BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Pengumpulan Data
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber tertulis atau dokumen-dokumen, baik berupa buku- buku, majalah, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.5 Metode dokumentasi digunakan peneliti untuk mendapatkan hasil disetiap siklus dalam melakukan penelitian.
5 Edi Kusnadi, MetodologiPenelitian, cet. 1, (Jakarta dan Stain Metro: Metro RayanaPers, 2008), h. 102
F. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Tes
Instrumen tes yang digunakan untuk mengukur tingkat hasil belajar siswa yaitu berupa soal tes. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis untuk mengetahui skor peningkatan hasil individu.
Jumlah soal yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berjumlah 5 soal yang jenis soalnya adalah essay. Adapun kisi-kisi soal dalam penelitian ini tercantum pada Tabel 3.2 dan Tabel 3.3 di bawah ini:
Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal
Siklus 1
KD Indikator No
Soal
Tingkat Kesukaran Skor
Md Sd Su
Mendeskripsi- kan sifat-sifat cahaya.
Memahami sifat-sifat cahaya.
1, 3 √ 15
Mendemonstra sikan sifat cahaya yang mengenai berbagai benda (bening,
berwarna dan gelap)
2 √ 30
Mendeskripsik an sifat-sifat cahaya yang mengenai cermin datar
4, 5 √ 20
dan cermin lengkung (cembung dan cekung)
Tabel 3.3 Kisi-kisi Soal
Siklus II
KD Indikator No
soal
Tingkat Kesukaran Skor Md Sd Su
Mendeskripsi- kan sifat-sifat cahaya.
Menunjukkan contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari melalui percobaan.
1 √ 10
Mendeskripsikan bahwa cahaya putih terdiri dari berbagai warna.
2, 3 √ 10
Menunjukkan bukti bahwa cahaya putih terdiri dari berbagai warna.
4 √ 30
Memberikan contoh peristiwa penguraian cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
5 √ 40
Keterangan:
Md = Mudah Sd = Sedang Su = Sulit
G. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan dua bentuk analisis, yaitu analisis data kuantitatif dan data kualitatif.
1. Data Kuantitatif
Analisis data kuantitatif digunakan untuk mengukur hasil belajar dengan melihat peningkatan hasil belajar menggunakan tes tertulis. Hasil belajar dapat dilihat dari hasil yang didapat setelah proses pembelajaran pada tiap siklusnya.
a. Nilai Individu
Untuk mengetahui nilai masing-masing siswa atau individu maka digunakan rumus sebagai berikut:
X = x 100 Keterangan:
X : Nilai yang dicari R : Skor yang diperoleh N : Skor maksimum dari tes b. Nilai Rata-rata Hasil Belajar Siswa
Untuk dapat mengetahui nilai rata-rata hasil belajar siswa, dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
X =
Keterangan:
X : Nilai rata-rata hasil belajar siswa
x : Jumlah nilai seluruh siswa yang mengikuti tes N : Banyaknya siswa yang mengikuti tes c. Ketuntasan Belajar Siswa
Ketuntasan individual P = x 100%
Keterangan:
P : Presentase ketuntasan siswa
R : Siswa yang tuntas belajar (nilai ≥ 65) N : Jumlah siswa keseluruhan6
3. Data Kualitatif
Data kualitatif dilakukan untuk melihat hasil belajar siswa selama proses pembelajaran dengan pengamatan. Pengamatan ini dicatat dalam lembar observasi hasil belajar siswa. Sementara data yang terkumpul dari lembar observasi dianalisis kualitatif disajikan dalam bentuk persentase (%). Adapun kegiatan siswa yang diamatai adalah pemahaman tentang konsep, partisipasi dalam kerjasama, dan penarikan kesimpulan.
Sedangkan kegiatan guru yang diamati antara lain merumuskan tujuan yang jelas, mengatur strategi pelaksanaan pembelajaran, memeperhitungkan dan menetapkan alokasi waktu, mengarahkan dan memonitoring pelaksanaan diskusi, membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.
6 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru, (Jakarta: Pt. Raja Grafindo Persada, 2013), h. 7
H. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dari siklus ke siklus yaitu
“Peningkatan hasil belajar siswa ditandai dengan tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai65 mencapai 70% di akhir siklus”.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Lokasi Penelitian a. Identitas Sekolah
1) Nama sekolah : SD Negeri 1 Gondang Rejo 2) Alamat sekolah :
a) Jalan : Jl. Simpang Swadaya b) Desa/Kelurahan : Gondang Rejo
c) Kecamatan : Pekalongan d) Kabupaten/kota : Lampung Timur e) Provinsi : Lampung f) Kode Pos : 34391 3) Luas Tanah : 6300 m2 4) Tahun Berdiri : 1958
b. Visi dan Misi SD Negeri 1 Gondang Rejo 1) Visi SD Negeri 1 Gondang Rejo
“Terwujudnya peserta didik yang cerdas dalam pengetahuan, berakhlak mulia dan berkarakter bangsa.”
2) Misi SD Negeri 1 Gondang Rejo
a) Mewujudkan sekolah ke depan dalam penguasaan IMTAQ dan IPTEK
b) Membina dan mengembangkan budi pekerti luhur serta budaya bangsa menuju bangsa yang santun
c) Mengoptimalkan pelayanan terhadap peserta didik
d) Mewujudkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan bermakna
e) Membiasakan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat
f) Meningkatkan mutu lulusan yang siap bersaing dijenjang pendidikan selanjutnya
c. Data Guru dan Siswa SD Negeri 1 Gondang Rejo 1) Data Guru SD Negeri 1 Gondang Rejo
Adapun kondisi guru SD Negeri 1 Gondang Rejo yang diketahui dari data sekolah sebagaimana tercantum pada Tabel 4.1 sebagai berikut:
Tabel 4.1
Data Guru SD Negeri 1 Gondang Rejo
No Nama Guru Jabatan Kelas
1 Ibnu Haikal, S.Pd,M.Pd Kepala Sekolah -
2 Suyati, S.Pd Guru Kelas V
3 Ngatijem, S.Pd.SD Guru Kelas IV
4 Sumindari, S.Pd.SD Guru Kelas II
5 Dra. Sumiati Guru Kelas II
6 Sudaryati, S.Pd.SD Guru Kelas VI
7 Sri Astuti, S.Pd.SD Guru Kelas I
8 Sumari, A.ma.Pd Guru Olah Raga IV-VI
9 Purwani Guru Kelas I
10 Drs. Wagimin Guru PAI VI
11 Nur Rafiana, S.Pd Guru Kelas V
12 Agung Tyas Pambudi,S.Pd TU -
13 Maya Dwi Purwaningrum, A.ma.Pust
TU -
14 Muklis Febri Irawan, S.Pd.I Guru PAI III
15 Mudasir Penjaga
Sekolah
- Sumber: diambil dari Data Sekolah SD Negeri 1 Gondang Rejo 2) Data Siswa SD Negeri 1 Gondang Rejo
Data siswa SD Negeri 1 Gondang Rejo dari kelas I sampai dengan kelas VI sebanyak 256 siswa. Adapun data siswa SD Negeri 1 Gondang Rejo terdapat dalam Tabel 4.2 sebagai berikut:
Tabel 4.2
Data siswa SD Negeri 1 Gondang Rejo Tahun Pelajaran 2018/2019 Kelas Jumlah
I 25
II 45
III 46
IV 46
V 45
VI 42
Jumlah 249
Sumber: diambil dari Data Sekolah SD Negeri 1 Gondang Rejo
3) Sarana dan Prasaran
Sarana dan prasaran sekolah dapat menjadi fasilitas baik sekolah ataupun peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar. Adapun sarana dan prasarana di SD Negeri 1 Gondang Rejo pada Tabel 4.3 sebagai berikut
Tabel 4.3
Sarana dan Prasarana Sekolah
No. Nama Bangunan Jumlah
1. Jumlah kelas 8
2. Perpustakaan 1
3. Ruang Kepala Sekolah 1
4. Ruang Guru 1
5. Ruang Tata Usaha -
6. Ruang UKS -
7. Koperasi Sekolah -
8. Mushola 1
10. Dapur -
11. Rumah Penjaga Sekolah - 12. Tempat Parkir Kendaraan 2
13. Gudang 1
14. WC Guru 1
15. WC Siswa 2
Sumber: diambil dari Data Sekolah SD Negeri 1 Gondang Rejo
2. Deskripsi Data Hasil Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas V SD Negeri 1 Gondang Rejo. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dan setiap siklus 3 kali pertemuan yang terdiri dari 2 jam pelajaran atau 2 x 35 menit.
Model kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan jenis model pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Hasil belajar diperoleh dengan melalui tes pada setiap akhir siklus dan data aktivitas siswa diperoleh pada saat kegiatan pembelajaran dengan cara observasi.
a. Kondisi Awal
Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 25 September 2018 dengan ibu Cherlya S.Pd sebagai guru kelas V SD Negeri 1 Gondang Rejo diperoleh data bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA masih kurang maksimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:
1. Hasil belajar siswa kurang memuaskan, ini dapat diketahui dari hasil MID
2. Siswa masih menjadi pendengar pasif dalam proses pembelajaran 3. Siswa menganggap mata pelajaran IPA sebagai pelajaran yang
membosankan karena kurangnya variasi dalam proses pembelajaran
4. Siswa tidak mau bertanya, sementara siswa belum memahami materi yang sedang dipelajari
Sehingga masih ada beberapa siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 65.
b. Siklus I
Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan, dengan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) . Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam proses pembelajaran setelah dilakukan tindakan pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe NHT, pada akhir pertemuan siklus diberikan tes yang disebut dengan post tes. Adapun tahapan pelaksanaan pada siklus I adalah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
1) Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai guru, dimana peneliti menerapkan model kooperatif tipe NHT disetiap siklus yang dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Berikut ini hal-hal yang dilakukan dalam perencanaan antara lain:
a) Menetapkan Kelas Penelitian
Peneliti menjadikan kelas VB sebagai objek penelitian dengan jumlah 22 siswa yang heterogen.
b) Menentukan Pokok Bahasan
Materi yang dibahas dalam penelitian pada siklus I ini adalah sifat-sifat cahaya.
c) Mempersiapkan sumber belajar seperti buku pelajaran SAINS SD Kelas V dan sumber-sumber lain yang relevan.
d) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) memuat bahan atau materi yang akan disampaikan kepada siswa dan setiap rencana pembelajaran tersebut disesuaikan dengan waktu yang telah disediakan oleh pihak sekolah serta sesuai dengan penerapan model kooperatif tipe NHT
e) Membuat Alat Pengumpul Data
Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar penilaian hasil belajar dan lembar observasi aktivitas siswa.
Lembar observasi ini digunakan untuk melihat hasil belajar siswa yang digunakan untuk mencatat hasil belajar atau evaluasi siswa setelah dilaksanakan proses pembelajaran dengan model kooperatif tipe NHT pada akhir siklus diakhir pertemuan, sehingga peneliti dapat melihat peningkatan pembelajaran yang dilakukan siswa.
f) Mempersiapkan Alat Evaluasi 2) Pelaksanaan Tindakan
a) Pertemuan I (Pertama)
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 8 April 2019 dengan waktu 2 jam pelajaran atau 2 x 35 menit. Dalam tahap ini, pembelajaran sudah dirancang dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
Pemberian tes pada pertemuan pertama dilakukan diawal pembelajaran (pretest) sedangkan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe NHT dilakukan tes pada pertemuan ketiga di akhir pembelajaran (post test).
Materi pokok bahasan yang diajarkan pada pertemuan pertama adalah mendemonstrasikan sifat-sifat cahaya yang mengenai berbagai benda (bening, berwarna, dan gelap).
Adapun langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pembelajaran sebagai berikut:
(1) Kegiatan Awal
Guru mengucapkan salam dan memperkenalkan diri terlebih dahulu, setelah memperkenalkan diri kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan memotivasi siswa agar selalu aktif dalam proses pembelajaran.
(2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya apabila siswa merasa belum mengerti mengenai materi yang sedang dipelajari.
Guru membagi siswa ke dalam 5 kelompok yang terdiri dari 4 sampai dengan 5 orang. Setelah siswa mengetahui kelompoknya, guru membagikan nomor kepala kepada setiap siswa di dalam kelompok tersebut.
Kemudian, guru membagikan soal yang sama pada tiap-tiap kelompok.
Selanjutnya setiap kelompok berdiskusi mengenai soal yang telah diberikan oleh guru, siswa yang kurang paham dapat bertanya dengan teman sekelompoknya dan saling membantu satu sama lain. Setelah selesai mengerjakan soal tersebut, guru menunjuk salah satu nomor kepala kemudian meminta siswa yang ditunjuk tersebut untuk menjawab di depan kelas sesuai dengan nomor.
Pada pertemuan pertama, siswa sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran tetapi, masih ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.
(3) Kegiatan Akhir
Pada akhir pembelajaran, guru dan siswa bersama- sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya.
b) Pertemuan II (Kedua)
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 April 2019 dengan sub pokok bahasan mendeskripsikan sifat-sifat cahaya yang mengenai cermin datar dan cermin lengkung (cembung atau cekung) ataupun sebaliknya.
Adapun langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
(1) Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan menyuruh siswa untuk berdoa bersama-sama dan dipimpin oleh ketua kelas V, kemudian guru mengabsensi siswa. Sebelum guru melanjutkan materi pelajaran, guru mengulas kembali materi yang diajarkan pada pertemuan sebelumnya dengan memberikan pertanyaan agar siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kemudian guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa semangat dalam mengikuti proses pembelajaran
(2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi kemudian membagi siswa ke dalam 5 kelompok yang terdiri dari 4 sampai dengan 5 orang. Setelah siswa mengetahui kelompoknya, guru membagikan nomor kepala
kepada setiap siswa di dalam kelompok tersebut. Kemudian guru membagikan soal yang sama pada tiap-tiap kelompok.
Selanjutnya setiap kelompok berdiskusi mengenai soal yang telah diberikan oleh guru, siswa yang kurang paham dapat bertanya dengan teman sekelompoknya dan saling membantu satu sama lain. Setelah selesai mengerjakan soal tersebut, guru menunjuk salah satu nomor kepala kemudian meminta siswa yang ditunjuk tersebut untuk menjawab di depan kelas sesuai dengan nomor.
Pada pertemuan kedua, siswa sudah dapat mengkondisikan dirinya masing-masing dalam proses pembelajaran akan tetapi, masih ada beberapa siswa yang kurang aktif serta mengganggu temannya dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.
(3) Kegiatan Akhir
Pada akhir pembelajaran, guru dan siswa bersama- sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya dan juga untuk pertemuan berikutnya akan diadakan tes kemudian, guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
c) Pertemuan III (Ketiga)
Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 11 April 2019 dengan sub pokok bahasan menunjukkan contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari melalui percobaan. Adapun langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
(1) Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan menyuruh siswa untuk berdoa bersama-sama dan dipimpin oleh ketua kelas V, kemudian guru mengabsensi siswa. Sebelum guru melanjutkan materi pelajaran, guru mengulas kembali materi yang diajarkan pada pertemuan sebelumnya dengan memberikan pertanyaan agar siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kemudian, guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa semangat dalam mengikuti proses pembelajaran.
(2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan ini guru mengulas materi yang telah diberikan pada pertemuan yang lalu. Kemudian, guru membagi lembar soal tes kepada siswa untuk evaluasi dari materi cahaya dan sifat-sifatnya. Siswa mengerjakan soal
tes dengan baik. Setelah selesai mengerjakan guru dan siswa bersama-sama membahas jawaban dari soal tersebut.
(3) Kegiatan Akhir
Di akhir pembelajaran guru dan siswa bersama- sama menyimpulkan materi yang telah dipelajaridan menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
3) Hasil Tindakan
Pada tahap ini kegiatan pengamatan dilakukan oleh observer. Pengamatan dilakukan pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Hal yang diobservasi adalah aktivitas baik guru maupun siswa dan hasil belajar siswa dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
Berdasarkan hasil pengamatan siklus I pada kegiatan guru dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT ini dapat diketahui bahwa saat pembelajaran berlangsung aktivitas guru diamati oleh observer dengan menilai pada lembar observasi yang sudah dipersiapkan.Observasi dilakukan dengan tujuan mengukur sejauh mana kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.Adapun hasil observasi mengenai aktivitas guru saat proses pembelajaran berlangsung dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4 Hasil Observasi Guru
Siklus I No Aspek yang Diamati
Skor Pertemuan Skor Rata- rata
Kriteria
1 2 3
1 Keterampilan membuka pelajaran
70 70 75 71.66 Baik 2 Kemampuan memberikan
apersepsi dan motivasi
70 75 75 73.33 Baik 3 Kemampuan memberikan
petunjuk dalam proses belajar mengajar dan penguasaan materi
75 75 75 75 Baik
4 Penguasaan model pembelajaran NHT
75 75 80 76.66 Baik 5 Kemampuan membagi
siswa ke dalam 5 kelompok dan membagi nomor kepala
75 80 80 78.33 Baik
6 Kemampuan guru dalam penguasaan kelas
70 70 75 71.66 Baik 7 Penguasaan guru dalam
mengevaluasi siswa dengan memanggil nomor siswa untuk menjawab hasil diskusi
70 75 75 73.33 Baik
8 Kemampuan menanggapi pertanyaan siswa
70 75 80 75 Baik
9 Kemampuan
menyimpulkan materi
70 75 75 73.33 Baik 10 Kemampuan dalam
mengalokasikan waktu
75 75 80 76.66 Baik
Jumlah 720 745 770
Skor Nilai = ( X = x : n ) 72 74.5 77 74.5 Baik Keterangan:
81-100 = Sangat Baik
71-80 = Baik
61-70 = Cukup Baik 50-60 = Kurang
Berdasarkan Tabel 4.4 di atas diketahui bahwa kegiatan guru pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. Pada pertemuan pertama memperoleh skor rata-rata 72 sedangkan pada pertemuan kedua memperoleh skor rata-rata 74,5 dan pada pertemuan ketiga memperoleh skor rata-rata 77. Dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua hingga pertemuan ketiga, kegiatan guru mengalami peningkatan dengan rata-rata 2,5%.
Perhitungan masing-masing skor tersebut diperoleh pada tiap kriteria aspek yang diamati. Hasil yang diperoleh pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga pada siklus I secara menyeluruh mendapatkan skor rata-rata 74,5 dengan kriteria baik.
Selain itu, berdasarkan hasil pengamatan siklus I pada aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yaitu dapat diketahui bahwa aktivitas belajar siswa diamati pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang disesuaikan dengan lembar observasi yang telah dipersiapkan oleh peneliti. Data aktivitas belajar siswa pada siklus I dapat dilihat dalam Tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5
Persentase Aktivitas Belajar Siswa Siklus I
No Aspek yang Diamati
Persentase Siklus I Rata- rata Pert. 1 Pert. 2 Pert. 3
1 Memperhatikan guru menjelaskan
36.36% 37.5% 43.18% 39.01%
2 Bertanya 34.09% 35.22% 44.31% 37.87%
3 Berdiskusi 32.95% 35.22% 35.22% 34.46%
4 Bekerjasama 31.81% 34.09% 38.63% 34.84%
Jumlah Persentase 135.21% 142.03% 161.34%
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, dapat diketahui bahwa beberapa aspek belajar siswa pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. Pertemuan pertama ke pertemuan kedua mempunyai selisih sebesar 6,82%, sedangkan pada pertemuan kedua ke pertemuan ketiga mempunyai selisih 19,31%.
Persentase pada tiap aspek yang diamati mengalami peningkatan pada setiap pertemuan, meskipun peningkatan tidak terlalu banyak sehingga perlu adanya perbaikan agar dalam pembelajaran berikutnya lebih maksimal.
Selain mengamati aktivitas belajar siswa yang dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung, adapun untuk penilaian hasil belajar siswa yang didasarkan pada kemampuan siswa dalam mengerjakan soalpretest dan post test pada siklus I
yang diberikan guru kepada siswa kelas VB dengan jumlah 22 siswa dengan kriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 65.
Data hasil belajar siswa saat mengikuti proses pembelajaran pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6 Hasil Belajar Siswa
Siklus I
No Indikator Nilai
Pre Test Post Test
1 Rata-rata 58.18 65.23
2 Nilai Tertinggi 75 85
3 Nilai Terendah 30 45
4 Tingkat Ketuntasan 36.36% 54.54%
Berdasarkan Tabel 4.6 data hasil belajar siswa pada siklus I dengan 3 kali pertemuan, diketahui siswa yang tuntas pada pelaksanaan pretest dapat dilihat dari pengukuran awal bahwa rata- rata siswa belum mengerti dan menguasai materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, dengan perolehan rata-rata 58,18 dan nilai tertinggi 75 serta nilai terendah 30 kemudian tingkat ketuntasannya 36,36%.
Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran dan mendapatkan informasi tentang materi pembelajaran selama satu siklus dengan 3 kali pertemuan, maka diadakan post test dengan
perolehan rata-rata 65,23 dan perolehan nilai tertinggi 85 serta nilai terendah 45 dengan tingkat ketuntasan 54,54%.
Meskipun hasil belajar belum mencapai target yang ditentukan, namun pada siklus I hasil belajar telah mengalami peningkatan. Oleh sebab itu, peneliti harus melakukan tindak lanjut pada siklus berikutnya.
4) Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap proses pembelajaran pada siklus I dari pertemuan pertama, kedua dan ketiga, ada beberapa hal yang harus diperbaiki sebagai berikut:
a) Terdapat beberapa siswa yang masih pasif dalam kegiatan berdiskusi bersama kelompoknya serta guru kurang memberikan motivasi tentang pentingnya bekerjasama dalam kelompok.
b) Terdapat beberapa siswa yang belum mampu menyesuaikan proses pembelajaran yang diterapkan.
c) Kurangnya rasa percaya diri pada saat siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas, sehingga menimbulkan rasa malu-malu dan takut merasa salah dalam mempresentasikan hasil diskusi.
d) Beberapa siswa mengalami kesulitan ketika ditunjuk untuk maju ke depan kelas dan memberikan jawabannya tentang
pertanyaan yang diajukan oleh guru, karena siswa belum terbiasa dengan hal tersebut.
e) Kurang maksimal dalam mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, sehingga siswa perlu dibimbing agar terbiasa dalam melakukan presentasi di depan kelas.
Berdasarkan refleksi pada tahap siklus I, tindakan yang akan dilakukan pada tahap siklus II yaitu:
a) Pada saat proses pembelajaran berlangsung, guru harus mengarahkan siswa untuk selalu bekerjasama dalam kelompoknya dan guru harus mendekati setiap kelompok yang pasif pada saat berdiskusi.
b) Guru harus memberikan perlakuan khusus terhadaap siswa yang belum mampu menyesuaikan proses pembelajaran yang diterapkan.
c) Memberikan motivasi kepada siswa agar tidak malu-malu dan menjadi percaya diri sehingga siswa mampu mempresentasikan hasil diskusi ke depan kelas dengan tidak takut salah.
d) Guru harus membimbing siswa dalam melakukan presentasi sesuai dengan nomor kepala
c. Siklus II
Setelah diadakan refleksi, maka dilaksankan siklus II dengan harapan bahwa dalam siklus II dapat mencapai target tujuan yang diharapkan. Pembelajaran pada siklus II dilaksanakan sebanyak 3 kali
pertemuan, dengan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT).
Adapun tahapan dalam siklus II sama dengan siklus I, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
1) Perencanaan
Perencanaan tindakan yang akan dilakukan pada siklus II ini berdasarkan pada pelaksanaan siklus I yang telah dilakukan.
Dalam penerapan pada siklus II ini, guru harus lebih menarik dalam penyampaian materi, sehingga membuat siswa lebih percaya diri untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi dan dapat membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal.
2) Pelaksanaan Tindakan a) Pertemuan 1 (Pertama)
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 15 April 2019 dilaksanakan dalam 2 jam pelajaran atau 2 x 35 menit dengan sub pokok bahasan mendeskripsikan bahwa cahaya putih terdiri dari berbagai warna, dengan menggunakan model kooperatif tipe NHT.
Adapun langkah-langkah dalam proses pembelajaran, sebagai berikut:
(1) Kegiatan Awal