• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Strategi SO (Strenghts Opportunities)

BAB 1 PENDAHULUAN

C. Strategi Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Pasar Agribisnis Desa Sumillan Kabupaten Enrekang

1. Deskripsi Strategi SO (Strenghts Opportunities)

a. Adanya bantuan dana dari pemerintah maka peluang tercipta seperti penambahan fasilitas.

Dalam meningkatkan hasil pertanian sangat diperlukan fasilitas, pemerintah berusaha menciptakan atau memfasilitasi suasana yang tertib, nyaman dan aman, termasuk memfasilitasi sarana dan prasarana.

Pemerintah telah memfasilitasi masyarakat petani melalui kelompok tani berupa, beberapa pompa air, selang/pipa air, mesin pendingin sayur- sayuran yang di tempatkan di pasar Agribisnis, mobil pengangkut hasil pertanian yaitu mobil box, mobil truk, mobil 3/4.

Tabel 4.6 Taksiran Harga Fasilitas

No Fasilitas Jumlah Fasilitas Taksiran Harga

1 Pompa air 3 Buah Rp 4.50.000,00

2 Selang air 30 Roll Rp 3.600.000,00

3 pipa air 170 Batang Rp 5.100.000,00

4 Kincir air 15 buah Rp 75.000.00

5 Mobil trasedia 1 buah Rp 23.000.000,00

Jumlah 229 Rp 32.225.000,00

Kantor : dinas pertanian dan perkebunaan

Dari tabel 4.6 di atas di ketahui bahwa pemerintah dalam hal ini dinas petanian dan perkebunaan kabupaten enrekang sudah berupaya dalam peningkatan fasilitas kepada masyarakat petani di Desa Sumillan, terbukti dengan pengadaan dana seperti yang ada pada tabel di atas. Meskipun dilakukan secara bertahap.

Berikut hasil kutipan wawancara dengan beberapa narasumber terkait dengan indikator fasilitas, wawancara dengan masyarakat.

“Menurut saya pemerintah harus lebih memperhatikan masyarakatnya terutama di desa-desa Kabupaten Enrekangini, apalagi berbicaramasalah pertanian,karena sebagian besar masyarakat Enrekang bergerak di bidang petanian dan perekebunaan jadi pemerintah khusunya Dinas Pertanian dan Perkebunaan harus betul-betul memperhatikan sarana dan prasaran untuk menunjang pertanian yang ada di kampung kita ini penyediaan fasilitas adalahhal yang paling penting untuk menunjanng tinggi dan rendahnya hasil produksi pertanian, penyediaan fasilitas seperti perintisan jalan tani dan juga penyediaan teknologi. Bisah kita lihat sampai saat ini banyak jalan tani yang tidak bisah dilewati kendaraan pengangkut hasil pertanian”.(wawancara dengan AH,10-februari 2015).

Senada dengan pendapat di atas terkait dengan bantuan dana dari Dinas Petanian dan Perkebunaan untuk penydiaan fasilitas dalam menunjang hasil pertanian dan perkebunaan Desa Sumillan.

“Terbatasnya fasilitas untuk masyarakat disebebkan kurangnya dana APBD untuk dinas petanian dan perkebunaan hal inilah dek yang menyebabkan terbatas dan tidak meratanya fasilitas sarana dan prasarana untuk meningkatkan hasil pertanian (wawancara MR, 10 feb 2013)”

Wawancara di atas menunjukan bahwa adanya kelemahan dalam peran Pemerintah seharusnya menunjang atau membantu masyarakat dan juga memberikan pelatihan kepada masyarakat agar bisa menguasai teknologi untuk menunjang pertanian mereka sehingga tidak melewati proses yang lama.

Pemerintah seharusnya mengulanginya pada tahun tahun berikutnya. Dimana itu sebuah tangung jawab pemerintah selaku pelayan bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Enrekang.

“Di Desa bubunbia Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang. Saya sangat merasakan kurangnya perhatian dari pemerintah dalam hal ini bantuan pasilitas seperti teknologi dan takkala pentinganya yaitu penyediaan atau perintisan jalan tani. Seperti saya dan masih banyak rekan-rekan petani yang merakasaanny kurangnya perhatian dari pihak pemerintah menyebabkan banyaknya hasil pertanian yang rusak/busuk karna tidak ada alat transpotasi yang bisah mengangkut pasca panen, apa lagi musim hujan seperti ini. (wawancara Sr , 10- februari-2015)

Senada dengan ungkapan pemrintah yang menyatakan bahwa sudah melakukan penyuluhan dan pendampingan terhadap pelaku petani.

“Tidak ada fasilitas pemerintah yang kami dapat, bisah di liat dari rendahnya pengetahuan petani mengenai teknologi pertanian dan juga jalan tani tidak bisah di lewati mobil pembawa sayuran hasil petanian dan perkebunaan harapan saya kepada pemerintah itu memberikan bantuan dana untuk perintisan jalan jalan tani (wawancara dengan usman 13 feb 2015)”

Wawancara diatas menunjukan bahwa adanya kelemahan dalam peran pemerintah yang seharusnya menunjang atau membantu dalam campur tangan pemerintah kepada masyarakat dengan bentuk pemberian fasilitas, baik alat penunjang pertanian maupun perkebunan.

““Menurut saya pemerintah sebagai pelayan masyarakat harus peka terhadap masyarakatnya yang selalu menginginkan uluran tangan dalam bantuan khususnya pada bidang pertanian dan perkebunaan, kurangnya alat dan minimnya pengetahuan mengenai teknologi pertanian, serta kurangnya transportasi sehingga

pengembangan hasil pertanian dan perkebunaan menjadi terkendala.

(wawancara dengan CI, 12 fenruari 2015)

Wawancara di atas menunjukan bahwa adanya kelemahan dalam peran pemerintah yang seharusnya menunjang atau membantu dalam campur tangan pemerintah kepada masyarakat, dimana pemerintah harus memperkuat sumber daya manusia karena pengetahuan teknologi dan informasi serta tingkat keseriusan yang masih sangat kurang untuk mengembangakan hasil pertanian dan perkebunaan dimana itu adalah sebuah tangung jawab pemerintah selaku pelayan bagi masyarakat khususnya di desa-desa yang banyak belum terjangkau bantuan pemerintah.

“Beberapa akhir ini sejak kepemimpinaan pak Muslimin Bando, pemerintah sudah berbenah diri untuk mensejahterah kan rakyatnya, karena sudah ada fasilitas yang diperbaiki seperti sarana dan prasarana serta ada bantuan berupa mobil pengangkut hasil pertanian meskipun belum semua desa mendapat bantuan tersebut, dan pemberian pompa air bagi petani yang agak jauh dari sumber air.

Jadi peran pemerintah sangat di butuhkan untuk menghindari kelemahan kami”.

(wawancara dengan Tr,12- februari-2015)”

Wawancara di atas menunjukan bahwa adanya peran pemerintah yang menunjang atau membantu dalam kesejahteraan masyarakat dimana pemerintah telah berbenah diri untuk membantu masyarakat berupa bantuan sarana dan prasarana serta pemberian fasilitas, sehinga masyarakat merasa tidak terbebani lagi untuk menunjan hasil pertanian. Pemerintah selaku pelayan bagi masyarakat khususnya di desa-desa sangat diharap agar hasil pertanian bertambah dan lebih berkualitas.

b. Penyuluhan dan Pendampingan kepada masyarakat petani.

Pada tahun sebelumnya dimana Kabupaten Enrekang di bawah pimpinaan H, Latindro Latundrung hasil pertanian Kabupaten Enrekang bisah di katakan buruk (jurnal, MS, 02-januari-2014) di sebabkan kurangnya perhatian pemerintah khususnya dari Dinas Pertanian dan Perkebunaan. Dengan adanya program pemerintah yaitu penyuluhan dan pendampingan di harapkan mampu meningkatkan hasil petanian di Kabupaten Enrekang. Pendampingan seperti yang telah di lakukan oleh pemerintah daerah yaitu membantu masyarakat petani dalam pembuatan bibit unggul sayur-sayuran dan juga pemerintah rutin mengadakan pengecekan di pasar agribisnis.

Terkait dengan indikator penyuluhan dan pendampingan terhadap pelakupetani seperti hasil wawancara dengan staf Dinas Pertanian dan Perekebunaan.

“Terimah kasih,saya selaku pemerintah Kabupaten khusunya dalam hal ini dinas pertanian dan perkebunaan,Sejak awal kepemimpinaan Muslimin bando terkait dengan RPJMD yaitu pendampingan dan penyuluhan kepada pelaku petani itu sudah kami realisasikan untuk beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang seperti yang kami laksanakan pada akhir tahun 2014 lalu pada tanggal 24 Desember 2014”(hasil wawancara dengan MN).

Wawancara diatas menunjukan bahwa pemerintah sudah berperan dalam menunjang atau membantu petani dalam penyuluhan dan pendampingan terhadap pelaku agribisnis dan seminar Adanya campur tangan pemerintah sehingga masyarakat sangat terbantu dan menambah kekuatan tersendiri dalam berkebun maupun bertani, yang di mana pada

wawancara di atas sebuah kelompok tani mendapatkan pengetahuan dan tehnik-tehnik dalam bercocok tanam.

Senada dengan ungkapan pemrintah yang menyatakan bahwa sudah melakukan penyuluhan dan pendampingan terhadap pelaku petani.

“Dengan adanya program pemerintah yaitu penyuluhan dan pendampingan pelaku petani ini sudah sangat kami rasakan dampak fositinya saya sebagai ketua gapoktan (gabungan kelompok tani) di Kecamatan Alla sangat berterimah kasih, dengan adanya program ini di harapkan hasil pertanian dan perkebunaan lebih meningkat dan hasilnya juga berkulitas dan kualitas SDM takkala pentingnya”. (hasil wawancara dengan JM).

Wawancara diatas menunjukan bahwa adanya perana pemerintah dalam menunjang atau membantu petani dalam bantuan berupa penyuluhan, dalam hal ini masyarakat di ajarkan bagaimana bercocok taman yang baik dan keaktifan kelompok tani maupun perseorangan yang langsung bisa merasakan campur tangan pemerintah kepada masyarakat sangat terbantu menambah kekuatan tersendiri dalam berkebun bertani, yang di mana pada wawancara di atas ketua kelompok tani.

“Alhamdulillah semenjak pimpinaan pak Muslimin Bando sangat banyak kemajuan terutama di bidang pertanian dan perkebunaan karna petani- petani dan hasil petanian juga meningkat gapoktan (gabungan kelompok tani) sampai saat ini masih aktif hal ini di karnakan pendampingan pemerintah terhadap pelaku petani yang rutin di lakukan terutama di Kecamatan Alla, masyarakat juga selalu berpartisipasi dalam penyuluhan dan pendampingan tersebut” (wawancara LN 12-FEB-2015)

Senada dengan wawancara di atas terkait dengan penyuluhan dan pendampingan kepada pelaku petani, jawaban yang sama dengan narasumber yang berbeda

“Terkait dengan program yang kami laksanakan beberapa bulan yang lalu pada akhir tahun 2014 mendapat dukungan dari masyarakat petani, pedagang. dan tokoh masyarakat terkait dengan penyuluhan dan

pendampingan terhadap pelaku petani, (wawancara dengan Mi 10 feb 2015)”

Wawancara diatas menunjukan bahwa adanya peran pemerintah dalam menunjang hasil pertanian dan juga membantu kelompok tani.

Kelompok tani aktif dalam mengikuti penyuluhan-penyuluhan untuk memperhatikan kembali cara menggunakan lahan yang baru. Adapun penyuluhan dan pendampingan yang di laksanakan oleh pemerintah yaitu mengajarkan kepada masyarakat bagaimana pembuatan bibit unggul, penggunaan lahan pertanian yang lebih baik, pendampingan pasca panen yang rutin di lakukan oleh pemerintah.

Dari analisis wawancara di atas bahwa informan membahas soal penyuluhan dan pendampingan terhadap pelaku petani yang di berikan oleh pemerintah daerah kepada petani dan dan juga pedagang.Dari hasil analisis wawancara ada beberapa informan yang sangat terbantu adanya peran pemerintah yang cukup besar untuk bantuan penyuluhan dan pendampingan demi meningkatkan produktifitas pertanian dan kualitas SDM di Kabupaten Enrekang. Ada pun bentuk pendampingan yang di lakukan oleh dinas pertanian dan perkebunaan terhadap pelaku petani yaitu pemerintah mendampingi petani pasca panen dan juga pendampingan yang rutin di lakukian yaitu di lokasi pasar agribisnis desa sumillan. Dengan hal ini di harapakan mampu meningkatkan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan pelaku di pasar agribisnis.

Gambar 4.1 Salah satu bentuk penyuluhan dan penedampingan kepada masyarakat yaitu bagaimana cara pembuatan dan pemilihan bibit unggul

2. Deskripsi Strategi WO ( WeaknesseOpportunities) a. Pendistribusian hasil pertanian di dalam dan luar daerah.

Dengan adanya pendistribusian langsung semua hasil pertanian dan perkebunaanakan distribusikan langsung kebeberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang melalui pasar Agribisnis yang ada di desa Sumillan, bukan hanya di Kabupaten Enrekang melainkan daerah- daerah luar yang ada di Indonesia seperti Kalimantan, kendari, luwu, busgis, Makassar, jeneponto, Bantaeng Surako, Toraja, palopodan lain- lain. Hasil pertanian yang masuk masuk ke pasar agribisnis melalui pedagang pengempul,dan semua hasil pertanian yang ada di Kabupaten

Enrekang masuk di pasar agribisnis kemudian langsung di distribusikan keluar daerah.

Tanpa adanya pendistribusian langsung, hasi pertanian dalam hal ini sayuran akan menumpuk di pasar agribisnis, dan akan membusuk.

Starategi Pemerinah seperti yang ada pada indikator distribusi hasil pertanian. Berikut hasil kutipan wawancara dengan beberapa narasumber terkait dengan indikator Distribusi, wawancara dengan masyrakat.

“Berbicara soal distribusi hasil petanian,menurut saya di pasaragribisnis ini sangat memungkinkan melakukan distribusi hasil pertanian, di mana tingginya hasil pertanian dari Kabupaten Enrekang yang masuk kepasar Agribisnis di tambah dengan banyaknya pedagang halini yang lebih memungkin kan untuk pendistribusian langsung karna pedagang berperan untuk mengumpulkan hasil pertanian dari parah petani di berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Enrekang (Hasil Wawancara Kh, 14 februari 2015)”

Dari hasil wawancara penulis diatas dapat diketahui bahwa ada peluang dalam strategi pemasaran sayur-sayuran, karena adanya perhatian dari pihak pemerintah terhadap produksi sayur-sayuran serta tumbuhnya keseriusan petani dalam menjalankan sebuah pekerjaannya, sehingga mendapakan peluang dalam peningkatan produksi sayuran dan bua-buahan yang di mana peluangnya sangat besar dilihat dari meningkatnya produksinya.

“Potensi hasil pertanian seperti sayun-sayuran di Kabupatan Enrekang yang dikumpulkan di pasar agribisnis desa sumillan sangat baik karena banyaknya pembeli dan pedagang dari luar daerah yang mencari sayur- sayuran untuk dijual kembal dan dapat dijadikan sebagai sebuah produk, produk produk ungulan baik \ didalam daerah mau pun diluar daerah Kabupaten Enrekang ini. Berkat kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah”. (Wawancara Mn,14-februari-2015)”.

Senada dengan kutipan wawancara di atas terkait deangan pendistribusian hasil pertanian dan perkebunaan jawaban yang sama dengan hasil wawancara di bawa ini

“Berdarkan komoditi hasil petanian yang masuk ke pasar agribisnis sangat besar peluang untuk di distribusikan langsung ke daerah-daerah yang ada di Indonesia. Seperti Toraja, Palopo, Jeneponto, Takalar, Kalimantan , Samarinda, Kediri Luwu, Surako. (Hasil wawancara dengan kepala pasar agribisnis 14 feb 2015)”

Dari hasil wawancara diatas dapat diketahui bahwa ada peluang terhadap strategi pendistribusian hasil pertanian. Pengembangan Pasar Agribisnis dimana peluang terjadi karena meningkatnya hasilpasca panen hal ini dapat kita dilihat dari bertambahnya pedagang dari luar daerah yang memilih Pasar Angribisnis Desa Sumillan sebagai tempat membeli sayur-sayuran yang kemudian akan di jual kembali. Dengan meningkatnya kualitas dari pasca panen petani dan pemerintah khususnya di Kabupaten Enrekang harus di pertahankan lebih baik dari sebelumnya untuk mendapat peluang yang lebih baik pula.

Dari Analisis wawancara di atas dapat diketahui bahwa informan sangat terbantu atas kerja sama yang sangat baik antara pemerintah petani dan juga pedagang dalam hal ini pendistribusian hasil pertanian dan untuk mengembangkan pasar Agribisnis di Desa Sumillan Kabupaten Enrekang.

b. Pemberian pelatihan dan pemberian fasilitas yang memadai kepada masyarakat petani.

Peningkatan mutu kelompok tani adalah tanggung jawab dari Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunaan Kabupaten

Enrekang. Pemerintah sudah merealisasikan tanggung jawabnya yaitu peningkatan mutu kelompok tani melalui program penyuluhan dan pendampingan terhadap pelaku petani.

Berikut hasil kutipan wawancara dengan beberapa narasumber terkait dengan peningkatan mutu kelompok tani,wawancara dengan staf Dinas Petanian dan Perkebunaan.

“Terkait dengan salah satu program pemerintah daerah dinas pertanian dan perkebunaan yaitu penyuluhan dan pendampingan itu adalah tanggung jawab dari bidang kasi konservasi dan perlindungan, tim penyuluh selain itu pemerintah juga memberikan pelatihan (pemilihan bibit unggul) kepada masyarakat petani . (wawancara dengan SI, 10 feb 2015)”

Dengan adanya program ini di harapakan mempu menambah pengetahuan kepada masyarakat petani, agar mengetahui cara bercocok tanam yang baik di Desa Sumillan ini.

Seperti hasil wawancara dengan salah satu staf Dinas Pertanian dan Perkebunaan, jawaban yang sedikit berbeda dengan hasil wawancara dengan salah satu ketua kelompok tani di Desa Sumillan.

“Sudah diadakan pertemuan (pelatihan) di kecamatan,alla yang di ikuti sama semua ketua dan anggota kelompok tani, dimana pertemuan biasah di laksanakan di aulah pasa’baru (pasar agribisnis). Pertmuan masyarakat petani dengan pedagang di pasar agribisnis sumillan perna juga di laksanakan di balai desa”. (wawancara dengan SN 11 feb 2015)

Wawancara diatas menunjukan bahwa pemerintah sudah berperan dalam menunjang atau membantu petani dalam penyuluhan dan pendampinganterhadap pelaku agribisnis dan seminar Adanya campur tangan pemerintah sehingga masyarakat sangat terbantu dan menambah kekuatan tersendiri dalam berkebun maupun bertani, yang di mana pada

wawancara di atas sebuah kelompok tani mendapatkan pengetahuan dan tehnik-tehnik dalam bercocok tanam.

Tabel 4.6 Bantuan sarana dan prasaran untuk kelompok tani di desa sumillan No Kelompok

Tani Desa/Kelurahan Fasilitas Ket 1 Mesa’kada Kelurahan kalosi Pompa air, selang 1 buah, 5 rol

2 Mabarakka Desa pasui Pipa air 70 batang

3 Tallang Desa cendana Selang dan kicir air 7 buah 4 Mandiri Desa buntusugi Pompa air 1 buah 5 Sipukada Desa bubunbia Pipa air 60 batang 6 Harapan

jaya

Desa mata allo Selang air 8 rol 7 Bunga koll Desa batu ke’da Mobil trasedia ,

selang

1 buah, 4 rol 8 Kendenaan Desa sumillan Pompa air 1 buah 9 Kombong Kelurahan

ratulangi

Selang dan pipa air 6 rol, 45 batang 10 Mata allo Desa mata allo Kincir dan selang

air 11 Bunga kopi Desa

passanggarahan

Kincir air selang 3 buah Sumber : kantor desa sumillan

Dari tabel 4.6 dapat di lihat bahwa Pemerintah Kabupaten Enrekang sudah mempasilitasi masyarakat petani dalam hal ini untuk menunjang hasil pertanian, dengan adanya bantuan Pemerintah seperti ini di harapkan mampu meningkatkan hasil pertanian. Dari ke 11 kelompok tani di atas masih ada kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan sama sekali, hal ini di sebakan karna kurangnya APBD Kabupaten Enrekang. Pemberian fasilitas juga di lakaukan secara bertahap oleh pemerintah.

Tanpa adanya bantuan fasilitas seseorang tidak bisah menggapai tujuan dengan maksimal sehingga strategi yang di jalankan tidak produktif. berikut

wawancara dengan salah satu kelompok tani di Desa Sumillan Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang

“Tidak ada fasilitas pemerintah yang kami dapat, bisah di liat dari rendahnya pengetahuan petani mengenai teknologi pertanian dan juga jalan tani tidak bisah di lewati mobil pembawa sayuran hasil pertanian dan perkebunaan harapan saya kepada pemerintah itu memberikan bantuan dana untuk perintisan jalan tani ( wawancara dengan US 13-Feb-2015).

Senada dengan kutipan wawancara di atas sedikit berbeda dengan hasil wawancara dengan narasumber di bawah ini terkait dengan penyediaan fasilitas.

“Kami dari Dinas Pertanian dan Perkebunaan sudah menyediaan pasilitas berupah mesin pendingain hasil petanian dan juga mobil box mobil ¾ masing satu (wawancara dengan UN 12 – februari-2015 )”

Tabel 4.7: Berikut rincian pelatihan yang di laksanakan oleh dinas pertanian dan perkebunaan kepada masyarakat petani desa sumillan.

No Bentuk Pelatihan

Tujuan Penelitian

Insentitas

Pelatihan Keterangan 1 Pelatihan di

pedesaan swadaya pertanian

meningkatkan pengetahuan petani tentang penggunaan teknologi pertanian

1 kali yang di laksanakan di aula pasar agribisnis

Di selenggarakan oleh pemerintah dinas petanian dan perkebunaan

kabupaten enrekang yang di hadiri oleh masyarakat petani dan juga

2 Diklat untuk meningkatkan hasil pertanian

Diklat untuk meningkatkan hasil pertanian

1 kali yang di laksanakan di aula pasar agribisnis

Di selenggarakan oleh pemerintah dinas petanian dan perkebunaan

kabupaten enrekang yang di hadiri oleh masyarakat petani dan juga

3 Pelatihan dan pengembangan

Bercocok tanam yang

1 kali yang di laksanakan

Di selenggarakan oleh pemerintah

produk pertanian efektif dan penangan pasca panen

kantor desa sumillan

dinas petanian dan perkebunaan

kabupaten enrekang yang di hadiri oleh masyarakat petani dan juga

4 Pelatihan mengenai idiologi pangan

Pembuatan pupuk organik untuk

mengurangi penggunaan pupuk kimia

1 kali yang di laksanakan di aula pasar agribisnis

Di selenggarakan oleh pemerintah dinas petanian dan perkebunaan

kabupaten enrekang yang di hadiri oleh masyarakat petani dan juga

Sumber : kantor desa sumillan

Dari tabel 4.7 di atas dapat di lihat bahwa pemerintah dinas pertanian dan perkebunan Enrekang sudah melaksanakan pelatihan kepada masyarakat petani di desa sumillan yang di laksanakan di aula pasar agribisnis dan juga di kantor desa sumillan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan SDM para petani di desa sumillan. Suksesnya pelatihan di sebabkan kerja sama yang baik antara pemrintah daerah dinas petanian dan perkebunaan dengan tokoh- tokoh masyarakat, petani dan juga pedagang.

Dokumen terkait