• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III LAPORAN KASUS

D. Implementasi

Diagnosa Keperawatan 1 Jam 08:50 Wita

1. Mengauskultasi bunyi napas. Mencatat adanya napas tambahan.

Evaluasi:

a. Subjektif : -

b. Objektif : Terdengar suara wheezing.

Jam 09:00 Wita

2. Mengajarkan dan menganjurkan melakukan teknik batuk efektif sesuai indikasi.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan mengerti tentang ajaran teknik batuk efektif. Klien mengatakan akan melakukan anjuran yang diberikan.

b. Objektif : Klien batuk dan mengeluarkan dahak putih kental.

Jam 09:12 Wita

3. Memberi posisi semi fowler.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan lebih tenang dan nyaman.

b. Objektif : Klien terlihat rileks.

Jam 09:20 Wita

4. Menganjurkan minum air putih hangat dalam jumlah cukup (1500-2000 cc/hari). Mempertahankan masukan cairan sering.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan akan berusaha minum 7-8 gelas/hari (2500 ml)

b. Objektif : Klien tampak meminum air hangat sebanyak 1 gelas.

Jam 12:30 Wita

5. Penatalaksanaan pemberian obat Ambroxol tablet, Methylprednisolone tablet dan Salbutamol tablet via oral

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan tenggorokannya terasa lebih lega. Klien mengatakan tidak ada gatal atau kemerahan pada tubuhnya.

b. Objektif : Telah diberikan obat Ambroxol 1 tablet, Salbutamol 1 tablet dan Methylprednisolone 1 tablet via oral. Obat habis diminum.

Tidak ada kemerahan, bengkak atau tanda alergi obat lain.

Jam 16:05 Wita

6. Penatalaksanaan pemberian obat (humidifikasi/nebuliser).

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa lebih nyaman.

b. Objektif : Klien batuk dan membuang sekret pada pot sputum.

Jam 20:00 Wita

7. Penatalaksanaan pemberian obat Ambroxol tablet, Salbutamol tablet dan Methylprednisolone tablet via oral.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan tenggorokannya sedikit lebih lega.

b. Objektif : Obat habis diminum. Tidak ada tanda alergi obat.

Produksi sekret yang dikeluarkan meningkat.

Diagnosa Keperawatan 2 Jam 09:02 Wita

1. Mengkaji frekuensi, kedalaman pernapasan dan ekspansi dada. Mencatat upaya pernapasan, termasuk penggunaan otot bantu/pelebaran nasal.

Evaluasi:

a. Subjektif : -

b. Objektif : Pernapasan 30 kali/menit, terlihat pernapasan cuping hidung. Terlihat penggunaan otot bantu pernapasan.

Jam 09:18 Wita

2. Mengauskultasi bunyi napas dan catat adanya bunyi napas adventius, seperti krekels, mengi, gesekan pleural.

Evaluasi:

a. Subjektif : -

b. Objektif : Terdapat bunyi napas tambahan wheezing.

Jam 16:10 Wita

3. Meninggikan kepala dan bantu mengubah posisi.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa nyaman dengan posisi dengan kepala agak ditinggikan.

b. Objektif : Klien tampak tenang.

Jam 16:50 Wita

4. Memantau tanda vital Evaluasi:

a. Subjektif : -

b. Objektif : RR 28 x/i, TD: 150/80 mmHg, Nadi: 82 x/i, Suhu: 36,5oC.

Jam 09:40 Wita

5. Memberikan oksigen sesuai indikasi.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa lebih nyaman

b. Objektif : Klien tampak rileks. Terpasang nasal canule 3 liter/menit Diagnosa Keperawatan 3

Jam 10:15 Wita

1. Mengkaji kebiasaan diit, masukan makanan saat ini. Mencatat derajat kesulitan makan. Mengkaji integritas mukosa oral, adanya mual/muntah.

Menimbang berat badan.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan selera makannya menurun. Klien mengatakan porsi makan yang disajikan oleh rumah sakit tidak dihabiskan.

b. Objektif : Klien terlihat makan ± 5 sendok. Klien tidak menghabiskan makanan yang disajikan. Mukosa bibir kering, berat badan 65 Kg. Tidak ada mual atau muntah.

Jam 10:30 Wita

2. Mengauskultasi bising usus.

Evaluasi :

a. Subjektif : -

b. Objektif : Bising usus 8 kali/menit.

Jam 12:20 Wita

3. Menganjurkan klien untuk melakukan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan akan melakukan anjuran yang diberikan.

b. Objektif : Klien terlihat berkumur dan membersihkan mulutnya setelah makan dengan dibantu oleh keluarganya.

Jam 12:35 Wita

4. Menganjurkan klien untuk makan dalam porsi kecil tapi sering.

Mempertahankan masukan nutrisi perparenteral Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan akan melakukan anjuran yang diberikan.

b. Objektif : Klien dan istrinya memperhatikan dengan seksama anjuran yang diberikan. Klien masih terpasang cairan infus Ringer Laktat drip Aminophiline 1 ½ ampul. Infus menetes lancar.

Jam 11:45 Wita

5. Penatalaksanaan dengan ahli gizi rumah sakit untuk diit yang tepat.

Evaluasi :

a. Subjektif : -

b. Objektif : Klien mendapat diit bubur TKTP

Diagnosa Keperawatan 4 Jam 09:45 Wita

1. Mengevaluasi respons pasien terhadap aktivitas. Mencatat laporan dispnea, peningkatan kelemahan/kelelahan dan perubahan tanda vital selama dan setelah aktivitas.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan jika beraktivitas akan merasa sesak.

b. Objektif : Klien terlihat sesak Jam 09:50 Wita

2. Memberikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung selama fase akut sesuai indikasi. Mendorong penggunaan manajemen stres dan pengalih yang tepat.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengtakan merasa tenang dan nyaman b. Objektif : Klien tampak rileks

Jam 09:55 Wita

3. Menjelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya kesimbangan aktivitas dan istirahat.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan akan banyak istirahat.

b. Objektif : Klien tampak rileks Jam 09:58 Wita

4. Membantu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat dan/atau tidur.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan lebih nyaman dengan posisi setengah duduk.

b. Objektif : Klien tampak tenang dan nyaman.

Diagnosa Keperawatan V Jam 15:55 Wita

1. Mengkaji penyebab kesulitan tidur.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan tidak bisa tidur siang dan malam dengan tenang karena sesak dan batuk

b. Objektif : Terdapat lingkaran hitam di kelopak mata bawah. Klien terlihat sesak. Klien terlihat istirahat di tempat tidur dengan posisi setengah duduk.

Jam 20:00 Wita

2. Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan nyaman dengan situasi dan lingkungan yang tenang.

b. Objektif : Klien terlihat berbaring di tempat tidur dengan posisi setengah duduk, klien sedikit lebih tenang.

Jam 20:08 Wita

3. Menganjurkan klien untuk makan makanan yang mengandung protein tinggi seperti biskuit.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan akan melakukan anjuran yang diberikan.

b. Objektif : Klien dan keluarga (istri) terlihat mendengar dan memperhatikan dengan seksama anjuran yang diberikan.

Jam 20:15 Wita

4. Membatasi jumlah pengunjung.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa lebih tenang untuk beristirahat/tidur dengan kondisi ruangan yang sepi.

b. Objektif : Pengunjung yang membesuk meninggalkan ruangan.

Klien beristirahat dengan tenang.

Jam 20:20 Wita

5. Menganjurkan klien melakukan teknik distraksi sebelum tidur (misal menonton TV, mendengar musik atau membaca).

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan mengerti dengan anjuran yang diberikan.

b. Evaluasi : Klien terlihat berdoa sebelum tidur.

Senin, 1 Agustus 2011 Diagnosa Keperawatan 1 Jam 06:10 Wita

1. Penatalaksanaan pemberian nebulizer.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa lebih nyaman. Klien mengatakan sekret berkurang.

b. Objektif : Klien batuk dan membuang sekret pada pot sputum.

Jam 06:45 Wita

2. Menganjurkan klien untuk melakukan teknik batuk efektif.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan akan melakukan anjuran yang diberikan.

b. Objektif : Klien terlihat batuk berdahak. Klien mengeluarkan dahak putih kental.

Jam 07:20 Wita

3. Penatalaksanaan pemberian obat Ambroxol tablet, Salbutamol tablet dan Methylprednisolone tablet via oral.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan terasa lebih lega di tenggorokan. Klien mengatakan tidak ada gatal atau kemerahan di badannya.

b. Objektif : Obat habis diminum, tidak ada tanda alergi obat. Klien terlihat batuk dan mengeluarkan sputum.

Jam 07:25 Wita

4. Menempatkan klien pada posisi semi fowler.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan lebih tenang dan nyaman.

b. Objektif : Klien terlihat rileks Jam 07:35 Wita

5. Menganjurkan klien untuk minum air hangat dalam jumlah cukup.

Mempetahankan masukan cairan sering.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan akan melakukan anjuran yang diberikan.

b. Objektif : Klien minum 1 gelas air hangat yang disiapkan istrinya.

Jam 12:30 Wita

6. Penatalaksanaan pemberian obat Ambroxol tablet, Salbutamol tablet dan Methylprednisolone tablet via oral.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa lega di tenggorokan. Klien mengatakan tidak ada gatal atau kemerahan di badan.

b. Objektif : Obat habis diminum, tidak ada tanda alergi obat. Klien terlihat batuk dan mengeluarkan dahak. Pengeluaran produksi sputum meningkat.

Jam 12:33 Wita

7. Menganjurkan klien untuk minum air hangat.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan akan melakukan anjuran.

b. Objektif : Klien terlihat minum obat dengan air hangat.

Jam 17:40 Wita

8. Penatalaksanaan pemberian nebulizer.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa lebih enak untuk bernapas dan nyaman.

b. Objektif : Klien batuk dan membuang sekret pada pot sputum.

Jam 20:00 Wita

9. Penatalaksanaan pemberian obat Ambroxol tablet, Salbutamol tablet, Methylprednisolone tablet via oral.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa lega di tenggorokan.

b. Objektif : Obat habis diminum dan tidak ada tanda alergi obat. Klien batuk dan mengeluarkan dahak.

Diagnosa Keperawatan 2 Jam 09:07 Wita

1. Mengkaji frekuensi, kedalaman pernapasan dan ekspansi dada. Mencatat upaya pernapasan, termasuk penggunaan otot bantu/pelebaran nasal.

Evaluasi:

a. Subjektif : -

b. Objektif : RR: 24 x/i. Tidak terlihat pernapasan cuping hidung.

Tidak terlihat penggunaan otot bantu pernapasan.

Jam 09:15 Wita

2. Mengauskultasi bunyi napas dan catat adanya bunyi napas adventius, seperti krekels, mengi, gesekan pleural.

Evaluasi:

a. Subjektif : -

b. Objektif : Terdapat bunyi napas tambahan wheezing.

Jam 09:40 Wita

3. Meninggikan kepala dan bantu mengubah posisi.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa nyaman dengan posisi kepala agak ditinggikan.

b. Objektif : Klien tampak tenang.

Jam 07:20 Wita

4. Memantau tanda vital Evaluasi:

a. Subjektif : -

b. Objektif : RR 26x/i, TD: 150/90 mmHg, Nadi: 86x/i, Suhu: 36,8oC.

Jam 09:25 Wita

5. Memberikan oksigen sesuai indikasi.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan sudah dapat bernapas tanpa bantuan oksigen. Klien mengatakan sesak berkurang.

b. Objektif : Klien tampak rileks. Pernapasan 24 kali/menit. Klien terlihat tidak menggunakan oksigen tambahan lagi.

Jam 12:40 Wita

7. Penatalaksanaan pemberian obat Salbutamol tablet via oral.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan sesaknya berkurang

b. Objektif : Klien terlihat lebih tenang. Pernapasan 24 kali/menit.

Klien tidak terpasang oksigen tambahan.

Diagnosa Keperawatan 3 Jam 07:55 Wita

1. Mengkaji masukan makanan saat ini. Mencatat derajat kesulitan makan.

Mengkaji integritas mukosa oral, adanya mual/muntah Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan selera makannya sedikit membaik.

Klien mengatakan tidak menghabiskan makanan yang disediakan.

Klien mengatakan tidak ada mual/muntah.

b. Objektif : Klien terlihat makan ¼ porsi makan yang disediakan rumah sakit. Tidak ada mual dan muntah. Mukosa bibir kering.

Jam 08:00 Wita

2. Mengauskultasi bising usus Evaluasi :

a. Subjektif : -

b. Objektif : Bising usus 10 kali/menit.

Jam 08:10 Wita

3. Menganjurkan klien untuk melakukan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan akan selalu menjaga kesehatan dan kebersihan mulut.

b. Objektif : Klien terlihat berkumur dengan air hangat sebelum dan sesudah makan, juga mencuci mulut.

Jam 08:20 Wita

4. Menganjurkan klien untuk makan dalam porsi kecil tapi sering.

Mempertahankan masukan nutrisi perparenteral.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan akan mengikuti anjuran. Keluarga klien mengatakan selain makan nasi, klien juga terkadang makan roti atau biskuit yang dibawa oleh keluarga yang membesuk.

b. Objektif : Klien terlihat makan biskuit. Mengganti cairan infus Ringer Laktat dengan Ringer Laktat 28 tetes/menit. Tetesan cairan infus lancar.

Jam 18:45 Wita

5. Mengkaji masukan makanan saat ini. Mencatat derajat kesulitan makan.

Mengkaji integritas mukosa oral, adanya mual/muntah Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan selera makannya meningkat.

b. Objektif : Klien terlihat menghabiskan ½ porsi makan yang disajikan.

Diagnosa Keperawatan 4 Jam 09:48 Wita

1. Mengevaluasi respons pasien terhadap aktivitas. Mencatat laporan dispnea, peningkatan kelemahan/kelelahan dan perubahan tanda vital selama dan setelah aktivitas.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan jika beraktivitas akan merasa sesak.

b. Objektif : - Jam 11:05 Wita

2. Memberikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung selama fase akut sesuai indikasi. Mendorong penggunaan manajemen stres dan pengalih yang tepat.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa tenang dan nyaman b. Objektif : Klien tampak rileks.

Jam 12:50 Wita

3. Menjelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan akan banyak istirahat.

b. Objektif : Klien tampak rileks

Jam 13:10 Wita

4. Membantu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat dan/atau tidur.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan lebih nyaman dengan posisi setengah duduk.

b. Objektif : Klien tampak tenang dan nyaman.

Diagnosa Keperawatan 5 Jam 20:10 Wita

1. Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa nyaman dengan lingkungan yang tenang dan tidak berisik.

b. Objektif : Klien terlihat istirahat dengan tenang.

Jam 20:15 Wita

2. Menganjurkan klien untuk makan makanan yang mengandung protein tinggi seperti biskuit.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan akan melakukan anjuran yang diberikan. Istri klien mengatakan kalau suaminya terkadang makan roti atau biskuit.

b. Objektif : Klien terlihat makan roti.

Jam 20:20 Wita

3. Membatasi jumlah pengunjung.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan tenang karena ruangan sepi.

b. Objektif : Klien terlihat istirahat dengan tenang di tempat tidur tanpa menggunakan oksigen tambahan. Pembesuk yang ada dalam ruang perawatan meninggalkan ruangan.

Jam 20:30 Wita

4. Menganjurkan klien melakukan teknik distraksi sebelum tidur (misal menonton TV, mendengar musik atau membaca).

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan selalu berdoa sebelum tidur.

b. Objektif : Klien terlihat berdoa sebelum tidur.

Selasa, 2 Agustus 2011 Diagnosa Keperawatan 1 Jam 07:15 Wita

1. Mengauskultasi bunyi napas. Mencatat adanya napas tambahan.

Evaluasi:

a. Subjektif : -

b. Objektif : Terdengar suara wheezing.

Jam 07:20 Wita

2. Menganjurkan melakukan teknik batuk efektif sesuai indikasi.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan mengerti tentang ajaran teknik batuk efektif. Klien mengatakan akan melakukan anjuran yang diberikan.

b. Objektif : Klien terlihat mempraktikkan teknik batuk efektif yang diajarkan dengan caranya sendiri. Klien terlihat batuk dan mengeluarkan sputum berwarna putih kental.

Jam 07:40 Wita

3. Memberi posisi semi fowler.

Evaluasi :

a. Subjektif : -

b. Objektif : Klien terlihat duduk di tempat tidur. Klien terlihat tenang.

Jam 07:45 Wita

4. Menganjurkan minum air putih hangat dalam jumlah cukup (1500-2000 cc/hari).

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan akan melakukan anjuran yang diberikan. Klien mengatakan merasa lega setelah minum air hangat 1 gelas.

b. Objektif : Klien terlihat minum air hangat 1 gelas.

Jam 08:00 Wita

5. Penatalaksanaan pemberian obat Ambroxol tablet, Salbutamol tablet dan Methylprednisolone tablet via oral.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan tenggorokannya terasa lebih lega. Klien mengatakan tidak ada gatal atau kemerahan pada tubuhnya.

b. Objektif : Obat habis diminum. Tidak ada kemerahan, bengkak atau tanda alergi obat lain. Klien batuk dan mengeluarkan sputum yang cukup banyak dari biasanya.

Jam 08:30Wita

6. Penatalaksanaan pemberian nebuliser.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa enakan untuk bernapas.

b. Objektif : Klien terlihat batuk dan mengeluarkan sputum pada pot sputum.

Jam 12:35 Wita

7. Penatalaksanaan pemberian obat Ambroxol tablet via oral.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa lega di tenggorokan setelah minum obat. Klien mengatakan tidak ada kemerahan atau gatal di badan setelah minum obat.

b. Objektif : Telah diberikan obat Ambroxol 1 tablet. Obat habis diminum. Tidak ada tanda alergi obat.

Diagnosa Keperawatan 3 Jam 07:15 Wita

1. Mengkaji masukan makanan saat ini. Mencatat derajat kesulitan makan.

Mengkaji integritas mukosa oral, adanya mual/muntah.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan selera makannya membaik. Klien mengatakan menghabiskan makanan yang disajikan, klien mengatakan tidak ada mual dan muntah.

b. Objektif : Klien terlihat menghabiskan makanan yang disajikan pihak rumah sakit. Mukosa bibir lembab, tidak ada mual atau muntah.

Jam 10:00 Wita

2. Mempertahankan masukan nutrisi per parenteral.

Evaluasi :

a. Subjektif : -

b. Objektif : Infus di aff. Klien dipulangkan.

Diagnosa Keperawatan 4 Jam 09:48 Wita

1. Mengevaluasi respons pasien terhadap aktivitas. Mencatat laporan dispnea, peningkatan kelemahan/kelelahan dan perubahan tanda vital selam dan setelah aktivitas.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan sudah dapat beraktivitas sendiri tanpa bantuan orang lain.

b. Objektif : Klien terlihat santai dan terkadang berjalan di dalam kamar ruang perawatan di sekitar tempat tidurnya.

Jam 09:55 Wita

2. Memberikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung selama fase akut sesuai indikasi. Mendorong penggunaan manajemen stres dan pengalih yang tepat.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan merasa tenang dan nyaman b. Objektif : Klien tampak rileks

Jam 10:05 Wita

3. Menjelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya kesimbangan aktivitas dan istirahat.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan akan banyak istirahat.

b. Objektif : Klien tampak rileks Jam 10:15 Wita

4. Membantu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat dan/atau tidur.

Evaluasi:

a. Subjektif : Klien mengatakan tenang dengan posisi duduk.

b. Objektif : Klien terlihat tenang dan duduk di kursi yang ada di dalam kamar perawatan.

Diagnosa Keperawatan 5 Jam 07:20 Wita

1. Mengkaji penyebab kesulitan tidur.

Evaluasi :

a. Subjektif : Klien mengatakan semalam dapat tidur dengan tenang.

Klien mengatakan sudah tidak sesak lagi.

b. Objektif : Klien terlihat segar, tidak terdapat adanya lingkaran hitam di kelopak mata bawah. Klien tenang dan rileks, pernapasan 20 kali/menit.

8. Evaluasi

Senin, 1 Agustus 2011 Diagnosa Keperawatan 2

Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan gangguan suplai oksigen.

Jam 13:40 Wita

S : Klien mengatakan sesaknya berkurang.

O : Pernapasan 22 kali/menit, tidak terlihat pernapasan cuping hidung.

Klien tenang. Tidak terpasang oksigen tambahan pada klien.

A : Kerusakan pertukaran gas teratasi. Klien menunjukkan pertukaran gas adekuat.

P : Intervensi keperawatan dihentikan.

Selasa, 2 Agustus 2011 Diangnosa keperawatan 5

Gangguan pola tidur berhubungan dengan peningkatan ventilasi akibat akumulasi sekret.

Jam 07:30 Wita

S : Klien mengatakan tidak mengalami kesulitan untuk tidur. Klien mengatakan dapat tidur dengan tenang dan bangun dengan tubuh yang segar.

O : Klien terlihat segar. Klien tenang. Tidak terlihat lingkaran hitam di kelopak mata bagian bawah.

A : Gangguan pola tidur teratasi. Kebutuhan tidur terpenuhi P : Intervensi keperawatan dihentikan

Diangosa keperawatan 3 Jam 10:05 Wita

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan akumulasi sekret pada jalan napas

S : Klien mengatakan selera makannya meningkat. Klien mengatakan tidak ada mual dan muntah.

O : Klien terlihat menghabiskan makanan yang disajikan pihak rumah sakit.

Mukosa bibir lembab. Tidak ada mual atau muntah.

A : Nutrisi teratasi. Terjadi peningkatan nutrisi adekuat P : Intervensi keperawatan dihentikan, klien dipulangkan.

Diagnosa Keperawatan 4

Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.

Jam 10:30 Wita

S : Klien mengatakan dapat melakukan aktivitas tanpa bantuan.

O : Klien terlihat berjalan-jalan di dalam kamar ruang perawatan. Klien terlihat tenang dan tidak sesak. Tanda-tanda vital; tekanan darah : 130/80 mmHg, pernapasan 20 kali/menit, nadi 88 kali/menit, dan suhu tubuh 36,5ºC.

A : Intoleran aktivitas teratasi. Klien menunjukkan peningkatan aktivitas yang dapat ditoleransi.

P : Intervensi keperawatan dihentikan. Klien dipulangkan.

Diagnosa Keperawatan 1

Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sputum.

Jam 12:40 Wita

S : Klien mengatakan batuk berkurang. Klien mengatakan dapat melakukan batuk efektif seperti yang diajarkan.

O : Klien terlihat batuk. Klien batuk dan mengeluarkan sputum berwarna putih kental. Suara napas tambahan wheezing terdengar pada auskultasi.

A : Bersihan jalan napas tak efektif tidak teratasi, klien masih menunjukkan bersihan jalan napas yang tidak adekuat.

P : Intervensi keperawatan dihentikan, klien dipulangkan.

BAB IV PEMBAHASAN

Pada bab ini akan membahas tentang keterkaitan dan kesenjangan antara landasan teori dengan pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada Tn. K dengan Asma Bronkial yang dirawat di ruang Perawatan Non Bedah Dahlia RSUD TK. I Tarakan.

Dalam pembahasan Asuhan Keperawatan ini, penulis menggunakan lima tahap proses keperawatan yaitu: pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi.

A. Pengkajian

Pada tahap ini, penulis tidak mendapat banyak hambatan dalam mengumpulkan data baik subjektif maupun objektif yang menggambarkan kondisi klien. Selama tahap pengkajian berlangsung, klien dan keluarga bersikap sangat kooperatif serta memberikan informasi dan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh penulis. Selain itu, karena adanya kerja sama yang baik dan dukungan dari perawat ruangan serta dosen pembimbing, sehingga penulis dapat mengumpulkan data dengan baik dan tepat pada waktunya.

Dari data-data pengkajian Asuhan Keperawatan pada Tn. K ditemukan data klien mengatakan sesak napas, klien mengatakan sesak dirasakan terus menerus, klien mengatakan sesak bertambah berat bila klien beraktivitas dan akan berkurang bila klien istirahat. Klien terlihat sesak, pernapasan 30

kali/menit, terlihat penggunaan otot bantu pernapasan. Terdengar wheezing atau mengi saat ekspirasi dan pada auskultasi. Klien juga mengatakan batuk disertai dahak. Klien mengatakan dahak yang dibatukkan berwarna putih, kental. Klien mengatakan sulit untuk mengeluarkan dahaknya. Klien terdengar batuk dan mengeluarkan sputum berwarna putih, kental.

Pada saat melakukan pengkajian data keperawatan klien dengan Asma Bronkial, penulis menemukan beberapa kesenjangan. Kesenjangan tersebut adalah data-data yang pada teori menurut Doenges (2000) seharusnya muncul pada klien Tn. K, tetapi pada kenyataannya data tersebut tidak ditemukan pada klien. Data fokus tersebut adalah :

1. Sirkulasi

Tanda : Abu-abu/sianosis dan kuku tabuh

Menurut Price & Wilson (2005), sianosis adalah warna kebiru-biruan pada kulit dan selaput lendir yang terjadi akibat peningkatan jumlah absolute Hb tereduksi (Hb yang tak berikatan dengan O2). Sianosis pada klien Asma Bronkial terjadi bila fungsi ventilasi memburuk akibat serangan asma yang berlangsung terus menerus selama berhari-hari dan tak dapat ditanggulangi dengan cara pengobatan biasa atau dikenal dengan status asmatikus. Hal ini tidak dialami oleh klien Tn. K karena pada pemeriksaan selaput lendir seperti mukosa bibir, tidak ditemukan adanya sianosis dan klien telah menjalani perawatan dan pengobatan sehari sebelum pengkajian dilakukan.

Menurut Smeltzer & Bare (2001), kuku tabuh sebagai tanda penyakit paru ditemukan pada klien dengan kondisi hipoksia kronis, infeksi paru kronis dan keganasan paru. Hal ini tidak ditemukan pada klien karena tidak terjadi hipoksia kronis dan juga klien telah menjalani perawatan dan pengobatan selama 1 hari sebelum pengkajian. Selain itu klien juga mendapatkan oksigen tambahan nasal canule 3 liter/menit untuk mengatasi hipoksia yang terjadi.

2. Integritas Ego

Tanda : Ansietas/ketakutan

Menurut Smeltzer & Bare (2001), ansietas adalah suatu keadaan yang dihasilkan oleh perubahan lingkungan yang diterima sebagai suatu hal yang menantang, mengancam atau merusak terhadap keseimbangan atau ekulibrium dinamis seseorang. Menurut Doenges (2000), ansietas merupakan manifestasi umum pada hipoksia. Hal ini juga berlaku pada klien dengan gangguan pernapasan termasuk Asma Bronkial. Hal ini tidak dialami klien Tn. K karena tidak terjadi ansietas ditandai dengan harapan klien ingin cepat pulih dari penyakit yang dideritanya, klien mengatakan yakin dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya serta klien yang sering berzikir.

3. Nutrisi

Gejala : Mual/muntah

Menurut Price (2005), mual dan muntah terjadi karena adanya perubahan aktivitas saluran cerna seperti meningkatnya salivasi, menurunnya tonus

Dokumen terkait