BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
B. Penelitian Terdahulu
Tinjauan empiris sangat diperlukan sebagai tambahan referensi dan sebagai salah satu bahan pemikiran bagi peneliti dalam penelitian ini.
Berikut ini beberapa penelitian terdahulu yang sudah membahas tentang strategi pemasaran dalam meningkatkan minat beli konsumen.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Nama/tahun Judul Metode Hasil Penelitian 1. Aldar
Faikar/2012
Analisis Pengaruh
Kualitas Produk, Harga, dan Daya Tarik Iklan Terhadap Minat Beli Sepeda Motor Yamaha
SS Cabang
Kedung Mundur Semarang.
Kualitatif Hasil penelitian menunjukkan
bahwa desain produk, harga, dan daya tarik iklan berpengaruh positif terhadap minat beli sepeda motor Yamaha SS Cabang Kedung Mundur Semarang.
2. Eriza Yolanda Maldina/201 7
Strategi
Pemasaran Islami Dalam
Meningkatkan Penjualan Pada Butik Calista.
Kualitatif Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ditinjau dari strategi pemasaran Islami, Butik Calista menerapkan konsep strategi pemasaran konvensional dan strategi pemasaran Islami.
3. Widia Resti Ayu
/2020
Stragtegi Pemasaran Dalam
Meningkatkan Penjualan Pada Toko Bag Corner Ponorogo.
Kualitatif Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penerapan strategi pemasaran sangat berperan dalam meningkatkan penjualan pada Toko Bag Corner.
4. Rahmawati/
2017
Strategi Pemasaran Usaha Roti (Studi Kasus CV. Roti Daeng
Makassar).
Kualitatif Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh CV. Roti Daeng adalah
memanfaatkan kemajuan teknologi dengan lebih mengaktifkan
wesite, melakukan promosi melalui media, membuka cabang baru, dan meningkatkan jumlah produksi.
5. Devidly / 2019
Analisis Strategi Pemasaran Makanan
Tradisional Kue Bangkit Kembang
Melati Di
Pekanbaru
Kualitatif Hasil dari penelitian diketahui bahwa strategi pemasaran yang dinilai dari indikator kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman dalam
kategori setuju. Hal ini menandakan dalam penerapan strategi pemasaran pada usaha kue bangkit kembang melati Hj. Martijah sudah sesuai dengan kondisi
pasar dan
permintaan
konsumen serta pertimbangan lokasi dan harga yang akan ditawarkan sehingga banyak meningkatkan minat masyarakat untuk membeli produk ini.
Kelemahan dalam strategi pemasaran pada usaha kue bangkit kemabng melati Hj. Martijah antara lan promosi produk yang kurang efektif dan jaringa yang kurang luas sehingga tidak banyak titik pemasaran produk.
C. Kerangka Pemikiran
Kerangka pikir adalah miniatur dari keseluruhan proses penelitian, berdasarkan teori yang peneliti kaji maka untuk menjawab pertanyaan dari penelitian, selanjutnya digambarkan kerangka pikir berikut ini:
Gambar 2.1
Naufal Bakery
Peningkatan Minat Beli Konsumen
Differentiation Positioning
Segmentasi Target
Strategi Pemasaran
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dilakukan yaitu penelitian lapangan.
Dimana Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan di lokasi yang akan diteliti, tempat yang dipilih sebagai lokasi untuk menyelidiki gejala objektif yang terjadi serta dilaksanakan penyusunan laporan ilmiah.
Penelitian ini dilaksanakan secara langsung yaitu Naufal Bakery di Bontoa Desa Moncobalang Kabupaten Gowa.
B. Fokus Penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Deskriptif yaitu suatu penilitian yang bermaksud mengadakan pemeriksaan dan pengukuran- pengukuran terhadap gejala tertentu. Sedangkan menurut Sudarto, kualiatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis atau lisan dari orang atau perilaku yang dapat diamati.
Berdasarkan uraian tersebut, jadi penelitian deskriptif kualitatif adalah menggambarkan fakta apa adanya dengan cara sistematis dan akurat dengan kata-kata, yaitu tentang mendeskripsikan strategi pemasaran di Naufal Bakery dalam menarik minat beli konsumen.
C. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di UD Naufal Bakery, Bontoa Desa Moncobalang Kabupaten Gowa, dengan penelitian lapangan yaknidengan melakukan pengumpulan data penelitian secara langsung pada objek
dengan maksud diperoleh data lapangan yang dijamin kebenaran dalam bentuk pengajuan wawancara.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan masa penelitian, yaitu mulai bulan Januari dengan Februari 2022.
D. Jenis dan Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan sumber data primer dan sumber data sekunder.
1. Sumber Data Primer
Peneliti mengambil sampel Bapak Said selaku pemilik Sumber data primer adalah data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari sumber pertamanya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik sampling dalam menentukan narasumber pelanggan. Sampel aksidental (accidental sampling) adalah metode penentuan sampel yang didasarkan secara kebetulan, tanpa ada pertimbangan apapun. Yang dimaksud unsur kebetulan adalah siapa saja yang secara kebetulan dapat ditemui dengan pewawancara/peneliti. Serta menggunakan teknik Purposive Sampling, merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak U D Naufal Bakery, Marwani dan Latifah selaku Karyawan Naufal Bakery dan Konsumen Naufal Bakery.
2. Sumber Data Sekunder
Menurut Sugiono (2016:225) data sekunder merupakan sumber data tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau lewat dokumen. Sumber data sekunder diperoleh berupa buku yang berkaitan dengan penelitian diantaranya Pengantar Bisnis, Manajemen Bisnis, Perilaku Konsumen dalam Persaingan Bisnis Kontemporer, serta diperoleh dari struktur organisasi Naufal Bakery dan surat perizinan usaha.
E. Informan
➢ Data Primer (Utama)
Tabel 3.1
No. Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan
1. Muh. Said 45 Thn L Pemilik Usaha
➢ Data Sekunder (Tambahan)
Tabel 3.2
NO Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan
1 Dg. Lumu 42 P Karyawan
2 Nasrah 19 P Karyawan
3 Reza 25 L Karyawan
F. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan salah satu hal yang krusial dan penting untuk ditentukan agar penelitian dapat dilakukan lebih lancar dan terkendali. Teknik pengumpulan data juga dilakukan untuk meminimalisir hambatan dan kesalahan dalam penelitian yang akan dilakukan. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditentukan.
Peneliti mengumpul dan mencatat data-data dalam penelitian dengan menggunakan dua metode, yaitu:
1. Wawancara (Interview)
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melaui tatap muka dan tanya jawab secara langsung antara peneliti dan narasumber. Peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur, dalam hal ini mula-mula interviewer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan mendalam. Sasaran wawancara yaitu Bapak Said selaku Pemilik Naufal Bakery, Marwani dan Latifah selaku karyawan dan konsumen Naufal Bakery.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan sebuah cara yang dilakukan untuk menyediakan berbagai macam dokumen. Salah satu caranya dengan menggunakan bukti yang akurat dari pencatatan sumber informasi. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-
benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan- peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.
Dokumentasi ini digunakan untuk mencari dan mengumpulkan informasi tertulis yang berkenaan dengan keadaan dan keterangan yang berkaitan dengan penelitian ini. Misalnya, profil perusahaan dan daftar harga produk Naufal Bakery.
BAB VI
HASIL DAN PEMAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Toko Roti Naufal Bakery
Toko roti Naufal Bakery berdiri sejak 4 April 2009 dengan status pemilikan sendiri di Bontoa Desa Moncobalang Kabupaten Gowa.
Namun, Toko Roti Naufal Bakery merupakan perusahaan bergerak dibidang produk roti dan kue. Bermula dari hobi yang kemudian ditekuni untuk dilanjutkan sebagai usaha, pemilik toko roti Naufal Bakery & Cake yaitu Bapak Said yang mulai mengembangkan Toko Roti Naufal Bakery sampai saat ini. Bapak Said berperan langsung dalam proses pembuatan roti. Hal ini menjadikan Naufal Bakery sebagai produk ciri khas Kabupaten Gowa. Ide pembuatan roti Bapak Said pada umumnya merupakan ide yang ingin dilakukan dalam memproduksi roti yang banyak direspon positif dan disukai para konsumen. Toko Roti Naufal Bakery tidak hanya memproduksi berbagai jenis roti saja, tetapi juga memproduksi beraneka macam kue. Hal ini dilakukan untuk memberikan bentuk variasi kepada para pelanggan Naufal Bakery. Dari tahun ke tahun respon masyarakat akan roti terus-menerus menigkat, dengan demikian meningkat pula jumlah produksi. Saat ini Toko Roti Naufal Bakery memproduksi berbagai macam jenis rasa roti dan juga telah memproduksi pesanan kue bagi konsumen.
2. Visi dan Misi Perusahaan Visi :
Menyediakan produk roti yang berkualitas tinggi namun dengan harga yang terjangkau yang bersaing serta memberikan pelayanan terhadap konsumen yang memuaskan.
Misi :
1. Menciptakan tenaga kerja yang ahli dan kompeten serta memiliki imtaq dan iptek yang kuat.
2. Memberikan kepuasaan bagi para konsumen.
3. Menjadi usaha yang terdepan di bidangnya.
4. Memperluas lapangan kerja untuk masyarakat sekitar tempat produksi pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Gowa.
3. Struktur Organisasi Naufal Bakery
Suatu perusahaan selayaknya memiliki koordinasi dan garis perintah yang jelas. Untuk mempermudah koordinasi tersebut dibutuhkan suatu struktur organisasi yang dapat dipahami setiap karyawan, karena hal ini dapat menjamin kelancaran pelaksana kegiatan-kegiatan perusahaan. Dalam kegiatan suatu perusahaan baik itu perusahaan komersil atau non komersil, diperlukan adanya Kerjasama dan jalur komunikasi antara para anggota dalam mencapai tujuan yang telah digariskan terlebih dahulu.
Struktur organisasi yang baik haruslah memenuhi syarat efektif dan efisien. Suatu struktur organisasi efektif apabila struktur organisasi tersebut memberi sumbangan pada tiap-tiap individu dalam mencapai sasaran organisasi. Sedangkan struktur organisasi yang efisien adalah jika memudahkan mencapai tujuan-tujuan dalam organisasi. Selain itu
organisasi perusahaan yang baik adalah organisasi yang dinamis dan fleksibel.
Bentuk dan struktur organisasi yang digunakan oleh suatu perusahaan akan mendukung tujuan yang hendak dicapai.
Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap perusahaan dalam mencapai tujuannya tidaklah dilakukan secara sendiri-sendiri oleh pimpinan perusahaan atau pemilik perusahaan, melainkan dilakukan secara Bersama-sama oleh orang-orang yang terdapat dalam perusahaan dimana masing-masing anggota organisasi tersebut bekerjasama dibidang masing-masing sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh perusahaan.
Adapun struktur organisasi pada usaha roti Naufal Bakery adalah struktur organisasi fungsional, yaitu bentuk organisasi dimana bawahan mendapat perintah dari pimpinan dan masing-masing karyawan menguasai yaitu keahlian tertentu serta bertanggung jawab dan mempunyai wewenang sepenuhnya atas bidangnya masing-masing.
Untuk jelasnya penulis gambarkan struktur organisasi Toko Roti Naufal Bakery yaitu :
Gambar 4.1
Sumber : Toko Roti Naufal Bakery Keterangan :
1. Pemilik Usaha, bertugas menjadi pimpinan yang melakukan pengawasan serta menentukan arah jalannya usaha yang dilakukan.
2. Manager, bertugas untuk mengawasi penjualan serta produksi hingga sampai proses pemasaran produk.
3. Bagian transportasi, bertugas mengantar pesanan toko dan pesanan pelanggan lainnya.
4. Bagian produksi, bertugas membuat roti dan kue serta bertanggung jawab atas bahan-bahan keperluan pembuatan roti dan kue tersebut.
Pemilik Usaha
Manager
Bagian Transportasi Bagian Produksi
4. Peralatan
Produk roti yang berkualitas tidak hanya terbuat dari bahan- bahan yang berkualitas tetapi juga berasal dari penggunaan alat/mesin yang sudah modern agar produksi roti bisa dilakukan dengan cepat. Alat yang digunakan oleh Naufal bakery merupakan rekomendasi alat yang diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Peralatan yang digunakan Naufal Bakery untuk produksi roti adalah sebagai berikut : 1) Mixer (untuk mencampur bahan menjadi satu) sebanyak unit, 2) Brend slicer (alat pemotong tori tawar) sebanyak 1 unit,
3) Meja kerja,
4) Oven (pemanggang adonan) sebagnyak 5 unit, 5) Timbangan,
6) Gelas ukur,
7) Sheeter (untuk menciptakan adonan sebalum dilipat atau dipotong), 8) Baking tray (tempat untuk mengistirahatkan adonan yang yang
bersuhu panas dan lembab),
9) Alat pendukung seperti kuas (untuk mengoleskan roti).
5. Proses Produksi Roti
Produksi merupakan proses membuat suatu produk baik barang maupun jasa dari bahan baku tertentu menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Proses produksi yang dilakukan Naufal Bakery setiap hari dengan jumlah ± 1000 dengan 50- 80 varian. Varian yang diproduksi bergantung dari pesanan yang masuk, semakin banyak pesanan yang masuk, maka semakin banyak pula produksi roti, jika pesanan sedikit maka akan sedikit pula produksinya. Roti yang diproduksi setiap hari berbeda-beda agar konsumen tidak merasa bosan dengan varian rasa yang ditawarkan.
Produksi Naufal Bakery terkadang mengalami penurunan terkadang naik, bahkan naik drastis. Kenaikan yang drastis pada saat bulan Ramadhan, tahun baru, perayaan hari besar agama dan hari libur bisa mencapai 2000 bahkan bisa lebih. Naufal Bakery memproduksi berbagai jenis roti.
Salah satu faktor penunjang berlangsungnya kegiatan produksi tentu saja ketersediaan bahan baku yang dengan standar yang telah ditentukan oleh Naufal Bakery. Jenis bahan baku yang digunakan Naufal Bakery adalah sebagai berikut :
1. Bahan Utama
Bahan baku yang digunakan oleh Naufal Bakery adalah tepung terigu, telur, ragi dan mentega. Naufal Bakery memilih bahan baku bermutu yang telah memiliki sertifikasi halal dari MUI untuk melaksanakan proses produksi. Ketetapan pemilihan jenis tepung terigu sangat berpengaruh terhadap hasil akhir produksi. Oleh sebab itu, Naufal Bakery rela mengeluarkan dana yang lebih tinggi untuk mendapatkan bahan baku terbaik. Bahan baku produksi ini diperoleh dari pemasok yang bekerjasama dengan Naufal Bakery dan memiliki sertifikat halal MUI.
2. Bahan Penunjang
Bahan penunjang dalam pembuatan roti dapat terdiri dari dua jenis yaitu bahan campuran adonan terigu dan bahan taburan (topping). Bahan-bahan penunjang yang digunakan untuk campuran adonan roti yaitu : gula pasir, vanili, yeast. Sedangkan bahan penunjang yang digunakan sebagai topping memiliki fungsi utama untuk memperindah tampilan roti agar konsumen semakin tertarik.
Adapun bahan-bahan yang biasanya digunakan untuk topping dan isi roti yaitu cokelat cair, coklat batang, susu bubuk, keju, margarin, cabai, kacang mede, pisang, blueberry, abon, chocochips dan daging sapi. Semua bahan penunjang digunakan dalam proses produksi roti adalah bahan-bahan yang telah memiliki sertifikat halal MUI.
3. Kemasan
Pengemasan merupakan proses terakhir dalam melakukan produksi. Proses ini menentukan tampilan luar produk dan ketehanan produk hingga ke tangan konsumen. Jenis kemasan yang digunakan Naufal Bakery untuk mengemas produknya yaitu plastik dan kemasan kotak dengan berbagai ukuran sesuai jenis roti.
Naufal bakery melengkapi kemasan plastik setiap produknya dengan informasi penting seperti logo Naufal Bakery, Nomor Dep.Kes.RI.P-IRT. 206730601225, dan Nomor LP.POM MUI 06200004611111. Sedangkan kemasan kotak dilengkapi dengan logo Naufal Bakery, Nomor Depkes P-IRT, Logo dan dan Nomor Halal MUI. Berikut merupakan gambar alur produksi.
Gambar 4.2 Proses Produksi
Menyediakan bahan Penimbang bahan
sesuai takaran yang telah ditentukan
Mencampur bahan ke dalam loyang
Dikemas Mencetak adonan
Ditimbang sesuai berat, ukuran yang
telah ditentukan
Proving/dimasukkan kedalam penghangat Campur dengan bahan
penunjang
Dikeluarkan dan di dinginkan Dimasukkan ke
oven Mixer
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Setiap usaha baik yang bergerak di bidang produk ataupun jasa, mempunyai tujuan untuk tetap dan berkembang, tujuan tersebut dapat dicapai melalui upaya untuk dapat meningkatkan tingkat keuntungan perusahaan. Hal ini dapat dilakukan, jika perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan minat penjualan produk yang mereka produksi. Penerapan strategi pemasaran yang akurat melalui pemanfataan peluang dalam meningkatkan penjualan sehingga posisi atau kedudukan perusahaan dipasar dapat di tingkatkan atau dipertahankan.
Naufal Bakery merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang produksi makanan. Strategi pemasaran dari setiap perusahaan merupakan suatu rencana keseluruhan untuk mencapai tujuan dari perusahaan. Meskipun beberapa perusahaan mempunyai tujuan yang sama tetapi strategi yang digunakan dapat berbeda-beda. Penetapan strategi yang terarah akan dapat membantu sebuah perusahaan dalam menyampaikan produk kepada konsumen sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
Persaingan dalam bisnis yang bergerak dibidang produksi makanan sangatlah ketat, sehingga manuntut perusahaan untuk melaksanakan strategi pemasaran yang terarah agar mampu menghadapi dan memenangkan persaingan antar perusahaan yang sejenis. Strategi yang digunakan Naufal Bakery untuk memenangkan persaingan adalah strategi segmentation, targeting, positioning, dan differentiation yang penjelasannya sebagai berikut:
1) Segmentation
Pada dasarnya pasar memiliki sifat-sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, akan sulit bagi perusahaan untuk memasarkan produknya tanpa melakukan segmentasi pasar dan menyeleksi pasar sesuai dengan kemampuan perusahaan. segmentasi pasar merupakan cara bagi perusahaan untuk menggelompokkan pasar yang bersifat heterogen ke dalam bagian pasar yang bersifat homogen.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan harus dapat menentukan dan memilih pasar yang ditawarkan, sehingga pasat dapat terpenuhi kebutuhannya dan pemasaran dapat berjalan dengan efektif. Dalam pelaksanaan segmentasi pasar yang dilakukan pemilik toko roti Naufal Bakery yaitu segmentasi demografis. Perusahaan menargetkan semua kalangan konsumen memilih segmen pasar dengan tingkat perekonomian menengah kebawah, sesuai dengan yang disampaikan oleh bapak said yang merupakan pemilik toko roti Naufal Bakery, yang lebih awal mendirikan Naufal Bakery mengatakan bahwa :
“Segmentasi yang saya terapkan di Naufal Bakery yaitu segmentasi demografis, karena pasar sasarannya untuk semua kalangan baik dari kalangan anak-anak hingga di kalangan orang dewasa”.
2) Targeting
Setelah menentukan segmen pasar yang akan dilayani maka Langkah selanjutnya adalah memilih satu atau target pasar yang potensial memberikan keuntungan bagi perusahaan. Evaluasi beragam segmen ini didasarkan pada daya Tarik yang dimiliki oleh segmen tersebut. Naufal Bakery dimana target atau sasaran pasarnya berasal dari semua kalangan masyarakat Kab. Gowa khususnya di Kec. Barombong, Kec. Pallangga dan Kec. Bajeng karena masyarakat dari ketiga kecamatan tersebut.
Sesuai dengan yang disampaikan bapak Said mengatakan bahwa :
”Masyarakat Kabupaten Gowa khususnya kecamatan Barombong, kec.
Pallangga, dan kecamatan Bajeng dengan status ekonomi menengah ke bawah. Karena rata-rata masyarakat dari ke 3 kecamatan tersebut memiliki ekonomi menengah ke bawah yang cocok dengan produk- produk Naufal Bakery.”
3) Positioning
Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak konsumen dari sebuah nama perusahaan. Positioning menyangkut bagaimana sebuah produksi dinilai dan dilihat di mata konsumen, serta apa yang bisa membuat konsumen mengingat produk tersebut dan bisa membedakannya dengan produk lainnya. Keberhasilan positioning sangat ditentukan oleh kemampuan sebuah perusahaan untuk mendeferensiasikan atau memberi nilai superior kepada palenggan.
Dalam melakukan positioning Naufal Bakery menggunakan positioning harga dan kualitas produk dengan harga yang lebih murah dan memiliki kualitas lebih baik daripada produk pesaing akan membuat produk tersebut lebih melekat di benak para konsumen.
Sesuai dengan yang disampaikan Pak Said mengatakan bahwa :
“Dari segi harga yang murah dan terjangkau untuk dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Dengan produk kekinian, masayarakat akan tertarik dengan adanya roti murah tapi dengan rasa dan bentuk yang beda dari roti yang harga sama di pasaran.
Sejauh ini konsumen menerima dan suka dengan semua varian roti Naufal Bakeri.”
4) Differentiation
Differentiation adalah proses pembedaan suatu produk atau jasa untuk membuatnya lebih menarik terhadap suatu pasar sasaran tertentu. Naufal Bakery mengenalkan produknya dengan design roti dengan harga lebih murah dan rasa yang lebih ringan serta bervariasi.
Selain itu, produk Naufal Bakery juga menarik minat konsumen dengan memperkenalkan berbagai varian rasa serta berbagai macam bentuk roti. Naufal Bakery juga menawarkan produk dengan memberikan harga diskon.
Sesuai yang disampaikan pak Said dan Ibu Lu’mu mengatakan bahwa :
“Naufall Bakery memberikan Kualitas terbaik dengan roti yang lain tetapi harga tetap sama di pasaran, juga design roti kekinian dan lebih menarik hati para konsumen. Nuafal Bakery memberikan diskon pembelian roti semua varian dengan jumlah 10 buah akan diberikan diskon (pembeli hanya membayar 8 buah dan 2 buah bonusnya). Berlaku untuk pembelian kelipatan 10. Selama ini Naufal Bakery masih terbilang kurang dalam segi promosi, karena kami masih mengandalkan promosi dari pendistribusi (reseller) yang menjajakan produk kami ke toko-toko di wilayah Kabupaten Gowa.”
BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti melalui wawacara dengan judul “Analisis Strategi Pemasaran Naufal Bakery Dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen” sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Segmentasi yang dilakukan oleh Naufal Bakery menggunakan segmentasi demografis.
2. Target dalam menentukan strategi pemilihan pasar sasaran atau target pasar Naufal Bakery menggunakan strategi semua kalangan.
3. Positioning yang dilakukan oleh Naufal Bakery yaitu mempertahankan kualitas produk yang variatif dan kekinian dengan harga merakyat.
4. Differentiation yang dilakukan oleh Naufal Bakery yaitu mempertahankan design produk dan beragam variasi rasa.
B. Saran
Dari hasil penelitian ini ada beberapa saran yang yang dapat disampaikan, yaitu :
1. Untuk meningkatkan pelayanan baik dari segi perilaku karyawan terhadap konsumen maupun peningkatan pelayanan melalui kualitas produk agar tetap bertahan ditengah banyaknya persaingan bisnis toko roti.
2. Untuk perusahaan agar kedepannya memanfaatkan kemajuan teknologi dengan lebih mengaktifkan media sosial, melakukan
promosi melalui medsos, membuka cabang baru, meningkatkan jumlah produksi, merekrut karyawan khususnya pada admin media sosial, dan menjaga harga jual tetap terjangkau.
3. Untuk perusahaan sebaiknya dikemasan produk dapat dicantumkan tanggal kadaluarsa serta perlu adanya peningkatan keterampilan SDM maupun manajemen agar dapat mendukung pelaksanaa strategi dalam memasarkan produk roti.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, H. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Aldan Faikar (2012) Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Daya Tarik Iklan terhadap Minat Beli Sepedea Motor Yamaha (Studi Kasus pada Konsumen Yamaha SSCabang Kedung Mundur Semarang).
Basu, Swastha. 2002. Manajemen Pemasaran Edisi Kedua. Cetakan Kedelapan.
Jakarta : Penerbit Libery, Jakarta.
Dharmesta, Badu Swasta. (2009). Pengantar Bisnis modern. Yogyakarta: Liberty, 2009.
Devidly, 2019. Analisis Strategi Pemasaran Makanan Tradisional Kue Bangkit Kembang Melati Di Pekanbaru. Skripsi, Universitas Islam Riau Pekanbaru.
Eriza, 2017. Strategi Pemasaran Islam Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Butik Calista. Skripsi, UIN Raden Fatah Palembang.
Kotler, dan Keller. (2009). Manajemen Pemasaran Edisi 13 jilid 1. Jakarta:
Erlangga.
Mulyadi. (2005). Akuntansi Biaya. Edisi ke-5. Yogyakarta: UPP Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Philip Khotler dan Gary Amstrong. (2008). Prinsip-Prinsip Pemasaran Edisi ke- 12, Jakarta Erlangga.
Rahmawati, 2017. Strategi Pemasaran Usaha Roti (Studi Kasus CV. Roti Daeng Makassar). Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Sugiyono. (2004). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sondang S.P. (1995). Manajemen Srategik, Edisi 1. Jakarta : Sinar Grafika.