BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Gambaran Umum Kabupaten Jeneponto a. Geografi dan Iklim
Gambar 2
Peta Wilayah Kabupaten Jeneponto
Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto 2021
Letak Geografi Kabupaten Jeneponto terletak antara 5°23' - 5°42' Lintang Selatan dan 119°29' - 119°56' Bujur Timur. Kabupaten ini berjarak sekitar 91 km dari Makassar. Kabupaten Jeneponto memiliki batas-batas wilayah yaitu :
Tabel 2
Batas-batas Wilayah Kabupaten Jeneponto
Sebelah Utara Kabupaten Gowa dan Takalar
Sebelah Timur Kabupaten Bantaeng
Sebelah Barat Kabupaten Takalar
Sebelah Selatan Laut Flores
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto, 2021
Kabupaten Jeneponto luas wilayahnya tercatat 749,79 km persegi yang meliputi 114 kelurahan dan desa, 11 kecamatan, yaitu: Kecamatan Bangkala, Kecamatan Bangkala Barat, Kecamatan Tamalatea, Kecamatan Bontoramba, Kecamatan Binamu, Kecamatan Kelara, Kecamatan Turatea, Kecamatan Rumbia, Kecamatan Batang, Kecamatan Tarowang, dan Kecamatan Arungkeke. Luas daerah menurut kecamatan di Kabupaten Jeneponto dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 3
Luas Daerah Menurut Kecamatan di Kabupaten Jeneponto
Jeneponto Luas Wilayah
Luas (2016) Persen (2016)
Bangkala 121,82 16,25
Bangkala Barat 152,96 20,40
Tamalatea 57,58 7,68
Bontoramba 88,30 11,78
Binamu 69,49 9,27
Turatea 53,76 7,17
Batang 33,04 4,41
Arungkeke 29,91 3,99
Tarowang 40,68 5,43
Kelara 43,95 5,86
Rumbia 58,30 7,78
Luas wilayah Kabupaten Jeneponto tercatat 749,79 km2 yang meliputi 11 kecamatan
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto
Wilayah Kabupaten Jeneponto beriklim tropis kering dan basah (Aw) dengan dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan ini dilihat berdasarkan klasifikasi iklim Koppen. Di wilayah Kabupaten Jeneponto, musim kemarau berlangsung pada periode bulan Mei hingga
bulan Oktober dengan curah hujan bulanan rata-rata kurang dari 100 mm per bulan, bulan terkering (musim kemarau) berlangsung di bulan Agustus hingga bulan September. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Jeneponto musim hujan berlangsung pada periode bulan November hingga bulan April dengan curah hujan bulanan rata-rata lebih dari 120 mm per bulan dan bulan terbasah adalah bulan Januari dengan curah hujan bulanan lebih dari 250 mm per bulan. Di wilayah Kabupaten Jeneponto curah hujan tahunan berkisar antara 1.000 – 2.500 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 60 – 150 hari hujan per tahun. Di wilayah Kabupaten Jeneponto suhu udaranya berkisar antara 21° – 34 °C dengan tingkat kelembapan nisbi ±76%.
Pallengu adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto adalah salah satu daerah penghasil garam yang ada di Kabupaten Jeneponto. Kelurahan Pallengu memiliki luas areal 185,75 Ha dengan tenaga kerjanya sebanyak 740 orang. Petani garam di Kelurahan Pallengu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto masih memproduksi garam rakyat dengan teknologi yang masih sangat sederhana (tradisional) sehingga menyebabkan kualitas garamnya rendah.
Tabel 4
Data Potensi Garam Rakyat Kelurahan Pallengu No. Unit
Usaha (Buah)
Tenaga Kerja (Orang)
Luas Areal (Ha)
Produksi Rill (Ton)
Nilai Produksi
1. 268 740 185,75 13.002,00 5.200.800
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto
b. Penduduk
Data penduduk tahun 2020 yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jeneponto pada saat tahun 2021 adalah hasil perapihan dari data sensus penduduk September tahun 2020. Jumlah penduduk di Kabupaten Jeneponto sebesar 365.610 jiwa, ini diketahui pada tahun 2020. Jumlah penduduk jenis kelamin laki-laki lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk jenis kelamin perempuan. Berikut penjelasannya.
Tabel 5
Jumlah Penduduk Kabupaten Jeneponto Kecamatan
Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Kabupaten Jeneponto
L P L+P
Bangkala 27,126 28,353 55,479
Bangkala Barat 14,544 14,767 29,311
Tamalatea 20,425 21,830 42,282
Bontoramba 17,534 19,120 36,654
Binamu 27,938 29,534 57,472
Turatea 15,869 16,934 32,803
Batang 9,117 10,432 19,549
Arungkeke 8,789 9,779 18,568
Tarowang 10,901 11,843 22,744
Kelara 12,888 14,452 27,340
Rumbia 11,219 12,189 23,408
Jumlah 176,377 189,233 365,610
Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto 2. Profil Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jeneponto
Koperasi adalah institusi (lembaga) yang tumbuh atas dasar solidaritas internasional dan kerjasama antar individu, yang pernah berkembang sejak awal sejarah manusia sampai pada awal revolusi industrial di Eropa pada akhir abad 19, sering disebut sebagai Koperasi Historis atau Koperasi Pra-
Industri. Koperasi modern didirikan pada akhir abad ke 18, terutama sebagai jabatan atas masalah-masalah sosial yang timbul selama tahap awal revolusi industri.
Di Indonesia, ide-ide perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh pati di Purwokerto, Jawa Tengah. R. Aria Wiraatmadja yang pada tahun 1896 mendirikan sebuah bank untuk pegawai negeri. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode.
Adapun visi dan misi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jeneponto yaitu:
a. Visi
Mewujudkan kemandirian Koperasi dan UKM menuju masyarakat yang sejahtera.
b. Misi :
1) Penguatan kelembagaan dan usaha koperasi dan UKM
2) Peningkatan SDM dan produktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah
3) Memfasilitasi pembiayaan Koperasi dan UKM
4) Pengembangan pembinaan menuju kemandirian Koperasi dan UKM.
Berikut gambar Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jeneponto:
Gambar 3
Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jeneponto
Dinas Koperasi dan UMKM beberapa kali mengalami perubahan nama, yakni pada tahun :
1) Tahun 1945-1963 : Jawatan Koperasi
2) Tahun 2001-2003 : Kantor Koperasi dan PKM
3) Tahun 2004-2008 : Dinas Koperasi UKM dan Penanaman Modal 4) Tahun 2009-2016 : Kantor Koperasi dan UMKM
5) Tahun 2017-sekarang : Dinas Koperasi dan UKM
Sejak berdirinya hingga saat ini Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jeneponto telah dipimpin oleh :
1) Muh. Amir, BSC
2) Drs. Andi Muhtar Palantei 3) Baharuddin. L, BSC
4) Lolo Abdul Hamid, BA 5) Drs. Nasrullah
6) Andi Sumange, S.H
7) Drs. Sirajuddin, MM., MBA 8) Drs. Abu Haerah
9) Drs. Awal Parampasi 10) Hj. Sadariah Shi, M.Kes 11) H. Zubair K, S.E
12) Hj. Mernawati, S.IP., M.SI
Adapun struktur organisasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jeneponto:
Gambar 4 Struktur Organisasi
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jeneponto K== ==
Kepala Dinas
Kelompok Jabatan Fungsional Umum
Sekretaris
Sub Bagian Perencanaan, Pelaporan dan Keuangan
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Bidang Pemberdayaan UKM Bidang Kelembagaan Koperasi
Seksi Bina Usaha Koperasi
Seksi Bina Lembaga Koperasi
Seksi Pengawasan Simpan
Seksi Bina Usaha Kecil
Seksi Pemberdayaan UKM
Seksi Penguatan dan Pengembangan Usaha
Adapun tugas, fungsi dan rincian tugas dari struktur organisasi yang bersangkutan dengan responsivitas pemerintah dalam peningkatan pendapatan petani garam di Kabupaten Jeneponto yaitu:
Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah terdiri dari:
a) Seksi Bina Usaha Kecil dan Menengah
b) Seksi Bina Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah c) Seksi Penguatan dan Pengembangan Usaha.
Pasal 15
(1) Bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah dipimpin oleh seorang kepala bidang perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah, memberi petunjuk dan menilai pelaksanaan tugas staf pada bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah serta melaksanakan tugas-tugas dibidang UKM.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah mempunyai fungsi:
(3) Penyusunan kebijakan teknis bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah
a) Penyelenggaraan program dan kegiatan bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah
b) Pembinaan, pengorganisasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan kepala seksi dalam lingkup bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah
c) Penyelenggaraan evaluasi program dan kegiatan kepada seksi dan pejabat non struktural dalam lingkup pemberdayaan usaha kecil dan menengah.
(4) Rincian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a) Menyiapkan dan merumuskan kebijakan di bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah
b) Memantau, menganalisa, mengevaluasi laporan tentang masalah atau kegiatan di bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah c) Melaksanakan koordinasi bidang pemberdayaan usaha kecil dan
menengah dengan lembaga lain atau bidang teknis lainnya
d) Melaksanakan tugas di bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah yang diberikan oleh atasan
e) Menyusun laporan rencana dan program kerja bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah
f) Mendistribusikan tugas kepada staf sesuai bidangnya
g) Memantau, mengevaluasi dan mengendalikan pelaksanaan tugas atau kegiatan staf
h) Menyusun pedoman dan petunjuk teknis pembinaan usaha kecil dan menengah
i) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk memfasilitasi pembinaan pemberdayaan usaha kecil dan menengah
j) Mengoordinasikan penyusunan anggaran satuan kerja bidang
pemberdayaan usaha kecil dan menengah dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM
k) Melakukan pembinaan, evaluasi dan pengawasan terhadap kegiatan pemberdayaan usaha kecil dan menengah
l) Mempersiapkan bahan pembinaan dan pedoman dan pengembangan SDM
m) Menginventarisir permasalahan tentang pengembangan SDM koperasi dan UKM dan mencari solusinya
n) Menyusun database pelaku usaha kecil mulai dari kecamatan dan skala kabupaten.
Pasal 17
(1) Seksi pengembangan usaha kecil dan menengah dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas pokok menyusun rencana, melaksanakan perumusan kebijakan di seksi pengembangan usaha kecil dan menengah, membagi tugas, memberi petunjuk dan menilai pelaksanaan tugas staf pada seksi pengembangan usaha kecil dan menengah serta melaksanakan tugas-tugas teknis pada seksi pengembangan usaha kecil dan menengah.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Seksi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah mempunyai fungsi:
a) Penyusunan program dan kegiatan seksi pengembangan usaha kecil dan menengah
b) Pelaksanaan program dan kegiatan seksi pengembangan usaha kecil dan menengah
c) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian , pengawasan program dan kegiatan pejabat non struktural dalam lingkup seksi pengembangan usaha kecil dan menengah
d) Pelaksanaan evaluasi program kegiatan seksi pengembangan usaha kecil dan menengah.
(3) Rincian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a) Menyiapkan dan merumuskan kebijaksanaan di seksi pengembangan usaha kecil dan menengah
b) Memantau, menganalisa, mengevaluasi laporan tentang masalah atau kegiatan di seksi pengembangan usaha kecil dan menengah c) Melaksanakan koordinasi seksi pengembangan usaha kecil dan
menengah dengan seksi lainnya
d) Melaksanakan kegiatan peningkatan SDM pelaku usaha kecil dan menengah
e) Melaksanakan tugas di seksi pengembangan usaha kecil dan menengah yang diberikan oleh atasan
f) Mempelajari dan mengimplementasikan peraturan perundang- undangan di seksi pengembangan usaha kecil dan menengah g) Melaksanakan koordinasi dengan seksi terkait dalam pelaksanaan
tugas
h) Menginventarisasi permasalahan dalam pelaksanaan tugas seksi
pengembangan usaha kecil dan menengah dan mencari pemecahannya
i) Melakukan monitoring dan evaluasi serta pelaporan perkembangan pelaku usaha kecil dan menengah mikro ke tingkatan provinsi dan nasional
j) Menyusun rencana dan program kerja seksi pengembangan usaha kecil dan menengah
k) Memantau, mengevaluasi, mengendalikan pelaksanaan kegiatan usaha kecil dan menengah.
Pasal 18
(1) Seksi penguatan dan pengembangan usaha dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas pokok menyusun rencana, melaksanakan perumusan kebijakan di seksi penguatan dan pengembangan usaha, membagi tugas, memberi petunjuk dan menilai pelaksanaan tugas staf pada seksi penguatan dan pengembangan usaha.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Seksi Penguatan dan Pengembangan Usaha mempunyai fungsi:
a) Penyusunan program dan kegiatan seksi penguatan dan pengembangan usaha
b) Pelaksanaan program dan kegiatan seksi penguatan dan pengembangan usaha
c) Pembinaan pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan pejabat non struktural dalam lingkup seksi penguatan dan pengembangan usaha
d) Pelaksanaan evaluasi program kegiatan seksi penguatan dan pengembangan usaha.
(3) Rincian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a) Menyiapkan dan merumuskan kebijaksanaan di seksi penguatan dan pengembangan usaha
b) Memantau, menganalisa, mengevaluasi permasalahan kegiatan di seksi penguatan dan pengembangan usaha
c) Melakukan koordinasi dengan seksi teknis lainnya tentang penguatan pengembangan usaha
d) Menyusun kalender kegiatan pelatihan dan pendidikan usaha e) Menyusun materi dan silabi kegiatan diklat usaha
f) Melaksanakan diklat-diklat atau semacamnya tentang pengembangan usaha bagi pengelola koperasi dan pelaku UKM g) Melakukan monitoring dan evaluasi tentang implementasi diklat
usaha begi pengelola koperasi dan pelaku UKM h) Melakukan koordinasi antar seksi teknis
i) Melakukan pengkajian dan penelaahan tengtang kebutuhan diklat usaha
j) Melakukan pembagian tugas pada staf serta menilai prestasi kerja staf.