.2.3 Uji Normalitas Data

Dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS

Tabel 4.11 Uji Normalitas menggunkan analisis Kolmogrov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 121

Normal Parametersa,b

Mean .0000000

Std.

Deviation

2.71555766

Most Extreme Differences

Absolute .079

Positive .037

Negative -.079

Kolmogorov-Smirnov Z .869

Asymp. Sig. (2-tailed) .437

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh:

Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) untuk keteladanan guru bahasa Arab dan pembentukan karakter siswa = 0,437 > α = 0,05 artinya data keteladanan guru bahasa Arab dan pembentukan karakter siswa berdistribusi normal.

4.2.4 Uji Linearitas

Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah antara variabel X (keteladanan guru bahasa Arab) dan variabel Y (pembentukan karakter siswa) mempunyai hubungan linear atau tidak.Data diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 21 dengan kriteria pengujian apabila nilai signikansi (deviation from linearity) > 0.05 maka data berpola linear.Hasil uji linearitas data sebagai berikut.

Tabel 4.12 Uji Linearitas Menggunakan Tabel Anova ANOVA Table

Sum of Squares

df Mean Square

F Sig.

Pembentuk an Karakter Siswa

*Keteladan an Guru Bahasa Arab

Between Groups

(Combined) 458.903 17 26.994 3.761 .000 Linearity 313.321 1 313.32

1 43.65

1

.000

Deviation from Linearity

145.582 16 9.099 1.268 .232

Within Groups 739.328 103 7.178

Total 1198.23

1

120

Sumber Data: IBM SPSS Statistics Versi 21

Berdasarkan hasil uji linearitas pada tabel di atas, karena pengujian yang diambil berdasarkan nilai probabilitas dengan aplikasi dengan aplikasi SPSS versi 21.Jika probabilitas deviasi linear (sig deviation from linearity) > 0.05, maka data berpola linear.Sebaliknya jika probabilitas deviasi linear (sig deviation from linearity)

< 0.05, maka data tidak berpola linear.Dapat diketahui nilai signifikansi (sig deviation from linearity) variabel X dan Y adalah 0.232> 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan variabel X (keteladanan guru bahasa Arab) dan variabel Y (pembentukan karakter siswa) adalah data berpola linear.

4.3 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi person product moment dan analisis regresi linear sederhana.

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 21.Adapun hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.13 Uji hipotesis variabel X (keteladanan guru bahasa Arab) dan variabel Y (pembentukan karakter siswa).

Correlations

Keteladanan Guru Bahasa Arab

Pembentukan Karakter Siswa

Keteladanan Guru Bahasa Arab

Pearson Correlation

1 .511**

Sig. (2-tailed) .000

N 121 121

Pembentukan Karakter Siswa

Pearson Correlation

.511** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 121 121

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber Data: IBM SPSS Statistics Versi 21

Tabel korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan karakter siswa dengan nilai 0.511.Dasar pengambilan keputusan pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah jika (sig) > α maka H1

diterima dan jika (sig) < α maka H0 ditolak.

Berdasarkan pengujian pada tabel di atas diketahui nilai signifikansi 0.511≤

0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh keteladanan guru bahasa arab terhadap pembentukan karakter siswa.

Untuk mengetahui seberapa jauh koefisien korelasi tersebut kemudian dikonsultasikan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi dan diperoleh tingkat hubungan antara kedua variabel yang dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.14 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0.00 - 0.199 Sangat Rendah

0.20 - 0.399 Rendah

0.40 – 0.599 Sedang

0.60 – 0.799 Kuat

0.80 – 0.1000 Sangat Kuat

Sumber Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan

Berdasarkan tabel pedoman interpretasi tersebut diketahui nilai person correlation0.511dapat disimpulkan bahwa pengaruhketeladanan guru bahasa arab terhadap pembentukan karakter siswa berada pada kategorisedang. Untuk mengetahui

seberapa jauh pengaruh keteladanan guru bahasa arab terhadap pembentukan karakter siswa maka dilanjutkan dengan pengujiann regresi linear sederhana.

Dasar pengambilan keputusan dalam uji regresi linear sederhana yakni, jika nilai signifikansi ≤ dari probabilitas 0.05 berarti bahwa terdapat pengaruh keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan karakter siswa, sedangkan jika nilai signifikansi ≥ dari probabilitas 0.05 berarti bahwa tidak terdapat pengaruh keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan karakter siswa. Adapun hasil analisis uji regresi linear sederhana dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.15 Anova pada Uji Regresi Linear Sederhana ANOVAa

Model Sum of

Squares

df Mean

Square

F Sig.

1

Regression 313.321 1 313.321 42.134 .000b

Residual 884.910 119 7.436

Total 1198.231 120

a. Dependent Variable: Y b. Predictors: (Constant), X

Sumber Data: IBM SPSS Statistics Versi 21

Berdasarkan tabel Anova diketahui nilai F sebesar 42.134dengan tingkat signifikan 0.000 ≤ 0.05.Hal ini dapat digunakan untuk memprediksi ada atau tidaknya pengaruh variabel X (keteladanan guru bahasa Arab) terhadap variabel Y (pembentukan karakter siswa).

Tabel 4.16Coefficients pada Uji Regresi Linear Sederhana

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta 1

(Constant) 16.932 2.413 7.017 .000

X .479 .074 .511 6.491 .000

a. Dependent Variable: Y

Sumber Data: IBM SPSS Statistics Versi 21

Berdasarkan hasil uji analisis regresi sederhana pada tabel di atas, diperoleh nilai koefisien regresi (b) sebesar 16.932nilai konstanta (a) sebesar 16.932, maka dapat dibuat persamaan regresi sederhananya sebagai berikut.

Y = a + bX

=16.932+16.932X.

Tabel 4.17 Model Summary pada Uji Regresi Linear Sederhana Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .511a .261 .255 2.727

a. Predictors: (Constant), X b. Dependent Variable: Y

Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana pada tabel di atas, diperoleh nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0.511, dan R2 Square (koefisien determinasi) sebesar .0.511

X

100% = 51,1%. Nilai R2 sebesar 51,1%, hal tersebut menunjukkan bahwa

pengaruh keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan karakter siswa adalah 51,1%. Sedangkan sisanya sebesar 48,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VIII MTs DDI Lero Kec. Suppa Kab.

Pinrang dengan populasi yang dijadikan objek dalam penelitian ini yaitu, semua peserta didik kelas VIII.Jumlah populasi secara keseluruhan adalah 121 orang.

Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik total sampling yakni teknik pengambilan sampel secara keseluruhan. Teknik instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yakni angket dan dokumentasi.Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptifdan inferensial.

Penenlitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh keteladanan guru bahasa Arab Pembahasan hasil penelitian secara rinci adalah sebagai berikut.

4.4.1 Keteladanan Guru Bahasa Arab di MTs DDI Lero Kec. Suppa Kab. PInrang Berdasarkan data yang terlihat pada tabel distribusi frekuensi di atas, jika dibandingkan dengan nilai rata-rata menunjukkan bahwa skor keteladanan guru bahasa Arab berada di bawah kelompok rata-rata sebanyak 19 orang, (15,69%) yang berada pada skor rata-rata sebanyak 52 orang (42,97%) dan yang berada di atas kelompok rata-rata sebanyak 50 orang (41.31%). Skor keteladanan guru bahasa Arab yang diperoleh dari hasil penelitian adalah 3939, skor tertinggi ini tiap responden adalah 10 x 4 = 40, karena jumlah respoden adalah 121 orang, maka nilai kriterium adalah 40 x 121 = 4840. Sehingga keteladanan guru bahasa Arab adalah

3939:480=0,813 atau 81,3% dari kriteria yang ditetapkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa keteladanan guru bahasa Arab termasuk kategori tinggi.

4.4.2 Pembentukan Karakter siswa

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian ini diketahui bahwa skor skor pembentukan karakatersiswa berada di bawah kelompok rata-rata sebanyak 23orang, (19,00%) yang berada pada skor rata-rata sebanyak 48 orang (39,66%) dan yang berada di atas kelompok rata-rata sebanyak 50 orang (41,31%). Sehingga diperoleh dari hasil penelitian skor pembentukan karakater yang diperoleh dari hasil penelitian adalah 3934, skor tertinggi variabel ini tiap responden adalah 10 X 4 = 40, karena jumlah responden 121 orang, maka nilai kriterium adalah 40 X 121 = 4840..

Sehingga pembentukan karakter siswa adalah 3934:4840= 0,812atau 81,2%dari kriteria yang ditetapkan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakater termasuk kategori tinggi.

4.4.3 Pengaruh Keteladanan Guru Bahas Arab Terhadap Pembentukan Karakater Siswa Kelas VIII MTs. DDI Lero kiec. Suppa Kab. Pinrang

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa keteladanan guru bahasa Arabterhadap pembentukan karakater siswa dengan perolehan hasil uji hipotesis dengan menggunakan program IBM SPSS versi 21 diketahui nilai signifikansi 0.000 ≤ 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H1diterima dan H0 ditolak dengan kata lain terdapat pengaruh keteladanan guru hahasa Arab terhadap pembentukan karakater siswa kelas VIII MTs. DDI Lero kiec. Suppa Kab.

Pinrang.Nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0.511, dan R2 Square (koefisien determinasi) sebesar .0.511

X

100% = 51,1%. Nilai R2 sebesar 51,1% tersebut menunjukkan bahwa pengaruh keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan

karakter siswa adalah 51,1%. Sedangkan sisanya sebesar 48,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan tabel pedoman interpretasi tersebut diketahui nilai person correlation0.511 dapat disimpulkan bahwa hubungan keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan karaketr siswa berada pada kategori sedang.

Tabel korelasi pada pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hubungan antara keteladanan guru bahasa Arabterhadap pembentukan karakter siswa dengan nilai 0.511.Dasar pengambilan keputusan pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah jika (sig) > α maka H0 diterima dan jika (sig) < α maka H0 ditolak.Hal ini berdasarkan pada pengujian pada tabel tersebut diketahui nilai signifikansi 0.511 ≤ 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan karakter siswa.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ardiansyah yang menunjukkan bahwa keberadaan guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Lanrisang sangat berperan penting terhadap pembentukan karakter peserta didik di sekolah tersebut. Dimana guru Pendidikan Agama Islam tersebut telah menerapkan berbagai metode yang bisa membantunya lebih mudah dalam menanamkan karakter yang baik kepada peserta didiknya.Semua yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Lanrisang sudah terbukti mampu mengubah karakter peserta didik di sekolah tersebut.

Demikian pula dengan Nurhikmah Amrah yangmenunjukkan bahwa keteladanan guru PAI berpengaruh positif terhadap kesadaran berbusana muslimah pesera didik. Kontribusi variabel keteladanan guru PAI terhadap variabel kesadaran

berbusana muslimah peserta didik adalah sebesar 20,5% sedangkan sisanya 79,5%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitiannya.

Hasil penelitian tersebut sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara tentang keteladanan dan pembentukan karakter:

Ing Ngarso Sun Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”

yang artinya di awal memberi teladan di tengah memberi semangat dan di akhir memberi dorongan, dapat diaktualisasikan dalam pembelajaran untuk membetuk karakter peserta didik.50

Akulturasi karakter dalam bentuk perilaku sebagai hasil perpaduan antara karakter biologis dan hasil hubungan atau interaksi dengan lingkungannya.

Karakter dapat dibentuk melalui pendidikan, karena pendidikaan merupakan alat yang paling efektif untuk menyadarkan individu dalam jati diri kemanusiaannya. Dengan pendidikan akan dihasilkan kualitas manusia yang memiliki kehalusan budi dan jiwa, memiliki kecemerlangan pikir, kecekatan raga, dan memiliki kesadaran penciptaan dirinya. Dibanding faktor lain, pendidikan memberi dampak dua atau tiga kali lebih kuat dalam pembentukaan kualitas manusia.51

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa keteladanan guru bahasa Arab berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa.

50Suyadi, Strategi Pembelajaran pendidikan Karakter, h. 16

51Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter (Konsepsi dan Aplikasi dalam Lembaga Pendidikan), h. 13

52

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang diuraikan dalam skripsi ini, yang membahas mengenai pengaruh keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan karakter siswa maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.

5.1.1 Keteladanan guru bahasa Arab kelas VIII MTs DDI Lero kec. Suppa Kab.

Pinrang dalam hasil analisis penelitian ini berada pada kategori tinggi yaitu 81,3% melebihi perkiraan 75% dengan menganalisis hasil angket yang dibagikan kepada responden yang berjumlah 121 orang, Skor total keteladanan guru bahasa Arab yang diperoleh dari hasil penelitian adalah 3939, skor tertinggi tiap responden adalah 10 X 4 = 40, karena jumlah responden 121 orang, maka nilai kriterium adalah 40 X 121 = 4840. Sehingga keteladanan guru bahasa Arab adalah 3939 :4840 = 0,813 atau 81,3%. Hal ini terbukti bahwa keteladanan guru bahasa Arab dapat memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter siswa.

5.1.2 Pembentukan karakter siswa kelas VIII MTs DDI Lero kec. Suppa Kab.

Pinrang dalam hasil analisis penelitian ini berada pada kategori tinggi yaitu 81.2% melebihi perkiraan 75% dengan menganalisis hasil angket yang dibagikan kepada responden yang berjumlah 121 orang. Skor total pembentukan karakter siswa yang diperoleh dari hasil penelitian adalah 3934, skor tertinggi tiap responden adalah 10 X 4 = 40, Karena jumlah responden 121 orang, maka nilai kriterium adalah 40 X 121 = 4840. Sehingga pembentukan karakter siswa adalah 3934:4840 = 0,812 atau 81,2%. Hal ini

terbukti bahwa terdapat pengaruh keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan karakter siswa.

5.1.3 Terdapat pengaruh yang signifikan antara keteladanan guru bahasa Arab terhadap pembentukan karakter siswa kelas VIII, hal ini berdasarkan nilai signifikansi 0.000 ≤ 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1

diterima dengan nilai koefisien sebesar 0,511

x

100% = 51,1%, sehingga besarnya pengaruh keteladanan guru bahasa Arab teerhadap pembentukan karakter siswa 51,1%. Sedangkan sisanya sebesar 48,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

5.2 Saran

5.2.1 Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembelajaran berkaitan dengan keteladanan guru bahasa Arab agar kiranya mampu menjadi teladan bagi seluruh siswa agar terbentuk karakter yang baik dan mulia.

5.2.3 Berkaitan dengan pembentukan karakter siswa diharapkan agar mampu bersikap lebih baik terhadap guru dan sesama teman baik di lingkungan madrasah maupun di luar lingkungan madrasah.

54

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran dan Terjemahannya.2004. Departemen Agama RI. Bandung: CV Penerbit J-ART.

Arsyad, Azhar.2004. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ardiansyah, 2014. “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMPN Lasinrang”(Skripsi Sarjana; Jurusan Tarbiyah dan Adab Program Studi Pendidikan Agama Islam; STAIN Parepare).

Barizi, Ahmad dan Muhammad Idris, 2011.Menjadi Guru Unggul. Cet. V;

Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cet IV;

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Djamarah, Syaiful Bahri, 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi edukatif (Suatu Pendekatan Teoretis Psikologis). Cet. II; Jakarta: PT Rineka Cipta.

Fattah, Nanang, 2012. Manajemen Pendidikan(Konsep dan Prinsip Pengelolaan Pendidikan). Cet. I; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Fuadi, Mukhlis, 2010. Otomatisasi harakat Bahasa Arab Menggunakan Program Java, Cet. I; Malang; UIN-Maliki Press.

http:www.mahsun.net/2016/8/macam-macam-metode-keteladanan.html?m=1 http://renirapta.blogspot.com./2007/11/makalah-keteladanan-dan-akhlak-

guru.htmI?m=1 (30 September 2018).

Hamalik, Oemar ,2011. Proses Belajar Mengajar. Cet. X; Jakarta: Bumi Aksara.

Hasbullah, 2005.Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Edisi Revisi.Cet. I; Jakarta: Raja Grafindo

Hermawan, Asep, 2011. Metodologi Pembelajaran bahasa Arab. Cet. II; Bandung:

PT Remaja Rosdakarya.

Kasiram, Moh, 2010. Metodologi penelitian Kualitatif-Kuantitatif. Cet. II; Jakarta:

UIN- Maliki Press.

Mu’in, Fatchul, 2011. Pendidikan Karakter (Konstruksi Teoretik dan Praktis. Cet. I;

Jokjakarta: Ar-Ruzz Media.

Mulyasa, 2008.Menjadi Guru Profesional (Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan). Cet. VII; Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.

Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi, 2010.Metodologi Penelitian.Cet. XI; Jakarta:

PT. Bumi Aksara.

Widoyoko, Eko putro, 2012, Teknik Penyusunan Instrumen Peneitian.Cet, I;

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Noor, Juliansyah, 2012. Metodologi Penelitian (skripsi, tesis, Disertasi, dan karya Ilmiah). Cet. II; Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Nurdin, Syafruddin , 2005. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. Cet. III;

Ciputat: Press Quantum Teaching.

Prasetyo, Bambang dan Lina Miftahul Jannah, 2014.Metode Penelitian Kuanttatif (Teori dan Apikasi. Cet. IX; Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Prihatin, Eka, 2010. Manajemen Peserta Didik. Cet. I; Bandung: Alfabeta.

Setyosari, Punaji, 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Cet. I; Jakarta: Kencana.

Salim, Moh. Haitami dan Syamsul Kurniawan, 2012.Study Ilmu Pendidikan Islam, Cet.; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Sarwono, W, Sarlito, 2012. Pengantar Psikologi Umum, Ed. I, Cet. 4; Jakarta:

Rajawali Pers.

Siregar, Syofian, 2015. Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif. Cet. III;

Jakarta: Bumi Aksara.

S. Nasution, 1996. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Cet. II, Jakarta: Bumi Aksara.

Spring, Joel, American Education, Ed. XV; America: New York.

Sugiyono, 2016.Metode Penelitian manajemen. Cet. 5; Bandung: Alfabeta.

Sugiyono, 2000.Statistik untuk Penelitian. Cet. III; Bandung: Alfabeta.

Sukardi, 2004.Metodoogi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Cet. II;

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Suyadi, 2015.Strategi Pembelajaran Pendidikan karakter. Cet. III; Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ubaid, 2015.Ilmu Pendidikan Islam (Studi Kasus terhadap Struktur Ilmu, Kurikulum, Metodologi, dan Kelembagaan Pendidikan Islam).Cet. I; Jakarta: PT.

RajaGrafindo Persada.

Dokumen terkait