BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Objek Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Toko Roti Naufal Bakery
Toko roti Naufal Bakery berdiri sejak 4 April 2009 dengan status pemilikan sendiri di Bontoa Desa Moncobalang Kabupaten Gowa.
Namun, Toko Roti Naufal Bakery merupakan perusahaan bergerak dibidang produk roti dan kue. Bermula dari hobi yang kemudian ditekuni untuk dilanjutkan sebagai usaha, pemilik toko roti Naufal Bakery & Cake yaitu Bapak Said yang mulai mengembangkan Toko Roti Naufal Bakery sampai saat ini. Bapak Said berperan langsung dalam proses pembuatan roti. Hal ini menjadikan Naufal Bakery sebagai produk ciri khas Kabupaten Gowa. Ide pembuatan roti Bapak Said pada umumnya merupakan ide yang ingin dilakukan dalam memproduksi roti yang banyak direspon positif dan disukai para konsumen. Toko Roti Naufal Bakery tidak hanya memproduksi berbagai jenis roti saja, tetapi juga memproduksi beraneka macam kue. Hal ini dilakukan untuk memberikan bentuk variasi kepada para pelanggan Naufal Bakery. Dari tahun ke tahun respon masyarakat akan roti terus-menerus menigkat, dengan demikian meningkat pula jumlah produksi. Saat ini Toko Roti Naufal Bakery memproduksi berbagai macam jenis rasa roti dan juga telah memproduksi pesanan kue bagi konsumen.
2. Visi dan Misi Perusahaan Visi :
Menyediakan produk roti yang berkualitas tinggi namun dengan harga yang terjangkau yang bersaing serta memberikan pelayanan terhadap konsumen yang memuaskan.
Misi :
1. Menciptakan tenaga kerja yang ahli dan kompeten serta memiliki imtaq dan iptek yang kuat.
2. Memberikan kepuasaan bagi para konsumen.
3. Menjadi usaha yang terdepan di bidangnya.
4. Memperluas lapangan kerja untuk masyarakat sekitar tempat produksi pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Gowa.
3. Struktur Organisasi Naufal Bakery
Suatu perusahaan selayaknya memiliki koordinasi dan garis perintah yang jelas. Untuk mempermudah koordinasi tersebut dibutuhkan suatu struktur organisasi yang dapat dipahami setiap karyawan, karena hal ini dapat menjamin kelancaran pelaksana kegiatan-kegiatan perusahaan. Dalam kegiatan suatu perusahaan baik itu perusahaan komersil atau non komersil, diperlukan adanya Kerjasama dan jalur komunikasi antara para anggota dalam mencapai tujuan yang telah digariskan terlebih dahulu.
Struktur organisasi yang baik haruslah memenuhi syarat efektif dan efisien. Suatu struktur organisasi efektif apabila struktur organisasi tersebut memberi sumbangan pada tiap-tiap individu dalam mencapai sasaran organisasi. Sedangkan struktur organisasi yang efisien adalah jika memudahkan mencapai tujuan-tujuan dalam organisasi. Selain itu
organisasi perusahaan yang baik adalah organisasi yang dinamis dan fleksibel.
Bentuk dan struktur organisasi yang digunakan oleh suatu perusahaan akan mendukung tujuan yang hendak dicapai.
Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap perusahaan dalam mencapai tujuannya tidaklah dilakukan secara sendiri-sendiri oleh pimpinan perusahaan atau pemilik perusahaan, melainkan dilakukan secara Bersama-sama oleh orang-orang yang terdapat dalam perusahaan dimana masing-masing anggota organisasi tersebut bekerjasama dibidang masing-masing sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh perusahaan.
Adapun struktur organisasi pada usaha roti Naufal Bakery adalah struktur organisasi fungsional, yaitu bentuk organisasi dimana bawahan mendapat perintah dari pimpinan dan masing-masing karyawan menguasai yaitu keahlian tertentu serta bertanggung jawab dan mempunyai wewenang sepenuhnya atas bidangnya masing-masing.
Untuk jelasnya penulis gambarkan struktur organisasi Toko Roti Naufal Bakery yaitu :
Gambar 4.1
Sumber : Toko Roti Naufal Bakery Keterangan :
1. Pemilik Usaha, bertugas menjadi pimpinan yang melakukan pengawasan serta menentukan arah jalannya usaha yang dilakukan.
2. Manager, bertugas untuk mengawasi penjualan serta produksi hingga sampai proses pemasaran produk.
3. Bagian transportasi, bertugas mengantar pesanan toko dan pesanan pelanggan lainnya.
4. Bagian produksi, bertugas membuat roti dan kue serta bertanggung jawab atas bahan-bahan keperluan pembuatan roti dan kue tersebut.
Pemilik Usaha
Manager
Bagian Transportasi Bagian Produksi
4. Peralatan
Produk roti yang berkualitas tidak hanya terbuat dari bahan- bahan yang berkualitas tetapi juga berasal dari penggunaan alat/mesin yang sudah modern agar produksi roti bisa dilakukan dengan cepat. Alat yang digunakan oleh Naufal bakery merupakan rekomendasi alat yang diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Peralatan yang digunakan Naufal Bakery untuk produksi roti adalah sebagai berikut : 1) Mixer (untuk mencampur bahan menjadi satu) sebanyak unit, 2) Brend slicer (alat pemotong tori tawar) sebanyak 1 unit,
3) Meja kerja,
4) Oven (pemanggang adonan) sebagnyak 5 unit, 5) Timbangan,
6) Gelas ukur,
7) Sheeter (untuk menciptakan adonan sebalum dilipat atau dipotong), 8) Baking tray (tempat untuk mengistirahatkan adonan yang yang
bersuhu panas dan lembab),
9) Alat pendukung seperti kuas (untuk mengoleskan roti).
5. Proses Produksi Roti
Produksi merupakan proses membuat suatu produk baik barang maupun jasa dari bahan baku tertentu menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Proses produksi yang dilakukan Naufal Bakery setiap hari dengan jumlah ± 1000 dengan 50- 80 varian. Varian yang diproduksi bergantung dari pesanan yang masuk, semakin banyak pesanan yang masuk, maka semakin banyak pula produksi roti, jika pesanan sedikit maka akan sedikit pula produksinya. Roti yang diproduksi setiap hari berbeda-beda agar konsumen tidak merasa bosan dengan varian rasa yang ditawarkan.
Produksi Naufal Bakery terkadang mengalami penurunan terkadang naik, bahkan naik drastis. Kenaikan yang drastis pada saat bulan Ramadhan, tahun baru, perayaan hari besar agama dan hari libur bisa mencapai 2000 bahkan bisa lebih. Naufal Bakery memproduksi berbagai jenis roti.
Salah satu faktor penunjang berlangsungnya kegiatan produksi tentu saja ketersediaan bahan baku yang dengan standar yang telah ditentukan oleh Naufal Bakery. Jenis bahan baku yang digunakan Naufal Bakery adalah sebagai berikut :
1. Bahan Utama
Bahan baku yang digunakan oleh Naufal Bakery adalah tepung terigu, telur, ragi dan mentega. Naufal Bakery memilih bahan baku bermutu yang telah memiliki sertifikasi halal dari MUI untuk melaksanakan proses produksi. Ketetapan pemilihan jenis tepung terigu sangat berpengaruh terhadap hasil akhir produksi. Oleh sebab itu, Naufal Bakery rela mengeluarkan dana yang lebih tinggi untuk mendapatkan bahan baku terbaik. Bahan baku produksi ini diperoleh dari pemasok yang bekerjasama dengan Naufal Bakery dan memiliki sertifikat halal MUI.
2. Bahan Penunjang
Bahan penunjang dalam pembuatan roti dapat terdiri dari dua jenis yaitu bahan campuran adonan terigu dan bahan taburan (topping). Bahan-bahan penunjang yang digunakan untuk campuran adonan roti yaitu : gula pasir, vanili, yeast. Sedangkan bahan penunjang yang digunakan sebagai topping memiliki fungsi utama untuk memperindah tampilan roti agar konsumen semakin tertarik.
Adapun bahan-bahan yang biasanya digunakan untuk topping dan isi roti yaitu cokelat cair, coklat batang, susu bubuk, keju, margarin, cabai, kacang mede, pisang, blueberry, abon, chocochips dan daging sapi. Semua bahan penunjang digunakan dalam proses produksi roti adalah bahan-bahan yang telah memiliki sertifikat halal MUI.
3. Kemasan
Pengemasan merupakan proses terakhir dalam melakukan produksi. Proses ini menentukan tampilan luar produk dan ketehanan produk hingga ke tangan konsumen. Jenis kemasan yang digunakan Naufal Bakery untuk mengemas produknya yaitu plastik dan kemasan kotak dengan berbagai ukuran sesuai jenis roti.
Naufal bakery melengkapi kemasan plastik setiap produknya dengan informasi penting seperti logo Naufal Bakery, Nomor Dep.Kes.RI.P-IRT. 206730601225, dan Nomor LP.POM MUI 06200004611111. Sedangkan kemasan kotak dilengkapi dengan logo Naufal Bakery, Nomor Depkes P-IRT, Logo dan dan Nomor Halal MUI. Berikut merupakan gambar alur produksi.
Gambar 4.2 Proses Produksi
Menyediakan bahan Penimbang bahan
sesuai takaran yang telah ditentukan
Mencampur bahan ke dalam loyang
Dikemas Mencetak adonan
Ditimbang sesuai berat, ukuran yang
telah ditentukan
Proving/dimasukkan kedalam penghangat Campur dengan bahan
penunjang
Dikeluarkan dan di dinginkan Dimasukkan ke
oven Mixer