BAB II PRODUKSI PENGETAHUAN DI KALANGAN PERGURUAN
A. Produksi melalui Dharma Pendidikan
4. Disertasi
awam, sehingga dapat dinikmati sebagai karya yang mendorong perubahan cara hidup dan cara pandang masyarakat ke arah yang lebih baik.
menggunakan tinjauan sudut pandang banyak ilmu yang relevan.
Pendekatan transdisipliner (transdisciplinary approach) adalah suatu pendekatan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan tinjauan ilmu yang dikuasai dengan masalah yang berada di luar disiplin keilmuannya.26
Sebagaimana tesis, disertasi merupakan produk pengetahuan yang melengkapi tiga jenis produk pengetahuan lainnya, di atas. Secara proses, produksi disertasi jauh lebih mendalam dan mapan karena melibatkan beberapa disiplin ilmu. Disertasi ini menjadi salah satu kekuatan kampus dalam mengeksplorasi berbagai problem kekinian secara teoritik, merevisi teori dahulu, meramalkan kejadian-kejadian di masa mendatang, sert memberi solusi atas fenomena yang terjadi. Demikianlan empat jenis produk pengetahuan perguruan tinggi yang ditemukan dalam ranah dharma pendidikan.
Jika dicermati, ketiga bahan setengah jadi produk pengetahuan berupa skripsi, tesis dan disertasi di atas, memiliki karakter khusus. Karakter itu menyesuaikan dengan level kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI), yang menjadi acuan pengembangan pendidikan di perguruan tinggi. Terdapat sembilan level KKNI yang dikembangkan oleh pemerintah melalui peraturan presiden nomor 8 tahun 2012 (lihat Tabel 2.1). Posisi level KKNI jenjang strata satu berada di level 6, strata dua berada di level 8, dan strata tiga berada di level 9 (Gambar 2.1).
KKNI menjadi acuan dalam pengembangan pendidikan, karenanya KKNI ini dipedomani oleh para penyelenggara pendidikan dalam hal (1) menetapkan kualifikasi capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, non formal, informal atau pengalaman kerja; (2) menetapkan skema pengakuan kualifikasi capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, non formal, informal atau pengalaman
26 Setya Yuwana Sudikan, “Pendekatan interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner dalam studi sastra,” Paramasastra 2, 1 (2015), 4-5.
kerja; (3) menyetarakan kualifikasi di antara kualifikasi capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, non formal, informal atau pengalaman kerja; dan (4) mengembangkan metode dan sistem pengakuan kualifikasi sumberdaya manusia dari negara lain yang akan bekerja di Indonesia.27
Gambar 2.1. Posisi Level KKNI Jenjang S1, S2, dan S328
Melihat pentingnya posisi KKNI dalam penyelenggaraan dan pengakuan terhadap proses belajar, baik secara formal, non formal, maupun informal atau melalui pengalaman kerja, negara menaruh harapan besar pada penyelenggara pendidikan tinggi untuk benar-benar mencapai apa yang telah ditetapkan dalam KKNI tersebut, sehingga level-level capaian sebagaimana tertuang dalam KKNI dapat tercapai secara optimal.
27 Lihat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Indonesian Qualification Framework); Kajian tentang Implikasi dan Strategi Implementasi KKNI (Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, 2011), 8-9. Tersedia secara online di http://kkni.kemdikbud.go.id/asset/pdf/booklet_kkni-i.pdf diakses pada tanggal 10 Oktober 2021.
28 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, 10.
Tabel 2.1. Deskripsi Level 6 (S1), Level 8 (S2) dan Level 9 (S3) Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia
No 8 Tahun 2012.29
Level 6 (Sarjana) Level 8 (Magister) Level 9 (Doktor) 1. Mampu mengaplikasikan
bidang keahliannya dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni pada bidangnya dalam penye- lesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi.
2. Menguasai konsep teoritis bidang pengeta- huan tertentu secara umum dan konsep teo- ritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara menda- lam, serta mampu mem- formulasikan penyele- saian masalah
prosedural.
3. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok.
4. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung- jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.
1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji.
2. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner.
3. Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi
masyarakat dan
keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan
internasional.
1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni baru di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji.
2. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter, multi, dan
transdisipliner.
3. Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi
kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan
internasional.
Angka satu sebagaimana tabel 2.1 pada masing-masing level menunjukkan perbedaan yang berarti. Pada level 6 (sarjana) kemampuan
29 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Lihat juga Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, 25-6.
sarjana diindikasi dengan mengaplikasikan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, sedangkan pada level 8 (magister) ada tambahan kemampuan dalam mengembangkan pengetahuan melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji. Hal berbeda diamanatkan pada para doktor di level 9 yang harus mampu mengembangkan pengetahuan baru melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji.
Penekanan kebaruan di level doktor ini sejatinya adalah kemampuan mencipta dan berkontribusi pada bangunan ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni dengan menampilkan kebaruan (novelty) pada kajian dan penelitian yang ia lakukan. Jika mengikuti pernyataan ini, jelaslah bahwa karya akhir yang dihasilkan oleh mahasiswa jenjang S3 adalah karya yang memiliki kontribusi kebaruan bagi bangunan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Karenanya, karya-karya yang dihasilkan melalui penyusunan disertasi adalah karya yang cukup mapan, baik secara teori maupun metodologi.
Tabel 2.2. Rumusan Ketrampilan Umum bagi Lulusan Level 6 (S1), Level 8 (S2), dan Level 9 (S3) sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 202030
Sarjana Magister Doktor
1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengem- bangan atau implemen- tasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai huma- niora yang sesuai dengan bidang keah- liannya;
2. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermu- tu, dan terukur;
3. Mampu mengkaji implikasi pengemba- ngan atau implementasi ilmu pengetahuan
1. Mampu mengembang- kan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif melalui pene- litian ilmiah, penciptaan desain atau karya seni dalam bidang ilmu pengetahuan dan tekno- logi yang memperhati- kan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan bidang keah- liannya, menyusun konsepsi ilmiah dan hasil kajian berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam bentuk tesis atau bentuk lain yang setara, dan
1. Mampu menemukan atau mengembangkan teori/konsepsi/ gagasan ilmiah baru, memberi- kan kontribusi pada pengembangan serta pengamalan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi yang mem- perhatikan dan mene- rapkan nilai humaniora di bidang keahliannya, dengan menghasilkan penelitian ilmiah ber- dasarkan metodologi ilmiah, pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif;
2. Mampu menyusun
30 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, 63-70
Sarjana Magister Doktor teknologi yang mem-
perhatikan dan mene- rapkan nilai humaniora sesuai dengan keah- liannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni, menyu- sun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
4. Menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
5. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyele- saian masalah di bidang keahliannya, berdasar- kan hasil analisis informasi dan data;
6. Mampu memelihara dan mengembang-kan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lemba- ganya;
7. Mampu bertanggung- jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan super- visi dan evaluasi terha- dap penyelesaian peker- jaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya;
8. Mampu melakukan proses evaluasi diri
diunggah dalam laman perguruan tinggi, serta makalah yang telah diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi atau diterima di jurnal internasional;
2. Mampu melakukan validasi akademik atau kajian sesuai bidang keahliannya dalam menyelesaikan masalah di masyarakat atau industri yang relevan melalui pengembangan pengetahuan dan keahliannya;
3. Mampu menyusun ide, hasil pemikiran, dan argumen saintifik seca- ra bertanggung jawab dan berdasarkan etika akademik, serta meng- komunikasikannya melalui media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas;
4. Mampu mengidentifi- kasibidang keilmuan yang menjadi obyek penelitiannya dan memposisikan ke dalam suatu peta penelitian yang dikembangkan melalui pendekatan interdisiplin atau multidisiplin;
5. Mampu mengambil keputusan dalam kon- teks menyelesaikan masalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mem- perhatikan dan menerapkan nilai humaniora berdasarkan kajian analisis atau eksperimental terhadap informasi dan data;
penelitian interdisiplin, multidisiplin atau transdisiplin, termasuk kajian teoritis dan/atau eksperimen pada bidang keilmuan, teknologi, seni dan inovasi yang dituangkan dalam bentuk disertasi, dan makalah yang telah diterbitkan di jurnal internasional bereputasi;
3. Mampu memilih pene- litian yang tepat guna, terkini, termaju, dan memberikan kemasla- hatan pada umat manu- sia melalui pendekatan interdisiplin, multidi- siplin, atau transdi- siplin, dalam rangka mengembangkan dan/atau menghasilkan penyelesaian masalah di bidang keilmuan, teknologi, seni, atau kemasyarakatan, ber- dasarkan hasil kajian tentang ketersediaan sumberdaya internal maupun eksternal;
4. Mampu mengembang- kan peta jalan peneli- tian dengan pendekatan interdisiplin, multidi- siplin, atau transdisi- plin, berdasarkan kajian tentang sasaran pokok penelitian dan konste- lasinya pada sasaran yang lebih luas;
5. Mampu menyusun argumen dan solusi keilmuan, teknologi atau seni berdasarkan pandangan kritis atas fakta, konsep, prinsip, atau teori yang dapat
Sarjana Magister Doktor terhadap kelompok
kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelaja- ran secara mandiri; dan 9. Mampu mendokumen-
tasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.
6. Mampu mengelola, mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan kolega, sejawat di dalam lem- baga dan komunitas penelitian yang lebih luas;
7. Mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri; dan 8. Mampu mendokumen-
tasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data hasil penelitian dalam rangka menjamin kesahihan dan men- cegah plagiasi.
dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika akademik, serta meng- komunikasikannya melalui media massa atau langsung kepada masyarakat;
6. Mampu menunjukkan kepemimpinan akade- mik dalam pengelolaan, pengembangan dan pembinaan sumberdaya serta organisasi yang berada dibawah tang- gung jawabnya;
7. Mampu mengelola, termasuk menyimpan, mengaudit, mengaman- kan, dan menemukan kembali data dan infor- masi hasil penelitian yang berada dibawah tanggung jawabnya;
8. dan Mampu mengembang- kan dan memelihara hubungan kolegial dan kesejawatan di dalam lingkungan sendiri atau melalui jaringan kerjasama dengan komunitas peneliti diluar lembaga.
Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan rambu-rambu rumusan ketrampilan umum yang harus dimiliki oleh lulusan diploma satu, diploma dua, diploma tiga, diploma 4, sarjana, sarjana terapan, magister, magister terapan, doktor, doktor terapan, profesi, spesialis, dan subspesialis.31 Tabel 2.2 menjelaskan secara paralel rumusan ketrampilan umum yang harus dimiliki oleh sarjana, magister, dan doktor.
31 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, 59-76.
Baik skripsi, tesis, maupun disertasi memiliki persamaan bahwa ketiganya adalah karya tulis ilmiah, sehingga penyusunannya harus memenuhi kaidah ilmiah, baik redaksi maupun substansi. Ketiga karya ilmiah tersebut ditulis secara mandiri dan bukan kelompok oleh mahasiswa dan menjadi salah satu syarat mendapatkan gelar di masing-masing jenjang. Ketiga kara tersebut harus diuji dan dipublikasikan baik secara offline dan/atau online menyesuaikan ketentuan yang berlaku di level masing-masing.32 Disertasi sebagai bentuk produk pengetahuan di PTKI yang disyaratkan sebagai bagian dari memperoleh gelar doktor, memiliki unsur kebaruan dan didekati dengan interdisciplinary, multidisciplinary dan/atau transdisciplinary studies sebagaimana amanat KKNI.