Bab 9 Lingkungan Kerja dan Produktivitas Kerja
9.4 Efek Lingkungan Kerja pada Produktivitas Karyawan
Myerson, Bichard dan Erlich (2016) berpendapat bahwa seorang karyawan hanya akan produktif jika tempat kerja dirancang sejalan dengan kebutuhan karyawan. Lingkungan kerja yang positif membuat karyawan merasa nyaman untuk bekerja, dan ini memberikan motivasi untuk mereka semangat bekerja sepanjang hari. Setiap perusahaan memiliki budaya perusahaan dan lingkungan kerja masing-masing. Keunikan ini menentukan nilai perusahaan dan biasanya menciptakan standar yang umumnya diikuti oleh karyawan.
Ketika perusahaan telah menciptakan budaya tempat kerja yang positif, lingkungan tempat kerja cenderung lebih sehat karena semua karyawan merasa nyaman. Budaya perusahaan yang baik dapat membuat karyawan tetap produktif.
Banyak organisasi (misalnya Google, Microsoft, Tokopedia, Traveloka) telah meninjau ulang bagaimana lingkungan kerja didesain, dibangun dan dikelola untuk menghasilkan lingkungan fisik guna meningkatkan produktivitas dan kreativitas karyawan untuk membantu perusahaan unggul. Google adalah salah satu perusahaan yang mendesain lingkungan kerja dengan sangat unik.
Google memiliki konsep-konsep desain yang berbeda dengan perusahaan formal lainnya. Di setiap sudut ada ciri khas tema agar karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan tidak tertekan. Bukan sebuah rahasia lagi jika kantor Google memiliki kultur kerja yang dianggap menyenangkan. Suasana dan lingkungan kerja yang nyaman seakan sudah menjadi ciri khas Google dibandingkan perusahaan teknologi lainnya. Tidak mengherankan jika banyak orang yang ingin bergabung dengan Google.
Untuk menunjang kinerja dan produktivitas karyawannya, Google memfasilitasi banyak hal. Mulai dari fasilitas kesehatan hingga fasilitas lainnya tidak pernah gagal. Ruang meeting di Google memang dibuat cukup unik, hal tersebut dibuat sengaja untuk nyaman agar karyawan saat presentasi tidak gugup dan percaya diri. Ruang kerja yang sangat menakjubkan, ruang tersebut dibuat sedemikian rupa agar para karyawan tidak jenuh mencapai target pekerjaan mereka. Jika bekerja di Google, maka karyawan tidak takut kelaparan karena di kantin sangat banyak sekali makanan yang disajikan dan bebas pilih. Adapun disediakan ruang tidur bagi karyawan untuk tidur siang.
Kantor Google sangat lah luas, maka dari itu perusahaan ini menyediakan
fasilitas kendaraan kantor. Dan mungkin yang satu ini tidak ada di perusahaan lain yaitu ruang pijat, fasilitas ini disediakan bagi karyawan yang lelah setelah seharian bekerja. Selain itu masih banyak lagi fasilitas-fasilitas yang disediakan perusahaan Google untuk meningkatkan produktivitas karyawannya seperti ruang olahraga, ruangan bermain dan ruang perpustakaan.
Tidak kalah dengan perusahaan luar negeri, di Indonesia yakni salah satu perusahaan Tokopedia juga memiliki konsep berwarna hijau. Beberapa ruangan juga dikonsep dengan unik. Tidak hanya berisikan meja dan kursi standar tetapi mereka menyediakan ruangan santai, ruangan bermain, dan kantin dengan dekorasi yang memanjakan mata. Di Kantin setiap karyawan dibebaskan mengambil makanan dan minuman yang mereka inginkan. Mereka juga menyediakan ruangan diskusi yang sangat nyaman dan kedap suara sehingga saat berdiskusi tidak terganggu oleh orang lain. Tokopedia juga menyiapkan ruangan bagi karyawan yang ingin beristirahat sejenak.
Lingkungan kerja dapat memengaruhi suasana hati karyawan. Menghabiskan hari kerja di ruangan yang kurang pencahayaan dan terlalu dingin atau terlalu panas membuat karyawan depresi. Lingkungan kerja yang monoton membuat para pekerja depresi sehingga produktivitas mereka juga terpengaruh.
Karyawan yang nyaman dan bahagia tidak hanya menghargai tempat kerjanya, tetapi mereka juga menyelesaikan tugasnya. Memperbaiki lingkungan kerja membutuhkan usaha di awal tetapi memberikan keuntungan jangka panjang bagi organisasi. Karyawan akan membangun tim yang lebih kuat dan lebih menguntungkan jika perusahaan memperhatikan masalah ini.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Too dan Harvey (2012) bahwa lingkungan kerja yang tidak baik (toxic environment) seperti tindakan bullying yang terjadi di lingkungan kerja serta pemimpin destruktif yang melanggar visi dan misi perusahaan sangat memengaruhi kepuasaan karyawan. Karyawan yang bekerja dengan lingkungan buruk seperti itu akan memiliki dampak pada psikologis, sosial, dan psikosomatik. Keadaan ini memperburuk karyawan sehingga termanifestasikan menjadi self-efficacy rendah sehingga produktivitas pekerjaannya menurun.
Studi eksperimental yang dilakukan menghasilkan bukti bahwa ketika lingkungan kerja dengan suhu yang sangat panas mengakibatkan efek pada keadaan fisik (suhu kulit, detak jantung, keringatan berlebih) serta psikologis (pusing, mual, dan sensasi panas berlebih). Ketika bekerja di lingkungan yang
panas, jumlah keringat berhubungan dengan kondisi dehidrasi. Tingkat radiasi termal yang tinggi dapat membuat pekerja (atau individu di bidang lain) menjadi lebih tidak tertahankan terhadap tekanan panas, mengurangi produktivitas mereka, dan berpotensi mempersulit mereka dalam menyelesaikan tugas. Hal ini karena kelelahan otot menyebabkan penurunan produktivitas fisik; selanjutnya, fungsi fisiologis dan psikologis mengurangi kemampuan otak untuk memproses informasi, sehingga mengurangi efisiensi mental ((Zhang, Zhu dan Lv, 2021). Perusahaan perlu menyadari bahwa kondisi lingkungan kerja dengan suhu yang nyaman efeknya meningkatkan produktivitas bagi karyawan. Hubungan yang baik ditempat kerja menstimulasi lingkungan kerja menjadi lebih produktif. Tidak hanya itu, dalam penelitiannya, Leblebici membuktikan bahwa lingkungan kerja memengaruhi produktivitas kerja karyawan, beberapa di antaranya adalah feedback, dukungan supervisor, keadilan, sistem komunikasi, faktor fisik seperti pencahayaan, ventilasi, suhu, serta penugasan dan jam kerja berkaitan erat dengan produktivitas kerja (Leblebici, 2012).
Dari beberapa hasil penelitian diatas mengungkapkan bahwa faktor lingkungan kerja sangat penting bagi karyawan. Gaji dan kompensasi tinggi terlihat sangat menarik karyawan, namun kualitas dari lingkungan kerja lebih memiliki pengaruh kuat bagi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan karyawan bertalenta. Beberapa faktor lingkungan kerja mungkin menjadi kunci utama yang berdampak pada tingkat keterikatan, kenyamanan, produktivitas karyawan (Leblebici, 2012).