Media internet kini sedang menjadi primadona, dan menggeser media- media lainnya yang sebelumnya sempat memiliki nama di hati para pecintanya. Tidak ada yang salah dengan kegiatan surat-menyurat. Publik beralasan bahwa kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini (internet) telah membuat semuanya begitu efisien dan mudah untuk digunakan.
Begitu halnya dengan komunikasi, jika pada zaman belum ditemukannya media internet, penggunaan surat hanya terbatas. Sekarang dengan koneksi internet, segalanya dapat dipermudah.
Pada awalnya surat hanya berisi data dari pemerintah setempat yang biasa dikirimkan secara manual (jika pada zaman tersebut ditemukan sarana transportasi kuda, maka kegiatan surat-menyurat didukung dengan perantara kurir yang mengirim dengan kuda). Semakin lama kegiatan surat- menyurat ini mulai mendapat tanggapan yang sangat baik karena penduduk yang sebelumnya hanya mengenal bercocok tanam, kini dapat menerima kabar dari daerah yang lain bahkan belahan dunia yang lain. Tentu saja hal ini didukung dengan kemajuan teknologi yang ada pada saat itu. Ditemukannya benua-benua baru, perdagangan, kapal-kapal yang sering singgah. Membuat budaya surat-menyurat menjadi primadona pada era-nya.
Kita sering salah mengindentifikasi bahwa kegiatan surat-menyurat hanyalah sebatas bertukar pesan pribadi, dan dokumen. Lebih dari itu surat-menyurat telah menjadi awal dan tonggak dari perkembangan teknologi komunikasi. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya hubungan-
yang diketahui oleh informan yang tentu saja selalu berpindah tempat sesuai arah pergerakan perang. Bidang kedokteran dapat membuat kemajuan dalam ilmu kedokteran lebih mudah untuk saling bertukar informasi. Bidang Ilmu pengetahuan alam, membuat penelitian lebih mudah dengan adanya pertukaran informasi secara tertulis ini.
Dalam dunia surat-menyurat tentu saja yang paling memiliki pengaruh besar adalah si pengirim pesan. Jarak tempuh dan medan tentu saja menjadi pengaruh besar dalam proses pertukaran maupun perkembangan teknologi komunikasi tersebut. Banyak pos-pos singgah yang dibuat demi melancarkan dan memudahkan pengiriman surat-surat maupun dokumen penting.
Bagaimanapun juga surat memang dikenal sebagai sarana informasi bagi pihak yang satu dengan pihak yang lainnya. Di dalam kegiatan surat-menyurat tersebut terdapat beberapa hal yang tentu saja sangat diperlukan dalam isi surat: isi apa yang menjadi perhatian di dalam surat tersebut, kemudian apa yang kita inginkan setelah pihak tersebut membaca surat kita, apa yang menjadi gagasan dan bukti bahwa isi surat kita penting untuk dibaca, dan pasti ada pesan yang ingin kita sampaikan di dalam surat tersebut. Sebagai pengganti biaya jasa dalam proses rumit surat-menyurat, kita mengenal istilah amplop dan perangko di dalam sarana surat-menyurat. Nyatanya, semakin surat yang kita inginkan menempuh jarak yang jauh, semakin besar pula nominal perangko yang akan kita tempelkan di surat.
Pada masa kini, kita masih mengenal budaya surat-menyurat walaupun jarang, menggunakan media surat (kertas) seperti pada zaman surat- menyurat. Globalisasi internet tentu mengenalkan kita pada budaya surat- menyurat yang lebih canggih dan hanya sekali tekan. Ya, kita mengenal surat elektronik, telah banyak layanan pada internet yang memudahkan kita untuk menggunakan surat elektronik. Surat elektronik ini pada nyatanya lebih diminati oleh para pecinta lingkungan karena tidak memberikan dampak kerusakan pada alam. Pada dunia surat-menyurat kita menggunakan kertas yang pada dasarnya merupakan olahan dari pohon yang diproses sehingga membentuk lembaran-lembaran tipis. Hal tersebut membuat para penggiat pecinta alam merasa bahwa sudah seharusnya dengan ditemukannya internet, meminimaliskan penggunaan kertas.
Secara efisiensi, surat-menyurat dengan menggunakan kertas memang dapat memiliki kesan tersendiri, di mana kita dapat menyimpannya dan dapat menjadi bukti kenangan. Akan tetapi, penggunaanya hanya sekali pakai, setelah itu surat-surat yang ada hanya menajdi tumpukan-tumpukan kertas.
Berbeda dengan penggunaan surat elektronik, teknologi tersebut dapat memuat banyak sekali surat-surat tanpa menimbulkan efek kerusakan alam.
Tidak perlu mengeluarkan uang demi membeli amplop maupun perangko, surat elektronik dapat dikirim hanya dengan melalui tombol kirim yang ada pada layanan internet yang menyediakan surat elektronik.
Konsep komunikasi yang ada pada surat-menyurat membuat perkembangan teknologi komunikasi menjadi semakin pesat. Manusia purba hanya mengenal makan dan berburu. Berkembang lagi menjadi manusia pedesaan yang hanya mengenal bercocok tanam dan tetangga sekitar.
Melalui kemajuan teknologi salah satunya adalah budaya surat-menyurat telah membuka mata dan memudahkan khalayak untuk dapat mengenal dan melihat sekitar. Pada dasarnya komunikasi hanyalah serangkaian proses di mana seseorang ingin memberikan pesan melalui perantara sehingga pesan tersebut dapat diterima dengan baik oleh si penerima. Rangkaian komunikasi yang sangat sederhana itu dikembangkan dengan adanya teknologi surat- menyurat.
Di era globalisasi serba internet ini, kita tidak hanya dapat mengirim surat elektronik tetapi terdapat layanan pula yang dapat membuat kita mengirim data, lagu, maupun video. Bukan hanya surat elektronik saja, sebenarnya jika kita adalah pengguna layanan internet (facebook, twitter, skype, yahoo, gmail, gtalk) kita telah menerapkan proses teknologi surat-menyurat melalui kemajuan teknologi.
Di Indonesia, kegiatan surat-menyurat ini telah mulai dikenal sebelum bangsa eropa mulai masuk ke bumi nusantara. Sarana dan prasarana yang digunakan juga terbilang masih sangat primitif dan sangat jauh dari kesan maju. Tetapi, patut diacungi bahwa pada masa raja-raja tersebut surat- menyurat dikenal dengan menggunakan kulit kayu yang diiris dengan tipis, daun-daunan terutama daun lontar, kulit binatang yang sebelumnya telah dibersihkan, dll.