• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISTRIBUSI DAN EPIDEMIOLOGI JAMUR DI DALAM TANAH

Dalam dokumen buku Jamur Patogen Terbawa Tanah (Halaman 50-56)

BAB VIII

DISTRIBUSI DAN EPIDEMIOLOGI JAMUR DI DALAM

Jamur Patogen Tanaman Terbawa Tanah

40

didominasi oleh spesies tunggal dan spesies yang lain jarang maka peneliti paling mungkin menemukan spesies yang dominan dan tidak menemukan spesies yang lain. Jika semua spesies berada dalam jumlah yang seimbang maka peneliti barangkali akan menemukan spesies dan flora akan lebih bervariasi. Bila flora didominasi oleh satu atau dua spesies barangkali tidak baik karena tidak mampu tanggap secara cepat terhadap perubahan seperti yang disebabkan oleh praktek pengelolaan tanaman.

Karena tidak praktisnya pengukuran total diversifitas jamur, maka dapat dilakukan pengukuran terhadap jumlah dan kelimpahan spesies kelompok-kelompok indikator. Kelompok- kelompok ini bisa kelompok-kelompok fungsional atau kelompok- kelompok taksonomi.

Kelompok-Kelompok Fungsional Jamur Tanah

Jamur mempunyai peran yang sangat luas di tanah, baik yang menguntungkan walaupun beberapa merupakan patogen tanaman yang merugikan bagi pertanian. Ketika penilaian terhadap kesehatan tanah, jumlah dan kelimpahan spesies memperlihatkan peran yang menguntungkan maka bisa dilakukan pengukuran. Beberapa contoh kelompok-kelompok indikator fungsional yang bisa diukur :

1. Jamur nematopagus : jamur-jamur ini mengurangi populasi nematode di dalam tanah. Sementara umumnya nematode tidak berbahaya bagi tanaman, jumlah nematode parasit tanaman dapat meningkat menjadi sangat besar. Keragaman flora jamur nematopagus akan membantu mengurangi build-up fitonematoda.

2. Jamur pendegradasi seluosa: jamur ini mendegradasi komponen dinding sel utama dari material tanaman yang sangat penting dalam mineralisasi, atau konversi ke bentuk yang bisa digunakan dari nutrisi didalam residu-residu tanaman.

Diversivitas flora jamur ini akan meningkatkan kecepatan perputaran kembali nutrisi untuk digunakan tanaman dan juga persaingan substrat bagi patogen fakultatif seperti Pythium.

Kelompok-Kelompok Taksonomi Jamur Tanah

Beberapa kelompok jamur sudah digunakan sebagai indikator diversivitas, tetapi kebanyakan pada Fusarium. Hal ini disebabkan oleh pentingnya beberapa spesies dari jamur ini dan dari segi ekonomi serta teknik isolasi yang selektif dan sistim taksonomi. Oleh karena memungkinkan secara kuantitatif maka proses isolasi dan identifikasi dari spesies Fusarium yang muncul di tanah dan membandingkan diversivitas pada daerah yang berbeda. Ini akan didiskusikan pada bagian mikogeografi.

Penting untuk dicatat pada genus seperti Fusarium merupakan wakil dari beberapa kelompok-kelompok fungsional jamur. Pada kebanyakan tanah, spesies Fusarium yang ada bukan merupakan patogen pada tanaman yang sedang bertumbuh. Tanah yang memiliki spesies Fusarium dalam jumlah besar mengindikasikan adanya diversivitas flora jamur total, dan tidak berarti bahwa terdapat populasi patogen yang tinggi.

Epidemiologi

Penyakit yang disebabkan oleh patogen terbawa tanah membahayakan, karena keparahan penyakit meningkat perlahan melewati beberapa musim tanam bersamaan dengan peningkatan tingkat inokulum secara bertahap.

Inokulum dari patogen-patogen ini didalam tanah tidak meningkat secara nyata selama musim tanam pada tanaman inang.

Jamur mengkolonisasi jaringan inang sesudah infeksi dan membentuk struktur bertahan hidup yang spesialisasi di dalam jaringan tetapi propagul ini tetap didalam tanaman sakit atau residu- residu serta tidak menginfeksi tanaman lain. Budidaya sesudah panen akan menggangu residu-residu dan menyebarkan inokulum baru melalui tanah didaerah sekitar tanaman sakit. Inokulum baru ini akan menambah akumulasi inokulum di dalam tanah dari musim sebelumnya.

Perkembangan penyakit dalam satu musim tanam

Dalam satu musim tanam proporsi tanaman yang terinfeksi oleh patogen meningkat secara bertahap. Laju infeksi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti kelembaban tanah dan suhu.

Jamur Patogen Tanaman Terbawa Tanah

42 Mikogeografi

Beberapa jamur tanah merupakan kategori kosmopolitan karena hampir terdapat diseluruh dunia. Ada beberapa spesies jamur terbatas distribusinya. Studi tentang distribusi jamur disebut mikogeografi.

Kelompok-kelompok studi yang paling intensif dilakukan adalah genus Fusarium. Hasil dari survey di beberapa negara, memungkinkan untuk mengenal beberapa pola distribusi spesies Fusarium. Sebagai contoh :

(1) Kosmopolitan spesies, terdapat di tanah pada sebagian besar iklim yaitu :

F. oxysporum, F. equiseti

(2) Temperate spesies, hanya terdapat di daerah yang dingin yaitu;

F. acuminatum, F. sambucinum

(3) Tropical spesies, hanya terdapat di daerah curah hujan tropis tinggi yaitu :

F. longipes, F. beomiforme

Ternyata iklim terutama suhu dan ketersediaan air membatasi potensi kehadiran jamur pada berbagai tempat di dunia. Mekanisme ini merupakan subjek studi yang terus menerus dilakukan.

Jamur tanah membutuhkan kemampuan bertahan pada keadaan tanpa substrat atau faktor lain seperti air yang terbatas serta mampu dan sukses berkompetisi ketika persyaratan untuk tumbuh tersedia. Fase pertumbuhan dan bertahan dalam siklus kehidupan dipengaruhi oleh suhu tanah dan potensial air yang mana kedua hal ini dikendalikan oleh iklim. Jamur berada di tanah bila terjadi keadaan yang seimbang diantara kondisi yang menguntungkan untuk tumbuh dan tidak menguntungkan untuk bertahan.

Ini bisa diterangkan dengan dengan menguji dua jamur yang ada hubungan sebagai contoh yaitu, F. acuminatum dan F. compactum. Di alam, F.acuminatum ditemukan pada daerah temperate dengan suhu rata- rata tahunan di bawah 230 C sementara F. compactum di daerah yang agak panas dengan suhu rata-rata dibawah 170 C dan terutama pada daerah arid. Perbandingan bertahan hidup menunjukkan klamidospora dari F. acumunatum mati secara bertahap pada suhu sekitar 300 C, sementara klamidospora dari F. compactum sangat tahan terhadap suhu tinggi. Pada sisi yang lain, walaupun F. compactum

bertumbuh pada suhu dengan interval yang luas di kultur, tetapi sangat tidak kompetitif dibandingkan dengan jamur tanah lain pada suhu dibawah 20oC, sementara F. acuminatum merupakan pesaing yang lebih baik. Distribusi dari dua jamur ini dapat dipahami dimana F.acuminatum tidak mampu untuk bertahan pada kondisi yang merugikan pada iklim yang agak panas walaupun dapat tumbuh secara sukses pada bulan- bulan yang lebih dingin. Pada sisi yang lain F. compactum dapat bertahan secara baik pada beberapa iklim tetapi hanya bisa sukses berkompetisi bila ada substrat sedangkan suhu tinggi merupakan faktor pembatas bagi jamur ini.

Pengaruh iklim pada distribusi patogen terbawa tanah kurang dimengerti dibandingkan dengan saprofit, karena distribusi inang merupakan faktor pengendali utama, dan karena patogen-patogen tidak terintroduksi ke seluruh daerah – daearah yang potensial. Pemahaman dari dasar-dasar mikogeografi dan penerapannya ke patogen ternyata merupakan hal yang sangat penting untuk melakukan karantina tanaman.

44

Jamur Patogen Tanaman Terbawa Tanah

BAB IX

Dalam dokumen buku Jamur Patogen Terbawa Tanah (Halaman 50-56)

Dokumen terkait