• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Kehamilan Ganda

2. DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN

 Tenaga kesehatan khususnya bidan sangat berperan dalam memberikan dukungan pada ibu hamil.

 Bidan sebagai tempat mencurahkan segala isi hati dan kesulitannya dalam menghadapi kehamilan dan persalinan.

 Tenaga kesehatan harus mampu mengenali keadaan yang terjadi disekitar ibu hamil.

 Hubungan yang baik, saling mempercayai dapat memudahkan bidan/ tenaga kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan.

 Peran bidan dalam memberikan dukungan antara lain:

o Melalui kelas antenatal

 Memberikan kesempatan kepada ibu hamil yang bermasalah untuk konsultasi

 Meyakinkan bahwa ibu dapat menghadapi perubahan selama kehamilan

 Membagi pengalaman yang pernah dirasakan sendiri

 Memutuskan apa yang harus diberitahukan pada ibu dalam menghadapi kehamilannya.

Tugas bidan :

o Memberikan informasi & penkes

 Mengurangi pengaruh negatif ( kecemasan & ketakutan ttg cerita menakutkan saat kehamilan dan persalinan)  Penkes anatomi & fisiologi kehamilan & persalinan

 Memperkuat pengarh positif (dukungan mental dan penjelasan ttg kebahagiaan punya anak)

 Menganjurkan latihan fisik (Senam hamil memperkuat dasar panggul, melatih pernafasan , teknik mengedan dan latihan relaksasi)

 Adaptasi lingkungan tempat bersalin ( memperkenalkan tempat dan alat bersalin) 3. RASA AMAN DAN NYAMAN SELAMA KEHAMILAN

 Ketidaknyamanan fisik maupun psikologis dapat terjadi pada ibu selama kehamilan.

 Kerjasama bidan dengan keluarga sangat diharapkan agar dapat memberikan perhatian dan mengatasi masalah yang terjadi selama kehamilan.

 Dukungan dari suami, keluarga yang lain dan tenaga kesehatan dapat memberikan perasaan aman dan nyaman selama kehamilan.

KEBUTUHAN IBU HAMIL

 Menerima tanda-tanda bahwa ibu dicintai dan dihargai

 Merasa yakin akan penerimaan pasangannya terhadap calon bayinya

Ketidaknyamanan yang terjadi pada kehamilan TM 1

 Diare ( cairan pengganti, hindari serat tiggi, tidak ada pantang makan suka pedas dan asem boleh, tdk terlalu banyak, jika diare STOP)

 Nocturia ( jelaskan sebab anatomi, kosongkan jik ada dorongan BAK, banyak minum )

 Garis – garis di perut ( gunakan pakaian yg menopang, garis2 banyak disebabkan kuku panjang di garuk)

 Gatal – gatal ( Mandi dengan siram air jeruk, berendam dg air hangat)

 Keputihan ( Pakaian dalam katun, pakaian tipis dan longgar jika keringat bertambah, banyak minum, mandi tertur)

 Mual & Muntah ( hindari PX penyebab  bau makan, makan biskuit, hindari makanan berminyak, tunda gosok gigi segera setelah makan, minum cairan berkarbonat)

 Sakit kepal ( relaksasi, massage pd leher dan otot bahu)

 Cloasma ( hindari sinar matahari berlebih, gunakan bahan pelindng non alergis)

 Odema ( hindari posisi berbaring, posisi tegak terlalu lama, tidur posisi terlentang, kaos kaki ketat)

 Gusi brdarah ( kumur air hangat, memeriksa gusi teratur dan jaga kesehatan gigi)

 Hemoroid ( hindari konstipasi, kompres panas dan dingin, dg perlahan masukan lagi ke rektum)

 Sulit tidur ( gunakan teknik relaksasi, mandi air hangat, minum hangat, hindari kegiatan sebelum tidur)

 Trimester 2

 Keringat bertambah ( metabolisme meningkat, sering mandi gunakan pakaian menyerap keringat)

 Konstipasi ( tingkatkan intake cairan serat, istirahat cukup, senam, BAB teratur, BABA jika ada dorongan)

 Kram pada kaki ( kurangi konsumsi fosfor, panaskan otot kaki, kurangi sepatu/ sandal hak tinggi)

Varicositas kaki/vulva : meninggikan kaki , kaki tidak disilang, hindari pakaian ketat)

 Panas dalam ( hindari mkan berlemak, kunyah permen karet)

 Mati rasa dan geli pada jari tangan kaki

 Nyeri ligamentum ( topang uterus dg bantal, cegah dg lutut ditekuk ke arah abdomen)

 Keputihan

 Hiperventilasi/ sesak nafas ( jelaskan penyebab anatomi atur pernafasan, brdiri dg tangan direntangkan diatas kepala kemudian ambil nafas panjang)

 Nyeri ligamentum (Pakai bantalan pemanas pada daerah abdomen)

 Pusing ( hindari berdiri terlalu lama, hindari berbaing dg posisi supine)

 Sakit punggung atasdan bawah ( gunakan posisi tubuh yang baik jika aktifitas, gunakan BH yang menopang dan pas, berlatih dengan mengangkat panggul, gunakan bantal untuk meluruskan punggung)

TRIMESTER 3

 Nyeri ligamentum (Pakai bantalan pemanas pada daerah abdomen)

 panas dalam ( hindari makanan berlemak, makan sedikir tapi sering)

 sakit punggung atas dan bawah, varicositas pada kaki/ vulva

 Mati rasa dan geli pada jari tangan kaki 4. Persiapan menjadi orang tua

Persiapan menjadi orang tua sangat penting karena akan terjadi banyak perubahan peran ketika bayi lahir.

 Bagi pasangan baru, persipan dapat dilakukan dengan banyak berkonsultasi.

Sedangkan bagi pasangan yang telah mempunyai lebih dari satu anak dapat belajar dari pengalaman mengasuh anak sebelumnya. Persiapan yang tidak kalah pentingnya adalah persiapan ekonomi.

 Hal-hal yang perlu diperhatikan terhadap kehadiran dari bayi baru lahir adalah:

o Temperamen (pasangan trauma pada anak) o Cara pasangan mengartikan stres dan bantuan

o Bagaimana mereka berkomunikasi dan mengubah peran sosial mereka o Akomodasi bagi calon bayi

o Menyiapkan tambahan penghasilan o Perawatan bayi

o Bergagi tugas dg pasangan o Perubahan status ( 2 3) 5. PERSIAPAN SIBLING

 Kekuatan ikatan batin antara ibu dan anak pertama sangat pentinganak yang lebih tua telah membentuk independensi dan ikatan yang kuat, hal ini akan terancam oleh kedatangan bayi baru.

 Sehingga kehadiran anggota baru (bayi) dalam keluarga dapat menimbulkan situasi krisis terutama pada saudaranya, sehingga perlu dipersiapkan.

 PERSIAPAN SIBLING

o Anak 3 tahun / lebih akan cenderung menunggu – nunggu kelahiran seorang bayi baru o Anak yang lebih muda merasa cemas menantikan peristiwa tersebut Untuk mempersiapkan

sang kaka dalam menerima kehadiran bayi:

o Ceritakan mengenai calon adik ( pada akhir kehamilan) o Biarkan dia meraskan gerakan dan bunyi jantung o Gunakan gambar mengenai cara perawatan bayi o Ajak berkunjung ke teman yang punya bayi

 PENGERTIAN Sibling rivalry

o Kamus kedokteran Dorland (Suherni, 2008): sibling (anglo-saxon sib dan ling bentuk kecil) anak-anak dari orang tua yang sama, seorang saudara laki-laki atu perempuan. Disebut juga sib. Rivalry keadaan kompetisi atau antagonisme.

Sibling rivalry adalah kompetisi antara saudara kandung untuk mendapatkan cinta kasih, afeksi dan perhatian dari satu kedua orang tuanya, atau untuk mendapatkan pengakuan atau suatu yang lebih.

 Sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan pertengkaran antara saudara laki-laki dan saudara perempuan. Hal ini terjadi pada semua orang tua yang mempunyai dua anak atau lebih.

o Sibling rivalry atau perselisihan yang terjadi pada anak-anak tersebut adalah hal yang biasa bagi anak-anak usia antara 5-11 tahun. Bahkan kurang dari 5 tahun pun sudah sangat mudah terjadi sibling rivalry itu. Istilah ahli psikologi hubungan antar anak-anak seusia seperti itu bersifat ambivalent dengan love hate relationship.

 Faktor yang menyebabkan sibling rivalry

1. Masing-masing anak bersaing untuk menentukan pribadi mereka, sehingga ingin menunjukkan pada saudara mereka.

2. Anak merasa kurang mendapatkan perhatian, disiplin dan mau mendengarkan dari orang tua mereka.

3. Anak-anak merasa hubungan dengan orang tua mereka terancam oleh kedatangan anggota keluarga baru/ bayi.

4. Tahap perkembangan anak baik fisik maupun emosi yang dapat mempengaruhi proses kedewasaan dan perhatian terhadap satu sama lain.

5. Anak frustasi karena merasa lapar, bosan atau letih sehingga memulai pertengkaran.

6. Kemungkinan, anak tidak tahu cara untuk mendapatkan perhatian atau memulai permainan dengan saudara mereka.

7. Pemikiran orang tua tentang agresi dan pertengkaran anak yang berlebihan dalam keluarga adalah normal.

8. Tidak memiliki waktu untuk berbagi, berkumpul bersama dengan anggota keluarga.

9. Orang tua dan anak mengalami stres dalam menjalani kehidupannya.

Dokumen terkait