• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

meningkatkan kreatifitasnya dalam mengajar sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat.

B. Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam

Tabel 8

Pernyataan Siswa Terhadap Pelajaran Pendidikan Agama Islam

No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1 Sangat tertarik 25 31%

2 Tertarik 38 58%

3 Kurang tertarik 10 11 %

4 Tidak tertarik - 0 %

Jumlah 73 100 %

Sumber data : Angket No. 1

Tabel di atas bahwa dari 25 siswa yang dijadikan sampel 15 siswa atau 31% yang menyatakan sangat tertarik belajar Pendidikan Agama Islam, 38 orang atau 58% yang menyatakan tertarik belajar Pendidikan Agama Islam, 10 orang atau 11% yang menyatakan kurang tertarik belajar Pendidikan Agama Islam dan tidak ada siswa yang menjawab tidak tertarik belajar Pendidikan Agama Islam.

Berdasarkan sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Nur Wahidah, S. Ag guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa :

Siswa tertarik belajar Pendidikan Agama Islam karena guru dalam mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan suatu pembelajaran kepada siswa dengan mengajarkan materi sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (wawancara 18 Juli 2013)

Hasil wawancara di atas bahwa metode pembelajaran kontekstual sangat menunjang keberhasilan seorang guru dalam proses belajar mengajar, makanya guru harus mengetahui banyak metode pengajaran

sehingga tidak dikatakan gagal dalam mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.

Selain itu metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, seperti apa yang dilakukan oleh Ast. Aminah guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu:

Untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar, maka guru hendaknya membuat pelajaran yang diajarkan itu menantang, menggunakan strategi pengulangan, diskusi, kerja kelompok, tanya jawab serta mengarahkan dan membimbing siswa dalam belajar (wawancara 18 Juli 2013)

Berdasarkan keterangan di atas, dapat dipahami bahwa guru Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki strategi yang sangat mendukung proses pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu mengarahkan dan membimbing siswa dalam proses belajar mengajar.

Tabel 9

Pernyataan Siswa Terhadap strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam

No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1 Sangat baik 23 37,5 %

2 Baik 35 52 %

3 Kurang baik 15 10,5 %

4 Tidak baik - 0 %

Jumlah 73 100 %

Sumber data : Angket No. 2

Dari tabel di atas bahwa dari 73 yang dijadikan sampel 23 orang atau 37,5% yang menyatakan sangat baik strategi guru dalam

menyatakan baik strategi guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 15 orang atau 10,5% yang menyatakan kurang baik strategi guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan tidak ada siswa yang menjawab tidak baik strategi guru dalam pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut di atas menurut St. urbaya, S. Ag guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki strategi yaitu:

Strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar adalah metode kontekstual yaitu metode pembelajaran yang dilaksanakan secara teori kepada para siswa sesuai dengan RPP, serta metode konvensional yaitu metode pembelajaran dengan menggunakan proses pembelajaran secara praktek kepada para siswa khususnya dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam. (wawancara 18 Juli 2013)

Strategi guru dalam proses belajar mengajar, faktor terpenting yang harus diperhatikan adalah bagaimana para siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar dapat mengetahui dan memahami berbagai materi yang telah diajarkan oleh setiap guru. Selain untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pengajaran harus dapat membangkitkan kualitas siswa untuk belajar.

Sebab, belajar yang efektif siswa harus memperhatikan guru dalam proses belajar pembelajaran bidang studi Pendidikan Agama Islam, sebagaimana tabel dibawah ini:

Tabel 10

Pernyataan Siswa memperhatikan pada saat guru menerangkan bidang studi Pendidikan Agama Islam

No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1 Sangat memperhatikan 24 29,17 %

2 Memperhatikan 40 62,5%

3 Kurang memperhatikan 9 8,33%

4 Tidak memperhatikan - 0 %

Jumlah 73 100 %

Sumber data : Angket No. 3

Dari tabel di atas bahwa dari 73 yang dijadikan sampel 24 orang atau 29,17% yang menyatakan sangat memperhatikan pada saat guru menerangkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 40 orang atau 62,5% yang menyatakan memperhatikan pada saat guru menerangkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 9 orang atau 8,33% yang menyatakan kurang memperhatikan pada saat guru menerangkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan tidak ada siswa yang menjawab tidak memperhatikan pada saat guru menerangkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Berdasarkan tabel di atas sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Rahmiyanti, S. Ag guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa:

Guru dalam mengajar Pendidikan Agama Islam menggunakan beberapa cara agar siswa dapat memperhatikan pada saat guru menyampaikan materi dengan menggunakan metode kontekstual (wawancara 18 Juli 2013)

Pembelajaran Agama Islam juga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupannya, artinya pembelajaran kontekstual bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Materi pelajaran dalam kontekstual bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan, akan tetapi sebagai bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata.

Tabel 11

Pernyataan Siswa Terhadap metode mengajar guru bidang studi Pendidikan Agama Islam

No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1 Sangat baik 24 29,17 %

2 Baik 38 58,33 %

3 Kurang baik 11 12,5 %

4 Tidak baik - 0 %

Jumlah 73 100 %

Sumber data : Angket No. 4

Dari tabel di atas bahwa dari 73 yang dijadikan sampel 24 orang atau 29,17% yang menyatakan sangat baik metode mengajar guru bidang studi Pendidikan Agama Islam, 38 orang atau 58,33% yang menyatakan baik metode mengajar guru bidang studi Pendidikan Agama Islam, 11 orang atau 12,5% yang menyatakan kurang baik metode mengajar guru bidang studi Pendidikan Agama Islam dan tidak ada siswa yang menjawab tidak baik metode mengajar guru bidang studi Pendidikan Agama Islam.

Dari tabel di atas sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Sitti Nurbaya, S. Ag guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa :

Sebagai guru harus menempuh dengan cara menggunakan metode pengajaran yang tepat yaitu dalam mengajar menggunakan cara- cara baru agar siswa dapat memahami dan mempraktekkan apa yang disampaikan dan menambah gairah siswa untuk menambah rasa ingin tahu tentang materi yang diajarkan. (wawancara 18 Juli 2013)

Dari hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa dalam meningkatkan prestasi belajar siswa guru harus menyampaikan materi yang mudah dipahami oleh siswa serta menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan, dalam belajar agar siswa dapat memahami kegunaan dan manfaat bidang studi Pendidikan Agama Islam yang telah dia pelajari sehingga kualitas dan prestasi siswa dalam belajar dapat meningkat.

Belajar Pendidikan Agama Islam adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks. Oleh karena itu, belajar tidak dapat sekaligus, akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan. Oleh karena itu, pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak.

Tabel 12

Pernyataan Siswa tentang sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diterapkan guru dalam mengajar

1 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1 Sangat efektif 28 29,17%

2 Efektif 37 52 %

3 Kurang efektif 8 16,67 %

4 Tidak efektif - 4,16%

Jumlah 73 100 %

Sumber data : Angket No. 5

Tabel di atas bahwa dari 73 yang dijadikan sampel 28 orang atau 29,17% yang menyatakan sangat efektif sistem pembelajaran model kontekstual bidang studi Pendidikan Agama Islam, 37 orang atau 52%

yang menyatakan efektif model pembelajaran kontekstual bidang studi Pendidikan Agama Islam, 8 orang atau 16,67% yang menyatakan kurang efektif tidak ada responden yang menyatakan tidak efektif.

Hasil wawancara peneliti dengan Nur Wahidah, S. Ag guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa:

Dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang bidang studi Pendidikan Agama Islam guru menggunakan metode kontekstual yang dapat memperluas pemahaman siswa mengenai ajaran-ajaran agamanya, mendorong siswa untuk mengamalkan dan sekaligus dapat membentuk akhlak dan kepribadiannya serta siswa dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata. (wawancara 18 Juli 2013)

Dari hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa dalam meningkatkan pengetahuan bidang studi Pendidikan Agama Islam guru menggunakan model pembelajaran yang kontekstual dalam belajar agar

siswa dapat memahami kegunaan dan manfaat bidang studi Pendidikan Agama Islam yang telah dia pelajari sehingga kualitas dan prestasi siswa dalam belajar dapat meningkat.

Tabel 13

Pernyataan Siswa memahami sistem pembelajaran kontekstual yang diterapkan guru dalam mengajar Pendidikan Agama Islam

No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1 Sangat memahami 25 26 %

2 Memahami 38 53 %

3 Kurang memahami 10 18,75%

4 Tidak memahami - 0 %

Jumlah 73 100 %

Sumber data : Angket No. 6

Dari tabel di atas bahwa dari 73 yang dijadikan sampel 25 orang atau 26% yang menyatakan sangat memahami sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 38 orang atau 53% yang menyatakan memahami sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 10 orang atau 18,75% yang menyatakan kurang memahami sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan tidak ada responen yang menyatakan tidak memahami sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Hasil wawancara dengan Sitti Aminah guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa :

Dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam guru senang dengan menggunakan metode kontekstual karena dengan menerapkan model ini maka siswa lebih aktif dalam menemukan materi yang diajarkan, dan siswalah yang dapat mengamalkan dalam kehidupannya. (wawancara 18 Juli 2013)

Kegiatan belajar mengajar dituntut profesionalisme dan kreativitas guru dalam menghadapi siswa yang berbeda-beda latar belakang pendidikan dan pengetahuan siswa mereka tidak merasa jenuh dan bosan serta tetap tertarik dalam mengikuti pelajaran pendidikan agama Islam dengan serius yang disampaikan oleh guru.

Dengan memahami tujuan-tujuan umum penggunaan metode mengajar Pendidikan Agama Islam diharapkan kepada guru agar mampu menggunakan metode-metode mengajar dengan baik dan tepat.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan metode dan strategi yang diterapkan guru Pendidikan Agama Islam, diharapkan agar materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dengan mudah dipahami dan dapat meningkatkan kualitas belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

C. Faktor Yang Menjadi Pendorong Dan Penghambat Kualitas Belajar

Dokumen terkait