BAB III METODE PENELITIAN
A. Deskripsi Karakteristik Objek Penelitian
64
lingkungan untuk mewujudkan visi tersebut maka disusunlah sebuah misi sekolah sebagai berikut :
1) Menanamkan karakter religius melalui kegiatan pembiasaan.
2) Mengoptimalkan pembelajaran PAIKEM dan pendampingan melalui pembelajaran yang mendidik.
3) Meningkatkan profesionalisme guru melalui pendidikan formal dan mengoptimalkan KKG.
4) Mengoptimalkan pemeliharaan lingkungan melalui kegiatan pemeliharaan sampah, serta daur ulang barang bekas yang bisa dimanfaatkan.
5) Menjalin kerja sama dengan stake holder yang ada dilingkungan sekolah.
c. Data Guru dan Siswa SD Negeri 22 Jeppe’e.
Jumlah guru yang ada di SD Negeri 22 Jeppe’e pada tahun 2019/2020 sebanyak 19 orang dengan rincian guru umum sebanyak 12 orang, guru agama I orang, guru olah raga I orang guru bakti 4 orang dan penjaga sekolah 1 orang.
Data siswa SD Negeri 22 Jeppe’e 275 siswa dengan jumlah siswa kelas 1 sebanyak 61 orang, siswa kelas II 38 orang, siswa kelas III 47 siswa, siswa kelas IV sebanyak 28 siswa, siswa kelas V sebanyak 42 siswa dan siswa kelas VI sebanyak 49 siswa.
d. Deskripsi Informan
Informan penelitian pada SD Negeri 22 Jeppe’e sebanyak lima orang terdiri dari kepala UPT, Guru kelas enam sebagai informan kelas atas, guru kelas tiga sebagai informan kelas bawah, siswa kelas enam dan siswa kelas tiga. Berikut pemaparan secara deskripsi dari setiap informan pada SD Negeri 22 Jeppe’e :
1) JR, kepala UPT SDN 22 Jeppe’e, berjenis kelamin laki-laki kelahiran 25 Mei 1969 beralamat Jl.Langsat,beliau memiliki latar pendidikan S2 lulusan UNISMUH MAKASSAR jurusan Bahasa Indonesia informan dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang terkait terhadap program Gerakan Literasi Sekolah.
2) MS, guru kelas enam berjenis kelamin perempuan kelahiran 10 November 1981 beliau memiliki latar pendidikan S1 jurusan PGSD informan tersebut dianggap memiliki pemahaman dan pengetahuan GLS terkait dengan upaya meningkatkan motivasi membaca siswa.
3) MR guru kelas tiga berjenis perempuan kelahiran 3 februari 1977 beliau memiliki latar pendidikan S2 jurusan Administrasi Pendidikan UNM informan tersebut memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang GLS terkait dengan upaya meningkatkan motivasi membaca siswa sekolah dasar.
4) AQ siswa kelas III B berjenis kelamin perempuan,siswa ini berusia 9 tahun sangat aktif terhadap kegiatan ekstrakurikuler dan dianggap dapat mendukung program penerapan GLS.
5) RW siswa kelas VI B berjenis kelamin perempuan berusia 12 tahun,siswa aktif mengikuti kegiatan sekolah baik secara akademik maupun non akademik dan dianggap dapat memberikan dukungan pada pelaksanaan GLS di sekolah
2. SD Negeri 23 Jeppe’e.
a. Profil SDN 23 Jeppe’e
Sekolah ini berdiri sejak tahun 1958 beralamat Jl Besse Kajuara. Dalam perkembangannya sekolah ini memiliki enam ruang kelas dan satu kantor yang merangkap ruang guru, dan satu ruang perpustakaan. SD Negeri 23 Jeppe’e memiliki tiga rombongan belajar yaitu kelas A dan B berlokasi di JL Besse kajuara, untuk rombel Kelas C berada dilokasi JL. Majang kelurahan Macege
Wilayah SD Negeri 23 Jeppe’e adalah sekolah yang sebelumnya berlokasi di dekat dengan pasar sentral watampone dan terminal kota watampone sehingga taraf ekonomi masyarakat disekitarnya merupakan masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Seiring dengan perkembangan waktu wilayah sentral dan terminal kota watampone di pindahkan sehingga pasar sentral berubah fungsi menjadi mall BTC (Bone
Trade Center ) akan tetapi kondisi masyarakat di sekitar sekolah tetap dalam kondisi tarap ekonomi menengah ke atas.
b. Visi dan Misi SD Negeri 23 Jeppe’e.
SD Negeri 23 Jeppe’e selain sekolah ini menerapkan program GLS sekolah SD Negeri 23 Jeppe’e juga merupakan sekolah binaan “ADIWIYATA” di tingkat provinsi Sulawesi Selatan sehingga sekolah ini memiliki visi sebagai berikut:
Terwujudnya sekolah yang unggul berprestasi, berkarakter bangsa, berwawasan lingkungan hidup berdasarkan IPTEK dan IMTAQ
Untuk mewujudkan visi ini SD Negeri 23 Jeppe’e mempunyai Misi Sebagai berikut :
1) Melaksanaan pembinaan keagamaan yang berkesinambungan.
2) Melaksanakan manajemen berbasis sekolah yang berpartisipan dan transparan.
3) Melaksanakan pembelajaran dan pembinbingan intra dan ekstra bermakna secara paikem dan berkarakter dan abad 21.
4) menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif untuk belajar 5) Menciptakan lingkungan sekolah bersih, sehat dan hijau
(clean and green ).
6) Melaksanakan pembinaan profenasionalisme guru secara konyinju.
7) Meningkatkan hubungan kerjasama orang tua dan masyarakat,.
8) Menerapkan memanajemen perpartisifatif warga sekolah dan lingkungan sekolah “BERSINAR TERANG”
9) Menciptakan pemahaman tentang hidup hemat serta membudayakan gemar menabung .
c. Data Guru dan Siswa SD Negeri 23 Jeppe’e. .
Jumlah guru SDN 23 Jeppe’e sebanyak 24 orang, dengan rincian sebagai berikut Guru PNS 13 orang, guru honor 9 orang, guru Agama 1 orang dan guru olah raga 1 orang, memiliki tenaga administrasi 1 orang, penjaga sekolah 1 orang dan 1 tenaga pustakawan.
Jumlah siswa data pada bulan September 2020 sebanyak 372 siswa dengan rincian sebagai berikut : Kelas 1 jumlah 63 orang ,kelas II jumlah 72, kelas III jumlah 51 orang, kelas IV jumlah 73 orang, kelas V jumlah 61 orang dan kelas VI jumlah 52 orang.
d. Deskripsi Informan.
Informan penelitian pada SD Negeri 23 Jeppe’e sebanyak lima orang terdiri dari kepala UPT, Guru kelas enam sebaga informan kelas atas, guru kelas tiga sebagai informan kelas
bawah, siswa kelas enam dan siswa kelas tiga.Berikut pemaparan secara deskripsi dari setiap informan pada SD Negeri 23 Jeppe’e :
1) MN kepala UPT SDN 23 Jeppe’e kelahiran Ambon, 5 Agustus 1969, beliau adalah lulusan S2 UNISMUH Makassar program studi Bahasa Indonesia, beliau menjalankan tugas di sekolah tersebut pada tahun 2014, beliau merupakan sumber informan karena memiliki latar belakang pengetahuan tentang penerapan GLS.
2) AR guru kelas VI A berjenis kelamin laki-laki, kelahiran 6 September 1985, beliau mulai bertugas pada sekolah tersebut pada tanggal 2 Mei 2017, beliau memiliki latar pendidikan S1 jurusan PGSD, beliau dianggap memiliki pengetahuan tentang penerapan GLS.
3) WL Guru kelas III A berjenis kelamin perempuan beliau mulai bekerja disekolah tersebut pada tahun 2007 sebagai tenaga guru honorer beliau memiliki latar pendidikan S1 PGSD dan dianggap memiliki pengalaman tentang program literasi sekolah.
4) PR siswa kelas VI A jenis kelamin perempuan, kelahiran 13 maret 2009, dipilih secara samping karena beliau aktif mengikuti berbagai kegiatan baik secara akademik maupun
non akademik dan dan dianggap dapat mendukung program GLS di sekolah tersebut.
5) UL adalah siswa kelas III A berjenis kelamin perempuan kelahiran 29 Oktober 2011, beliau adalah siswa yang berprestasi di kelas III ,dan dainggap dapat mendukung dan menyampaikan informasi terkait dengan kegiatan GLS.
3. SD Inpres 12/79 Jeppe’e.
a. Profil SD Inpres 12/79 Jeppe’e
SD Inpres 12/79 Jeppe’e merupakan lembaga pendidikan formal yang berada pada naungan Dinas pendidikan kabupaten Bone. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1979 yang berlokasi di jalan Besse Kajuara kelurahan Jeppe’e kecamatan Tanete Riattang Barat. Sekolah ini memiliki gedung yang berlantai dua dengan jumlah ruang kelas Sembilan dan satu ruang kantor, satu ruang perpustakaan dan memiliki sarana seperti Mushollah, kantin, area baca, taman sekolah, lapangan yang luas dan area parkir .
b. Visi dan Misi SD Inpres 12/79 Jeppe’e
SD Inpres 12/79 Jeppe’e memiliki visi sebagai berikut Santun prilaku, tekun beribadah, berpengetahuan, cemerlang, prestasi gemilang berwawasan dan peduli lingkungan. Untuk melaksanakan visi tersebut SD Inpres 12/79 Jeppe’e memiliki Misi sebagai berikut :
1) Meningkatkan mutu profesionalisme guru dan pegawai.
2) Menerapkan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan berkarakter.
3) Membina bakat dan minat siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler.
4) Meningkatkan program membaca Al quran.
5) Melaksanakan manajemen berbasis sekolah dengan memberdayakan peran serta masyarakat.
6) Mewujudkakn lingkungan sekolah yang kondusif, bersih,hijau, indah dan ramah lingkungan.
7) Mewujudkan peduli lingkungan dengan kelestarian fungsi- fungsi lingkungan, mencegah pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan.
c. Data Siswa dan Tenaga Kependidikan SD Inpres 12/79 Jeppe’e
Data guru SD Inpres 12/79 Jeppe’e pada bulan Agustus tahun 2020/2021 jumlah guru secara keseluruhan 17 orang dengan rincian guru umum 12 orang, guru agama 2 orang, guru olahraga 2 orang, guru honor 4 orang tenaga administrasi 1 orang, tenaga pustakawan 1 orang dan bujang sekolah 1 orang.
Data siswa SD Inpres 12/79 Jeppe’e secara keseluruhan sebanyak 264 siswa terbagi dua rombongan belajar. Untuk siswa kelas VI jumlah siswa sebanyak berjumlah 41 siswa, kelas V jumlah siswa sebanyak 42 siswa, kelas IV jumlah siswa sebanyak 46 siswa, kelas III jumlah siswa sebanyak 45 siswa,
kelas II jumlah siswa sebanyak 42 siswa dan kelas I jumlah siswa sebanyak 45 siswa.
d. Deskripsi Informan.
Informan penelitian pada SD Inpres 12/79 Jeppe’e sebanyak lima orang terdiri dari kepala UPT, Guru kelas enam sebaga informan kelas atas,guru kelas tiga sebagai informan kelas bawah siswa kelas enam dan siswa kelas tiga.Berikut pemaparan secara deskripsi dari setiap informan pada SD Inpres 12/79 Jeppe’e.
1) HJ kepala UPT berjenis kelamin perempuan beralamat Jl Besse kajuara kelahiran 10 Juli 1963 beliau mulai bertugas pada sekolah tersebut pada tanggal 24 April 1989 dan beliau dianggap dapat memberikan informasi dan masukan terkait dengan penerapan GLS.
2) AM guru kela VI A berjenis kelamin laki-laki kelahiran Tuju,e 6 Juni 1985, dan mulai bertugas pada sekolah tersebut pada tanggal 4 september 2017, beliau dianggap dapat memberikan informasi terkait dengan penerapan GLS.
3) HS adalah jenis kelamin perempuan kelahiran watampone,6 April 1983, beliau mulai bertugas sebagai guru di sekolah tersebut pada tanggal 27 Juli 2009, informat tersebut memiliki latar pendidikan S1 PGSD dan dianggap memiliki pengetahun tentang penerapan gerakan literasi .
4) NS adalah siswa kelas III yang berumur 9 tahun beliau sangat aktif terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang terkait dengan kegiatan literasi sekolah .
5) AL siswa yang berjenis kelamin laki-laki ,beliau adalah siswa yang aktif terhadap kegiatan ekstrakurikuler dan dianggap dapat mendukung program penerapan GLS.