BAB IV PENUTUP dan KESIMPULAN
A. Penelitian Terdahulu
3. E-Banking
a. Pengertian E-Banking
E-Banking yang juga dikenal dengan istilah internet banking dapat didefinisikan sebagai jasa dan produk bank secara langsung
72Farida Jasfar, Manajemen Jasa Pendekatan Terpadu, (Bogor: Graha Indonesia, 2009), 65.
kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E- Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Dengan kata laine-banking adalah kegiatan yang melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan.73
Electronic Banking adalah layanan yang memungkinkan nasabah bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik. Agar mendapat fasilitas e-banking maka nasabah harus memiliki rekening Tabungan dan kemudian dapat menjangkau layanan e-banking, yang meliputi fitur ATM, internet banking, mobile banking, phone banking dan SMS banking.74
b. Jenis-Jenis E-Banking
1) Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM) adalah saluran E-Banking paling populer.Yang mana ATM merupakan suatu terminal/mesin komputer yang terhubung dengan jarigan komunikasi bank, yang memungkinkan nasabah melakukan
73Otoritas Jasa Keuangan (OJK), E-Banking, 6.
74Ikatan Bankir Indonesia, Mengelola Kualitas Layanan Perbankan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2014), 113-114.
transaksi keuangan secara mandiri tanpa bantuan dari teller atau petugas bank lainnya. Fitur yang terdapat dalam ATM adalah:
a) Untuk mengetahui informasi saldo
b) Melakukan transaksi penarikan tunai dan non tunai.
c) Dapat berfungsi sebagai kartu kredit
d) Pembayaran tagihan listrik, pembelian pulsa, dan sebagainya.
Namun dalam transaksi yang menggunakan Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM), memiliki ancaman dalam pemakaiannya. Salah satunya adalah Card Skimming adalah tindakan pencurian data kartu ATM dengan cara menyalin infrmasi yang terdapat ada strip magnetis (garis lebar hitam di bagian belakang kartu) secara illegal.75
2) Phone Banking
Ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon.Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada.Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindah bukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik,
75Otoritas Jasa Keuangan (OJK), E-banking, 27.
dan telepon), pembelian (voucher dan tiket) dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR).76
Ada pula masalah yang akan dihadapi bagi pengguna phone banking adalah nomor call center palsu atau nomor phone banking palsu. Modus yang dilakukan pelaku dengan memasang nomor call center palsu agar nasabah phone banking mencatatnya dan menghubungi call center palsu untuk bertransaksi keuangan.
3) Internet Banking
Internet Banking adalah layanan untuk melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet. Merupakan kegiatan perbankan yang memanfaatkan teknologi internet sebagai media untuk melakukan transaksi dan mendapatkan informasi lainnya melalui website milik bank. Fitur transaksi yang terdapat didalamnya, seperti:
a) Informasi umum rekening: tabungan/giro, rekening deposito, kartu kredit, informasi mutasi rekening, transfer dana, dan lain-lain.
b) Layanan informasi: suku bunga kurs.
c) Pembayaran: telepon, internet, TV kabel, asuransi, dan sebagainya.77
Risiko dalam transaksi menggunakan internet banking adalah Phishing adalah tindakan meminta pengguna komputer untuk mengungkapkan informasi rahasia dengan cara mengirimkan
76Dewi Rosa Indah,“Pengaruh E-Banking dan Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Nasabah”, Manajemen Dan Keuangan, Vol. 5 No. 2, (2016), 54.
77Otoritas Jasa Keuangan (OJK), E-banking, 10.
pesan penting palsu, dapat berupa e-mail, website, atau komunikasi elektronik lainnya.
4) SMS Banking
Adalah transaksi perbankan elektronik yang menggunakan media ponsel. Dengan kata lain SMS Banking adalah layanan informasi perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone denganmenggunakan media SMS (short message service).
Risiko dalam penggunaanya adalah terjadinya pencurian ponsel dapat terjadi apabila nasabah lengah dalam menyimpan ponsel.Selain itu ponsel mudah untuk disalah gunakan apabila setting pengaman dalam nsel tidak diamankan.78
5) Mobile Banking
Fitur transaksi yang dapat dilakukan juga sama seperti Phone Banking/SMS Banking. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank.Mobile Banking adalah layanan perbankan yang dapat diakses langsung melalui jaringan telepon selular/handphone GSM (Global for Mobile Communication) atau CDMA dengan menggunakan layanan data yang telah disediakan oleh operator selular.79
78Ibid., 11.
79Abdullah,“Pengaruh Kualitas Layanan BNI Internet Banking Terhadap Kepuasan Nasabah BNI Bandung Tahun 2015”,e-Proceeding of Management, Vol. 2 No. 2, (2015). 109.
Namun dalam transaksi yang menggunakan mobile banking biasanya akan mengalami risiko seperti pembajakan nomor ponsel dan pencurian PIN mobile banking. Pembajakan nomor ponsel biasa terjadi saat ponsel nasabah tidak aktif atau tidak mendapatkan sinyal.
c. Layanan dalam Penggunaan E-Banking
Transaksi perbankan melaui e-banking terlalu banyak memberikan kemudahan bagi para nasabahnya yang menggunakan fasilitas sehubungan nasabah dan pihak bank yang semakin tak terbatas. Maka dari itu adapun keuntungan yang nasabah peroleh dari bertransaksi melalui e-banking, antara lain: Tidak perlu datang ke bank untuk melakukan transkasi perbakan, dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan ke bank, dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dan dimana saja. Keuntungan bagi bank adalah dapat mengurangi biaya operasional.80
Akan tetapi masih ada beberapa pelayanan yang diperoleh dalam penggunaan e-banking, antara lain:
1) Pertanggung jawaban Keamanan
Pertanggungjawaban atau kepercayaan diartikan sebagai sebuah tindakan pelayanan yang tepat, baik secara waktu maupun sistem sebagaimana dijanjikan oleh pihak perusahaan (dalam konteks bank).Yang dimaksud dari kepercayaan adalah secara
80Alfian Tan,“Pengembangan Dimensi Kualitas Layanan E-Banking Dan Hubungannya Dengan Kepuasan Serta Loyalitas Konsumen, Ilmiah Teknik Industri”, Vol. 13 No. 1,(2014), 58-59.
akurat memberikan info terkait pembayaran atau pengeluaran, menyimpan catatan secara tepat (demi perusahaan maupun nasabah), dan memberikan pelayanan sesuai dengan waktu yang direncanakan atau seharusnya.81
Kepercayaan juga dapat di sub-kategorikan seperti diantaranya menyediakan pelayanan seperti yang sudah dijanjikan, kesiapan pihak bank dalam menghadapi problematika pelayanan nasabah, memberikan pelayanan tepat pada waktunya, di waktu yang sudah dijanjikan.
2) Efisiensi Transaksi
Efisiensi transaksi adalah kemampuan nasabah mengakses website guna menemukan fitur atau produk apa yang dilayani bank, mendapatkan informasi terkini, dan melakukan kesemuanya dengan usaha seminimal mungkin (birokrasi tidak lelet). Untuk memaksimalkan efisiensi transaksi, pihak bank wajib memperhatikan sejumlah hal, diantaranya: informasi yang tersedia di website harus up to date, respon yang cepat, waktu pengunduhan file atau data yang tidak memakan waktu, informasi produk atau fitur yang komplit, tutorial/demonstrasi, dan fungsi bantuan lainnya.82
81Muammar Arif,“Pengaruh Kualitas Layanan dan Kualitas Produk Internet Banking Terhadap Kepuasan Nasabah Bank BRI Pandanaran Semarang”, Manajemen, Vol 13 No. 2, (2016), 21.
82Ibid., 22
3) Keamanan Pelayanan
Kemanaan di sini diartikan sebagaimana pelanggan harus terbebas dari bahaya, risiko, atau keraguan. Oleh karenanya, dibutuhkan pekerja atau karyawan yang bisa menjaga pelanggan merasa aman selama proses transaksi, dan lagi-lagi, harus bisa menjawab segala pertanyaan yang kontekstual, meski kadang ditemui pelanggan yang menanyakan hal-hal di luar konteks.83 4) Kemudahan Penggunanan
Yang termasuk dari kemudahan penggunanaan diantaranya adalah alamat URL yang mudah diingat, website yang mudah diakses, navigasi yang mudah dimengerti, konten yang tepat secara tata letak dan aturan penggunaan.84
d. Dasar Hukum Dalam Penggunaan E-Banking
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Yang berisi ketentuan sebagai berikut:85
1) Pedoman penerapan manajemen risiko dalam penggunaan Teknologi Informasi oleh bank umum merupakan acuan standar penerapan manajemen risiko dalam penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank.
83Ibid., 113.
84Muammar Arif, Pengaruh Kualitas Layanan, 22.
85https://www.ojk.go.id/id/, (Diakses pada 27 Maret 2018).
2) Bank yang telah memiliki kebijakan, standar, dan prosedur dalam penggunaan Teknologi Informasi dan/atau pedoman manajemen risiko penggunaan Teknologi Informasi sebelum berlakunya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini, menyesuaikan dan menyempurnakan dengan berpedoman pada Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini
Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/15/PBI/1997 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum, yang menyebutkan bahwa:86“Layanan Perbankan Melalui Media Elektronik atau selanjutnya disebut Electronic Banking adalah layanan yang memungkinkan nasabah Bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik antara lain ATM, phone banking, electronic fundtransfer, internet banking, mobile phone.”
Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/30/DPNP/2007 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum, yang menyatakan bahwa:87 “Penggunaan teknologi informasi diperlukan bank dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan operasional bank. Selain itu perkembangan teknologi informasi
86https://www.bi.go.id/id/, (Diakses pada 28 Maret 2018).
87Ibid.,
memungkinkan bank untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah melalui produk-produkelectronic banking.”
67
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA