• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

C. Dua Belas Putaran IA-CEPA

IA-CEPA merupakan perjanjian dagang bilateral ke-5 yang ditandatangani Indonesia dalam tiga tahun terakhir, setelah Indonesia-Chile CEPA (Desember 2017), Preferensi unilateral Indonesia-Palestina (Desember 2017), pengkajian ulang perjanjian perdagangan preferensial Indonesia-Pakistan (Januari 2018), dan Indonesia-EFTA CEPA (Desember 2018). Sebagai salah satu bentuk perjanjian kerjasama, IA-CEPA melaksanakan perundingan yang akan disepakati oleh Australia dan Indonesia. Perundingan IA-CEPA telah dilaksanakan hingga putaran kedua pada tahun 2013. Putaran pertama negosiasi IA-CEPA yang telah dilaksanakan pada 26-27 September 2012 di Jakarta, Indonesia dan ditutup pada tanggal 26-27 Maret 2013.

55 Pada putaran pertama ini, para delegasi sepakat untuk menegaskan kembali komitmen Australia-Indonesia mengenai kesepakatan yang bersifat komprehensif dan bermakna komersial. Selain itu kedua belah pihak saling memberikan informasi mengenai tantangan yang akan dihadapi untuk menjalin hubungan perdagangan dan investasi bilateral. Pada tanggal 26-27 Maret 2012, IA-CEPA dilaksanakan di Jakarta. Untuk menjalankan negosiasi, pihak yang terlibat di dalamnya tidak hanya negara. Indonesia– Australia Business Partnership Group (IA-BPG) menjadi aktor yang penting dalam perjanjian tersebut.

Pada pertemuan tersebut para pihak yang bersangkutan mempertimbangkan position paper yang di ajukan oleh IA-BPG. Dalam position paper IA-BPG mengusulkan adanya proyek percobaan seperti Diet Sehat untuk meningkatkan konsumsi daging merah di Australia dan konsumsi buah tropis di Australia, serta peningkatan Tenaga Kerja Terampil untuk pengembangan keterampilan di Indonesia dan juga di Australia. Pada putaran pertama ini Indonesia dan Australia mencapai kesepakatan tentang prinsip panduan tujuan dan susunan negosiasi, fokus terhadap dasar yang akan menjadi panduan dalam pelaksanaan perjanjian yang akan datang.

Selanjutnya, putaran kedua negosiasi IA-CEPA dilaksanakan pada tanggal 29 hingga 31 Juli 2013, di Canberra, Australia. Pada putaran kedua ini, Australia dan Indonesia berfokus terhadap kelanjutan dari kerjasama ekonomi serta keterlibatan pemangku kepentingan dalam perjanjian ini. Putaran kedua melajutkan pertimbangan position paper dari IA-BPG yang salah satunya

56 mengusulkan adanya proyek percobaan diet sehat dan pertukaran keterampilan tenaga kerja dan kerjasama pertanian. Selain itu, pada putaran kedua negosiasi IA- CEPA kedua negara sepakat untuk mempublikasikan secara terbuka dokumen prinsip panduan tujuan dan susunan negosiasi. Dokumen tersebut telah disepakati dalam putaran negosiasi pertama. Hal ini membuktikan salah satu bentuk transparansi terhadap publik oleh kedua negara dalam melaksanakan kesepakatan IA-CEPA.

Negosiasi IA-CEPA putaran ke tiga kembali dilakukan pada tahun 2016.

Putaran ketiga dilaksanakan di Yogyakarta, Indonesia pada tanggal 2-4 Mei 2016.

Dalam negosiasi tersebut, kepala negosiator kembali mengingatkan prioritas IA- CEPA dengan mewujudkan suatu program kerja yang segera direaliasikan. Para negosiator dari Australia dan Indonesia kembali merembukkan mengenai masa depan perdagangan barang jasa, investasi, hingga adanya peningkatan fokus terhadap isu kebijakan e-commerce dan persaingan perdagangan lintas sektor.

Pada negosiasi ini, IA-BPG melakukan konsultasi dengan industry Australia dan Indonesia serta DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade) untuk meminta saran dari individu maupun pelaku ekonomi yang tertarik dalam memberikan informasi dalam negosiasi IA-CEPA putaran selanjutnya untuk memperluas informasi dan pertimbangan yang efekti untuk di tentukan para pemangku kepentingan.

Pertimbangan yang akan dinegosiasikan akan menjadi dasar dari terbentuknya suatu aturan yang mengikat dari kedua negara dalam suatu kerjasama. Maka kontribusi dari para pelaku ekonomi di kedua negara baik

57 individu maupun kelompok menjadi hal yang baik untuk hasil perjanjian IACEPA. Kedua pihak juga akan menyusun struktur chapter Trade in Goods dan pembahasan tindak lanjut mengenai early Outcome yang terkait perdagangan barang yaitu dalam kesepakatan awal yang pertama adalah Food Safety Cooperation Forum (FSCF). FSCF adalah kesepakatan dimana Australia membantu Indonesia untuk menyesuaikan dan mematuhi ketentuan SPS di pasar ekspor dan menerapkan serta mengembangkan ketentuan SPS di negara Indonesia melalui FSCF dengan meningkatkan kapasitas untuk mengembangkan dan menerapkan ketentuan SPS. Dengan dimasukkannya agenda Indonesian Food Innovation Center dalam kerangka kerjasama bilateral yang komprehensif.

Kesepakatan awal yang kedua adalah Mutual Recognition on Food Standard.

Program ini akan membuat Indonesia menerapkan standar yang sangat tinggi untuk produk makanan yang akan dieskpor ke Australia.Ini merupakan keinginan dari pihak Australia karena mereka yang menerapkan standar yang sangat tinggi terhadap produkOyang01dikonsumsinya. 1

Putaran 1keempat 1dilaksanakan 1pada 23-26 Agustus 2016 di Sydney, Australia. Dalam negosiasi putaran keempat, IA-CEPA focus terhadap isu perdagangan barang, perdagangan jasa (termasuk jasa keuangan dan telekomunikasi), investasi, 1e-commerce, kebijakan 1persaingan, serta ketentuan lembaga dan 1kerangka kerja. Putaran 1keempat 1memperlihatkan 1peningkatan terhadap 1isu-isu 1selain 1ekspor- impor 1barang dan 1jasa. Hasil 1perundingan keempat adalah 1Indonesia-Australia 1sepakat 1dalam melibatkan 1para pelaku 1usaha secara aktif selama perundingan 1berlangsung.Selain itu 1Australia-

58 Indonesia sepakat mendorong kerja sama di 1berbagai sektor, termasuk pendidikan, tenaga kerja, keuangan, pertanian, inovasi 1pengolahan makanan, 1pariwisata, 1 dan infrastruktur seperti yang telah 1dipaparkan di paragraf1

sebelumnya. Hal ini semakin memudahkan para pelaku1 usaha untuk mengambil manfaatOdariOadanyaOIA-CEPA. 1

Perundingan 1ke lima IA-CEPA 1dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, 31 Oktober-4 November 2016. Pada 1perundingan ke-5 ini, kedua1 Negara menyatakan sangat optimis dapat menghasilkan1 kemajuan yang1 signifikan.

Indonesia 1mengusulkan 1kerja sama terkait bidang vokasional. Kedua Negara juga telah membahas akses 1pasar di bidang 1perdaganga barang dan jasa serta pembahasan 1lebih 1mendalam 1seluruh draf teks IA-CEPA. 1

Perundingan ini merupakan1 kelanjutan dari1 perundingan ke-4 1yang dilaksanakan pada 23-26 Agustus 20161 di Sydney, 1Australia. Isu utama1 IACEPA yang dibahas dalam1 Perundingan1 ke-5 ini antara lain1 Trade in Goods, 1Rules of Origin, Custom Procedures and Trade Facilitation, 1 Sanitary and Phytosanitary, Technical Barriers to Trade, Trade in Services, Professional Services, Financial Services, Telecommunication, 1Investment, 1E-Commerce, 1Competition Policy, dan Institutional and Framework 1Provisions Perundingan 1IA-CEPA Putaran Ke-5 diselenggarakan1 di Hotel Papandayan, Bandung pada1

tanggal 31 Oktober1- 4 November 12016 dengan dihadiri oleh 114 Delega1si Indonesia dan 38 Delegasi Australia. 1

Putaran ke enam yang dilaksanakan pada 1tanggal 20-24 Februari 2017 1di Canberra, Australia. Pada perundingan kerja sama IA CEPA1 ke enam

59 ini,Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Ketua Tim Perunding 1IA CEPA Deddy Saleh, sedangkan Delegasi Australia dipimpin 1oleh Trudy Witbreuk.

1Menurut penuturan Deddy Saleh kedua negara 11sedang membahas modalitas 1VET (vocation and Education Training) tersebut. 1Menurut Dedy, 1Indonesia

membutuhkan lebih banyak sumber daya 1manusia yang 1berkualitas dengan kapasitas dan standar yang tinggi sehingga dapat memberikan 1jasa dan keahlian terbaiknya. Dengan demikian, SDM 1Indonesia akan 1bersaing secara1 global.

Indonesia 1mengusulkan kerja sama VET 1pada beberapa 1sektor, yaitu 1pendidikan, 1pertanian, industri, kesehatan, pariwisata 1dan 1hospitality dengan1

jenjang pendidikan setingkat Sekolah Menengah Kejuruan dan Diploma. 1

Putaran ke tujuh yang 1diadakan di Jakarta, 24 Mei 2017 - Indonesia 1dan Australia kembali melakukan 1perundingan Indonesia -Australia1Comprehensive Economi Partnership Agreement (IA-CEPA). Kedua 1Negara sepakat menyelesaikan perundingan di tahun 2017. Dalam 1perundingan ini Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deddy Saleh, 1Delegasi Australia dipimpin oleh Trudy Witbreuk. Isu-isu utama IA-CEPA yang dibahas adalah perdagangan barang (termasuk ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, dan fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, sanitari dan phitosanitari), perdagangan jasa (termasuk jasa keuangan, pergerakan perseorangan, jasa keuangan, telekomunikasi), investasi, perdagangan elektronik, persaingan usaha, dan ketentuan kerangka kelembagaan.

Putaran ke delapan yang di laksanakan pada 31 Juli - 4 Agustus 2017, di Canberra, Australia. Isu-isu utama IA-CEPA yang dibahas adalah

60 mengenaiperdagangan1 barang 1 (termasuk ketentuan asal barang, 1prosedur kepabeanan, fasilitasi perdagangan, 1hambatan teknis perdagangan, 1serta sanitasi dan fitosanitasi), perdagangan 1jasa (termasuk jasa 1keuangan, pergerakan perseorangan, jasa keuangan, telekomunikasi), 1investasi, perdagangan elektronik, dan ketentuan kerangka 1kelembagaan. Masih dalam rangkaian 1perundingan, Kamis 3 agustus diadakan business 1luncheon dengan para 1anggota Indonesia- Australia Business 1Partnership Group (IA-BPG) yang 1merupakan perwakilan kedua 1negara. Pertemuan ini 1dimaksudkan memberikan 1perkembangan terkini IA-CEPA dan 1meminta masukan dari sektor bisnis kedua 1negara. Kemudian adanya pertemuan 1Business Forum dan networking 1reception yang diselenggarakan 1oleh Australia-Indonesia Business 1Council (AIBC). Forum bisnis ini 1merupakan salah satu upaya kedua 1delegasi untuk melibatkan 1sektor swasta sejak awal. Tujuannya adalah mendapatkan masukan konstruktif dan1 memahami1 peluang-peluang yang muncul dari perjanjian IA-CEPA di masa depan, sekaligus mengantisipasi tantangan 1yang akan dihadapi. 1

Pada putaran ke sembilan 1Delegasi Indonesia dan 1Australia menyelesaikan perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) 1yang berlangsung 1sejak 2-6 Oktober 2017, diJakarta. Pada perundingan putaran kali ini Delegasi 1Indonesia 1dipimpin oleh Deddy Saleh, sementara1 Delegasi Australia 1dipimpin1 oleh Trudy Witbreuk.

1Sejumlah isu utama1 yang menjadi perhatian 1dalam putaran ke-9 1adalah perdagangan barang (termasuk1 ketentuan asal barang, prosedur 1kepabeanan, fasilitasi 1perdagangan, 1hambatan teknis perdagangan, serta sanitasi dan1

61 fitosanitasi), perdagangan jasa 1 (termasuk jasa keuangan, pergerakan perseorangan, 1jasa keuangan, dan telekomunikasi), investasi, 1perdagangan elektronik, dan 1ketentuan kerangka 1kelembagaan. Putaran ke sembilan ini 1merupakan kelanjutan perundingan putaran ke delapan1 yang berlangsung di

Canberra 1pada 31 Juli-4 1Agustus 2017. Deddymengatakan, 1 Australia meminta1 agar tarif bea masuk 1untuk sapi bakalan, dihapuskan saja. Apabila disepakati, 1 kedua negara1 akan1 menjalankan kerjasama1 dengan konsep economic powerhouse. 1Selain sapi, Australia meminta 1bea masuk nol persen untuk 1sejumlah komoditas, termasuk susu skim. Di tanah air, susu skim diolah menjadi 1susu kental manis yang selanjutnya diekspor ke sejumlah negara lain di Asia. 1

Memasuki 1Perundingan Indonesia-Australia Comprehensive1 Partnership Agreement (IA-CEPA) putaran ke-10 berakhir dengan hasil signifikan. Kedua negara kini selangkah lebih dekat menuju kemitraan strategis. Perundingan yang berlangsung 1pada 1tanggal 13-17 November 2017 ini1 merupakan tahap finalisasi sebelum 1memasuki 1putaran 1akhir. 1Di putaran ke- 10 ini, 1tim delegasi berupaya secara maksimal1 mencari 1titik keseimbangan dari berbagai1 kepentingan yang diperjuangkan, khususnya terkait1 pengembangan1 potensi ekonomi1 kedua negara tersebut. Beranjak1 dari1 keinginan1 itu, kedua juru runding1 sepakat mengadakan perundingan satu putaran lagi di awal Desember 2017 guna mencapai hasil perundingan0yang1memuaskan1kedua1belah1pihak.1

Putaran ke-11 Perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dilaksanakan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, 4-

62 8 Desember 2017. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deddy Saleh didampingi Direktur Perundingan Bilateral, Ni Made Ayu Marthini. Hasil dalam perundingan putaran ke-11 ini membahas mengenai akses pasar barang jasa dan investasi, serta kerja sama ekonomi juga .teks-teks .perjanjian. yang belum disepakati, pada putaran ke-11 tim perunding telah mencapai. batas. mandatnya sehingga perlu meminta arahan ke tingkat pejabat yang lebih tinggi (Menteri dan Wapres). .

Pada putaran terakhir perundingan IA-CEPA yang ke 12 diselenggarakan di Jakarta tanggal 14-16. Agustus 2018. Direktur. Perundingan Perdagangan.

Bilateral, Ni Made .Ayu Marthini, didampingi oleh. Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan Luar Negeri. (Djatmiko Bris Witjaksono), dan Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan. Internasional . (Sri Nastiti. Budianti) memimpin delegasi.RI pada pertemuan dengan .delegasi Australia untuk membahas hal-hal prioritas. terkait perdagangan barang dan kerja sama ekonomi guna penyelesaian.

perundingan Indonesia-Australia Comprehensive .Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) .

Delegasi RI diperkuat oleh Kementerian dan Lembaga terkait, yaitu Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan .Bappenas. Sedangkan, delegasiAustralia dipimpin oleh Andew Martin dari Department of Foreign Affairs. and Trade Australia.

Pada putaran ke-12, secara umu yang di bahas. mengenai isu yang telah di bahas pada putaran ke 11. Tim perundingan sudah. mendapatkan mandat arahan sehingga. walaupun tidak semua isu perundingan dapat diselesaikan. dalam putaran ke-12, namun penyelesaian perundingan sudah terlihat dan dapat.

diselesaikan di pertemuan ketua perunding. .

63 Setelah melakukan. perundingan selama delapan tahun. IA-CEPA dapat ditandatangani pada tahun. ke Sembilan. Penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif. kedua negara (IA-CEPA) ini. dilaksanakan di Jakarta, Senin 4 februari. 2019. Penandatanganan. kesepakatan ini dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto. Lukita dan Menteri. Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia, Simon .Birmingham, serta disaksikan angsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di hadapan. para pelaku usaha, wakil pemerintah, dan beberapa perwakilan undangan lainnya. .

Dalam sambutan kedua Menteri Perdagangan menegaskan, bahwa IA- CEPA memiliki semangat saling menguntungkan bagi kedua negara. Setelah proses penandatanganan IA-CEPA, selanjutnya. adalah ratifikasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Setelah. ratifikasi selesai, maka dilakukannya pertukaran naskah perjanjian melalui nota diplomatik .untuk menginformasikan seluruh persyaratan. pemberlakuan persetujuan tersebut telah dilaksanakan. Maka setelah itu IA-CEPA dapat di publikasikan secara resmi isinya secara. luas dan dimanfaatkan oleh semua pihak. .

64 Tabel : Neraca Perdagangan Dengan Negara Mitra Dagang Negara Tujuan

Ekspor Australia Tahun 2014 – 2019

Uraian 2014 2015 2016 2017 2018 red (%) 1418

Jan s/d Agust

Perub. (%) 19/18

2018 2019

TOTAL

PERDAGANGAN 10.595.876,1 8.518.102,1 8.469.727,8 8.533.310,8 8.645.167,3 -3,97 5.701.187,7 5.118.243,9 - 10,22

MIGAS -408.558,8 815,030,7 1,270,007,8 1.547.615,6 1.321.512,1 4,82 857,088 583,986,4 -31,86

NON MIGAS 9.187.317 7.667.071,4 7.199.765,0 6.985.695,3 7.323.655,2 -5.32 4.844.099,3 4.534.257,5 -6,40 EKSPOR 4.948.373,7 3.702.307,6 3.208.918,0 2.524.361,6 2.819.625,8 -14,0 1.895.571,6 1.525.672,3 -19,52

MIGAS 1.251.831,1 707.665,2 538.276,0 582.659,4 656.706,2 -13,80 441.794.0 106.534,5 -75,89

NON MIGAS 3.696.542,7 2.994.642,3 2.670.642,1 1.941.702,2 2.162.919,6 -13,97 1.453.877,7 1.419.137,8 -2,39 IMPOR 5.647.502,4 4.815.794,5 5.260.854,8 6.008.949,2 5.825.541,5 2,87 3.805.516,1 1.525.672.3 -19,52

MIGAS 156.727,7 143.365,4 731.731,8 964.956,2 664.805,8 16,55 415.294,4 477.452,0 14,97

NON MIGAS 5.490.774,6 4.672.429,1 4.529.123,0 5.043.993,0 5.160.735,7 -0,47 3.390.221,7 3.115.119,7 -8,11 NERACA

PERDAGANGAN -699.128,6 -1.113.487,0 -2.051.936,7 -3.484.587,6 -3.005.915,7 50,05 -1.909.844,5 -2.066.899,3 -8,22

MIGAS 1.095.103,4 564.299,8 -193.455,8 -382.296,8 -8.099,6 26.499,5 -370.917,5 -1.499,7

(Sumber : Statistik Kemendag)

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa perdagangan Indonesia dengan Australia selama masa perintahan Joko Widodo tidak mengalami dampak dari dinamika politik yang terjadi.

65 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Kerja sama ekonomi yang dibentuk tahun 2005 oleh Indonesia dan Australia bernama IA-CEPA sempat dinonaktifkan perundingannya di tahun 2013 dikarenakan adanya dinamika politik yakni pemerintah Australia melakukan penyadapan terhadap pemerintah Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kemudian di tahun. 2016, Perdana Menteri .Australia yang baru, Malcolm Turnbull, melakukan kunjungan kenegaraaan .ke Indonesia bertemu dengan Presiden Indonesia menjabat pada saat itu, Joko. Widodo. Pada saat pertemuan tersebut, Australia mengajak pihak Indonesia. untuk mengaktifkan kembali perundingan kerja sama ekonomi IA-CEPA. yang sempat terhenti pada tahun 2013. Dalam mengeluarkan suatu. keputusan, negara akan bertindak secara rasional dengan mempertimbangkan keuntungan maksimal yang akan didapat, konsekuensi yang ditanggung serta .yang utama adalah sesuai dengan tujuan negara yaitu kepentingan nasional.

Berdasarkan analisis yang peneliti paparkan trerdapat dinamika yang terjadi dalam proses penandatangan kerjsama IA-CEPA sehingga penandatanganan kerjasama ini berlangsung lama yaitu:

1. Eksekusi mati Sembilan (9) orang pengedar Narkoba yang berasal dari Australia atau yang di kenali dengan1 Duo Bali Nine. Peristiwa ini menjadi salah satu penyebabkanq meningkatnya ketegangan hubungan di antara Australia dan Indonesia, disaat yang q bersamaan juga berdampak

66 kepada hubungan perdagangan yang terjalin di antara kedua negara pada masa pemerintahan President Joko Widodo. q Eksekusi mati Duo Bali q Nine saat itu tidak hanya menggemparkan masyarakat di q Australia melainkan menjadi q perbincangan hangat di kancah internasional. Para pengedar q narkoba tersebut ditangkap .saat berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. q q

2. Terjadi penyadapan di istana Negara yang membuat hubungan kedua Negara kembali menegang sehingga perundingan IA-CEPA beberapa kali terhenti.

3. Di lakukan perundingan sebnyak 12 kali untuk mencapai kesepakatan Kerjasama IA-CEPA.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitan dari penulis dan pemarapan kesimpulan di atas, maka sebagai tindak lanjut 1dari hasil penelitian penulis terkait dengan

“Dinamika hubungan bilateral1 Indonesia & Australia dalam penandatangan Kerjasama IA-CEPA”, 1maka saran dari peneliti adalah pemerintah Indonesia harus dapat mengimbangi1 antara impor produk dari Australia dengan produk lokal yang ada di Indonesia serta pemerintah juga harus melindungi para petani lokal menghadapi produk-produk impor dari Australia yang akan membanjiri pasar Indonesia. Dikarenakan kepentingan nasional Indonesia adalah kesejahteraan ekonomi, maka Indonesia1 harus dapat meningkatkan kualitas produksi maupun SDM agar1 volume ekspor juga dapat meningkat secara

67 signifikan serta mengatur impor dari 1Australia agar neraca perdagangan Indonesia-Australia tidak defiisit.1

Penulis juga memberikan rekomendasi kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan topik kerja. sama IA-CEPA untuk penelitian di tahun-tahun berikutnya agar dapat meneliti lebih rinci dengan objek penelitian yang lebih luas.

Peneliti juga mengharapkan 1penelitian selanjutnya dapat lebih komprehensif dengan 1melampirkan referensi-referensi lain dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, jurnal skripsi, dan buku. Peneliti merekomendasikan untuk adanya penelitian 1lebih lanjut terkait dengan hasil dari kerja sama IA- CEPA dan sejauh mana kepentingan nasional di bidang kesejahteraan 1ekonomi dapat diakomodir oleh kerja sama IA-CEPA setelah kerja sama ini diratifikasi dan dijalankan oleh kedua belah pihak.1

68 DAFTAR PUSTAKA

Allizon. (1971). Essence Of Decision : Explaining The Cuban Missile Crises.

Boston : Little, Brown And Company.

Amstutz. (1998). International Conflict And Cooperation : An Intriduction To Word Politics. Mc Graw Hill.

Andriani Yeti & Andre. (2017). Iplikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) Terhadap Perdagangan Luar Negeri Indonesia. Andalas Journal Of International Studies. 6 Assyaur, M. R. (2019) Studi Kasus Negosiasi Comprehensive Economic

Partnership Agreement.

Astuti &Ayuningtsya. (2018). Pengaruh Ekspor Impor Terhadap Perekonomian Indonesia.

Chrismonita.(2020,O106).Https://Library.Universitaspertamina.Ac.Id./Xmlui/Ha/

123456789/942.

DFAT,D.(2019,Maret24).AboutiaCepaHttps://Dfat.Gov.Au/Trade/Agreements/N otyetinforce/Iacepa/Pages/Indonesia-Australia-Comprehensive-Economic Partnership-Agreement.Aspx.

DFAT. (2019) Bab. Hubungan Antara Australia Dan Indonesia. Diakses Melalui Http://Draf.Gov.Au/Aboutus/Publications/People-To-People/ Geografi Autralia/Bab 1 1/Index.Html Pada November 2019 Pukul 19:15 Wib..

Dugi, V. M. (2016). Memperkokoh Hubungan Indonesia - Australia Global

&Strategis, 311-324..

Harnas. (2017). IA-CEPA, Ri-Autralia Sulit Selaraskan Kepentingan.

DipetikOktober29,2019,DariHariannasional.Com:Http://Harnas.Co/2017/1 0/02/Ia-Cepa-Ri Australia-Sulit-Selaraskankepentingan.

Ika, A. (2013, Maret 2). Kompas.Com Putaran Ke-6 Ia IA-CEPA, Indonesia FokusPada Kerja Sama Vakasi(2016). Laporan Kementrian Perdagangan Indonesia "PerkembanganPerdagangan Australia-Indonesia 2015" ,4.

69 Istiqamah, N. S. (2014) Kerjasama Australia-Indonesia Dalam Bidang Ekxpor

Impor Daging Sapi

Kemendag. (2016). Dinamika Hubungan Bilateral Indonesia Dan Australia Pasca Hukuman Mati Sukirman.

Kemendag. (2018), Fact Sheet Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement.

Kemendag, D. (2018, Agustus 31). IA-CEPA. Momentum Baru Kementriaan Indonesia-Australia.

Lisbet, (2015), P3di Sekjen Dpri-Ri. Dinamika Hubungan Bilateral Indonesia- Australiapasca Hukuman Mati Chan Dan Sukumaran.

Mariyah, C. (2005). Tantangan Terhadap Hubungan BilateralIndonesiaaustralia.

Jakarta.

Marutus, S. (2019). Strategi Indonesia Untuk Mencapai Kesepakatan IA-CEPA Michael, R. (2018). Negosiasi Panjang Perjanjian Dagang Ri-Australia Akhirnya

Rampung. Jakarta: Katadata.Co.Id.

Morgenthau, M. H. (1952). Another Great Debate. The National Interest Of The United States. The American Politica Science Review. Pp 961-988.

Perdagangan , K. (2016). Analisis Strategi Posisi Runding Dalam Memperkuat Kerjasama IA-CEPA

Perdagangan, K. (2016). Pusat Kebijakan Kerjasama Perdagangan Internasional Badan Pengkajian Dan Pengembangan Perdagangan. Laporan AkhirAnalisis Strategi Posisi Runding Dalam Memprkuat Kerjasama IA- CEPA'7-8

Perdagangan, K. (2018, Agustus 31). Momentum Baru Kementrian Indonesia Australia (IA-CEPA).

Prihatini, R. (2017, Desember 20). Indonesia-Australia Masih Butu Bahas

IACEPA.Dipetikoktober28,2019,Darikantor.Co.Id:Https://Nasional.Kontn .Co.Id/News/Indonesia-Australia-Masih-Buntu-Bahasia Cepat.

70 Pujayanti, A. (2014). P3di Sekjen Dpr-Ri. Isu Pencari Suaka Dalam Hubungan

Bilateral Autralia-Indonesia, 7.

Ramandisyah, M. (2018). Sripsi. Kepentingan Australia Dalam MembukaKembali Perjanjian IA-CEPA. Universitas Lampung, -

Rinduk, K. (2016). Analisis Kepentingan Indonesia Dalam Mengaktifkan Kembali Perundingan Kerjasama IA-CEPA.

Samuel, F. (2013). Ketegangan Australia-Indonesia Kembali Mengaktifkan Perundingan IA-CEPA.

Sian, T . (2019). Bonded But Not Embedded: Trust In Australia-Indonesia Relations.Synder, R. D. (1965). Persfktif Politik Luar Negeri.

Sholihah, M. 2019. Strategi Indonesia Untuk Mencapai Kesepakatan IA-CEPA.

Tuwo, A. G. (2017). 3 Insiden Yang Panaskan Hubungan Indonesia-Australia.

Waluyo, A. (2013, November 20). Presiden Hentikan Sementara Kerja Sama Dengan Australia. Dipetik Oktober 21, 2019, Dari Voa Indonesia:Https://Www.Voaindonesia.Com/A/PresidenHentikanSementar a-KerjaSamadengan-Australia/1793799.Html .

Yasmin, P. A. (2019, Maret 4) Perjalanan 9 Tahun Negosiasi Perdagangan Bebas Indonesia-Australia.

Zhakariya, J. (2019, November 12). Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.

Dokumen terkait