• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII PENUTUP

B. Saran

1. Keterbatasan dan kekurangan pembelajaran daring dalam pendidikan kedokteran tingkat sarjana dapat dicegah dengan menggabungkan keunggulan pengajaran daring dan pengajaran luring yang disebut hybrid learning (pembelajaran campuran).

2. Bagi penelitian selanjutnya agar mempertimbangkan berbagai variabel perancu penelitian dan sedapat mungkin menyingkirkan variabel-variabel perancu tersebut.

3. Pembelajaran online perlu dilakukan sebagai salah satu upaya kampus untuk menekan terjadinya klaster-klaster baru di lingkungan perguruan tinggi.

35 DAFTAR PUSTAKA

1. Hikmat, Hermawan E, Aldim, Irwandi. Efektivitas Pembalajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 : Sebuah Survey Online. Digit Libr UIN Sunan Gung Djati, Bandung [Internet]. 2020;1–7.

2. Bakia M, Shear L, Toyama Y, Lasseter A. Understanding the Implications of Online Learning for Educational Productivity Center for Technology in Learning SRI International. 2012;76.

3. Ferrel MN, Ryan JJ. The Impact of COVID-19 on Medical Education. Cureus.

2020;12(3):10–3.

4. Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Gasal 2020/2021 di Perguruan Tinggi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud RI. 2020;

5. Zhafira NH, Ertika Y, Chairiyaton. Persepsi Mahasiswa Terhadap Perkuliahan Daring Sebagai Sarana Pembelajaran Selama Masa Karantina Covid-19. J Bisnis dan Kaji Strateg Manaj. 2020;4(1):37–45.

6. Almarzooq ZI, Lopes M, Kochar A. Virtual Learning During the COVID-19 Pandemic: A Disruptive Technology in Graduate Medical Education. J Am Coll Cardiol [Internet]. 2020;75(20):2635–8.

7. Zahroh L. Integrasi Iman Dan Ilmu Pengetahuan Dalam Pendidikan Islam (Kajian Q.S. al-Mujadalah Ayat 11, Q.S. al-Taubah Ayat 122, dan Q.S. al-Isra Ayat 36).

Fak ilmu Tarb dan Kegur Univ Islam negeri walisongo semarang. 2015;

8. Biologi J, Matematika F, Ilmu DAN, Alam P. Efektivitas pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen terhadap pemahaman konsep pada materi sel. 2016;

9. Rohmawati A. Efektivitas Pembelajaran. J Pendidik Usia Dini. 2015;9(1):15–32.

10. Fitriyani Y, Fauzi I, Mia Zultrianti M. Motivasi Belajar Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring Selama Pandemik Covid-19. J Kependidikan. 2020;6(2):165–

75.

11. Putri; REMI. Learning From Home dalam Perspektif Persepsi Mahasiswa Era Pandemi Covid-19. Semin Nas Hardiknas [Internet]. 2020;17–24.

12. Ahmad IF. Alternative Assessment in Distance Learning in Emergencies Spread of Coronavirus Disease ( Covid-19 ). J Pedagog. 2020;07(01):195–222.

36 13. Widayati S. Respon Mahasiswa Pada Proses Pembelajaran Mata Kuliah Daring.

Child Educ J. 2020;(20):48–52.

14. Firman F, Rahayu S. Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19. Indones J Educ Sci. 2020;2(2):81–9.

15. N Df, Rahmi A. Psychological Well Being Mahasiswa Dalam Menjalani Kuliah Daring Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona (Studi terhadap Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN Imam Bonjol Padang). Al Irsyad J Bimbing Konseling Islam. 2020;11(1):15–22.

16. Kuntarto E. Keefektifan Model Pembelajaran Daring Dalam Perkuliahan Bahasa Indonesia di Perguruan tinggi. J Indones Lang Educ Lit [Internet]. 2017;3(1):53–

65.

17. Widiyono A. Efektifitas Perkuliahan Daring (Online) pada Mahasiswa PGSD di Saat Pandemi Covid 19 Aan Widiyono. J Pendidik. 2020;8(2):169–77.

18. Isman M. Pembelajaran Moda dalam Jaringan (Moda Daring). Progress Fun Educ Semin. 2017;586–8.

19. Mustofa MI, Chodzirin M, Sayekti L, Fauzan R. Formulasi Model Perkuliahan Daring Sebagai Upaya Menekan Disparitas Kualitas Perguruan Tinggi. Walisongo J Inf Technol. 2019;1(2):151.

20. Sadikin A, Hamidah A. Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19. Biodik.

2020;6(2):109–19.

21. Mulawarman WG. Persoalan Dosen dan Mahasiswa Masa Pandemik Covid 19 : Dari Gagap Teknologi Hingga Mengeluh Boros Paket Data. 2020;37–46.

22. Indriyani, K. Konsep Ulul Albab Dalam Pendidikan Islam (Analisis Surat Ali- Imran Ayat 190-191). Pendidikan J, Islam A, Tarbiyah F, IAIN Salatiga. 2017;

23. Budiman, H. Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam. 2017;

24. Daroini, AI. Tafsir Ayat Pendidikan Dalam Q.S. Al-Alaq Ayat 1-5 Menurut Quraish Shihab. 2018;

25. Iskandar, Masthura S, Oktaviyana C. Penerapan sistem pembelajaran daring pada mahasiswa keperawatan universitas abulyatama. J Dedik Pendidik. 2020;4(2):323–

32.

37 26. Sadikin A, Hamidah A. Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19. BIODIK

J Ilm Pendidik Biol. 2020;6(2):214–24.

27. Swan K. Building Learning Communities in Online Courses: the importance of interaction. Educ Commun Inf. 2002;

28. Darmalaksana W, Hambali R, Masrur A, et al. Analisis Pembelajaran Online Masa WFH Pandemic Covid-19 sebagai Tantangan Pemimpin Digital Abad 21. UIN Sunan Gunung Djati Bandung; 2020;

29. Kaur N, Dwivedi D, Gandhi A, et al. Study of the effectiveness of e-learning to conventional teaching in medical undergraduates amid COVID-19 pandemic. Natl J Physiol Pharm Pharmacol. 2020;10(7):563–8.

30. Ruiz J, Mintzer MJ. The Impact of E-Learning in Medical Education. Acad Med.

2006;

31. Rahmawati, Putri MI. Learning From Home dalam Perspektif Persepsi Mahasiswa Era Pandemi Covid-19. Stikes Rajekwesi Bojonegoro. 2020;

32. Damayanthi, A. Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Pada Perguruan Tinggi Keagaamaan Katolik. Edutech. 2020;

33. Saragih O, Sinaga, AB. Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19. Tarbiyah Wa Ta’lim. 2020;

34. Alvianto, A. Efektivitas Pembelajaran Daring Pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam Dalam Situasi Pandemi Covid-19. Ta’dibuna. 2020;

35. Nugroho, MA. Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Madrasah. Mudarrisa. 2014;

38 LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner

A. IDENTITAS RESPONDEN

1. Nama atau Inisial :………...

2. Nim :………...

3. Usia :………. tahun.

4. Jenis Kelamin : L / P (Lingkari yang sesuai)

5. No. Handphone (WA) :………...

B. Kusioner Persepsi Efektivitas Pembelajaran

Keterangan: STS = sangat tidak setuju; TS = tidak setuju; N = ragu-ragu; S = setuju;

SS = sangat setuju ; angka (satuan ribu)

No Pernyataan STS TS N S SS

1 Pembelajaran daring dapat menggantikan pembelajaran luring (tatap muka)

2 Pemahaman saya terhadap materi kuliah yang diberikan secara daring ataupun luring (tatap muka) relatif sama

3 Secara umum, tujuan pembelajaran daring dapat tercapai

4 Akses internet yang digunakan selama proses pembelajaran daring cukup baik 5 Fakultas memberikan fasilitas pembelajaran daring yang dapat menunjang proses perkuliahan dengan baik

39

No Pernyataan STS TS N S SS

6 Secara umum, mahasiswa nyaman menggunakan aplikasi pada pembelajan daring

<100 100- 200

200- 300

300- 400

>400

7 Pembiayaan yang dikeluarkan untuk mengikuti pembejaran daring (biaya kuota internet/bulan)

INTERPRETASI Skoring kuesioner persepsi:

No Pernyataan STS TS N S SS

1 Pembelajaran daring dapat menggantikan pembelajaran luring (tatap muka)

0 1 2 3 4

2 Pemahaman saya terhadap materi kuliah yang diberikan secara daring ataupun luring (tatap muka) relatif sama

0 1 2 3 4

3 Secara umum, tujuan pembelajaran daring dapat tercapai

0 1 2 3 4

4 Akses internet yang digunakan selama proses pembelajaran daring cukup baik

0 1 2 3 4

5 Fakultas memberikan fasilitas pembelajaran daring yang dapat menunjang proses perkuliahan dengan baik

0 1 2 3 4

6 Secara umum, mahasiswa nyaman menggunakan aplikasi pada pembelajan daring

0 1 2 3 4

<100 100- 200

200- 300

300- 400

>400 7 Pembiayaan yang dikeluarkan untuk

mengikuti pembejaran daring (biaya kuota internet/bulan)

0 1 2 3 4

40 Interpretasi:

Skor total 0-9 : persepsi buruk Skor total 10-18 : persepsi sedang Skor total 19-28 : persepsi baik

Interpretasi ini dibuat berdasarkan perhitungan berikut:

𝐶𝑢𝑡 𝑜𝑓𝑓 𝑝𝑜𝑖𝑛𝑡 = 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛

𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑝𝑟𝑒𝑡𝑎𝑠𝑖= 28 − 0

3 = 9,3

41 Lampiran 2 Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas dilakukan pada responden sebanyak 50 orang. Berdasarkan tabel standar (Sugiyono, 2008), nilai R yang digunakan sebagai nilai minimal perhitungan analisis dari sebuah kuesioner dengan 50 responden adalah 0,279.

Artinya, kuesioner ini baru dikatakan valid apabila uji validitas menunjukkan angka

> 0,279 dan baru dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach’s alpha menunjukkan angka > 0,279. Beberapa ahli menyatakan bahwa nilai minimal Cronbach’s alpha adalah 0,600.

A. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan aplikasi SPSS. Pada kolom hasil uji korelasi (Corrected Item-Total Correlation) menunjukkan semua pertanyaan bernilai >

0,279 yang berarti semua pertanyaan dalam kuesioner ini valid.

42 B. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan dengan aplikasi SPSS. Terlihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha > 0,279 yang berarti semua pertanyaan dalam kuesioner ini reliabel untuk digunakan. Terdapat beberapa literatur yang menyatakan bahwa nilai Cronbach’s Alpha harus > 0,6. Apabila standar yang digunakan adalah angka tersebut, kuesioner ini tetap reliabel karena hasil uji reliabilitas menunjukkan angka > 0,6.

43 Lampiran 3 Olah Data

44

45 Lampiran 4 Surat Izin Penelitian

Dokumen terkait