BAB II LANDASAN TEORI
3. Dimensi Kemandirian Belajar
mempunyai kesadaran untuk belajar.36
Adapun faktor-faktor yang menghalangi aktivitas kemandirian belajar menurut Cross dalam Rambe dan Tarmidi, terdiri dari:
a. Faktor situasional
Faktor situasional yang dapat menghalangi belajar secara mandiri adalah situasi lingkungan yang terjadi, seperti kurangnya waktu dalam tanggung jawab di rumah, masalah transportasi, kurangnya kepedulian tehadap anak.
b. Faktor disposisional
Faktor disposisional seperti kurangnya kepercayaan diri dan perasaan bosan dengan belajar.
c. Faktor institusional
Faktor institusional yang dapat menghalangi seperti jadwal yang tidak nyaman, lokasi yang membatasi siswa.37
seperangkat prinsip tentang benar dan salah, tentang apa yang penting dan apa yang tidak penting.38
Menurut Candy dalam Rambe dan Tarmidi, kemandirian belajar memiliki empat dimensi, yaitu:39
a. Otonomi pribadi (personal autonomy)
Dimensi otonomi pribadi menunjukkan karakteristik individual dari orang yang mampu belajar mandiri. Individu yang memiliki kemandirian adalah individu yang bebas dari tekanan baik eksternal maupun internal, memiliki sekumpulan nilai-nilai dan kepercayaan pribadi yang memberikan konsistensi dalam kehidupannya. Hal ini berarti orang tersebut mampu membuat rencana atau tujuan hidup, bebas dalam membuat pilihan, menggunakan kapasitas dirinya untuk refleksi secara rasional, mempunyai kekuatan kemauan, berdisiplin diri dan melihat dirinya sendiri sebagai orang yang mandiri.
b. Manajemen diri dalam belajar (self-management in learning)
Dimensi manajemen diri menjelaskan adanya kemauan dan kapasitas dalam diri seseorang untuk mengelola dirinya. Kapasitas tersebut ditunjukkan dengan adanya keterampilan atau kompetensi dalam diri orang yang mandiri.
c. Meraih kebebasan untuk belajar (the independent pursuit of learning) Dimensi meraih kebebasan dalam belajar menggambarkan tentang adanya kebutuhan individu untuk memperolah kesempatan belajar. Dimensi ini menjelaskan bahwa orang dewasa memiliki kebutuhan untuk meningkatkan diri melalui belajar berbagai hal dalam kehidupan.
d. Kendali/ penguasaan pembelajar terhadap pembelajaran (learner- control of instruction).
Dimensi kontrol pembelajar terhadap pembelajaran,
38 Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2015), hlm. 186.
39 Aqaba Tigris, Apa saja Dimensi..., 10 April 2023.
menjelaskan tentang peran siswa pada situasi belajar formal yang melibatkan cara mengorganisasi tujuan pembelajaran. Penjelasan dimensi ini dihubungkan dengan hal-hal yang dianggap menjadi porsi pengawasan guru, yaitu pengorganisasian tujuan belajar, materi belajar, kecepatan belajar, lengkah-langkah belajar, metodologi belajar serta evaluasi belajar.
4. Indikator Kemandirian belajar
Seseorang siswa mempunyai kemandirian belajar apabila sudah terlihat ciri-ciri atau karakteristik pembelajar yang mandiri. Pembelajar mandiri menurut Omaggio yang dikutip oleh Thansoulas, mempunyai tujuh karakteristik, yaitu:
a. Seorang pembelajar mandiri sudah mengenal dan mengerti gaya dan strategi belajar mereka.
b. Seorang pembelajar mandiri selalu mengambil pendekatan aktif dalam mengerjakan tugas mereka.
c. Seorang pembelajar mandiri selalu bersedia mengambil resiko untuk memenuhi target dengan berbagai cara.
d. Seorang pembelajar mandiri merupakan penebak yang baik (good guessers).
e. Seorang pembelajar mandiri mampu menempatkan kepentingan pada akurasi dan kesesuaian.
f. Seorang pembelajar mandiri mengembangkan target sebagai sebuah referensi dan bersedia untuk merevisi/menolak hipotesis dan aturan yang sudah tidak relevan lagi.
g. Seorang pembelajar mandiri memiliki pendekatan yang toleran dan outgoing untuk memenuhi target.40
Tabrani Rusyan menyebutkan ciri – ciri kemandirian belajar adalah sebagai berikut:
40 Dimitrios Thanasoulas, What is Learner Autonomy and How Can It Be Fostered?, The Internet TESL Journal, Vol. VI, No. 11, November, 2000, dikutip dari http://iteslj.org/Articles/Thanasoulas-Autonomy.html.
a. Kreatif.
b. Percaya pada diri sendiri.
c. Mempunyai inisiatif.
d. Memanfaatkan peluang atau kesempatan untuk mencapai keberhasilan.
e. Berusaha keras untuk meraih sukses.
f. Memiliki cita–cita yang baik.
g. Kesiapan pengetahuan dan keterampilan.41
Karakteristik seorang pembelajar mandiri yang sudah dikemukakan di atas, dapat diperkuat dengan pendapat Rusman yang menjelaskan ciri- ciri peserta didik yang sudah mandiri dalam belajarnya. Menurut beliau, siswa yang sudah mandiri dalam belajar adalah:
a. Siswa yang sudah mengetahui apa yang menjadi tujuan belajarnya bahkan siswa tersebut juga ikut menentukan apa tujuan pembelajaran yang akan didapat.
b. Siswa yang sudah dapat memilih dan menentukan sumber belajar sendiri, serta mengetahui dimana dia dapat mencari bahan belajar yang diinginkan tanpa tergantung pada orang lain.
c. Siswa yang sudah dapat menilai tingkat kemampuan yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaannya atau memecahkan problem yang dihadapinya.42
Berdasarkan ciri-ciri kemandirian belajar yang dikemukakan oleh beberapa ahli di atas, penulis berpendapat untuk memilih teori kemandirian belajar yang disampaikan oleh Tabrani Rusyan untuk dibahas lebih lanjut melalui penelitian yang akan dilakukan. Di mana beliau menyebutkan bahwa peserta didik yang mandiri dalam belajar memiliki sifat-sifat kreatif, percaya diri, inisiatif, memanfaatkan peluang, berusaha
41 Tabrani Rusyan, Pendidikan Budi Perkerti, (Jakarta : PT Intimedia Nusantara.2003), hlm .67-69
42 Rusman, Model-Model Pembelajaran (Jakarta: PT Radja Grafindo Persada, 2014), hlm.
366-367.
keras, mempunyai cita-cita, dan kesiapan pengetahuan dan keterampilan.
B. Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi merupakan suatu hal yang penting dalam segala kegiatan atau aktifitas manusia, termasuk kegiatan belajar. Belajar tanpa didasari motivasi akan kurang bersemangat dan akhirnya akan mempengaruhi pencapaian hasil atau prestasi belajarnya. Motivasi berasal dari kata motif yang berasal dari Bahasa Inggris “motive” yang berarti alasan, bergerak, dorongan, kemauan.43 Sedangkan pengertian motivasi sendiri menurut para ahli, diantaranya oleh MC. Donald mengatakan bahwa motivasi adalah perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai dengan dorongan efektif dan reaksi mencapai tujuan.44
Menurut S. Nasution motivasi adalah usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi sehingga anak itu mau dan ingin melakukan sesuatu.45 Ngalim Purwanto mendefinisikan motivasi sebagai usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.46